Read it and Enjoy it ~

Notavel #FantasyFiction

Tittle : Notavel

Cast : Masih dirahasiakan :p

Author : LidyaNatalia

Genre : Fantasy , Friendship , Mystery

Rate : Teen

Length : Chaptered

Warning : Typo(s) , hard understanding :p , OOC

Part : Prolog

Summary : The cast were belong to God but the story is belong to me!

—^0^—

at Notavel

“Cepat temukan anak itu sebelum bulan purnama pertama Notavel dimulai!” Titah sebuah suara dengan pelan namun tegas.

“Anda yakin?” Sela salah seorang yang berada disana bersama dengan seseorang yang baru sja menitahkan sesuatu.

Mereka berada disebuah ruangan yang hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang berkepentingan dan dikehendaki oleh Petinggi Theos tersebut. Di ruangan berukuran 5 x 5 meter tersebut , kini, sang petinggi tengah memerintahkan tugas yang merupakan amanah dari seseorang dulu.

Dan sungguh sebenarnya dia tidak suka setiap titahnya disela seperti tadi, ingin rasanya dia melemparkan orang tersebut dengan benda yang dipegang disisi tangan kanannya sekarang. Namun niat itu dia urungkan , mengingat dia sedang memberikan tugas pada orang kepercayaannya ini.

“Temukan dan bawa saja dia kesini sebelum bulan purnama pertama notavel , ah tidak , jangan bawa kesini, lebih baik tempatkan dia di pavilliun Diadem sampai bulan purnama pertama notavel mulai. Ingat jangan terlambat.” Lanjutnya sekali lagi.

Raut wajah sang kepercayaan semakin bingung dan tak mengerti dengan tugas yang diberikan padanya kini, namun dia tidak berani bertanya lagi, mengingat nada bicara sang petinggi sudah terdengar sangat tegas dan berbeda.

Melihat kebingungan diwajah orang kepercayaannya, petinggi notavel tersebut akhirnya berjalan menghampirinya.

“Temukan saja dulu, dan kau akan tahu alasannya nanti. Dan ingat jangan beri tahu siapa-siapa tentang tugas ini.” Serunya sambil menepuk bahu orang tersebut. “Sekarang kau boleh keluar.”

“Baik Theosan!” Sahut orang tersebut sembari menghentakkan kepalanya untuk menunduk kemudian berjalan mundur menuju pintu keluar.

Setelah orang kepercayaannya tersebut hilang dibalik pintu. Sang petinggi kembali ke singgasana kebesarannya. Dia melihat keluar jendela. Menatap bulan pernama terakhir di notavel tahun ini sembari tersenyum penuh arti.

—^0^—

at Seoul

Semua orang kini tengah  terlelap dalam buaian mimpi ketika malam semakin larut menampakan kegelapannya.

Hampir semua orang, karena kini diujung gang buntu bangunan – bangunan menjulang tinggi kota Seoul, sesosok anak laki-laki remaja paruh baya tengah bersembunyi dibalik kardus disisi sebelah kiri yang merupakan jalan buntu.

Dengan perasaan penuh ketakutan dia mencoba mengatur deru nafas yang tersengal sehabis lari dari kejaran para pria bersosok kekar berjumlah tiga orang dengan penuh hiasan tubuh disepanjang lengan kanan dan kirinya.

Dia meringkukkan badannya dengan kedua telapal tangan memegang kedua lututnya sembari menenggelamkan wajah penuh kecemasan tersebut. Dia terus berdoa pada Tuhan yang diyakini , adalah satu-satunya hal yang dia miliki untuk berkeluh kesah serta memohon perlindungan, terlebih seperti saat ini.

Terus memohon dalam hati tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, bibirnya terkatup kaku dan sesekali bergetar sambil menggigit bagian bawahnya , menampakan raut kecemasan yang teramat sangat.

“Huh! Kemana anak itu!?” seru sebuah suara yang sangat dia kenali.

“Entahlah, cepat sekali larinya! Awas saja kalau sampai tertangkap nanti. Akan kuberi pelajaran anak itu, berani-beraninya kabur !!” Dengus seseorang lagi. Kali ini suaranya sangat terdengar mengancam ditelinga anak itu.

“Hey , kenapa kau diam saja?” sahut suara pertama bertanya pada orang ketiga yang sedari tadi tidak membuka suaranya.

“Sssttt..” desisnya sembari menempelkan telunjuknya tepat dibibir. “Lihat, itu seperti ada bayangan orang,” Serunya sembari mencoba berjalan ke arah tempat yang dimaksud.

Merasa sedikit ceroboh, sang anak laki-laki tadi mencoba merapatkan tubuhnya pada tembok berwarna using kehitaman tersebut, yang tanpa dia sadari pergerakannya tersebut justru menimbulkan suara yang walaupun hanya terdengar pelan tapi jelas disaat sepi seperti itu.

Anak itu mengawasi bayangan sosok para pria yang mengejarnya, dekat dan semakin dekat, sampai pada akhirnya..

“meonggg..” seekor kucing melompat dari sebuah kardus dekat sisi kiri tembok bangunan tersebut dan langsung pergi meninggalkan mereka melompati tembok tinggi.

“Hah, ternyata hanya kucing!” Dengan serta merta orang ketiga tadi menghentikkan langkahnya dan berbalik pada kedua temannya.

“Huft!” dengan suara yang teramat pelan sang anak laki-laki tadin menghela nafas , mengekspresikkan kelegaannya , karena masih bisa terselamatkan oleh kucing berbulu pirang tersebut. “Aku hutang nyawa padamu, kucing!” ucapnya lega dalam hati.

“Bagaimana?”

“Ternyata hanya kucing saja, sudah ayo kita cari lagi kesebelah sana,” Tunjukknya ke arah sebrang jalanan bangunan gedung yang berada disamping mereka sekarang, “Sepertinya dia tidak jauh dari sini,”

Derap langkah menjauh pun terdengar , suaranya makin lama makin terdengar pelan , hal itu menandakan bahwa orang-orang tersebut telah jauh dari tempat dimana dia berada sekarang.

Dengan hati-hati dia mencoba beranjak dari tempat persembunyian yang sungguh sangat sempit dan kumuh tersebut. Namun baru setengah jalan ia meneggakkan badannya, seseorang dari belakang menyekap mulutnya dengan kuat.

“Diam , dan ikuti saja perintahku!”

Anak laki-laki tersebut menganggukan wajahnya tanda patuh.

“Bagus, kau tenang saja, aku tidak akan menyakitimu,” Lalu dia membuka kan sekapannya pada anak laki-laki tersebut.

Setelah berbicara seperti itu , tiba-tiba ,“Whoossss…,” dia mengeluarkan sesuatu dari jubahnya yang saat itu juga dapat membuat mereka terbang di udara…

“Kkkau mau membawaku kemana? Mau kau apakan aku?” Tanya sang anak penuh ketakutan.

“Tenang saja , aku akan membawamu ke Notavel!”

—^0^0^0^0^0^0^0^0^—

END of prolog

Advertisements

2 responses

  1. next chingu ^^

    4 October 2011 at 7:40 AM

  2. Lee Min Chan

    Whoaa~
    genre yg paling aq suka , fantasy mystery . .xD

    7 August 2013 at 4:57 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s