Read it and Enjoy it ~

Archive for October, 2011

KYUMIN’s FanFiction / Genderswitch/ Romance/ Angst/ Hurts

KYUMIN’s FanFiction / Genderswitch/ Romance/ Angst/ Hurts

Tittle : Hurts

Cast : Kyumin

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : Lidya Natalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :I come with new story about Kyumin again. Sorry if you felt bored of my fiction, you can tell me to untagging you, if you don’t like my fiction anymore 😀 Im just tag some people , because idk , this fiction can be read or not.
Summary : Kyuhyun just kept hurting Sungmin. But Sungmin still hold together with Kyuhyun, even though she knew that meant she should always be hurt all the time. And when there are other men who approached Sungmin. What will Kyuhyun do?

—–KYUMIN——

“Prangg!!!!”

Terdengar suara benda jatuh yang kedengarannya seperti piring dari arah dapur.

“Shit!! Apa itu!? Berisik sekali!!” ujar sebuah suara menggerutu kesal.

Dengan panik wanita yang menjatuhkan piring tersebut jongkok dan hendak berusaha mengambil pecahan piring tersebut untuk dibereskan. Dia takut kalau…

“Sungmin!!!!” Seru sebuah suara yang berasal dari kamar yang sedang ditiduri oleh seorang namja bernama Cho Kyuhyun sembari menuju ke arah dapur, sumber suara.

Sungmin sontak terkejut mendengar teriakan dari arah kamar tersebut. Dengan panik dia langsung membereskan pecahan piring tersebut dengan tangannya cepat-cepat.

Dengan tampang jengkel Kyuhyun melihat Sungmin sedang membersihkan pecahan piring tersebut dengan tangannya sendiri.

Sungmin melihat ke arah Kyuhyun , dilihatnya wajah Kyuhyun yang terlihat kesal. “Mian , Kyu. Ta-tadi piringnya basah dan ketika aku mau mengeringkannya dia sudah terlanjur jatuh dari tanganku..” Ujar Sungmin dengan gagap.

Buru-buru dia membersihkannya lagi sambil menunduk , dengan air mata yang tanpa disengaja mencoba keluar dari ambang kedua pelupuk matanya.

“Aisshh!!! Diam!! Kau sudah mengganggu tidurku!!” Bentak Kyuhyun yang kemudian meninggalkan dapur dengan Sungmin dibelakangnya membersihkan pecahan tersebut.

Dengan isakan tanpa suara, Sungmin terus membersihkan pecahan tersebut.

“Aww,” Rintihnya ketika jemari telunjuknya terkena pecahan piring tersebut. Matanya sudah dipenuhi dengan air mata yang sebentar lagi tumpah, dan mengakibatkan pandangan matanya sedikit tak jelas.

“Brukkk!!!”

Terdengar suara bantingan pintu dari arah kamar mandi, yang membuat Sungmin sontak kembali terkejut sehingga menyebabkan luka kedua dijemari nya lagi.

—^0^0^0^0—

“Kyu, ini dasimu.” Sungmin tersenyum sambil menyerahkan dasi yang telah dia ambil dari laci meja riasnya kepada Kyuhyun yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.

Kyuhyun melihat ke arah Sungmin dingin , dan kemudian mengambil dasi lainnya di laci meja rias Sungmin dan kemudian langsung dia kenakan sendiri.

“Aku mau ke kantor dulu. Ingat baik-baik dirumah dan jangan lakukan tindakan ceroboh bodoh lagi!” Seru Kyuhyun.

Sungmin menundukkan kepalanya merasa bersalah. Dia memang telah melakukan hal ceroboh hari ini. Dan karena tindakan bodohnya tersebut, dua jemari tangan kanannya jadi dibalut plester sekarang.

Kyuhyun kemudian langsung meninggalkan Sungmin yang masih memegang dasi yang dia pilihkan untuk Kyuhyun tadi dan mengambil napas panjang-panjang. Mengambil kekuatan untuk memaksakan dirinya agar tidak menangis lagi.

—^0^0^0^—

“Yaa!!!! Kau ini lagi lagi!! Bagaimana bisa kau melakukan tindakan bodoh tersebut setiap hari . Hah?? Kau tahu berapa harga lukisan tersebut? Bahkan harga lukisan tersebut lebih mahal dari barang-barang bodoh milikmu itu!!” Kyuhyun membentak Sungmin lagi. Tak peduli walaupun teman-teman kantornya yang sedang berkunjung dirumah mereka sedang melihatnya.

Sungmin tidak sengaja menyenggol lukisan mahal yang milik Kyuhyun yang berada tepat diruang tamu tersebut.

Sementara Kyuhyun terus membentaknya. Sungmin hanya terus menunduk dan mengucapkan kata maaf terus menerus sampai hampir pingsan. Dia terlalu malu untuk mengangkat wajahnya dan melihat ke arah teman-teman Kyuhyun yang sedang memperhatikan mereka.

Untuk pergi dari tempat itu ketika Kyuhyun belum selesai marah-marah hanya membuat masalah bertambah jadi. Oleh karena itu dia tetap diam ditempat, meskipun Kyuhyun terus mempermalukan dirinya didepan orang banyak.

Perasaannya campur aduk. Ketakutan, malu, dan merasa bersalah merundung perasaannya saat ini. Air matanya pun bahkan terlalu takut untuk menampakan diri dihadapan Kyuhyun yang sedang emosi ini. Hingga Sungmin hanya dapat menahan perasaan sesaknya dalam-dalam.

Dia tak ingin membuat Kyuhyun lebih malu lagi dengan menangis dihadapan teman-teman Kyuhyun.

“Aisshhh!!! Sulit dipercaya!! Aku dapat terus berdekatan denganmu seterusnya!!” Seru Kyuhyun lagi sembari mendorong tubuh Sungmin kasar, dan kemudian kembali kepada teman-temannya yang sedang duduk di sofa berwarna blue sapphire diruang tamunya itu.

Sungmin yang hampir terjatuh langsung menyeimbangkan tubuhnya, sehingga tidak terjatuh. Kemudian dia berjongkok dan mencoba membersihkan lukisan Kyuhyun yang sudah hancur frame dan kacanya itu.

Tanpa bisa ditahan lagi air mata yang sedari tadi tersembunyi dibalik kedua pelupuk matanya akhirnya terjatuh juga melintasi pipi chubbynya yang sekarang lebih terlihat tirus dari sebelumya. Menangis. Sungmin menangis. Dan itu tanpa suara lagi.

—^0^0^0^—

“Aahhh~! Kyuuuu ah, pelan sedikit. iya iya disitu lagi, ehm ah , lanjutkan Kyu!”

“Ahhh~!”

Sungmin hanya dapat menangis ketika dia mendengar suara-suara desahan yang tak biasa dari balik pintu kamar tamu ketika dia berniat menuju kedapur untuk mengambil air minum.

Kyuhyun sedang bersama Victoria lagi. Victoria adalah mantan pacar Kyuhyun. .. Tidak bukan mantan pacar! Tetapi masih pacar! Kyuhyun bahkan belum putus dari Victoria, meskipun dia telah bersama dengannya sekarang.

Mereka berdua sekarang sedang berada dikamar itu, mereka sedang bercinta. Lagi. Diruangan yang memang Kyuhyun khususkan hanya untuk mereka berdua.

Tanpa sengaja Sungmin menutup mulutnya, mencoba menahan tangisan suaranya agar tidak keluar. Tangan lainnya memegangi dadanya yang terasa sesak. Ya Tuhan.

Bahunya bergetar dengan sangat cepat sekarang. Dia sudah terlalu lelah untuk menangis. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi kekamarnya sendiri dan pergi dari tempat itu.

Sungmin sudah tidak dapat menahannya lagi. Itu menyakitkan. Sungguh sangat menyakitkan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil kunci Honda Civicnya dan bergegas menuju garasi. Dia kemudikan Honda Civic putih miliknya tersebut secepat yang dia bisa, tanpa mempertimbangkan apa yang akan terjadi apabila keberuntungan tidak berpihak padanya kemudian.

Dia tidak ingin mendengarkan suara- suara itu lagi. Dia ingin pergi ke tempat yang dia tahu pasti akan menerimanya meskipun ditengah malam seperti ini.

Sungmin menekan bel pintu rumah tersebut. Tidak perlu menunggu lama, sang empunya rumah membukakan pintu untuknya. Sungmin melihat kearahnya dan memberikan senyuman kecil penuh kesedihan. Dan orang tersebut sudah tahu apa alasannya tanpa harus Sungmin memberi tahunya terlebih dahulu.

“Aku tidak habis fikir. Mengapa kau masih terus bertahan dengannya sampai sekarang, Dia hanya bisa menyakitimu, Min. Kau tahu itu kan?” Seru namja tersebut sembari menyerahkan secangkir kopi hangat pada Sungmin.

Namja tersebut adalah sahabat baik Kyuhyun, walau begitu tak dia pungkiri kalau Kyuhyun memang sudah sangat keterlaluan. Dan kini mereka sudah sangat saling bertentangan.

“Aku mencintainya.” Ujar Sungmin memberikan jawaban atas pertanyaan namja tersebut. “Dan…” Sungmin mengangkat wajahnya dan melihat ke arah namja tersebut.

“Dan apa?” Namja tersebut kemudian duduk disamping Sungmin. Dia bingung dengan jawaban yang diberikan Sungmin padahal sudah jelas fakta-fakta yang ada yang terjadi pada dirinya sendiri.

“Kau memang mencintainya, tapi itu bukan berarti kau harus diam saja dan menahan semua perlakuannya padamu. “Dia memang temanku , tapi dia brengsek.” Namja tersebut tertawa kecil dan Sungmin hanya tersenyum kecil.

“Bolehkah aku tidur disini ? Aku sedang tak ingin pulang sekarang.” Tanya Sungmin setelah melihat ke sekitar ruangan nyaman tersebut yang sepertinya damai dan tenang.

“Tentu saja. Bahkan kalaupun kau tak memintanya. Aku akan memaksamu untuk tetap menginap.” Seru namja tersebut yang kemudian berdiri dan mengantar Sungmin ke kamar tamu.

—-^0^0^0^—

Pagi datang. Dan Namja tersebut memaksa Sungmin untuk membiarkannya menyetir Honda Civic Putih milik Sungmin untuk pulang kekediaman Sungmin dan Kyuhyun.

Dan ketika sampai didepan rumah KyuMin, Namja tersebut buru-buru turun dari mobil untuk kemudian membukakan pintu untuk Sungmin.

“Gomawo,” Seru Sungmin sambil tersenyum.

“Cheonmaneyo , Min. Kau tahu kan aku ini pria sejati!!” Seru sang namja membanggakan diri sembari meraih bahu Sungmin.

“Aku sungguh sangat berterima kasih padamu untuk segalanya. Aku tahu ucapanku sebanyak apapun tidak dapat membalas semua kebaikanmu padaku.” Seru Sungmin kemudian memeluk namja tersebut.

Namja tersebut pun membalas pelukan Sungmin dengan hangat.

“It’s okay. Aku selalu ada untukmu, Min!” Mereka terus berada dalam posisi tersebut sampai…

“Hey!!! Apa yang kalian berdua lakukan?”

Sontak keduanya mencari-cari sumber suara tersebut. Dan Sungmin terkejut ketika didapatinya Kyuhyun sedang melihat ke arahnya dan temannya tersebut. Kyuhyun berdiri sembari berkacak pinggang dengan pandangan tajam seperti ingin membunuh keduanya.

Apakah itu sebuah tanda kecemburuan dimata seorang Cho Kyuhyun? Seketika Sungmin membuang jauh-jauh pikiran tersebut mengingat perbuatan meyakitkan yang telah dilakukan Kyuhyun terakhir kali, semalam.

“Aku hanya mengantarkannya” Ujar namja itu dengan sangat tenang dan tanpa rasa takut sedikitpun, bahkan dengan death glare dari Kyuhyun sekalipun.

“Di mana kau semalam?” Kyuhyun tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh namja tersebut dan malah mendekati Sungmin.

“A – Aku..” Perkataan Sungmin langsung dipotong oleh namja tersebut.

“Sungmin tidur dirumahku, karena … Yah, menurutku bukan hal yang baik untuk Sungmin apabila tetap tidur dirumahmu ketika, Kau tahu …” Namja itu menghentikan kalimatnya, menatap kearah rumah KyuMin dan kemudian menatap Kyuhyun.

“Jangan katakan, setiap kali Sungmin tidak tidur di sini, dia selalu tidur dirumahmu?” Kyuhyun menatap namja tersebut tajam dengan emosi sedikit memuncak.

“Bagaimana kalau aku bilang iya? Apa yang akan kau lakukan” Ujar sang namja tersebut membuat Kyuhyun hanya bisa mengertakkan gigi saat ia menarik Sungmin dan menyeretnya ke dalam.

“Pikirkan saja urusanmu sendiri. Kau tidak ada hubungannya dengan kami.” Kata Kyuhyun ketikad ia kembali setelah membawa Sungmin kedalam rumahnya.

“Bagaimana kalau aku malah justru ingin melakukan sebaliknya? Bukankah kau tidak perduli dengannya?” Ujar Namja tersebut sambil menyeringai. Dan membuat Kyuhyun tidak dapat berkata apa-apa lagi.

“Kau tidak mencintainya lagi, bukan?”

Entah mengapa Kyuhyun tidak dapat menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Tapi, satu hal yang pasti, dia tidak suka melihat Sungmin dipeluk oleh orang lain, siapa pun itu.

Tunggu!! Apakah dia baru saja berfikiran bahwa dia cemburu? Damn, dia tidak tahu lagi harus berpikir seperti apa. Tentu dia mencintai Sungmin , setelah bertahun-tahun mereka bersama, tetapi dia tidak tahu lagi setelah semua yang terjadi. Apakah dia masih mencintainya?

“Temui aku di café biasa. Aku perlu bicara denganmu,” Ujar Namja tersebut yang membuat Kyuhyun kembali tersadar dari lamunannya.

Kyuhyun tidak tahu apakah dia harus menuruti perintah sahabatnya tersebut. Walau begitu pada akhirnya dia pun mengangguk sebagai tanda persetujuan.

—-^0^0^0^—-

Pertemuan itu…

Kyuhyun masuk ke Café dan mencari sosok yang telah mengajaknya bertemu tersebut. Dan dia melihatnya disudut Café , sembari berjalan menghampirinya, sekelebat bayangan ketika namja itu memeluk Sungmin terlintas dibenaknya. Betapa ingin sekali dia memukul namja tersebut ketika mengingat itu.

Dan ketika Kyuhyun tiba dimeja yang ditempati sahabatnya tersebut. Kyuhyun langsung duduk dihadapan namja itu tanpa menyapanya terlebih dahulu.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Kyuhyun ketika berhadapan dengan sahabatnya sendiri. Sembari berbicara dia terus memperhatikan namja dihadapannya tersebut.

Bayangan ketika Sungmin dan dirinya berpelukan masih terus saja menganggunya. Kyuhyun tidak habis fikir kenapa Sungmin menyukai sahabatnya ini. Dibandingkan dengan dirinya, sahabatnya ini lebih pendek, berkepala besar, mempunyai aura yang aneh, bahkan matanya pun kecil. Sungguh bukan saingan untuk dirinya.

Ya mungkin dia memang sopan dan baik. Tapi diluar itu Kyuhyun merasa dia lebih baik ketimbang sahabatnya tersebut. Sungguh sahabatnya itu tidak mempunyai hal-hal yang menarik sama sekali.

Ya, meskipun namja dihadapannya ini adalah sahabatnya , tapi tetap saja Kyuhyun merasa khawatir, terlebih lagi-lagi karena peristiwa pelukan didepan rumahnya tersebut.

Sontak dia tersadar dari pikirannya sendiri ketika sahabatnya tersebut mengeluarkan suara.

“Kau mau minum apa?” Tanya namja tersebut

“Hey! Jangan buang-buang waktuku. Aku kemari bukan untuk bersantai dan minum secangkir kopi denganmu. Cepat katakan apa yang kau inginkan?” Seru Kyuhyun sembari menatap lurus wajah sahabatnya tersebut.

“Aku meminta kita bertemu, karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu..” Namja tersebut menghentikan kalimatnya, menarik napas sedikit, dan kemudian berniat langsung berbicara to the point kepada Kyuhyun.

Namja tersebut menatap Kyuhyun dan mulai membuka mulutnya..

“Ketika kau berteriak padanya, ada seorang namja yang akan berbisik di telinganya …”

“Ketika kau mengabaikannya, ada namja lain yang memberinya perhatian”

“Ketika kau mempermalukan, menyinggung dan menghinanya, ada seorang namja yang berharap bisa mengobati lukanya …”

“Ketika kau membuat nya menangis, ada seorang namja yang mencoba untuk membuat dia tersenyum.”

“Dan ketika kau tidak yakin apakah kau masih mencintainya, telah ada namja lain sudah mencari tahu”

Sungmin mencintaimu … dia begitu mencintaimu dan kau tidak pantas mendapatkannya, tidak sampai kau berubah. Kyuhyun rubah perilakumu atau aku akan membawanya pergi darimu. ”

—-^0^0^0^—-

END

Sekuel menyusul 🙂

One more bad fiction from me.
Sorry if you are don’t like this fiction, don’t bash me on.
I don’t accept bash of this Fiction.

Please Comment for all of you who read this fiction ^^

Regards

LidyaNatalia

Advertisements

The Chocolate’s Incident #1

Tittle : The Chocolate’s Incident #1

Cast :
In this Fict , YeWook are the main cast.
And other member of Super Junior.

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance

Rate: Teen

Length : Chaptered Short Story

Author : Lidya Natalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction.

A/N :I come with new story about Yewook 🙂

Summary : DiHari peringatan ulang tahun sekolah NiRa, semua murid menjalankan ritual saling memberi coklat layaknya hari Valentine. Yesung yang biasanya tidak mendapatkan coklat, hari ini tiba-tiba menemukan coklat dilaci mejanya. Lalu yang memberinya siapa dong??

—YeWook—

Sebenarnya berapa banyak coklat yang lalu lalang didalam sekolah NiRa High School??

“Bruk!! Pluk!”

Yesung dan Siwon baru saja tiba disekolah kita mereka mendapati loker Siwon penuh dengan banyak coklat yang dibungkus manis dengan kertas kado lengkap dengan pita cantik diatasnya.

Dengan wajah senang Siwon langsung menghitung jumlah coklatnya tersebut. Namun wajahnya tiba-tiba berubah muram.

“Siwon, kau kenapa? ekspresimu seperti pemain kdrama saja!”

“…9, 10…, 11 ya? Huft, padahal tahun lalu lebih banyak.” Ucap Siwon tiba-tiba dengan wajah tak bersemangat.

‘Gubrakkk!!!’ wajah Yesung berubah menjadi seperti ini —-> -_____-

“Kau ini ya.. Bagi-bagi kek coklatnya!!” Pinta Yesung.

“Babo!! Kalau dibagi-bagi, berarti aku nggak sopan sama cewek-cewek, dong.” Ujar Siwon sok bijaksana.

“Aisshhh , alasan!!” Rungut Yesung. “Ah, Ryeowook.” Seru Yesung ketika melihat Ryewook, baru tiba disekolah.

“Pagi!” Sapa Ryeowook dengan nada datar yang anggun seperti biasanya, pada Yesung. Tetap tanpa ekspresi yang manis.

“Pagi!!” Sahut Yesung. Sungguh sangat berbeda dengan ekspresi Ryeowook, Yesung tersenyum lebar.

“Pagi, Ryeowookkie!!!” Seru Siwon juga dengan ekspresi tebar pesona.

“Pagi!” Sahut Ryeowook singkat. “Dapat banyak ya?” Tanya Ryewook pada Siwon ketika melihat banyak kado-kado ditangan Siwon.

“Ah, aku menerimanya cuma demi sopan santun kok.” Ujar Siwon yang padahal sama sekali tidak ditanya oleh Ryeowook. “Tapi tentu saja cokelat darimu pasti spesial.” sambungnya lagi pada Ryeowook.

“Hah?” Sahut Ryeowook. “Ayo kekelas!!” Ajak Ryeowook pada Yesung dan Siwon.

“Eh? Coklatnya mana?” Tanya Siwon.

“Nggak ada!” Sahut Ryeowook cepat.

“Eeh? Nggak ada?” Siwon kaget.

*Ryeowook POV*

Kuberitahu ya, agar kalian tidak salah paham.

“Gimana nih, Yesung????” Seru Siwon sambil menarik kerah baju Yesung. “Dia bilang nggak ada coklat untukku?” Sambung Siwon.

Namjachinguku itu adalah Yesung. Bukan Siwon.

“Lha? Itu mah nggak ada hubungannya sama kau, kan?” Jawab Yesung , namja chinguku sambil tersenyum lebar.

Sudah 3 bulan kami pacaran. Tapi aku masih belum bisa terbiasa dengannya.

“Kau pikir bisa jadian berkat siapa sih?” Seru Siwon sambil menjitaki Yesung.

“Sudahku bilang tidak ada hubungannya denganmu kan?” Tanya Yesung balik pasrah.

Mungkin karena dia seperti …, entahlah. Aku bingung menggambarkannya.

*Ryeowook’s POV end*

Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk masuk kekelas mereka. Dan ketika mereka sampai dikelas.

“Pagi!!!” Seru Siwon pada teman-temannya. Dikelas selain terkenal tampan , Siwon juga terkenal dengan keramahannya, terlebih pada para yeoja, fangirlnya.

“Ah, Siwon sudah datang…” Seru Heenim. “Ini buatmu!!” Sambungnya sembari memberikan sekotak coklat persegi, yang setelah dibuka ternyata satu buah bola coklat berukuran besar.

“Aihhh, buatan sendiri ya??” Tanya Siwon sambil tersenyum ketika menerima coklat tersebut.

“Cuma buat Siwon doang ya?” Ujar Shindong.

“Buat kalian juga ada kok!” Seru Heenim , kemudian memberikan sekotak coklat dengan ukuran sama namun…

“Nih, satu-satu ya!!!” Ujar Heenim sembari memberikan sekotak coklat yang didalamnya terdiri dari bola-bola coklat kecil kepada Shindong dan Kang In.

“Rasanya menyedihkan,” Ujar Kang In sembari mengambil satu buah bola coklat kecil tersebut dari kotak yang dipegang Heenim.

“Yang penting bisa dimakan!” Sahut Shindong yang sudah cukup senang.

“Yesung juga mau?” Tawar Heenim menyodorkan kotak coklatnya pada Yesung.

“Nggak deh,” Tolak Yesung halus. “Aku cukup satu coklat saja.” Tegas Yesung dengan kalimat penuh makna.

“Wiw, Wow! Wew!”

“Huuuuu!!!”

“Plok! Plok!”

Begitulah reaksi dari teman-teman sekelas Yesung mendengar perkataan Yesung barusan.

“Tapi aku belum dapat juga nih!” Keluhnya kemudian.

“Eh, masa sih?” Tanya Heenim tak percaya.

“Wookie!! Cepat kasih dia coklat dong!!” desak Heenim pada Ryeowook.

“Iya! Iya!! Ini kan moment penting!”

*Ryeowook POV*

Mungkin penyebab kami jadian juga gara-gara kelas yang berisik ini.

“Cerewet ah!!” Seruku cepat. “Itu kan hal yang tak perlu diributkan.” Sambungku kembali.

“Si ubur-ubur shock tuh!” Seru Shindong

Aku melihat ke arah Yesung yang tengah memandang keluar jendela kelas.

“Iya , tentakelnya turun tuh!!” Sambung Kang In

Yesung kontan menghampiri kedua temannya yang mengatainya barusan, “Emangnya aku punya Tentakel apa?!!!!?” Protes Yesungku kepada Kang In dan Shindong.

“Dikasih Pisang aja!” Ujar Heenim memberi masukan yang sungguh tak masuk akal. Apa hubungannya coba?

“Begini ya…”

‘Srakk! Srakk!’ Kang In seperti menemukan sesuatu dan kemudian mengambil sesuatu dari laci meja Yesung.

“Eh! Tunggu ini kan…”

“TADAAAAA!!!!” Seru Kang In mengangkat tinggi-tinggi bingkisan coklat dengan bungkusan kotak berbentuk hati merah muda dengan pita merah tua diatasnya,

“KOTAK COKLATTTT!!!” Seru teman-temanku sekelas.

“Dari meja Yesung ya?!!!” Seru Minnie, teman sekelasku.

“Wookie kapan meletakkannya?” Tany Heenim kemudian padaku.

“Bu…”

“Ternyata sudah kamu siapkan ya??” Seru Heenim memotong omonganku

“Bu…”

“Mana bentuknya hati lagi!” Seru Teuki juga ikut-ikutan.

“Itu bukan dariku…” Kataku dengan suara agak pelan.

“Selalu begitu deh,,” Seru Heenim sambil menepuk pundakku pelan.

“Be..Betul Kok!” Kataku. “Soalnya…” kata-kataku terpotong.

Coklatku masih ada didalam tasku.

“Wookie??” Seru Yesung sambil melihat kearahku.

“Bu.,.,, bukan.” kataku sekali lagi.

“Eh?” Seru Shindong.

“Masa?” Siwon ikut-ikutan.

“Kalau begitu.. Siapa yang menaruhnya disitu?”

*Ryeowook POV end*

—YeWook—

“PENGURUS OSIS HARAP BERKUMPUL DI RUANG OSIS.”

Terdengar suara dari pengeras suara sekolah. Sementara itu di kelas YeWook.

“Sudah kutunggu sampai istirahat siang. Tapi nggak ada yang ngaku.” Ujar Yesung. “Nggak ada yang ngaku juga.” Sambungnya lagi.

“Tapi kayaknya ini buatan tangan lho,” Ujar Kibum menganalisis.

“Jadi…” Ujar Shindong.

“Jangan-jangan ini ulah orang yang dendam sama Yesung!” Terka Siwon asal tebak sembari memasang tampang berfikir sok detektif ditempat duduknya.

“Kok gitu sih?” Tanya Yesung sambil nyengir.

“Mungkin isinya bom!!!” Sambung Siwon lagi.

“Nggak mungkin!!” Sergah Kang In.

“Lantas kenapa Yesung dapat coklat??” Seru Kang In , Shindong dan Siwon yang sepertinya tidak percaya dan tidak mau menerima kenyataan itu.

“Kalian ini! Memangnya kalian anggap apa Wookie yang jadian sama Yesung?” Seru Heenim kencang.

“Kamu juga nggak sopan!” Desis Ryeowook pelan.

“Berarti ini cuma iseng doang.”

“Betul juga!” Sahut Yesung.

“Jangan setuju begitu aja dong!” seru Siwon tak terima pernyataan Yesung.

“Yesung!” Seru Wookie

Yesung yang tengah dipegang erat pundaknya oleh Siwon pun menoleh bersamaan dengan Siwon ke arah Ryeowook yang memanggilnya.

“Kamu nggak tahu sesuatu?” Tanya Ryeowook.

Siwon, Yesung, dan Ryeowook memasang wajah tegang.

“Memang nggak tahu ya, Sung??” Tanya Siwon kemudian pada Yesung.

Yesung menggeleng.

“Pletakkk!!!” Yang kemudian dihadiahi jitakan gratis oleh Siwon.

“Pelakunya pasti orang yang masuk kekelas kita sejak pelajaran terakhir kemarin sampai pagi ini.” ujar Siwon.

“Pelakunya?” Ulang Kibum. “Bagaimana kalau kita selidiki?” Usul Kibum kemudian.

“Iya pasti ada yang salah tuh!” Ujar Kang In.

*Ryeowook POV*

“Kalian ini bisanya cuma bikin ramai!!” Seruku pelan. “Ribut banget!” Sambungku kemudian.

Tapi sebenarnya, aku sendiri lebih penasaran.

“Jadi susah memberikan coklatku deh” Desisku pelan sembari memegang kepalaku yang terasa pening dengan keributan ini.

Mungkin yang paling ribut justru hatiku ya?!

*Ryeowook POV end*

—YeWook—

#PENYELIDIKAN

“Bukankah sebelumnya osis memakai kelas kita untuk rapat?” Tanya Ryeowook

“Ah , iya benar juga kata Wookie,” Tanggap Siwon.

“Yasudah kalau begitu kita tanya anak-anak Osis saja,” Usul Heenim

#Ruang Osis

“Permisi kami dari tim penyelidikan investigasi Coklat!!” Seru Siwon ketika sampai didepan pintu ruang osis sembari mengalungkan tangannya keleher Yesung , mungkin lebih tepatnya mencekik.

“Coklatnya hilang!”

“Cok, eh?” Tanya Siwon balik ketika dia mendengar anak-anak osis juga tengah membicarakan tentang coklat hilang.

“Siapa kalian?” Tanya Kyuhyun, sang ketua osis, ketika mendapati Siwon dan Yesung diruang osis.

“Kalian pelakunya ya!?” Tuduh Kyuhyun pada Siwon dan Yesung, sembari menarik kerah baju Siwon.

“Hah, apa maksudnya tuh?” tanya Siwon bingung.

“Kyuhyun oppa tunggu, mereka teman sekelasku,,” Cegah Minnie.

“Lho, Sungmin?” Seru Siwon.

“Ada apa sih?” Tanya Yesung.

“Cokelat yang kami siapkan untuk pesta perayaan sekolah kita minggu nanti hilang.” Jelas Minnie.

“Coklatttt???” Seru Siwon terkejut. “Jangan-jangan yang berbentuk hati ya?” Sambungnya cepat.

“Ah, bukan! Bukan yang itu kok!” Sergah Minnie cepat. “Yang hilang itu, cokelat yang mau kami berikan kepada anak kelas 3.” Ujar Minnie menjelaskan pada Siwon dan Yesung.

“Pada perayaan minggu nanti,” Sambung Taemin salah satu anggota osis lainnya.

Sementara Minniedan Taemin sedang menanggapi teman-teman sekelas Minnie, anggota osis yang lainnya membuat lingkaran bergerumul dan masih terus memutar otak untuk menyelidiki coklat yang hilang.

“Hah, padahal tadi pagi masih ada.” Ujar Juno

“Ini pasti ulah seseorang!!” Seru Kyuhyun emosi.

“Tapi itu kan cuma coklat,” Ujar Juno santai.

“Cuma coklat?? Tapi buktinya sekarang hilang!” Sahut Kyuhyun.

Kyuhyun dan Juno asik sendiri meributkan masalah coklat yang hilang itu. Karena tak enak dengan teman-teman sekelasnya , Minnie agak sedikit menunduk dan mengajak Siwon dan Yesung untuk mundur lebih keluar sedikit dari ruang osis.

“Maaf ya kami lagi bingung sih,” Ucap Minnie tak enak hati pada Siwon.

“Hey , kalian ada perlu apa!?” Tanya Kyuhyun kemudian pada Siwon. Akhirnya Kyuhyun ingat kalau tadi ada anak kelas 1 yang ke ruangan ini.

“Ah , iya , hampir aja lupa. Tadi pagi Osis memakai kelas kami?” Tanya Siwon hati-hati. Sepertinya Ketua Osisnya kali ini agak sedikit emosian -____-.

“Ya. Untuk rapat perayaan hari ulang tahun sekolah soalnya tadi pagi ruang osis belum dibuka.” Jelas Kyuhyun.

“Oh gitu,” Respon Siwon singkat sembari memegang dagunya dengan ibu jari dan telunjuknya, terlihat seperti berfikir keras.

Mendapat respon seperti itu, Kyuhyun jadi berang, “Kalian ini mencurigakan banget sih!! Kenapa menginterogasi kami? Hah?!” Seru Kyuhyun sembari kembali menarik kerah Siwon.

“Ah , ini penyelidikan kasus lain kok.” Ujar Siwon sembari mencoba nyengir watados.

“Hah!?”

“Begini aja deh. Kami akan membantu kalian mencari coklat yang hilang.” Ucap Siwon diluar dugaan.

—-YeWook—

Setelah peristiwa tak terduga diruang osis tadi. Siwon dan Yesung memutuskan untuk kembali kekelas mereka. Daripada terlibat terlalu jauh, mereka pikir cukup menawarkan bantuan saja, tidak lebih. Bisa merepotkan nanti.

Dan sekembalinya mereka ke kelasnya, Siwon menceritakan kejadian yang terjadi di ruang osis tadi.

“Kenapa jadi begini?” Tanya Heenim dengan kening mengkerut dan alis bertaut.

“Ya gara-gara ada kejadian tadi sih!!” Sahut Siwon.

“Huh, yaudah deh, mau gimana lagi. Udah terlanjur,” Pasrah Heenim.

“Terus , coklat Yesung gimana?” Tanya Kibum.

“Aku punya dugaan!!” Seru Siwon sok beranalisis lagi.

“Pasti… yang meletakkan coklat di laci Yesung….”

Ucapan Siwon sengaja dihentikan agar membuat yang lain penasaran.

“Adalah salah satu anggota OSIS!!!” Tegasnya.

—-YEWOOK—-

TBC

Hahaha , Nah lho , anggota osis?? Siapakah dia?? Wkwk
Banyak banget yang nggak percaya Yesung dapet coklat, wkwk!! Poor Sungie!!
Yang udah terlanjur baca tinggalkan jejaknya ya ^^
Yang nggak mau ditag lagi , bilang yah ^^
Ghamsa ~

Regards

-LidyaNatalia-


Translated of article : SM ENTERTAINMENT’S UNFAIR TREATMENT TOWARDS SUPER JUNIOR REMAINS A HOT TOPIC

Translated of article : SM ENTERTAINMENT’S UNFAIR TREATMENT TOWARDS SUPER JUNIOR REMAINS A HOT TOPIC

Perlakuan tidak adil yang dilakukan SM Entertainment kepada Super Junior menjadi hot topik

Kontroversi tentang perlakuan yang tidak adil yang diterima Super Junior dari SM Entertainment (terutama dibandingkan dengan SNSD) masih menyeduh panas di papan Korea. Baru-baru ini, sebuah posting di Nate Pann menerima sekitar 205.069 pandangan dan berhasil masuk dalam 10 besar paling banyak dilihat / berkomentar posting dalam seminggu. Ini menerima sekitar 2.125 rekomendasi, dan 1227 komentar pada 16 Oktober.
Terjemahan lengkap dari pos adalah sebagai berikut:

1. Mari kita mulai dengan apa yang dipikirkan oleh diri Lee Soo Man dari Super Junior (ini diambil langsung dari sebuah wawancara)

“Lee Soo Man berhasil memajukan BoA ke pasar Jepang dan mulai merencanakan tim terbaik yang ia bawa tidak hanya ke Asia, tetapi di seluruh dunia. Karena keterbatasan dukungan, ia perlu fokus dan memilih. Dari beberapa tim yang berbeda, ia memilih satu anggota dari masing-masing dan membawa mereka bersama-sama untuk menciptakan tim ‘liga utama’. Tim itu adalah TVXQ. Lee Soo Man menyatakan, “Para anggota yang tidak dipilih untuk menjadi bagian dari tim berada di ambang disintegrasi. Tapi karena kami sudah kontrak dengan mereka, kita harus bertanggung jawab. Salah satu timnya adalah Super Junior, grup ini kita besarkan untuk unggul dalam musik dan variety show. Dalam rangka untuk bertahan , mereka harus menangis darah melalui upaya mereka. Kami merasa kasihan pada mereka, itulah sebabnya mengapa kita membantu.”

Source: http://biz.chosun.com/site/data/html_dir/2011/10/14/2011101401275.html

Jadi saya rasa itu bukti bahwa mereka (SM) tidak peduli apa yang terjadi pada kita dan bahwa mereka (SM) hanya mendukung kelompok yang tidak mendapatkan simpati. Untuk SM , tidak masalah apakah Super Junior melakukan dengan baik atau tidak. Aku merasa sangat sedih dengan keadaan oppadeul kita, mereka tidak punya apa-apa tapi fans mereka seperti kita begitu percaya pada perusahaan seperti itu. Selalu penggemar (ELF) yang mempromosikan album mereka (Super Junior) untuk mereka (Super Junior).

2. SM Entertainment merubah konser solo Super Junior menjadi konser SM Entertainment

Eropa telah mengirimkan banyak permintaan untuk sebuah konser Super Junior. Tepat ketika mereka mempersiapkan satu konser , SM merubahnya menjadi konser penuh SM Entertainment. Peru memilih Super Junior sebagai artis # 1 yang paling ingin mereka lihat di sana. Bukan SM TOWN, tapi Super Junior. Mereka bahkan telah mengajukan petisi untuk konser Super Junior untuk sekarang-sekarang ini.

3. Kualitas Album

Album SNSD terbuat dari besi – Secara jelas banyak pekerjaan yang telah dilakukan untuk itu. Tapi untuk kita (ELF) ? Bahkan sejak album kedua, kita tidak mendapatkan apapun , KECUALI potongan kertas. Tapi itu akan lebih baik. Saya mendengar bahwa album besi SNSD hanya $ 19. Potongan kertas kami adalah $ 20. Sejak kapan kertas menjadi begitu mahal di Korea? Pada awalnya, kami hanya kesal dan terkejut, tapi sekarang kita begitu terbiasa untuk itu. Tidakkah kalian berfikir ini terlalu sering, kan?

Saya ingin menjelaskan kepada Sones atau penggemar grup SM yang lain, kami tidak membenci pada SNSD atau Sones, kami hanya mengkritik perlakuan SM yang tidak adil terhadap memberikan Super Junior! Sones, jangan meminta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahan kalian.

4. SM mencoba untuk menunda penampilan Super Junior

5. SM selalu menggunakan ulang set untuk MV dan Teaser Super Junior.

6. SM selalu memotong Super Junior dengan ‘dll’ ketika berbicara tentang perusahaan mereka di artikel.

Sebagai contoh: “Dimulai dengan H.O.T, artis di bawah SM seperti BoA, TVXQ, SNSD, dll menerima popularitas banyak di luar negeri.”

Lee Soo Man juga menyatakan, “TVXQ adalah kelompok yang dibentuk dengan mengambil anggota terbaik dari tiga tim idola.Super Junior adalah grup dengan sisa dari anggota. Karena itu, ada perbedaan besar dalam keterampilan, yang mengapa mereka harus mengertakkan gigi mereka untuk bekerja untuk menjadi idola terbesar di dunia. Ini adalah hasil yang saya sendiri tidak mengharapkannya.”

7. Heechul’s SM diss on radio:

Heechul: “Saya kadang-kadang menyebutkan bagaimana kami telah mencapai peringkat pertama di Taiwan selama 38 minggu dan bagaimana Bonamana telah memimpin untuk 18 minggu dan hal-hal seperti itu, ketika berbicara kepada orang-orang di perusahaan kami, dan saya bertanya mengapa mereka tidak membuat artikel untuk kita. Saya meminta mereka untuk mengeluarkan beberapa headline seperti perusahaan lain sehingga orang tidak berpikir kita tidak melakukan apa-apa. Ketika saya mengatakan hal itu, However, mereka akan mengatakan kembali, “Itu karena kita berpikir bahwa itu pasti Super Junior sudah mencapai sebuah pencapaian itu. Jadi saya pikir kita tidak perlu membuat pernyataan besar berdasarkan pencapaian tersebut”. Jadi aku hanya akan selalu berkata kembali, Yeah, you’re all talk”

8. ELF, kejadian seperti ini akan sering terjadi , Jadi jangan lupakan permulaannya dan mari kita lanjutkan melindungi SUPER JUNIOR

“Ini bukan tangisan anak yang belum dewasa. Menjadi penggemar berarti menjadi cukup berani untuk melindungi apa yang paling berharga untuk kalian.”

>>>

Tiga balasan terbaik adalah sebagai berikut:

1. 1,413 agree, 54 disagree

“Jadi, mereka (SM) membuat grup yang bahkan mereka (SM) sendiri berpikir Grup itu (Super Junior) tidak akan melakukannya dengan baik selain karena rasa simpati yang murni. Mereka (SM) membuat mereka (Super Junior) tidur hanya 2-3 jam sehari dan perjalanan ke Malaysia, Cina, dan Korea hanya dalam sehari. Mereka (SM) membuat seseorang (Donghae ‘SJ’) yang baru kehilangan ayahnya tiga minggu, berdiri di panggung dan menyanyikan lagu-lagu ceria. Mereka (SM) membuat orang (Salah satu member SJ) terluka yang bahkan tidak bisa berjalan dengan baik, dan menyeret kaki mereka (ketika berjalan) di atas panggung untuk menyanyi. Mereka (SM) membuat seseorang yang baru saja keluar dari peristiwa sebuah kecelakaan mobil untuk pergi ke salah stasiun TV. Seperti sebuah setting yang tragis, kalian (SM) memaksa mereka (Super Junior) untuk pergi ke Variety Show, tampil diberbagai acara-acara, membuat mereka (Super Junior) berbicara tentang kesalahpahaman dan kritik, sehingga kalian (SM) bisa mendapatkan uang yang tidak banyak itu. Dan jika mereka menciptakan canda tawa di variety show, bekerja sangat keras sampai bahkan mau pingsan. Dan mereka (Super Junior) hanya diberikan beberapa ratus untuk pekerjaan mereka (Super Junior), semua anggota disertakan. Bahkan budak diperlakukan lebih baik dari ini. “

2. 1,382 agree, 67 disagree

“Super Junior menangis darah untuk mencapai posisimereka berada di sekarang.”

3. 751 agree, 19 disagree

“Seberapa banyak lagi kita harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan? Super Junior bisa naik jet pribadi untuk jadwal mereka di Music Core ini, tapi itu tidak disediakan oleh perusahaan, tetapi oleh stasiun siaran. Terima kasih, stasiun siaran.”

Balasan Random:

“Ada alasan mengapa Super Junior sangat bagus untuk fans mereka. Semua perusahaan dan jaringan mereka (Super Junior) mengatakan berbeda meskipun mereka (SM) harus mempercayai mereka (Super Junior), nyatanya mereka (SM) tidak mempercayai mereka (Super Junior) apa adanya. Mereka (Super Junior) tidak punya apa-apa tapi para penggemar bergantung padanya, ELFs tahu itu, jadi kami saling peduli satu sama lain. Pikirkan kembali ke waktu dimana kita mengajukan petisi bersama-sama. menderita bersama, menangis bersama, membuat saya berfikir bahwa saya belum dapat berhenti menjadi fans. Jika fandom lain memiliki waktu tiga atau empat tahun pengalaman, kami telah berpengalaman lebih dari seribu hari semenjak mereka (Super Junior) debut. Kami tidak memiliki tempat untuk percaya – tidak pada perusahaan , tidak pada orang lain- tetapi hanya para anggota (Super Junior). Para anggota (Super Junior) tahu itu dan selalu di samping kita (ELFs). Perusahaan (SM) tidak pernah memberikan dukungan mereka (SM) untuk mereka (Super Junior). dan para fans (ELFs) menggunakan tangan mereka (ELFs) sendiri, menjadikan mereka (Super Junior) sebagai DJ , posisi yang mereka (Super Junior) punya sekarang. Postingan ini membuat saya berfikir tentang masa lalu dimana saya percaya bahwa yang harus kita terus lakukan adalah mendukung mereka (Super Junior) .. mendukung grup itu (Super Junior) sampai terus berkembang,, sampai mereka berada dibagian paling atas untuk menciptakan dan mencatat ulang sejarah karena kita memiliki kekuatan untuk melakukannya.”

Well , itu terjemahan dari sebuah artikel yang aku baca disalah satu blog, maaf atas ketidaksempurnaan dalam penerjemahan, maklum saya menerjemahkan manual by kosakata yang aku ketahui aja.

Pas aku baca ini , honestly , ELFs mana sih yang nggak bakal kesel dengan perbuatan SM ini? Ini bukan hanya sekedar issue belaka ataupun hoax yang dibikin fans lho , tapi ini itu menjadi Hot Topik pembicaraan para netizen di Korea. Dengan berbagai bukti yang sedikit banyak udah dijelasin diatas tadi.

Yah, sekarang aku cuma bisa berharap SM bisa memperlakukan SuJu lebih baik lagi lah. Kami, para ELFs nggak memungkiri , kalau berkat SM juga kami bisa mengenal 15 amazing boys yang tergabung dalam SUPER JUNIOR. Tapi apa salah kalau kami mengajukan petisi kepada SM agar memperlakukan mereka lebih baik dari ini. Hey, Super Junior itu bukan anggota sisa dengan keterbatasan penampilan ya!!! mereka juga bukan orang-orang yang nggak punya talenta. Jadi aku harap SM merubah pendapat mereka itu mengenai SuJu.

Okay, mungkin itu sedikit komentar aku terhadap artikel ini.
Buat yang udah baca artikel ini , kalian bisa sharing pendapat kalian di komentar. Hanya untuk sekedar sharing aja.

Source:

Nhttp://pann.nate.com/talk/313173940

http://netizenbuzz.wordpress.com/2011/10/16/sm-entertainments-unfair-treatment-towards-super-junior-remains-a-hot-topic/

TRANSLATED to Bahasa by LidyaNatalia

Take it out with full Credit

Regards,

LidyaNatalia


HaeHyuk’s Fanfiction //Unbreakable// YAOI // ANGST // Oneshoot // Special Donghae’s Birthday

HaeHyuk’s Fanfiction //Unbreakable// YAOI // ANGST // Oneshoot // Special Donghae’s Birthday

Tittle : Unbreakable
Cast : HaeHyuk , HaeMin , KyuMin ,
Length : Oneshoot
Genre : Yaoi Angst
Rate : Teen
Warning : Angst , alur maksa, Typo(s)
A/N : Inspired by Unbreakable’s song by Westlife ^^ My special present for my Fishy ^^
Summary :
This love is unbreakable
It’s unmistakable

Each time I look in your eyes
I know why
This love is untouchable
A feeling my heart just can’t deny
Each time you whisper my name, oh baby
I know why

This love is unbreakable
Through fire and flame
When all this is over
Our love still remains

—-^Unbreakable^—

Hari ini , hari yang sangat dinanti oleh Donghae, laki-laki berumur 17 tahun, bermata teduh, berambut agak coklat. Hari pertama memasuki sekolah barunya. Dia ingin memulai sesuatu yang baru yang bisa menghapus kenangan buruk yang paling tak ingin diingatnya. Kehilangan kekasih yang sangat dicinta, perkara itu sangat tak mudah untuk dilupakan. Terlebih sang kekasih bukan hanya pergi untuk sementara, tapi selamanya. Dan itu semua terjadi karena cinta tak biasa mereka yang terlarang.

—-^0^0^—

*Donghae POV*

Aku menginjakkan langkah pertamaku disekolah SMA Haengbok, jujur aku agak geli mendengar nama dari SMA ini. Haengbok? Kekanakan. Pertama kali tiba aku langsung menuju ke ruang guru. Ditengah perjalanan ke ruang guru aku melihat seseorang yang tengah meliukan tubuhnya dengan lincah dari balik jendela. Dance! Aku tersenyum kecut saat itu juga. Takkan pernah ku dekati lagi itu.

*Donghae’s POV end*

—^0^0^—

*Author’s POV*

“Hey! Hyuk!” seru seseorang dari balik pintu ruang dance membuat seorang siswa bernama Lee Hyuk Jae atau yang akrab dipanggil Eunhyuk menghentikkan gerakannya.

“Ada apa?” Sahutnya sembari menyeka keringat dipelipisnya.

“Sudah bel, cepat kekelas. Akan ada anak baru hari ini!” Seru seseorang yang diketahui bernama Kyuhyun

“Aishhh,, perusak suasana, baiklah aku akan segera menyusul. Kau duluan saja, Kyu!” Seru Eunhyuk

“Oke!” Sahut Kyuhyun yang kemudian pergi.

Setelah beberapa menit berganti pakaian, Eunhyuk segera bergegas kembali ke kelasnya.

“Huh!” Desahnya pelan sembari menghembuskan nafas. Dia paling malas kalau ada yang namanya anak baru. Pasti guru jadi lebih cepat masuk kekelas dari biasanya. Dan benar saja, ketika sampai dikelasnya , dia mendapati sang wali kelas sedang berdiri bersama seorang anak laki-laki yang agak asing baginya.

Oh mungkin itu anak barunya. Pikir Eunhyuk.

“Permisi!” seru Eunhyuk kemudian masuk kekelasnya dan duduk dibangkunya, dipojok belakang sebelah kanan.

Dan ketika dia baru duduk ditempatnya, sang wali kelas mempersilahkan sang anak baru untuk duduk disamping Eunhyuk, karena memang hanya tinggal kursi itu yang tidak berpenghuni.

“Lee Donghae.” Seru sang anak baru sembari mengulurkan tangan pada Eunhyuk.

Eunhyuk menoleh sekilas. Dan kemudian menghadap lurus ke depan. Mengacuhkan Donghae!

Dan Donghae pun hanya tersenyum kecil melihatnya.

—^0^0^0^—

It’s Love is Unbreakable..
Each time I look in your eyes, I Know why..

Donghae kembali meREPLAY beberapa kali lagu Unbreakable dari Westlife. Entah kenapa saat ini lagu itu sangat tepat menggambarkan perasaannya sekarang ini. Perasaan rindu yang teramat hebat melandanya kini.

Tapi dia tidak bisa mengingkari bahwa hatinya kini tengah bergejolak. Antara percaya dan tidak percaya, dia terjebak dalam permainan Tuhan yang kembali menggunakan perasaannya sebagai objek. Dia kembali jatuh dalam sebuah lubang perasaan yang niatnya hendak dia tutup rapat-rapat lubang itu. Dia memang sedang merindu , tapi bukan hanya kepada seseorang , tapi dua orang.

Lukanya masih begitu baru untuk dibuat perih lagi. Tapi wajah itu, gaya itu, begitu sukar untuk dilupakan. Terlebih wajah dan gayanya itu mempunyai kemiripan dengan sang masa lalu. Yang kini sudah tenang berada di Surga, yang dia percaya sedang menanti untuk kedatangannya.

Dia tak ingin peristiwa kelam itu kembali terulang, bagaimanapun dia harus mengubur perasaannya dalam-dalam. Dia ingin pergi dengan tenang tanpa harus meninggalkan sebuah kenangan.

Dia percaya bahwa perasaan untuk sang Kekasih is Unbreakable.

—-^0^0^0^—

“Donghae!”” Seru seseorang sembari menepuk pundak lelaki yang diketahui bernama Donghae

Donghae sedikit tersentak dan salah tingkah. “Aisssh, jangan buat aku kaget seperti itu!” Serunya tegas.

“Hahaha , jangan serius begitu lah. Hayo sedang apa kau disini? Ini sudah yang ketiga kalinya aku memergokimu sedang mengintip Eunhyuk latihan dance lho!”

“Aku – aku – aku hanya…” Entah karena apa suara ditenggorokannya seperti macet tak ingin keluar.

“Aku apa? Kau ingin dance juga?”

“Ah iya aku ingin ikut!” Ucap Donghae buru-buru.

“Yasudah , daftar saja ke Eunhyuk, dia ketuanya lho. Lagipula sebentar lagi kan ada kompetensi dance. Kau bisa ikut tuh!”

“Tidak! Aku tidak mau ikut, Kyu!” Sergah Donghae cepat.

“Lho kenapa? Katanya tadi ingin ikut, tapi kenapa sekarang tidak?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Kyu, aku kekelas dulu ya!” Ucap Donghae buru-buru , menghindari pertanyaan Kyuhyun sembari melangkah pergi dari ruang eskul Dance.

“Aisshh, aneh!” Desis Kyuhyun bingung pada anak baru dikelasnya tersebut.

“Kyu, liat apa?” Tanya seseorang tiba-tiba dari arah belakang Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh. “Eh, Sungmin hyung!” Serunya sembari tersenyum. “Tidak liat apa-apa? Oh iya udah selesai latihannya? Kekelas yuk!” Sambung Kyuhyun sembari meraih pinggang Sungmin.

“Aisshh, Kyu. Ini disekolah.” Seru Sungmin cepat-cepat melepaskan tangan Kyuhyun dari pinggangnya.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun mulai sebal.

“Nanti ada yang lihat gimana?”

“Biarkan saja. Semuanya juga sudah pada tahu kok!”

—-^0^0^0^—-

“Jangan dekati aku!”

“Mwo?”

“Aku bilang jangan dekati aku. Aku sudah tahu semuanya!”

“Maksudmu?”

“Aku tahu kau selalu memperhatikanku.” Ucap Eunhyuk terdengar tegas. “Dan, aku juga tahu masa lalumu disekolah lamamu itu.” sambungnya.

‘Glekk’ Donghae sedikit tercekat.

“Kkkau tau darimana?” tanya Donghae

“Taemin itu sepupuku, bodoh!” Pekiknya kali ini agak kasar.

Mendengar itu Donghae makin tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Karena kau, dia melepaskan impiannya menjadi dancer. Karena kau dia rela diusir dari rumahnya. Dan karena kau juga sakitnya bertambah parah.”

Donghae diam. Dia tak berani mencela sedikitpun omongan Eunhyuk.

“Dan jangan kau harap. Aku mau menjadi korbanmu selanjutnya!” Serunya bernada final.

“Korban apa maksudmu?” Donghae agak sedikit bingung dengan pernyataan Eunhyuk barusan.

“Jangan pura-pura bodoh. Aku tahu maksudmu masuk kesekolah ini.”

“Memangnya apa maksudku? Apa kau berfikir aku akan menyakiti orang-orang terdekat Taemin? Kau salah besar! Aku sama sekali tidak ada niat seperti itu. Aku hanya …”

“Hanya apa? Hanya ingin lari dari masa lalumu dan menguburnya dalam-dalam, dan kemudian berulah lagi?” Tanya Eunhyuk

Donghae terdiam. Perkataan Eunhyuk tentang ‘mengubur masa lalu’ seratus persen tepat. Namun begitu dia sama sekali tidak mengerti akan maksud perkataan Eunhyuk mengenai ‘berulah lagi’. Dan lagipula dia kesini. Hanya ingin menjauh dari orang-orang yang sangat dia sayangi. Dia hanya ingin ketika dia pergi, Takkan ada yang menangisinya seperti dia menangisi kekasihnya yang sudah terlebih dahulu pergi.

“Kau terlalu naïf! Huh!” Eunhyuk beranjak dari duduknya. “Minggir!” Serunya pada Donghae

Donghae segera berdiri dan memberikan jalan untuk Eunhyuk keluar dari bangkunya.

“Buggghhh!!!” Tanpa diduga-duga Eunhyuk melayangkan tinju nya tepat ke ulu hati Donghae yang tak sempat menghindar.

Donghae tersungkur. “Aww!!” Rintih Donghae memegangi perutnnya yang terkena pukulan tangan Eunhyuk tersebut.

“Itu buat Taemin!” Seru Eunhyuk dan kemudian pergi.

Sepeninggalan Eunhyuk, Donghae masih belum beranjak dari lantai. Dia sedikit tertunduk. “Taeminnie, maafkan aku, aku tak bisa memegang janjiku.” Lirihnya pelan.

—-^0^0^0^—

“Hyuk, kau sudah dengar belum?” tanya Sungmin pada Eunhyuk yang tengah asyik berlatih dance diruang eskul dance.

“Dengar apa?” Tanyanya balik tanpa menghentikan latihannya.

“Donghae! Si anak baru itu, baru dua bulan masuk, eh udah nggak masuk sampe 10 hari.” Ucap Sungmin.

“Oh, itu. Lalu apa hubungannya denganku?”

“Eh? Tidak ada sih. Aku kan hanya bertanya. Ehm , tapi Hyuk , kudengar dari Kyuhyun katanya donghae sakit, tapi teman-temanmu bingung bagaimana menjenguknya,” Sambung Sungmin yang sekarang mulai mencoba menggerakkan badannya juga.

“Bingung kenapa?”Eunhyuk tak bisa menahan rasa ingin tahunya tentang laki-laki yang terakhir kali masuk sekolah itu dia pukuli. Dia sempat berfikir, sebegitu lemahnya kah pecundang itu sampai baru dipukul sekali saja sudah tumbang?”

“Ya pada bingung, karena ternyata alamat rumah yang diberikan Donghae itu tidak valid. Dan juga tak ada informasi mengenai rumah sakit tempat dia dirawat.” Jelas Sungmin

“Memangnya dia dirawat dirumah sakit?” Tanya Eunhyuk.

“Wah, wah , kau kenapa Hyukkie , tumben sekali kau ingin tahu masalah temanmu.” Gurau Sungmin.

“Ehm , aku , ah sudah lupakan. Tak perlu kau jawab.” Seru Eunhyuk salah tingkah. “Aku sudah selesai. Aku duluan ya Min.” Ucap Eunhyuk sembari membereskan barang-barangnya.

“Aisssh, dasar Eunhyuk , baru begitu saja kau sudah salah tingkah.”

“Siapa juga yang salah tingkah?” Elak Eunhyuk.

“Ya ya ya. Terserahlah. Ngomong-ngomong apa kau tak ingin tahu bagaimana keadaan dan tempat dia dirawat?” Tanya Sungmin menawari.

Eunhyuk tak menjawab.

“Yakin kau tak mau tahu?”

“Aku duluan ya Min.” Seru Eunhyuk cepat sembari menuju pintu keluar ruang eskul.

“Dia ada di Rumah Sakit Seoul!!” Teriak Sungmin dari jauh ketika dirasa Eunhyuk sudah hampir keluar dari pintu.

Namun Eunhyuk tak memberikan respond an tetap melangkah keluar.

“Tadi Eunhyuk denger apa enggak ya?”

—-^0^0^0^—

Eunhyuk menjadi tak tenang saat ini. Dia bingung melukiskan perasaannya. Dia kini sudah bertemu dengan orang yang sebenarnya sudah dia tunggu sejak lama. Orang yang telah dititipkan oleh sepupunya kepadanya.

Ya. Benar. Itu adalah Lee Donghae.

Taemin menitipkan Donghae pada Eunhyuk sehari sebelum dia pergi tenang. Tanpa diketahui Donghae, Eunhyuk adalah satu-satunya keluarga Taemin yang sebenarnya menerima hubungan cinta terlarang antara Donghae dan Taemin yang masih terus mengunjungi Taemin, bahkan di detik-detik sebelum kepergiaannya.

Bimbang. Inilah yang dirasa Eunhyuk saat ini. Taemin menitipkan Donghae padanya. Dengan kata lain Taemin ingin Eunhyuk menggantikan posisinya disisi Donghae.

Awalnya Eunhyuk memang sama sekali tidak ada niat untuk melaksanakan amanat terakhir dari mendiang sepupunya tersebut. Namun tak bisa dipungkiri. Pukulannya pada Donghae pada waktu itu sebenarnya adalah ungkapan kebenciannya yang ternyata mulai memberikan perasaannya pada Lee Donghae.

Ungkapan sangkalan dari perasaannya saat itu. Tidak mungkin dia sama seperti Taemin. Ya , mereka memang sama dalam hal menyukai, dan ahli dance. Tapi apakah mungkin, dalam hal percintaan pun mereka memiliki kesamaan? Sama-sama namja yang mencintai namja.

Hah. Sungguh tidak mungkin. Begitu pikir Eunhyuk.

Begitu naifnya dia, hingga tak sadar bahwa sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan Donghae, yang sudah beberapa hari ini tidak masuk.

Dan setelah beberapa kali bertengkar dengan perasaannya sendiri. Akhirnya dia memutuskan bahwa esok dia akan mencoba mendatangi Rumah Sakit Seoul yang menurut informasi dari Sungmin adalah tempat dimana Donghae berada sekarang.

—-^0^0^0^—-

Disebuah Rumah Sakit , tepatnya diruangan VIP bernomor 1315 , terdapat seseorang yang tengah melamun memandang ke arah luar jendela. Sesekali dia bergumam sendiri.

“Hah, tahun ini pertama kalinya dalam hidupku merayakan ulang tahun seorang diri.” Sesalnya penuh kesedihan.

Namja yang diketahui bernama Donghae tersebut menghela nafas panjang. “Tidak ada kue tart, tidak ada lilin yang harus ditiup. Aigoh Lee Donghae , apa yang kau pikirkan? mengapa kau begitu manja?” Ujar Donghae merutuki dirinya sendiri.

“Aku harus mulai terbiasa sendiri saat ini. Masa begini saja sudah mengeluh. Hah, tapi, coba saja kalau disini ada Eunhyuk! Ups!” Donghae menutup mulutnya tiba-tiba dan memukulnya.

“Aku keceplosan lagi menyebut namanya. Huft. Untung saja dia tidak ada disini. Haisssh , mengapa aku malah mengingatnya sih? Taemin maafkan aku , aku tak berniat sedikitpun mengkhianatimu.” Desahnya lagi penuh luka.

“Tapi memang kalau dia ada disini, setidaknya hari ini saja. Aku pasti tidak akan merasa sesakit dan sesepi ini dalam menjalami Kemoterapi.” Sambungnya kali ini disertai tundukkan kepala yang begitu dalam.

Dan entah dia sadar atau tidak, diambang pintu ruangan kamarnya tersebut, sedari tadi tengah berdiri seorang namja paruh baya, yang berdiri dengan lutut yang sedikit menjadi lemas karena mendengar penuturan Donghae tadi.

Sebenarnya apa penyakit yang diderita Donghae saat ini. Mengapa harus diKemo? Yang Eunhyuk ketahui , penyakit-penyakit yang harus menjalani Kemoterapi hanya….

Tidak! Eunhyuk menutup mulutnya dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ruang dokter.

Sesampainya disana, tambah terkejutlah Eunhyuk mendengar penjelasan dari Dokter yang menangani Donghae. Donghae , dia..

—-^0^0^0^—-

“Krietttt!!!!”

Donghae sontak menoleh.

“E-eunhyuk?” Serunya tergagap.

Eunhyuk memaksakan senyum, “Bagaimana kabarmu?” Sambungnya

“Aku? Baik-baik saja. Kau sendiri?”

“Bodoh!!”

“Eh?”

“Sudah seperti ini kau bilang baik-baik saja?” Eunhyuk melihat tepat ke arah perban yang melingkari kepala Donghae.

Kontan, Donghae memegang kepalanya.“Ah ini? Ini tidak apa-apa kok.” ucapnya sembari tersenyum

“Aku bukan orang bodoh Lee Donghae!” Seru Eunhyuk tegas yang masih berada diambang pintu.

“Iya , aku tahu.” Ujar Donghae , kali ini tidak senyum. Wajahnya menampakkan raut wajah yang agak serius. “Kau memang tidak bodoh. Kau pintar malah. Tapi aku memang tidak apa-apa.” Sambungnya.

“Heh!” Eunhyuk mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia muak dengan namja dihadapannya kini. Selalu berusaha tegar didepannya. Dia pikir Eunhyuk suka apa dengan sikapnya tersebut.

Eunhyuk mengambil napas panjang-panjang, kemudian menghampiri ranjang Donghae, dan duduk disampingnya. “Kau mau ikut?” Tawarnya.

“Kemana?” tanya Donghae.

“Merayakan ulang tahunmu!” Seru Eunhyuk.

Donghae tersenyum senang. “Aku mau tapi..”

“Tenang saja , aku sudah meminta ijin pada dokter dan perawat penjaga. Hanya sebentar lagipula tidak jauh kok, hanya ditaman rumah sakit ini saja. Kau jangan berharap aku mengajakmu ke Lotte World ya.”

Donghae terkikik kecil, “Siapa juga yang ingin diajak ke LotteWorld, taman saja sudah cukup. Lagipula aku tak punya banyak waktu.” Sahut Donghae melemah.

“Sudah jangan banyak bicara! Ayo!” Eunhyuk mengalihkan pembicaraan dan mencoba membimbing Donghae untuk duduk di kursi roda yang memang telah disediakan oleh pihak rumah sakit dan berada di sudut ruangan dekat jendela.

@taman

“Huh, segarnya udara luar!” Seru Donghae ketika sampai ditaman rumah sakit.

Tanpa sadar Eunhyuk tersenyum. “Kekanakan!” Serunya dalam hati. Tapi justru hal seperti itulah yang membuat Donghae terlihat lebih tulus dan jujur.

“Oh iya Hyuk katanya mau merayakan ulang tahunku? Kok tidak ada apa-apa?” Tanya Donghae polos.

“Oh iya , aku hampir lupa, Eunhyuk membuka sebuah kotak kecil dari kantong kresek yang dia bawa. Kemudian dia buka kotak tersebut. nampaklah sebuah tar coklat dengan sebuah lilin diatasnya tertancap indah.

Donghae tersenyum melihatnya. Eunhyuk kemudian menyalakan lilin tersebut. “Sebelum , tiup lilin , ayo kita nyanyikan lagu selamat ulang tahun terlebih dahulu.” Seru Donghae tak sabar.

“Iya,iya!” Desis Eunhyuk.

“Han Dul Set ~” Donghae memberikan aba-aba.

“Saengil Chukka hamnida !! Saengil Chukkae hamnida! Saengil chukka hamnida! Saranghae Uri Donghae!” Seru Eunhyuk *dengan nada lagu Nona Manis siapa yang punya*

“Eh?” Donghae menghentikkan nyanyian Eunhyuk

“Kenapa?”

“Kok nadanya aneh?”

“Aiisshh , sudah bagus aku nyanyikan. Sudah jangan protes. Lebih baik sekarang kau tiup lilinnya. Han dul set ! Tiup! Tapi make a wish dulu.”

Donghae memejamkan matanya sejenak dan.

“Fiuhhh~~~~” Donghae meniup lilinnya semangat.

“Prok! Prok! Prok!” Terdengar suara tepukan tangan dari keduannya.

“Bagaimana?” Tanya Eunhyuk

“Masih merasa sendiri lagi?”

Donghae tersenyum, kemudian menggeleng.

“Baguslah,” Tanpa sadar Eunhyuk mengelus puncak kepala Donghae. Donghae tersentak, diam menikmati sentuhan itu. Sama.

Eunhyuk mengambil tempat disamping Donghae kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Donghae. Donghae agak terkejut namun berusaha untuk tetap tenang agar tak mengganggu kenyamanan Eunhyuk.

“Hae!” panggil Eunhyuk membuka suara.

“Ne,” Sahut Donghae singkat.

“Aku, aku mau minta maaf.”

“Untuk?”

“Pukulanku waktu itu,”

“Aku sudah melupakannya Hyuk.” Jawab Donghae agak parau. Kali ini suaranya agak melemah.

“Ada satu lagi,” Seru Eunhyuk.

“Apa?” Sahut Donghae

“Boleh aku tahu apa permintaanmu tadi?” Suara Eunhyuk kini terdengar agak bergetar.

Donghae tersenyum, “Aku hanya ingin diberi kesempatan untuk hidup lebih lama dari waktuku untuk kunikmati bersamamu, walaupun itu hanya sedetik.” ucapnya parau

“Stopp!!” Eunhyuk mengangkat kepalanya dari bahu Donghae. “Mengapa kau beritahu aku? Bukankah permintaan tidak akan terkabul kalau kau membocorkannya kepada orang lain?” Sambung Eunhyuk.

Donghae tersenyum lagi, “Tidak apa Hyuk, sepertinya aku memang terlalu serakah. Jadi wajar saja kalau nanti Tuhan tak mau mengabulkannya,”

Butiran bening dari pelupuk mata sayu Eunhyuk perlahan keluar dari sumbernya, jatuh satu persatu tak tertahan.

“Jangan menangis!” Ucap Donghae sembari menghapus jejak bulir air mata diwajah Eunhyuk tersebut. “Aku yakin kau sudah tahu semuanya dari Dokter Kim.”

Eunhyuk memegang tangan Donghae yang tengah menyeka air matanya.

“Jadi jangan iringi kepergianku dengan tangisan, tolong berikan senyumanmu yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Jadikanlah ini ulang tahun terakhir yang paling indah.” Pinta Donghae

Eunhyuk membenamkan wajahnya pada Donghae, terisak tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, terasa sesak didadanya kini. Oksigen secara tidak teratur masuk kedalam paru-parunya memenuhi ruang udara yang penuh.

Perlahan tangan Donghae memeluk tubuh Eunhyuk.

“Hyuk!” Panggil Donghae.

“Ne,” Sahut Eunhyuk lirih.

“Kaumau tahu satu permintaanku satu lagi?” Tawar Donghae

Eunhyuk mengangguk,

“Aku meminta agar dalam kepergiannku nanti, tidak ada yang bersedih, dan aku minta kau …” suara Donghae kini terdengar semakin melemah.

Eunhyuk mengangkat kepalanya, “Aku apa?” Tanya Eunhyuk.

“Kau untuk..” Suara Donghae kini malah tidak terdengar sama sekali , hingga Eunhyuk harus memperhatikan gerak bibir dari mulur Donghae.

“Untuk apa?” Eunhyuk kembali bertanya.

Donghae tidak menjawab dan malah menundukan kepalanya. Kentara sekali kesan lelah dan kesakitan yang telah lama dia derita selama ini.

Eunhyuk yang sedikit mengerti dengan perasaan Donghae , mengangkat sedikit lebih tinggi wajahnya, kemudian dengan kedua tangannya dia tangkupkan wajah Donghae untuk mendekat, dan mencium bibirnya lembut.

Lembut. Kini tersampaikanlah segala perasaan Eunhyuk yang sulit untuk dia ungkapkan pada Donghae, ini kesempatan terakhirnya, dia tak ingin membuang kesempatan itu. Dengan penuh perasaan kasih dan sayang dia mencium Donghae sedikit lama disertai dengan linangan air mata. Berharap dengan ciuman yang dia berikan Donghae bisa mendapat keajaiban sembuh dari penderitaannya.

Awalnya Donghae sedikit membalas. Namun tiba-tiba Eunhyuk dikejutkan dengan rangkulan tangan Donghae yang terlepas dari tubuhnya, serta lepasnya tautan bibir Donghae yang tadi membalas ciumannya. Hal itu membuat deraian air mata Eunhyuk semakin deras keluar. Harapannya lepas. Sudah pergi di ujung kelu.

Dia menahan tubuh Donghae yang hampir terjatuh. Seakan tak mau membiarkan pergi. Eunhyuk terus menempelkan bibirnya pada bibir Donghae yang sudah berbeda. Ini baru pertama kalinya dia jatuh cinta dan ini pertama kalinya pula dia kehilangan cintanya tepat dihari ketika sang cinta merayakan ulang tahunnya. Terisak dalam tangisan. Tenggelam dalam kepedihan.

This love is unbreakable
Through fire and flame
When all this is over
Our love still remains

*This Love is Unbreakable*

—^0^0^0^—

END

Fanfict ini terinsipirasi dari lagu Unbreakable, jalan cerita aku modifikasi berdasarkan lagu dan MVnya , agak sedikit berbeda memang , tapi inti dari ceritanya tetap sesuai dengan judul lagu yang aku pilih.

Aku pilih lagu Unbreakble sebagai judul dan theme dari Ceritaku karena lagu beserta MV nya mempunyai makna mendalam akan suatu hubungan yang tak mudah pecah meskipun seseorang tersebut telah pergi.Tak selamanya sesuatu itu berakhir dengan kebahagian, bahkan pada saat momen peringatan hari kelahiran sedikitpun.

Sekali lagi aku mau ucapin Happy Birthday for Uri Fishy ^^ Wish You All The Best , chagiya~~


My Fishie Prince Lee Donghae

My Fishie Prince Lee Donghae

My Fishie Prince Lee Donghae

Lee Donghae seorang laki-laki kelahiran Mokpo , 15 oktober 25 tahun silam. Dengan kepribadian humble atau supel, dia sangat mudah dekat atau berteman dengan orang lain, walau seringnya dengan laki-laki juga.Terlahir dari keluarga sederhana, dia bisa menjadi seorang idola seperti sekarang ini berkat dorongan sang ayahandanya.

Dia memang sangat sensitive atau orang lebih sering menyebutnya dengan cengeng, terlebih dengan hal-hal yang menyangkut tentang ayahnya yang sudah tiada lagi semenjak agustus 2008 silam.

Sebagai seorang member dari salah satu group boyband yang tengah naik daun di Korea Selatan saat ini, dia tidak hanya mempunyai bakat suara yang bagus, dia juga mempunyai bakat dalam hal menari , oleh karena itu dia termasuk dancer utama di grupnya, Super Junior.

Dia sangat menyukai seafood , tidak heran , karena memang sebelumnya dia tumbuh besar didaerah Mokpo yang merupakan daerah pantai. Tapi jangan salah, kalau dia diberi saran mengenai makanan sehat , dia akan langsung mencoba memakannya , walaupun sebelumnya dia tidak menyukai makanan tersebut.

Menurut teman-teman di grupnya, mereka sering kali merasa canggung kepada Donghae , terutama Shindong. Karena Donghae terkadang sering menganggu teman-temannya. Seperti halnya ketika Leeteuk tengah tertidur , dan tiba-tiba donghae melompat ke kasur leeteuk dan mengganggu tidur leeteuk. Tapi , kemudian Donghae memberi pembelaan diri , bahwa dia melakukan itu hanya untuk mengajak bermain dan untuk mengakrabkan diri. Dan dia juga bilang bahwa dia tidak pernah merasa canggung oleh siapapun. LoLs . Sepertinya hanya Donghae sendiri yang beranggapan seperti itu. Dan karena sikapnya yang seperti itulah , maka aku putuskan bahwa sebenarnya Donghae itu merupakan sosok laki-laki yang terkadang bisa sangat manja untuk mencari perhatian orang lain.

Oh iya , menurutku sifatnya yang satu ini cukup unik dan tidak biasa, yaitu dia tidak suka makan sendirian, dan ketika ingin pergi makan dia pasti mengajak orang lain untuk menemaninya makan.

Dia sangat berteman akrab dengan salah satu member grup super junior juga yaitu Lee Hyukjae atau biasa dikenal dengan Eunhyuk. Tidak heran memang, mereka sangat akrab karena selain sudah 10 tahun saling mengenal , mereka juga sama sama 86line dan sama-sama dancer utama dari super junior. Dan karena keakraban mereka, mereka juga dipairingkan dalam couple EunHae, sebenarnya aku lebih suka HaeHyuk

Donghae sangat menyukai hal-hal berbau western, seperti film , music dan olahraganya. Dia sangat suka nonton film, dan film favoritenya adalah Titanic, aku yakin Donghae adalah orang yang sangat romantic. Dia juga menyukai musisi-musisi luar negeri, dan lagu kesukaannya untuk saat ini adalah lagu Just The Way You Are milik Bruno Mars, dia terbiasa menyanyikan lagu tersebut sebelum dia tidur. Dan untuk olahraga, dia juga sama seperti milyaran laki-laki pada umumnya, yaitu menyukai olahraga sepakbola, selain itu dia juga suka nonton sepak bola. Wow, bukankah seleranya sangat laki-laki sekali

Donghae memang bukan member dengan suara paling bagus, namun kelembutan suaranya mampu menenangkan hati pendengarnya.
Donghae memang bukan member dengan dance terlincah, namun gerakan lekuk tubuhnya mampu mengajak orang yang melihatnya tanpa sadar menggerakkan badannya untuk ikut bergerak.

Donghae memang bukan member dengan wajah tertampan, namun keindahan parasnya mampu menaklukan hati para Elfishy yang menyukainya.

Donghae memang bukan member dengan senyum termanis, namun senyumnya mampu melelehkan dan membuat tenang orang yang melihatnya.

Dan Donghae memang masih mempunyai banyak kekurangan serta jauh dari kata sempurna, namun kekurangannya tersebut mampu menyempurnakan dirinya.

Dan Tidak akan ada Super Junior tanpa dirinya, bukan super Junior namanya kalau tidak ada orang dengan pandangan sendu dan seyum hangat bernama Lee Donghae , menjadi member ke sepuluh.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya Donghae ada untuk menyempurnakan Super Junior ^^

by LidyaNatalia Elfishy Kyuminhaebiased

do not take it out.


Faithful

Tittle : Faithful
Author : Lidya Natalia
Pair : Kyumin
Rate : Teen
Genre : Genderswitch , Romance , Angst, OOC
Length : Oneshoot
Warning : Kalau gasuka jangan dibaca , tapi kalo udah terlanjur baca wajib RCL!! Some Typo(s)
Summary : Share the laughter, share the tears
We both know we’ll go on from here
Cos together, we are strong
In my arms, that’s where you belong
I’ve been touched by the hands of an angel
I’ve been blessed by the power of love
And whenever you smile, I can hardly believe that you’re mine

This love is unbreakable
It’s unmistakable
Each time I look in your eyes
I know why
This love is untouchable
A feeling my heart just can’t deny
Each time you whisper my name, oh baby
I know why

A/N : Oh iya Dengerin lagu Take Me away nya U-Kiss sama Seperti Yang Kau Minta nya Chrisye deh pas baca , insyaallah feelnya dapet >,,,,,,<” Desis Kyuhyun ketika Sungmin masuk kekamar mandi. Dan Kyuhyun langsung berpura tidur lagi ketika Sungmin sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama soft pinky nya.

“Kyu, tadi udah makan belum?” Tanya Sungmin sambil membersihkan riasan diwajahnya.

“Udah!” Jawab Kyuhyun singkat.

“Oh, baguslah. Ehm Kyuhyun udah tidur?” Tanya Sungmin sekali lagi.

“Udah!” Jawab Kyuhyun singkat lagi.

Sungmin tertawa mendengar jawabannya suaminya, bagaimana mungkin Kyuhyun sudah tidur, sedangkan barusan saja dia menjawab pertanyaan Sungmin.

“Kok nggak ganti baju?” Tanya Sungmin sembari menghampiri ranjang mereka.

Kyuhyun membuka matanya sebelah dan melirik kebadannya. Kemudian bangun dan memposisikan dirinya duduk dihadapan Sungmin sembari mengerucutkan bibirnya.

Sedangkan Sungmin membalasnya dengan tersenyum , kemudian mengambil piyama berwarna sama dengan Sungmin didalam koper yang terdapat disamping kiri ranjang mereka.

Dengan malas Kyuhyun mengangkat tangannya keatas. Dan langsung saja Sungmin membuka kaosnya dan dengan cepat memakaikan piyama tersebut ke tubuh Kyuhyun.

“Kyu , maafin Minnie ya?” Pinta Sungmin sembari mengancingkan satu persatu kancing piyama Kyuhyun.

“Hum , gimana yah?”

“Ayolah Kyuhyun , masa Kyuhyun tega sama Minnie :’(…”

“Iya deh iya , Kyu maafin , tapi Miniming gaboleh ingkar janji lagi ya?” Tanya Kyuhyun agak serius.

Sungmin mengangguk senang, “Iya deh. Minnie janji. Oh iya Kyuhyun berdiri dong, makein celananya jadi susah nih.”

Kyuhyun berdiri, dan ketika berdiri sangat terlihat tubuh tingginya yang tegap yang dulu selalu dibanggakannya ketika bermain basket.

Terlihat didepan Sungmin seorang laki-laki tampan dengan piyama pink dan celana bahan selutut. Sungmin tersenyum. Dan kemudian memakaikan celana panjang piyama pink tersebut kepada Kyuhyun. Setelah selesai Kyuhyun kembali duduk.

“Nah, udah selesai. Sekarang Kyuhyun tidur yah!”

“Miniming..”

“Iya Kyu.”

“Kita kapan jalan-jalannya?” Tanya Kyuhyunn sedih dengan muka memelas.

Sungmin memelas nafas. Besok ia masih harus meeting, karena meeting tadi masih belum selesai, dan Besoknya mereka harus segera kembali pulang.

“Ehm, Minnie usahain ya Kyu, sekarang Kyuhyun tidur aja udah malem.” Seru Sungmin sembari mendorong bahu Kyuhyun untuk tidur.

“Diusahain? Yah :’(,,” Kyuhyun merebahkan dirinya dengan sedih dan memposisikan tubuhnya membelakangi Sungmin.

Sungmin ikut merebahkan tubuhnya dan menarik tubuh Kyuhyun supaya menghadapnya.

Dilihatnya Kyuhyun memejamkan matanya dengan paksa dan tanpa senyum. Lalu Sungmin melakukan ritual biasa sebelum mereka tertidur , menarik wajah Kyuhyun untuk mendekat, dan Kyuhyun tidak berusaha memberontak meskipun sedang dalam keadaan kecewa. Kemudian diciumnya kening , hidung dan bibir Kyuhyun dengan lembut.

“Minnie janji besok bakal ngajak Kyuhyun jalan-jalan.” Serunya sambil mengusap puncak kepala Kyuhyun.

Kyuhyun membuka matanya, “Jeongmal? Gomawoyo Miniming,” Serunya sambil tersenyum lebar.

Sungmin tersenyum, “Cheonmaneyo Kyuhyunie, tapi malam ini Kyuhyun tidurnya meluk Minnie ya?” Pinta Sungmin manja.

Kyuhyun menaikkan alisnya, kemudian tersenyum, “Yaudah deh , karena besok Miniming mau ngajak Kyu jalan-jalan jadi Kyu tidurnya meluk Miniming,” Seru Kyuhyun sembari menarik tubuh Sungmin untuk mendekat.

“Deg!!” Jantung Sungmin berdegup kencang. Walaupun sudah lama menikah. Perasaan berdegup kencang ini tidak pernah hilang setiap kali tubuhnya didekap hangat oleh suaminya itu. Dan hal itu baru bisa dia rasakan lagi semenjak 6 bulan lalu, Kyuhyun tidak pernah mendekapnya hangat seperti itu lagi, melainkan dirinya yang selalu mendekap Kyuhyun. Meskipun ditubuh dan posisi yang sama , tentu rasanya akan lain kalau kita yang dipeluk bukan?

—^0^0^0—

Untunglah meeting hari kedua tidak terlalu memakan waktu lama , hanya beberapa jam saja, dan kemudian Sungmin bisa mengajak Kyuhyun berkeliling disekitar hotel yang mereka tempati. Mereka sengaja hanya berjalan kaki saja , mengingat keindahan tempat – tempat yang mereka lewati sangat sayang untuk dilewatkan.

Dan kini KyuMin sedang berada disebuah gedung besar bersejarah pusat kota tersebut. Kyuhyun sangat senang dengan tiap jengkal dari apa yang dilihatnya. Karena kesibukkannya bekerja, Sungmin sudah jarang mengajaknya pergi.

Mau pergi sendiri, tidak diperbolehkan oleh Sungmin. Jadilah Kyuhyun menunggu waktu luang Sungmin untuk mereka jalan-jalan. Dan walaupun belum berkesempatan mendapatkan waktu luang yang banyak. Setidaknya mereka bisa sedikit refresing.

Namun ternyata hari itu bukan hari keberuntungan bagi mereka berdua. Ketika mereka berada disalah satu tempat yang cukup sepi, mereka dihadang oleh 3 orang laki-laki yang nampak seperti kawanan preman pengganggu.

“Hey , hey , kita lihat ini , sepasang kekasih yang sangaaat serasiii…” Ujar salah satu preman yang sepertinya merupakan ketua dari mereka.

KyuMin mundur beberapa langkah. Dan Sungmin memerintahkan Kyuhyun untuk berlindung dibalik tubuhnya. “Mau apa kalian?” Tanya Sungmin tegas meskipun sebenarnya dia ketakutan.

“Mau apa? Hem , mau apa ya? Hey kalian berdua enaknya kita apakan mereka berdua?” Seru sang ketua kepada kedua anak buahnya.

“Hahaha ,laki-lakinya keliatan bodoh dan perempuannya lumayan boss, masa iya boss nggak tertarik.” Celetuk salah satu anak buahnya.

‘Deg!’ Sungmin memundurkan kembali langkahnya diikuti Kyuhyun.

“Hahaha , betul juga apa katamu, lagipula pria yang bersamanya walaupun terlihat serasi sepertinya idiot. Kalian berdua, amankan laki-laki bodoh itu , biar aku yang mengurus wanita ini,” Serunya kepada anak buahnya.

Dan dengan serta merta , kedua anak buahnya menghampiri dan memegang kedua lengan Kyuhyun kuat , dan menariknya menjauhi Sungmin.

“Kyuhyun!!!” Teriak Sungmin.

“Sssttt..” desis sang Ketua tersebut kepada Sungmin.

“M-mau apa kalian?” Tanya Kyuhyun ketakutan

“Halah, diam kau , nanti kau juga lihat sendiri!” Bentak salah satu dari mereka.

Sementara Kedua anak buahnya sibuk mengamankan Kyuhyun, sang ketua kini sibuk mendekati Sungmin, dia melangkah menghampiri Sungmin dengan gerakan perlahan yang membuat Sungmin ketakutan.

Dia mendekati Sungmin , hendak mencium Sungmin , namun Sungmin langsung mengalihkan wajahnya dengan tampang sombong untuk menutupi ketakutannya.

“Kau pikir kau pantas menciumku?” Tanya Sungmin angkuh

“Heh?” Sang Ketua mengangkat alisnya

“Tidakkah kau memiliki cermin? Orang bertampang bodoh sepertimu tidak pantas menciumku.” Tambah Sungmin yang tanpa sadar mengundang emosi laki-laki kekar tersebut.

“Sialan kau,” Sang pria kekar yang diketahui bernama Kang In mendorong tubuh Sungmin dengan kasar hingga Sungmin terjerembab jatuh ketanah.

“Miniming!!!” Seru Kyuhyun yang masih berada dalam jeratan kedua anak buah Kang In.

“Aww,” Sungmin merintih kesakitan sembari memegangi sikunya. “Ternyata , selain bodoh kau juga pengecut. Banci!” Sambung Sungmin mencari mati.

“Apa kau bilang? Plakkk!!!” Kang In menampar Sungmin hingga keluar cairan merah segar dari sudut bibirnya.

“Miniming!!” Kyuhyun menjerit lagi mencoba memberontak, dia tidak tega melihat Minimingnya ditampar seperti itu, setiap melihat darah , Kyuhyun meyakini bahwa ada luka yang ditimbulkan. Mengapa dia berfikiran seperti itu karena memang dia pernah merasakannya.

Namun percuma saja, karena semakin dia berusaha berontak semakin kencang pula jeratan ditangannya menjadi.

“Rasakan itu angkuh! Kau masih berani mengataiku bodoh!?” Tanya KangIn sembari menangkap wajah Sungmin dan memegangnya dengan kasar.

Dan Sungmin menatapnya tajam seakan tidak merasakan takut sama sekali.

“Cuih!” Dan entah keberanian dari mana lagi, Sungmin meludahi Kangin , Kangin yang terkejut mendorong Sungmin semakin terjatuh lagi hingga tubuh Sungmin membentur benda yang keras.

Kangin berdiri, “Kurang ajar kau!!” Serunya sembari mengelap wajahnya dengan sapu tangan miliknya. Dan kemudian Kangin melirik kesekitarnya dan ketika perhatiaannya terhenti pada sebuah balok kayu yang ada didekatnya.

Dan dengan cepat dia mengambil kayu itu, lalu kembali menghampiri Sungmin kemudian mengambil ancang-ancang untuk memukulkan kayu itu ke Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya pelan.

“Miniming!!!!!!”

“Bruukkk!!!”

Terdengar suara pukulan keras ditelinga Sungmin, namun kenapa dia tidak merasakan sakit? Dibuka matanya perlahan dan dilihatnya Kyuhyun tengah berlutut dihadapannya, “Miniming,” Seru Kyuhyun sebelum akhirnya pingsan.

“Kyuhyun!!!” Jerit Sungmin kemudian.

“Bosss , dia mati! Bagaimana ini??” Tanya salah satu anak buah Kangin

Kangin melemparkan dengan sembarang balok yang dia gunakan tadi, “Aissshhh , sudah tinggalkan saja mereka , lebih baik kita kabur!!” Seru Kangin yang kemudian berlari disusul kedua anak buahnya meninggalkan Sungmin yang histeris.

“Kyuhyun!!” Sungmin menggapai kepala suaminya, dan dia rasakan basah disekitar kepala Kyuhyun. “Tidak!!!!” Dia melihat tangannya penuh dengan darah.

“Kyuhyun!!!!”

—^0^0^—

Sesosok tubuh lemah tak berdaya kini tengah berbaring diatas ranjang putih. Selang infuse terpasang rapi ditubuhnya , ini sudah hampir 5jam dia tak sadarkan diri.

Sementara itu seorang wanita paruh baya dengan pakaian kotor bernoda darah ditubuhnya masih saja setia menunggu untuk kesadaran sang kekasih.

Dalam diamnya sebenarnya dia menangis. Hanya saja kini suaranya tidak dapat keluar lagi, sudah habis dia keluarkan, namun masih saja tetap tidak membuat keadaannya menjadi lebih baik.

Ini kedua kalinya dia menunggui suaminya dalam keadaan kritis seperti ini. Yang pertama , Tuhan masih memberikan kesempatan untuk suaminya hidup. Namun sekarang , entahlah.

Sungmin mengelus puncak kepala Kyuhyun dengan sayang. Bahkan luka peristiwa enam bulan lalu pun belum kering benar, namun kini sudah ditambah lagi dengan benturan benda keras yang membuatnya tidak sadarkan sampai sekarang ini.

Suara monitoring detak jantung masih terdengar diruangan bernuansa putih itu. Sungmin terus memantau perkembangan dari monitor tersebut.

“Kalau dia bisa sadar artinya dia sudah melewatkan masa kritisnya, namun….” seorang dokter menjelaskan bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang ini.

“Namun apa dok?” Tanya Sungmin beberapa waktu lalu ketika Dokter memberi tahu keadaan suaminya.

“Kalau dia tidak sadarkan juga sampai besok, dia tidak akan…”

“Stopp!!!” Sungmin memotong perkataan dokter tersebut. “Tinggalkan kami berdua dok!” Pinta Sungmin tegas.

Ini sudah hampir tengah malam, namun Kyuhyun masih saja terbaring lelap diatas ranjangnya.

“Kyu,,” Lirih Sungmin sembari mengenggam tangan Kyuhyun. “Ayo, bangun.Biar besok kita bisa jalan-jalan lagi!” sambungnya kemudian.

Namun Kyuhyun tidak merespon apapun.

“Kau mau jalan-jalan kemana Kyu? Akan kuantar, aku janji.Kali ini aku tidak akan menunda atau mengingkarinya lagi Kyu. Ke lotte world? Atau ke mana pun kau mau, aku pasti akan mengantarmu, tapi aku mohon bangun Kyu!” Ujar Sungmin penuh kesakitan menahan kesedihannya.

Ditengah kesedihannya meratapi sang suami , tiba tiba Sungmin dikejutkan dengan suara monitoring detak jantung yang berubah, dilihatnya monitoring tersebut. Garis lurus terpampang jelas disitu.

Sungmin melihat ke arah Kyuhyun, kemudian menghentakan tubuh Kyuhyun, “Kyuhyun bangun!!!” serunya sambil menangis histeris.

Dilihatnya sisi kanan dekat monitoring detak jantung, segera dia ambil alarm rumah sakit dan menekannya berulang kali dengan panik. Tak butuh berapa lama Dokter dan perawat pun datang. Kemudian mengambil alih memeriksa Kyuhyun.

Sungmin melihat dokter tersebut menyuruh perawat mengambilkan alat pacu jantung. Dan kemudian menggunakan alat itu pada tubuh Kyuhyun.

Sungmin menangis melihat tubuh Kyuhyun yang terlihat lemah seperti itu, dia menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya, bahkan untuk menangis pun suaranya sudah habis.

Dokter terus mencoba memacu jantung Kyuhyun meskipun tak ada respon sama sekali dari Kyuhyun, hingga pada akhirnya sang dokter menghentikkan usahanya.

Sungmin terkejut, kenapa sang dokter menghentikannya. Bahkan Kyuhyun pun belum menunjukan sedikit reaksi. “Dok kenapa berhenti?” Tanya Sungmin sembari memegang kedua lengan dokter tersebut kencang.

“Maafkan kami nyonya Cho , kamu sudah berusaha semaksimal mungkin namun takdir berkata lain..”

“Tidak! Jangan katakan itu! Cepat sadarkan Kyuhyun dok, bangunkan dia!! Kami sudah menyusun rencana untuk pergi jalan-jalan dok,” Ujar Sungmin dengan lirih.

“Tolong bangunkan dia dok, aku mohon!” Pintanya sekali lagi.

“Aku hanya memiliki Kyuhyun , dokterrr!!!!!” Serunya kencang.

“Aku mohon dokter,” lirih sungmin dengan tubuh yang berangsur terjatuh dilantai.

Sang dokter mencoba membantunya berdiri. “Maaf Nyonya Cho,” Serunya sekali lagi.

Sungmin menoleh kepada Kyuhyun dan langsung memeluk tubuh suaminya tersebut dengan erat seakan tidak ingin kehilangan sosok yang walaupun baru hidup beberapa bulan bersamanya, sudah sangat berarti didalam hidupnya. Yang walaupun 6bulan terakhir ini, Kyuhyun lebih membuatnya kerepotan ataupun lebih lelah dari biasanya. Itu semua dia terima dengan ikhlas dan dia jalani dengan perasaan tulus.

Sungmin membayangkan, dengan kejadian mendadak seperti ini, hancurlah segala keindahan akan bayangan masa depan keluarga yang akan dijalaninya bersama Kyuhyun apabila Kyuhyun sembuh nanti. Semuanya telah hilang. Sirna dan lenyap bersama keheningan isak tangis Sungmin yang bahkan tak bersuara.

—-^0^0^—-

END

Komen sangat diharapkan ^^