Read it and Enjoy it ~

Archive for 29 October 2011

KYUMIN’s FanFiction / Genderswitch/ Romance/ Angst/ Hurts

KYUMIN’s FanFiction / Genderswitch/ Romance/ Angst/ Hurts

Tittle : Hurts

Cast : Kyumin

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : Lidya Natalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :I come with new story about Kyumin again. Sorry if you felt bored of my fiction, you can tell me to untagging you, if you don’t like my fiction anymore 😀 Im just tag some people , because idk , this fiction can be read or not.
Summary : Kyuhyun just kept hurting Sungmin. But Sungmin still hold together with Kyuhyun, even though she knew that meant she should always be hurt all the time. And when there are other men who approached Sungmin. What will Kyuhyun do?

—–KYUMIN——

“Prangg!!!!”

Terdengar suara benda jatuh yang kedengarannya seperti piring dari arah dapur.

“Shit!! Apa itu!? Berisik sekali!!” ujar sebuah suara menggerutu kesal.

Dengan panik wanita yang menjatuhkan piring tersebut jongkok dan hendak berusaha mengambil pecahan piring tersebut untuk dibereskan. Dia takut kalau…

“Sungmin!!!!” Seru sebuah suara yang berasal dari kamar yang sedang ditiduri oleh seorang namja bernama Cho Kyuhyun sembari menuju ke arah dapur, sumber suara.

Sungmin sontak terkejut mendengar teriakan dari arah kamar tersebut. Dengan panik dia langsung membereskan pecahan piring tersebut dengan tangannya cepat-cepat.

Dengan tampang jengkel Kyuhyun melihat Sungmin sedang membersihkan pecahan piring tersebut dengan tangannya sendiri.

Sungmin melihat ke arah Kyuhyun , dilihatnya wajah Kyuhyun yang terlihat kesal. “Mian , Kyu. Ta-tadi piringnya basah dan ketika aku mau mengeringkannya dia sudah terlanjur jatuh dari tanganku..” Ujar Sungmin dengan gagap.

Buru-buru dia membersihkannya lagi sambil menunduk , dengan air mata yang tanpa disengaja mencoba keluar dari ambang kedua pelupuk matanya.

“Aisshh!!! Diam!! Kau sudah mengganggu tidurku!!” Bentak Kyuhyun yang kemudian meninggalkan dapur dengan Sungmin dibelakangnya membersihkan pecahan tersebut.

Dengan isakan tanpa suara, Sungmin terus membersihkan pecahan tersebut.

“Aww,” Rintihnya ketika jemari telunjuknya terkena pecahan piring tersebut. Matanya sudah dipenuhi dengan air mata yang sebentar lagi tumpah, dan mengakibatkan pandangan matanya sedikit tak jelas.

“Brukkk!!!”

Terdengar suara bantingan pintu dari arah kamar mandi, yang membuat Sungmin sontak kembali terkejut sehingga menyebabkan luka kedua dijemari nya lagi.

—^0^0^0^0—

“Kyu, ini dasimu.” Sungmin tersenyum sambil menyerahkan dasi yang telah dia ambil dari laci meja riasnya kepada Kyuhyun yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.

Kyuhyun melihat ke arah Sungmin dingin , dan kemudian mengambil dasi lainnya di laci meja rias Sungmin dan kemudian langsung dia kenakan sendiri.

“Aku mau ke kantor dulu. Ingat baik-baik dirumah dan jangan lakukan tindakan ceroboh bodoh lagi!” Seru Kyuhyun.

Sungmin menundukkan kepalanya merasa bersalah. Dia memang telah melakukan hal ceroboh hari ini. Dan karena tindakan bodohnya tersebut, dua jemari tangan kanannya jadi dibalut plester sekarang.

Kyuhyun kemudian langsung meninggalkan Sungmin yang masih memegang dasi yang dia pilihkan untuk Kyuhyun tadi dan mengambil napas panjang-panjang. Mengambil kekuatan untuk memaksakan dirinya agar tidak menangis lagi.

—^0^0^0^—

“Yaa!!!! Kau ini lagi lagi!! Bagaimana bisa kau melakukan tindakan bodoh tersebut setiap hari . Hah?? Kau tahu berapa harga lukisan tersebut? Bahkan harga lukisan tersebut lebih mahal dari barang-barang bodoh milikmu itu!!” Kyuhyun membentak Sungmin lagi. Tak peduli walaupun teman-teman kantornya yang sedang berkunjung dirumah mereka sedang melihatnya.

Sungmin tidak sengaja menyenggol lukisan mahal yang milik Kyuhyun yang berada tepat diruang tamu tersebut.

Sementara Kyuhyun terus membentaknya. Sungmin hanya terus menunduk dan mengucapkan kata maaf terus menerus sampai hampir pingsan. Dia terlalu malu untuk mengangkat wajahnya dan melihat ke arah teman-teman Kyuhyun yang sedang memperhatikan mereka.

Untuk pergi dari tempat itu ketika Kyuhyun belum selesai marah-marah hanya membuat masalah bertambah jadi. Oleh karena itu dia tetap diam ditempat, meskipun Kyuhyun terus mempermalukan dirinya didepan orang banyak.

Perasaannya campur aduk. Ketakutan, malu, dan merasa bersalah merundung perasaannya saat ini. Air matanya pun bahkan terlalu takut untuk menampakan diri dihadapan Kyuhyun yang sedang emosi ini. Hingga Sungmin hanya dapat menahan perasaan sesaknya dalam-dalam.

Dia tak ingin membuat Kyuhyun lebih malu lagi dengan menangis dihadapan teman-teman Kyuhyun.

“Aisshhh!!! Sulit dipercaya!! Aku dapat terus berdekatan denganmu seterusnya!!” Seru Kyuhyun lagi sembari mendorong tubuh Sungmin kasar, dan kemudian kembali kepada teman-temannya yang sedang duduk di sofa berwarna blue sapphire diruang tamunya itu.

Sungmin yang hampir terjatuh langsung menyeimbangkan tubuhnya, sehingga tidak terjatuh. Kemudian dia berjongkok dan mencoba membersihkan lukisan Kyuhyun yang sudah hancur frame dan kacanya itu.

Tanpa bisa ditahan lagi air mata yang sedari tadi tersembunyi dibalik kedua pelupuk matanya akhirnya terjatuh juga melintasi pipi chubbynya yang sekarang lebih terlihat tirus dari sebelumya. Menangis. Sungmin menangis. Dan itu tanpa suara lagi.

—^0^0^0^—

“Aahhh~! Kyuuuu ah, pelan sedikit. iya iya disitu lagi, ehm ah , lanjutkan Kyu!”

“Ahhh~!”

Sungmin hanya dapat menangis ketika dia mendengar suara-suara desahan yang tak biasa dari balik pintu kamar tamu ketika dia berniat menuju kedapur untuk mengambil air minum.

Kyuhyun sedang bersama Victoria lagi. Victoria adalah mantan pacar Kyuhyun. .. Tidak bukan mantan pacar! Tetapi masih pacar! Kyuhyun bahkan belum putus dari Victoria, meskipun dia telah bersama dengannya sekarang.

Mereka berdua sekarang sedang berada dikamar itu, mereka sedang bercinta. Lagi. Diruangan yang memang Kyuhyun khususkan hanya untuk mereka berdua.

Tanpa sengaja Sungmin menutup mulutnya, mencoba menahan tangisan suaranya agar tidak keluar. Tangan lainnya memegangi dadanya yang terasa sesak. Ya Tuhan.

Bahunya bergetar dengan sangat cepat sekarang. Dia sudah terlalu lelah untuk menangis. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi kekamarnya sendiri dan pergi dari tempat itu.

Sungmin sudah tidak dapat menahannya lagi. Itu menyakitkan. Sungguh sangat menyakitkan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil kunci Honda Civicnya dan bergegas menuju garasi. Dia kemudikan Honda Civic putih miliknya tersebut secepat yang dia bisa, tanpa mempertimbangkan apa yang akan terjadi apabila keberuntungan tidak berpihak padanya kemudian.

Dia tidak ingin mendengarkan suara- suara itu lagi. Dia ingin pergi ke tempat yang dia tahu pasti akan menerimanya meskipun ditengah malam seperti ini.

Sungmin menekan bel pintu rumah tersebut. Tidak perlu menunggu lama, sang empunya rumah membukakan pintu untuknya. Sungmin melihat kearahnya dan memberikan senyuman kecil penuh kesedihan. Dan orang tersebut sudah tahu apa alasannya tanpa harus Sungmin memberi tahunya terlebih dahulu.

“Aku tidak habis fikir. Mengapa kau masih terus bertahan dengannya sampai sekarang, Dia hanya bisa menyakitimu, Min. Kau tahu itu kan?” Seru namja tersebut sembari menyerahkan secangkir kopi hangat pada Sungmin.

Namja tersebut adalah sahabat baik Kyuhyun, walau begitu tak dia pungkiri kalau Kyuhyun memang sudah sangat keterlaluan. Dan kini mereka sudah sangat saling bertentangan.

“Aku mencintainya.” Ujar Sungmin memberikan jawaban atas pertanyaan namja tersebut. “Dan…” Sungmin mengangkat wajahnya dan melihat ke arah namja tersebut.

“Dan apa?” Namja tersebut kemudian duduk disamping Sungmin. Dia bingung dengan jawaban yang diberikan Sungmin padahal sudah jelas fakta-fakta yang ada yang terjadi pada dirinya sendiri.

“Kau memang mencintainya, tapi itu bukan berarti kau harus diam saja dan menahan semua perlakuannya padamu. “Dia memang temanku , tapi dia brengsek.” Namja tersebut tertawa kecil dan Sungmin hanya tersenyum kecil.

“Bolehkah aku tidur disini ? Aku sedang tak ingin pulang sekarang.” Tanya Sungmin setelah melihat ke sekitar ruangan nyaman tersebut yang sepertinya damai dan tenang.

“Tentu saja. Bahkan kalaupun kau tak memintanya. Aku akan memaksamu untuk tetap menginap.” Seru namja tersebut yang kemudian berdiri dan mengantar Sungmin ke kamar tamu.

—-^0^0^0^—

Pagi datang. Dan Namja tersebut memaksa Sungmin untuk membiarkannya menyetir Honda Civic Putih milik Sungmin untuk pulang kekediaman Sungmin dan Kyuhyun.

Dan ketika sampai didepan rumah KyuMin, Namja tersebut buru-buru turun dari mobil untuk kemudian membukakan pintu untuk Sungmin.

“Gomawo,” Seru Sungmin sambil tersenyum.

“Cheonmaneyo , Min. Kau tahu kan aku ini pria sejati!!” Seru sang namja membanggakan diri sembari meraih bahu Sungmin.

“Aku sungguh sangat berterima kasih padamu untuk segalanya. Aku tahu ucapanku sebanyak apapun tidak dapat membalas semua kebaikanmu padaku.” Seru Sungmin kemudian memeluk namja tersebut.

Namja tersebut pun membalas pelukan Sungmin dengan hangat.

“It’s okay. Aku selalu ada untukmu, Min!” Mereka terus berada dalam posisi tersebut sampai…

“Hey!!! Apa yang kalian berdua lakukan?”

Sontak keduanya mencari-cari sumber suara tersebut. Dan Sungmin terkejut ketika didapatinya Kyuhyun sedang melihat ke arahnya dan temannya tersebut. Kyuhyun berdiri sembari berkacak pinggang dengan pandangan tajam seperti ingin membunuh keduanya.

Apakah itu sebuah tanda kecemburuan dimata seorang Cho Kyuhyun? Seketika Sungmin membuang jauh-jauh pikiran tersebut mengingat perbuatan meyakitkan yang telah dilakukan Kyuhyun terakhir kali, semalam.

“Aku hanya mengantarkannya” Ujar namja itu dengan sangat tenang dan tanpa rasa takut sedikitpun, bahkan dengan death glare dari Kyuhyun sekalipun.

“Di mana kau semalam?” Kyuhyun tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh namja tersebut dan malah mendekati Sungmin.

“A – Aku..” Perkataan Sungmin langsung dipotong oleh namja tersebut.

“Sungmin tidur dirumahku, karena … Yah, menurutku bukan hal yang baik untuk Sungmin apabila tetap tidur dirumahmu ketika, Kau tahu …” Namja itu menghentikan kalimatnya, menatap kearah rumah KyuMin dan kemudian menatap Kyuhyun.

“Jangan katakan, setiap kali Sungmin tidak tidur di sini, dia selalu tidur dirumahmu?” Kyuhyun menatap namja tersebut tajam dengan emosi sedikit memuncak.

“Bagaimana kalau aku bilang iya? Apa yang akan kau lakukan” Ujar sang namja tersebut membuat Kyuhyun hanya bisa mengertakkan gigi saat ia menarik Sungmin dan menyeretnya ke dalam.

“Pikirkan saja urusanmu sendiri. Kau tidak ada hubungannya dengan kami.” Kata Kyuhyun ketikad ia kembali setelah membawa Sungmin kedalam rumahnya.

“Bagaimana kalau aku malah justru ingin melakukan sebaliknya? Bukankah kau tidak perduli dengannya?” Ujar Namja tersebut sambil menyeringai. Dan membuat Kyuhyun tidak dapat berkata apa-apa lagi.

“Kau tidak mencintainya lagi, bukan?”

Entah mengapa Kyuhyun tidak dapat menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Tapi, satu hal yang pasti, dia tidak suka melihat Sungmin dipeluk oleh orang lain, siapa pun itu.

Tunggu!! Apakah dia baru saja berfikiran bahwa dia cemburu? Damn, dia tidak tahu lagi harus berpikir seperti apa. Tentu dia mencintai Sungmin , setelah bertahun-tahun mereka bersama, tetapi dia tidak tahu lagi setelah semua yang terjadi. Apakah dia masih mencintainya?

“Temui aku di café biasa. Aku perlu bicara denganmu,” Ujar Namja tersebut yang membuat Kyuhyun kembali tersadar dari lamunannya.

Kyuhyun tidak tahu apakah dia harus menuruti perintah sahabatnya tersebut. Walau begitu pada akhirnya dia pun mengangguk sebagai tanda persetujuan.

—-^0^0^0^—-

Pertemuan itu…

Kyuhyun masuk ke Café dan mencari sosok yang telah mengajaknya bertemu tersebut. Dan dia melihatnya disudut Café , sembari berjalan menghampirinya, sekelebat bayangan ketika namja itu memeluk Sungmin terlintas dibenaknya. Betapa ingin sekali dia memukul namja tersebut ketika mengingat itu.

Dan ketika Kyuhyun tiba dimeja yang ditempati sahabatnya tersebut. Kyuhyun langsung duduk dihadapan namja itu tanpa menyapanya terlebih dahulu.

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Kyuhyun ketika berhadapan dengan sahabatnya sendiri. Sembari berbicara dia terus memperhatikan namja dihadapannya tersebut.

Bayangan ketika Sungmin dan dirinya berpelukan masih terus saja menganggunya. Kyuhyun tidak habis fikir kenapa Sungmin menyukai sahabatnya ini. Dibandingkan dengan dirinya, sahabatnya ini lebih pendek, berkepala besar, mempunyai aura yang aneh, bahkan matanya pun kecil. Sungguh bukan saingan untuk dirinya.

Ya mungkin dia memang sopan dan baik. Tapi diluar itu Kyuhyun merasa dia lebih baik ketimbang sahabatnya tersebut. Sungguh sahabatnya itu tidak mempunyai hal-hal yang menarik sama sekali.

Ya, meskipun namja dihadapannya ini adalah sahabatnya , tapi tetap saja Kyuhyun merasa khawatir, terlebih lagi-lagi karena peristiwa pelukan didepan rumahnya tersebut.

Sontak dia tersadar dari pikirannya sendiri ketika sahabatnya tersebut mengeluarkan suara.

“Kau mau minum apa?” Tanya namja tersebut

“Hey! Jangan buang-buang waktuku. Aku kemari bukan untuk bersantai dan minum secangkir kopi denganmu. Cepat katakan apa yang kau inginkan?” Seru Kyuhyun sembari menatap lurus wajah sahabatnya tersebut.

“Aku meminta kita bertemu, karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu..” Namja tersebut menghentikan kalimatnya, menarik napas sedikit, dan kemudian berniat langsung berbicara to the point kepada Kyuhyun.

Namja tersebut menatap Kyuhyun dan mulai membuka mulutnya..

“Ketika kau berteriak padanya, ada seorang namja yang akan berbisik di telinganya …”

“Ketika kau mengabaikannya, ada namja lain yang memberinya perhatian”

“Ketika kau mempermalukan, menyinggung dan menghinanya, ada seorang namja yang berharap bisa mengobati lukanya …”

“Ketika kau membuat nya menangis, ada seorang namja yang mencoba untuk membuat dia tersenyum.”

“Dan ketika kau tidak yakin apakah kau masih mencintainya, telah ada namja lain sudah mencari tahu”

Sungmin mencintaimu … dia begitu mencintaimu dan kau tidak pantas mendapatkannya, tidak sampai kau berubah. Kyuhyun rubah perilakumu atau aku akan membawanya pergi darimu. ”

—-^0^0^0^—-

END

Sekuel menyusul 🙂

One more bad fiction from me.
Sorry if you are don’t like this fiction, don’t bash me on.
I don’t accept bash of this Fiction.

Please Comment for all of you who read this fiction ^^

Regards

LidyaNatalia

Advertisements