Read it and Enjoy it ~

Archive for November, 2011

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Fluff / Oneshoot / Can’t You (don’t) Smile

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Fluff / Oneshoot / Can’t You (don’t) Smile

Tittle : Can’t You (don’t) Smile
Cast : Kyumin
Genre : Genderswitch , Alternatif Romance, Fluff *maybe*
Rate: Teen
Length : Oneshoot
Author : Lidya Natalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N : Thanks a lot for all my friends who had readed my fiction ^^

Disclaimer: Kyumin belong to God and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/

Summary : Kyu, Please don’t smile!!!

***

“Jpret!”

“Jepret!”

Terdengar suara jelas sebuah kilatan blitz kamera yang sedang sibuk memotret sosok model laki-laki dihadapannya.

“Baik, Kyu! Pasang tatapan liar!” Seru sang fotografer yang merangkap sekaligus sebagai pengarah gaya dalam pemotretan kali ini kepada sosok model yang diketahui bernama Kyuhyun.

Dan tanpa menjawab , sang model alias Kyuhyun langsung memasang raut wajah lebih serius lagi , tatapan dengan lebih liar seperti yang diminta oleh sang fotografer.

“Jpret!!” Lagi – lagi kilatan cahaya terlihat setelah Kyuhyun memasang posenya.

“Oke, langsung pasang senyum.”

“Jangannn!!!!!!” Seru sebuah suara tiba-tiba menghentikan omongan fotografer yang belum selesai. “Jangan mengambil fotonya yang sedang tersenyum!!” Lanjutnya lagi.

“Minnie..” seru Kyuhyun pelan hampir tak terdengar.

“Daya jual Kyuhyun terletak pada raut wajahnya yang dingin tanpa senyum.” Seru orang yang dipanggil Minnie oleh Kyuhyun.

Sejurus kemudian , Sungmin langsung menghampiri Kyuhyun dan menarik tangannya, “Ayo, Kyu.” tanpa banyak bicara Sungmin langsung membawa Kyuhyun menuju kamar ganti.

“Pemotretan hari ini sudah selesai, Kyu.” Ujar Sungmin seraya membantu Kyuhyun membenarkan baju yang dikenakannya.

“Kau terlalu ketat, Minnie.” Ujar Kyuhyun tiba-tiba.

Kyuhyun memang tidak kaget lagi dengan sikap Sungmin yang seperti ini sudah terbiasa bahkan, oleh karena itu dia tidak marah waktu Sungmin melarangnya tadi.

“Ketat bagaimana? Meskipun kita ini teman sejak kecil, tapi saat ini kan aku bertugas sebagai manajermu , Kyu..” Sahut Sungmin sambil kemudian membersihkan make-up di wajah Kyuhyun dengan tisu basah.

“Tapi…” Sungmin melanjutkan perkataannya dalam hati kemudian mengambil nafas panjang, “Suatu saat aku juga ingin melihatmu difoto saat tersenyum, Kyu” batin Sungmin berbicara sendiri sambil melihat Kyuhyun yang kini merebahkan tubuhnya disalah satu sofa.

“Brukk!!!”

“Ah, capeknya!” Seru Kyuhyun sambil bersandar pada sofa dan menyilangkan kedua lengannya dibelakang kepala.

“Apanya yang capek? Kyu kan hanya berdiri saja.” Ujar Sungmin menyahuti sambil membawa 2 gelas cappuccino yang entah sejak kapan dia mengambilnya.

Lalu diberikannya segelas cappuccino itu pada Kyuhyun.

“Terkadang diam itu yang justru membuatku capek , Minnie!” Sahut Kyuhyun sebelum meminum cappuccino ditangannya.

Sungmin tak membalas, melainkan ikut meminum cappuccino yang berada ditangannya juga. Dia juga agak lelah memang, walau bukan dia yang menjadi model. Tetap saja sedari tadi waktu pemotretan, Sungmin terus berada didekat Kyuhyun, diruang pemotretan. Memastikan bahwa Kyuhyun tidak akan tersenyum sedikitpun ketika sedang berpose. Tidak sedikitpun.

“Gimana dengan senyumanku ini Minnie?” Kyuhyun tersenyum manis ketika menanyakan pertanyaan bodoh itu pada Sungmin.

“Crott!!!”

Kontan, cappuccino yang masih berada didalam mulut Sungmin tersembur keluar semua.

Tentu saja senyuman itu sangat manis dan indah. Bukan seperti orang kebanyakan. Kyuhyun sekedar mengangkat sudut bibirnya saja sudah sangat terlihat manis untuk Sungmin. Bukan hanya manis, tapi juga indah. Namun Sungmin tak mungkin mengatakan itu semua didepan Kyuhyun.

“Aneh ya?” Tanya Kyuhyun melihat ekspresi terkejut Sungmin yang tak terduga.

“Iya! Yang kaya gitu mana bisa dipublikasi dimajalah!?” Sahut Sungmin berbohong.

‘Maaf, Kyu! Aku terpaksa berbohong sama Kyu, aku nggak mungkin bilang yang sejujurnya padamu , aku nggak ingin para penggemarmu tahu..’ batin Sungmin terus berbicara tanpa bisa didengar oleh Kyuhyun,

‘Yang bisa dan boleh melihat senyuman Kyu , hanya aku!’

***

“Ah , itu Kyuhyun sudah keluar!!!”

“Kyu!!!”

Suara riuh teriakan terdengar sepanjang Kyuhyun menampakan sosok tingginya yang baru saja selesai pemotretan , dengan baju belang hitam putih panjang berjenis bahan wol serta kacamata hitam dan tak lupa kalung salib yang selalu dikenakannya.

Tidak lupa juga , dengan sesosok gadis mungil yang selalu berada disampingnya kemanapun dia berada.

“Aih , keren banget!!”

“Iya, iya. Tatapan dinginnya itu lho!!”

Berbagai macam jenis pujian histeris terus keluar dari mulut para penggemar Kyuhyun yang memang merupakan seorang model terkenal.

Suasana yang ricuh disekitar pintu keluar sedikit membuat Kyuhyun dan Sungmin kesulitan untuk keluar dan pergi dari tempat tersebut. Bahkan Sungmin hampir terjerembab jatuh kelantai ketika tak sengaja langkahnya dihadang oleh salah satu kaki dari penggemar Kyuhyun yang tak merasa nyaman dengan pemandangan sang idolanya yang terus saja menempelinya setiap saat. Untung saja dengan sigap Kyuhyun langsung menangkap tubuh Sungmin cepat.

Dan itu membuat kecemburuan para Sparkyu , sebutan untuk penggemar Kyuhyun, semakin menjadi. Walau mereka tahu kalau Sungmin adalah manajer dari Kyuhyun, tetap saja rasa cemburu tidak bisa melihat status pekerjaan. Begitulah menurut para Sparkyu.

Setelah dengan sedikit usaha lebih, akhirnya Kyuhyun dan Sungmin dapat keluar dari kerumanan para penggemar Kyuhyun.

“Kau baik-baik saja kan Minnie?” Tanya Kyuhyun pada Sungmin yang raut wajahnya terlihat tidak baik dan terus saja menundukan kepala dari tadi.

“Iya…” Jawab Sungmin sekenanya.

Sungmin memalingkan wajahnya dari Kyuhyun, dia takut Kyuhyun tahu kalau saat ini air matanya hampir saja keluar akibat peristiwa tadi.

“Kyu..” Panggil Sungmin tanpa memalingkan wajahnya ke arah Kyuhyun.

“Ng?”

“Kau tidak boleh tersenyum didepan umum ya?” Pinta Sungmin kemudian. Entah sudah yang keberapa kalinya.

Kyuhyun tersenyum mendengar permintaan dari Sungmin barusan. “Iya , aku tahu Minnie.” Sahut Kyuhyun sembari mengusap lembut puncak kepala Sungmin, “Kau ini mudah sekali khawatir ya Minnie?” Lanjutnya kemudian.

***

“A-apa? Aku jadi model pengganti ceweknya?” Tanya Sungmin tidak percaya ketika sang fotografer yang biasa memotret Kyuhyun baru saja memintanya untuk menjadi model pengganti pasangan Kyuhyun.

“Iya , kau bisa kan Sungmin-sshi?”

“Ta-tapi aku kan bukan professional.”

“Tolonglah, Sungmin-sshi , model wanitanya tiba-tiba saja sakit dan ijin untuk membatalkan pemotretan hari ini, padahal sore nanti fotonya harus sudah diserahkan ke pimpinan redaksi majalah. Sudah tidak ada waktu lagi, hanya Sungmin-sshi yang bisa membantu..”

Sungmin tak menjawab pernyataan sang fotografer. Bagaimanapun dia bukanlah seorang professional dan juga tidak pernah sekalipun menjadi model. Dia takut malah akan menyusahkan pemotretan Kyuhyun saja. Lagipula dia kan manajer Kyuhyun. Seorang manajer. Bukan model.

“Memangnya Sungmin-sshi tidak mau mencoba menjadi pasangan Kyuhyun?” Tawar sang fotografer itu (lagi) kali ini dia sungguh- sungguh berharap Sungmin akan menerima permintaannya untuk menjadi model pengganti wanita.

‘Ja-jadi pasangan Kyuhyun?’ Sungmin agak sedikit terkejut.

“Ku mohon Sungmin-sshi..” Kali ini sang fotografer mengatupkan kedua tangannya.

‘Meskipun hanya sebatas ini…, tapi aku mau mencoba jadi pacar Kyuhyun..’

“Baiklah karena ahjussi yang memaksa , aku mau melakukannya.” Putus Sungmin pada akhirnya.

Tanpa Sungmin sadari sebuah seringaian tersungging dari sudut bibir seseorang.

***

“Tap!”

“Tap!”

“Tap!”

“Model penggantinya sudah datang!” seru Sungmin ketika baru memasuki ruang rias dimana Kyuhyun sedang didandani oleh seorang stylish.

Kyuhyun yang merasa mendengar suara manajer sekaligus teman kecilnya menoleh, “Sungmin?” ujarnya pelan dengan nada terkejut.

“Wah , Minnie manis juga ya kalau didandani seperti itu!!” Seru seorang stylish yang berada diruangan itu.

“Iya , benar. Boleh juga nih kalau jadi model.” Timpal stylish lainnya yang padahal sedang mendadani Kyuhyun.

Sungmin agak tersipu malu mendengar berbagai pujian yang ditujukan padanya, “Mohon bantuannya!” Serunya pada Kyuhyun yang juga terdiam melihatnya. Tidak tersenyum , tidak juga berkomentar apapun.

“Sama-sama!!” Ucap Kyuhyun datar tanpa senyum sama sekali

“Tap!!”

Kyuhyun kemudian beranjak dari meja riasnya dan pergi keluar dari tempat itu.

‘DEG!’

“Sungmin-sshi bersiaplah!”Seru sang fotografer dari arah luar.

“I-iya!” Sahut Sungmin yang kemudian menyusul Kyuhyun dari belakang.

***

Sungmin dan Kyuhyun kini sudah berada ditempat dimana mereka berdua akan dipootret, mereka beradegan layaknya sepasang kekasih. Kyuhyun duduk dengan kaki yang dibiarkan memanjang , sedangkan Sungmin berada dalam dekapan Kyuhyun yang sedang duduk tersebut.

Dilihatnya wajah dingin Kyuhyun oleh Sungmin.

‘Yang disini adalah Kyuhyun sebagai model…’

“Sungmin-sshi wajahmu terlalu kaku , coba berusaha menenangkan ekspresi wajahmu..!!” Titah Sang fotografer kepada Sungmin , disaat Sungmin tengah memandang ekspresi dingin Kyuhyun.

“Ma..maaf..”

‘Aku sampai menyuruhnya untuk tidak tersenyum didepan banyak orang.’ Batin Sungmin terus saja berbicara mengeluarkan pendapatnya. ‘Sebenarnya apa yang kuharapkan?’ Lanjutnya kemudian.

“Kyu , bisa kau lebih berpose seakan-akan sangat mencintai Sungmin-sshi?” Pinta sang sutradara.

Kyuhyun melihat ke arah Sungmin. Tanpa sadar Sungmin mengeluarkan bulir air matanya.

Dan dengan tiba-tiba tangan kanan Kyuhyun yang memeluk tubuh Sungmin menangkap wajah Sungmin untuk lebih didekatkan lagi dengan wajahnya. Dan kemudian spontan Kyuhyun mencium ujung mata Sungmin , dimana tepat berada air mata yang baru saja keluar. Dan sedikit menghisap air mata yang tersisa di ujung mata Sungmin.

“Apa yang kau lakukan Kyu!?” Protes Sungmin yang masih dalam dekapan Kyuhyun.

Ternyata Kyuhyun benar-benar seorang professional model. Dekapannya pun benar-benar terasa nyata, sampai-sampai Sungmin susah untuk melepaskan diri.

“Saat ini kita sepasang kekasih kan!?” Tanya Kyuhyun skeptic.

Sungmin sedikit terkejut dengan jawaban yang diterimanya dari Kyuhyun.

“Tersenyumlah, Minnie…” Pinta Kyuhyun dengan raut wajah manisnya , kali ini Kyuhyun tersenyum saat berbicara dengan Sungmin.

‘Ini Kyuhyun yang seperti biasanya..’ sahut Sungmin dalam hati.

“Kau tidak usah takut lagi Minnie! Ayo..” Bisik Kyuhyun pelan ditelinga Sungmin. Sungmin menatap dalam mata Kyuhyun, membuat batinnya kembali berbicara.

‘Yang tahu senyuman Kyuhyun didunia ini hanya aku!’

Sungmin dan Kyuhyun terus saja asyik berpandangan dalam posisi seperti itu, tangan kanan Kyuhyun kini berpindah ke pipi Sungmin , membuat Sungmin menyandarkan kepalanya didalam dada Kyuhyun.

“Kau manis sekali , Minnie..” Ucap Kyuhyun tulus pada Sungmin.

“JPRETTT!!!”

Kyuhyun dan Sungmin terkejut dengan suara kilatan blitz yang berasal dari kamera sang fotografer yang secara tiba-tiba memotretnya seperti itu.

“Berhasil! Akhirnya bisa juga dapat senyuman Kyuhyun!!” Seru Sang fotografer senang ketika melihat hasil jepretannya.

‘Gawat!!!’

“Tunggu dulu!!!” Protes Sungmin mencoba meraih kamera sang fotografer , namun ternyata sang fotografer tersebut sangat hati-hati dalam menjaga asetnya , terlebih didalam kamera tersebut terdapat jepretan foto Kyuhyun yang sedang tersenyum. Tentu tidak akan semudah itu dia menyerahkannya pada orang lain, sekalipun pada Sungmin, manajer Kyuhyun.

“Sudah kuduga Kyuhyun pasti bisa tersenyum bila bersama Sungmin-sshi..” Serunya sekali lagi. “Hey , kalian cepat cetak foto ini!!!” Lanjutnya memerintah anak buahnya yang lain.

Sang fotografer sama sekali tidak mau perduli dengan raut wajah cemas dari Sungmin. Wajahnya pucat pasi.

“Jangan!!!”

***

Apa yang ditakutkan Sungmin selama ini , akhirnya terjadi juga. Kini semua orang telah melihat senyuman Kyuhyun yang sangat manis dan indah bukan hanya dimatanya tapi juga semua SparKyu.

Sungmin terus mengambil nafas panjang ketika dalam perjalanan menuju lokasi pemotretan Kyuhyun hari ini. Sepanjang jalan para gadis remaja yang Sungmin yakini adalah SparKyu terus saja membicarakan senyuman Kyuhyun yang menjadi headline dibeberapa majalah fashion dan remaja.

Banyak yang terpesona dan jatuh cinta pada senyuman manis Kyuhyun , jangankan dengan senyuman , dengan tatapan dingin yang selama ini melekat kuat pada image Kyuhyun saja , mereka sudah tergila-gila , apalagi dengan senyuman manisnya.

Jadilah Sungmin terus mengelus dada. Hatinya panas dan kalut tak karuan.

‘Sekarang posisiku dan penggemarnya menjadi sama..’ ucap Sungmin dalam hati seraya menunduk ketika memasuki ruang dimana Kyuhyun sedang duduk.

“Minnie!!!” Seru Kyuhyun menyambut kedatangan Sungmin dengan senyuman. Senyuman yang manis, yang disukai Sungmin.

Sungmin tak langsung membalas sapaan Kyuhyun, dia lebih memilih diam dan mematung di ambang pintu.

“Kau tahu tidak? Aku jadi dapat banyak tawaran untuk pemotretan cover depan berbagai majalah dengan tampil penuh senyuman seperti kemarin.” Kyuhyun terus berbicara mengenai efek yang terjadi pada dirinya, tanpa sadar kalau wanita yang dihadapannya ini justru sedang cemas tingkat tinggi.

“Kupikir, kau melarangku karena jelek…, ternyata senyumanku boleh juga..” Kyuhyun melanjutkan pembicaraannya sambil melihat foto hasil jepretan fotografer kemarin.

“Iya! Senyumanmu…” Sungmin memotong perkataannya, sedikit sesak untuk melanjutkan perkataannya. “Daya tarik wajahmu..” Namun pada akhirnya kata itu terucap juga.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin.

“Makanya aku tidak ingin penggemarmu sampai tahu!!” Seru Sungmin , kali ini dengan nada sedikit lebih emosional dari yang tadi. Seakan ingin mengeluarkan ganjalan hatinya.

“Minnie..” Lirih Kyuhyun pelan sambil beranjak ke arah Sungmin berdiri.

“Brukk!!!”

“Padahal tadinya senyumanmu itu hanya milikku, Kyu..!!” Seru Sungmin skeptis sembari memukuli dada Kyuhyun. “Aku ingin senyumanmu hanya menjadi milikku , hanya aku yang dapat melihatnya.!!!” Sungmin terus berseru mengungkapkan perasaan gundah gulananya.

Dibarengi dengan bulir-bulir air mata yang turut terurai jua dari sudut matanya.

“Meski hanya sedikit…” Sungmin tersengal untuk melanjutkan kalimatnya, tapi tidak dengan tangannya yang terus memukul dada Kyuhyun , walaupun pukulan itu pelan. Kyuhyun sama sekali tidak berniat menghentikan tindakan Sungmin, walau pelan , Kyuhyun dapat merasakan rasa sakit perasaan Sungmin yang tersalur dari situ.

“Aku ingin menjadi bagian yang khusus darimu.” Sungmin melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong tadi. Dan kali ini pukulan tangannya sudah berhenti.

Sedang Kyuhyun langsung mendekap tubuh Sungmin yang terlihat sedang rapuh tersebut, tubuhnya bergetar , menandakan kesedihan yang sedang dicoba untuk Sungmin keluarkan.

“Aku..”

“Aku..merasa cemburu terhadap penggemarmu, Kyu!!” Seru Sungmin lagi dengan tegas.

“Chu~”

Kyuhyun langsung menarik tangan Sungmin yang berada didadanya dan membawanya kedepan , membuat tubuh Sungmin tertarik dan langsung mencium bibir pulm merah muda milik Sungmin, dihentikannya racauan Sungmin dengan satu tindakan yang dia rasa memang perlu dilakukannya.

Sementara Kyuhyun terus memejamkan matanya ketika bibir mereka masih bertautan, Sungmin justru membuka matanya. Terkejut. Dia dapat melihat wajah Kyuhyun sedekat ini dan dalam posisi Kyuhyun mencium dirinya.

Kyuhyun terus memagut bibir Sungmin dengan penuh kelembutan sambil terus menggenggam pergelangan tangan Sungmin, dan setelah dia merasa membutuhkan oksigen untuk bernafas , Kyuhyun menarik wajahnya dan memegang dagu Sungmin dengan jemarinya. Ditatapnya Sungmin dalam-dalam.

Dan sesaat kemudian memeletkan lidahnya , dan terlihat sangat lucu dan manis bukan hanya dimata Sungmin , tapi juga dimata author yang notabene adalah Elfishy akut #plakk!! *Abaikan*

“Ini..Wajahku saat mencium seseorang!” Ucap Kyuhyun berusaha meledek Sungmin yang terlihat terkejut.

“Kyu..” Lirih Sungmin.

“Masih ada yang lain..” Ucap Kyuhyun kemudian, “Ekspresi ini..” Kyuhyun menatap dalam Sungmin, “Baik penggemarku ataupun Minnie tidak akan ada yang pernah tahu!” Tegas Kyuhyun.

Sungmin memandangi wajah Kyuhyun , tepat mata Kyuhyun , sedikit heran dengan Pernyataan Kyuhyun barusan.

“Yang tahu hanya pacarku seorang!” Ucap Kyuhyun kemudian membuat wajah Sungmin langsung merona merah dan matanya kembali berlinang.

“Minnie…” Panggil Kyuhyun sembari menangkap wajah Sungmin. “Aku hanya ingin memperlihatkannya hanya padamu seorang.” Ujar Kyuhyun sembari menghapus bulir air mata disudut mata Sungmin yang baru akan keluar.

Sungmin tersenyum senang dan langsung saja Kyuhyun kembali mendekapnya erat.

“Oleh karena itu, mulai sekarang aku sudah bisa tersenyum kan?” Tanya Kyuhyun pada Sungmin yang berada dalam dekapannya.

Dan Sungmin hanya mengangguk sebagai jawabannya.

***

END

RCL , please ^^


Hanchul’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Fluff / Oneshoot / Pleasee…

Tittle : Pleasee…
Cast : Hanchul, Kyumin
Genre : Genderswitch , Alternatif Romance, Fluff *maybe*
Rate: Teen
Length : Oneshoot
Author : Lidya Natalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N : Holla Readers!! What’s up?? Hhehe , it’s been one week no see you all 😀 Well, Im comin’ with new short fiction abt Hanchul couple , well , I miss them so, tonight. Are you feel the same way too??
Oh iya, kemarin sempet baca koment yang gini “Fakta ttg Lidya eonni : Ska buat FF Gantung”, Honestly , aku suka koment itu ^^ hahaha xD , aku kan baik readers , bikin ff gantung supaya kalian bisa ngelanjutin sendiri ^^ terus kalo bisa kalian bikin fict nya terus tag aku deh , hhhe xD #plakkk!!

Disclaimer: Hanchul belong to God and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/

Summary : Heechul , the Queen of Love doesn’t have boyfriend, so how she can do double date with Kyumin ?

Let’s Check it out …

***

“Kita kencan ganda ya?” Ajak seorang gadis imut pada teman dihadapannya secara spontan.

“M-mwo??” Hampir saja espresso yang diminum gadis lainnya tersembur keluar, untung saja dia sudah bisa mengontrol perasaan keterkejutannya. Mereka berdua sedang berada di café kecil dekat ujung jalan Pastel. Menikmati secangkir espresso dan teh hijau.

“Iya, Heenim kan ahli dalam masalah percintaan, jadi kita kencan ganda ya?” Ajak gadis imut itu sekali lagi kepada temannya, yang diketahui bernama Heechul , namun dipanggil Heenim.

“Iya sih , ini saja aku sudah yang kelima , Minnie.” Jawab Heechul dengan senyum angkuh sedikit dipaksakan.

“Ah, benarkah? Kalau begitu kau mau kan kalau sabtu besok kita kencan ganda??” Tanya Minnie lagi dengan harap Heenim akan menjawabnya dengan kata ‘iya’

“Ehm, sabtu besok ya?” Ucap Heechul terlihat sedikit berfikir keras. “Baiklah, dimana?” Tanyanya setelah menyetujui permintaan kencan ganda tersebut.

“Ditaman ria Notavel saja. Jam 7 malam. Bagaimana?”

“Okay,”

***

Seorang gadis cantik dengan rambut tergerai panjang berlari secara terburu ke sebuah rumah yang berada tepat disamping rumahnya. Dan karena sudah terbiasa, langsung saja dia beranjak menuju kelantai atas, tepat dimana kamar dari anak sang tuan rumah berada.

“Hangeng!!!” teriaknya ketika sampai diujung pintu dan membukanya.

Yang diteriaki namanya tidak terkejut sedikit pun, sudah biasa mendengar teriakan melengking seperti itu dari gadis yang sudah menjadi temannya selama kurang lebih 15 tahun itu. Dia justru tetap asyik dengan layar datar didepannya , mengerjakan sebuah tugas makalah yang akhir-akhir ini menumpuk diberikan guru-gurunya. Wajar saja , dia sudah kelas 3 SMA sekarang. Masa dimana otak terkuras , batin tertekan , dan tenaga terfosir.

Merasa tak mendapat respon, sang gadis langsung menghampiri Hangeng.

“Han , bagaimana ini??” Serunya sembari mengguncang-guncangkan tubuh Hangeng. Dan ternyata cara itu berhasil membuat Hangeng menoleh padanya.

“Ada apa sih Heenim?” Tanyanya malas.

“Gawat!!!” Sahut Heenim seraya berjalan menuju tempat tidur Hangeng dan duduk disisi ujung tempat tidurnya.

Hangeng memutarkan kursinya menghadap Heenim, “Apanya yang gawat??”

“Gawat Han, Sungmin mengajakku kencan ganda!! Bagaimana ini?” Tanya Heechul mulai panik.

Mau tahu kenapa Heechul panik ?

Itu karena sebenarnya dia tidak punya pacar! Selama ini Heechul dijuluki sebagai Ratunya dalam masalah percintaan. Oleh karena itu dia mengaku punya pacar. Karena kalau dia bisa menasehati orang lain tanpa dia sendiri mengalaminya. Tentu orang lain tidak akan percaya dengan segala petuahnya.

Oleh karena itu selama ini Heechul selalu mengaku punya pacar! Sering gonta-ganti pula. Sebenarnya dia Ratu Percintaan atau Playgirl sih??

Entahlah! Tapi bagaimanapun kenyataannya itu semua adalah fiktif belaka. Boro-boro sampai lima, satu saja bahkan dia belum pernah memilikinya. Apalagi sampai yang kelima.

“Kau kan Ratunya percintaan. Masa begitu aja bingung.” Celetuk Hangeng yang 100% mencoba mengejek Heechul.

Kontan Heechul langsung mempoutkan bibirnya. Tapi itu hanya sekilas. Karena dia langsung ingat tujuannya kemari bukan untuk mendengar omelan dari Hangeng.

“Han…” Heechul memanggil nama Hangeng dengan lembut.

“Apa?” Sahut Hangeng yang sudah memutar kursinya kembali ke layar datar dihadapannya.

“Kau mau kan pura-pura jadi pacarku lagi?” Tanya Heechul dengan senyum termanisnya.

“Nggak!” Sahut Hangeng telak dan berhasil membuat semangat dan senyum termanis Heechul hilang seketika.

“Kenapa?” Tanya Heechul tak percaya.

“Nggak mau aja! Sudah bosan!” Sahut Hangeng dengan dingin lagi.

Heechul kini melipat bibirnya menjadi bentuk tak karuan. “Ayolah , Han! Masa kau tega!” Heechul kini memelas. “Kita kan sudah berteman sejak kecil. Masa kau tidak ingin menolong teman kecilmu. Ingat tidak? Dulu kan kau sering minta dikerjakan peer olehku.” Heechul terus mengeluarkan kata-kata memelasnya.

“Tapi tidak pernah benar!” Seru Hangeng.

Heechul membuang nafas dalam, “Tapi kan aku sudah berusaha. Dulu juga aku sering membagi bekalku denganmu…”

“Baiklah! Baiklah! Tapi ada syaratnya!!” Seru Hangeng pada akhirnya.

“Syarat? Huh.” desah Heechul agak tidak senang. “Syarat apa?”

“Kau harus berperilaku layaknya seorang pacar…” Kata Hangeng seraya mendekat ke arah Heechul yang tengah duduk ditempat tidurnya.

“B-berperilaku layaknya seorang pacar?? M-maksudmu ??” Tanya Heechul gugup ketika Hangeng mulai mendekat ke araahnya.

“Kau pasti tahu…” Hangeng sengaja menghentikan ucapannya untuk menambah ketegangan pada kalimat yang akan dia katakan pada Heechul selanjutnya. “Apa maksudku..”

“Brukk!!” Heechul mendorong Hangeng. “Baiklah. Kau sudah mau kan ya? Kalau begitu besok jangan lupa ya di taman ria Notavel jam 7 malam. Aku tunggu lho.” Seru Heechul sambil berlalu pergi dari kamar Hangeng.

Hangeng menyunggingkan seringaiannya sementara Heechul pergi.

***

“Akhirnya aku bisa juga melakukan kencan ganda. Ini impianku lho Heenim!!” Seru Sungmin semangat pada Heechul.

Sementara Heechul memaksakan sedikit senyum, sudah hampir jam 7 dan Hangeng masih belum juga datang.

“Hangeng ini maksudnya apa sih.” Batin Heechul dalam hati.

“Hey, Heenim kau ini kenapa sih ? Takut Hangeng tidak datang ya? Tenang saja Heenim, Kyuhyun saja masih dijalan.” Ujar Sungmin mencoba menenangkan Heenim. Dia sudah tahu nama Hangeng dari cerita Heechul dijalan menuju taman Notavel ini.

“Grepp!!” Tiba-tiba ada yang memeluk pinggang Heechul dari belakang. Hembusan nafas menderu dapat dirasakan oleh bulu kuduk Heechul.

“Maaf ya, aku lama. Tadi ada sedikit masalah dijalan.” Ucap orang yang memeluk Heechull yang ternyata adalah Hangeng.

“Hwaaa!!! So Sweet!!” Seru Sungmin tiba-tiba. “Aaaahh, Kyuhyun mana sih?” Lanjutnya seraya celingukan ke kanan dan ke kiri.

“Kau sudah menunggu lama ya?” Tanya Hangeng pada Heechul tanpa memperdulikan teriakan Sungmin.

“Kau ini apa-apaan sih?” Bisik Heechul pada Hangeng.

“Sudah diam saja, kau tidak mau kalau Sungmin sampai tahu kalau kau berbohong bukan?”

“Huh!” Heechul mendengus kesal.

“Eh itu Kyuhyun. Kyu!!!” Seru Sungmin ketika melihat sosok pacarnya dari kejauhan. Buru-buru dia menghampirinya dan kemudian langsung menggandeng Kyuhyun.

“Kok Sungmin sama Kyuhyun bisa semesra itu ya?” Batin Heechul bertanya dalam hati.

“Heenim!!” Seru Sungmin pada Heechul, “Ayo kita mulai menjelajah wahana menarik ditaman ini!!” Ajak Sungmin.

“Ayo!” Seru Hangeng seraya menyiapkan lengannya untuk digandeng Heechul.

Heechul menoleh kearah Hangeng, dan menaikkan alisnya sebelah , “Apa?”

“Gandeng tanganku!” Titah Hangeng.

“Tidak mau!” Seru Heechul angkuh.

“Oh , begitu , baiklah ini kau yang meminta lho. Sungmin!!!” Pekik Hangeng dibuat-buat.

“Greppp!!” Heechul menangkap lengan Hangeng, “Baiklah , ini sudah aku gandeng!” Seru Heechul.memegang tangan Hangeng .

“Bukan begitu cara seorang pacar menggandeng kekasihnya.” Ujar Hangeng melepaskan tangan Heechul , kemudian menggenggamnya lagi dengan benar secara erat. “Begini caranya.” Lanjutnya kemudian.

‘Deg!’

‘Hangeng ini! Apa sih maksudnya, dia ini….’ Batin Heechul kembali bergejolak.

***

“Wah!!! Seru sekali ya tadi Heenim!!!” Seru Sungmin pada Heechul yang ada dibelakangnya sembari terus menggandeng tangan Kyuhyun.

Sementara dibelakang Heechul dengan usaha keras menahan rasa mualnya dan memaksakan senyum pada Sungmin.

“Naik itu yuk , Heenim!!” Tunjuk Sungmin pada sebuah wahana ekstrem lainnya.

“A-aaku…”

“Maaf ya Sungmin, boleh tidak kami berdua saja? Aku ingin punya waktu berdua bersama Heenim.” Seru Hangeng pada Sungmin.

“Oh, ya ampun , aku hampir lupa! Maaf ya , aku sampai lupa kalau kalian pasti ingin berduaan. maaf ya Heenim, kalau begitu kita berpencar saja deh.”

Hangeng tersenyum diikuti oleh Heechul.

“Oh iya Heenim, jangan lupa ya! Tepat didekat Menara Lonceng Notavel!!” Seru Sungmin sebelum akhirnya hilang ditengah keramaian.

Hangeng menarik tangan Heechul dan mendudukannya di sebuah bangku.

“Istirahatlah!!” Seru Hangeng.

“Kau ini apa-apaan sih Han?” Protes Heechul.

“Aku ini menolongmu tahu!!” Seru Hangeng.sembari ikut duduk dibangku taman tersebut.

“Menolongku?” Tanya Heechul bingung.

“Memangnya aku tidak tahu, kalau kau tidak tahan naik wahana ekstrem seperti itu?” Lanjut Hangeng.

“Ah, kau tahu?” Tanya Heechul lagi.

“Yaiyalah! Lihat saja wajahmu sekarang! Pucat pasi seperti itu!”

‘Hah? Hangeng memperhatikan aku sampai sedetail itu?’ Tanya Heechul dalam batinnya.

“Teng!!!Teng!!!”

Lonceng menara Notavel bergema. Dan sontak seluruh pasangan yang ada disekitarnya berciuman satu sama lain.

“Loh? Loh? Mereka ini apa-apaan sih? Ciuman kan nggak harus didepan umum seperti ini?” Tanya Hangeng bingung melihat pemandangan yang ada didepannya.

Tiba-tiba Heechul teringat perkataan Sungmin ketika mereka menunggu kedatangan Hangeng tadi.

“Heenim , kalau kau berada di dekat Menara Lonceng Notavel dan mendengarnya berdentang, kalau kau berciuman dengan pasanganmu disana. Konon , katanya hubunganmu dengan pasanganmu akan abadi selamanya..”

‘Aku ingin hubunganku dengan Hangeng bisa…’

“Greppp!!!” Heechul menarik wajah Hangeng, “Semua melakukannya.” Ujar Heechul.

“Kita juga harus melakukannya, kalau tidak , nanti bisa ketahuan kalau kita hanya berpura-pura saja…” Lanjut Heechul

“Anggap saja ini kenang-kenanganku hari ini untukmu..” Tambah Heechul lagi.

Heechul mendekatkan wajahnya ke arah wajah Hangeng. Bibir merekatinggal sedikit lagi bertemu dan…

“Hap” Hangeng memagang mulut Heechul untuk menutupnya ,”Demi gengsi kau bahkan mau berciuman?!” Tanya Hangeng dingin.

Heechul terperangah dengan respon dari Hangeng.

“Ciuman itu hanya untuk orang yang kau cintai, bukan untuk sembarang orang.. Bukan untuk main-mainan seperti ini.” Ujar Hangeng lagi yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Heechul di bangku taman Notavel.

‘T-tapi , aku –aku menyukaimu Han!!’ jerit Heechul dalam hatinya.

“Hangeng!!! Aku itu menyukaimu tahu. Aku tidak main-main!!” Pekik Heechul seraya berdiri meneriaki Hangeng dan kemudian terduduk kembali menutup wajahnya, mencoba menyembunyikan air matanya yang mencoba menyembul keluar dari kedua pelupuk mata Heechul.

“Grep!” Heechul merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya lembut..

Dibukanya perlahan kedua matanya yang berair tersebut. ‘H-Han??’

Hangeng mencium bibir Heechul dengan penuh kelembutan cukup lama dan dalam. Mencoba menyalurkan segenap perasaanya menjawab pernyataan Heechul barusan.

Dan setelah bunyi dentangan lonceng berhenti Hangeng melepaskan tautannya.

“Aku sudah tahu itu!” Serunya kemudian.

Heechul terperangah menatap Hangeng, “Tahu? Bagaimana bisa?” Tanya Heechul.

“Siapa sih yang tidak tertarik padaku?” Sahut Hangeng percaya diri.

“Hah???”

“Aku hanya bercanda!!” Ujar Hangeng seraya mengusap puncak kepala Heechul lembut. “Aku juga menyukaimu dari dulu , makanya selama ini setiap kali kau minta aku untuk berpura-pura menjadi pacarmu aku tidak menolak.” Lanjutnya kemudian.

Heechul tersenyum senang , karena ternyata perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.

Tiba-tiba dengan cepat Heechul menarik kerah baju Hangeng , hingga tubuh laki-laki tersebut condong ke arahnya, “Kali ini kau tidak boleh menolak,” bisik Heechul sebelum akhirnya mencium Hangeng.

Kali ini dia yang memulainya terlebih dahulu. Penolakan hangeng yang pertama tadi membuat perasaan kesal tertanam didadanya , dan untuk mengeluarkan perasaan kesal tersebut, Heechul mencium Hangeng secara spontan ,lama , bahkan ciuman mereka kali ini lebih lama dari yang pertama tadi. Dan Hangeng hanya pasrah seraya memberikan respon sebuah pagutan kecil.

Membuat pasangan lainnya yang berada disekitar sana , terpaku memperhatikan Hangeng dan Heechul.

***
END

Well , another very short fiction from me .. ^^
Oh , iya , kayanya aku masih belum bisa lanjutin fiction aku yang lain dulu deh , xixi , sibuk ngurusin tugas yang udah ngantri buat dikerjain -___-
Jadi mungkin beberapa waktu kedepan aku bakal buat short fiction yang rada fluff *menurut aku* tanpa sekuel , cuma oneshoot 😀 kkke~

Well , yang udah baca RCL ya ^^
Kalau ada koment yang bikin aku tertarik lagi , aku bakal langsung bikin short fiction fluff abt Kyumin deh *rayureaders* haha, komen yah ^^
Aku terima apapun koment kalian asal bukan flame dan bashingan ^^


KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Fated To Love You

Tittle : Fated To Love You
Cast : Kyumin
Genre : Genderswitch , Alternatif Romance, Fluff *maybe*
Rate: Teen
Length : Oneshoot
Author : Lidya Natalia
Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.
A/N :Hey Readers!! Long time no see you all 😀 Well , I come again after disappear while one week. And Then , this is my new fiction story about Kyumin ^^ Honestly, the story based on my dream Story 3 days ago. *sigh* If you dislike this Story , don’t read it , okay?
Disclaimer: KyuMin belong to God and KyuMin shipper and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/
Summary : It’s hard to believe that Sungmin get fate to love the boy who has choosen by her parents. Well Sungmin just 17 years old!!

Let’s check it out the story…

***

“Kau dijodohkan?!!!” Pekik sebuah suara dengan sangat keras dengan minuman kaleng ditangan kanannya.

“Wookie, aku tidak tuli. Jangan teriak-teriak seperti itu bicaranya.” Seru seorang gadis balik.

“Iya, iya maaf. Jadi benar kau dijodohkan?” Tanya Ryeowook sekali lagi. “Kau kan masih 17 tahun , Minnie?!” sambung wookie kembali.

“Iya aku tahu. Aku juga sudah bilang sama umma dan appaku, tapi yah kau kan tahu sendiri wookie, gimana gilanya orang tuaku. Orang tuamu saja tahu itu kan?” Tanya Sungmin pada Ryeowook.

“Ya iya sih. Tapi Sungmin, selain kau itu masih 17tahun , kau itu juga masih SMA, kelas 3 SMA.” Tegas Ryeowook sekali lagi.

“Kau tahu wookie yang lebih gila lagi?” Tanya Sungmin sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook.

Dan Ryeowook hanya menggeleng watados.

“Bahkan umma merencanakan pernikahanku itu besok. Jadi besok kau datang ya..” Serunya sembari menegakkan duduknya keposisi semula.

“Mwo!!???” Ryeowook kali ini benar-benar terperangah.

Dia tidak habis pikir dengan kedua orang tua Sungmin. Yah, dia memang sudah tahu lama dari Sungmin maupun orang tuanya sendiri bagaimana kegilaan EunHae couple orang tua Sungmin.

Menurut, Kibum , umma Ryeowook, teman dari Donghae ahjussi dan Eunhyuk ahjumma sewaktu SMA dulu. EunHae couple, orang tua Sungmin itu terkenal disekolahnya. Bukan terkenal karena prestasi mereka. Tapi kegilaan mereka. Mereka itu benar-benar kompak, baik dari segi penguasaan materi pelajaran yang pas-pasan , maupun dalam segi hobi dan kesukaan mereka. Tidak heran kalau pada akhirnya mereka memang berjodoh.

Dan Ryeowook pun tak menyangka kalau ternyata kegilaan orang tua Sungmin , ternyata juga terjadi pada Sungmin, sahabatnya sendiri.

Ryeowook menatap sendu sahabatnya. “Minnie…” panggil Ryeowook dengan suara masih tak percaya.

Sungmin menoleh, “Ya?”

“Kau terima begitu saja perjodohan itu Minnie?” Tanya Ryeowook akhirnya.

“Ya , pada awalnya aku menolak Wookie. Tapi penolakanku justru membuat umma bercerita panjang lebar mengenai orang yang ingin dijodohkan denganku.” Sahut Sungmin.

“Bercerita? Seperti?”

Sungmin kembali menghadapkan tubuhnya menghadap Ryeowook, “Begini, Wookie ‘Chagiya , asal kau tahu ya sayang, Namja yang akan kami jodohkan padamu itu tampan sekali, umurnya juga tidak terlalu jauh berbeda denganmu. Baru 19 tahun , tapi dia sudah sarjana loh. Hebat kan? Anaknya juga baik dan ramah’ Dan itu baru prolog saja Wookie , belum isi dan epilognya.” Jelas Sungmin yang baru saja memperagakan kepada Ryeowook gaya berbicara Ummanya.

“Hahahahha…” Ryeowook tak bisa menahan tawanya ketika membayangkan Eunhyuk ahjumma berbicara dengan Sungmin dengan gaya seperti itu.

“Wookie jangan tertawa diatas penderitaanku!!” Tegas Sungmin.

“Mian Minnie, habis Umma mu lucu , wkwk” Ryeowook kembali tertawa sembari memegangi perutnya.

“Wookie!!”

***

Setelah pulang dari rumah Ryeowook , Sungmin langsung diajak oleh orang tuannya untuk pergi ke Pulau Jeju guna resepsi pernikahannya dan namja yang dijodohkannya. Sebenarnya bukan diajak tapi diculik paksa oleh orang tuanya.

“Umma aku kan masih 17tahun , umma yakin mau menikahkan aku sekarang?? Bahkan aku belum lulus SMA umma,,” Rajuk Sungmin pada Ummanya di mobil ketika dalam perjalanan.

“Yakin , kok Minnie, tenang saja Minnie , calon suamimu itu namja yang baik kok.” Sahut Eunhyuk mencoba meyakinkan Sungmin yang duduk dibelakang ditemani dengan Hyaku , kucing kesayangan Sungmin.

“Kalau nanti aku hamil bagaimana umma ??” Tanya Sungmin

“Tenang saja Sungmin, Kyuhyun bukan orang yang seperti itu kok. Dia juga mengerti kalau kamu itu masih SMA dan belum lulus.” Kali ini Donghae yang berbicara.

Sungmin mengalihkan pandangannya keluar jendela mobilnya. Percuma melawan kedua orangtuanya , Sungmin tak pernah menang

“Ya , namanya juga namja , siapa tahu aja kan.” lirih Sungmin pelan.

****

“Baiklah, Lee Sungmin maukah kau berjanji untuk menjadi pendamping dari Cho Kyuhyun yang setia baik dalam keadaan duka maupun suka , sehat maupun sakit?” *ngarangabis*

“A-aku bersedia..”

***

Ini sudah hampir 3 jam setelah resepsi pernikahan Sungmin dan Kyuhyun, namja pasangan Sungmin. Namun mereka masih saja canggung dan belum mengobrol sama sekali.

Kini Sungmin sudah berganti baju kaus informal lagi, pernikahan mereka benar-benar singkat dan cepat , bahkan hanya dihadiri beberapa sanak keluarga terdekat dari kedua belah pihak.

Sungmin agak heran sebenarnya , namun segala prasangka maupun hipotesa dia buang jauh-jauh dari pikirannya. Pernikahan dini nya saja sudah cukup membebani pikirannya saat ini.

Sungmin menatap lurus kedepan, kini dia berada dibalkon kamarnya. Dia sengaja memilih keluar dari kamarnya, karena Kyuhyun ada didalam.

Bayangannya mengenai malam pertama sepasang kekasih yang baru saja menikah berkelebat di pikirannya. Dia bingung harus bagaimana.

“Dia tidak akan memintaku untuk melakukan itu kan?” Tanya Sungmin pada dirinya sendiri.

Sungmin menggelengkan kepalanya sendiri..”Tidak! Tidak! Tidak! Kata Appa dia juga masih polos sepertiku kok. Iya benar. Tenang Sungmin! Tenang!” Sungmin kembali berbicara pada dirinya sendiri sembari mengelus dadanya.

“Hey!” Seseorang menepuk pundak Sungmin dari belakang, berhasil membuat tubuh Sungmin menegang.

“Sungmin!” Serunya sekali lagi.

Sungmin menoleh. Dan kemudian memaksakan tersenyum.

“A-ada apa??” Tanya Sungmin kemudian.

“A-aku mau tidur. Ini sudah larut. K-kau tidak mau tidur?” Tanya namja yang tidak lain tidak bukan adalah Kyuhyun , suami baru Sungmin.

‘Glek’ Sungmin menelan ludahnya. Ini yang dia takutkan.

“Oppa duluan saja. Nanti aku menyusul.” Tolak Sungmin hati-hati.

“Yasudah kalau begitu , aku duluan ya.” Seru Kyuhyun kemudian masuk kedalam kamar mereka.

“Huft!” Sungmin menghela nafas lega.

“Kalau dari dekat dia memang tidak ada tampang mesum sih. Ramah juga. Tapi .. ah sudahlah.” Sungmin kembali menghadap lurus kedepan balkon, dan kemudian menatap ke arah langit.

Bintang, akankah kau datang untukku..

“Hoamz!!” Sungmin mulai menguap , dilihatnya jam tangan pinknya. “Jam 10. Biasanya aku sudah tidur.” Ucapnya.

“Aih , pengen tidur sih, tapi..” Sungmin melirik sekilas ke arah kamarnya, “Dia baru aja mau tidur kan.Tunggu sejam dulu ah.” Sahut Sungmin yang kemudian duduk di bangku panjang di balkon tersebut.

“Hoamz!! Tapi ngantuk banget, ah bodo ah. Dia juga pasti nggak bakal berani ngapa-ngapain aku. Appa sama Umma kan ada dibawah.” Sungmin pun akhirnya beranjak dari duduknya dan kemudian memutuskan masuk ke kamarnya.

Dibukanya pelan-pelan pintu kamarnya agar tidak membangunkan Kyuhyun, dan kemudian dia berjalan jinjit menuju kasurnya. Dan dengan perlahan dia merebahkan tubuhnya disamping Kyuhyun.

Sungmin mencoba tidur telentang. Dia sedikit tidak terbiasa membagi tempat tidurnnya kecuali dengan Ryeowook. Mau merubah posisinya kesamping juga dia takut membangunkan Kyuhyun.

Tapi tidur dengan posisi telentang malah membuat Sungmin tidak bisa tidur. Sungmin pun mencoba menggeser sedikit badannya ke samping kiri dan kemudian tidur menghadap ke sisi kanan. Itu adalah posisi tidurnya yang biasa.

Tiba-tiba Sungmin dikagetkan dengan gerakan mendadak Kyuhyun yang menghadap ke arahnya dengan mata belum terpejam.

“Eh, maaf!” Seru Kyuhyun kemudian.

“Iya, gwaenchana oppa,” Ucap Sungmin mencoba bersikap ramah.

“Kau sudah belum tidur?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk. “Ehm, oppa kenapa belum tidur?”

“Ehm , aku , aku hanya , aku juga tidak tahu kenapa. padahal tadi sudah mengantuk , ketika sampai ditempat tidur malah terjaga seperti ini.” Jawab Kyuhyun sedikit tertawa ramah.

Dan Sungmin hanya membalas dengan senyuman kecil. “Oh iya oppa , kita belum berkenalan secara resmi sebelumnya. Aku Sungmin, 17 tahun, kelas 3 SMA.” Kata Sungmin tiiba-tiba.

Kyuhyun mengangkat alisnya, “Aku Kyuhyun 19 tahun , baru lulus S1.” Sahut Kyuhyun mencoba mengikuti perkataan Sungmin.

“Oppa.”

“Sungmin , kau bisa panggil aku Kyuhyun saja, tidak usah pakai oppa.” sela Kyuhyun.

“Oh , baiklah. Ehm Kyu, kalau boleh tau , kenapa kau menerima perjodohan ini?”

Kyuhyun memposisikan tubuhnya telentang dan menatap ke langit-langit kamarnya, “Entahlah, tadinya aku juga menolak. Aku tak ingin dijodohkan, selain karena belum tentu aku bisa mencintai orang yang dijodohkan olehku nanti, aku juga belum kenal sebelumnya, jadi aku khawatir akan ada banyak masalah yang timbul.Tapi..” Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin. Sungmin yang sedari tadi memandangi Kyuhyun pun langsung menundukan wajahnya.

“Kata umma dan appaku, kau itu cantik dan cukup baik untukku. Jadi aku iyakan saja perjodohan ini.” Ucap Kyuhyun menyelesaikan jawabannya.

“Ouh.”

‘Cukup baik? Jadi aku belum baik begitu?’ Sungmin berteriak protes dalam hatinya.

“Kau sendiri, Sungmin?”

“Eh?”

“Iya, kau sendiri kenapa menerima perjodohan ini? Waktu aku mendengar bahwa orang yang djodohkan denganku itu langsung saja menerima perjodohan ini, aku agak sedikit heran. Apa dia yakin dengan perjodohan ini. Bahkan aku sempat berharap dia menolaknya.”

“Aku, aku juga sama Kyu, awalnya aku juga menolak , tapi Umma terus meyakinkanku kalau namja yang akan dijodohkan denganku itu sempurna, dalam usia 19 tahun sudah mendapat gelar S1, selain itu juga kata Umma , pernah juara 3 kontes menyanyi. Ya karena itu, aku sedikit mempertimbangkanmu, hhehehe..” Ucap Sungmin kemudian.

Kyuhyun ikut tertawa, “Dasar kau ini.” Ucapnya sembari tanpa sadar mengusap puncak rambut Sungmin.

Tiba-tiba suasana canggung yang tadi sudah mencair hadir kembali, Kyuhyun terus memandang ke arah Sungmin. Sementara Sungmin jadi agak ketakutan, terlebih ketika wajah Kyuhyun perlahan mendekat kearah Sungmin.

“Hoamzz!!!” Sungmin akhirnya kembali menguap menunjukan rasa kantuknya sekaligus mencegah Kyuhyun melakukan macam-macam terhadapnya.

Kyuhyun pun sontak menjauhkan tubuhnya dari Sungmin, dia agak malu sekarang.

“Kyu , aku sudah ngantuk, aku tidur duluan ya..” Ucap Sungmin sembari membalikkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun , kemudian mencoba mengatur nafasnya dan memegangi dadanya.

“Iya, aku juga sudah mengantuk.” Balas Kyuhyun yang juga kemudian membelakangi Sungmin dan lalu memegangi dadanya.

‘Berdebar’ Seru keduanya secara bersamaan didalam hati mereka sendiri.

***
readers : Segitu aja ??
Me: Ya gimana dong, kemarin mimpinya baru sampe sini aja T^T
readers : *bawaparang*
Me : *ngumpetdiketekKYUMIN*

One more gaje’s oneshoot fict T^T
Oke tapi tetep RCL ya buat yang udah baca


KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Smile #The 2nd Sequel of Hurts

Tittle : Smile #The 2nd Sequel of Hurts

Cast : Kyumin

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : Lidya Natalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :I come with sekuel’s story about Kyumin again. Sorry if you felt bored of my fiction, because idk , this fiction can be read or not. And You are right readers, that man was Yesung oppa so Yemin or Kyumin ??

Summary : It’s hard to believe that Kyuhyun cant make Sungmin smile , Just try it Kyu, and you will see her smile.

—–KYUMIN—-

Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari sana dan pulang kerumah. Disepanjang perjalan pulang, otaknya terus saja berfikir keras memikirkan apa yang telah dilihatnya hari itu.

Apakah Kyuhyun harus meninggalkan Sungmin dan membiarkan Sungmin hidup bahagia dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum?

“Ya, sepertinya aku memang harus membiarkan Sungmin bahagia bersama Yesung..”

***

Ia tiba di rumahnya dan terkejut melihat Yesung ada disana.

“Oh, Kyu, kau sudah pulang, apa yang kau lakukan di sana?”

Kyuhyun tersentak dari pikirannya ketika Sungmin memanggilnya, dia tidak menyadari bahwa Kyuhyun tadi berhenti di tengah jalan sembari melihat keakraban mereka berdua. Yesung dan Sungmin.

Dengan perlahan Kyuhyun menghampiri Yesung dan Sungmin. Melihat bagaimana pancaran mata diantara keduanya , dan itu hanya membuat hati Kyuhyun menjadi semakin sakit dan patah. Kini dia merasa , dialah yang sebenarnya menjadi orang ketiga diantara Yesung dan Sungmin.

“Yesung, bisa kita bicara sebentar?” Tanya Kyuhyun sembari menyenggol bahu Yesung untuk mengurangi atmosfir ketegangan yang ditimbulkannya sendiri. Dan kemudian memandang Sungmin untuk memintanya agar meninggalkan mereka berdua dulu.

“Yesung-ah.” Seru Kyuhyun ketika Sungmin sudah mulai pergi. Bahkan dia bingung ingin memulai pembicaraan darimana.

“Kau ingin mengatakan sesuatu, Kyu??” Tanya Yesung mencoba membantu menenangkan Kyuhyun dari ketidaknyamanannya.

“Aku baru saja melihatmu siang ini di ..” Yesung mengerti maksud dari omongan Kyuhyun. Sebenarnya dia ingin menggoda Kyuhyun lebih jauh. Dia ingin mengatakan kepada Kyuhyun , bahwa tadi siang dia memang telah berkencan dengan Sungmin , berkencan dengan sangat dekat satu sama lain.

Namun melihat ekspresi dan sikap dari Kyuhyun ketika baru sampai dirumah nya tadi, Yesung jadi tidak tega menggoda Kyuhyun. “Restoran maksudmu?” tebak Yesung

“Err,,”

“Bersama Sungmin?” sambung Yesung tepat.

Dan Kyuhyun hanya mengangguk.

Mengerti akan kekhawatiran Kyuhyun akan kedekatannya dengan Sungmin, Yesung segera menenangkan Kyuhyun , “Itu bukan apa-apa. Hanya janji makan siang biasa bersama yang sudah direncanakan sejak lama antarsahabat.” Ujarnya sambil menepuk pundak Kyuhyun.

“Oh,” Balas Kyuhyun atas segala penjelasan Yesung barusan.

Sesaat ada keheningan yang menyelimuti mereka berdua.

“Kau membuatnya tersenyum” kata Kyuhyun sembari menundukan wajahnya melihat ke bawah.

Di sisi lain, Yesung kembali menatapnya dengan mata bertanya.

“Kau…Kau bisa membuatnya tersenyum sementara aku tidak. Sejujurnya aku sangat iri sebagaimana aku sangat tidak ingin mengakuinya padamu. Kau selalu bisa membuatnya tersenyum dengan tingkah kecilmu. Sedangkan aku?” Kyuhun menunjuk dirinya sendiri. “Aku butuh usaha keras untuk melihat seulas senyum diwajah cantiknya.” Sambung Kyuhyun kemudian masih dengan wajah tertunduk melihat kebawah.

“Kau membuatnya bahagia.” Sela Yesung kemudian memotong kalimat-kalimat Kyuhyun.”Aku memang membuatnya tersenyum , tapi kau membuatnya bahagia. Sebuah senyuman sangat mudah untuk diperlihatkan , meskipun hanya dari luar. Tapi tidak dengan kebahagian, kebahagian itu terpancar dari dalam, dan kau membuatnya bahagia dari dalam.” Yesung sedikit tersenyum sebelum melanjutkan kembali perkataannya.

“Baiklah, sepertinya lebih baik aku pergi. Hanya itu yang dapat aku beritahukan kepadamu untuk bisa kau pikirkan. Katakan pada Sungmin kalau aku telah pulang.”

Kyuhyun yang sedari tadi terdiam sontak langsung memeluk Yesung, kagum akan pemikiran luas dari sahabatnya ini. “Terima kasih Yesung, terima kasih banyak.” Serunya secara terus menerus.

Yesung tersenyum sambil menepuk punggung Kyuhyun. “Masuklah ke dalam … Dia menunggu” ujarnya kemudian.

Kyuhyun lalu tersenyum dan berlari menuju pintu, menuju kebahagiaannya.

Sesampainya dia kedalam rumah , tepatnya dikamarnya. Kyuhyun melihat Sungmin tengah duduk di sisi ranjang mereka seraya terlihat memikirkan sesuatu.

“Minnie..” Seru Kyuhyun pelan sambil menghampiri istrinya.

Sungmin menengadahkan kepalanya ke arah Kyuhyun, dan kemudian berdiri dari duduknya, “Kyu..”

Kyuhyun langsung memeluk Sungmin erat, mengekspresikan rasa cintanya yang begitu mendalam terhadap Sungmin, yang baru dia sadari setelah hampir saja Sungmin direbut oleh orang lain.

“Kyu kau kenapa?” Tanya Sungmin bingung.

“Tidak apa, aku hanya ingin memelukmu saja. Boleh kan?” Tanya Kyuhyun tak melepaskan pelukannya.

Sungmin tersenyum tanpa diketahui Kyuhyun, “Tentu saja boleh Kyu,” sahutnya seraya meletakan tangannya dipunggung Kyuhyun.

“Minnie..”

“Ya..?”

“Aku mencintaimu..”

“Aku juga Kyu , bahkan rasa cintaku terhadapmu lebih besar dari rasa cintaku pada diriku sendiri.” Sahut Sungmin.

Kyuhyun mengusap punggung Sungmin lembut, “Ne , aku tahu Minnie..” Balas Kyuhyun sembari mengecup puncak kepala Sungmin.

“Kyu,,” Kali ini gantian Sungmin yang memanggil Kyuhyun duluan tetap dalam posisi yang sama. “Yesung kemana?” Tanya Sungmin kemudian.

“Dia sudah pulang, tadi dia hanya pamit kepadaku.” Jawab Kyuhyun seadanya.

“Oh begitu, oh iya , Kyu maaf ya tadi aku tidak bisa menemanimu makan siang. Sebenarnya aku ada janji dengan…”

“Yesung?”

“Ne, Kyu , kau tidak marah kan?” Tanya Sungmin takut.

Kyuhyun kemudian melepaskan pelukannya pada Sungmin. Dia menatap wajah Sungmin sesaat dan kemudian memegang wajah Sungmin dengan kedua telapak tangannya, “Tidak usah ketakutan seperti itu , Minnie.” Ucapnya seraya mencubit hidung Sungmin. “Aku tidak marah.” sambung Kyuhyun kemudian.

“Ouh syukurlah.” Ucap Sungmin sembari tersenyum manis, “Aku pikir kau akan marah.” lanjutnya.

“Aku akan marah padamu , kalau kau menolak untuk ku ajak jalan-jalan besok.” Seru Kyuhyun kemudian membuat Sungmin kaget.

“Jalan-jalan?” Tanya Sungmin.

“Iya, kali ini kau tidak bisa menolaknya Minnie.” Ujar Kyuhyun.

“Tentu aku tidak akan menolak.” Sungmin kembali tersenyum sampai kedua matanya berbentuk seperti bulan sabit.

Dan senyuman Sungmin merupakan hal terindah bagi Kyuhyun yang telah dilihatnya hari ini. Melihat senyum dari wanita dihadapannya, sedikit membuat kekhawatiran Kyuhyun akan Sungmin berpaling darinya sirna.

Jadi ini yang dimaksud Yesung dengan dirinya dapat memberikan kebahagian untuk Sungmin ?

“Lihat saja Yesung, aku bisa memberikan sebuah kebahagian yang terpancar dari dalam melalui senyumannya.” Ujar Kyuhyun senang dalam hati tanpa diketahui oleh Sungmin.

***

Gimana readers sama sekuel keduanya ? udah mulai bosenkah??

by the way, mian juga kalo aku gabisa balesin koment kalian satu-satu 🙂 tenang aja aku baca semua komentar dan masukan dari kalian kok 🙂

Keep Comment ya ^^


KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / D’Popular / Part 3

Tittle : Popular

Part : 3

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Lee SungMin as Minnie
Cho KyuHyun as Kyuhyun
Kim Kibum as Kibum
Kim HeeChul as Chulie Minnie friends
Tan HanGeng as Minnie oppa
Jungmo as Kyuhyun friends
Lee Donghae as Kyuhyun friends
Lee Hyukjae as Kyuhyun friends
Zhoumi as Minnie appa
Henry as Minnie eomma
Kim YoungWon as KyuHyun appa
Park JungSoo as KyuHyun eomma

Cameo : member Super Junior n Shinee

Genre : Romance

Gak suka? Jangan baca^^

happy reading^^

maaf, ada pergantian pemain, Changmin aku ganti jadi Jungmo. Soalnya Changmin itu udah jadi adik kelasnya Minnie di Dongguk High School, sekolah Minnie yang dulu. Mungkin ada yang gak sadar, tapi kalau ada yang, aku kan malu. Maaf atas ketidak telitianku*bow*

kalo yang gak bisa liat catatanku yang sebelumnya, bisa liat di WPku,,
http://labusepet.wordpress.com/

@kadiaman keluarga Tan

“aku pulang”seru Minnie lesu.
“ya ampun Minnie kau kenapa?”Tanya Heechul cemas melihat kondisi Minnie yang mengenaskan, dengan luka ditangan dan lutut Minnie.
“Chulie? Kenapa kau disini?”Tanya Minnie balik.
“huh? aku kan memang selalu datang kerumahmu setiap pulang sekolah”jawab Heechul.
“oh ya, kau lupa”balas Minnie lalu mendudukan tubuhnya disofa.
“Minnie, kau aneh”komentar Heechul setelah melihat minnie sekarang
Minnie diam saja tidak menyahut ucapan Heechul, biasanya diejek sedikit saja Minnie akan menjitak Heechul.
“kau kenapa si Minnie?”Tanya Heechul.
“aku sedang kesal Chulie”jawab Minnie
“dengan siapa? Memangnya ada yang berani membuatmu kesal?”Tanya Heechul lagi.
“tentu saja ada”
“siapa?”
“yang pertama teman sebangku ku, dan yang kedua orang yang sudah menyerempetku”
“OMO! Kau diserempet Minnie?”
“kau tak lihat luka yang ada di badanku”omel Minnie.
“ku pikir kau hanya jatuh dari sepeda saja”
“iya, aku memang jatuh dari sepeda, tapi aku jatuh dari sepeda karena diserempet orang”marah Minnie.
“kau tahu siapa orangnya?”Tanya Heechul.
“tidak, tapi akan”jawab Minnie.
“ternyata bersekolah di sana adalah kesalahanku”desah Minnie.
“kenapa begitu?”
“teman sebangku ku terlalu menyebalkan”
“memangnya apa yang di lakukan teman sebangkumu?”
“sepertinya dia tahu siapa aku”cerita Minnie.
“kok bisa? Memangnya kau melakukan kesalahan apa?”
“aku tidak melakukan kesalahan apa-apa, hanya saja dia terlalu pintar dan jalan pikirannya yang tidak bisa aku tebak sama sekali”jelas Minnie.
“huh? memang ada orang seperti itu?”Tanya Heechul
“ada, buktinya ya dia”
“Aku kira orang paling pintar itu kau” ucap Heechul.
“kau terlalu berlebihan”cibir Minnie.
“lalu apa rencanamu?”Tanya Heechul.
“aku akan cari tahu siapa dia sebenarnya dan kenapa dia terus saja mendesakku untuk memberitahu siapa diriku yang sebenarnya”jelas Minnie.
“Hwaiting Minnie”ucap Heechul member semangat dan memukul tangan Minnie lumayan kencang.
“awww”ringis Minnie.
“sorry, aku tidak sengaja”ucap Heechul.
“kau ini”geram Minnie.
“lebih baik kita obati dulu lukamu”
“hm”respon Minnie.
“pokoknya besok aku akan mengantarmu kesekolah”ucap Heechul.
“tidak”tolak Minnie cepat.
“harus mau, kalau tidak aku akan menghasut eommamu agar memindahkanmu lagi kesekolah yang lama, bersamaku”ancam Heechul.
Minnie pasti akan menuruti Heechul jika sudah ada hubungannya dengan Eommanya, karena eommanya pasti akan lebih mendengarkan Heechul dari pada dirinya. Entah apa yang Heechul katakan pada eommanya, yang pasti eommanya akan lebih mendengarkan Heechul.
“dasar licik”cibir Minnie.
“Thank’s”balas Heechul.

~ke esokan harinya~

“CHULIE CEPAT”teriak Minnie murka di telepon
“aduh Minnie, bisa gak suaramu dikecilkan, kau membangunkan Heebum tahu”omel Heechul.
“heebum?”
“ne, wae?”
“jangan bilang kau masih dirumah Kim Heechul?”Tanya Minnie tajam.
“tapi aku sudah mau-“
“5 menit kau harus sudah ada dihadapanku”ucap Minnie dingin.
“tut tut”sambungan telepon terputus.
“dasar tidak sabaran”cibir Heechul, lalu keluar kamarnya dan bergegas kerumah Minnie.
“pak Choi, antarkan aku kerumah Minnie, dalam 5 menit harus sudah sampai disana, bagaimanapun caranya”perintah Heechul.
“baik nona”
Dengan kecepatan tinggi pak Choi menerobos jalanan di seoul, agar samapi dirumah Minnie dalam 5 menit.
“pak Choi pelan-pelan”ucap Heechul ketakutan.
“bukankah tadi nona yang minta supaya saya sampai dirumah Minnie nona dalam 5 menit”balas pak Choi.
“huh”dengus Heechul kesal.
“kau telat 7 detik”ucap Minnie dingin ketika Heechul sampai dihadapannya.
“huh? kau jangan berlebihan Minnie, sudah cepat masuk”seru Heechul.
Tanpa banyak bicara lagi Minnie masuk ke dalam mobil Heechul.
“pak Choi ke Hanyang High School”perintah Chulie.
“baik nona”
Mobil Heechul malaju dengan kecapatan tinggi karena sedang mengejar waktu.
“pak Choi berhenti disini saja”ucap Minnie.
“loh? Tapikan Hanyang High School masih jauh Minnie?”Tanya Heechul bingung.
“tak apa, aku akan jalan kaki dari sini”ucap Minnie.
“tapi kau kan lututmu masih sakit Minnie”
“hanya seperti ini tak masalah bagiku”
“tapi-“
“aku harus menjaga rahasiaku Chulie”ucap Minnie.
“baiklah, hati-hati Minnie”balas Heechul.
“ne, bye”
Masih sisa 7 menit sebelum bel masuk berbunyi, tapi sekolah Minnie masih lumayan jauh, jadi Minnie harus berlari agar tidak terlambat.
“sekalian olah raga”gumam Minnie dan mulai berlari.
“hosh hosh hosh”
“mianhamnida seonsaengnim aku terlambat”ucap Minnie.
“keluar”balas Park seonsaengnim yang terkenal galaknya dan sangat disiplin.
Yoona n genknya sangat senang melihat Minnie yang di usir oleh Park seonsaengnim.
“hahaha, rasakan”ucap Yoona senang
“tapi seonsaengnim-“
“Kau pikir kau siapa bisa datang terlambat dalam pelajaran saya”bentak Park seonsaengnim
Minnie yang sudah mendapatkan ide hanya tersenyum dan merapikan seragamnya.
“silahkan masuk, kau murid baru ya”Tanya Park seonsaengnim yang tiba-tiba berubah jadi ramah. Dan itu membuat seluruh murid di kelas XI-A kaget.
“ne seonsaengnim”jawab Minnie.
“kau boleh duduk”ucap Park seonsaengnim
“kamsahamnida seonsaengnim”balas Minnie
“ne”
Minnie berjalan ke kursinya dengan santai.
“park seonsaengnim baik ya”ucap Minnie sengaja ketika sudah duduk di kursinya.
“aneh”komentar Kibum
“apanya?”tanya Minnie pura-pura bodoh.
“apa yang kaku lakukan?”tanya Kibum curiga.
“memang apa yang aku lakukan?”tanya Minnie balik.
“pasti ada yang kau lakukan hingga Park seonsaengnim mengijinkanmu masuk”selidik Kibum.
“haha, kau terlalu curiga padaku, kau lihatkan aku tak melakukan apa-apa”jelas Minnie.
“Park seonsaengnim saja orangnya baik”tambah Minnie.

Kibum yang memang belum menemukan bukti tentang Minnie, hanya diam tidak membalas ucapan Minnie. lalu mereka kembali memperhatikan pelajaran Park seonsaengnim, yaitu matematika.

~istirahat~

“hi”sapa Kyuhyun ramah.
Kyuhyun masih berusaha untuk mendapatkan Minnie, dia tidak ingin manari di aula dan kalah dalam taruhan ini. harga dirinya sebagai namja paling popular dan keren disekolah di pertaruhkan dalam taruhan kali ini.
‘pengganggu’batin Minnie jengah melihat Kyuhyun.
dengan santainya Minnie menengadahkan tangannya, membuat Kyuhyun bingung.
“apa maksudmu?”tanya Kyuhyun yang tidak mengerti maksud Minnie.
“500.000 won untuk biaya berobat siku dan lututku”jawab Minnie.
“hah? kenapa kau minta padaku?”tanya Kyuhyun lagi.
“Audi Hitam B 6984 FTE, atas nama Cho Kyuhyun”jawab Minnie.
‘sial, bagaiman dia tahu kalau itu mobil baru gue, yang tahu kan cuma temen-temen gue doang’batin Kyuhyun bingung.
‘emangnya loe doang yang bisa manfaatin kekayaan orang tua, gue juga bisa’batin Minnie sambil tersenyum evil kearah Kyuhyun
“mau ganti rugi atau gue laporin polisi, atas tuduhan tabrak lari dan loe bakalan di denda 75 juta won or di penjara selama 3 tahun”jelas Minnie panjang lebar.
“iya gue bayar”ucap Kyuhyun dan mengeluarkan uang dari dompetnya.
“udah sana pergi”usir Minnie setelah Kyuhyun menyerahkan uangnya.
‘dasar yeoja nyebelin, awas loe pasti gue bales’batin Kyuhyun kesal dan meninggalkan meja Minnie.
“rasain loe, emang enak gue kuras dompet loe”ucap Minnie ketika Kyuhyun sudah sampai di kursinya.
“liatin gue biasa aja kali, nanti suka loe”ucap Minnie yang tahu Kibum sedang memperhatikannya.
“entah kenapa gue tertarik sama loe”ucap Kibum jujur.
“haha. gue itu emang menarik kali, jadi wajar kalau loe tertarik sama gue”ucap Minnie narsis.
“bukan tertarik suka, tapi tertarik karena penasaran, jangan kepedean deh”ralat Kibum.
“terserah deh, tapi jujur aja, gue juga tertarik sama loe karena loe susah di tebak dan loe namja yang pintar”ucap Minnie jujur.
“gue bukan type orang yang banyak omong, tapi sama loe gue jadi bawel gini”ucap Kibum.
“sama dong, gue juga bukan type orang yang suka banyak omong kalau bukan sama orang terdekat gue”balas Minnie.
“Sungmin, kau dipanggil Park seonsaengnim”ucap teman sekelas Minnie.
“oh baiklah”
Minnie segera menuju ruang guru karena ia di panggil oleh Park seonsaengnim.
TOK TOK
“masuk”perintah Park seonsaengnim dari dalam ruangannya.
“duduklah”ucap Park seonsaengnim lagi.
“ne seonsaengnim”
“ada apa seonsaengnim memanggilku?”tanya Minnie ketika sudah duduk.
“apakah pin yang kau pakai itu punyamu?”tanya Park seonsaengnim sambil menunjuk pin yang Minnie kenakan.
“tentu saja, wae seonsaengnim?”tanya Minnie pura-pura tidak mengerti maksud Park seonsaengnim.
“pinmu sama dengan punya pemilik sekolah ini”ucap Park seonsaengnim.
“kau tahu namaku siapa seonsaengnim?”tanya Minnie.
“Tan Sungmin”jawab Park seonsaengnim.
“OMO! jangan bilang kau anak dari pemilik sekolah ini”ucap Park seonsaengnim.
“kecilkan suaramu seonsaengnim, kalau sampai ada yang mendengarnya siap-siap mencari pekerjaan baru”ucap Minnie.
“baiklah”balas Park seonsaengnim patuh.
“oh ya, jangan perlakukan aku berbeda dari yang lainnya, itu akan membuat yang lain curiga padaku”ucap Minnie lagi.
“ne”
“ada yang ingin dibicarakan lagi seonsaengnim?”tanya Minnie.
“anio, kau bisa kembali ke kelas”
“ne”

~sementara itu di lain tempat~

“arghh”desah Kyuhyun kesal.
“kenapa loe Kyu?”tanya Jungmo teman sebangku Kyuhyun.
“sial, itu yeoja cupu susah banget di deketin,loe tahu gak tadi gue abis dirampok sama dia”cerita Kyuhyun
“kok bisa?”tanya Donghae dan Eunhyuk bersamaan.
“dia minta uang ganti rugi sama gue, dia tahu kalau yang nyerempet dia kemarin itu gue, padahal kemarin gue pake mobil baru dan gue jamin gak akan ada yang tahu kalau mobil itu mobil gue kecuali kalian”jawab Kyuhyun.
“hebat banget tuh yeoja”komentar Jungmo.
“gue curiga sama dia”ucap Kyuhyun.
“curiga gimana?”tanya Eunhyuk.
“ya gue curiga darimana dia tahu kalau mobil yang nyerempet dia itu gue”jawab Kyuhyun.
“kan dia bisa tanya polisi”ucap Donghae.
“iya Kyu, dia bisa tanya polisi”timapl Eunhyuk.
“iya juga si, tapi kenapa dia gak sekalian laporin gue aja ke polisi”ucap Kyuhyun lagi.
“ekh babo, emangnya loe mau di penjara?”tanya Jungmo sambil menjitak kepala Kyuhyun.
“aww, gak si”balasnya sambil mengelus kepalanya.
“harusanya loe berterima kasih sama dia karena dia gak laporin loe ke polisi”ucap Kyuhyun.
“apanya yang terima kasih, dia udah rampok uang gue 500.000 won tahu”sewot Kyuhyun.
“hahaha, amal Kyu, buat orang miskin”ejek Eunhyuk.
“tahu akh”marah Kyuhyun.

*****D’Popular*****


KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / D’Popular / Part 2

Tittle : Popular

Part : 2

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Lee SungMin as Minnie

Cho KyuHyun as Kyuhyun

Kim Kibum as Kibum

Kim HeeChul as Chulie Minnie friends

Tan HanGeng as Minnie oppa

Shim ChangMin as Kyuhyun friends

Lee DongHae as Kyuhyun friends

Lee HyukJae as Kyuhyun friends

Zhoumi as Minnie appa

Henry as Minnie eomma

Kim YoungWon as KyuHyun appa

Park JungSoo as KyuHyun eomma

Cameo : Member Super Junior n Shinee

Genre : Romance

Gak suka? Jangan baca^^

happy reading^^

“Minnie ayo ceritakan tentang sekolah barumu?”pinta Heechul, yang saat ini tengah berada di kamar Minnie untuk mendengarkan cerita Minnie tentang sekolah barunya.

“biasa saja”jawab Minnie sambil merebahkan dirinya di kasur king size-nya.

“tidak ada yang perlu diceritakan Chulie, biasa saja”tambah Minnie dengan malas.

“bagaimana dengan namja disana apakah ada yang tampan?”Tanya Heechul lagi dengan semangat.

“sama saja seperti di dongguk tidak jauh beda”jawab Minnie.

“ada yang menarik perhatianmu?”Tanya Heechul terus menerus.

Minnie menggeleng, sebagai jawaban tidak!

“ya! Jangan-jangan kau tidak normal Minnie”ucap Heechul asal.

“pletak”

“aww”ringis Heechul karena Minnie memukul kepalanya.

“makanya kalau bicara jangan asal”ucap Minnie kesal.

“lalu kenapa sampai sekarang kau tidak punya pacar?”balas Heechul.

“karena tidak ada yang menarik bagiku”

“iya, karena kau tertarik pada yeoja”cibir Heechul

“ya!”marah Minnie, hendak memukul Heechul lagi, tapi kali ini Heechul berhasil menghindar.

“aku hanya bercanda”cengir Heechul.

“Minnie aku sekolah ditempatmu ya”rajuk Heechul.

“Tidak!”tolak Minnie cepat.

“aku kesepian Minnie tidak ada kau disekolah”

“ayolah Chulie, jangan begini, kita kan masih bisa bertemu sepulang sekolah seperti ini”

“tapi aku ingin satu sekolah denganmu”Mohon Heechul sambil memasang wajah memelas andalannya.

“tetap tidak bisa”

“kau menyebalkan”cibir Heechul.

“memang”balas Minnie cuek.

~Ke Esokan Harinya~

@Hanyang High School

Hari ini Minnie berangkat kesekolah menggunakan sepeda, supaya penyamarannya sebagai yeoja miskin lebih meyakinkan.

“ada apa si? Kok rame banget di depan madding”gumam Minnie ketika dia sudah berada di sekolah dan hendak menuju parkiran yang melewati madding sekolah.

Tanpa Minnie sadari banyak siswa-siswi yang sedang memperhatikannya. Dengan cuek Minnie berjalan menuju kelasnya, karena dia tidak suka keramaian.

Sesampainya Minnie di kelas dia baru sadar kalau teman-temannya memperhatikannya.

“ada apa si ini?”Tanya Minnie kepada teman sebangkunya. Walaupun Minnie tidak yakin teman sebangkunya ini akan menjawab pertanyaannya.

“kau tidak tahu?”tanyanya balik dengan dingin dan tanpa menoleh dari buku yang sedang ia baca.

“tidak, kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya padamu, buang-buang waktu saja”balas Minnie tak kalah dingin.

“dasar kudet”serunya .

“hei, aku bertanya bukan memintamu mengejekku”balas Minnie dengan emosi.

“pagi-pagi sudah buat orang bad mood”tambah Minnie lagi, lalu pergi keluar kelas dan menuju kantin, karena Minnie belum sarapan.

Minnie terus berjalan ke kantin, tapi kali ini dengan risih, karena banyak orang yang memperhatikannya selama perjalanan menuju kantin.

Minnie melirik kearah mereka dengan tajam dan sukses membuat orang-orang yang dari tadi memperhatikannya pergi.

‘ada apa si?’ batin Minnie kesal, dan Minnie mempercepat langkahnya menuju kantin.

“ahjussi, aku pesan roti cokelat 2 dan susu cokelat 1 “ucap Minnie kepada penjual makanan yang berada di Hanyang High School.

“ne agasshi”

Tak lama pesanan Minnie pun datang, dengan santai Minnie memakan makanannya. Selang 10 menit makanan yang tadi Minnie pesan sekarang sudah habis. Karena masih ada waktu sekitar 7 menit sebelum bel masuk berbunyi, Minnie memutuskan untuk ke toilet terlebih dahulu, untuk merapihkan penyamarannya.

Didalam toilet Minnie mendengar percakapan sekumpulan yeoja yang sedang membicarakannya, Minnie yang mendengarnya dari balik toilet sengaja tidak keluar agar dapat mengetahui apa yang sedang mereka gosipkan.

“eh, loe tahu gak anak baru yang kemarin masuk?”Tanya yeoja pertama.

“yang mana?”Tanya yeoja ke dua.

“itu yang cupu, kalau gak salah namanya Sungmin”jawab yeoja pertama.

“oh iya, gue tahu”seru yeoja ke dua dan ketiga, karena orang yang sedang membicarakan Minnie berjumlah tiga orang.

“tadi dia bikin heboh madding loh”ucap yeoja pertama.

“bikin heboh gimana maksud loe?”Tanya yeoja ketiga.

“kemarin menurut berita dari anak kelas XI-A dia dilabrak Yoona n genknya”

“ah itu kan biasa”seru yeoja kedua dan mendapat anggukan dari yeoja ketiga.

“iya itu gue juga tahu, loe tahu apa yang bikin heboh?”tanyan yeoja pertama dan mendapat gelengan kepala dari yeoja kedua dan ketiga.

“pas Yoona mau nampar tuh anak baru, si anak baru nahan tangan Yoona dan dia ngelawan Yoona dan buat Yoona memohon kedia buat ngelepasin cengkramannya”ucap yeoja pertama.

“hah? Hebat banget tuh anak baru”seru yeoja kedua.

“tapi kasian pasti nanti dia bakalan di keluarin, Yoona kan salah satu penyumbang terbesar di sekolah kita”ucap yeoja ketiga.

“iya dan juga siapa orang yang berani pasang berita ini di mading coba? Cari gara-gara aja”timpal yeoja kedua.

“siapa lagi kalau bukan Jokwon anak XI-C si penyebar berita ter-update di sekolah kita”seru yeoja pertama.

Teng Teng Teng*bayangin aja suara belnya kayak di dorama or kartu japan*

“yah udah masuk, ke kelas yuk”seru yeoja ketiga.

“ayo”balas yeoja kedua dan ketiga.

Minnie keluar dari balik toilet dengan kesal, karena tujuan dia sekolah disini untuk tenang bukan untuk mendapat sorotan seperti ini.

“bisa-bisa penyamaran gue ke bongkar kalau terus kayak gini”gumam Minnie pelan dan menuju kelasnnya.

Saat pelajaran berlangsung Minnie sama sekali tidak konsen dan terus memikirkan rencana bagaimana caranya membuat berita tentang dia hulang.

“tidak usah kau pikirkan”ucap teman sebanghu Minnie pelan.

“ekh, maksudmu?”Tanya Minnie bingung.

“anggap saja kau beruntung, karena kau tidak perlu susah payah untuk menjadi popular”jelas teman sebangku Minnie datar.

“aku tak suka jadi popular”balas Minnie ketus.

“tak usah munafik, bukankah semua orang ingin popular?”

“termasuk dirimu?”ucap Minnie dingin.

“Tapi aku tak suka jadi popular, terlalu berisik dan mengganggu. Jadi jangan samakan aku denganmu dan orang lain, aku tak suka”tambah Minnie.

Setelah percakapan singkat Minnie dengan teman sebangkunya, yang sampai sekarang Minnie belum tahu namanya. Minnie mencoba konsentrasi dengan pelajaran yang sedang di jelaskan oleh Jung seonsaengnim yaitu pelajaran bahasa inggris.

Saat Minnie dan teman sekelas lainnya sedang konsentrasi dengan pelajaran, tiba-tiba ada seorang namja yang masuk begitu saja tanpa permisi, lalu dengan santainya dia duduk di kursinya yang terletak di pojok belakang baris pertama dari pintu. Jung Seonsaengnim yang melihat namja itu masuk terus melanjutkan pelajarannya karena sudah terbiasa namja itu terlambat. Sementara Minnie terus memperhatikan namja tersebut dengan tatapan tajam, sempat sang namja menoleh kearah Minnie dan bertatap muka dengan Minnie walaupun Cuma sebentar lalu melanjutkan langkahnya ke kursinya.

“tak usah menatapnya seperti itu, dia sudah biasa seperti itu”ucap teman sebangku Minnie.

“dia kah namja paling popular di sekolah ini dan penyumbang dana terbesar”ucap Minnie datar.

“benar dan kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?”Tanya teman sebangku Minnie.

“tentu saja, menjauhinya dan jangan mencari gara-gara dengannya, atau aku tanpa sebab akan dikeluarkan dari sekolah ini”ucap Minnie datar sambil mencatat apa yang di tulis Jung seonsaengnim.

“sepertinya kau sudah sangat mengerti”ucap teman sebangku Minnie.

“tentu saja, ini sangat mudah ditebak”balas Minnie datar.

“oh ya, ngomong-ngomong siapa namamu?”Tanya Minnie yang merasa aneh, dia berbicara panjang lebar dengan seseorang tetapi tidak tahu siapa namanya.

“dalam hitungan kelima kau akan tahu namaku”ucap namja itu santai.

“ekh”seru Minnie bingung dan menoleh kapada teman sebangkunya.

“hitunglah”ucapnya lagi.

“1”

“2”

“3”

“4”

“5”

“Kibum, tolong kau kerjakan soal di depan”perintah Jung seonsaengnim

“ne seonsaengnim”balas Kibum, lalu Kibum beranjak kearah papan tulis dan sempat memberikan Killer smilenya kepada Minnie sebelum mengerjakan soal dari Jung seonsaengnim.

Minnie sempat terbengong beberapa saat, ketika Kibum memberikan senyumannya kepada Minnie dan itu pertama kalinya ada namja yang mampu membuat Minnie terbengong hanya karena senyumannya. Dan satu lagi yang membuat Minnie terbengong, karena Kibum itu berbeda dari namja yang lainnya dan Kibum satu-satunya namja yang jalan pikirnannya tidak bisa Minnie tebak.

“jadi dia bernama Kibum, menarik”gumam Minnie dan tersenyum.

Tanpa Minnie sadari namja yang tadi datang terlambat sedang memperhatikan Minnie dengan dahi berkerut.

“siapa dia Min?”Tanya namja itu kepada temannya sebangkunya sambil menunjuk kearah Minnie.

“oh dia, anak baru”jawab temannya yang tadi dia panggil dengan sebutan Won dan bernama lengkap Shim ChangMin.

“oh”respon sang namja singkat.

“gimana kalau kita taruhan?”Tanya seorang namja yang duduk di depan meja namja yang tadi datang terlambat.

“boleh, apa taruahnnya?”Tanya sang namja yang tadi datang terlambat.

“gimana kalau taruhan kita kali ini anak baru yang cupu itu”ucap teman sebangku namja yang tadi mengajak taruhan.

“hah? Gak salah loe Nyet? Ngapain jadiin dia bahan taruhan, gak penting banget”ucap namja yang tadi datang terlambat dengan sombongnya.

“loe gak tahu si, kemarin dia di labrak Yoona n genknya tapi dia yang malah bikin Yoona ketakutan”sela teman sebangku namja itu, Changmin.

“masa sih? Gue rasa dia lemah ah”komenmtarnya.

“mau coba dapetin dia gak?”Tanya namja yang tadi mengajak taruhan.

“apa yang gue dapet kalau gue bisa naklukin dia?”Tanya namja yang tadi terlambat dengan sombongnya.

“gue traktir loe dugem tiap malem selama sebulan”ucap Changmin

“kalo loe Hae?”tanyannya kepada namja yang tadi mengajaknya taruhan yang dipanggil Donghae dan bernama lengkap Lee Donghae.

“gue bayarin loe makan disekolah ini selama sebulan juga”

“loe Nyuk?”Tanya namja itu yang kali ini bertanya kepada teman sebangku Donghae sekaligus kembaran Donghae, yang bernama lengakap Lee Hyukjae tapi biasa dipanggil Eunhyuk.

“gue ijinin loe pake Mobil baru gue”

“waw”

“tapi dengan syarat tanpa lecet sedikitpun”tambah Eunhyuk.

“ok deh”

“dan buat loe Kyu, kalo sampe loe gak bisa dapetin dia selama seminggu, loe harus joget lagunya KARA yang MR dengan kostumnya lengkap, di aula dan disaksiin seluruh murid sekolah ini dan loe harus lakuin apa yang tadi gue, Changmin n Eunhyuk ucapin tapi selama seminggu aja, gimana setuju kan loe semua”ucap Donghae panjang lebar.

Namja yang tadi terlambat yang ternyata bernama Cho Kyuhyun dan dipanggil Kyu ini, sedang memikirkan tawaran Donghae.

“gue si setuju aja”ucap Changmin.

“gue juga”timpal Eunhyuk.

“gimana Kyu? Tinggal loe nih yang belum setuju? Apa jangan-jangan loe takut lagi”

“gak ada dalam kamus seorang Cho Kyuhyun takut. Ok, gue setuju dan buat loe bertiga siap-siap kalah”ujar Kyuhyun dengan sombongnya.

“kita liat aja”bales Donghae, Eunhyuk dan Changmin berbarengan.

~Istirahat~

Saat istirahat Kyuhyun mulai melancarkan aksinya, untuk mendapatkan Minnie.

“hi”sapa Kyuhyun

“sok ramah”ucap Minnie dengan dinginnya.

“hah?”Kyuhyun kaget dengan ucapan Minnie.

“tadi loe ngomong apa?”Tanya Kyuhyun memastikan bahwa yang dia dengar tidak salah.

“sok ramah”ulang Minnie dengan nada dan ekspresi yang sama seperti tadi, yaitu dingin.

Kyuhyun menganga tak percaya bahwa yang ia dengar memang benar.

‘gila nih yeoja, udah cupu belagu lagi’maki Kyuhyun dalam hati.

“kok respon loe kayak gitu si?”Tanya Kyuhyun berusaha sabar, kalau bukan Karena dia sedang taruhan dia tidak akan SUDI mendekati Minnie.

“terus mau loe apa?”Tanya Minnie datar.

“se-enggaknya loe bales dong salam dari gue”jawab Kyuhyun

“pengen banget banget banget ya?”Tanya Minnie dengan muka semenyebalkan mungkin.

Kyuhyun yang mendengar ucapan Minnie dan ekspresi wajahnya ingin sekali menghajarnya.

‘sabar Kyu, inget ini demi taruhan’ucap Kyuhyun dalam hati berusaha sabar.

“iya, gue pengen banget banget banget”balas Kyuhyun dengan meniru ekspresi dan suara Minnie.

Minnie jadi sedikit kesal dengan Kyuhyun yang menirukan dirinya, lalu Minnie menatap Kyuhyun dengan tatapan merendahkan

“hei, jangan liatin gue kayak gitu”ucap Kyuhyun merasa risih.

“wae?”Tanya Minnie dengan tampang nyolotnya.

Entah kenapa Minnie sangat sebal dengan orang seperti Kyuhyun yang memfaatkan kekayaan orang tuanya, padahal dia juga bisa dibilang seperti Kyuhyun.

“aku tak suka”ucap Kyuhyun mulai kesal dengan sikap Minnie.

“tapi aku suka, gimana dong?”balas Minnie menantang.

“terserah”ucap Kyuhyun lalu pergi.

“hahaha”tawa Minnie setelah Kyuhyun pergi dari mejanya.

“sebaiknya kau hati-hati”ucap Kibum, yang dari tadi disamping mereka.

“haha, aku tidak takut padanya”balas Minnie masih tertawa.

“aku tahu, tapi rahasiamu bisa terbongkar”ucap Kibum yang sedari tadi mendengarkan musik, atau pura-pura mendengarkan music.

“rahasia apa? Jangan bilang kau masih menganggapku orang kaya”ucap Minnie.

“aku tidak bilang kau orang kaya”balas Kibum.

Minnie terdiam sesaat, Kibum memang tidak pernah bilang kalau dia orang kaya.

“tapi maksudmu seperti itu”ralat Minnie.

“tapi aku benarkan?”ucap Kibum datar.

“hei ternyata aku benar, kau tidak sedang mendengarkan music”ucap Minnie mengalihkan pembicaraan.

“jangan mengalihkan pembicaraan dengan kata-kata yang sama, akan ketahuan jika kau sedang terpojok”balas Kibum tepat sasaran.

Minnie menghembuskan napasnya dengan kasar, Minnie sangat kesal dengan Kibum jika seperti ini. Kibum sangat pintar, sangat berbeda dengan namja-namja lain.

“aku Tanya sekali lagi, siapa kau?”Tanya Kibum.

“seharusnya aku yang Tanya, kau siapa sebenarnya? Dan kenapa kau sangat ingin tahu tentangku”balas Minnie sengit.

“jangan bertanya jika kau sedang ditanya, itu tak sopan”ucap Kibum.

“dan jangan bertanya dengan pertanyaan yang sama jika orang yang kau Tanya tidak menjawab. Itu juga tidak sopan”balas Minnie.

“baiklah, aku tidak akan bertanya lagi, akan langsung ku bongkar siapa dirimu”

“terserah”ucap Minnie kesal.

*****

Saat ini Minnie sedang mengayuh sepedanya menuju rumahnya yang luamyan jauh sekitar 5 kilometer.

Selama perjelanan Minnie terus saja bergumam tidak jelas, meruntuki kesialannya hari ini. Pertama, dia kesal karena sekarang dia menjadi permbicaraan satu sekolah. Kedua, dia kesal dengan Kibum yang mendesak dia mengatakan siapa dia sebenarnya. Ketiga, dia kesal dengan Kyuhyun, melihat tingkah belagu Kyuhyun membuat Minnie kesal.

“akh sial”teriak Minnie

“BRUK”

Minnie tersungkur ke aspal, ketika mobil Audi hitam menyerempetnya dan membuat Minnie terjatuh dan berdarah pada lutut dan sikunya.

“kurang ajar, jalan luas kenapa masih menyerempetku”marah Minnie fan melihat plat mobil yang tadi menyerempetnya dan menghapalnya.

“benar-benar sial”gumam Minnie pasrah

*****Popular*****

TBC

Give a comment ..


SUPER JUNIOR COUPLE’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Your Man Part 3

Tittle : Your Man
Part : 3 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!!

Summary :

I didn’t mean to hurt you
I’m just wanna show you what love to mean from me for you ..

***

Disebuah ruangan kecil bernuansa putih terbaring seorang gadis mungil, ditemani oleh seorang gadis mungil lainnya. Tak terdengar ada suara diruangan itu, satu gadis tengah tertidur, dan yang satunya lagi hanya memandang cemas ke arah gadis tersebut.

‘Krieett!!!’

Ditengah kelengangan diruangan itu, tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka. Dan munculah seorang gadis lainnya dengan sebuah kotak ditangan kanannya dan 2 buah tas ditangan kirinya.

Dia menyembulkan kepalanya kedalam, membuat penghuni ruangan yang terjaga menoleh cepat, dan setelah meminta persetujuan untuk masuk melalui mimik mukanya, akhirnya gadis yang berada diambang pintu masuk kedalam ruangan yang dikenal dengan nama UKS.

“Wookie..” Seru gadis yang tak lain tak bukan adalah Heechul sembari menghampiri Ryeowook yang tengah menunggui Sungmin, sahabatnya yang tengah terbaring dikasur berbalut seprai putih.

“Ne,” sahut Ryeowook pelan.

“Bagaimana keadaan Sungmin?” tanyanya perhatian.

“Tidak apa. Sungmin sepertinya kelelahan.” Jawab Ryeowook seadanya.

“Oh, begitu. Syukurlah.” Ujar Heechul setelah mengetahui keadaan Sungmin. “Oh, iya ini tas kalian berdua. Kelas sudah sepi.” Sambung Heechul sembari meletakan 2 tas dimeja dekat kasur.

“Gomawoyo Chullie , sebenarnya kau tak perlu repot-repot membawanya kemari, biar saja aku yang ambil ke kelas nanti.” Sahut Ryeowook.

“Tidak apa, Wookie. Oh iya sampai kapan kau mau menunggui Sungmin? Memang kau tidak pulang? Kenapa tak kau ajak Sungmin pulang saja biar dia lebih bisa beristirahat dirumah.”

“Aku tidak tega membangunkannya, Chulllie. Lagipula mungkin sebentar lagi kami pulang.” Jawab Ryeowook.

“Hem, baiklah. Kalau begitu, aku duluan ya Wookie..” Pamit Heechul

“Ne, Chullie, hati-hati ya..”

“Ne..”

Heechul pun akhirnya keluar. Dan kini kembali tinggal hanya Ryeowook dan Sungmin, namun itu tidak berlangsung lama , karena sekitar 5 menit setelah kepergian Heechul , munculah sosok Kyuhyun dari balik pintu ruang UKS tersebut.

‘Krieettt!’

Ryeowook menoleh dan memandang sinis ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun yang merasa dipandangi sinis itu pun hanya diam tak merespon, dan justru langsung menghampiri Sungmin yang tengah tertidur di kasur putih tersebut.

“Ehm, Minnie kenapa ?” Tanya Kyuhyun penasaran pada Ryeowook.

“Kenapa? Seharusnya aku yang bertanya padamu, kau apakan Minnie, bukankah sebelumnya itu kau yang bersama dengan Minnie. Kau apakan Minnie?” Sahut Ryeowook agak emosi.

Kyuhyun yang tak ingin membuat keributan kecil di ruang tersebut, hanya menghela nafas panjang tak menjawab.

“Ingat ya Kyu. Minnie itu bukan bonekamu yang dapat kau mainkan dan marahi sesuka hatimu.” Sambung Ryeowook.

“Ngghhh..”

Sungmin yang tengah tertidur pun tiba-tiba sedikit terbangun mendengar suara Ryeowook yang sedikit emosi. “Wookiee..” Lirih Sungmin pelan sembari memegangi kepalanya.

“Minnie!!” Seru Ryeowook sembari menoleh ke arah Sungmin. “Bagaimana keadaanmu? Mana yang sakit?” Tanya Ryeowook perhatian.

“Tidak ada Wookie,” Ucap Sungmin sembari mencoba bangun. “Hanya kepalaku saja yang sedikit pusing..” Sambungnya seraya memegang kedua pelipisnya.

“Lihat kan! Ini semua gara-garamu!!” Seru Ryeowook kencang pada Kyuhyun.

“Wookie,,,” Lirih Sungmin. “Ini bukan salah Kyuhyun, ini salahku.” Bela Sungmin.

“Salahmu Minnie? hah?” Sahut Ryeowook sembari menggelengkan kepalanya tak percaya bahwa Sungmin masih saja terus membela pria brengsek dihadapannya ini.

“Kyu, aku mau pulang..” Ucap Sungmin pada Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam disampingnya sembari memegang lengan Kyuhyun.

Kyuhyun pun reflek memegang lengan Sungmin untuk memapahnya turun dari tempat tidur. Dan setelah itu langsung mengambil tas Sungmin yang tergeletak disamping kasur.

“Wookie, aku pulang duluan ya.. tubuhku sudah terlalu lemas.” Pinta Sungmin pada Ryeowook.

“Ne, Minnie. Hati-hati ya..” Sahut Ryeowook sembari merangkul Sungmin. “Setelah sampai apartementmu , sebaiknya kau suruh orang ini pulang, dan kau segera beristirahat. Arraseo Minnie?” Ujar Ryeowook memberi nasihat.

“Ne, Wookie, gomawoyo. Aku tahu pasti kau yang menungguiku disini, sekali lagi gomawoyo Wookie..” Ucap Sungmin tulus.

“Ne , sama sama Minnie.” Balas Ryeowook kemudian.

“Ayo, Kyu.” Seru Sungmin sembari menarik tangan Kyuhyun. Tak ingin Kyuhyun berlama-lama disitu karna khawatir nanti malah akan jadi omelan Ryeowook, sahabatnya.

“Gomawo Wookie,” Seru Kyuhyun sekilas pada Ryeowook sebelum akhirnya hilang dibalik pintu ruang UKS tersebut.

Dan Ryeowook hanya membalas dengan anggukan kecil yang tidak terkesan ramah.

***

Dengan pelan Heechul menutup pintu ruang UKS tersebut.

“Aahh..!!!” Heechul agak terkejut ketika dilihatnya tiba-tiba ada Hangeng didepan ruang UKS sembari memegang dadanya. “Ha-Han..” ucap Heecul tergagap.

“Bagaimana keadaan Sungmin?” Tanya Hangeng penasaran.

“Oh dia masih tertidur. Sepertinya keadaan Sungmin memang sedang tidak terlalu baik.” Jelas Heechul pada Hangeng.

“Oh begitu,” Respon Hangeng. Ehm, Chullie, kau pulang sama siapa?” Tanya Hangeng kemudian.

“Pulang sama siapa?” Ucap Heechul kembali mengulang pertanyaan Hangeng, “Ehm , aku pulang sendiri,” Jawab Heechul kemudian sembari berjalan meninggalkan ruang UKS tersebut.

Hangeng pun langsung mensejajarkan langkahnya mengkuti Heechul.

“Mau pulang denganku tidak?” Tanyanya langsung.

Heechul menghentikan langkahnya dan menatap Hangeng sejenak. “Apa tidak merepotkanmu ? Tadi ketika jam istirahat kau sudah membantuku berjualan. Aku tidak ingin merepotkan orang lain.” Serunya seraya melanjutkan kembali langkahnya menuju ke arah luar sekolah.

“Tentu saja tidak.” Jawab Hangeng cepat yang tiba-tiba sudah kembali mensejajarkan langkahnya dengan Heechul.

“Tapi aku sedang ingin membeli sesuatu, Han.”

“Tak apa , biar ku antar. Bagaimana?”

Karena merasa tak enak bila terus beralasan akhirnya Heechul menganggukan kepala sebagai peersetujuan.

“Oke , baiklah , aku ambil motorku dulu ya , kau tunggu disini.” Pinta Hangeng.

“Ne,” Jawab Heechul sembari menganggukan kepalanya.

Hangeng. Lagi-lagi , secara terang-terangan dia menunjukan perhatiannya pada Heechul , dan lagi-lagi pula Heechul menjadi bingung, Hangeng terlalu baik untuknya.

***

“Kau mau kemana dulu , Chullie?” Tanya Hangeng pada Heechul yang tengah diboncenginya sekarang.

“Ehm, kau lihat saja nanti, Han.” Sahut Heechul membuat Hangeng penasaran akan tujuan gadis pujaannya tersebut.

Setelah kira-kira setengah jam perjalanan.Hanchul pun akhirnya sampai ditempat yang dituju tadi. Hangeng langsung melepas helmnya setelah turun dari motornya, dan memandang heran papan besar dihadapannya.

‘RSJ SEOUL’

“Rumah Sakit …” ucap Hangeng heran kemudian menoleh ke arah Heechul.

Dan Heechul hanya membalasnya dengan senyuman lembut.

“Ayo Han!” Ajak Heechul sembari merangkul lengan Hangeng untuk masuk kedalam.

Setelah sampai didalam , Heechul tidak langsung menuju ke sebuah ruangan manapun, melainkan ke sebuah taman di rumah sakit tersebut.

Dari jauh kemudian mereka memandangi seorang gadis yang tengah duduk dikursi roda ditemani seorang pria tinggi bertubuh tegap. Dan dengan telaten , pria itu menyuapi sang gadis tersebut makan dengan pandangan kedepan yang kosong.

Hangeng menolehkan pandangannya ke arah Heechul, “Kau mengenal mereka?” tanya Hangeng kemudian.

“Ne. Mereka adalah Ahjussi Zhoumi dan nona Henry..” sahut Heechul menjawab pertanyaan Hangeng. “Kau tahu , Han. Menurutku kisah cinta yang paling nyata yang paling bisa kulihat adalah kisah cinta mereka..” Sambungnya sembari menoleh ke arah Hangeng.

Hangeng memandang Heechul heran.

Heechul menampar pelan pipi Hangeng tanpa menimbulkan rasa sakit sedikitpun, “Jangan pandangi aku seperti itu..” rengeknya. “Kau mau tetap disini atau ikut aku kesana?” Tanya Heechul.

“Ehm, aku mau disini saja.” Jawab Hangeng.

“Yasudah, kalau begitu tunggu aku disini ya , aku tak akan lama.” Ujar Heechul.

“Ne” sahut Hangeng.

Hangeng memandangi punggung Heechul yang beranjak menjauh dari tempatnya. Dia bingung akan tujuan dan maksud Heechul membawanya kesini. Menunjukan sepasang kekasih? Untuk apa? Apakah ini tanda bahwa Heechul ingin segera dia untuk menyatakannya rasa sukanya , ah bukan suka tapi cinta.

“Tidak, tidak. Itu tidak mungkin!”

***

“Pelan-pelan Minnie..” Ucap Kyuhyun pada Sungmin setelah mereka sampai di diepan apartement Sungmin, dan Kyuhyun sedang membantu Sungmin untuk turun dari motornya.

Sepertinya Sungmin memang benar-benar sedang sakit sekarang, tubuhnya benar-benar terlilhat tak bertenaga, bahkan ketika dimotor sepanjang perjalan tadi pun , dia terus menyandarkan tubuhnya pada punggung Kyuhyun.

Dan hal itu , sedikit menimbulkan rasa bersalah pada diri Kyuhyun.

Setelah sampai didalam apartement Sungmin , Kyuhyun membantu Sungmin untuk duduk di sofa berwarna abu-abu minimalis.

“Kau sudah makan belum ?” Tanya Kyuhyun sembari menempelkan telapak tangannya di kening Sungmin.

Sungmin pun hanya menggeleng sebagai jawaban.

“Pantas saja. Badanmu jadi lemas seperti ini. Aku buatkan bubur untukmu ya.” Tanya Kyuhyun pada Minnie. “Setelah itu langsung minum obat.” sambungnya cepat.

“Aku tidak mau minum obat , Kyu. Aku hanya mau istirahat saja.” Tolak Sungmin.

“Jangan membantah!” Tegas Kyuhyun membuat Sungmin langsung diam.

“Mian Kyu.” sahutnya sembari menundukan kepalanya.

“Tak apa Minnie, aku hanya takut kalau kau semakin tambah parah kalau tidak minum obat , sekarang kau istirahatlah sebentar, nanti setelah buburnya selesai kubuat, akan kubangunkan. Chup!” Ujar Kyuhyun kemudian mengecup lembut kening Sungmin dan lalu mengusap puncak kepala Sungmin sayang.

Dan Sungmin hanya tersenyum melihat perhatian Kyuhyun yang sangat berarti banyak untuknya tersebut.

***
“Hiks!!”

“Kau kenapa lagi?”

“Aku putus..”

“Lagi?”

“Ne..”

“Baguslah..”

“Iya,, eh??”

***

TBC

Guys , can you guess who the next pair couple in the last sentence ???
Kalo ada 10 orang yang nebak bener , aku bakal update chap 4 nya hari Jumat , hehe
Tinggalkan jejak ya ^^ Gomawo