Read it and Enjoy it ~

Archive for December, 2011

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / Part 5

Tittle : Nerd Girl
Part : 5 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship, Mysteri
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : Mian yah kalau nggak sesuai harapan *bow*

***

Kini semua warga dan para calon tersangka yang dicurigai tengah berkumpul setelah Kyuhyun memberi tahu mereka , bahwa dia dan teman – teman barunya sudah mengetahui siapa pelaku pembunuhan dari Hyunmi.

“Jadi siapa pelakunya?” Tanya salah seorang warga yang tak sabar.

“Iya, siapa pelaku sebenarnya Kyu?” desak yang lainnya.

“Pelakunya adalah…” Ucap Sungmin dengan takut-takut.

Kyuhyun dan Kibum dengan berbarengan menunjuk kearah wanita paruh baya yang tengah berdiri dekat pintu.

“Anda!!” Seru KyuBum berbarengan.

“A-apa?” Seru semua warga yang berada disitu tak percaya.

“A-aku??” Tunjuk sang tertuduh pada dirinya sendiri.

“Iya! Anda bibi Hyunmi!!” Seru Kyuhyun sekali lagi mengulang pertanyaannya.

Semua pandangan para warga langsung tertuju pada Bibi Hyunmi.

“Kau gila , Kyu? Untuk apa aku membunuh keponakanku sendiri?” Seru bibi Hyunmi. “Lagipula bukankah aku sudah bilang bahwa 3jam yang lalu pada saat waktu kematian aku sedang ke ladang bersama Jung!” Lanjutnya lagi, kali ini membawa-bawa nama Jung Ahjumma.

“Bukankah Hyunmi adalah anak dari saudara ipar bibi yang sangat bibi tidak suka?” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Ayah dan Ibu Hyunmi meninggal dalam kecelakaan ketika Hyunmi masih kecil. Ketika itu sebenarnya mereka ingin pergi meninggalkan bibi sendirian disini. Tapi naas mereka malah mengalami kecelakaan, tapi ternyata diluar dugaan si kecil Hyunmi justru selamat dari peristiwa tersebut. Bibi yang masih dendam dengan kedua orang tua Hyunmi pun mau tak mau menerima Hyunmi , karena bibi adalah satu-satunya keluarga Hyunmi yang tersisa didesa ini bukan?” Jelas Kyuhyun panjang lebar menceritakan mengenai latar belakang Bibi Hyunmi.

Bibi Hyunmi menyunggingkan senyum angkuh , “Bagaimana mungkin aku pelaku pembunuhan keponakanku sendiri. Tak masuk diakal!” Elak Bibi Hyunmi.

“Kenapa tidak?” Tanya Kyuhyun.

“Ingat bi , secara tidak langsung ketika kita menemukan Hyunmi tadi , bibi telah membongkar bahwa bibilah pelakunya.” Ucap Kibum langsung.

Semua warga memandang Kibum bingung.

“Ketika aku dan Kyuhyun bilang bahwa Hyunmi dibunuh , hanya bibi yang menyangkalnya bukan? Bahwa Hyunmi terjatuh! Bahkan kami pun belum sampai menyimpulkan bahwa dia terbunuh karena terjatuh.” Jelas Kibum.

“Dan yang harusnya tahu bahwa Hyunmi itu terjatuh seharusnya adalah sang pelakunya sendiri.” Tambah Kyuhyun.

“Tapi bukankah Jiyoung juga menyangkal bahwa tidak ada luka di tubuh Hyunmi.” Sela Bibi Hyunmi mencoba membela diri.

Kyuhyun memegang dahinya , “Iya tapi kenyataannya justru sebaliknya , ada luka dikepala Hyunmi.” Ujarnya sedikit kesal dengan sanggahan bibi Hyunmi yang menurutnya sangat bodoh.

“Tapi aku kan sama sekali tidak pergi keruangan ini sebelum Kejadian tadi.” Ujar Bibi Hyunmi.

“Iya aku juga tahu dari Jiyoung , bahwa bibi sakit , sehingga tugas mendekorasi ruangan ini dilimpahkan sepenuhnya kepada Hyunmi.” kali ini Sungmin ikutan membuka suara setelah dari tadi terus diam.

“Tapi bukankah bibi pergi ke ladang ?” Tanya Sungmin.

Bibi Hyunmi jadi merasa makin terpojok ketika orang yang menanyainya bertambah. Dengan terpaksa ia mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Sungmin. “I-iya , kalo tidak percaya tanya saja pada Jung.” Seru Bibi Hyunmi sembari menunjuk Jung Ahjumma dengan ujung dagunya.

“Iya , aku percaya itu , tapi bukankah bibi sedang sakit? Harusnya bibi istirahat dirumah kan? Kenapa justru malah pergi ke ladang?” Tanya Sungmin telak.

“I-tu karena ada yang harus kuambil disana.” ucap Bibi Hyunmi dengan gugup.

“Apa itu?” Sahut Sungmin lagi.

Pandangan bibi Hyunmi akan Sungmin sebelumnya buyar sudah ketika Sungmin semakin mendesaknya , dengan geram dia memandang Sungmin kesal , “Kalau kusebutkan pun , kau tidak akan tahu apa itu. Yang jelas aku kesana untuk mengambilnya!” Seru Bibi Hyunmi.

“Ada yang harus diambil atau memang untuk membuat alibi, bi?” Tanya Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Dasar kurang ajar!!” Pekik Bibi Hyunmi kepada Kyuhyun. “Kalau tidak percaya tanya saja Jung!” Serunya lagi.

Jung Ahjumma yang namanya dibawa-bawa pun jadi sedikit takut , takut terlibat dalam peristiwa pembunuhan yang bahkan diapun tidak tahu menahu soal itu.

“Tidak perlu! Tadi aku sudah menanyainya , dan katanya ketika diladang bibi dan Jung Ahjumma sempat berpencar bukan?” Tanya Kyuhyun lagi. “Bibi menyuruh Jung Ahjumma untuk menunggu dipinggiran ladang , sementara bibi mengambil sesuatu yang katanya bibi perlu.” Ujar Kyuhyun sembari berjalan mengitari Bibi Hyunmi.

“Dan ketika bibi sudah berpencar , bibi menggunakan kesempatan itu untuk segera kembali kesini dan menjalankan aksi bibi.” Jelas Kyuhyun mengakhiri.

“Heh, memang benar aku sempat berpencar , tapi bagaimana bisa aku membunuh dan pergi ke ladang dalam waktu yang singkat seperti itu?” Tanya Bibi Hyunmi pada orang-orang yang menuduhnya.

“Oh itu mudah saja!” Seru Kibum , kali ini dia yang mengambil alih mengenai penjelasan trik. “Bibi tak harus berada ditempat Kejadian untuk membunuh Hyunmi” Kibum sengaja memberi jeda pada perkataannya.

“Karena bibi sudah mengatur waktu dan juga tempatnya berulang-ulang bukan?” Lanjut Kibum sembari mencondongkan tubuhnya ke arah bibi Hyunmi.

“K-kalian bocah tak tau aturan , seenaknya saja menuduh orang tua sepertiku. Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua?” Elak Bibi Hyunmi.

“Awalnya kukira Hyunmi benar-benar terjatuh dan tidak sengaja kepalanya tertusuk paku yang memang telah disiapkan sang pelaku. Namun..” Kibum berjalan kearah sudut pintu mengambil sesuatu yang sepertinya merupakan sebuah bukti.

Kibum mengangkat benda yang ditemukannya tinggi-tinggi. Sebuah benang nilon.

“Ini adalah benda yang digunakan oleh bibi untuk menarik bantalan kayu rapuh yang menjadi ganjalan peti kayu tersebut bukan?” Tanya Kibum.

Belum sempat Bibi Hyunmi menjawab , Kyuhyun sudah keburu menyelanya, “Kalau bibi mau menyangkalnya , kita bisa buktikan sidik jari yang terdapat dibenang itu.” Katanya dengan lugas.

“Tidak perlu Kyu , karena dengan..” Kibum kembali mendekati bibi Hyunmi dan mengambil sesuatu tanpa permisi dibalik kantong jubah bibi Hyunmi sebelah kanan. “Ini saja , sudah cukup membuktikan!” Ucap Kibum sembari mengambil benang nilon yang tersisa dibalik kantong tersebut.

“Mwo???”

Seluruh warga menatap tak percaya ke arah bibi Hyunmi, menutup mulut mereka dengan kedua telapak tangannya, tak disangka wanita paruh baya yang terlihat sangat lembut dan keibuan tersebut ternyata adalah pembunuh dari keponakannya sendiri.

“Sebelumnya bibi sudah memperkirakan bukan kalau Hyunmi akan kembali memeriksa tugasnya pada 2 jam sebelum acara dimulai? Dan Sebelumnya bibi sudah mengikatkan benang nilon yang kasat mata tersebut pada patahan kayu rapuh yang berada dipeti kayu tersebut. Bukankah selama ini yang mendapat tugas mendekorasi ruangan utama adalah bibi dan Hyunmi? Tentulah bibi sudah tahu apa yang akan Hyunmi lakukan sesuai urutan yang dia biasa lakukan.” Ujar Kibum.

“Yap , dan oleh karena itu , ketika bibi melihat Hyunmi telah memasuki ruangan ini , bibi langsung buru-buru mengajak Jung Ahjumma untuk pergi keladang sebagai alibi. Sesaat kemudian bibi kembali tanpa Jung Ahjumma , dan ketika bibi melihat Hyunmi tengah memeriksa bagian atas dekorasi ruangan ini, bibi langsung dengan segera menarik benang nilon tersebut , yang sudah bibi ulur sebelumnya sampai ambang pintu.” Ucap Kyuhyun sembari langsung berjongkok didekat pintu ketika dia katakan kalimat terakhirnya , menunjukan bekas gesekan yang terjadi akibat pergerakan benang nilon yang ditarik yang mengenai kayu pintu.

“Bibi langsung mendekati mayat Hyunmi untuk menyingkirkan bukti tersebut bukan?” Tanya Kyuhyun. “Bukti yang juga sempat dirasakan oleh Kwon ahjumma ketika bibi mencengkram kerah baju Kwon Ahjumma tadi.” Kyuhyun dan semua mata orang diruangan itu langsung mengarah ke Kwon Ahjumma.

Terlihat Kwon Ahjumma mengusap lehernya yang sepertinya memang tergesek dengan benang nilon tersebut. Pantas saja dia merasakan sedikit perih. Benang nilon tersebut sangat tipis dan kasat mata , kalo tidak diperhatikan dengan baik , tidak akan terlihat.

“Dan mengenai paku, awalnya ketika bibi belum datang aku melihat dua paku tersisa disekitar Hyunmi , namun setelah bibi mendekati mayat Hyunmi , tiba-tiba saja paku itu menghilang , bukankah bibi telah mengambilnya?” Tanya Kibum.

“Dan kalau memang benar , harusnya paku tersebut juga ada disini.” Kyuhyun dengan berani mengambil sesuatu dibalik kantong kiri jubah bibi Hyunmi.

Dan semuanya makin terkejut ketika benar ditemukan dua paku tersisa yang tadi dilihat oleh Kibum.

“Bi-bi…” Ujar Jiyoung sembari menutup mulutnya tak percaya.

Jung Ahjumma terlihat sangat shock , siapa juga yang tidak akan terkejut ketika dirinya dijadikan sebuah alibi. Terlebih alibi dalam kasus pembunuhan.

“Kenapa kalian menyudutkanku? Aku rasa Kwon lebih berpeluang untuk membunuhnya, karena Kwon adalah mantan kekasih dari ayahnya Hyunmi! Lagipula yang menemukan Hyunmi kali pertama dia bukan?” Seru Bibi Hyunmi membela diri.

“Kami memang sempat terpengaruh dan bimbang mengenai alibi dari Kwon Ahjumma , tapi justru sebaliknya bi , justru Kwon ahjumma sudah tahu bahwa hal ini akan menimpa Hyunmi , bukankah begitu Kwon Ahjumma?” Tanya Kyuhyun ramah.

Kwon Ahjumma dengan ragu mengangguk.

“Sebenarnya selain Jiyoung , Kwon Ahjumma juga sering memperhatikan Hyunmi , melihat keadaan Hyunmi yang akhir-akhir sering terjatuh membuatnya khawatir. Oleh karena itu Kwon Ahjumma tadi kemari. Sebenarnya dia hanya ingin memastka bahwa tidak terjadi apa-apa dengan Hyunmi. Karena Kwon Ahjumma merasa Hyunmi sudah seperti anaknya sendiri.” Ucap Kyuhyun mengakhiri.

Sontak , air mata tiba-tiba keluar dari pelupuk mata Kwon Ahjumma.

“Masih mau mengelak bi ? kau sudah merencakan pembunuhan Hyunmi untuk malam ini bukan?” Tanya Kyuhyun sekali lagi.

Bibi Hyunmi menyunggingkan sebuah simpul senyum diujung bibirnya , “Ternyata ketahuan juga ya?” Ujarnya sembari mengeluarkan seringai licik. “Padahal menurutku sudah sempurna,” katanya sesaat kemudian menghela nafas panjang.

“Kau salah Kyu , aku tidak merencanakan pembunuhan Hyunmi malam ini.” Katanya, sengaja memberi penjedaan dikalimatnya. “Tapi sudah dari awal kami ditugaskan untuk mendekorasi ruangan ini.” Lanjutnya dengan wajah tanpa sesal sedikitpun membuat Sungmin bergidik ngeri karenanya.

“Huh.” Desah bibi Hyunmi kemudian tertawa kecil , “Susah sekali membunuh anak itu!” Serunya kemudian.

Sungmin memundurkan langkahnya bersembunyi dibalik tubuh Kibum , Kibum memegang lengan Sungmin untuk memberikannya rasa aman.

“Dia seharusnya mati dalam kecelakaan itu, bukan malah hidup dan menjadi menyusahkanku!” Gerutunya dengan kesal.

KyuMinSiBum tak berani mencela sedikitpun luapan emosi dari bibi Hyunmi.

“IYA!!! AKU MEMANG YANG MEMBUNUHNYA!! Dan ketika aku berhasil membunuhnya dengan rapi..” Bibi Hyunmi menatap kearah KyuMinSiBum dengan tajam , “Kalian malah mengacaukannya!!” Geramnya kemudian sembari melangkah maju hendak mencekik salah satu dari mereka , seperti halnya yang dia lakukan tadi kepada Kwon Ahjumma.

“Angkat tangan!!” Seru sebuah suara yang ternyata berasal dari salah satu polisi daerah yang sejak tadi ditunggu.

Sontak bibi Hyunmi yang terkejut dan sedang berdiri membelakangi polisi langsung mengangkat tangannya.

Sang polisi mendekat dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan bibi Hyunmi yang sudah jelas menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan malam ini.

Polisi daerah tersebut langsung mendekat ke arah Kyuhyun, “Wah kau berhasil lagi Kyu?! Hebat!!” Seru polisi tersebut sembari menepuk pundak Kyuhyun kencang.

“Ah ahjussi ini bisa saja, kali ini aku tidak sendiri , ada mereka juga!” Ujar Kyuhyun sembari menunjuk MinSiBum dengan kepalanya.

Sungmin , Kibum dan Siwon pun mengangguk hormat ketika polisi tersebut melihat ke arah mereka.

“Oh begitu , yaasudah yang penting , kau tepat membereskannya ketika kami datang. Jadi Kami tak harus menunggu lama-lama lagi kan? hahahha..” Gurau polisi tersebut membuat ketegangan semua orang yang berada diruangan tersebut sedikit mencair.

“Iya , Ahjussi , haha..” Balas Kyuhyun sembari ikut tertawa menunjukan mata sipitnya.

***

“Hey!” Seru Sungmin sembari menepuk pundak Jiyoung yang sedang duduk diatas batu besar menghadap ke arah timur pelan.

Jiyoung yang sedang melamun pun sedikit terkejut. “K-kau?” katanya sembari buru-buru menghapus air mata dipelupuknya ketika Sungmin dengan segera duduk disampingnya.

“Menangis saja. Tak usah disembunyikan. Kalau jadi engkau juga aku pasti akan menangis bila kehilangan sahabatku.” Ucap Sungmin kemudian langsung menoleh ke arah Jiyoung yang tengah memperhatikannya.

“Terlebih kau kehilangan dirinya ketika masalahmu belum terselesaikan bukan?” Lanjut Sungmin lagi membuat Jiyoung terkejut dan langsung menundukan wajahnya dalam-dalam.

“Demi Tuhan! Malam ini aku ingin mengajaknya berbaikan! Aku telah salah paham padanya , aku ingin meminta maaf , namun belum sempat aku bertemu dengannya , dia malah..” Jiyoung menutup mulutnya tak sanggup melanjutkan perkataannya.

Sungmin mengusap punggung Jiyoung guna menenangkannya. “Tenang, Hyunmi pasti mengerti, Hyunmi bukan orang pendendam.” Ujar Sungmin.

Namun seperti tak didengar isakan Jiyoung justru semakin menjadi.

“Kau tahu , Jiyoung? Sebenarnya Hyunmi tahu kalau bibinya tidak menyukainya dan ingin membunuhnya.” Ucap Sungmin membuat Jiyoung mengangkat kepalanya.

Jiyoung menampakkan wajah bingung dan bertanya pada Sungmin. Sungmin menarik nafas panjang-panjang dan tersenyum.

“Tadi ketika para polisi menggeledah kediaman Hyunmi dan bibinya untuk mencari barang bukti lain yang mungkin ditemukan , polisi malah menemukan buku diary milik Hyunmi.” Sungmin menarik nafas lagi. “Didalamnya Hyunmi menceritakan segalanya. Mulai dari saat dia kehilangan ayah dan ibunya, ketika dia harus tinggal bersama bibinya , bagaimana bibinya memperlakukan dia dengan buruk , bagaimana senangnya dia ketika pertama kali bertemu denganmu , dan bagaimana sedihnya dia ketika kau salah paham padanya.” Ucap Sungmin membuat Jiyoung merasa semakin bersalah karena telah salah paham padanya.

“Tapi disitu juga tertulis kalau dia tidak pernah membenci bibinya , dia bahkan menganggap segala rencana bibinya untuk mencelakainya adalah sebuah factor ketidaksengajaan belaka. Dia memang tahu kalau bibinya sangat membencinya , tapi dia tidak ingin mengetahui itu , yang dia ingin tahu hanya dia tinggal bersama bibi yang sangat menyayanginya dan mempunyai seorang sahabat yang sangat berarti bagi hidupnya.” Lanjut Sungmin.

Jiyoung menutup mukanya dalam – dalam dengan kedua telapak tangannya , air matanya semakin deras mengalir.

“Sudah , kau tidak ingin membuat Hyunmi susah bukan?” Tanya Sungmin.

Jiyoung mengangguk.

“Kalau begitu ikhlaskan kepergiannya , dia pasti sangat mengerti dan sudah memafkanmu, Arra?” Tanya Sungmin lagi sembari mengusap punggung Jiyoung lagi.

“Sungmin!” seru sebuah suara tiba-tiba membuat Sungmin kontan menoleh. Ternyata Kibum yang memanggilnya.

Kibum memberikan isyarat kepada Sungmin dengan menggerakkan kepalanya kekanan tanda mengajaknya untuk segera pulang , karena jam sudah menunjukan hampir tengah malam.

Sungmin mengangguk mengerti. “Aku pulang dulu ya, Jiyoung , jaga dirimu baik-baik. Kau bisa main denganku kalau kau mau.” Ucap Sungmin tulus.

Jiyoung sedikit tersenyum. Disaat seperti ini masih ada orang seperti Hyunmi yang bisa mengerti dirinya.

***

Kibum menggerakkan kepalanya sedikit kekanan dan kekiri untuk meregangkan syaraf-syaraf ototnya yang menegang ketika sampai dirumahnya. Sementara Sungmin langsung merebahkan diri disofa untuk melepas lelahnya.

“Bummie..” Panggil Sungmin.

“Hmm.”

“Ehm , anak laki-laki tadi”

“Kyuhyun maksudmu?” Tanya Kibum yang saat ini sedang mengambil air didispenser.

“Iya , Kyuhyun , ehm , dia itu siapa?” Tanya Sungmin.

“Glek!Glek!” Kibum memilih meminum habis air mineralnya terlebih dahulu. “Entahlah , aku hanya tahu bahwa dia salah satu penduduk desa ini.” Jawab Kibum seperlunya.

“Oh.” Sahut Sungmin sembari mengangguk-anggukan kepalanya.

“Memangnya kenapa? kau suka?” Ledek Kibum.

“Mwo?! Suka? Aniyo! Aku hanya kagum saja , ternyata ada juga yang bisa sepintar dirimu , bahkan lebih. Haha” Balas Sungmin membuat Kibum berubah ekspresi wajah menjadi tidak senang.

“Aku bercanda.. xixixi” Ralat Sungmin buru-buru.

Kibum langsung ikut merebahkan tubuh disamping Sungmin.

“Oh iya, Bummie , Siwon tadi sempat menebak kalau kita dekat. Dan dia juga sepertinya tahu tentang dirimu.” Ujar Sungmin membuat Kibum terkejut seketika.

Kibum menepuk keningnya. “Gosh!!” Rutuknya.

“Waeyo? Ada masalah?” Tanya Sungmin bingung. “Dia juga minta kita untuk kerumahnya lusa.” Lannjut Sungmin lagi.

Kibum menoleh kearah Sungmin , menatap mata gadis kelewat polos dihadapannya ini.

“Besok kita, tidak , kau !! harus…”

***

TBC
Harus apa coba ? Hayo ada yang bisa nebak(?) lagi :^^
tinggalkan jejak ya readers ^^


KyuMin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / part 4

Tittle : Nerd Girl
Part : 4 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : Mian yah kalau nggak sesuai harapan *bow*

***

“Aaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”

Terdengar teriakan yang kencang dari dalam balai desa membuat semua orang yang ada disana kaget. Kibum langsung berlari menuju sumber suara dengan Sungmin dan Siwon menyusul dibelakangnya.

Sungmin langsung mengalihkan pandangannya ketika melihat apa yang dihadapannya.

Kibum dan Siwon memandang apa yang dihadapan mereka dengan miris.

“Minggir!!” Seru seorang laki-laki paruh baya , yang sebaya dengan Kibum, Sungmin dan Siwon sembari menggeser tubuh Siwon dan Kibum yang menghalangi jalannya melihat objek yang sekarang menjadi perhatian mereka.

Kemudian jongkok dan memeriksa sesuatu yang disebut dengan denyut nadi disekitar daerah leher.

“Dia sudah tewas!” Serunya kemudian.

Sungmin langsung menutup mulutnya tak percaya, Sedang warga lain pun jadi ikutan panik dengan peristiwa yang terjadi tepat ketika pesta rakyat datang.

Kibum mendekat kearah mayat tersebut.

“Kematiannya sekitar 3jam yang lalu.” Gumam Kibum.

Orang yang tadi juga memeriksa denyut nadi mayat tersebut menoleh ke arah Kibum. Memandangnya secara seksama.

“Kau siapa?” Tanya orang itu.

“Oh, eh aku Kibum.” Sahut Kibum sembari mengulurkan tangannya.

“Kyuhyun!” Balas orang tersebut.

“Hyun mi!!!” Teriak seseorang tiba-tiba sembari mencoba menerobos kerumunan warga yang mengitari mayat tersebut.

“Maaf, ibu siapa?” Tanya Kyuhyun kemudian sembari sedikit bergeser.

“Aku bibinya Hyun mi. D-dia , ada apa dengan Hyun mi? Kenapa dia bisa jadi seperti ini?” Tanya Bibi itu histeris.

“Entahlah tadi Ahjumma itu yang pertama kali menemukannya.” Tunjuk Kibum pada seorang Ahjumma yang masih terlihat shock.

Bibi Hyun mi langsung menghampiri Ahjumma yang dimaksud Kibum.

“Apa yang terjadi pada Hyun mi?!!” Tanyanya histeris sembari menarik kerah baju ahjumma itu.

“Aw!” Jerit Ahjumma tersebut.

Kyuhyun yang melihat akan terjadi keributan langsung mencoba beranjak ke arah mereka, “Sudah, bi. Kwon Ahjumma juga sepertinya shock dengan temuannya.” ucap Kyuhyun sembari mencoba melepaskan tangan bibi Hyunmi dari kerah leher Kwon ahjumma.

“Lalu Hyunmi kenapa?!!!!” Seru Bibi Hyunmi dengan emosi tak tertahankan.

“Dugaan sementara dariku, sepertinya dia dibunuh.” Ucap Kyuhyun sembari mengusap kecil ujung dagunya.

“Dibunuh?” Tanya para warga disekitarnya.

“Tapi mana mungkin? Hyunmi anak yang baik , lagipula tidak ada bekas luka apapun ditubuhnya.” seru salah seorang warga yang bernama Jiyoung.

Dahi Kibum mengkerut ketika melihat suatu keanehan dari sang mayat tersebut , diamatinya perlahan tubuh dari mayat tersebut. Dan begitu terkejut ketika melihat tancapan sebuah paku besar berada dimayat tersebut.

“Tidak!” Seru Kibum. Kibum merobek ujung bajunya kemudian mencabut paku dari kepala sang korban, membuat semua orang terkejut menganga tak percaya.

“Tapi mungkin saja kan Hyunmi terjatuh.” Ucap bibi Hyunmi tiba-tiba.

“Terjatuh?!” Ujar Kibum dan Kyuhyun berbarengan. Sementara Jiyoung memegang bibirnya terkejut.

“Iya! kalian tidak lihat tumpukan peti kayu itu?” Tunjuk bibi Hyunmi sembari menunjuk ketumpukan peti dari kayu disudut ruangan yang terlihat berantakan.

Sementara Kibum dan Kyuhyun terus menyelidiki mengenai kasus ini, Siwon dan Sungmin perlahan menjauh dari kerumunan.

“Min!” Panggil Siwon.

“Iya?” Sahut Sungmin singkat.

“Kibum itu detektif?” Tanya Siwon.

“Ha? Detektif? Mana mungkin! Hahhahaha…” Ucap Sungmin sembari tertawa lepas.

“Kenapa tak mungkin?” Tanya Siwon lagi.

“Lulus sekolah saja belum, masa iya dia detektif.” Ucap Sungmin.

“Kau dekat dengannya ya Min?” Tanya Siwon.

“Ah ? Dekat?” Tanya Sungmin terkejut. Darimana Siwon bisa tahu kalau dirinya dan Kibum dekat.

“Aku butuh bantuanmu dan Kibum, Min.” Ucap Siwon terus terang.

“Minta tolong?” belum hilang keterkejutan Sungmin atas pertanyaan Siwon yang sebelumnya , Siwon sudah hendak membuatnya terkejut lagi. Minta tolong? Apa? Begitu batin Sungmin.

“Aku ingin kau dan Kibum untuk…”

***

Kibum terus saja memandang keadaan disekitar mayat. Mencari beberapa bukti yang dapat menguatkan dugaannya akan pelaku pembunuhan yang sudah dia ketahui.

Sementara itu orang lain yang bernama Kyuhyun , yang juga ikut menyelidiki hal ini, turut mencari tahu siapa pelaku sebenarnya , diantara 3 orang yang dia curigai.

Dari hasil tanya-tanyanya tadi , dia telah mencurigai 3 orang.

Pertama orang yang menemukan mayat Hyunmi tersebut. Alibinya memang kuat dia baru menemukan mayat Hyunmi setelah 3jam kematiannya. Dan 3jam sebelumnya dia bilang , dia sedang menjenguk suaminya yang tengah berada di Rumah Sakit Daerah karena sedang dirawat inap.

Sedangkan orang kedua yaitu , Jiyoung , dia dan Hyunmi sempat terlibat masalah cinta segitiga. Hal ini diketahui juga dari penuturannya sendiri. Yang bilang mereka sempat terlibat masalah sebelum peristiwa ini. Namun Jiyoung juga mempunyai alibi, 3 jam yang lalu dia masih membantu ibunya untuk menyiapkan hidangan malam ini.

Sementara orang ketiga , yaitu Bibi Hyunmi sendiri, dia adalah salah satu orang yang dekat dengan Hyunmi, setelah kedua orang tua Hyunmi meninggal, Hyunmi tinggal dirumah bibinya. Dia mempunyai alibi bahwa 3jam yang lalu dia sedang pergi keladang untuk mengambil barangnya yang ketinggalan bersama temannya, Jung Ahjumma.

Dari ketiga orang tersebut , Kyuhyun memang masih belum bisa menentukan siapa orangnya , oleh karena itu dia mencoba untuk membicarakannya dengan Kibum yang masih terlihat berfikir keras.

“Hey!” Seru Kyuhyun pada Kibum sembari menepuk pundaknya.

Kibum menoleh. Kyuhyun pun langsung menceritakannya analisisnya mengenai para calon tersangka yang sudah ada didaftar datanya. Dia rasa , lebih tepat menceritakannya pada Kibum , meskipun dia baru saja mengenalnya malam ini.

Kibum semakin menampakkan wajah seriusnya setelah mendengar cerita dari Kyuhyun.

“Sungmin mana?” Tanyanya dalam hati ketika tersadar bahwa Sungmin menghilang dari sisinya.

“Sungmin?” Tanya Kyuhyun bingung. “Maksudmu gadis pendek tadi?” Tanya Kyuhyun lagi.

Kibum mengangguk.

“Dia bersama temanmu yang satu lagi tadi.” Jawab Kyuhyun.

Kibum langsung berbalik hendak keluar, namun langkahnya diurungkan ketika tiba-tiba Sungmin dan Siwon ada dibelakangnya.

Diruangan tersebut hanya ada mereka berempat sekarang. Siwon , Sungmin , Kibum dan Kyuhyun. Mereka diijinkan berada diruangan tersebut sampai polisi daerah setempat tiba. Dengan keadaan posisi mayat belum berubah. Suasana diruangan tersebut menjadi semakin mencekam, terlebih malam juga semakin larut.

“S-sungmin.” Ujar Kibum terkejut. “Kau habis darimana?” Tanya Kibum.

“Kami habis menemui Ahjumma yang pertama kali menemukan Hyunmi tadi.” jawab Sungmin. “Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan pelakunya?” Tanya Sungmin kemudian.

Kyuhyun menggeleng. “Belum , kami memang sudah menemukan siapa pelakunya , tapi untuk trik kami masih belum tahu secara mendetail , dan juga buktinya belum kuat.” Ujar Kibum.

“Oh iya , ngomong-ngomong soal itu , tadi aku dan Siwon sempat mengobrol sedikit dengan Jiyoung, dia bilang , sudah 3 hari ini Hyunmi selalu terjatuh ditempat yang sama.” Ujar Sungmin.

Deg!

Kibum dan Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin. Kibum mendekat. “Lalu?”

“Iya , dia bilang untuk persiapan pesta rakyat , setiap tahunnya selalu dia dan bibi Hyunmi yang menyiapkan untuk acara puncak nanti diruangan ini. Tapi tahun ini dia yang mengerjakan sendirian , karena bibi Hyunmi kurang enak badan belakangan ini. Oleh karena itu dia berusaha mendesainnya sebagus mungkin, namun malam ini entah apa yang membuat Hyunmi kemari, sehingga terjatuh dan ..” Sungmin tak melanjutkan perkataannya.

“Lalu apalagi yang kau dapat dari Jiyoung?” Tanya Kibum penasaran.

Sungmin menggeleng, “Tapi aku menemukan suatu kejanggalan dari Jiyoung dan bibi Hyunmi.” Ucap Sungmin.

“Apa itu?” Desak Kyuhyun.

“Perubahan sikap Jiyoung dan bibi Hyunmi ketika kau bilang Hyunmi dibunuh. Tadi juga raut wajah Jiyoung sempat berubah menjadi sedih tatkala dia menceritakan kembali mengenai Hyunmi. Seperti mempunyai suatu kesalahan besar pada Hyunmi.” Lanjut Sungmin.

Kyuhyun dan Kibum kembali berfikir keras , dugaan mereka kini makin yakin akan pelakunya.

“Oh iya , tadi kalian bilang habis menemui Kwon Ahjumma yang menemukan Hyunmi pertama kali. Kalo boleh tahu untuk apa?” Tanya Kyuhyun.

“Siwon bertanya padanya untuk apa dia keruangan ini.” Jawab Sungmin lagi.

“Lalu dia jawab apa?” Tanya Kibum kali ini.

Sungmin menoleh ke arah Siwon , memberikan isyaratnya untuk menjawab pertanyaan dari Kibum. “Dia bilang ingin memastikan apakah persiapan untuk acara puncak sudah siap apa belum.” Jawab Siwon.

Kyuhyun mengerutkan keningnya, “Aneh!” Ucapnya kemudian.

“Kenapa?” Tanya Siwon.

“Bukankah tadi Jiyoung bilang bahwa pengurus ruangan ini adalah Hyunmi dan bibinya? Lalu untuk apa Ahjumma itu memastikan kesiapan ruangan ini?” Ujar Kyuhyun.

Siwon menganggugak kepalanya. Jujur saja Siwon bingung dengan keadaan yang terjadi sekarang dan sebenarnya apa yang terjadi dengan mayat tersebut, keganjilan apa dan misteri apa yang tersembunyi dibalik itu semua.

Siwon , dan ketiga orang diruangan tersebut terdiam. Namun tiba-tiba Sungmin berseru memecahkan suasana hening tersebut.

“Itu!” Tunjuknya pada peti kayu yang tadi berantakan.

Sontak SiBumKyu menoleh ke arah yang dimaksud Sungmin.

“Ada apa Min?” Tanya Siwon.

“Tadi ketika pertama kesini aku lihat ada benang nilon transparan didekatnya , tapi kenapa sekarang tiba-tiba hilang?” Tanya Sungmin bingung.

“Benang nilon?” Tanya Kyuhyun sembari menautkan kedua alisnya.

Kibum sontak langsung menoleh ke arah pintu , diperhatikannya dengan seksama kusen pintu tersebut.

“Kau menemukan sesuatu?” Tanya Kyuhyun.

Kibum tak menjawab, malah menyunggingkan sebuah senyuman kecil disudut bibirnya.

“Gotcha!!”

***

Kini semua warga dan para calon tersangka yang dicurigai tengah berkumpul setelah Kyuhyun memberi tahu mereka , bahwa dia dan teman – teman barunya sudah mengetahui siapa pelaku pembunuhan dari Hyunmi.

“Jadi siapa pelakunya?” Tanya salah seorang warga yang tak sabar.

“Iya, siapa pelaku sebenarnya Kyu?” desak yang lainnya.

“Pelakunya adalah…” Ucap Sungmin dengan takut-takut.

Kyuhyun dan Kibum dengan berbarengan menunjuk kearah wanita paruh baya yang tengah berdiri dekat pintu.

“Anda!!” Seru KyuBum berbarengan.

“A-apa?” Seru semua warga yang berada disitu tak percaya.

“A-aku??” Tunjuk sang tertuduh pada dirinya sendiri.

“Iya! Anda …. sshi”

***

TBC

Koment yoo readers ^^
Kyuhyun udah muncul tuh, hhe ^^
Untuk Kyumin moment , menyusul ya ^^
Ayo coba tebak-tebakan lagi siapa pelaku sebenarnya??
Dan menurut analisis kalian gimana?


FF KYUMIN / D’ Popular / Part 7 / Genderswitch

Title : D’Popular

Part : 7

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Lee SungMin as Minnie

Cho KyuHyun as Kyuhyun

Kim Kibum as Kibum

Kim HeeChul as Chulie Minnie friends

Tan HanGeng as Minnie oppa

Jungmo as Kyuhyun friends

Lee Donghae as Kyuhyun friends

Lee Hyukjae as Kyuhyun friends

Zhoumi as Minnie appa

Henry as Minnie eomma

Kim YoungWon as KyuHyun appa

Park JungSoo as KyuHyun eomma

Cameo : member Super Junior n Shinee

Genre : Romance

Gak suka? Jangan baca^^

Oh ya 1 lagi, aku harap yang baca komennya jangan Cuma seru Chingu, ayo lanjut, jujur kalau ada yang komen kayak gitu aku jadi sedih#lebay. Daripada komen kayak gitu doang, mending kasih kritik, tapi jangan lupa sarannya, itu lebih baik^^

Seperti biasa, bagi yang ketinggalan part sebelumnya, bisa baca di wpku http://www.labusepet.wordpress.com

happy reading^^

“sialan tuh si Sunkyu, tamparannya sakit banget”gerutu Minnie dan berjalan kearah kaca yang berada di dalam toilet.

“merah lagi”gumam Minnie sambil mengelus pipinya yang tadi di tampar Sunkyu.

“Sekarang loe rasain pemabalasan gue”ucap Minnie sambil menyeringai.

Lalu Minnie mengacak-acak rambutnya dan mengacak-acak sebagian seragamnya dan membuatnya kusut agar terlihat lebih berantakan.

“sempurna”ucap Minnie melihat penampilannya yang jauh lebih berantakan dan mengenaskan dari yang tadi.

“kalau begini gak akan ada yang curiga lagi. Gak sia-sia gue punya otak encer. rasain pembalasan dari gue Sunkyu”gumam Minnie sambil menyeringai.

Ternyata Minnie sudah merencanakan hal ini saat Sunkyu dan teman-temannya menarik Minnie paksa ke toilet.

Minnie berjalan kearah kelas dengan langkah gontai, tentu saja ini hanya acting. Minnie yang seorang atlit Taekwondo tidak mungkin jika hanya ditampar saja sudah K.O.

Tok Tok

Minnie mengetuk pintu kelasnya yang tertutup rapat karena sudah ada guru yang mengajar. Minnie sengaja masuk terlambat agar memperlancar rencananya.

“masuk”perintah Park seonsaengnim yang hari ini bertugas mengajar lagi di kelas Minnie.

Kriet

Semua mata mengarah ke Minnie, mereka semua kaget dengan kondisi Minnie yang mengenaskan.

“kau kenapa Sungmin?”Tanya Park seonsaengnim dan menghampiri Minnie.

“gwechana seonsaengnim”ucap Minnie dengan nada lemah, ingat Cuma acting.

“siapa yang melakukan ini Sungmin?”selidik Park seonsaengnim.

Minnie menoleh kerah Sunkyu dan genknya. Dan sudah pasti mendapat death glare dari mereka. Terutama Sunkyu yang mengisyaratkan dengan mulutnya ‘Mati-loe-kalau-sampe-bilang’. Minnie yang melihat itu membalsnya dengan sebuah seringaian.

Minnie melangkah ke meja Sunkyu, sontak itu membuat Sunkyu dan genknya jadi gelisah dan takut.

Minnie mengeluarkan kaca matanya yang pecah dari sakunya.

“aku tidak mampu membeli yang baru, jadi tolong kau berikan yang baru karena kau yang sudah merusaknya”ucap Minnie sambil memberikan kaca mata ke Sunkyu, tak lupa Minnie menyeringai kearah Sunkyu dan teman-temannya.

“perasaan tadi rambutnya gak seberantakan itu deh”bisik Sooyoung ke Hyoyeon teman sebangkunya yang duduk di belakang Sunny dan Yoona.

“sial, kita di jebak”komentar Hyoyeon.

“ternyata dia licik banget”tambah Yoona, dengan wajah yang sangat kesal.

‘kena loe semua, makanya jangan berani-beraninya sama gue’batin Minnie senang sambil terus menyeringai kearah Sunkyu dan teman-temannya.

“Sunkyu, Yoona, Sooyoung, Hyeoyeon setelah pelajaran saya selesai kalian ikut saya ke ruangan saya”ucap Park seonsaengnim yang mengerti dengan maksud Minnie.

“Sungmin sebaiknya kau rapikan penampilanmu”ucap Park seonsaengnim kepada Minnie.

“ne”balas Minnie patuh.

Minnie berjalan kearah kursinya dengan wajah yang di buat semenderita mungkin, agar yang lainnya iba padanya. Lalu dengan santai Minnie duduk di kursinya.

“ini Sungmin pakai saja sisirku”ucap teman sekelas Minnie yang bernama Goo Hara sambil memberikan Minnie sisir.

“ne, gomawo”ucap Minnie dan mengambil sisir Hara.

“cheonman”balas Hara.

“ini, kau tidak mungkin menyisir tanpa mengaca”ucap Park Gyuri teman sebangku Hara.

“gomawo”ucap minnie sambil mengambil kaca yang di pinjamkan oleh Gyuri.

“cheonman”balas Gyuri.

‘kayaknya rencana gue berjalan lancar’ucap Minnie dalam hati.

“licik juga loe”komentar Kibum yang mengerti dengan situasinya.

“Itu bukan licik, tapi pintar memanfaatkan keadaan, lagi pula orang kayak mereka memang harus di kerjai”balas Minnie sambil merapikan penampilanya yang tadi ia buat berantakan.

“gue udah curiga, kok bisa loe pasrah aja dianiaya sama mereka, ternyata loe udah punya rencana”ucap Kibum.

“curigaan banget si loe sama gue”cibir Minnie.

“awalnya gue emang gak mau bales mereka, tapi kalau dibiarin mereka akan terus menindas gue. Gue gak mau jadi Geum Jandi yang gak berbuat apa-apa saat dianiaya, tapi gue mau jadi Makino sukushi yang kuat dan melawan semua yang menganiayanya”tambah Minnie.

“gue rasa loe lebih cocok jadi San Chai”komentar Kibum.

“mwo?”

Dengan cepat Minnie menoleh kearah Kibum yang sedang asik menulis contoh soal yang di berikan Park seonsaengnim.

“wae? Ada yang salah dengan ucapanku Sungmin?”Tanya Kibum santai sambil menoleh kearah Minnie.

Minnie menatap Kibum dengan cermat, apakah ucapan Kibum yang tadi karena ia sudah tahu siapa Minnie, atau hanya asal.

“maksudmu?”selidik Minnie.

“tidak ada maksud apa-apa, hanya memberi pendapat saja”balas Kibum sambil memberikan evil smile andalanya.

Sekali lagi Minnie menatap Kibum dengan cermat, berusaha mencari sesuatu yang mencurigakan dari Kibum.

‘gue harus hati-hati sama Kibum’ucap Minnie dalam hati.

“oh”respon Minnie singkat.

~sementara di tempat lain~

“kasian banget si Sungmin”ucap Jungmo iba.

“ho’oh”tambah Donghae.

“gue si gak”ucap Kyuhyun ketus.

“iya gue juga gak, biar tahu rasa tuh cewek judes”tambah Eunhyuk.

“jahat banget loe berdua”komentar Jungmo.

“loe belum ngerasain di permaluin sama dia si, jadinya loe kasihan”balas Kyuhyun.

“bener banget, sumpah gue masih sakit hati tuh sama si Sungmin”tambah Eunhyuk lagi.

“loe juga akan setuju sama gue n Eunhyuk, kalau loe udah ngerasain di permaluin sama Sungmin”seru Kyuhyun dengan memasang wajah kesalnya setiap mengingat bagaimana Minnie mempermalukannya.

“haha”tawa Jungmo dan Donghae mendengar curahan hati Kyuhyun dan Eunhyuk.

“kok ketawa si?”protes Kyuhyun tidak suka.

“gue baru liat seorang Cho Kyuhyun yang playboy kelas berat takluk Cuma sama seorang Sungmin cewek cupu seantero sekolah, ckck. Menyedihkan”ejek Donghae.

“aishh. Gue bukannya takluk sama si cupu, Cuma gue males aja sama dia. Gak ada yang menarik gitu dari dia, wajahnya cantik juga gak, keren juga gak. Udah gitu sombong dan judes banget lagi”hina Kyuhyun.

“alah ngeles aja loe”cibir Donghae.

“gini aja deh, biar adil loe n Jungmo juga harus deketin Sungmin”usul Kyuhyun.

“gue setuju. Loe berdua juga harus deketin Sungmin”timpal Eunhyuk cepat.

“glek”

Donghae dan Jungmo menelan salivanya dengan susah payah. Jujue saja sebenarnya mereka berdua takut untuk mendekati Sungmin dan bernasib sama seperti Kyuhyun dan Eunhyuk yang dipermalukan di depan umum oleh Sungmin.

“kalau loe ngerasa cowok sejati, loe terima tantangan dari gue”pancing Kyuhyun saat Donghae dan Jungmo tidak memberikan respon.

“bagus, siapa yang bisa ngajak Sungmin jalan keluar, dia yang menang. Yang menang bisa belanja sepuasnya di departemen store appa gue”ucap Kyuhyun.

“Gimana, menarik kan penawaran gue”Tanya Kyuhyun.

“ok gue terima”ucap Donghae.

“gue juga”tamabah Jungmo

“dimulai dari loe dulu hae”ucap Kyuhyun.

“kenapa gue?”protes Donghae.

“karena tadi loe yang ngejek gue, jadi loe duluan”baloas Kyuhyun.

“gak asik loe”cibir Donghae.

“udah Hae terima aja, nasib loe akan tetep sama kok kayak gue n Kyuhyun”seru Eunhyuk sambil mengelus pundak Donghae.

Donghae menatap Eunhyuk tajam. Maksudnya apa berkata sepaerti itu? bukannya menyemangati malah membuatnya pesimis.

“terserah loe semua deh”pasrah Donghae.

“Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae, Jungmo. Cepat kalian catat dan jangan berbicara terus”perintah Park seonsaengnim tegas.

“ne seonsaengnim”balas Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae, Jungmo patuh. Dan segera mencatat apa yang di tulis Park seonsaengnim.

Teng Teng Teng

Bel istirahat berbunyi. Sunkyu, Yoona, Sooyoung dan Hyoyeon langsung ikut Park seonsangnim ke ruangnya. Sementara Donghae mulai menghampiri meja Minnie dengan ragu untuk melakukan tantangan dari Kyuhyun. Sebenarnya ia takut akan bernasib sama dengan Kyuhyun dan Eunhyuk.

“Sungmin”panggil Donghae ragu-ragu.

Minnie menoleh kearah Donghae dan menatapa Donghae dengan tajam.

“glek”dengan susah payah Donghae menelan salivanya saat melihat tatapan mata Minnie yang begitu menakutkan baginya.

“korban baru”bisik Kibum.

Minnie langsung menyeringai begitu mendengar bisikan dari Kibum. Terlintas ide cemerlang yang akan Minnie lakukan kepada Donghae, sang korban baru. Donghae yang baru pertama kali melihat seringai Minnie merasakan firasat tidak enak. Ingin rasanya ia pergi dari tempat Minnie dan menjauh darinya. Entah Mengapa Minnie begitu mengerikan di mata Donghae. Apalagi setelah mendengar cerita Eunhyuk dan Kyuhyun.

“apa?”respon Minnie akhirnya.

“emm..kita makan di kantin yuk?”ajak Donghae.

“gue bawa bekal”ucap Minnie.

“yah~”desah Donghae pura-pura sedih sebenarnya ia senang, itu berarti ia tidak perlu mengajak Minnie bicara lagi. Donghae tidak ingin membuat Minnie yang sedang baik ini marah, bisa-bisa nasibnya seperti Eunhyuk dan Kyuhyun.

“ekh tapi boleh juga deh makan di kantin, bosan juga makan bekal terus”ucap Minnie dan berdiri dari kursinya.

“ayo”ajak Minnie.

“ne”balas Donghae.

‘punya rencana apa nih yeoja’batin Donghae gelisah.

Akhirnya Donghae berhasil mengajak Minnie makan di kantin.

“loh kok si Sungmin mau si?”Tanya Eunhyuk bingung.

“akh paling si Sungmin mau ngerjain Donghae di kantin, kita ikutin aja”balas Kyuhyun.

“ok”balas Eunhyuk dan Jungmo setuju.

Dengan terus waspada Donghae berjalan di samping Minnie menuju kantin. Selama di perjalan ke kantin mereka berdua terus menjadi pusat perhatian karena Donghae salah satu orang paling popular di sekolah, jadi wajar jika ia selalu menjadi pusat perhatian. Tapi kali ini murid Hanyang bukan menatapnya kagum tapi dengan tatapan aneh dan mencela. Untuk apa seorang Lee Donghae berjalan bersama dengan Sungmin. Murid baru yang penampilnya sangat cupu dan terkenal dengan judesnya.

@kantin

“loe boleh makan apa aja yang loe mau, gue yang bayar”ucap Donghae saat Minnie dan dirinya sampai di kantin.

“yakin?”tanya Minnie memastikan.

“ne”

“baiklah”seru Minnie dan menghampiri semua penjual makanan yang ada di kantin Hanyang.

“kau yakin akan memakan semuanya?”Tanya Donghae tidak yakin saat semua makan yang Minnie pesan sudah ada di mejanya, dengan jumlah yang sangat banyak. Kira-kira cukup untuk 5 orang lebih.

“ne, aku lapar, lagipula kapan lagi aku bisa makan makanan seenak ini”jawab Minnie sambil memulai memakan makann yang sudah ia pesan. “Wae? Jangan bilang kau tak mau bayar?”Tanya Minnie dengan mengacungkan sumpitnya kearah wajah Donghae.

“anio, aku akan bayar kok”jawab Donghae cepat.

‘gila nih yeoja makannya banyak banget, menipis deh uang gue’runtuk Donghae dalam hati.

Makanan yang di jual di kantin Hanyang memang mahal-mahal, secara ini juga sekolah mahal.

“kau tidak makan?”Tanya Minnie sambil memakan makanan yang sudah ia pesan.

“anio, aku tidak lapar”tolak Donghae.

“kau yakin? Ini enak loh”Tanya Minnie lagi sambil mencoba menyuapi Donghae.

“anio”tolak Donghae lagi sambil menepis tangan Minnie.

“prak”

Tangan Minnie menyenggol botol saus dan sausnya tumpah mengenai sepatu baru Donghae.

“sepatu baru gue”gumam Donghae sedih melihat sepatu barunya penuh dengan saus.

“opps, bukan salah gue loh, tadi loe yang nyenggol tangan gue”ucap Minnie cepat sebelum di salahkan oleh Donghae.

“gak usah berlebihan gitu deh, sepatu loe kan Cuma ketumpahan saus aja bisa di cuci”komentar Minnie yang melihat wajah Donghae yang sangat sedih.

“iya”ucap Donghae lemas.

Seperti tidak punya dosa Minnie melanjutkan makannya, ia tidak peduli dengan Donghae yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan kesal.

‘nyebelin banget si nih yeoja, pantes aja Kyuhyun n Eunhyuk gak tahan sama dia’maki Donghae dalam hati.

‘gue harus sabar, naklukin yeoja kayak gini emang harus sabar’ucap Donghae dalam hati dengan menahan emosinya melihat Minnie makan dengan sangat tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

“emm..tar malem loe ada acara gak?”Tanya Donghae.

“tar malem ya?”gumam Minnie.

“iya tar malem”

“gak ada”

“loe mau gak kencan sama gue?”Tanya Donghae dengan segenap keberanianya.

“BUR”

Minnie menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya ke wajah Donghae yang berada di depannya. Sontak perbuatan Minnie barusan mengundang perhatian banyak orang. Secara yang Minnie sembur adalah Lee Donghae salah satu namja paling popular di Hanyang.

“opps, sorry gak sengaja. Gue gak salah denger nih? Loe ngajak gue kencan?”Tanya Minnie memastikan sambil mencoba membersihkan wajah Donghae dengan lap yang ada di meja kantin.

“ya!”marah Donghae dan menepis tangan Minnie dengan kasar.

“aku tahu kau sengaja kan? Dasar yeoja kurang ajar”maki Donghae dan meninggalkan Minnie sendiri di kantin.

“hei, bagaimana dengan makanannya? Kau tetap yang bayar kan?”Tanya Minnie tanpa dosa.

“grrr”Donghae benar-benar kesal sekarang. Bayangkan saja Minnie mengelap wajahnya yang tampan ini dengan lap.

“awas kau”ucap Donghae dan terus berjalan kearah toilet siswa.

“bener-bener keterlaluan”geram Eunhyuk kembaran Donghae yang sedari tadi memperhatikan Minnie dan Donghae dengan teman-temannya Kyuhyun dan Jungmo.

“ekh Nyuk loe mau kemana?”Tanya Kyuhyun dan menarik tangan Eunhyuk.

“ngasih pelajaran ke yeoja kurang ajar lah”jawab Eunhyuk dengan penuh emosi.

“sabar dulu, bisa-bisa loe juga kena lagi”nasihat Kyuhyun.

“kalau mau ngasih pelajaran sama dia loe harus punya rencana dulu”tambah Jungmo.

“tapi dia bener-bener keterlaluan, masa mukanya Donghae dia bersihin pake lap. Yang bener aja”sungut Eunhyuk kesal.

“gue tahu loe kesel, kita juga kesel liat Donghae digituin. Tapi kita harus punya rencana kalau mau ngebales tuh yeoja”ucap Kyuhyun berusaha menenangkan Eunhyuk yang sedang sangat kesal.

“ok dah”ucap Eunhyuk akhirnya mulai tenang.

“kurang ajar banget tuh si Sungmin, kita harus kasih dia pelajaran”ucap segerombolan yeoja yang duduk di dekat Kyuhyun dan teman-temannya yang sedang bersembunyi.

“gue setuju, enak aja dia mempermalukan Lee Donghae KITA”

“gimana kalau besok dia kita kerjain?”

“gue setuju”

Segerombolan yeoja tadi pun pergi meninngalkan kantin.

“loe denger kan Nyuk?”Tanya Kyuhyun.

“iya, gue lupa kalau masih ada “Ikan lovers”jawab Eunhyuk sambil menyeringai.

“enak banget tuh si Donghae ada fansnya yang akan ngebelain dia”komentar Jungmo.

“kalau “Banana’s” tahu kemaren ini gue di permaluin pasti mereke juga akan kayak gitu”balas Eunhyuk.

“apalagi kalau sampe “Demon” tahu dia pasti ngerjain si Sungmin abis-abisan tuh”timap Kyuhyun tak mau kalah.

“ckck, udah deh gak usah pada berlebihan”cibir Jungmo.

“sekarang giliran loe Momo”ucap Kyuhyun sambil menyeringai.

“siap-siap aja”tambah Eunhyuk.

“GLEK”

“huft”Jungmo menghela napas.

“semoga aja gue gak kayak kalian bertiga”

“kita liat aja”ucap Eunhyuk dan Kyuhyun bersamaan.

~pulang sekolah~

“Sungmin”panggil Jungmo dari kejauhan.

Dengan malas Minnie menoleh kebelakang, dimana ada Jungmo yang sedang berjalan kearahnya.

‘ya ampun! Maunya apa si, apa gak kapok liat ketiga temenya gue kerjain’ucap Minnie dalam hati.

“ada apa?”Tanya Minnie saat Jungmo sudah sampai dihadapannya.

“pulang bareng yuk”ajak Jungmo.

“no thank’s”tolak Minnie dan kembali berjalan kearah gerbang.

‘aduh, pake acara nolak segala nih anak’runtuk Jungmo dalam hati dan berlari mengejar Minnie yang sudah berjalan duluan.

“ayolah, masa loe nolak niat baik gue si”bujuk Jungmo.

“sebenernya apa si mau loe? Gue gak udah bilang gak mau”sewot Minnie, karena Jungmo memaksanya.

“gue Cuma pengen anter loe pulang aja, lagian hari ini panas banget”balas Jungmo masih sabar.

Minnie diam sebentar, mempertimbangkan ajakan Jungmo.

“loe mau pulang bareng gue kan?”Tanya Minnie.

“iya”jawab Jungmo.

“yakin?”ulang Minnie.

“yakin”balas Jungmo ragu-ragu. Tiba-tiba saja perasaannya tidak enak.

‘mau ngapain nih yeoja’ucap Jungmo dalam hati.

“yaudah ayo”seru Minnie dan menarik Jungmo.

“sebentar, gue mau ambil mobil dulu”ucap Jungmo.

“gue gak mau naik mobil”balas Minnie.

“terus, kita pulang naik apa? Kita gak akan naik bus kan?”Tanya Jungmo dengan Mimik wajah yang mulai khawatir.

“gak, tenang aja”jawab Minnie sambil tersenyum.

‘mencurigakan’ucap Jungmo dalam hati melihat Minnie tersenyum padanya.

“so, kita naik apa?”Tanya Jungmo lagi.

“naik sepatu”jawab Minnie asal.

“hah?”

“kita jalan kaki, kan tadi loe sendiri yang bilang gak mau naik bus. Lagi pula rumah gue deket kok”jelas Minnie santai.

“MWO?”seru Jungmo kaget mendengar ucapan Minnie barusan.

“udah ayo jalan”ucap Minnie dan menarik tangan Jungmo.

“tapi-“

“sttt”potong Minnie sambil menaruh telunjuknya di bibir.

“jalan itu sehat”tambah Minnie dan terus menarik tangan Jungmo.

~sementara itu di lain tempat~

“sial~”runtuk Sunkyu kesal.

“gara-gara si Sungmin kita jadi di hokum bersihin toilet”maki Yoona.

“seminggu lagi”tambah Hyoyeon.

“bau”ucap Sooyoung manja sambil menutup hidungnya.

“kita harus bales si Sungmin”seru Yoona.

“pastinya”balas Sunkyu, Hyoyeon dan Sooyoung berasamaan

*****

“sialah tuh yeoja”maki Jungmo saat ia sampai di kamar Kyuhyun karena hari ini mereka janji berkumpul dirumah Kyuhyun.

“Udah dateng telat marah-marah lagi”cibir Eunhyuk

“loe kenapa marah-marah?”Tanya Kyuhyun bingung melihat Jungmo yang marah-marah.

“ini semua gara-gara si Sungmin”jawab Jungmo dengan emosi.

“emang dia ngapain loe?”Tanya Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae bersamaan penasaran.

Dengan emosi Jungmo menceritakan apa yang ia alami bersama Minnie.

“loe enak Cuma di gituin, lah kita bertiga di permaluin di depan umum”komentar Eunhyuk.

“iya, loe Cuma jalan doang, udah gitu rumah dia deket lagi”timpal Eunhyuk.

“enak apanya?”ucap Jungmo sambil membulatkan matanya.

“loe tahu gak gue jalan seberapa jauh?”Tanya Jungmo.

Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae kompak menggeleng.

“5 km lebih. Dan itupun belum sampe dirumhanya. Dia selalu bilang udah deket kok setiap kali gue nanya”jelas Jungmo.

“udah hari ini panas banget, loe liat nih muka gue sampe bintik bintik merah kayak gini. Loe tahu kan kalau gue gak bisa lama-lama kena sinar matahari, alergi gue kambuh”tambah Jungmo sambil menunjuk wajahnya yang sekarang banyak terdapat bintik bintik merah.

“udah gue duga, gak mungkin tuh si Sungmin mau pulang bareng loe kalau dia gak punya rencana jahat sama loe”komentar Kyuhyun.

“pokoknya gue mau balas dendam sama si Sungmin”ucap Jungmo masih kesal.

“gue juga”balas Eunhyuk dan Donghae kompak.

“gue udah pasti”tambah Kyuhyun

*****D’Popular*****


KyuMin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / part 3

Tittle : Nerd Girl
Part : 3 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : Mian yah kalau nggak sesuai harapan *bow*

***

Sosok laki-laki tinggi dengan kacamata lebih tebal dari kacamata ‘kuda’ baca Kibum menempel dikedua matanya. Kancing kemejanya juga melekat rapat sampai keatas. Buku-buku tebal ditangannya membuat kesan pintar yang teramat sangat namun terlihat nerd melebihi Sungmin langsung melekat pada dirinya.

Beberapa anak di kelas tersebut menyeringai menampakan wajah yang seolah –olah ingin berbicara “Target baru!” pada sesamanya.

Dengan wajah takut-takut dia memperhatikan seluruh sudut kelas dan mulai membuka suaranya untuk memperkenalkan diri.

“Cheoneun..”

***

“Cheoneun Choi Siwon imnida..”

Deg! Marga Choi!?

Kibum yang sedari tadi membaca buku dengan judul berbeda dari minggu lalu seketika menghentikan aktifitasnya melihat ke arah anak baru tersebut yang sedang memperkenalkan diri dan kemudian melihat ke arah Sungmin.

Sungmin sama sekali terlihat tidak perduli dan tetap serius dengan mainannya, menyusun puzzle berisi 36 buah bergambar rangkaian rumit benang-benang kusut.

Kibum memperhatikan anak baru itu ketika dia mulai berjalan menuju tempat duduknya, ah tidak lebih tepatnya tempat duduk disamping bangku Heechul.

Ternyata dia akan duduk disitu. Bangku disamping Heechul memang masih belum ada yang menempati, wajar saja kalau dia duduk disitu , walaupun sebenarnya masih ada tempat kosong lainnya.

Setelah meletakan tasnya dibangku dan duduk , anak baru bernama Siwon tersebut tersenyum kearah Heechul, teman sebangkunya, yang sebenarnya menatap tidak ramah kepadanya.

Mendapat respon tak baik , Siwon langsung kikuk , takut-takut dia menatap ke belakang, ke arah Sungmin. Seperti hendak menanyakan sesuatu.

Namun niat dia sempet terhenti ketika melihat Sungmin sedang menyusun sebuah puzzle.

“Eh?” Siwon mengangkat alisnya.

“Ada apa?” Tanya Sungmin merasa ada yang memperhatikannya.

“K-kau main puzzle disekolah?” Tanya Siwon takut-takut Sungmin marah.

“Iya , memangnya kenapa?” Tanya Sungmin.

“Ah, ani. Oh iya , pelajaran pertama hari ini apa?” Tanya Siwon pada akhirnya setelah mendapat respon dari Sungmin yang lebih baik.

“Ehm , apa ya? Aku lupa!” Ucap Sungmin. “Bum. Eh Kibum maksudnya. Pelajaran hari ini apa?” Tanya Sungmin kemmudian pada Kibum yang masih menyibukkan mata berkaca nya dengan buku tebal koleksinya.

“Guru yang masuk tadi guru siapa?” Tanya Kibum balik pada Sungmin tanpa melihat ke arahnya.

Sungmin melihat kedepan, “Eh , gurunya sudah datang. Ehm Shin saenim.” Jawab Sungmin

“Shin saenim guru apa?”

“Kimia.”

“Berarti?”

“Oh ,iya!” Sungmin menepok jidatnya. “Hari ini pelajaran pertama adalah Kimia. Oh iya kau siapa? Kok ada disini?” Tanya Sungmin pada Siwon.

“Eh? Kau tidak melihat aku tadi?” Tanya Siwon.

“Tidak!” Ucap Sungmin sembari mengelengkan kepalanya.

Kibum terkikik.

“Perkenalkan! Aku Choi Siwon!” Kata Choi Siwon dengan semangat mengulurkan tangannya.

“Oh , aku Sungmin^^” Balas Sungmin sembari tersenyum ramah.

“Wah , Sungmin kacamata kita sama ya^^” Ucap Choi Siwon.

“Enak saja. Lebih tebal kacamatamu tau. Huu!!” Seru Sungmin.

“Sungmin! Siwon! Berkenalannya bisa kalian lanjutkan diluar jam pelajaran nanti!” Tegur Shin seongsaenim pada Sungmin dan Siwon.

Siwon langsung berbalik dan membetulkan posisi duduknya. Kemudian melihat kearah samping.

“Aku Siwon.” Ucapnya sembari mengulurkan tangannya pada Heechul.

“Aku tidak tanya!” Sahut Heechul yang terdengar sampai kebelakang.

“Hihi..” Sungmin terkikik geli , sementara Kibum hanya mengangkat sudut bibirnya kecil.

***

“Bagaimana keadaan kalian?” Tanya seseorang dari seberang sana melalui sebuah telepon genggam yang sedang digunakan oleh anak laki-laki paruh baya.

“Baik, appa. Hanya saja..” Ucapannya sedikit terputus.

“Hanya saja apa Kibum?” Tanya seseorang yang dipanggil appa oleh Kibum.

“Disekolah mulai banyak anak baru. Aku khawatir kalau..” Kibum menghentikan perkataannya dan memandang ke arah gadis yang masih asyik menyusun puzzle bergambar benang-benang sejak 2jam yang lalu. “Kalau dia tertangkap.” Ucap Kibum sembari mengalihkan pandangannya dari gadis tadi.

“Apa?! Apa gerak-gerik mereka mencurigakan?” Tanya appa Kibum khawatir.

“Tidak begitu , appa. tapi salah satunya yang berada dikelas kami berpenampilan sama seperti kami, entah itu dibuat-buat atau memang sudah penampilannya yang seperti itu.” Jelas Kibum.

“Ehm , begitu. Tapi kalian tetap harus berhati-hati.” Nasihat appa Kibum.

Kibum diam sejenak. Mengingat kembali penampilan Choi Siwon yang sama sekali tidak terkesan membahayakan. Tapi justru seperti itu yang perlu diwaspadai.

“Ne appa.!”

“Klik!” Kibum memutus sambungan telepon dengan ayahnya, setelah itu menghampiri Sungmin yang sedang menyusun puzzle didepan LCD 50 inch berwarna hitam pekat.

Kibum mengusap puncak kepala Sungmin sembari duduk disampingnyya. “Masih belum selesai?” Tanya Kibum.

Sungmin melihat kearah Kibum, kemudian tersenyum namun langsung kembali fokus pada puzzlenya, “Belum.” Katanya singkat.

“Kenapa lama sekali? Padahal cuma sedikit.” Tanya Kibum lagi yang mulai risih dengan kegiatan Sungmin masih sama semenjak disekolah tadi.

“Kau fikir mudah menyusunnya?” Tanya Sungmin yang menghadap ke Kibum lagi. “Walaupun hanya 36 bagian , tapi sulit sekali disusun , gambar dan bentuk perbagian hampir sama.” Jelas Sungmin.

“Oh ya!?” Tanya Kibum tak percaya. “Cuma gambar benang kusut begini saja.” Ejek Kibum sembari menyandarkan tubuhnya disofa dan kemudian mengambil remote tv untuk kemudian dimatikan.

“Segala sesuatu itu mempunyai pola, bahkan benang kusut sekalipun.” Ucap Sungmin telak membuat Kibum diam.

***

Minggu , 13 November 2011

Malam hari didaerah dataran tinggi yang nyaman dan sejuk. Disebuah tempat dekat sebuah peternakan dan ladang. Disitulah tempat tinggal Sungmin dan Kibum. Keduanya memang tinggal disatu tempat , hanya berdua. Mereka mengaku sebagai saudara kandung disana untuk mengelabui para warga sekitar yang hendak bertanya.

Namun dengan teman-temannya disekolah, mereka bak orang yang tidak pernah saling mengenal sekali pun.

Hari ini , merupakan hari perayaan panen para warga didesa tersebut. Sungmin dan Kibum yang masih menjadi warga baru pun turut diundang oleh para warga untuk menghadiri pesta rakyat mereka dibalai desa.

“Seperti Garden party ya ?” Ujar Sungmin pada Kibum yang berpakaian layaknya seorang peternak. pakaian yang modelnya hampir sama dengan pakaian Sungmin. Pakaian untuk berternak.

Untuk menghadiri pesta rakyat ini , memang diharuskan memakai dresscout layaknya para petani ataupun peternak lainnya.

“Garden Party?” Kibum menaikan alisnya heran pada Sungmin. Kemudian menggelengkan kepalanya tatkala melihat Sungmin menikmati keriuhan suasana pesta rakyat tersebut.

“Hey! Sungmin!” tiba-tiba dari arah belakang ada seorang yang menepuk punggung Sungmin.

Sontak Sungmin dan Kibum berbalik. Dan mendapati Siwon adalah orang yang melakukan itu.

“Lho? Siwon? Kau ada disini?” Tanya Sungmin.

“Iya^^” Jawab Siwon dengan semangat. “Kibum ? Kau ada disini juga?” Tanya Siwon yang baru menyadari keberadaan Kibum.

“Kebetulan.” Sahut Kibum singkat.

“Oh.” Balas Siwon. “Sungmin! Bagaimana pakaianku?” Tanya Siwon cengegesan kemudian berputar untuk menunjukan dresscoutnya malam ini pada Sungmin.

Sungmin mengangkat kedua jempolnya “Bagus!” Seru Sungmin. “Aku bagaimana?” Tanya Sungmin balik.

“Bagus juga. Pakaian Kibum juga.” Ucap Siwon. “Oh iya, kalian kesini berdua?” Tanya Siwon.

“Ehm..”

“Tidak!”

Baru saja Sungmin mau menjawab namun keburu disela oleh Kibum, “Kami kebetulan bertemu disini.”

“Oh gitu..” Sahut Siwon.

“Aaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”

Terdengar teriakan yang kencang dari dalam balai desa membuat semua orang yang ada disana kaget. Kibum langsung berlari menuju sumber suara dengan Sungmin dan Siwon menyusul dibelakangnya.

Sungmin langsung mengalihkan pandangannya ketika melihat apa yang dihadapannya.

Kibum dan Siwon memandang apa yang dihadapan mereka dengan miris.

“Minggir!!” Seru seorang laki-laki paruh baya , yang sebaya dengan Kibum, Sungmin dan Siwon sembari menggeser tubuh Siwon dan Kibum yang menghalangi jalannya melihat objek yang sekarang menjadi perhatian mereka.

Kemudian jongkok dan memeriksa sesuatu yang disebut dengan denyut nadi disekitar daerah leher.

“Dia sudah tewas!” Serunya kemudian.

***

TBC
Koment ya 🙂 kalo komentnya banyak aku bakal langsung apdet lanjutannya 🙂


KyuMin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl

Tittle : Nerd Girl
Part : 2 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : No comment -___-

***

“Kau!!!” Tunjuknya pada Sungmin. “Lee Sungmin!”

Sungmin menunjuk dirinya sendiri. Bingung akan sikap HyunRa.

“Kau kan yang pasti mengambil dompetku!!

‘Hell!!’ Rutuk Sungmin dalam hati.

***

“Bu-bukan aku.. Aku tidak..” Sungmin mencoba memberi penjelasan pada HyunRa yang sedang kalap karena kehilangan dompetnya.

“Mengaku saja kau! Pasti kau kan yang mengambil dompetku!! Sini cepat kembalikan!!” Pekik HyunRa dengan suara nyaringnya.

HyunRa menghampiri Sungmin dan mendesaknya kepojokan , memaksa untuk membongkar isi tas Sungmin.

Dikeluarkan buku-buku Sungmin dari tasnya dan dibuang secara sembarang ke segala arah.

“Hey! Dimana dompetku?!” Seru HyunRa

“HyunRa! Aku tidak mengambil dompetmu! Harusnya kau tanyakan saja pada Soora!” Sungmin menunjuk Soora dengan ujung dagunya.

HyunRa melihat ke arah Soora, kemudian berbalik melihat kembali kepada Sungmin, “Apa maksudmu?”

“Bukankah dia teman sebangkumu , alibinya memang kuat tapi dialah pelakunya!” Seru Sungmin. Dia tak tahan terus dituduh sebagai pencuri didepan umum seperti ini.

“Hey! Kenapa jadi aku?” Elak Soora tak terima dituduh begitu saja.

“Kenapa kau?” Ucap Sungmin mengulang kembali pertanyaan Soora. “Ya karena kau yang mencuri! Kalau tidak percaya tanya saja sama Zhoumi. Iya kan Zhoumi?” Lanjut Sungmin.

Sungmin terus memandang Zhoumi menanti akan jawaban ‘Iya’ nya. “E-e, a-aku..” Zhoumi mendadak berubah jadi gelapan.

“Apa buktinya kalau aku yang mencuri dompet HyunRa? Lagipula sejak tadi pagi aku selalu bersama HyunRa kan? Jangan-jangan itu hanya taktik licikmu saja untuk menutupi kenyataan bahwa selain seorang yang aneh kau juga seorang maniak dan pencuri.” Balas Soora kemudian.

“Aish!” Sungmin mendesis.

Sementara itu, HyunRa malah jadi bingung sekarang, siapa yang sebenarnya mencuri. Dia memang yakin kalau Sungmin pasti yang mengambil dompetnya , tapi masalahnya dia tidak menemukan barang yang dia cari ditas Sungmin.

“Tidak , HyunRa. Aku sama sekali tidak mencuri dompetmu. Bahkan tau warna dan bentuknya saja tidak.” Ucap Sungmin pada HyunRa.

“Kau percaya begitu saja kah Hyun? Kau tau kan dia kembali ke kelas lebih dulu daripada kita. Jadi dia punya kesempatan untuk mengambil dan menyembunyikan dompetmu disuatu tempat.” Ucap Soora mencoba meyakinkan HyunRa.

Perkataan Soora memang lebih masuk akal dimata HyunRa ketimbang Sungmin. HyunRa menarik nafas panjang dan bersiap akan membuka mulutnya untuk memaki Sungmin, namun hal itu diurungkannya ketika dia lihat barang yang dia cari ada didepan matanya.

“Dompetku!” Serunya sembari langsung mengambil dompet berwarna merah tua tersebut. Kemudian dia melihat ke arah orang yang menunjukan dompetnya dihadapannya.

“Ki-kibum? Kenapa dompet ini bisa ada ditangannmu?” Tanya HyunRa takut-takut pada temann sekelasnya yang diketahui bernama Kibum tersebut.

“Aku menemukannya dikoridor didepan toilet wanita. Lain kali jaga baik-baik barangmu.” Ucapnya sembari kemudian berjalan menuju tempat duduknya. Disamping Sungmin.

Sesaat setelah Kibum duduk. Seongsaenim mata pelajaran berikutnya pun memasuki kelas. Membuat mereka yang tadinya mengerubungi Sungmin dan HyunRa segera kembali dan duduk ditempatnya masing-masing.

***

Kelas langsung bubar ketika bel sekolah berbunyi nyaring sampai tiga kali. Kelas 2 A langsung kosong karenanya, Ah tidak tepatnya hampir kosong. Karena disana masihada dua orang disudut kelas yang masih sibuk membereskan buku-bukunya.

Orang itu adalah Kibum dan Sungmin. Sungmin yang memang ceroboh dan selalu terburu-buru dengan asal memasukan semua barang yang ada di atas meja kedalam tasnya.

“Hey! Itu punyaku!” Seru Kibum ketika melihat Sungmin hendak memasukan earphone putihnya ke dalam tas merah mudanya.

“Oh , mian!” ucap Sungmin dengan segera sambil mengembalikannya pada KIbum.

“Pantas saja kau dikira maling!” Ucap Kibum dengan entengnya membuat Sungmin menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam kearahnya.

“Apa maksudmu? Jadi kau juga mau ikut-ikutan menuduhku kalau yang mencuri dompet HyunRa tadi aku?” Tanya Sungmin tanpa jeda didepan wajah Kibum.

Kibum bangkit dari duduknya sambil memakai tas punggungnya. Kemudian menutup mulut Sungmin yang tengah berbicara tadi dengan tangan kirinya. Kibum menggeser badan Sungmin yang menghalanginya untuk keluar dari meja mereka.

“Aishh!” Pekik Sungmin sambil mencoba membuang tangan Kibum dari mulutnya. Kemudian memakai tas punggungnya juga.

Kibum hanya terkikik sedikit melihat reaksi Sungmin yang terlihat sebal. Kemudian berjalan ke arah luar untuk meninggalkan kelas.

“Asal kau tahu ya. Aku itu bukan pencurinya. Dan aku juga tahu siapa pencurinya!” ucap Sungmin sembari mencoba mengejar Kibum dan menssejajarkan langkahnya dengan pria tersebut.

“Iya! Iya! Aku juga tahu!” Sahut Kibum dengan tangan kanan memegang lengan tas hitamnya yang dikaitkan kelengan kanannya, sementara lengan tas yang sebelah kiri dibiarkan menggantung.

Sungmin menautkan kedua alisnya. Dan kemudian mendadak berubah jadi kesal. “jadi kau juga tahu?” Seru Sungmin.

Kibum mengangguk.

“Lalu kenapa tadi malah diam saja?” Tanya Sungmin kesal.

“Jangan terlalu ceroboh bodoh!” Seru Kibum. “Kau harus ingat kode etiknya.” Lanjut Kibum.

Sungmin memandang kesal kearah Kibum, enak saja dia mengataiku bodoh. Gerutu Sungmin dalam hati. Kalau saja aku tidak menyukaimu, sudah kutendang pantatmu. lanjutnya lagi masih dalam batinnya.

“Maksudmu , perlindungan terhadap saksi?” Tanya Sungmin.

Kibum mengangguk sembari berbelok kerah kanan menuju gerbang sekolah diikuti oleh Sungmin yang terus berusah mensejajarkan langkahnya dengan Kibum dengan berlarian kecil.

“Tapi kan ini tidak berbahaya. Masih dalam ruang lingkup sekolah juga. Bahkan hanya kelas.” Sahut Sungmin enteng.

Sontak, Sungmin mendapat jitakan kecil dari Kibum yang gemas akan kepolosannya.

“Tidak berbahaya untukmu tapi berbahaya untuk zhoumi!” Seru Kibum.

Sungmin mengelus kepalanya sembari mengerucutkan bibir pulmya.

“Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa tahu kalau pelakunya dia?” Tanya Kibum pada akhirnya.

“Oh itu sih gampang saja.” Sahut Sungmin. “Aku sudah curiga ketika melihat sebuah pita merah ditoilet tadi. Tadinya kupikir itu tanda kalau aku telah dikerjai lagi oleh mereka berdua. Tapi ketika aku melihat posisi jatuhnya pita yang berbeda dari biasanya. Aku berkesimpulan bahwa pita itu bukan sengaja dijatuhkan tapi tidak sengaja terjatuh.” Ucap Sungmin.

Kibum mengangkat ujung bibirnya, “Lalu?”

“Aku juga tahu siapa yang memegang pita itu, karena tadi ketika dilapangan aku melihat pita merah lainnya dikantong seragam olah fisiknya. Lalu , ketika aku masuk kekelas dan baru akan membuka pintunya , tiba-tiba pintu dibuka dari dalam oleh Zhoumi, dia kelihatan terbru-buru. Seperti mencoba untuk kabur. Dan sampai akhirnya aku menemukanmu sedang tidur dipojokan kelas.” Jelas Sungmin.

“Lalu point apa yang bisa membuatmu yakin kalau Soora sendiri yang mencuri dompet teman sebangkunya itu? Padahal jelas jelas dia mempunyai alibi yang kuat.” Tanya Kibum sekali lagi mencoba mengetes Sungmin.

“Ya aku tahu, alibinya kuat, tapi dia sendiri yang memberi celah pada alibinya tersebut. Untuk menuju kelapangan dari kelas ini kan pasti melewati toilet.” Jawab Sungmin.

“Jawaban mu akan pelakunya memang benar, tapi penyusunan kalimat dan kata dalam analisismu sungguh berantakan.” Ucap Kibum.

“Hah!! terserah kau sajalah.” Sahut Sungmin kemudian.

“Aku kira kau akan menebak pelakunya itu Zhoumi.” Ucap Kibum tiba-tiba.

“Hah? Mana mungkin? Hanya orang bodoh yang menebak Zhoumi pelakunya!” Seru Sungmin.

Kibum kembali menjitak kepala Sungmin kecil, “Jadi kau sudah merasa pintar?”

“Ya bukan begitu. Tapi kan sudah jelas terlihat kalau bukan Zhoumi pelakunya. Dia itu kan saksi yang melihat Kejadian itu. Aku yakin dia itu tadi melihat ketika Soora mengambil dompet HyunRa , hem mungkin saja ketika Soora mengambilnya , dia tidak sadar kalau dikelas itu ada Zhoumi. Dan setelah Soora pergi. Zhoumi yang ketakutan dituduh sebagai pelakunya pun langsung ingin keluar dari kelas. Padahal jelas-jelas dia sedang tidak enak badan juga.” Jelas Sungmin.

“Bagus juga analisismu!” Ucap Kibum. Sebenarnya apa yang diduga Sungmin 100% benar. Karena Kibum juga melihat Kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri tanpa diketahui Soora ataupun Zhoumi.

“Eh tunggu.” Seru Sungmin.

“Apa?” Tanya Kibum?

“Bukankah kau dikelas, tadi ? Harusnya kau tahu itu kan?” Tanya Sungmin pada Kibum.

Kibum mengangguk.

“Aishh!!!” Sungmin mencubit lengan Kibum. “Lalu kenapa pakai nanya-nanya segala?” Tanya Sungmin.

“Aih. Sudah bagus ditanya!” Sahut Kibum dingin sembari mengelus lengannya yang dicubit oleh Sungmin.

“Arrgggh!!!” Sungmin menggeram kesal , digenggamnya tangannya erat-erat sembari menghentakkan kakinya tepat di depan gerbang sekolah. Sementara Kibum terus berjalan didepannya.

“Kibum!!” Seru Sungmin langsung menyusul Kibum lagi.

“Jangan teriak-teriak! Berisik tau!” Omel Kibum

Sungmin mengerucutkan bibirnya. “How dare are you!” Ucapnya pelan.

“Apa?”

“Tidak!” Sungmin langsung buru-buru menggelengkan kepalanya. “Oh iya, kapan dan darimana kau bisa menemukan dompet HyunRa?” tanya Sungmin penasaran.

“Kau tidak lihat tadi ketika aku keluar saat kau masuk kelas?” Tanya Kibum.

“Lihat.” sahut Sungmin. “Tunggu, jadi tadi kau mencari dompet HyunRa?”

Kibum menggeleng. “Tidak! Buang-buang waktu saja. Soora itu sama cerobohnya denganmu. Aku mengambil dompet itu ketika dia menjatuhkannya dari kantongnya sendiri.” Jelas Kibum

“Oh begitu.” Sungmin mengangguk..

“Dasar aneh!”

“Siapa?”

“Kaulah!”

“Aku?”

“Ne.”

“Kibum!!!!”

***

*Sungmin POV*

Well , itu sedikit ceritaku hari ini. Aku memang akrab dengan namja itu , tapi diluar kelas dan ketika tidak ada banyak orang. Dia memang bukan tipe orang yang banyak bicara sepertiku.

Jujur jantungku selalu berdegup kencang tatkala berbicara ataupun berada didekatnya. Labil memang. Namanya juga suka. Wajar saja kan. Kecuali aku tidak suka , tapi selalu berdegup tak karuan baru tidak wajar, karena itu berarti aku sakit jantung!

Yap! Kibum , 17tahun. Anak dari rekan kerja ayahku. Ayahnya dan Ayahku merupakan teman satu profesi. Pekerjaan mereka yang penuh dengan resiko. Membuatku dan Kibum jadi harus tidak terlalu memiliki ruang gerak yang cukup untuk hidup kami.

Setiap hari adalah bahaya. Setiap hari harus berjaga-jaga. Bahkan setahun yang lalu , Kibum dan aku hampir saja terenggut nyawanya. Oleh karena itu, kami disekolahkan disekolah disebuah desa terpencil seperti ini. Yang pulang sekolah saja harus berjalan kaki sejauh-jauhnya.

Tapi tak apalah yang penting kami aman. Namun, hal itu membuatku dan Kibum tidak bisa berinteraksi dengan mudah dengan teman-teman sekelas kami. Aku yang bawel dan tak bisa diam, tentu tidak bisa kalau terus saja tidak bersuara. HIngga terkadang aku lebih memilih asyik dengan duniaku sendiri. Apapun itu asal bukan diam. Dan itu membuat orang orang mencap aku sebagai orang aneh!

Sedangkan Kibum? Dengan mudah dia bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Menjadi tertutup dan pendiam sangat mudah dia lakukan.

Kami memang dianggap aneh oleh seluruh teman kelas. Tapi mereka tidak adil. Mereka menganggapku lebih aneh dan benar-benar harus dijauhi. Apa karena aku wanita?

Sedangkan Kibum? Malah menjadi pujaan disana!

Mengingat itu membuat emosiku memuncak. Hey! Aku lebih mengenal Kibum!

Meskipun tidak ada yang tahu kalau aku sebenarnya sudah lama kenal dengannya. Tetap saja mereka tidak boleh membedakan perlakuannya seperti itu.

Hah!!! Aku aneh? memang!!

Kibum pun sering berseru seperti itu padaku. Mendapat perkataan ketus , dingin , dan jutek darinya sudah menjadi makanan sehari-hariku. Mau menjauh darinya dan menyamar menjadi orang lain? Tidak bisa!! Aku bukan seorang faker dan aku… Menyukainya! Karena itu aku tak mau terlalu jauh darinya!

*Sungmin POV end*
***

Hari ini sudah seminggu sejak Kejadian pencurian dompet HyunRa. Dan seminggu ini kelas terasa lebih aman , karena tidak ada lagi yang mengeluh kehilangan dompetnya seperti HyunRa.

Meskipun anak-anak kelas masih memperlakukan Sungmin dan Kibum dengan cara yang sama sebelumnya. Itu tak membuat Sungmin untuk malas berangkat kesekolahnya.

Kelas masih terasa lengang ketika seorang guru masuk dan memperkenalkan seorang murid baru , pindahan dari desa sebelah.

Sosok laki-laki tinggi dengan kacamata lebih tebal dari kacamata ‘kuda’ baca Kibum menempel dikedua matanya. Kancing kemejanya juga melekat rapat sampai keatas. Buku-buku tebal ditangannya membuat kesan pintar yang teramat sangat namun terlihat nerd melebihi Sungmin langsung melekat pada dirinya.

Beberapa anak di kelas tersebut menyeringai menampakan wajah yang seolah –olah ingin berbicara “Target baru!” pada sesamanya.

Dengan wajah takut-takut dia memperhatikan seluruh sudut kelas dan mulai membuka suaranya untuk memperkenalkan diri.

“Cheoneun..”

***

TBC

Koment yoo Readers 


SUPER JUNIOR COUPLE’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Your Man Part 5

SUPER JUNIOR COUPLE’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Your Man Part 5

Tittle : Your Man
Subtittle : Warm Feeling
Part : 5 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!!
A/N : Moga ga lupa dan bosen sama ceritanya ya 🙂 Oh iya this is part special for Yewook and Kangteuk.

Happy Read ^^

Lets check it out …
***

“Appa aku pulang!!!” Terdengar sebuah suara lengkingan dari seorang gadis mungil yang baru saja pulang sekolah.

“Iya , appa tahu , jangan teriak-teriak begitu Wookie-ah!”

“Ne , appa , mian.” Sahut Wookie sambil menghampiri appanya.

“Kau lapar?”

Ryeowook mengangguk.

“Yasudah ganti baju dulu sana , biar appa buatkan makanan untukmu , nanti akan appa antarkan ke tempatmu..”

“Tidak perlu appa , ehm , yessung oppa saja ya appa yang disuruh mengantarkannya, hhehehe”

“dasar kau ini..” Sahut Appa Ryeowook sembari mengusap puncak kepala Ryeowook.

“Baiklah aku ganti baju dulu ya Appa..” Pamit Ryeowook kemudian.

Setelah Ryeowook pergi kekamarnya untuk mengganti pakaian , Appa Ryeowook langsung bergegas membuatkan makanan kesukaan Ryeowook.

“Yesung!!” Panggil ayah Ryeowook setelah selesai membuatkan makanan untuk anak satu-satunya.

“Ne , Ahjussi.” Sahut Yesung begitu sampai didepan Bossnya.

“Tolong antarkan ini kekamar Wookie ya?” Pinta Appa Wookie sembari menyerahkan satu nampan berisi bubur labu kuning kepada Yesung.

“Baik Ahjussi!” Sahut Yesung dengan senyum yang memang selalu mengembang menghiasi wajahnya.

***

Sementara itu didalam kamar, Ryeowook yang sudah berganti pakaian tengah menunggu kedatangan Sungmin yang katanya akan bermain kerumahnya. Dengan santai Ryeowook tidur terlentang dikasurnya yang bersepraikan warna biru laut sembari memandang ke langit-langit kamarnya.

“Ini Hyun Ra Umma ini Kangin Appa , nah jadinya kan aku..” Seru Ryeowook kecil sembari mencoba membuat bagan khayal dengan tangannya.

“Huh , Umma pasti sudah senang ya disana? Aih sementara aku sama appa kesepian ..” Lanjut Ryeowook lagi.

Tanpa Ryeowook sadari terdengar sebuah suara derapan langkah menanjak menuju kamarnya.

“Yasudahlah yang penting Umma senang.” Ryeowook mencoba tersenyum. “Nah kalau umma sama appa jadinya aku. Aku sama Yesung oppa jadinya apa ya?”

“Cklek!”

Ryeowook menoleh kaget ketika mendengar pintu kamarnya dibuka secara tiba-tiba. Kontan dia reflex melemparkan sebuah bantal ke arah pintu.

“Brak!! Prang!”

Ryeowook menutup mulutnya dengan telapak tangannya ketika terdengar suara mangkuk jatuh kelantai dari arah pintunya yang disebabkan oleh dirinya sendiri.

“Omo~” Serunya sambil menghampiri orang tersebut yang ternyata adalah Yesung. “Mian oppa, aku tidak bermaksud. Aku kira siapa.” Sesal Ryeowook mencoba meminta maaf pada Yesung.

“Tidak apa Wookie, Ini juga salahku tidak ketuk pintu , langsung mau masuk saja. Sudah biar aku bereskan dulu. nanti aku ambilkan yang baru.” Sahut Yesung buru-buru membereskan mangkuk bubur yang berantakan itu dan langsung segera turun kebawah untuk mengambil yang baru.

Ryeowook menggigit ujung bibirnya, kecil. menyesali yang baru saja dia lakukan. Memandang tak enak ke arah Yesung yang kini sudah hilang dari pandangannya.

“Hey, Wookie!!” Seru suara lain yang seratus persen berhasil membuat Ryeowook terlonjak kaget kembali.

Ryeowook menggeram kesal, “Minnie!!!”

***

“Jadi kali ini dia kenapa lagi?” Tanya Ryeowook sembari memberikan satu kaleng soda kepada Sungmin yang tengah asyik membaca sebuah majalah fashion milik Ryeowook diatas kasur biru lautnya.

Sungmin kemudian bangun dari tidurnya untuk menerima soda yang diberikan Ryeowook dan langsung membuka kaleng soda tersebut. “Dia cemburu!” Ucap Ryeowook.

“Lagi?” Tanya Ryeowook dengan ekspresi wajah tidak heran namun kesal.

Sungmin mengangguk.

“Lalu kali ini siapa korban kecurigaannya?” Tanya Ryeowook asal.

“Siwon dan Jungmo. Dan sepertinya akan bertambah dengan Minho teman sekelasnya.” Ujar Sungmin.

“Ckck! Dasar Posesif!” Seru Ryeowook sembari duduk disamping Sungmin dan menatap Sungmin tajam.

“Wookie , kenapa kau memelototiku seperti itu?” Tanya Sungmin polos.

“Lagian sih, kau ini mau-maunya jadi kekasih si Evil namja itu. Sudah tidak diakui didepan umum. Dicemburui terus lagi. Aku heran kau bisa betah dengan dirinya.” Seru Ryeowook panjang.

“Huh” Sungmin mendesah. “Kali ini beda Wookie, dia sepertinya terlihat sangat khawatir.” Ucap Sungmin

“Ya jelas dia khawatir, bahkan harusnya dia bukan khawatir tapi sangat khawatir. Bagaimana bisa dia tenang-tenang saja melihat kekasihnya didekati 3 orang sekaligus. Siwon si bintang basket. Jungmo si gitaris popular dan Minho si Flaming Charisma.” Cecer Ryeowook.

“Hey Wookie! Ralat ya, Siwon itu sudah punya Kibum dan dia tidak mendekatiku. Dan Minho , dia juga hanya menolong aku tadi disekolah , dan untuk Jungmo.., “ Sungmin memberikan penjedaan pada perkataannya dan kemudian menatap Ryeowook , “Aku tidak tahu kalau Jungmo.” Lanjut Sungmin pada akhirnya.

Ryeowook menghelas nafas panjang-panjang menatap kesal kepada temannya tersebut.

“Tok! Tok!” Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian MinWook.

Ryeowook langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya menuju ambang pintu.

“Ye-yesung oppa..” Ucap Ryeowook terbata ketika melihat Yesung ada didepannya dengan membawa semangkuk bubur yang baru lagi.

“Ini ganti yang tadi Wookie,” Sahut Yesung sembari menyerahkan bubur tersebut kepada Ryeowook.

“Ne , oppa.” Jawab Ryeowook sembari menerima bubur tersebut.

“Oh iya , mian yah yang tadi. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

“Ah?” Ryeowook mengangkat alisnya sesaat ketika Yesung pergi ke bawah untuk bekerja lagi.

“Wookie!!” Seru Sungmin mengaburkan lamunan Ryeowook tentang sikap aneh Yesung.

Ryeowook menoleh dan kemudian menghampiri Sungmin , lalu meletakkan bubur tersebut didekat meja belajarnya.

“Eh , Wookie , bagaimana perkembanganmu dengan Yesung oppa?” Tanya Sungmin.

“Perkembangan? Perkembangan apa?” Sahut Ryeowook malah balik bertanya.

Kontan Sungmin langsung melempar sebuah boneka kecil yang berada didekatnya ke arah Ryeowoook. “Tidak usah pura-pura polos. Kau pasti tahu apa yang kumaksud.” Seru Sungmin.

“Kalau yang kau maksud tentang itu , kau juga bisa lihat sendiri kan?” Sahut Ryeowook. “Dia masih saja menganggapku seperti adiknya -___-“

“Memang kau tidak bilang kalau kau menyukainya?” Tanya Sungmin sembari mendekatkan wajahnya ke arah Ryeowook.

“Mwo? Tentu saja tidak!” Ryewook bangkit berdiri dari duduknya. “Harus Yesung oppa yang bilang suka padaku!” Tegas Ryeowook

“Memangnya Yesung oppa menyukaimu apa , Wookie?” Tanya Sungmin setengah mengejek.

“Aishhh!!!” Desis Ryeowook. “Tidak tahu juga sih. Tapi kayanya suka deh.” Ucap Ryeowook percaya diri.

“Tau darimana Wookie?” Tanya Sungmin lagi.

“Dari mana ya? Ehm , dari sikapnya yang malu-malu padaku mungkin.” Jawab Ryeowook.

“Hey! Kau lupa? Yesung oppa kan dari dulu memang pemalu! Cari jawaban lain.” Tegas Sungmin.

“Ehm , apa ya ,” Ryeowook setengah berfikir.

“Jderr!!!”

Terdengar suara petir tiba-tiba. Ryeowook dan Sungmin kompak berdecak kaget. Keduanya melihat ke arah luar Jendela. Mendung memang. Langit yang tadi cerah , tiba-tiba saja berubah jadi mendung gelap. Tanda-tanda dia akan mengeluarkan butiran air pun terbaca jelas.

“Sepertinya aku harus pulang Wookie..” Ucap Sungmin.

“Hey! Kau yakin? Diluar sedang mendung ,bahkan tadi petir berbunyi. Kau tidak mendengarnya?” Tanya Ryeowook.

“Justru itu. Aku harus pulang sebelum hujan turun.”

“Minnie..”

“Ne..”

“Tak bisakah kau menginap sehari saja disini? Aku takut kau nanti kehujanan ketika diperjalanan pulang.”

“Tak bisa Wookie, nanti …” Sungmin tak melanjutkan perkataannya.

“Kyuhyun marah?” Tebak Ryeowook 100% benar.

Sungmin tidak mengangguk , pandangannya justru kembali ke arah luar Jendela , melihat ke atas langit mendung tersebut.

“Aku kesini saja , dia tidak tahu. Aku takut dia semakin marah kalau mengetahui aku menginap dirumahmu.” Ucap Sungmin

“Ya itu kan kalau dia tahu , Minnie. Kalau tidak ?”

“Kyuhyun pasti akan tahu Wookie, dia selalu datang ketika mendung seperti ini. Terlebih saat petir menabuhkan suaranya seperti barusan tadi.” Sahut Sungmin.

“Huft.” Ryeowook menghela nafas. “Yasudahlah, aku juga tidak bisa memaksamu, Minnie. Ayo biar kuantar kau kebawah.” Tawar Ryeowook.

“Ne , Wookie.” Jawab Sungmin sembari tersenyum.

Ryeowook dan Sungmin menuruni anak tangga yang tidak terlalu banyak. Sehingga dengan cepat sampai dibawah. Dan ketika dibawah , Ryeowook melihat Yesung yang tengah memandangi langit mendung diluar jendela.

“Lagi?” Batin Ryeowook mendesis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Sungmin memandangnya dengan tatapan “Wae?” Namun dibalas dengan gelengan kembali oleh Ryeowook sembari tersenyum tipis.

“Appa!!” panggil Ryeowook.

“Ne , Wookie.” Sahut Kangin dari dalam dapur.

“Minnie mau berpamitan pada Appa , dia mau pulang.” Teriak Ryeowook lagi , membuat Yesung yang sedang asyik dengan kegiatannya mengalihkan perhatian kepada kedua gadis remaja tersebut.

“Pulang?” Tanya Yesung pelan.

“Oh . Kalau begitu hati-hatilah. Mian Wookie Appa saat ini sedang tidak bisa keluar.” Jawab Kangin.

“Ne , Ahjussi , gwaenchana. Minnie pulang dulu ya.” Sahut Sungmin ikutan berteriak.

“Ne , Minnie. Jaljayo!”

“Ne , Ahjussi.” sahut Sungmin lagi. “Wookie , aku pulang dulu ya..” Pamitnya pada Ryeowook.

“Ne , Minnie, hati hati ya. Jangan sampai kehujanan. Cepat pulang dan jangan mampir-mampir!” Titah Ryeowook.

“Ne , Wookie umma!!” Sahut Sungmin sembari mencubit gemas pipi tirus Ryeowook.

“Minnie!!!”

***

“Ckittt!!!”

Sungmin begitu terkejut ketika dia baru saja keluar dari gerbang rumah Ryeowook , mendapati tiba-tiba , motor yang sangat dikenalnya , berhenti dihadapannya.

“K-Kyu..” Desisnya takut-takut.

“Cepat Naik!!”

Tak menunggu lama. Sungmin langsung naik ke jok dibelakang Kyuhyun.

Kyuhyun langsung memutar kunci kendali motornya dan menarik gas dengan cepat. Membuat mereka dalam sekejap melesit hilang dari depan rumah Ryeowook.

Sungmin yang ketakutan memegang ujung jaket kulit Kyuhyun erat. Sesekali dia hampir terjatuh , tatkala menghadapi polisi tidur , Kyuhyun masih menarik kencang pedal gasnya.

Kyuhyun yang sadar akan ketakutan Sungmin , langsung menarik tangan Sungmin yang memegang ujung jaketnya. Dan kemudian meletakannya tepat dipinggangnya. Dan terus memeganginya.

Ditengah cuaca mendung yang menimbulkan hawa dingin. Aliran darah Sungmin berdesir hangat membuat pipi chubbynya bersemu merah. Meskipun sudah lama bersama Kyuhyun. Sungmin tetap saja selalu merasakan perasaan dag dig dug ketika Kyuhyun menyentuh tangannya.

Perasaan yang sama dari sejak pertama. Sikap Kyuhyun yang selalu berubah-ubah layaknya bunglon memang terkadang membuat Sungmin jadi bingung , takut , dan selalu was was. Namun juga selalu membuatnya seperti merasakan perasaan jatuh cinta seperti kali pertama dia menyukai Kyuhyun.

Mungkin itu yang membuat Sungmin betah berlama-lama mempunyai hubungan dengan Kyuhyun. Meskipun tidak diakui sebagai kekasih didepan teman-temannya. Ataupun selalu saja terkena luapan kemarahan Kyuhyun tatkala dia merasa cemburu. Tak sedikitpun Sungmin berniat untuk memutuskan jalinan kasihnya dengan Kyuhyun.

Karena meski pemarah dan pencemburu. Kyuhyun selalu melindunginya. Kyuhyun selalu tahu dimana dia. Kyuhyun selalu berusaha untuk menghangatkan perasaan Sungmin yang dulu dingin .

“Kenapa keluar ?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuka suara.

“I-itu karena..”

“Karena apa?” Tanya Kyuhyun lagi masih tetap dalam keadaan dia mengendarai motornya dengan satu tangan menggenggam tangan Sungmin yang memeluk pinggangnya.

Sungmin menggigit bibir bawahnya,”Aku bosan Kyu , sendirian di apartement. Tidak ada teman.” Sahutnya kemudian.

Sungmin menundukan kepalanya , berharap semoga apa yang baru saja dia katakan tidak akan menimbulkan perkara baru untuk bisa menjadi alasan kemarahan Kyuhyun yang baru.

“Mian yah , Minnie..” Ucap Kyuhyun tiba-tiba sembari mengelus telapak tangan Sungmin.

Sungmin mengangkat kepalanya, “Untuk apa?” Tanyanya pada Kyuhyun.

“Semuanya..”

Sungmin diam tak menjawab.

“Karena keegoisanku , kau hanya sendiri, kau hanya punya satu teman, sampai-sampai kau merasa bosan dan kesepian.”

“Tidak , Kyu ., aku memang bosan , tapi aku tidak kesepian kok.” Sahut Sungmin memotong omongan Kyuhyun. “Lagipula …” Sungmin memberikan sedikit jeda pada perkataannya. “Aku menyukai keegoisanmu , karena dengan begitu , bukankah berarti kau sangat memperhatikanku dan begitu menyanyangiku?” Lanjut Sungmin.

“Kau juga pasti melarangku main kesana-sini karena tidak ingin aku kenapa-napa kan?” Sungmin kembali berbicara.

Tanpa Kyuhyun sadar , Sungmin melihat senyuman kecilnya dari kaca spion , “Aku senang kau mengerti, Minnie..” Ucap Kyuhyun.

Sungmin mengembangkan senyumnya.

‘Tapi , Kyu , aku masih tidak mengerti kenapa kau tidak mau mengakuiku sebagai kekasihmu didepan teman-temanmu..’ Ucap Sungmin dalam hatinya.

***
“Tik!”

“Tik!”

“Tik!”

Suara hujan yang memukul bagian dibawahnya mulai terdengar, gerimis kecil yang semakin lama semakin berubah menjadi deras. Membuat seorang wanita paruh baya berpakaian eksekutif memutuskan untuk berteduh didepan kedai kecil yang tampak hangat.

Tadinya dia berniat masuk kedalam. Namun melihat didalam kedai tersebut tidak ada satupun pengunjung yang datang. Dia akhirnya memutuskan untuk tetap berada diluar untuk berteduh sementara. Diliriknya sekilas jam tangan berwarna emas putih pemberian mendiang orang terkasihnya.

“Gawat! Ini sudah jam 6!” Serunya kemudian.

Dia mencoba melihat kearah langit yang berwarna kelabu. Sepertinya hujan masih akan lama untuk berhenti.

“Cklek!”

Wanita tersebut menoleh kebelakang ketika mendengar suara kenop pintu dibuka.

Seorang pria paruh baya keluar dengan celemek masih menempel ditubuhnya. “Nona, diluar hawanya sangat dingin, sebaiknya kau masuk saja untuk menghangatkan diri. kau bisa terkena hipotermia bila diluar terus.” Ujarnya pada wanita itu.

“Wanita itu mengelus lengannya yang sudah basah karena kehujanan sebelumnya, “Apa tidak merepotkan? Aku tidak melihat ada pengunjuk didalam. Bukankah sudah tutup?” Tanya wanita itu kemudian.

“Iya memang sudah tutup. Tapi mana tega aku membiarkan orang kedinginan didepan kedaiku seperti ini. Sungguh orang yang melihatmu berdiri disini pun pasti akan berfikiran kalau aku adalah seorang Pak tua yang tidak punya rasa perikemanusiaan.” ucap Pria tersebut dengan nada sedikit bergurau.

Wanita paruh baya itu tersenyum kecil , “Baiklah kalau tidak merepotkan, sebelumnya terimakasih tuan.” Ucap Wanita itu.

“Jangan Sungkan. Ayo masuk.” Pria itu mengajak wanita tadi kedalam kedai kemudian mempersilahkannya duduk , kemudian dia langsung menyalakan penghangat ruangan dan setelah itu menuju dapur.

Tak lama dia keluar dengan secangkir minuman yang asapnya mengepul diatasnya. Masih panas pasti minuman itu.

“Ini,” Kata pria tersebut sembari memberikan secangkir teh jahe hangat. “Ini bisa menghangatkan tubuh anda.” Ucapnya kemudian.

“Terima kasih….”

“Kangin ,”

“Ne , terima kasih Tuan Kangin.” Ucap wanita itu.

“Tidak usah pakai tuan , terkesan formal. Nona?”

“Leeteuk! Dan tidak perlu pakai Nona juga, aku bukan seorang nona lagi, lagipula sepertinya kita semuran ya Kangin –sshi..” Ucap Leeteuk sembari tersipu malu dengan cangkir minuman itu berada dalam genggamannya.

“Ah , iya ..” Sahut Kangin sekenanya.

Tak terasa , waktu begitu cepat berlalu tatkala ketika menghabiskannya tidak dengan kesendirian. Bahkan waktu yang panjang pun terasa singkat karenanya.

Jam sudah menunjukan pukul 9 ketika Leeteuk merasa hujan diluar sudah berhenti. Dia melirik jamnya.

Kenapa waktu tiba-tiba begitu cepat? Dan kenapa hujan malah berhenti disaat yang tidak tepat. Hati Leeteuk tanpa sadar menggumamkan kalimat barusan.

Namun dia tersentak ketika teringat akan anak gadisnya yang berada dirumah.

“Gawat!” Pekiknya tiba-tiba membuat Kangin ikutan panik.

“Ada apa Leeteuk-sshi..?” Tanya Kangin.

“Aniyo , aku lupa kalau anakku pasti sedang menunggu kepulanganku dirumah. Kangin –sshi aku pamit dulu ya. Oh iya berapa yang harus kubayar untuk perjamuan ini?” Tanya Leeteuk

“Ah , tidak usah Leeteuk-sshi. Kau kan kekedaiku karena ketidaksengajaan ingin berteduh. Dan lagipula aku yang mengajakmu masuk kesini. Jadi tidak perlu dibayar.”

“Aih , aku jadi tidak enak. Tapi terimakasih ya Kangin-sshi. Maaf aku harus buru-buru. Anakku pasti sudah menunggu dirumah.” Sahut Leeteuk.

“Ne Leeteuk-sshi.” Sahut Kangin membalas.

Setelah berpamitan Leeteuk langsung buru-buru keluar dari kedai tersebut. Kangin menatap punggung perempuan yang baru saja pergi itu.

“Anak? Jadi dia punya keluarga ya..” Desah kangin dengan nafas berat.

***

TBC

Koment ! Koment!


KyuMin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl

Tittle : Nerd Girl

Part : 1 of ?

Cast : Super Junior couple

Author : LidyaNatalia

Genre : Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rate : Teen

Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-

A/N : No comment -___-

***

Diriku memang hanyalah diriku..
Tak bisa berubah menjadi dirimu..
Tak bisa menjadi orang yang ada disisi hidupmu..

Aku hanya ingin mencoba mencintaimu..
Tanpa mengharap balas darimu
hanya perlu kau tahu..
Disini ada aku.

Aku itu terlalu mengagumimu atau malah menyayangimu. Aku cemburu apabila kau dekat dengan yang lain, terutama wanita. Terkadang aku bisa menerima, hanya saja kalau menurutku wanita itu memang pantas untuk dirimu. Dia baik , sempurna dan pantas untuk dirimu. Aku memang tidak berhak menentukan siapa yang pantas dan tidak untuk dirimu, tapi apa aku salah jika aku menginginkan yang terbaik untuk dirimu.

Aku menangis ketika kau menangis dan aku bahagia ketika kau bahagia, bukankah itu hal biasa yang dilakukan oleh orang yang memang mengagumi seseorang. Dan orang itu adalah aku , sedangkan seseorang itu adalah dirimu.

Jujur aku ingin tak hanya sekedar menjadi orang yang mengagumi , aku ingin lebih. Aku ingin menjadi orang yang kau kagumi juga, aku ingin menjadi orang dimana bahunya bisa kau sandarkan ketika kau sedang susah.

Meskipun mengagumimu saja sudah menjadi suatu kebahagian didalam hidupku, tak kupingkiri jika kebahagian itu akan bertambah jika kau terealisasikan menjadi milikku.

***

“Plok! Plok! Plok!” Terdengar riuhan suara tepuk tangan dari teman-teman sekelasku. Walau aku tahu itu semua hanya sikap yang dibuat-buat. Well ,s etidaknya mereka menghargaiku.

“Bagus sekali narasi puisimu itu. Kalau boleh tahu siapa inspirasimu itu, Sungmin?” Kang Seongsaenim bertanya padaku. Gosh! Apa kang seongsaenim juga mau menggodaku? Dia tahu kan?

Inspirasi narasi puisiku? Dari siapa?

Tentu saja dari dirinya. Pria berkacamata tebal , dengan tampang sombong yang kadang angkuh yang duduk disudut ruangan kelas ini.

Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari guru tercantik disekolahku itu. Sekilas aku pandang pria yang menjadi inspirasi puisiku barusan.

Dan ternyata !?

Apa kubilang? Dia masih saja angkuh. Sama sekali tak memandang ke arahku. Pandangannya malah sibuk membaca buku yang dari kemarin dibacanya. Tebal, memang bukunya. Dan dalam sehari dia sudah hampir menyelesaikan buku itu. Wow. Aku saja membaca satu buah buku berhalaman 100 saja bisa seminggu baru selesai, apalagi dengan halaman mencapai 700an seperti itu.

Well , lupakan dia. Kembali pada diriku. Aku memandang Kang seongsaenim, “Boleh aku duduk?” Tanyaku kemudian.

Dan Kang seongsaenim mengangguk mempersilahkan aku duduk.

Aku berjalan menuju tempat dudukku yang bersebelahan dengannya.

Well, aku memang mengagumi teman sebangku ini. Ralat bukan sebangku tapi semeja. Tak akan muat kalau aku duduk sebangku dengannya, eits , kecuali dipangku. Hey, Sungmin ingat itu tidak mungkin, jangan berkhayal terlalu tinggi. Kalau jatuh itu sakit. Dan kau sudah sering merasakannya bukan.

Sekilas, kulirik halaman yang sudah dibaca olehnya, Gosh! Sudah bab terakhir. Damn! Itu buku dia baca atau hanya dibalik-balik saja sih?

“Apa yang kau lihat?” Tanyanya tiba-tiba membuatku gugup setengah mati.

“Ah tidak ada.” Sahutku buru-buru mencoba bersikap tak peduli. “Oh iya, bagaimana narasi puisiku tadi?” Aku mencoba bertanya padanya. Ya semoga saja dia memperhatikan penampilanku didepan tadi.

“Yang mana?”

Damn! Tidak seharusnya aku bertanya.

***

Hari ini hari Selasa, dan itu berarti ada pelajaran olah fisik. Well , aku tidak suka hari ini. Melelahkan. Terlebih pelajaran Olah fisik. Aku tidak suka mengikutinya. Jangan salahkan aku mengapa aku tidak menyukainya. Salahkan kedua orangtuaku yang melahirkan aku sebagai gadis lemah yang dianggap aneh oleh teman-teman sekelasku. Tidak bukan sekelas bahkan satu sekolah.

Tapi kalau aku tidak ikut, bagaimana aku akan mendapatkan nilai? Menyuap Shin Seongsaenim ? Tidak akan bisa!! Dia adalah guru baru yang begitu jujur. Aku suka, tapi tidak suka. Bingung? Aku juga.

Tapi bagaimanapun juga ada sedikit penghiburan dimata pelajaran ini. Yap!! Tepat sekali! Namja yang duduk disebelahku merupakan hiburan untukku dikala bosan dan kesal dengan mata pelajaran yang menyebalkan ini.

Seragam pakaian ini mudah sekali menyerap keringat , oleh karena itu setelah kelelahan habis berolahraga dan berkeringat, abs tubuh namja tersebut jadi sangat jelas terlihat.

Tapi..

Kenapa dia tidak kelihatan ya?

“Sungmin!! Maju!” Teriak Shin Seongsaenim membuyarkan lamunanku tentang namja itu.

Sekarang giliranku untuk melakukan test atletik. Lari 400 meter. Itu jarak yang terlalu jauh menurutku.

Tapi mau gimana lagi? Mau protes dan minta belas kasihan dari Shin seongsaenim ? Jangan harap akan dilayani!

*Sungmin POV end*

***

“Lihat! Jangan bilang dia akan pingsan lagi!” Seru salah satu teman sekelas Sungmin , ketika melihat Sungmin berlari dengan terengah dan susah payah.

“Hah! Dasar orang aneh. Sudah biarkan saja. Paling dia hanya ingin mencari perhatian lagi. Kau tidak ingat minggu kemarin ketika dia pingsan dilapangan ini, anak-anak setengah mati mengkhawatirkannya langsung membawa dia ke UKS. Namun ketika Sudah sampai di UKS dia tiba-tiba terbangun. Ck!” Decak salah satu teman Sungmin yang lainnya kesal.

“Benarkah ?”

“Iya. Mana mungkin aku berbohong!” Serunya kesal.

“Iya. Iya aku percaya. hey lihat , ternyata dia tidak pingsan.!” Serunya ketika melihat Sungmin sudah kembali lagi.

“Yap. 10 menit 42 detik!”

“Hosh! Hosh!” Terdengar suara nafas Sungmin yang tersengal. Setelah bersusah payah akhirnya dia dapat menyelesaikan test ini dengan waktu yang menurut dia sudah sangat baik.

“Kau baik-baik saja kan Sungmin?” Tanya Shin seongsaenim yang melihat Sungmin yang sedang dalamkeadaan terengah sembari memegang kedua lututnya.

Kontan hal itu menimbulkan pandangan jengah dari teman-temannya.

“Hey Sungmin! Kau tidak pingsan lagi?” Tanya JiHoon dengan nada mengejek.

“Hahaha, iya benar! Tumben!” Sahut JinGu menambahkan.

Dan Sungmin hanya merungut kesal sembari membetulkan letak kacamatanya. “Ani , Saenim , terimakasih sudah mengkhawatirkan aku.” Sahut Sungmin menjawab pertanyaan dari Shin seongsaenimnya barusan.

“Kau yakin? Bibirmu terlihat pucat.” Tanya Shin Seongsaenim sekali lagi ragu karena melihat bibir Sungmin mulai memucat.

“Ne, Saenim. Oh iya Saenim boleh aku ganti baju duluan. Mungkin dengan sedikit istirahat bibirku bisa memerah lagi.”

“Hah? Bisa memerah lagi hanya karena istirahat? Mana bisa?” Sahut Hyunra, salah satu teman sekelas Sungmin yang sangat antipati terhadapnya.

“Tahu! Dasar Cari perhatian!” Sebuah suara tedengar dari belakang menyahuti perkataan Hyunra

“Bukan cari perhatian, tapi cari muka!” Timpal JinGu.

“Hey ! Sudah diam semuanya!” Seru Shin Seongsaenim pada akhirnya. “Sudah Sungmin cepat kamu ganti baju dan istirahat. Bisa sendiri bukan?”

“Ne Saenim. Ghamsahae!” Ujar Sungmin sembari membbungkukan badannya dan kemudian langsung pergi menuju toilet untuk ganti baju.

Namun naas ketika sampai ditoilet dia malah terpeleset diambang pintu toilet, “Aishhh,” Sungmin mengelus buttnya yang kesakitan.

Dilihatnya sebuah pita merah tak jauh dari tempatnya terpleset. “Gosh! Mereka lagi?” Keluh Sungmin sembari mencoba bangun.

***

“TAP!”

“TAP!”

“TAP!!!”

Terdengar langkah Sungmin cepat-cepat memasuki keruang kelasnya. Dia tidak ingin tertimpa kesialan lagi. Lebih aman dan nyaman dikelas sendirian daripada dilapangan bersama teman-temannya tadi.

“Cklek!” Kenop pintu tiba-tiba terbuka ketika Sungmin baru akan menyentuhnya.

“Zho-zhoumi..” Sungmin tersentak kaget mendapati salah satu teman kelasnya ternyata ada dikelas.

Namun temannya tersebut tidak menghiraukan ekspresi keterkejutan Sungmin dan langsung melangkah pergi dengan terburu-buru.

“Huft!” Sungmin mengelus dadanya pelan, “BIkin kaget saja” Ucapnya sembari memandangi punggung Zhoumi yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Sungmin akhirnya memutuskan untuk segera masuk dari kelasnya. Menutup daun pintu dan langsung menuju tempat duduknya yang terletak dibarisan paling sudut dikelasnya.

“Aaaa!!!” Sungmin terlonjak kaget dan langsung berteriak ketika diliatnya, si teman sebangkunya sedang duduk dilantai disudut tempat duduknya.

“Kau sedang apa dibawah situ?” Tanya Sungmin kemudian.

“Menurutmu?” Tanyanya balik.

“Tidur?” Jawab Sungmin asal.

“Anggap saja begitu!” Katanya sembari kemudian beranjak bangun dan pergi menuju ambang pintu.

“Hey!” Seru Sungmin.

Dan kontan pria itu berhenti melangkah.

“Mau kemana?” Lanjut Sungmin lagi.

“Pergi darimu!” Sahutnya kemudian melanjutkan langkahnya kembali dan pergi keluar kelas.

“Huh!” Sungmin mendengus kesal. “Dia itu!” Sungmin langsung duduk ditempatnya.

Kemudian dia telungkupkan wajah ditangannya yang sudah berada diatas meja. Menghadapkan wajah ke arah tembok dan bersiap untuk memejamkan mata.

Untuk …

memerahkan bibir kembali.

***

Sungmin terbangun ketika sayup-sayup suara keramaian teman-teman sekelasnya masuk kedalam kelas.

Salah seorang temannya yang bernama Heechul , yang duduk didepannya , menghampirinya. “Bagaimana? Sudah memerahkan bibirnya?” Tanyanya dengan maksud mengejek.

Sungmin tak menjawab dan malah tersenyum.

“Ih? Malah senyum-senyum tak jelas. Dasar Nerd!” Desis Heechul pelan tak didengar oleh SUngmin.

“Omo!!!!” Teriak HyunRa dengan kencangnya.

Somtak semua perhatian beralih kepadanya , termasuk perhatian Sungmin dan Heechul.

“Hey! HyunRa berisik!!!” Seru Heechul dari sudut kelas.

“Diam kau Chullie!!” Seru HyunRa balik. “Aduh bagaimana ini? Dompetku hilang!!” Lanjut HyunRa panik.

“Memangnya kau letakan dimana dompetmu itu HyunRa?” Tanya Soora , teman sebangkunya.

“Tadi , sebelum keluar kelas aku meletakannya didalam tasku. Tapi barusan aku periksa. Sudah tidak ada!!” Jawab HyunRa panik.

“Jangan bilang ada maling dikelas kita?” Celetuk Yesung asal.

“Maling?” Kening Soora berkerut. “Siapa?”

Kontan , HyunRa langsung menoleh kebelakang dan berjalan menghampiri meja Sungmin.

“Kau!!!” Tunjuknya pada Sungmin. “Lee Sungmin!”

Sungmin menunjuk dirinya sendiri. Bingung akan sikap HyunRa.

“Kau kan yang pasti mengambil dompetku!!

‘Hell!!’ Rutuk Sungmin dalam hati.

***NERDGIRL***

TBC

Sebagai readers yang baik. Koment yah ^^

Ghamsa ^^