Read it and Enjoy it ~

SUPER JUNIOR COUPLE’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Your Man Part 4

Tittle : Your Man
Subtittle : The Love Begin
Part : 4 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!!

Lets check it out …

***

Disepanjang jalan Holmes terlihat seorang gadis paruh baya yang mengenakan pakaian seragam SMA. Ini sudah jam 7 lewat. Dan harusnya dia buru-buru karena sudah telat, tapi yang terjadi justru sebaliknya, dia berjalan dengan sangat santai , bukan santai lebih tepatnya malas-malasan.

Identitas sekolahnya memang tertutupi karena dia memakai sweater berwarna biru laut pemberian sahabat karibnya. Namun identitasnya sebagai murid SMA tetap tidak tertutupi karena roknya. Dan itu membuat orang-orang disepanjang jalan yang dia lewati memandang heran kepadanya.

“Siswi SMA berkeliaran diluar sekolah pada saat jam belajar?”

Begitulah kira-kira arti dari pandangan mereka.

Akhirnya, untuk menghindari gunjingan tersebut dia memutuskan pergi ke kedai, tempat biasa dia dan sahabatnya menghabiskan waktu bersama.

***

Kini dia berdiri didepan sebuah kedai yang masih bertuliskan close, namun terlihat pegawai kedai tersebut yang cuma satu orang tengah menyiapkan segalanya.

“Eh, Hyukie?” Serunya ketika melihat gadis berseragam itu.

Dia sedang menyirami tanaman didepan kedai ketika gadis itu tiba.

Dan gadis yang dipanggil Hyukie itu hanya diam menatap lurus memandang pegawai itu.

“Kau tidak sekolah?” Tanyanya kemudian.

Dan gadis itu hanya menggeleng, “Apa aku boleh masuk, oppa?” Tanya gadis itu pada akhirnya.

“Ehm , kedai sih belum buka, tapi khusus untukmu, baiklah , ayo masuk.” Ajak pegawai itu kemudian.

***

Disebuah kelas yang sedang tidak ada gurunya, terlihat sangat gaduh. Pelajaran pertama hari itu menjadi kosong , dikarenakan ada rapat dadakan para guru. Hampir semuanya sibuk dengan dunia masing-masing. Bahkan keributan yang saling mereka ciptakan pun tidak saling dirasakan satu sama lain.

Seperti halnya dengan salah satu siswa yang bernama Donghae, sedari tadi dia terus melihat ke arah luar jendela. Berharap orang yang duduk disampingnya segera menampakan diri.

Sesekali dia melihat ke arah jam tangan biru laut yang terpasang di pergelangan tangannya. Dan setelah itu melihat ke arah jam dinding yang terdapat dibelakang kelasnya. Namun orang yang ditunggunya tak juga datang.

Sudah belasan kali dia mengirimkan pesan singkat menanyakan kedatangan sahabatnya tersebut, namun masih belum ada balasan.

“Hyukie , kau ini dimana sih?” Ujarnya resah.

Setelah bosan menunggu , akhirnya dia memutuskan untuk mengambil tas yang terletak diatas mejanya dan langsung melangkah keluar meninggalkan kelas yang ricuh. Teman-temannya pun bahkan tak sadar kalau isi dari kelas mereka telah berkurang satu.

***

“Hyukie kau mau pesan apa?”

“Ehm , jus strawberry saja yesung oppa..”

“Oh , baiklah , ada lagi ?” Tanya pegawai yang bernama Yesung tersebut.

Eunhyuk menggelengkan kepalanya, “Tidak oppa, nanti saja aku pesan lagi..” Ujar Eunhyuk.

“Oh , yasudah, kalau begitu tunggu sebentar ya…” Sahut Yesung yang kemudian langsung menuju dapur tempat dimana dia akan membuatkan segelas jus untuk Eunhyuk.

Ditengah keasyikannya menunggu pesanan datang, Eunhyuk menenggelamkan kepalanya diatas meja.

“Hiks..”

Terdengar sedikit senggukan tangis darinya. Akhirnya setelah ditahan semalaman , dia bisa juga mengeluarkan kesedihannya disini, tempat yang dia rasa paling aman dan nyaman untuk mengeluarkan kesedihan perasaannya.

“Brukk!!!”

Eunhyuk mengangkat kepalanya ketika mendengar gebrakan meja dihadapannya.

“D-donghae?” Ucapnya lirih dengan mata berlinang bulir air mata yang belum terjatuh dari pelupuknya.

“Kenapa tak balas smsku?” Tanya Donghae dengan nada marah.

Eunhyuk tak menjawab dan malah langsung menenggelamkan kepalanya lagi.

“Hiks,, Hiks!!” Kali ini terdengar isakan dari dirinya, namun lebih tersedu daripada yang tadi.

Donghae yang masih marah lantas langsung duduk dihadapan Eunhyuk dan mengelus puncak kepala Eunhyuk yang dihiasi sebuah bandana berwarna merah muda.

“Kenapa lagi Hyukie?” Tanya Donghae dengan nada yang lebih lembut.

“Hiks..” Bukannya menjawab , Eunhyuk malah semakin terisak.

Belum sempat Donghae bertanya lagi , pesanan yang dipesan oleh Eunhyuk sudah datang, sebuah jus strawberry.

“Lho , Donghae? Kapan datang?” Tanya Yesung sembari meletakkan jus tersebut.

“Baru saja hyung.” Jawab Donghae.

Yesung melihat ke arah Eunhyuk yang sedang terisak, dan kemudian memandang ke arah Donghae dengan raut wajah bertanya ‘ada apa dengan Eunhyuk?’ Dan Donghae hanya membalas pandangan bertanya tersebut dengan mengangkat kedua bahunya.

Yesung langsung menganggukan kepalanya, “Oh iya Hae, kau mau minum apa?” Tanya Yesung.

“Ah aku pesan nanti saja hyung, tidak apa-apa kan?” Tanya Donghae.

“Oh , gwaenchana. Yasudah kalau begitu aku kebelakang dulu ya. Kalau mau pesan sesuatu panggil aku saja.” Pamit Yesung.

“Ne, hyung.” Sahut Donghae sembari terus mengelus puncak kepala Eunhyuk, ketika Yesung sudah kembalil kedapur kedai.

Donghae membiarkan gadis dihadapannya untuk menangis sepuasnya terlebih dahulu, dia sudah biasa dengan Eunhyuk yang seperti ini. Tidak akan menjawab pertanyaan orang kalau acara menangisnya belum selesai.

Setelah beberapa menit berlalu , akhirnya tangisan Eunhyuk reda juga, dia mengangkat kepalanya. Dirasakannya tangan Donghae masih berada dipuncak kepalanya. Dilihatnya Donghae yang tengah memandangi dirinya.

“Hae…” Lirihnya manja.

“Ne?”

“A-ak-aku..” Eunhyuk sedikit tergagap dengan kalimatnya , ternyata efek tangisan tadi masih ada. Dadanya naik turuun karena masih sesenggukan.

“Aku putus..”

“Lagi?”

“Ne..”

“Baguslah..”

“Iya,, eh??” Eunhyuk mengangkat alisnya, memandang heran ke Donghae. “Kenapa begitu?” Tanya Eunhyuk kemudian.

“Ya baguslah , kau jadi tidak harus pergi-pergi tidak jelas lagi setiap malam. Kau tau tidak aku sudah berbohong berapa kali pada Ummamu ketika kau jalan dengan pacarmu itu.” Tegas Donghae.

“Mantan!!” Ralat Eunhyuk.

“Iya , maksudku itu.” Sahut Donghae memperbaiki.

“Huweeee, iya sih. Tapi masalahnya kenapa harus aku yang dicampakkan sih?” Tanya Eunhyuk.

“Ya , salah kau sendiri. Kenapa tak memutuskan duluan?” Ujar Donghae.

Eunhyuk memilin ujung rambutnya, “Ya , aku mana tahu kalau dia akan memutuskanku, Hae..” Pekik Eunhyuk. “Kau ini! Seharusnya kan kau menghiburku..” Seru Eunhyuk kemudian.

Donghae terkikik.

“Selain selalu menjadi yang dicampakan , alasan mereka memutuskanku juga selalu sama!” Rungut Eunhyuk yang kemudian meletakan dagunya diatas lengan yang dia silang diatas meja.

“Alasan yang sama?” Donghae ikut meletakan dagunya diatas lengan seperti Eunhyuk.

Eunhyuk mengangguk.

“Memang alasan mereka apa?” Tanya Donghae penasaran.

“Mereka menyuruhku memilih antara mereka dan dirimu! Dan ketika aku pilih dirimu. Mereka memutuskanku..” Curhat Eunhyuk.

“Iyakah?” Tanya Donghae sekali lagi.

Eunhyuk mengangguk, dan sedetik kemudian langsung menutup mulutnya, “Ups! Tadi aku ngomong apa , Hae?” Tanya Eunhyuk dengan babonya.

“Kau bilang kalau alasan mantan pacarmu memutuskanmu itu karena aku.”

“Eh? masa? Kayanya aku bohong tuh Hae, udah jangan didenger.”

“Eh?” Donghae menatap Eunhyuk heran. “Kambuh lagi.” katanya sambil langsung meminum jus strawberry yang tadi dipesan Eunhyuk.

“Ngomong-ngomong , Hae, kau tidak sekolah?” Tanya Eunhyuk sembari membereskan rambut dan tata letak bandana nya yang mulai berantakan.

“Kau sendiri?” Tanya Donghae balik.

Eunhyuk tersenyum manis kemudian menggeleng, “Tidak.”

“Kalau begitu sama..” Sahut Donghae yang kemudian menyodorkan jus strawberry Eunhyuk untuk diminumnya. Dan Eunhyuk hanya memegang sedotannya untuk meminum isi dari gelasnya yang sudah setengah.

“Bagaimana rasanya?” Tanya Donghae.

“Selalu manis.” Sahut Eunhyuk tersenyum.

“Terimakasih.” Seru Donghae asal.

“Bukan dirimu yang manis!” Seru Eunhyuk dengan raut wajah dibuat cemberut.

Donghae tertawa lagi. “Hyukkie!” Panggil Donghae.

“Ne?”

“Jalan yuk!”

***

“Huuh!! Kenapa harus aku lagi sih yang membawa buku-buku ini keruang guru? mentang-mentang aku paling tidak bisa menolak kalau dimintai tolong. Haduh aku kan wanita, masih banyak siswa-siswa yang lainnya kan?” Gerutu Sungmin kesal

Lagi-lagi Kang Seongsaenim menyuruhnya membawa buku latihan yang tadi dikumpulkan teman-temannya untuk dibawa keruang guru.

“Eh , tapi bukankah kalau keruang guru lewat depan kelas Kyuhyun?” Raut wajah Sungmin tiba-tiba cerah.

Sungmin jadi senyum-senyum sendiri membayangkannya. Hingga tanpa sadar dia tersandung lantai yang terletak lebih menonjol.

“Bruk!!!”

Alhasil Sungmin jatuh tersungkur, lengan tangan kirinya menghantam salah satu sudut bangku, dan juga semua buku yang dibawa Sungmin jatuh berserakan dimana-mana.

Mungkin kalau hanya Terjatuh dan membereskan buku , itu tidak masalah dan tidak seberapa malu. Namun ternyata yang didapat Sungmin tidak hanya itu. Dia menjatuhkan buku-bukunya tepat didepan kelas Kyuhyun , dan tepat pula dihadapan Kyuhyun dan teman-temannya yang sedang bersenda gurau.

Sungmin melihat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun terlihat sangat kesal dan malu. Melihat itu Sungmin langsung menundukan kepalanya dan membereskan buku-buku yang ia jatuhkan.

Sementara Kyuhyun bersikap cuek, Minho , salah satu teman Kyuhyun yang berada disitu langsung berinisiatif menawarkan bantuan pada Sungmin.

“Ada yang bisa kubantu?” Tanyanya ramah pada Sungmin.

Sungmin melihat ke arah Minho dan kemudian memandang ke arah Kyuhyun yang sedang membuang mukanya, lalu dia alihkan kembali pandangannya ke arah Minho, “Ani.” Sungmin menggeleng, “Tidak perlu, aku bisa sendiri.” sahutnya sambil kembali mencoba memunguti buku-buku tersebut.

Namun Minho tidak mengindahkan penolakan Sungmin dan tetap membantu mengambilkan buku-buku yang sulit dijangkau Sungmin.

Sungmin memandang ke arah Minho , dan kemudian mengambil buku yang berada ditangan Minho secara tergesa. Dan langsung memaksakan berdiri walau agak sedikit pincang.

Minho tersenyum memandangi punggung Sungmin yang semakin menjauh menuju ruang guru.

“Si manis itu belum punya pacar kan?” Tanyanya pada teman-teman yang ada disekitar situ , termasuk kepada Kyuhyun.

Tanpa Minho sadari , Kyuhyun sudah mengepalkan tangannya sembari menggerutukkan rahangnya untuk menahan amarah.

***

Sungmin melangkahkan langkahnya menuju halte bus dengan ragu , haruskah dia menunggunya? Bukankah tadi Kyuhyun sedang marah?

“Ya Tuhan , apa yang kuperbuat tadi?” Sungmin menutup wajahnya dengan kedua tangannya, “Kenapa aku begitu bodoh sih? Sampai membuat Kyuhyun malu seperti itu..” Lanjutnya lagi.

Sungmin terus menyalahkan dirinya atas Kejadian yang terjadi pada waktu istirahat tadi.

“Kyu , maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu malu.” Ucap Sungmin frustasi pada diri sendiri.

Meski begitu , mau ragu atau tidak. Sungmin tetap harus menunggu Kyuhyun seperti biasa halte. Dilihatnya jam tangan putih pemberian Kyuhyun ditangannya.

“Sudah lewat setengah jam.” Ujarnya pelan. “Mungkin sebentar lagi.” Lanjutnya sembari menyenderkan tubuhnya di tiang halte.

Sungmin terus menundukan kepalanya, dilihatnya siku kirinya yang tadi terbentur sekilas.

“Tadi tidak terasa apa-apa. Kenapa sekarang jadi terasa sakit?” Tanyanya pada diri sendiri kemudian kembali menundukan kepalanya sambil mengayunkan kakinya.

“Ckittttt!!!!”

Sungmin mengangkat kepalanya , dilihatnya sebuah motor hitam berhenti tepat didepannya.

“Cepat naik!” Seru orang tersebut.

Dan dengan tergesa (lagi) Sungmin langsung berlari dan gerakan Sungmn yang tiba-tiba membuatnya tidak hati-hati sehingga membuat Sungmin tersandung sebuah batu dan terjatuh. Namun dengan segera pula Sungmin langsung bangkit menuju motor hitam yang sudah menunggunya.

Sungmin langsung naik dan memegang ujung jaket kulit hitam pengendara motor tersebut yang ternyata adalah Kyuhyun, kekasihnya sendiri.

Sepanjang perjalanan, Kyuhyun dan Sungmin tidak berinteraksi sama sekali. Bibir mereka memang tidak terbuka , lidah pun tidak berucap. Namun melihat pegangann Sungmin yang seperti itu, sontak Kyuhyun langsung memegang tangan Sungmin dan memindahkan tangan Sungmin ke pinggangnya sendiri.

Walau dalam keadaan moody , Kyuhyun masih lebih mementingkan keselamatan kekasihnya sendiri. Dia tidak mau mengambil resiko.

Setelah setengah jam , akhirnya Kyuhyun dan Sungmin sampai didepan apartement Sungmin. Sungmin langsung turun begitu sampai, namun dia tidak segera pergi , melainkan berdiri dulu didepan Kyuhyun yang masih mengenakan helm hitamnya.

“Kyu , kau mampir dulu kan?” Tanya Sungmin hati-hati takut membuat Kyuhyun tambah marah.

Kyuhyun melepas helmnya , kemudian memandang Sungmin dengan tampang dingin, dan langsung mengusap puncak kepala Sungmin , yang sedari tadi terus menunduk.

Dan hal itu sudah cukup membuat Sungmin tau kalau Kyuhyun mau mampir dulu ke apartemennya.

Kyuhyun langsung menggandeng tangan Sungmin untuk langsung naik lantai 13 , tepat dimana , apartement Sungmin terletak.

***

“Appa aku pulang!!!” Terdengar sebuah suara lengkingan dari seorang gadis mungil yang baru saja pulang sekolah.

“Iya , appa tahu , jangan teriak-teriak begitu Wookie-ah!”

“Ne , appa , mian.” Sahut Wookie sambil menghampiri appanya.

“Kau lapar?”

Ryeowook mengangguk.

“Yasudah ganti baju dulu sana , biar appa buatkan makanan untukmu , nanti akan appa antarkan ke tempatmu..”

“Tidak perlu appa , ehm , yessung oppa saja ya appa yang disuruh mengantarkannya, hhehehe”

“dasar kau ini..” Sahut Appa Ryeowook sembari mengusap puncak kepala Ryeowook.

“Baiklah aku ganti baju dulu ya Appa..” Pamit Ryeowook kemudian.

Setelah Ryeowook pergi kekamarnya untuk mengganti pakaian , Appa Ryeowook langsung bergegas membuatkan makanan kesukaan Ryeowook.

“Yesung!!”

***

Jam sudah menunjukan pukul 12.30 siang ketika seorang pria datang disebuah rumah sakit. Sudah setahun lebih kegiatan ini rutin dilakukannya. Menjenguk orang yang sangat dicintainya dirumah sakit tersebut.

Pria tersebut berjalan dengan senang sembari membawa 1 kotak bekal makanan dan 1 bouquet bunga lili putih ditangannya.

Kamar yang dia tuju tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai disana.

Sesampai diruangan yang dimaksud. Dilihatnya seorang gadis terduduk disebuah kursi roda menghadap ke arah luar jendela.

“Mochi..” panggilnya pelan.

Gadis yang dipanggil Mochi perlahan menolehkan pandangannya ke arah sumber suara dengan perlahan.

“M-mi-mi..” Serunya terputus putus.

Sulit bagi dirinya untuk berbicara , terlebih setelah peristiwa beberapa tahun lalu.

“Kau sudah menunggu lama ya?” Tanya sang pria.

Sang gadis pun hanya menganggukan kepalanya pelan.

“Ayo kita ke taman..”

***

TBC

RCL please..

Advertisements

6 responses

  1. hangeng is mine

    ** jiahhhhh ,,, si unyuk baru beberapa detik yg lalu bilang kalo dia putus karna lebih memilih donghae daripada pacarnya ,, tapi langsung lupa #secepat itukah dia melupakan nya

    ** kenapa sikap kyu bgtu sma yeojachingu nya sndri ?
    apa karna dya mau kalo ada yang tau alo dia sma minnie itu pacaran atau apa?#penasaran

    ** wookie pacaran sama yesung kah? #lupa jalan cerita nya ,, habis lama publishnya,, khan jadi gg ngerti ..

    **ihh mochi kenapa bisa bgtu ?

    lanjjjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttt

    2 December 2011 at 5:28 PM

  2. wookie's mine

    wkwkwkwkw unyuk unyuk kok pikun sih………
    yg laen ok?

    9 December 2011 at 2:48 PM

  3. KangTeuk lum muncul ya???

    10 March 2013 at 5:54 PM

  4. kiki amalia azhari

    huaaaaa aku lupa kalo masih ada satu kopel lagi haehyuk.
    haehyuuuk maniiiiiiiis bgt yaaampoooooon.
    tambah suka ama jalan ceritanyaaaaa :))

    18 January 2014 at 1:30 PM

  5. kyumi wijayanti

    kyuhyun tuch kenapa c, sungmin bukannya ditolongin malah dacuhin. dasar evil.

    8 April 2014 at 7:48 AM

  6. Mita

    Ternyata yang putus hyuk toh,dan dia ‘putus’in karena milih hae
    kyu kok cuek gtu sma sungmin,kan kasian sungmin’a
    makasi ffnya

    8 June 2014 at 2:11 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s