Read it and Enjoy it ~

YeWook’s Fanfiction / Genderswicth / Romance / Hear My Voice

Tittle : Hear My Voice
Author : LidyaNatalia
Pair : YeWook
Rate : Teen
Genre : Romance , Genderswitch
Length : OneShoot
Warning : maybe this is another fail fiction T^T. Well , Don’t like don’t read!!
A/N : This Fiction aku persembahin buat Unn Putrie Wulandari yang udah ngerequest YeWook fiction sama aku kemarin. Maaf ya Unnie , kalo jelek. Makllum aku kan amatir T^T
Summary : “Kata Appa , hati itu pendengarannya lebih peka ketimbang telinga. Jadi Sungie nggak usah khawatirin Wookie”

Let’s Check this out…

***

Aku terbangun dari mimpiku lagi. Ah entah sudah keberapa kali aku bermimpi tentangnya. Dia terasa nyata dalam mimpiku. Kehadirannya membuatku menutup hati untuk orang lain. Membuatku hanya tertuju padanya. Meskipun tak dapat kulihat raut wajahnya , namun dapat kurasakan kehadirannya.

“Yesung!!!! Bangun!!!”

“Iya! Iya, aku sudah bangun Umma..” Teriak Yesung dari dalam kamarnya, setelah mendapat teriakan keras dari ibunya dari luar dapur.

“Mau sampai kapan kau tidur hah!?” Seru Umma Yesung yang kini suaranya semakin mendekat.

“Iya Umma , aku tahu , ini aku sedang mandi ..” Sahut Yesung sekenanya.

“Yasudah cepat bersiap. Setelah selesai segera turun untuk sarapan.” Titah Umma Yesung kembali menyiapkan sarapan untuk anaknya nanti.

***
“You know I am the best, bom bratatata tatatatata …” Yesung terus bersenandung sepanjang perjalanan menuju kampusnya. Lagu kesukaannya dari sebuah Girl Grup terbaik tahun ini.

Dengan langkah ceria dia melangkahkan kakinya dipinggiran jalan. Kampusnya memang dekat, tidak perlu kendaraan untuk mencapainya. Namun langkahnya terhenti ketika dia lihat seorang gadis tengah mencoba menyebrang jalan secara asal. Dilihatnya ke arah kanan , tidak ada kendaraan yang berlalu lalang. Setelah itu dilihatnya ke arah sebaliknya. Sial , sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi sedang melaju tepat ke arah gadis tersebut. Namun gadis tersebut tidak menoleh sama sekali , bahkan terlihat acuh.

“Gawat! kalau dia asal lewat , bisa tertabrak dia.” Ujar Yesung yang setelah itu langsung berlari menyusul gadis tersebut. Posisi Yesung memang agak jauh dari gadis tersebut. kira-kira 50 meter. Sebuah kemustahilan untuk Yesung mendahului sebuah truk dengan kecepatan kira-kira 100km/jam tersebut.

“Awas!!” Sepersekian detik sebelum sebuah kendaraan beroda empat tersebut menabraknya , Yesung sudah terlebih dulu menarik tubuh gadis tersebut, hingga jatuh kedalam dekapannya. Miracle!

“Hosh! Hosh!” Nafas Yesung terdengar terengah setelah mengalami peristiwa tersebut. Dadanya naik turun dengan keringat mengucur karena larinya barusan.

Bukan hanya Yesung , gadis tersebut juga sama terkejutnya bukan main.

Sesaat Yesung langsung melepaskan dekapannya pada gadis itu. Menghempaskan dengan kasar. “Hey!! Kau mau mati ? Hah!!??” Seru Yesung setengah berteriak.

“Kau tidak dengar klakson yang dibunyikan truk itu ?” Tanya Yesung lagi.

Gadis itu hanya diam menatap Yesung yang tengah berbicara. Dia memperhatikan gerakan bibir Yesung , sesekali memiringkan wajahnya ketika dia sadari Yesung menggerakan bibirnya dengan cepat.

Merasa dipermainkan Yesung langsung menghentakan kakinya kejalan, “Hey!!”

Gadis tersebut tersentak kaget. Dia mematung ketika dirasakannya pria yang berada dihadapannya sedang marah. Buru-buru dia membungkuk dalam, “M-mm-ian!” Ucapnya dengan terbata dengan raut wajah menyesal yang ditundukan.

Yesung jadi salah tingkah melihat gadis didepannya , bukan maksud dia untuk marah-marah pada orang yang tidak dikenalnya pagi-pagi seperti ini.

Perlahan gadis tersebut mengeluarkan sebuah note kecil dari dalam tasnya dan sebuah pulpen, sesaat menuliskan sesuatu. Setelah itu diberikannya kepada Yesung.

Disana tertulis , “Terimakasih telah menyelamatkanku, kalau tidak ada kau , aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya padaku.”

Yesung mengangkat kedua alisnya setelah membaca note tersebut dan kemudian memandang ke arah gadis tersebut. Cantik sih tapi aneh! Begitu pikirnya. Kenapa harus ditulis segala , ngomong langsung kan bisa!

“Huft , Yasudahlah.” Yesung menghela nafas panjang-panjang. “Kau berhati-hatilah, jangan sembarangan seperti tadi,” Ujar Yesung menasehati.

Gadis dihadapan Yesung terus memandanginya dengan seksama , namun lagi-lagi bukan mata yang dilihatnya , namun gerakan bibir Yesung.

“Ya Tuhan! Ck!” Yesung yang sekali lagi merasa jengah dan risih diperhatikan seperti itu akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari tempat tersebut. Dan melanjutkan perjalanannya ke kampus dan itu berarti dia meninggalkan gadis itu disitu.

***

Hari ini dikampus Yesung , tepatnya di fakultas Musik yang menjadi jurusannya, akan kedatangan seorang tutor dari luar kampus. Seorang pemusik yang katanya sudah sangat piawai dalam memainkan instrument piano.

Dosennya bilang, nama pemusik tersebut memang tidak terlalu dikenal didalam negri , namun namanya sudah sangat terkenal dikancah musik internasional. Hal itu lah yang membuat Yesung antusias berangkat kuliah hari ini. Ingin belajar sedikit ilmu darinya.

Selain itu ada hal lain yang membuat Yesung penasaran dengan tutor yang akan datang hari ini. Menurut dosennya lagi, pemusik ini bukanlah orang yang mempunyai keberuntungan fisik seperti orang-orang pada umumnya.

Ya, dia cacat. Seperti Beethoven , dia tidak dapat mendengar. Namun dapat memainkan music. Sudah begitu umurnya juga masih muda, hanya beda 3 tahun lebih muda dari Yesung.

Hal itu membuat Jiwa music Yesung tertantang, bagaimana mungkin dia yang dalam keadaan sempurna dengan umur yang sudah menginjak 21 tahun belum menunjukan prestasi yang prestisius , sedangkan pemusik yang disebutkan tadi dalam keadaan cacat sudah bisa melebarkan karirnya di dunia music internasional.

Kini , Yesung tengah berada di aula besar serbaguna bersama para teman satu jurusan lainnya. Duduk dibarisan paling depan, guna memudahkannya untuk dapat melihat dan mendengar permainan dari musisi tersebut. Menunggu musisi yang tengah banyak dinantikan orang banyak. Ini memang baru jam 8.55. Masih kurang 5 menit dari jam yang dijadwalkan.

Setelah menunggu 5 menit , akhirnya acara dimulai juga. Pertama-tama beberapa Dosen masuk, dan kemudian disusul dengan musisi tersebut. Yesung yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya pada orang-orang dihadapannya terkejut setengah mati.

“Musisi itu…”

Tepat sekali. Musisi yang dihadirkan ternyata adalah gadis yang tadi pagi ditolong oleh Yesung.

“Baiklah saudara-saudara. Perkenalkan namanya Kim Ryeowook, umurnya memang masih 18 tahun , namun prestasi bermusiknya sudah tidak dapat diragukan. Belum lama ini dia menjadi satu-satunya musisi yang tampil dalam opening acara UNESCO yang diadakan di London.” Jelas seorang moderator.

Ditengah sang moderator menjelaskan mengenai profil Ryeowook. Sang empunya nama mengedarkan pandangannya disertai dengan senyuman teduhnya. Dan pandangannya terhenti ketika menangkap kedua mata Yesung yang terus memandanginya.

Dan Ryeowook membalas tatapan keterkejutan Yesung dengan anggukan disertai dengan sebuah senyuman.

“Dan semua lagu yang dia mainkan , dia persembahkan untuk orang terkasihnya , mungkiin karena itu , permainannya penuh dengan perasaan yang dalam.” Sang moderator kembali berbicara.

Setelah penjabaran singkat mengenai profil Ryeowook , sang moderator mempersilahkan Ryeowook untuk mencoba melantunkan sebuah instrument.

“La-la-gu ini a-a-ku per-sem-bah-kan u-ntuk be-be-la-han jji-wa-ku y-yang se-seka-rang mung-mung-kin me-me-li-hat-ku..” Setelah bersusah payah berbicara Ryeowook mulai mendentingkan tuts piano dihadapannya.

Yesung tersentak mendengar dentingan pertama lagu yang akan dibawakan Ryeowook, “Itu kan…”

It Has To Be You

***

*10 years ago*

“Wookie dengarkan aku bernyanyi yah..” Seru seorang anak laki-laki dengan suara cemprengnya.

Dan gadis yang dipanggil Wookie tersebut hanya menganggukan kepalanya dengan senang sambil menggoyang-goyangkan kakinya.

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
i gil kkeuteseo seoseongineun na

“Yeeee…! Plok! Plok! Plok!” Ryeowook langsung berseru dan bertepuk tangan ketika Yesung mulai membuka suaranya.

“Wookie belum selesai nyanyinya!” Gerutu Yesung yang langsung menghentikan nyanyiannya.

“Tapi suara Sungie bagus!” Puji Ryeowook tulus.

“Iya dong!! Yesung gitu loh!” Sahut Yesung membanggakan diri.

Dan dibalas tepukan tangan dan senyuman sumringah dari Ryeowook.

Perlahan Yesung mendekati Ryeowook yang tengah duduk dibangku taman tersebut.

“Nanti kalau sudah besar , Yesung jadi penyanyinya , Wookie jadi pengiringnya ya?” Seru Ryeowook.

Yesung menatap Ryeowook sendu, kemudian menempelkan kedua telapak tangannya ditelinga Ryeowook, “Wookie bagaimana telingamu?” Tanya Yesung mengalihkan pembicaraan.

Ryeowook menggelengkan kepalanya sembari melepaskan tangan Yesung dikepalanya, “Tidak apa-apa , aku masih bisa mendengar suara Sungie kok.” Sahut Ryeowook.

Yesung tiba-tiba menundukan kepalanya.

“Sungie tidak percaya sama Wookie ya?” Ryeowook sedikit terisak ketika melihat Yesung yang lesu.

“Sungie tidak percaya kalau Wookie bisa jadi pengiring Sungie?” Tanya Wookie lagi. “Atau Sungie malu kalau nanti punya pengiring yang tuna rungu seperti Wookie?” Isakan Ryeowook makin terdengar jelas ditelinga Yesung.

Yesung buru-buru mengangkat wajahnya dan menatap Ryeowook, terlihat bulir-bulir air mata dipelupuk teman kecilnya tersebut.

“Enggak kok Wookie , Sungie nggak malu. Wookie kan pacar Sungie , masa Sungie malu punya pengiring kaya Wookie.” Ucap Yesung dengan segera , sebelum membuat Ryeowook makin sedih.

Ryeowook mengusap air matanya dengan ujung lengan bajunya, “Pacar itu apa Sungie?” Tanya Ryeowook polos.

Yesung menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. “Aku juga tidak tahu, tapi kayanya pacar itu , kaya amma sama appa kita gitu Wookie.” Jelas Yesung asal.

“Oh , Sungie tahu darimana istilah itu? Kok Wookie baru denger ya?”

“Dari tivi Wookie , amma kan kalo sore-sore begini nontonnya yang orang gede terus , makanya aku tahu istilah pacar.”

“Ehm gitu. Jadi Sungie nggak bakal malu kalo nanti yang jadi pengiring Sungie itu Wookie?”

“Kenapa harus malu? Sungie nggak malu kok. Yang penting Wookie harus latihan yang yang banyak terus minum obat juga yang rajin. Nanti kan Sungie mau jadi penyanyi hebat , nah Wookie juga harus jadi pengiring yang hebat!”

Ryeowook menyunggingkan senyum lebarnya, “Tenang ya Sungie , nanti Wookie bakalan belajar main music dengan sungguh deh, dan Wookie juga mau rajin minum obat, biar Wookie bisa denger Sungie terus. Tapi kalo misalnya nanti Wookie nggak bisa denger suara Sungie pake telinga Wookie lagi. Wookie bakalan dengerin suara Sungie pake hati Wookie. Kata Appa , hati itu pendengarannya lebih peka ketimbang telinga. Jadi Sungie nggak usah khawatirin Wookie.”

“Wookie kok ngomongnya gitu. Udah ah , mendingan dengerin Sungie nyanyi lagi ya..??”

“Okeh,”

Rokkugo !! Rokkugo!! Rokkugo!! Maremar!!

***

Ngiung! Ngiung! Ngiung!

Terdengar suara ambulans disekitar rumah Yesung yang membuat dia dan keluarganya terbangun. Dan setelah dilihat bukan hanya mobil ambulans yang berada disana tapi juga sebuah mobil penyedia jasa pindahan.

“Umma, ada apa sih?” Tanya Yesung pada ibunya ketika melihat keramaian didepan rumah Ryeowook.

Ibu Yesung tidak menjawab malah mengelus puncak kepala Yesung.

Dilihatnya beberapa petugas ambulans masuk kerumah Ryeowook , dan setelah keluar , membawa dengan turut serta Ryeowook yang sedang tengah terbaring lemah.

“Umma! Wookie kenapa!?” Tanya Yesung sekali lagi dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya.

Ibu Yesung merendahkan posisinya , menyamakan dengan posisi Yesung. “Wookie sedang tidak baik , chagi… Dia mau berobat ketempat yang lebih bagus. Supaya cepat sembuh.” Ujarnya lembut sembari mengusap rambut hitam Yesung.

Yesung terisak , air matanya keluar dari kedua pelupuk mata indahnya, “Wookie…” Lirihnya, “Katanya kau mau jadi pengiringku. kenapa malah pergi??”

***

Yesung sedikit tersentak tatkala lamunannya akan teman masa kecilnya berkelebat didalam bayangannya diganggu dengan sentuhan tiba-tiba dari belakang pundaknya.

“Woo-kkie??” Ucap Yesung tiba-tiba.

“Tt-te-ri-ma kka-sih a-tas per-to-lo-ngan-mu ta-di pa-gi..” Ucap Ryeowook dengan terbata.

Yesung menatap miris gadis dihadapannya yang dengan susah payah mencoba untuk berbicara.

Dengan tiba-tiba Yesung menangkap wajah Ryeowook , memegang kedua telinga Ryeowook.

“Wookie ! kau masih ingat aku?” Sahutnya tiba-tiba.

Ryeowook membelalakan matanya, hanya Sungie, teman kecilnya yang melakukan hal ini ketika dia sudah mulai susah mendengar dulu. “S-sung-ngie?” Ucap Ryeowook dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Iya , aku Yesung!” Sahut Yesung.

***
Yesung dan Ryeowook kini tengah berjalan santai sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Yesung dan Ryeowook dulu.

“Sekarang kau sudah jadi musisi handal ya, Wookie?” ucap Yesung dengan pelan. Dengan tujuan Ryeowook dapat membaca gerakan bibirnya dan mengerti apa yang diucapkannya walaupun tidak bisa mendengar.

Ryeowook tersenyum, “Ti-dak le-bih he-bat da-ri Sung-ngie..” Sahut Ryeowook.

Yesung tersenyum sembari mengusap puncak kepala Ryeowook. Dan mengajak Ryeowook untuk duduk disebuah bangku yang 10 tahun lalu menjadi tempat terakhir pertemuan mereka.

“Bagaimana keadaan telingamu?” Tanya Yesung sembari memegang kedua telinga Ryeowook.

Ryeowook menggeleng, kemudian mengambil notenya menuliskan sebuah kalimat.

“Tidak ada perkembangan, aku malah semakin sulit untuk mendengar.”

Yesung melepaskan tangannya dan memandang sendu ke arah Ryeowook,

“Tenang Sungie , aku sudah belajar membaca gerakan bibir orang untuk mengerti perkataan mereka.”

Yesung buru-buru mengganti ekspresi wajahnya , dia tak ingin pertemuan pertamanya dengan Ryeowook setelah sekian lama diawali dengan kesan sedih seperti ini.

“Wookie..” Panggil Yesung sambil menatap lurus kedepan.

Ryeowook yang juga menatap lurus kedepan tidak menoleh , karena tidak mendengar apapun.

“Kau ingat tempat ini?” Lanjut Yesung yang kini kembali menatap Ryeowook, barulah disadarinya kalau Ryeowook tak mendengar apapun saat ini.

Yesung tersenyum kecut , dan kemudian meraih tangan Ryeowook dan menggenggamnnya kuat.

Ryeowook kontan menoleh.

Mukanya bersemu merah tatkala melihat Yesung menatapnya dalam, “A-ad-da ap-a , Sunng-ngie?”

Yesung menggeleng, Sekarang tangannya berpindah ke kedua telinga Ryeowook lagi, “Tadi waktu di aula , kau bilang lagu itu buat belahan jiwamu , memangnya belahan jiwamu itu siapa?” Goda Yesung.

Wajah Ryeowook semakin bersemu merah ketika Yesung menanyakan hal itu. Dalam –dalam dia berusaha menundukan wajahnya. Membuat Yesung semakin suka untuk menggodanya.

“Siapa Wookie?”

Ryeowook mengangkat kepalanya, “D-d-dia..”

“Siapa?” Tanya Yesung dengan seringaian kecil tetap pada posisi tangannya mengangkap kedua telinga Ryeowook.

“J-ja-ngan meng-go-da-ku , Sung-ngie!!” Protes Ryeowook setelah semakin terdesak.

Yesung langsung membawa Ryeowook kedalam dekapannya, Ditumpahkannya kerinduan yang telah lama menggunung sesak pada gadis tersebut.

Ryeowook terkejut bukan main, namun tidak ditolaknya dekapan tersebut. Bukan hanya Yesung yang telah menumpuk rindu sekian lama , tapi juga dirinya.

Berada jauh dari Yesung ketika terbangun dari tidurnya. Merupakan hal yang sangat membuatnya shock bukan main pada saat itu. Dirinya hanyalah seorang anak kecil yang tidak ingin terpisah dari sahabat karibnya.

Namun apa daya , alasan pengobatan demi dirinya membawanya pergi jauh hingga 1 dasawarsa dari sahabatnya. Mungkin kalau berhasil , pengorbanan itu tidak akan sia-sia. Tapi kenyataannya ? Dia tidak dapat sembuh. Entah teknologi secanggih apa yang dibutuhkan untuk mengobati ketidaksempurnaan panca inderanya.

“Wookie…” panggil Yesung pelan.

“Ne..” Sahut Ryeowook

“Kau masih menjadi pacarku kan?” Tanya Yesung tiba-tiba.

Ryeowook melepaskan diri dari dekapan Yesung, “T-ta-pi a-aku..”

“Apa? Bukankah kau yang bilang akan menjadi pengiringku ketika aku akan menjadi penyanyi nanti? Dan aku ingin pengiringku adalah kekasihku. Dirimu.” Tegas Yesung dengan tangan masih setia ditelinga Ryeowook.

“A-a-ku tti-dak bi-sa men-deng-ngar , Sung-ngie.., A-aku ta-kut ti-dak da-pat men-ngar su-ara-mu..” Ucap Ryeowook dengan susah payah diiringi genangan air mata dipelupuknya.

Yesung kembali menarik Ryeowook kedalam dekapannya, “Jangan dengar suaraku melalui telingamu , dengarkan suaraku melalui hatimu. Bukankah kau sendiri yang bilang begitu? Bukankah katamu hati lebih bisa mendengar daripada telinga?” Seru Yesung.

Ryeowook kembali terisak , tubuhnya bergetar, semakin cepat. Namun tidak terdengar sama sekali suaranya.

Dan itu membuat Yesung semakin mengeratkan dekapannya.

***

Beberapa lampu sorot bergerak kesana-kemari. Ribuan penonton memebuhi gedung pertunjukan musik. Hari ini sepasang musisi terkenal menggelar konser tunggal mereka.

“Baiklah para hadirin sekalian. Mari kita sambut penampilan sepasang kekasih yang menjadi seorang musisi terkenal. Langsung saja Ini dia Kim Jongwoon dan Kim Ryeowook…”

“Plok!! Plok!!”

Terdengar kemeriahan tepukan tangan dari para penonton yang hadir menyambut kedatangan 2 musisi yang mereka tunggu-tunggu di atas panggung.

Dan tepukan berhenti tatkala dilihatnya , salah seorang dari mereka ingin berbicara.

“Terima kasih bagi para hadirin yang sudah mau meluangkan waktunya menyempatkan diri untuk datang di konser ini. Ini merupakan konser tunggal kami yang kesekian disini. Kami harap kalian menikmati penampilan kami sampai akhir. Baiklah saya Kim Jongwoon dan istri saya, Kim Ryeowook , akan mempersembahkan sebuah lagu …” Yesung menatap ke arah Ryeowook yang sudah bersiap memainkan tuts-tuts pianonya.

Yesung mengangguk ke arah Ryeowook , dan dengan perlahan Ryeowook langsung menekan tuts-tuts dihadapannya , mendentingkan nada lagu kenangan bagi dirinya dan Yesung ..

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
i gil kkeuteseo seoseongineun na
dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
naneun tto i gireul mutneunda

neol bogo sipdago
tto ango sipdago
jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka

na du beon dasineun
bonael su eopdago
na neoreul itgo salsun eopdago

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul

na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka

***

END

Special for YeWook Shipper 

Keep RCL ya..

Oh iya , buat komentator terbaik disetiap fanfictku , akan aku beri sedikit keistimewaan , yaitu boleh request fanfict oneshoot ke aku, mau kyumin, haehyuk, kangteuk , sibum , hanchul , ato yewook sekalian. Jadi pada komen yah ^^ Komen terbaik bakalan aku umumin disetiap fanfictku selanjutnya.

Ghamsa

Advertisements

17 responses

  1. hangeng is mine

    emmm .. dah di duga wookie pasti gg bisa denger ,,

    uhmmmmm,,cerita yang awalnya menyedihkan dengan akhir cerita happy ending

    hwwwwwwwwwwwaaaaaaaaaa….

    4 December 2011 at 2:14 PM

  2. Aisyah Nur Amimi

    eonniiiiiii!! XDD ffnya bagus banget banget deeh:’) hampir nangis bacanyaa T-T
    keren!! XDD kkk~

    4 December 2011 at 2:37 PM

  3. hikss hikksTT.TT*ngelapidung# wookieku kenapa jd kya gitu*nunjukwookie*
    aigo yesungppa masih kecil main pacar2an(?),tapi akhirnya sungie ama wookie bersatu lagi sekian lama berpisah horreee \(n.n)/#taburbunga#
    ceritanya romantis (*.*)

    5 December 2011 at 11:59 AM

    • hahaha , masa sih unn romantis ?? Gomawo unn 🙂

      18 December 2011 at 6:08 PM

  4. Dimaz

    Mungkin ad keslahan2 kcil di akhir cerita but, overall bgus di segala sisi.
    Keep it goin’ ^^’
    (gomen klo ad slah kta ya.)

    5 December 2011 at 12:10 PM

  5. wookie's mine

    ah masa wookie nya gg bsa denger ksian suamiku,,
    tapi gak apa apa tetep jdinya yesung oppa sma wookie

    9 December 2011 at 2:38 PM

  6. kyuminshipper

    Aww so sweet banget sih ya ampun :’) aa daebakk ^^b

    18 December 2011 at 4:37 PM

  7. hiks,, 😥
    terharu bca.a ap lgi lhat yeppa msh mncintai wookie wlau pun wookie cacat

    opppa g thu yg nma.a pacar ya,,? sini blajar prifat am ak ntar ak ksih thu mksd dr pacar tu

    gratis kk ,, tp sbagai imbalan.a yeppa hrus jd pacar ak 🙂 kyaa #di mutilasi am clouds

    23 March 2012 at 10:24 AM

  8. Kartika

    ,boleh minta judul fanfic yg yewook gag?

    27 March 2012 at 9:05 PM

  9. Widiantina

    Pdhl bru bca prtma kli tp nyentuh bgt. . ^^
    kshn wookie ny tna rungu, tpi crita ny bgs unni. .
    Dpt ide ny drmn unni? kta” ny bgs. .
    Jd pngin bca fanfic yg lain ny. .

    14 July 2012 at 9:23 AM

  10. kyuchikii

    unni ini sedih bgt endingnya terharu bgt huahua T^T nangis unn bacanya apalagi sambil dengerin it has to be you, jadi kangen yesung T^T

    18 June 2013 at 11:09 PM

  11. jadi sedih bacanya
    daebakk buat author ^^

    5 August 2013 at 2:41 PM

  12. Hweeee #mewek
    Itu wookie nya kasian T.T
    Awalnya aku baca ff ini nyesek, eeh tau tau akhirnya happy end 😀

    8 October 2013 at 2:04 PM

  13. Liliz Cloudsomnia

    great author (y) ,
    sukses buat aku banjirr air mata 😥
    ahhhh baby ,aku gga bisa berkata” apa” 😥
    nice ff ..

    13 November 2014 at 8:37 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s