Read it and Enjoy it ~

SUPER JUNIOR COUPLE’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Your Man Part 5

SUPER JUNIOR COUPLE’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Your Man Part 5

Tittle : Your Man
Subtittle : Warm Feeling
Part : 5 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!!
A/N : Moga ga lupa dan bosen sama ceritanya ya 🙂 Oh iya this is part special for Yewook and Kangteuk.

Happy Read ^^

Lets check it out …
***

“Appa aku pulang!!!” Terdengar sebuah suara lengkingan dari seorang gadis mungil yang baru saja pulang sekolah.

“Iya , appa tahu , jangan teriak-teriak begitu Wookie-ah!”

“Ne , appa , mian.” Sahut Wookie sambil menghampiri appanya.

“Kau lapar?”

Ryeowook mengangguk.

“Yasudah ganti baju dulu sana , biar appa buatkan makanan untukmu , nanti akan appa antarkan ke tempatmu..”

“Tidak perlu appa , ehm , yessung oppa saja ya appa yang disuruh mengantarkannya, hhehehe”

“dasar kau ini..” Sahut Appa Ryeowook sembari mengusap puncak kepala Ryeowook.

“Baiklah aku ganti baju dulu ya Appa..” Pamit Ryeowook kemudian.

Setelah Ryeowook pergi kekamarnya untuk mengganti pakaian , Appa Ryeowook langsung bergegas membuatkan makanan kesukaan Ryeowook.

“Yesung!!” Panggil ayah Ryeowook setelah selesai membuatkan makanan untuk anak satu-satunya.

“Ne , Ahjussi.” Sahut Yesung begitu sampai didepan Bossnya.

“Tolong antarkan ini kekamar Wookie ya?” Pinta Appa Wookie sembari menyerahkan satu nampan berisi bubur labu kuning kepada Yesung.

“Baik Ahjussi!” Sahut Yesung dengan senyum yang memang selalu mengembang menghiasi wajahnya.

***

Sementara itu didalam kamar, Ryeowook yang sudah berganti pakaian tengah menunggu kedatangan Sungmin yang katanya akan bermain kerumahnya. Dengan santai Ryeowook tidur terlentang dikasurnya yang bersepraikan warna biru laut sembari memandang ke langit-langit kamarnya.

“Ini Hyun Ra Umma ini Kangin Appa , nah jadinya kan aku..” Seru Ryeowook kecil sembari mencoba membuat bagan khayal dengan tangannya.

“Huh , Umma pasti sudah senang ya disana? Aih sementara aku sama appa kesepian ..” Lanjut Ryeowook lagi.

Tanpa Ryeowook sadari terdengar sebuah suara derapan langkah menanjak menuju kamarnya.

“Yasudahlah yang penting Umma senang.” Ryeowook mencoba tersenyum. “Nah kalau umma sama appa jadinya aku. Aku sama Yesung oppa jadinya apa ya?”

“Cklek!”

Ryeowook menoleh kaget ketika mendengar pintu kamarnya dibuka secara tiba-tiba. Kontan dia reflex melemparkan sebuah bantal ke arah pintu.

“Brak!! Prang!”

Ryeowook menutup mulutnya dengan telapak tangannya ketika terdengar suara mangkuk jatuh kelantai dari arah pintunya yang disebabkan oleh dirinya sendiri.

“Omo~” Serunya sambil menghampiri orang tersebut yang ternyata adalah Yesung. “Mian oppa, aku tidak bermaksud. Aku kira siapa.” Sesal Ryeowook mencoba meminta maaf pada Yesung.

“Tidak apa Wookie, Ini juga salahku tidak ketuk pintu , langsung mau masuk saja. Sudah biar aku bereskan dulu. nanti aku ambilkan yang baru.” Sahut Yesung buru-buru membereskan mangkuk bubur yang berantakan itu dan langsung segera turun kebawah untuk mengambil yang baru.

Ryeowook menggigit ujung bibirnya, kecil. menyesali yang baru saja dia lakukan. Memandang tak enak ke arah Yesung yang kini sudah hilang dari pandangannya.

“Hey, Wookie!!” Seru suara lain yang seratus persen berhasil membuat Ryeowook terlonjak kaget kembali.

Ryeowook menggeram kesal, “Minnie!!!”

***

“Jadi kali ini dia kenapa lagi?” Tanya Ryeowook sembari memberikan satu kaleng soda kepada Sungmin yang tengah asyik membaca sebuah majalah fashion milik Ryeowook diatas kasur biru lautnya.

Sungmin kemudian bangun dari tidurnya untuk menerima soda yang diberikan Ryeowook dan langsung membuka kaleng soda tersebut. “Dia cemburu!” Ucap Ryeowook.

“Lagi?” Tanya Ryeowook dengan ekspresi wajah tidak heran namun kesal.

Sungmin mengangguk.

“Lalu kali ini siapa korban kecurigaannya?” Tanya Ryeowook asal.

“Siwon dan Jungmo. Dan sepertinya akan bertambah dengan Minho teman sekelasnya.” Ujar Sungmin.

“Ckck! Dasar Posesif!” Seru Ryeowook sembari duduk disamping Sungmin dan menatap Sungmin tajam.

“Wookie , kenapa kau memelototiku seperti itu?” Tanya Sungmin polos.

“Lagian sih, kau ini mau-maunya jadi kekasih si Evil namja itu. Sudah tidak diakui didepan umum. Dicemburui terus lagi. Aku heran kau bisa betah dengan dirinya.” Seru Ryeowook panjang.

“Huh” Sungmin mendesah. “Kali ini beda Wookie, dia sepertinya terlihat sangat khawatir.” Ucap Sungmin

“Ya jelas dia khawatir, bahkan harusnya dia bukan khawatir tapi sangat khawatir. Bagaimana bisa dia tenang-tenang saja melihat kekasihnya didekati 3 orang sekaligus. Siwon si bintang basket. Jungmo si gitaris popular dan Minho si Flaming Charisma.” Cecer Ryeowook.

“Hey Wookie! Ralat ya, Siwon itu sudah punya Kibum dan dia tidak mendekatiku. Dan Minho , dia juga hanya menolong aku tadi disekolah , dan untuk Jungmo.., “ Sungmin memberikan penjedaan pada perkataannya dan kemudian menatap Ryeowook , “Aku tidak tahu kalau Jungmo.” Lanjut Sungmin pada akhirnya.

Ryeowook menghelas nafas panjang-panjang menatap kesal kepada temannya tersebut.

“Tok! Tok!” Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian MinWook.

Ryeowook langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya menuju ambang pintu.

“Ye-yesung oppa..” Ucap Ryeowook terbata ketika melihat Yesung ada didepannya dengan membawa semangkuk bubur yang baru lagi.

“Ini ganti yang tadi Wookie,” Sahut Yesung sembari menyerahkan bubur tersebut kepada Ryeowook.

“Ne , oppa.” Jawab Ryeowook sembari menerima bubur tersebut.

“Oh iya , mian yah yang tadi. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

“Ah?” Ryeowook mengangkat alisnya sesaat ketika Yesung pergi ke bawah untuk bekerja lagi.

“Wookie!!” Seru Sungmin mengaburkan lamunan Ryeowook tentang sikap aneh Yesung.

Ryeowook menoleh dan kemudian menghampiri Sungmin , lalu meletakkan bubur tersebut didekat meja belajarnya.

“Eh , Wookie , bagaimana perkembanganmu dengan Yesung oppa?” Tanya Sungmin.

“Perkembangan? Perkembangan apa?” Sahut Ryeowook malah balik bertanya.

Kontan Sungmin langsung melempar sebuah boneka kecil yang berada didekatnya ke arah Ryeowoook. “Tidak usah pura-pura polos. Kau pasti tahu apa yang kumaksud.” Seru Sungmin.

“Kalau yang kau maksud tentang itu , kau juga bisa lihat sendiri kan?” Sahut Ryeowook. “Dia masih saja menganggapku seperti adiknya -___-“

“Memang kau tidak bilang kalau kau menyukainya?” Tanya Sungmin sembari mendekatkan wajahnya ke arah Ryeowook.

“Mwo? Tentu saja tidak!” Ryewook bangkit berdiri dari duduknya. “Harus Yesung oppa yang bilang suka padaku!” Tegas Ryeowook

“Memangnya Yesung oppa menyukaimu apa , Wookie?” Tanya Sungmin setengah mengejek.

“Aishhh!!!” Desis Ryeowook. “Tidak tahu juga sih. Tapi kayanya suka deh.” Ucap Ryeowook percaya diri.

“Tau darimana Wookie?” Tanya Sungmin lagi.

“Dari mana ya? Ehm , dari sikapnya yang malu-malu padaku mungkin.” Jawab Ryeowook.

“Hey! Kau lupa? Yesung oppa kan dari dulu memang pemalu! Cari jawaban lain.” Tegas Sungmin.

“Ehm , apa ya ,” Ryeowook setengah berfikir.

“Jderr!!!”

Terdengar suara petir tiba-tiba. Ryeowook dan Sungmin kompak berdecak kaget. Keduanya melihat ke arah luar Jendela. Mendung memang. Langit yang tadi cerah , tiba-tiba saja berubah jadi mendung gelap. Tanda-tanda dia akan mengeluarkan butiran air pun terbaca jelas.

“Sepertinya aku harus pulang Wookie..” Ucap Sungmin.

“Hey! Kau yakin? Diluar sedang mendung ,bahkan tadi petir berbunyi. Kau tidak mendengarnya?” Tanya Ryeowook.

“Justru itu. Aku harus pulang sebelum hujan turun.”

“Minnie..”

“Ne..”

“Tak bisakah kau menginap sehari saja disini? Aku takut kau nanti kehujanan ketika diperjalanan pulang.”

“Tak bisa Wookie, nanti …” Sungmin tak melanjutkan perkataannya.

“Kyuhyun marah?” Tebak Ryeowook 100% benar.

Sungmin tidak mengangguk , pandangannya justru kembali ke arah luar Jendela , melihat ke atas langit mendung tersebut.

“Aku kesini saja , dia tidak tahu. Aku takut dia semakin marah kalau mengetahui aku menginap dirumahmu.” Ucap Sungmin

“Ya itu kan kalau dia tahu , Minnie. Kalau tidak ?”

“Kyuhyun pasti akan tahu Wookie, dia selalu datang ketika mendung seperti ini. Terlebih saat petir menabuhkan suaranya seperti barusan tadi.” Sahut Sungmin.

“Huft.” Ryeowook menghela nafas. “Yasudahlah, aku juga tidak bisa memaksamu, Minnie. Ayo biar kuantar kau kebawah.” Tawar Ryeowook.

“Ne , Wookie.” Jawab Sungmin sembari tersenyum.

Ryeowook dan Sungmin menuruni anak tangga yang tidak terlalu banyak. Sehingga dengan cepat sampai dibawah. Dan ketika dibawah , Ryeowook melihat Yesung yang tengah memandangi langit mendung diluar jendela.

“Lagi?” Batin Ryeowook mendesis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Sungmin memandangnya dengan tatapan “Wae?” Namun dibalas dengan gelengan kembali oleh Ryeowook sembari tersenyum tipis.

“Appa!!” panggil Ryeowook.

“Ne , Wookie.” Sahut Kangin dari dalam dapur.

“Minnie mau berpamitan pada Appa , dia mau pulang.” Teriak Ryeowook lagi , membuat Yesung yang sedang asyik dengan kegiatannya mengalihkan perhatian kepada kedua gadis remaja tersebut.

“Pulang?” Tanya Yesung pelan.

“Oh . Kalau begitu hati-hatilah. Mian Wookie Appa saat ini sedang tidak bisa keluar.” Jawab Kangin.

“Ne , Ahjussi , gwaenchana. Minnie pulang dulu ya.” Sahut Sungmin ikutan berteriak.

“Ne , Minnie. Jaljayo!”

“Ne , Ahjussi.” sahut Sungmin lagi. “Wookie , aku pulang dulu ya..” Pamitnya pada Ryeowook.

“Ne , Minnie, hati hati ya. Jangan sampai kehujanan. Cepat pulang dan jangan mampir-mampir!” Titah Ryeowook.

“Ne , Wookie umma!!” Sahut Sungmin sembari mencubit gemas pipi tirus Ryeowook.

“Minnie!!!”

***

“Ckittt!!!”

Sungmin begitu terkejut ketika dia baru saja keluar dari gerbang rumah Ryeowook , mendapati tiba-tiba , motor yang sangat dikenalnya , berhenti dihadapannya.

“K-Kyu..” Desisnya takut-takut.

“Cepat Naik!!”

Tak menunggu lama. Sungmin langsung naik ke jok dibelakang Kyuhyun.

Kyuhyun langsung memutar kunci kendali motornya dan menarik gas dengan cepat. Membuat mereka dalam sekejap melesit hilang dari depan rumah Ryeowook.

Sungmin yang ketakutan memegang ujung jaket kulit Kyuhyun erat. Sesekali dia hampir terjatuh , tatkala menghadapi polisi tidur , Kyuhyun masih menarik kencang pedal gasnya.

Kyuhyun yang sadar akan ketakutan Sungmin , langsung menarik tangan Sungmin yang memegang ujung jaketnya. Dan kemudian meletakannya tepat dipinggangnya. Dan terus memeganginya.

Ditengah cuaca mendung yang menimbulkan hawa dingin. Aliran darah Sungmin berdesir hangat membuat pipi chubbynya bersemu merah. Meskipun sudah lama bersama Kyuhyun. Sungmin tetap saja selalu merasakan perasaan dag dig dug ketika Kyuhyun menyentuh tangannya.

Perasaan yang sama dari sejak pertama. Sikap Kyuhyun yang selalu berubah-ubah layaknya bunglon memang terkadang membuat Sungmin jadi bingung , takut , dan selalu was was. Namun juga selalu membuatnya seperti merasakan perasaan jatuh cinta seperti kali pertama dia menyukai Kyuhyun.

Mungkin itu yang membuat Sungmin betah berlama-lama mempunyai hubungan dengan Kyuhyun. Meskipun tidak diakui sebagai kekasih didepan teman-temannya. Ataupun selalu saja terkena luapan kemarahan Kyuhyun tatkala dia merasa cemburu. Tak sedikitpun Sungmin berniat untuk memutuskan jalinan kasihnya dengan Kyuhyun.

Karena meski pemarah dan pencemburu. Kyuhyun selalu melindunginya. Kyuhyun selalu tahu dimana dia. Kyuhyun selalu berusaha untuk menghangatkan perasaan Sungmin yang dulu dingin .

“Kenapa keluar ?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuka suara.

“I-itu karena..”

“Karena apa?” Tanya Kyuhyun lagi masih tetap dalam keadaan dia mengendarai motornya dengan satu tangan menggenggam tangan Sungmin yang memeluk pinggangnya.

Sungmin menggigit bibir bawahnya,”Aku bosan Kyu , sendirian di apartement. Tidak ada teman.” Sahutnya kemudian.

Sungmin menundukan kepalanya , berharap semoga apa yang baru saja dia katakan tidak akan menimbulkan perkara baru untuk bisa menjadi alasan kemarahan Kyuhyun yang baru.

“Mian yah , Minnie..” Ucap Kyuhyun tiba-tiba sembari mengelus telapak tangan Sungmin.

Sungmin mengangkat kepalanya, “Untuk apa?” Tanyanya pada Kyuhyun.

“Semuanya..”

Sungmin diam tak menjawab.

“Karena keegoisanku , kau hanya sendiri, kau hanya punya satu teman, sampai-sampai kau merasa bosan dan kesepian.”

“Tidak , Kyu ., aku memang bosan , tapi aku tidak kesepian kok.” Sahut Sungmin memotong omongan Kyuhyun. “Lagipula …” Sungmin memberikan sedikit jeda pada perkataannya. “Aku menyukai keegoisanmu , karena dengan begitu , bukankah berarti kau sangat memperhatikanku dan begitu menyanyangiku?” Lanjut Sungmin.

“Kau juga pasti melarangku main kesana-sini karena tidak ingin aku kenapa-napa kan?” Sungmin kembali berbicara.

Tanpa Kyuhyun sadar , Sungmin melihat senyuman kecilnya dari kaca spion , “Aku senang kau mengerti, Minnie..” Ucap Kyuhyun.

Sungmin mengembangkan senyumnya.

‘Tapi , Kyu , aku masih tidak mengerti kenapa kau tidak mau mengakuiku sebagai kekasihmu didepan teman-temanmu..’ Ucap Sungmin dalam hatinya.

***
“Tik!”

“Tik!”

“Tik!”

Suara hujan yang memukul bagian dibawahnya mulai terdengar, gerimis kecil yang semakin lama semakin berubah menjadi deras. Membuat seorang wanita paruh baya berpakaian eksekutif memutuskan untuk berteduh didepan kedai kecil yang tampak hangat.

Tadinya dia berniat masuk kedalam. Namun melihat didalam kedai tersebut tidak ada satupun pengunjung yang datang. Dia akhirnya memutuskan untuk tetap berada diluar untuk berteduh sementara. Diliriknya sekilas jam tangan berwarna emas putih pemberian mendiang orang terkasihnya.

“Gawat! Ini sudah jam 6!” Serunya kemudian.

Dia mencoba melihat kearah langit yang berwarna kelabu. Sepertinya hujan masih akan lama untuk berhenti.

“Cklek!”

Wanita tersebut menoleh kebelakang ketika mendengar suara kenop pintu dibuka.

Seorang pria paruh baya keluar dengan celemek masih menempel ditubuhnya. “Nona, diluar hawanya sangat dingin, sebaiknya kau masuk saja untuk menghangatkan diri. kau bisa terkena hipotermia bila diluar terus.” Ujarnya pada wanita itu.

“Wanita itu mengelus lengannya yang sudah basah karena kehujanan sebelumnya, “Apa tidak merepotkan? Aku tidak melihat ada pengunjuk didalam. Bukankah sudah tutup?” Tanya wanita itu kemudian.

“Iya memang sudah tutup. Tapi mana tega aku membiarkan orang kedinginan didepan kedaiku seperti ini. Sungguh orang yang melihatmu berdiri disini pun pasti akan berfikiran kalau aku adalah seorang Pak tua yang tidak punya rasa perikemanusiaan.” ucap Pria tersebut dengan nada sedikit bergurau.

Wanita paruh baya itu tersenyum kecil , “Baiklah kalau tidak merepotkan, sebelumnya terimakasih tuan.” Ucap Wanita itu.

“Jangan Sungkan. Ayo masuk.” Pria itu mengajak wanita tadi kedalam kedai kemudian mempersilahkannya duduk , kemudian dia langsung menyalakan penghangat ruangan dan setelah itu menuju dapur.

Tak lama dia keluar dengan secangkir minuman yang asapnya mengepul diatasnya. Masih panas pasti minuman itu.

“Ini,” Kata pria tersebut sembari memberikan secangkir teh jahe hangat. “Ini bisa menghangatkan tubuh anda.” Ucapnya kemudian.

“Terima kasih….”

“Kangin ,”

“Ne , terima kasih Tuan Kangin.” Ucap wanita itu.

“Tidak usah pakai tuan , terkesan formal. Nona?”

“Leeteuk! Dan tidak perlu pakai Nona juga, aku bukan seorang nona lagi, lagipula sepertinya kita semuran ya Kangin –sshi..” Ucap Leeteuk sembari tersipu malu dengan cangkir minuman itu berada dalam genggamannya.

“Ah , iya ..” Sahut Kangin sekenanya.

Tak terasa , waktu begitu cepat berlalu tatkala ketika menghabiskannya tidak dengan kesendirian. Bahkan waktu yang panjang pun terasa singkat karenanya.

Jam sudah menunjukan pukul 9 ketika Leeteuk merasa hujan diluar sudah berhenti. Dia melirik jamnya.

Kenapa waktu tiba-tiba begitu cepat? Dan kenapa hujan malah berhenti disaat yang tidak tepat. Hati Leeteuk tanpa sadar menggumamkan kalimat barusan.

Namun dia tersentak ketika teringat akan anak gadisnya yang berada dirumah.

“Gawat!” Pekiknya tiba-tiba membuat Kangin ikutan panik.

“Ada apa Leeteuk-sshi..?” Tanya Kangin.

“Aniyo , aku lupa kalau anakku pasti sedang menunggu kepulanganku dirumah. Kangin –sshi aku pamit dulu ya. Oh iya berapa yang harus kubayar untuk perjamuan ini?” Tanya Leeteuk

“Ah , tidak usah Leeteuk-sshi. Kau kan kekedaiku karena ketidaksengajaan ingin berteduh. Dan lagipula aku yang mengajakmu masuk kesini. Jadi tidak perlu dibayar.”

“Aih , aku jadi tidak enak. Tapi terimakasih ya Kangin-sshi. Maaf aku harus buru-buru. Anakku pasti sudah menunggu dirumah.” Sahut Leeteuk.

“Ne Leeteuk-sshi.” Sahut Kangin membalas.

Setelah berpamitan Leeteuk langsung buru-buru keluar dari kedai tersebut. Kangin menatap punggung perempuan yang baru saja pergi itu.

“Anak? Jadi dia punya keluarga ya..” Desah kangin dengan nafas berat.

***

TBC

Koment ! Koment!

Advertisements

8 responses

  1. wookie's mine

    ka di situ wookie nya lucu,,,
    lanjuutt

    9 December 2011 at 2:29 PM

  2. hangeng is mine

    jiahhhhhh wookie dah ngebayangin alo dia sama yeppa jadi apa ? #hahaha

    untung kyu pengertian ,, coba kalo kyu dapet nya kaya wookie bisa putus tuh ??

    lanjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttttttt……

    10 December 2011 at 6:57 AM

  3. mianhaeee baru bisa comment disiniiii aku keasikan baca eoonnn T.T
    mianhae sekali lagiii….
    akuuuu kasian sama minnieeee…
    dan aku mererasa ada yang kuraangggg
    Sibum momentnya manaaa????????????//
    huhuhhuhuhuhuhuhu T.T
    sbnenra kyu knp sih??? takut kehilangan sungminn? hehh???
    Tapi jg gak mau ngakuin umin???
    emg sungmin jelek?? enggak kaann??
    terus kenapaa???
    haissshhhh aku stres mikirinnyaaa T.T
    dilanjut ya eonnnnn 🙂

    8 September 2012 at 10:07 PM

  4. FK

    Ihiiii. Ceritanya seru. Semua couple diceritain. Kyumin lagi-lagi sungmin sengsara -_- cie kangteuk hahaha. Haehyuk juga lucu. Hanchul apalagi. Sibum keren. Shindong mana yah? Hahaha zhoury sweet 😀

    18 November 2012 at 12:20 AM

  5. KangTeuk nya muncullll

    10 March 2013 at 6:09 PM

  6. kiki amalia azhari

    waw kyukyu posesif bgt ya allah. yewook momentnya kuraaaaaaaaaang kkk~
    skarng kangteuk begiiiin 😀

    18 January 2014 at 4:05 PM

  7. kyumi wijayanti

    sebegitu cintanya kyuhyun ke sungmin sampai-sampai ga mau sungmin kenapa-kenapa. tapi kenapa hubungannya ama sungmin ga mau di publikasikan ya?? benar-benar aneh..

    8 April 2014 at 9:41 AM

  8. Mita

    Kasian yesung d’lempar bantal sma wookie,bubur’a pake jatuh lagi
    Ternyata kyu baik juga,walau pun posesif sma sungmin,kok kyu gak mau angep sungmin jadi yeojachingu nya d’depan temen”a
    Siapa anak nya leeteuk?
    Makasi ffnya

    8 June 2014 at 2:28 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s