Read it and Enjoy it ~

KyuMin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl

Tittle : Nerd Girl
Part : 2 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : No comment -___-

***

“Kau!!!” Tunjuknya pada Sungmin. “Lee Sungmin!”

Sungmin menunjuk dirinya sendiri. Bingung akan sikap HyunRa.

“Kau kan yang pasti mengambil dompetku!!

‘Hell!!’ Rutuk Sungmin dalam hati.

***

“Bu-bukan aku.. Aku tidak..” Sungmin mencoba memberi penjelasan pada HyunRa yang sedang kalap karena kehilangan dompetnya.

“Mengaku saja kau! Pasti kau kan yang mengambil dompetku!! Sini cepat kembalikan!!” Pekik HyunRa dengan suara nyaringnya.

HyunRa menghampiri Sungmin dan mendesaknya kepojokan , memaksa untuk membongkar isi tas Sungmin.

Dikeluarkan buku-buku Sungmin dari tasnya dan dibuang secara sembarang ke segala arah.

“Hey! Dimana dompetku?!” Seru HyunRa

“HyunRa! Aku tidak mengambil dompetmu! Harusnya kau tanyakan saja pada Soora!” Sungmin menunjuk Soora dengan ujung dagunya.

HyunRa melihat ke arah Soora, kemudian berbalik melihat kembali kepada Sungmin, “Apa maksudmu?”

“Bukankah dia teman sebangkumu , alibinya memang kuat tapi dialah pelakunya!” Seru Sungmin. Dia tak tahan terus dituduh sebagai pencuri didepan umum seperti ini.

“Hey! Kenapa jadi aku?” Elak Soora tak terima dituduh begitu saja.

“Kenapa kau?” Ucap Sungmin mengulang kembali pertanyaan Soora. “Ya karena kau yang mencuri! Kalau tidak percaya tanya saja sama Zhoumi. Iya kan Zhoumi?” Lanjut Sungmin.

Sungmin terus memandang Zhoumi menanti akan jawaban ‘Iya’ nya. “E-e, a-aku..” Zhoumi mendadak berubah jadi gelapan.

“Apa buktinya kalau aku yang mencuri dompet HyunRa? Lagipula sejak tadi pagi aku selalu bersama HyunRa kan? Jangan-jangan itu hanya taktik licikmu saja untuk menutupi kenyataan bahwa selain seorang yang aneh kau juga seorang maniak dan pencuri.” Balas Soora kemudian.

“Aish!” Sungmin mendesis.

Sementara itu, HyunRa malah jadi bingung sekarang, siapa yang sebenarnya mencuri. Dia memang yakin kalau Sungmin pasti yang mengambil dompetnya , tapi masalahnya dia tidak menemukan barang yang dia cari ditas Sungmin.

“Tidak , HyunRa. Aku sama sekali tidak mencuri dompetmu. Bahkan tau warna dan bentuknya saja tidak.” Ucap Sungmin pada HyunRa.

“Kau percaya begitu saja kah Hyun? Kau tau kan dia kembali ke kelas lebih dulu daripada kita. Jadi dia punya kesempatan untuk mengambil dan menyembunyikan dompetmu disuatu tempat.” Ucap Soora mencoba meyakinkan HyunRa.

Perkataan Soora memang lebih masuk akal dimata HyunRa ketimbang Sungmin. HyunRa menarik nafas panjang dan bersiap akan membuka mulutnya untuk memaki Sungmin, namun hal itu diurungkannya ketika dia lihat barang yang dia cari ada didepan matanya.

“Dompetku!” Serunya sembari langsung mengambil dompet berwarna merah tua tersebut. Kemudian dia melihat ke arah orang yang menunjukan dompetnya dihadapannya.

“Ki-kibum? Kenapa dompet ini bisa ada ditangannmu?” Tanya HyunRa takut-takut pada temann sekelasnya yang diketahui bernama Kibum tersebut.

“Aku menemukannya dikoridor didepan toilet wanita. Lain kali jaga baik-baik barangmu.” Ucapnya sembari kemudian berjalan menuju tempat duduknya. Disamping Sungmin.

Sesaat setelah Kibum duduk. Seongsaenim mata pelajaran berikutnya pun memasuki kelas. Membuat mereka yang tadinya mengerubungi Sungmin dan HyunRa segera kembali dan duduk ditempatnya masing-masing.

***

Kelas langsung bubar ketika bel sekolah berbunyi nyaring sampai tiga kali. Kelas 2 A langsung kosong karenanya, Ah tidak tepatnya hampir kosong. Karena disana masihada dua orang disudut kelas yang masih sibuk membereskan buku-bukunya.

Orang itu adalah Kibum dan Sungmin. Sungmin yang memang ceroboh dan selalu terburu-buru dengan asal memasukan semua barang yang ada di atas meja kedalam tasnya.

“Hey! Itu punyaku!” Seru Kibum ketika melihat Sungmin hendak memasukan earphone putihnya ke dalam tas merah mudanya.

“Oh , mian!” ucap Sungmin dengan segera sambil mengembalikannya pada KIbum.

“Pantas saja kau dikira maling!” Ucap Kibum dengan entengnya membuat Sungmin menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam kearahnya.

“Apa maksudmu? Jadi kau juga mau ikut-ikutan menuduhku kalau yang mencuri dompet HyunRa tadi aku?” Tanya Sungmin tanpa jeda didepan wajah Kibum.

Kibum bangkit dari duduknya sambil memakai tas punggungnya. Kemudian menutup mulut Sungmin yang tengah berbicara tadi dengan tangan kirinya. Kibum menggeser badan Sungmin yang menghalanginya untuk keluar dari meja mereka.

“Aishh!” Pekik Sungmin sambil mencoba membuang tangan Kibum dari mulutnya. Kemudian memakai tas punggungnya juga.

Kibum hanya terkikik sedikit melihat reaksi Sungmin yang terlihat sebal. Kemudian berjalan ke arah luar untuk meninggalkan kelas.

“Asal kau tahu ya. Aku itu bukan pencurinya. Dan aku juga tahu siapa pencurinya!” ucap Sungmin sembari mencoba mengejar Kibum dan menssejajarkan langkahnya dengan pria tersebut.

“Iya! Iya! Aku juga tahu!” Sahut Kibum dengan tangan kanan memegang lengan tas hitamnya yang dikaitkan kelengan kanannya, sementara lengan tas yang sebelah kiri dibiarkan menggantung.

Sungmin menautkan kedua alisnya. Dan kemudian mendadak berubah jadi kesal. “jadi kau juga tahu?” Seru Sungmin.

Kibum mengangguk.

“Lalu kenapa tadi malah diam saja?” Tanya Sungmin kesal.

“Jangan terlalu ceroboh bodoh!” Seru Kibum. “Kau harus ingat kode etiknya.” Lanjut Kibum.

Sungmin memandang kesal kearah Kibum, enak saja dia mengataiku bodoh. Gerutu Sungmin dalam hati. Kalau saja aku tidak menyukaimu, sudah kutendang pantatmu. lanjutnya lagi masih dalam batinnya.

“Maksudmu , perlindungan terhadap saksi?” Tanya Sungmin.

Kibum mengangguk sembari berbelok kerah kanan menuju gerbang sekolah diikuti oleh Sungmin yang terus berusah mensejajarkan langkahnya dengan Kibum dengan berlarian kecil.

“Tapi kan ini tidak berbahaya. Masih dalam ruang lingkup sekolah juga. Bahkan hanya kelas.” Sahut Sungmin enteng.

Sontak, Sungmin mendapat jitakan kecil dari Kibum yang gemas akan kepolosannya.

“Tidak berbahaya untukmu tapi berbahaya untuk zhoumi!” Seru Kibum.

Sungmin mengelus kepalanya sembari mengerucutkan bibir pulmya.

“Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa tahu kalau pelakunya dia?” Tanya Kibum pada akhirnya.

“Oh itu sih gampang saja.” Sahut Sungmin. “Aku sudah curiga ketika melihat sebuah pita merah ditoilet tadi. Tadinya kupikir itu tanda kalau aku telah dikerjai lagi oleh mereka berdua. Tapi ketika aku melihat posisi jatuhnya pita yang berbeda dari biasanya. Aku berkesimpulan bahwa pita itu bukan sengaja dijatuhkan tapi tidak sengaja terjatuh.” Ucap Sungmin.

Kibum mengangkat ujung bibirnya, “Lalu?”

“Aku juga tahu siapa yang memegang pita itu, karena tadi ketika dilapangan aku melihat pita merah lainnya dikantong seragam olah fisiknya. Lalu , ketika aku masuk kekelas dan baru akan membuka pintunya , tiba-tiba pintu dibuka dari dalam oleh Zhoumi, dia kelihatan terbru-buru. Seperti mencoba untuk kabur. Dan sampai akhirnya aku menemukanmu sedang tidur dipojokan kelas.” Jelas Sungmin.

“Lalu point apa yang bisa membuatmu yakin kalau Soora sendiri yang mencuri dompet teman sebangkunya itu? Padahal jelas jelas dia mempunyai alibi yang kuat.” Tanya Kibum sekali lagi mencoba mengetes Sungmin.

“Ya aku tahu, alibinya kuat, tapi dia sendiri yang memberi celah pada alibinya tersebut. Untuk menuju kelapangan dari kelas ini kan pasti melewati toilet.” Jawab Sungmin.

“Jawaban mu akan pelakunya memang benar, tapi penyusunan kalimat dan kata dalam analisismu sungguh berantakan.” Ucap Kibum.

“Hah!! terserah kau sajalah.” Sahut Sungmin kemudian.

“Aku kira kau akan menebak pelakunya itu Zhoumi.” Ucap Kibum tiba-tiba.

“Hah? Mana mungkin? Hanya orang bodoh yang menebak Zhoumi pelakunya!” Seru Sungmin.

Kibum kembali menjitak kepala Sungmin kecil, “Jadi kau sudah merasa pintar?”

“Ya bukan begitu. Tapi kan sudah jelas terlihat kalau bukan Zhoumi pelakunya. Dia itu kan saksi yang melihat Kejadian itu. Aku yakin dia itu tadi melihat ketika Soora mengambil dompet HyunRa , hem mungkin saja ketika Soora mengambilnya , dia tidak sadar kalau dikelas itu ada Zhoumi. Dan setelah Soora pergi. Zhoumi yang ketakutan dituduh sebagai pelakunya pun langsung ingin keluar dari kelas. Padahal jelas-jelas dia sedang tidak enak badan juga.” Jelas Sungmin.

“Bagus juga analisismu!” Ucap Kibum. Sebenarnya apa yang diduga Sungmin 100% benar. Karena Kibum juga melihat Kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri tanpa diketahui Soora ataupun Zhoumi.

“Eh tunggu.” Seru Sungmin.

“Apa?” Tanya Kibum?

“Bukankah kau dikelas, tadi ? Harusnya kau tahu itu kan?” Tanya Sungmin pada Kibum.

Kibum mengangguk.

“Aishh!!!” Sungmin mencubit lengan Kibum. “Lalu kenapa pakai nanya-nanya segala?” Tanya Sungmin.

“Aih. Sudah bagus ditanya!” Sahut Kibum dingin sembari mengelus lengannya yang dicubit oleh Sungmin.

“Arrgggh!!!” Sungmin menggeram kesal , digenggamnya tangannya erat-erat sembari menghentakkan kakinya tepat di depan gerbang sekolah. Sementara Kibum terus berjalan didepannya.

“Kibum!!” Seru Sungmin langsung menyusul Kibum lagi.

“Jangan teriak-teriak! Berisik tau!” Omel Kibum

Sungmin mengerucutkan bibirnya. “How dare are you!” Ucapnya pelan.

“Apa?”

“Tidak!” Sungmin langsung buru-buru menggelengkan kepalanya. “Oh iya, kapan dan darimana kau bisa menemukan dompet HyunRa?” tanya Sungmin penasaran.

“Kau tidak lihat tadi ketika aku keluar saat kau masuk kelas?” Tanya Kibum.

“Lihat.” sahut Sungmin. “Tunggu, jadi tadi kau mencari dompet HyunRa?”

Kibum menggeleng. “Tidak! Buang-buang waktu saja. Soora itu sama cerobohnya denganmu. Aku mengambil dompet itu ketika dia menjatuhkannya dari kantongnya sendiri.” Jelas Kibum

“Oh begitu.” Sungmin mengangguk..

“Dasar aneh!”

“Siapa?”

“Kaulah!”

“Aku?”

“Ne.”

“Kibum!!!!”

***

*Sungmin POV*

Well , itu sedikit ceritaku hari ini. Aku memang akrab dengan namja itu , tapi diluar kelas dan ketika tidak ada banyak orang. Dia memang bukan tipe orang yang banyak bicara sepertiku.

Jujur jantungku selalu berdegup kencang tatkala berbicara ataupun berada didekatnya. Labil memang. Namanya juga suka. Wajar saja kan. Kecuali aku tidak suka , tapi selalu berdegup tak karuan baru tidak wajar, karena itu berarti aku sakit jantung!

Yap! Kibum , 17tahun. Anak dari rekan kerja ayahku. Ayahnya dan Ayahku merupakan teman satu profesi. Pekerjaan mereka yang penuh dengan resiko. Membuatku dan Kibum jadi harus tidak terlalu memiliki ruang gerak yang cukup untuk hidup kami.

Setiap hari adalah bahaya. Setiap hari harus berjaga-jaga. Bahkan setahun yang lalu , Kibum dan aku hampir saja terenggut nyawanya. Oleh karena itu, kami disekolahkan disekolah disebuah desa terpencil seperti ini. Yang pulang sekolah saja harus berjalan kaki sejauh-jauhnya.

Tapi tak apalah yang penting kami aman. Namun, hal itu membuatku dan Kibum tidak bisa berinteraksi dengan mudah dengan teman-teman sekelas kami. Aku yang bawel dan tak bisa diam, tentu tidak bisa kalau terus saja tidak bersuara. HIngga terkadang aku lebih memilih asyik dengan duniaku sendiri. Apapun itu asal bukan diam. Dan itu membuat orang orang mencap aku sebagai orang aneh!

Sedangkan Kibum? Dengan mudah dia bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Menjadi tertutup dan pendiam sangat mudah dia lakukan.

Kami memang dianggap aneh oleh seluruh teman kelas. Tapi mereka tidak adil. Mereka menganggapku lebih aneh dan benar-benar harus dijauhi. Apa karena aku wanita?

Sedangkan Kibum? Malah menjadi pujaan disana!

Mengingat itu membuat emosiku memuncak. Hey! Aku lebih mengenal Kibum!

Meskipun tidak ada yang tahu kalau aku sebenarnya sudah lama kenal dengannya. Tetap saja mereka tidak boleh membedakan perlakuannya seperti itu.

Hah!!! Aku aneh? memang!!

Kibum pun sering berseru seperti itu padaku. Mendapat perkataan ketus , dingin , dan jutek darinya sudah menjadi makanan sehari-hariku. Mau menjauh darinya dan menyamar menjadi orang lain? Tidak bisa!! Aku bukan seorang faker dan aku… Menyukainya! Karena itu aku tak mau terlalu jauh darinya!

*Sungmin POV end*
***

Hari ini sudah seminggu sejak Kejadian pencurian dompet HyunRa. Dan seminggu ini kelas terasa lebih aman , karena tidak ada lagi yang mengeluh kehilangan dompetnya seperti HyunRa.

Meskipun anak-anak kelas masih memperlakukan Sungmin dan Kibum dengan cara yang sama sebelumnya. Itu tak membuat Sungmin untuk malas berangkat kesekolahnya.

Kelas masih terasa lengang ketika seorang guru masuk dan memperkenalkan seorang murid baru , pindahan dari desa sebelah.

Sosok laki-laki tinggi dengan kacamata lebih tebal dari kacamata ‘kuda’ baca Kibum menempel dikedua matanya. Kancing kemejanya juga melekat rapat sampai keatas. Buku-buku tebal ditangannya membuat kesan pintar yang teramat sangat namun terlihat nerd melebihi Sungmin langsung melekat pada dirinya.

Beberapa anak di kelas tersebut menyeringai menampakan wajah yang seolah –olah ingin berbicara “Target baru!” pada sesamanya.

Dengan wajah takut-takut dia memperhatikan seluruh sudut kelas dan mulai membuka suaranya untuk memperkenalkan diri.

“Cheoneun..”

***

TBC

Koment yoo Readers 

Advertisements

58 responses

  1. trimesymawardini

    mwo? ternyata ku salah nebak orang..udah gtu 2 orang pula…hadeuhh -,- mian mimige.. kirain dya yg ngambil trnyata bukan..trus kirain ming suka ma kyu..trnyata kibum.. hadeuh -,- #plak tapi… tapii..trnyata kyu baru masuk kelas ming? seneng deh XD next

    2 November 2014 at 7:22 PM

  2. Kezia

    cheoneun..???? cheoneun??
    Penasarann.. xP
    Daebak! aku kira yg sebangku sm umin itu kyu eh ternyata kibum hehe trus yg baru muncul ini siapa ye?
    lanjut next chap~

    4 December 2014 at 5:23 PM

  3. VinChan23

    malu ah gue kalo nuduh org tnpa bkti eh trnyta tmen’a sndiri yg maling..
    oh tmen semeja ming it kibum kirain si evil..
    pkrjaan ortu.a kimin apaan sh kok kyknya bhya bgt

    9 May 2015 at 6:39 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s