Read it and Enjoy it ~

Archive for January, 2012

Protected: KYUMIN’s Fanfiction / Treat You with A Kiss / Oneshoot / Genderswitch / Romance

This content is password protected. To view it please enter your password below:


Secret Admirer / KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / PROLOG

KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / PROLOG

Tittle : Secret Admirer
Part : PROLOG
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!!
Inspired by Crazy Little Thing Called Love , but story is different from that’s 

Happy Read ^^

Lets check it out …

***
Seorang gadis tengah asyik mengamati seorang anak laki-laki dari balik pohon, tidak dia perdulikan roknya yang sedikit tersibak karena tersangkut disalah satu tanaman-tanaman kecil yang berada disekitar pohon tersebut.

Hiasan bando kelincinya yang juga sedikit tersangkut didedaunan pohon tidak dia perdulikan. Matanya kini sedang fokus memandang sesuatu yang menurutnya sangat indah.

“Hwaaaa… manisnya…” Ucapnya seraya menepuk kedua pipinya yang bersemu merah. Aneh. Baru memandanginya saja sudah membuat pipi gadis itu bersemu merah , semerah merahnya.

Namun pandangannya terganggu tatkala tiba-tiba…

“Hey!! Apa yang kau lihat , Sungmin?” Tepuk seseorang dari belakang.

“Ssstt!!! Jangan terlalu berisik!! Nanti dia menyadarinya kalau aku sedang memperhatikannya!” Pekik Sungmin protes kepada teman-temannya seraya menempelkan jari telunjuk dibibir ranumnya yang berwarna merah muda segar.

“Iya-iya..” Sahut teman Sungmin yang lain sembari mengerucutkan bibirnya karena baru saja dimarahi oleh Sungmin.

“Sepertinya aku kenal anak itu..” Seru Kibum. Membuat Sungmin menoleh.

“Jeongmal?” Tanyanya kemudian dengan mata bulat yang membesar menampakan rasa antusias yang besar.

“Iya.., aku juga kenal anak itu..” Sahut Ryeowook , yang merupakan terkecil disitu.

“Kau tahu juga kah , Heenim?” Tanya Sungmin bergantian memandang ke arah Heechul. Heechul menggeleng.

“Selain Hangeng , aku tidak tahu dan tidak peduli siapa pun.” Ucap Heechul dengan tampang polos , seperti tidak sadar dengan apa yang dia katakan barusan , dia langsung menutup mulutnya. Dan tersenyum tidak jelas ketika ketiga temannya memberikan pandangan jengah terhadapnya.

“Dia itu kalau tidak salah anak baru tahun ini kan?” Ucap Ryeowook.

Sungmin mengangguk sembari perhatiaannya kembali ke anak baru itu.

“Kau menyukainya , Minnie?” Tanya Kibum. Membuat wajah Sungmin kembali bersemu merah.

“Kok tahu?” Jawab Sungmin malu-malu seraya menundukan kepalanya.

“Kalau kau terang-terangan menunjukan rasa sukamu padanya seperti ini ya satu sekolah juga pasti akan tahu…!” Seru Kibum.

Sungmin menegakkan tubuhnya, “Memangnya sangat terlihat ya?” Tanya Sungmin.

Ketiga temannya mengangguk. Sungmin menghela nafas panjang , kemudian menoleh lagi ke arah anak baru itu. “Lho ?? Dia kemana?” Tanya Sungmin.

Heechul , Kibum dan Ryeowook ikut merendahkan badan untuk mengintip anak baru yang disukai oleh Sungmin dari balik pohon juga. “Tadi bukannya dia disitu? Kok menghilang?” Tanya Ryeowook.

“Iya , padahal tadi disitu.” Desah Sungmin sedikit kecewa. Baru dia menoleh sebentar saja , pemandangan indah didepannya sudah hilang begitu saja. Sungmin membalikkan tubuh ke arah teman-temannya. “Yasudah ayo kembali ke kelas..” Ajak Sungmin.

“Ayo..” Sahut ketiganya.

Mereka berjalan dengan santai kekelas mereka , namun tidak dengan Sungmin , dia masih ingin melihat junior barunya itu. Karena hari ini dia baru 15 menit melihatnya. Jujur dia ingin lebih lama menikmati pemandangan wajah indah dari laki-laki itu.

Dengan langkah malas Sungmin mengikuti teman-temannya dari belakang.

“Hey , Minnie , cepat…” Seru Ryeowook sembari balik kebelakang dan mengapit lengan Sungmin , kemudian menariknya hingga sejajar dengan Kibum dan Heechul.

“Tenang saja ! Masih ada istirahat kedua!” Ucap Ryeowook untuk menyemangati temannya itu.

“Eitsss!” Kibum melebarkan tangannya , menghadang langkah ketiga temannya. Dan karena itu dilakukannya secara tiba-tiba , alhasil Sungmin , Ryeowook dan Heechul menabrak lengan Kibum.

“Aishhh…” Desis Heechul. “Ada apa sih?” Tanyanya kemudian.

“Minnie , itu lihat siapa yang ada didepan kelas kita!” Seru Kibum sembari menunjuk ke arah pintu kelas XII A2.

“Lho ? Anak baru itu?” Ucap Sungmin tak percaya.

“Ayo , kita hampiri dia..” Ajak Heechul yang langsung menarik tangan Sungmin.

Kibum dan Ryeowook mengekor dari belakang.

“Hey!!” Seru Kibum kepada anak baru itu ketika sampai didepan kelas mereka , dengan Sungmin disampingnya.

Anak baru itu menoleh. “Kau cari siapa?” Tanya Kibum.

Sepertinya memang hanya Kibum yang bisa bersikap biasa saja terhadap anak baru itu.

“Oh , mian sunbae , aku mencari Sungmin sunbae , dia dipanggil oleh Lee Saenim.” Ucap anak baru itu sopan pada Kibum.

“Oh gitu …” Sahut Kibum seraya melirik ke arah Heechul dan kemudian kompak mendorong Sungmin ke arah anak baru itu.

Sontak , Anak baru itu langsung menangkap tubuh Sungmin.

“Dia yang namanya Sungmin!” Seru Heechul.
“Oh , iya nanti kau juga harus mengembalikkannya ya!!” Titah Kibum.

“Iya benar! Jangan sampai dia kembali seorang diri!” Tambah Heechul.

Anak baru itu memandang bingung ke arah 2 sunbaenimnya.

Sungmin mencubit lengan Kibum dan Heechul.

“Aww!!” Seru keduanya langsung.

“Tuh kan! Kau lihat sendiri dia itu berbahaya. Suka mencubit sembarangan. Nah kau harus memastikan ketika dia kembali nanti , dia tidak berbuat ulah!” Seru Kibum.

“Bummieeee!!!” Seru Sungmin membuat Kibum dan kemudian disusul Heechul langsung lari kedalam kelas. Ryeowook memandang juniornya tersebut. “Hey! Tiang listrik! ~” Serunya membuat Sungmin melotot ke arah Ryeowook. Kontan Ryeowook langsung ikut melarikan diri kedalam kelasnya bersama Kibum dan Heechul.

Sungmin memandang tidak enak ke arah hoobae yang disukainya itu yang masih shock dengan ketiga temannya tadi. “Hey!” Seru Sungmin sembari menepuk lengannya. “Jangan didengarkan! Mereka itu gila.” Ucap Sungmin.

Dia tersenyum ke arah Sungmin. “Ne , Sungmin sunbae , aku rasa juga begitu. Ups!” Serunya langsung menutup kedua mulutnya.

Sungmin tertawa kecil. “Ayo!” Ajaknya seraya berjalan ke arah ruang guru.

Sepeninggalan Sungmin dan anak baru kelas 1 itu. Kibum dan Heechul melipat wajahnya didekat jendela.

“Dasar Sungmin !! Udah dibantuin , tapi ngatain kita gila!” Gerutu Kibum.

“Tau tuh. Mana itu anak baru iyain juga lagi.” Timpal Heechul.

Ryeowook menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk menahan tawa. Namun percuma , suara kikikan kecilnya masih terdengar di telinga Kibum dan Heechul. Membuat mereka kemudian menoleh ke arah Ryeowook.

“Hey! Ryeowook kau juga tahu!” Seru Kibum sembari kembali duduk ditempat duduknya.

“Eh masa? Aku juga?!” Ujar Ryeowook sembari menunjuk dirinya sendiri. “Ih Sungmin!!!”

***

TBC

Kalo banyak yang respon , aku bakal coba lanjut ^^


Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / Part 9

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / Part 9

Tittle : Nerd Girl
Part : 9 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship, Mystery
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : Mian yah kalau nggak sesuai harapan *bow* Pokoknya maaf banget kalo ceritanya makin nggak jelas. Akunya aja nggak jelas #plakkk!! Makllum ya udah kelas 3  lagi sibuk nyari universitas #malahcurhat.

Inspired by :
Oh iya banyak yang nebak-nebak inspired fict ini katanya detektif-detektif gitu ya? Well , sebenarnya ada 3 inspirasi buat nulis fict ini:
3rd is Jupiter, kalo yang suka serial detektif pasti tahu dia siapa ^^. Analisis dia dalam menyelesaikan teka-teki itu daebak banget deh!!
2nd is Conan , pasti semuanya pada tahu , hhhe xD, kayanya dia bocah terpinter di jepang deh , kkke xD
1st is my bias LEE DONGHAE, dia emang nggak pinter dalam soal teka-teki , tapi bagi aku dia itu ya teka-tekinya #eeaaa

Mian yah banyak omong xD *bow*
Let’s Check this out ^^

***

Sungmin kembali melirik jam tangannya , sudah hampir 2 jam dia menunggu Kibum untuk menjemputnya , mereka berencana menjenguk Siwon hari ini.

Namun yang ditunggu masih belum juga menampakkan tanda-tanda kehadirannya. Kini pintu gerbang sekolahnya bahkan sudah hampir ditutup. Sudah jam 4!

“Ck!”

Sungmin menggeram kesal sembari menghentakkan kakinya ketanah. “Kalau tahu begini , tidak akan mau aku menuruti permintaannya untuk pindah sekolah! Sudah dia jadi jauh dariku. Aku jadi harus menunggu berjam-berjam seperti ini pula.!” Gerutunya kesal.

“Sudahlah lebih baik aku pergi sendiri saja!” Putusnya setelah dirasa Kibum tidak akan muncul dalam waktu dekat.

Sungmin mulai berjalan menyusuri pinggiran jalan raya yang tidak terlalu besar tersebut. Sesekali ditendanginya bebatuan kerikil untuk melampiaskan kekesalannya disertai dengan gerutu-gerutuan kecil.

“Kriukkk!!!”

Sungmin memegangi perutnya, “Huwaaa.. Laper!!!” Serunya. “Kibum!! Awas kau!!!” Lanjutnya sembari menghentikan langkahnya mencoba melihat kesekitar apakah ada kedai makanan atau tidak.

“Ckittt!!!!”

Ditengah pengamatannya. Tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan kendaraan bermotornya tepat didepan Sungmin.

Sungmin memandang bingung orang dihadapannya, pikirannya menerka-nerka siapa orang dibalik helm hitam tersebut.

Setelah menstandarkan motornya, orang tersebut membuka helmnya.

“Cho Kyuhyun?”

“Tidak perlu lengkap-lengkap seperti itu!” Protes Kyuhyun. “Cukup panggiil Kyuhyun saja.” Lanjutnya lagi.

Sungmin menutup mulutnya, “Iya maksudnya , Cho Kyu.” Ucap Sungmin.

“Kyuhyun!” Protes Kyuhyun lagi.
“Iya iya Kyuhyun. Sedang apa kau disini?” Tanya Sungmin.

“Eooh?” Kyuhyun menautkan alisnya. “Seharusnya aku yang bertanya , kenapa kau masih belum pulang dan berada disini?” Tanya Kyuhyun balik.

“Oh , aku menunggu …”

“Kibum?” Potong Kyuhyun cepat.

“Eh ? Kau ingat Kibum?” Tanya Sungmin.

“Tentu saja aku ingat! Mana mungkin aku lupa dengan orang yang menjadi partnerku! Dia pacarmmu kan?” Tanya Kyuhyun.

“Hah?” Sungmin terkejut dengan pernyataan Kyuhyun.

‘Mauku sih begitu!’ Ucap Sungmin dalam hati. Pikirannya jadi melambung kemana-mana. Teringat Kibum yang sudah telat menjemputnya lebih dari 2jam , dan itu membuatnya harus menunggu lama.

“Aigoh! malah bengong!” Ucap Kyuhyun. “Oh iya ngomong-ngomong rumahmu dimana? Biar aku antarkan pulang.”

“Eh? Pulang? Tapi aku belum mau pulang. Aku mau kerumah temanku dulu.” Ucap Sungmin.

“Memangnya kau punya teman?” Ejek Kyuhyun.

Sungmin mengerucutkan bibirnya, “Ya punya lah.” Sahut Sungmin

Kyuhyun tekikik kecil. “Yasudah biar kuantar. Ayo cepat naik!” Seru Kyuhyun.

Sungmin yang memang sudah lelah , tidak berfikir dua kali untuk menerima tawaran Kyuhyun. Memang sih dia masih ingat dengan titah Kibum yang melarangnya menerima ajakan atau tawaran dari siapapun didesa yang jauh dari Seoul tersebut. Kata Kibum , dia tidak boleh mempercayai satu orang pun. Semua orang itu berbahaya dan mencurigakan.

Namun , bukankah Kyuhyun pernah menjadi partnernya seperti yang tadi dibilang oleh Kyuhyun? Jadi menurutnya Kyuhyun tidak berbahaya.

Setelah memutuskan untuk duduk dibelakang Kyuhyun. Motor langsung dijalankan ketempat tujuan yang sebelumnya telah diberitahukan Sungmin , sebelum Kyuhyun menyalakan mesin motornya.

“Pegangan! Jangan sampai jatuh. Aku ini termasuk pembalap motor yang handal disini..” Ujar Kyuhyun membanggakan diri.

Sungmin mengerenyitkan dahinya. “Mwo?” Pekiknnya. “Bagaimana bisa?” Sahutnya sembari memegang pundak Kyuhyun.

“Ya , pokoknya aku itu bisa dalam segala hal deh!!” Seru Kyuhyun membanggakan diri lagi.

Sungmin yang mendengar di belakangnya pun hanya memutar bola matanya jengah. Sombong sekali dia, begitu pikir Sungmin.

“Oh iya , tadi aku bertemu dengan pacarmu.” Celetuk Kyuhyun tiba-tiba sembari tetap konsentrasi mengendarai motornya.

‘Pacarku? Siapa? Memangnya kapan aku punya pacar?’ Tanya Sungmin dalam hatinya bingung.

“Pacar?” Ucap Sungmin pada akhirnya ke Kyuhyun.

“Iya , pacarmu yang si Kibum!” Tegas Kyuhyun.

“Aww!!”

Kyuhyun memekik ketika Sungmin mencubit pinggangnya.

“Dia itu bukan pacarku!!” Tegas Sungmin.

“Aishhh , terus kenapa dia menitipkanmu padaku??” Tanya Kyuhyun.

“Menitipkanku padamu?” Tanya Sungmin balik.

“Iya!!” Tegas Kyuhyun. “Eh tapi tadi aku lihat dia bersama seorang gadis cantik. Mungkin dia yang pacarnya Kibum.” Ucap Kyuhyun kemmudian.

“Mwo? Gadis cantik? Kapan kau melihat mereka??” Tanya Sungmin buru-buru.

“Tadi pagi. Makanya aku jadi terlambat.” Jawab Kyuhyun.

‘Oh jadi itu alasannya tidak mau mengantarku tadi pagi!’ gerutu Sungmin dalam hati sembari tak sadar dia mencubit pinggang Kyuhyun lagi.

“Aww!! Hey sakit!!” Seru Kyuhyun.

Sungmin buru-buru melepaskan cubitannya ketika Kyuhyun kembali memekik. “Eh , maaf aku tidak sengaja.” Ucap Sungmin.

“Tidak sengaja kok 2 kali?”

***

“Bagaimana keadaanmu, Siwon?” Tanya Sungmin yang kini berada disebuah ruangan yang cukup besar yang belum lama ini dia kunjungi.

“Sudah lebih baik.” Sahut Siwon yang masih terbaring dikasurnya.

Sungmin tersenyum ikut senang dengan keadaan Siwon yang sudah lebih baik akibat insiden beberapa waktu lalu.

“Oh iya , kau kesini sendiri? Kibum mana?” Tanya Siwon heran.

Sungmin memutar bola matanya, “Kenapa membahas tentang dia sih? Aku tidak tahu dia dimana.” Ujar Sungmin.

“Oh , memangnya kenapa? Kau ada masalah dengannya? Bukankah biasanya kau akrab dengannya?” Tanya Siwon sembari mencoba mendudukan tubuhnya. Sungmin yang melihat Siwon ingin duduk , segera membantunya untuk memapah tubuh Siwon.

“Akrab bagaimana? Dikelas saja kami seperti orang tidak kenal!” Seru Sungmin. “Sudahlah jangan bahas dia lagi.” Lanjut Sungmin.

Siwon yang merasa Sungmin sedang kesal dengan Kibum jadi mengurungkan niatnya untuk mengulang pertanyaannya. Sebenarnya dia tahu kalau itu hanya trik pura-pura mereka berdua. Tapi Siwon hanya tak ingin turut campur. Namanya juga seorang detektif , mungkin saja mereka memang mempunyai alasan tertentu dibalik persembunyian keakraban mereka.

“Oh iya, Minnie. Kenapa seragammu berbeda dari biasanya?” Tanya Siwon yang baru menyadari seragam baru Sungmin.

Sungmin menghela nafas panjang-panjang. “Aku pindah sekolah..” Ucapnya lemas.

Siwon membetulkan posisi duduknya menjadi lebih tegak. “Pindah sekolah? Kenapa?” Tanya Siwon.

“Ada sedikit masalah. Oh iya bagaimana keadaan appamu ?” Tanya Sungmin mengalihkan pembicaraan.

“Appa juga sudah lebih baik.” Ucap Siwon.

“Ehm , lalu bagaimana dengan Soora Ahjumma dan Ummamu?” Tanya Sungmin.

“Soora Ahjumma akan disidang dipengadilan Seoul. Sedangkan Umma… appa akan menceraikannya segera.” Ucap Siwon dengan nada sedikit sedih.

Sungmin mengelus lengan Siwon. “Kau yang tabah ya..” Ucap Sngmin menyemangati Siwon.

Siwon tersenyum, “Aku sungguh sangat berterimakasih padamu dan Kibum. Kalau tidak ada kalian mungkin aku dan appa akan…”

“Hey!” Seru Sungmin.

Siwon dan Sungmin kini terdiam.

“Kriukkk!!!”

Sungmin kembali memegang perutnya. Siwon memperhatikannya. “Kau belum makan?” Tanya Siwon kemudian.

Sungmin mengangguk.

Siwon tersenyum kecil dan kemudian mengelus puncak kepala temannya yang menurutnya sangat polos ini , “Ayo makan!!”

***

“…tadi aku lihat dia bersama seorang gadis cantik. Mungkin dia yang pacarnya Kibum.”

Kata-kata Kyuhyun masih saja terngiang dibenak Sungmin ketika dia melangkah pulang menuju rumahnya dengan Kibum.

“Siapa sih gadis itu?” Gumam Sungmin resah. “Bikin khawatir saja..” Lanjutnya lagi. Sungmin terus saja melangkah sambil menendangi kerikil kecil dihadapannya, namun kegiatannya terhenti tatkala dari jauh dia melihat Kibum bersama Heechul. Teman sekelasnya dulu.

“Lho itu kan Chullie sama Kibum, mereka sedang apa?” Tanya Sungmin pada dirinya sendiri tatkala melihat Kibum tengah asyik mengobrol dengan Heechul. “Mereka berdua masih berpakaian seragam. Apa mereka sudah pulang?” Tanya Sungmin lagi. Kini Sungmin berada dibalik pohon untuk menyembunyikan diri dari pengamatan Kibum dan Heechul.

Sungmin terus saja mengamati KiChul dari jauh, terkadang Sungmin melihat kontak fisik yang tidak disengaja diantara mereka , dan itu membuat tiba-tiba saja perasaannya tidak tenang.

Sungmin menghentakkan kakinya ke tanah. “Aishhhh…” Serunya dan kemudian langsung keluar dari persembunyiannya untuk melanjutkan kembali perjalanan pulangnya setelah dia lihat KiChul menjauh.

Sungmin akhirnya sampai juga dirumah setelah berjalan kaki sekitar 7 km dari rumah Siwon. Sebenarnya bisa saja Sungmin naik angkutan umum atau diantar oleh Supir Siwon , karena tadi Siwon juga sudah menawarkannya , namun Sungmin tidak berani naik kendaraan secara umum ataupun dengan orang yang tidak dia kenalnya , nah kalau Kyuhyun tadi , karena dia sudah mengenalnya dan dia memang sedang butuh bantuan , akhirnya dia menerimanya.

“Brakkk!!” Sungmin langsung membuang tas dan melempar sepatunya secara asal didalam kamarnya.

Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya, bukan hanya untuk tubuhnya tapi juga hatinya. Mendapati Kibum tak menjemputnya dan bahkan malah berdua dengan Heechul membuatnya kesal setengah mati.

“Jangan-jangan Kibum sengaja menyuruhku untuk pindah sekolah karena dia ingin berdekatan dengan Chullie?” Gumam Sungmin ragu.

“Ah , tapi tak mungkin , lagipula aku kan bukan siapa-siapanya Kibum , kalaupun memang Kibum mau berpacaran dengan Heechul , untuk apa dia menyingkirkanku?” Ujar Sungmin berbicara sendiri , terus menerus menerka-nerka hubungan antara Kibum dan Heechul.

“Sudahlah lebih baik aku bikin kue saja..” Ucap Sungmin sembari beranjak bangun untuk mengganti bajunya.

Setelah mengganti pakaian seragamnya dengan baju biasa dan mengenakan sebuah apron. Sungmin melangkah maju ke dapur. Hanya dengan memasak dia dapat melupakan kegundahan hatinya saat itu.

***

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam ketika Kibum masih juga belum pulang , sedang Sungmin sedang menikmati kue buatannya dengan malas sembari menonton sebuah acara TV. Sungmin menarik kedua lututnya naik ke atas sofa. Ditenggelamkannya wajahnya didalam kedua lututnya.

“Aku kangen appa..” Gumam Sungmin dengan mata tertuju lurus ke layar TV namun pandangannya terlihat kosong.

Sungmin mengangkat kepalanya , melihat handphonenya yang terletak dimeja disamping sofanya. Dilihatnya handphone itu dengan lekat.

“Appa..” ucapnya lagi. “Sudah seminggu kau tak menghubungiku…” Gumam Sungmin. “Kau sedang apa appa? Apa kau begitu sibuk seperti Kibum , sehingga tidak bisa menghubungiku lagi?” Lanjut Sungmin sembari memiringkan tubuhnya menghadap ke meja tersebut. Disandarkannya kepalanya ke sofa tersebut , masih dengan lutut tergenggam dipelukan lengannya.

Sebenarnya Sungmin bisa saja menghubungi ayahnya terlebih dahulu. Tapi lagi-lagi Kibum melarang Sungmin untuk melakukannya , bahkan bukan hanya Kibum yang melarang Sungmin , tapi juga ayah Sungmin sendiri melarang Sungmin untuk menghubunginya terlebih dahulu.

Ayah Sungmin bilang , biar dia saja yang menghubungi Sungmin terlebih dahulu.

Entah karena apa , Sungmin tidak tahu, yang Sungmin tahu , akan berbahaya katanya kalau dia yang menghubungi ayahnya duluan.

Ditengah lamunan Sungmin tentang ayahnya , tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka dan derap langkah yang makin mendekat memasuki rumahnya. Sungmin sudah bisa menebak siapa yang datang itu , namun dia tidak sedikitpun menyambut kedatangannya. Sepertinya kali ini kalaupun dia marah , memang tepat rasanya , mengingat apa yang dialaminya hari ini.

“Aku pulang…”

Sungmin sama sekali tidak menoleh. Masih terus memandangi handphonenya.

“Sungmin , aku pulang.” Serunya sekali lagi.

Namun , masih saja Sungmin tak merespon. Kibum. Orang itu Kibum. Hari ini dia yang berjanji akan menjemput Sungmin dan pergi untuk menjenguk Siwon sama-sama , baru pulanag ketika jam sudah menunjukan pukul 7 lewat.

Kibum menggaruk rambut bagian kepalanya. Merasa bersalah dengan Sungmin. Dia sudah mengingkari janji , bahkan tanpa pemberitahuan sedikitpun.

Kibum memutuskan untuk duduk disamping Sungmin. Dihelanya nafas panjang-panjang. “Maaf , Minnie , hari ini aku ingkar janji..” Ucapnya penuh penyesalan.

Namun Sungmin tetap tak merespon , dengan tubuh membelakangi Kibum , dia masih menatap lurus apa yang ada didepannya.

“Hell!” Rutuk Kibum dalam hati.

Kalau sudah begini , dia tahu akan sangat susah membujuk Sungmin untuk memaafkannya , masih lebih baik Sungmin marah dan membentaknya seperti kemarin daripada mendiaminya seperti itu. Kibum bukan tak menyadari kesalahannya , hanya saja memang dia rasa akan percuma menjelaskan semuanya , ketika Sungmin dalam keadaan aneh seperti ini.

Walau begitu Kibum , memang sudah terbiasa menghadapi Sungmin yang seperti ini. Tingkat emosi Sungmin akan meningkat apabila dia sedang memendam amarahnya. Emosinya yang tak terkendali , akan membuatnya diam seperti itu. Terlebih ketika …

“Plak!” Kibum menepuk dahinya.

Kau pasti merindukan appamu…” Ucap Kibum dalam hatinya.

Kibum memegang pundak Sungmin dengan kedua tangannya , namun dengan cepat ditangkis oleh Sungmin. Sungmin beranjak dari duduknya dan langsung pergi menuju kamarnya tanpa menoleh ke arah Kibum sedikitpun.

Namun ketika diambang pintu kamarnya , Sungmin langsung menghentikan langkahnya. “Besok aku mau pergi , mungkin pulangnya akan lebih malam dari jam sekarang.” Ucap Sungmin , kemudian langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.

“Brukk!!”

Kibum sedikit tersentak ketika mendengar Sungmin membanting daun pintunya cukup keras

“Dia mau pergi dengan siapa?!”

***

Sungmin menghela nafas panjang ketika memasukan semua buku-bukunya kedalam tas. Entah kenapa baginya waktu begitu cepat berlalu hari ini. Tidak seperti kemarin.

Diliriknya jam tangan yang melingkar manis dipergelangan tangannya. “Baru jam 2..” Desahnya pelan.

“Kau kenapa?” Tanya teman sebangku Sungmin yang tak lain tak bukan adalah seseorang bernama Cho Kyuhyun.

Sungmin menghela nafas panjang. Dia sedang tidak ingin menjawab pertanyaan Kyuhyun sekarang. Dilihatnya ke arah luar jendela.

Masih terlalu dini untuk pulang , bukankah semalam dia sudah bilang akan pulang lebih malam dari jam kepulangan Kibum semalam? Jadi kalau jam segini saja dia sudah pulang, rasanya seperti menjilat ludahnya sendiri.

“Pluk!” Seseorang menepuk pundak Sungmin. Membuat Sungmin menoleh , “Sekali lagi kutanya , kau kenapa? Sepanjang pelajaran hari ini kau terlihat tidak bersemangat?” Tanya Kyuhyun lagi

Sungmin memiringkan kepalanya menatap Kyuhyun, sembari sesekali menggigit bibir bawahnya. “Tidak apa-apa…” Ujarnya sembari menggeleng.

Kyuhyun mengangguk, dalam hatinya berfikir mungkin gadis ini sedang ada masalah yang tak bisa dia ceritakan padanya. Diambilnya tas punggung coklat miliknya kemudian beranjak dari tempat duduknya.

“Kau tidak pulang?” Tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin menggeleng.

“Kau mau jadi penunggu sekolah?” Tanya Kyuhyun bermaksud meledek.

“Kalau boleh.” Sahut Sungmin.

“Hah?”

Kyuhyun kembali duduk. Tak habis fikir bahwa Sungmin menanggapinya dengan serius. Dipandangnya gadis itu sejenak.

Dia rasa dia tahu kenapa Sungmin menjadi seperti ini. Dia butuh hiburan. begitu fikir Kyuhyun.

Kyuhyun memegang lengan Sungmin , membuatnya menoleh ke arah Kyuhyun. “Mau ikut ke pasar malam tidak?” Tanya Kyuhyun.

“Pasar malam?” Tanya Sungmin bingung. Wajar saja. Baru pertama kali ini dia mendengar istilah itu. “Tapi ini masih siang.” Ucap Sungmin sembari menunjukan jam ditangannya pada Kyuhyun.

“Hey itukan hanya istilah. Jam segini sudah ada kok!” Ucap Kyuhyun lagi.

“Oh begitu..”

“Iya!!” Sahut Kyuhyun. “Bagaimana ? Mau tidak? Daripada kau menjadi penjaga sekolah?” Tawar Kyuhyun sekali lagi.

Sungmin menghela nafas , kemudian sedikit tersenyum , “Baiklah!”

“Setidaknya itu bisa menghabiskan waktu sampai malam nanti.” Ucap Sungmin dalam hati.

***

“Eh , kita mau kemana lagi?!” Tanya Kyuhyun penuh semangat.

“Terserah kau saja , kan kau yang mengajakku..” Ucap Sungmin.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ini sudah hampir 3 jam mereka berkeliling pasar malam tersebut. Sudah banyak wahana dan stand hiburan yang mereka singgahi , namun itu masih belum bisa membuat wajah Sungmin berubah , masih sama seperti tadi disekolah. DItekuk.

Diambilnya lengan Sungmin , lalu dibalik untuk melihat waktu sekarang di jam tangan Sungmin. “Sudah hampir gelap. Apa kau tidak mau pulang?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin sontak langsung menoleh , dan merubah raut wajahnya. “Kyu , itu apa? Sepertinya seru! Lihat banyak yang mengantre untuk masuk kesana!” Ujar Sungmin cepat sembari mennunjuk ke suata arah.

Pandangan mata Kyuhyun mengikuti jari telunjuk Sungmin. “Oh , itu tempat pertunjukan sulap. Sebenarnya pertunjukan baru akan dimulai nanti jam 7 malam. Tapi memang sudah bisa mengantre tiketnya dari sekarang. Kenapa Sungmin? Kau mau kesana?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk cepat. “Ayo!!” Serunya sembari langsung menarik tangan Kyuhyun.

Setelah setengah jam mengantre dua tiket pertunjukan sulap. Sungmin dan Kyuhyun memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu , untuk mengganjal perut yang sedari tadi sudah berbunyi secara wajar.

Masih ada waktu satu jam setengah lagi. Sungmin dan Kyuhyun kini berada disebuah kedai dekat tenda pertunjukan sulap yang besar tersebut. Tepatnya berada di belakang.

“Ahjumma , kami pesan jjinbang rasa daging dua. Dan minumnya ginseng hangat dua.” Ucap Kyuhyun.

“Hey!! Kau tak tanya aku mau pesan apa?” Seru Sungmin.

“Sudahlah! Ikuti saja. Menu itu yang terenak dikedai ini..” Ucap Kyuhyun.

Sungmin mengerucutkan bibirnya sebal.

“KUBERI TAHU YA!! ADIKKU TAK AKAN KUBERIKAN PADA SIAPAPUN !! KALAU KAU BERNIAT MEMNGAJAK ADIKKU UNTUK KAWIN LARI , AKU JAMIN KAU TIDAK AKAN BERTAHAN DIKARIRMU YANG SEKARANG!!!!”

Terdengar keributan dari arah dalam tenda Pertunjukkan Sulap. Sungmin dan Kyuhyun sedikit terkejut dengan suara bentakan tadi. Terlebih Sungmin , wajahnya langsung pucat. Seolah-olah yang baru dimarahi barusan adalah dirinya.

“Mereka lagi…” Gumam Ahjumma sang pemilik kedai kecil itu sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Pesanan Kyuhyun dan Sungmin langsung diletakkan dimeja didepan KyuMin.

“Kenapa Ahjumma?” Tanya Kyuhyun ingin tahu.

“Biasalah , pemimpin dari pertunjukkan sulap itu tidak menyutujui hubungan adiknya dengan salah satu pesulap junior disitu.” Ucap Ahjumma itu memberi tahu.

“Oh begitu..” Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya.

“Untung saja Adik dan kekasihnya itu masih menghormatinya. Kalau tidak bisa saja mereka membunuhnya…”

“Hah?” Seru Kyuhyun. “Mem-bunuhnya?”

***

Mungkin part kedepan aku bakalan fokus sama keluarga sungmin , mungkin ya readers. Mungkin. 😀
Jangan lupa tinggalkan koment kalian ya ^^
Jangan abis baca terus pergi begitu aja , hiks 😥
Makin banyak yang RCL aku semakin semangat buat bikin lanjutannya 🙂


Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Fantasy / Romance / Friendship / IKIMONOGAKARI / Part 2

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Fantasy / Romance / Friendship / IKIMONOGAKARI / Part 2

Tittle : IKIMONOGAKARI
Subtittle : Darkness behind you.
Part : 2 of ?
Cast : Lee Sungmin , Cho Kyuhyun , and other cast
Author : Dimas
Editor : LidyaNatalia
Genre : Fantasy, Fighting, Friendship, Romance
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Don’t Like Don’t Read!

Let’s check this out …

***

Gelap
Gelap sekali..
Aku bahkan tak bisa melihat ke depan
Ini dimana?
Aku takut , aku takut.
Suaraku tak keluar sama sekali.
Benar-benar aku takut.
Seseorang tolong aku.
Tolong aku !!

“Hmph.. kau takkan bisa lari dariku.”

Terdengar suara dari arah belakang. Sewaktu kutoleh tak ada siapa-siapa di belakang. Hanya kegelapan pekat yang kulihat.

“Takkan bisa..”

Suara itu mulai bergema kembali. Kupikir lebih baik aku lari dari sana, dan pergi dari sini.

Aku berlari ke arah yang tak menentu. Akhirnya, kulihat secercah cahaya di ujung lorong ini. Kuberlari makin kencang dan tak menghiraukan suara yang makin keras di belakangku. Sesampainya di cahaya itu..

“!!!”

Kulihat seorang wanita berambut pirang dan seorang pria berambut cokelat jatuh tersungkur bersimbah darah. Sang wanita terduduk bersender pada tembok dengan noda darah yang memanjang di belakangnya, dan sang pria jatuh di pangkuannya dengan kepala yang penuh dengan darah. Genangan Darah menggenang diantara mereka.

Kuyakin hal ini bagaikan dejavu yang pernah kualami. Tapi aku tak tahu. Dua anak perempuan berambut panjang,berwarna putih dan satunya lagi berwarna pirang pendek. Sang anak pirang memegang suatu senjata dan kutahu itu adalah sebuah tombak bermata dua. Berhadapan denganku dengan mayat berada di tengah-tengah mereka. Tatapan anak itu kosong. Kosong tak menunjukkan emosi apa-apa.

Sesaat ia melihat wajah kedua pasangan itu. Tombaknya terjatuh, tetesan air mata jatuh dari pelupuk matanya. Anak pirang itu jatuh terduduk dan meratapi tubuh yang tak bernyawa yang berada di hadapannya. Dia tertawa seakan-akan ini hanya menjadi kesenangannya. tetapi anak yang satu lagi tak dapat menahan airmatanya ia berteriak, menangis menutupi wajahnya.

“Sungminnnn….” Terdengar oleh telingaku suara yang tak asing bagiku.

“Sungmin, kau takkan bisa lari dariku.”.

Siluet gambaran itu menghilang kembali kegelapan yang mendominasi ruangan itu.

“Sungminnn..”

“Sungminnnn” Kali ini suaranya berbeda

“Sungminnnn..”

Hah !!

Aku terbangun di ruangan yang serba putih, dan seseorang yang menatapku dari dekat. Kesadaran ku mulai kembali. Ternyata ia, Kyuhyun yang menatapku dari dekat.

!!!

“Wajahmu jangan dekat-dekat bodoh! “ Kudorong tubuhnya, ia menahan tanganku agar tak jatuh tersungkur dari bangkunya.

“Eittsss…” Secara reflek tentu saja badanku mengikutinya. Kami berdua terjatuh di lantai dengan aku yang menindihnya. Sewaktu aku menatapnya, wajahku dan wajahnya sangat dekat. jarak kami hanya dipisah oleh hidung kami yang bertemu.

Aku beranjak dari tubuhnya.

“Sekarang, kita impas ya.. Nona Lee” Ia berkata dengan tersenyum.

Wajahku panas sekali, hatiku berdebar debar. Perasaan apa ini? Aku ingin berbicara tapi aku menjadi merasa grogi didepannya.

“Ap.. apa maksudmu impas.?” Kyuhyun tak menjawab ia kembali tersenyum dan mulai tertawa.

“Kau memang manis Sungmin..”

“Apa?” jantungku berdetak lebih keras dari yang tadi. Aku menjadi malu.

Untuk sesaat aku lupa akan masalah mimpi ‘janggal’ tadi. Tak tahu bahwa ini hanya sebuah akhir dari permulaan.

***

Jauh dari keramaian Shiltz di titik balik bumi, ada sebuah daratan yang yang berbau kematian. Desas-desus mengatakan bahwa disana dalah markas balien, monster tingkat tinggi di Lacrimost. Daratan itu dinamakan Daratan Merah.

Di pusat daratan merah terdapat sebuah kastil hitam menjulang tinggi dengan gagahnya. Berbagai orc, ogre, witch ,centaur, cyclopse dan monster lainnya memenuhi halamannya pagarnya bagaikan ujung tombak besi yang tak terkalahkan.kegelapan pekat menyelubungi hampir seluruh istana. Pohon-pohon mati menghiasi daratan didekatnya. Salah satu jendela kastil nan megah itu terbuka. Seorang perempuan berambut putih sebahu memandang pohon itu dengan pandangan yang kosong. Dilihatnya dahan pohon mati yang berada di depan halaman kastil itu.

Ia menarik nafas dan membuangnya. Sorot mata yang dingin menunjukkan tak ada harapan, tak ada emosi dari dirinya.ia membelai rambutnya secara perlahan.

Entah apa yang ia pikirkan. Rentetan gambaran acak sesosok perempuan yang selama ini ia cari sosok yang selalu menghantuinya. Perempuan dengan darah yang sama dengan dirinya.

Plup !

Setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Perlahan tapi pasti, ia mulai bersuara.

“Lee Sungmin…”

“Apapun yang terjadi, aku akan membunuhmu !”

Trek ! pintu kamar itu terbuka, sesosok pemuda yang berkacamata dengan baju sepeti butler pada abad renaissance. Rambutnya nan hitam legam tersisir rapi. Dari wajahnya ia menemukan apa yang dicarinya raut wajahnya menunjukkan kelegaan.

“Ternyata, kau disini Heechul aggasshi…”

Perempuan itu langsung menghapus air matanya dan menoleh kepada pemuda itu.

“Ada apa Han ?”

“Putri memanggilmu..”

“Baiklah..” Ia beranjak keluar dari kamar itu. Ditemani pemuda tadi.

Kedua orang itu berjalan menyusuri koridor gelap yang hanya diterangi cahaya temaram lilin. Di koridor itu berbagai lukisan yang menggambarkan penganiayaan, siksaan, dan penghancuran kota menempel di sisinya. Karpet merah yang tak terawat menjadi hiasan di lantainya. Susana mencekam seakan-akan menjadi hal yang biasa di koridor itu.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di pintu raksasa berwarna hitam dan tak berwarna. Tiba-tiba pintu itu terbuka seperti mempersilahkan masuk orang yang berada di depan pintu itu.

Di dalam ruangan itu tampak seperti ruangan pertemuan. Ditengah-tengahnya sebuah meja hitam memanjang sampai ke depan pintu. Kursi-kursi yang bergaya abad 18 menemani meja itu tepat di sampingnya.

Sunyi, sepi tak ada satu suarapun dari ruangan itu. Shizumi dan pemuda itu berjalan menyusuri meja tersebut. Setelah sampai di tempat yang tepat. Ryouma mempersilahkan shizumi duduk dan ia hanya berdiri di sebelah kanannya.

Di ujung meja itu kursi yang tadinya membelakangi pintu berputar cepat dan terlihat wanita dengan anggunnya duduk di kursi itu. Wanita itu berambut setengah putih dan setengah hitam dengan gaun indah yang berwarna sama. Ia mengangkat tangannya dan..

Ctakk !!! ia menjentikkan jarinya dengan keras dan suaranya membuat Kursi-kursi yang tadinya kosong secara ajaib terisi orang- orang bersama para pengawalnya.

“Kalian lama sekali…” keluh wanita itu.

Orang- orang yang baru datang bermacam-macam. Ada pria yang memakai jubah dan di pinggangnya terdapat pistol dan pedang. Ada wanita cantik bersanggul tetapi memakai hanbok sembrono yang memperlihatkan belahan dadanya. Remaja pria yang berwajah pucat, gadis kecil yang memakai baju maid. Dan pria raksasa yang tersenyum sedari tadi.

Mereka semua bersama pengawalnya. Wanita itu berdiri dan memandang jendela dibelakangnya yang berhiaskan cahaya bulan. Ia berbicara dengan nada yang tenang.

“Kita sudah menguasai sepertiga Negara Lacrimost dan masih ada satu kota lagi yang belum takluk. Kota leaf “

“Dan aku menyiapkan ‘kembang api yang besar utnuk mereka ….”

***

TBC
Budayakanlah Read and Comment yaw ^^
Jangan hanya read abis itu pergi 😦


Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / The Love of Study

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / The Love of Study

Tittle : The Love of Study
Cast : KyuMin
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship
Length : Oneshoott
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd
A/N : Mian yah kalau nggak sesuai harapan *bow*
Happy reading ^^~

***

“Huh!!!” Desah seorang gadis sembari berjalan membawa sebuah agenda kelasnya.

“Mentang-mentang aku sekretaris , jadi disuruh-suruh terus, huft~” Keluhnya lagi sembari terus berjalan menuju ruang guru.

“Brakk!!! Nilai macam apa ini?!!!!”

‘DEG’

Dia menghentikan langkahnya didepan pintu ketika terdengar suara seseorang memukul meja dari dalam ruang guru. Dibenarkannya letak tata kacamatanya untuk dapat memperhatikan siswa laki-laki yang tengah dimarahi oleh Guru yang menyuruhnya keruang itu lekat-lekat.

“Ya ampun!!” Serunya kecil. “Lagi-lagi Kyuhyun kena marah..” Ucapnya sembari menggeleng-gelengkan kepala dan melangkah kecil untuk menghampiri Guru Kang, guru yang sedang memarahi siswa laki-laki bernama Kyuhyun itu.

Dia paling anti dengan teman sekelasnya yang agak urakan itu. Dia akui memang Kyuhyun cukup tampan. Semua juga tahu dia keren dan sangat popular! Tapi… jujur dia paling tidak bisa bergaul dengan tipe orang seperti Kyuhyun itu.

“Kau pasti meremehkan soal kan? Bagaimana dengan Ujian semester nanti, Cho Kyuhyun?!!!” Seru Guru Kang lagi , kali ini dia mengangkat tubuhnya dari bangku yang dia duduki.

“Habisnya , aku tidak mengerti sama sekali sih..” Ujar Kyuhyun cengengesan sembari tangan kirinya memegang belakang kepalanya, sementara tangan kanannya dimasukannya kedalam saku celana.

“Jangan bohong!!” Sela Guru Kang cepat.

“Saenim , agenda kelasnya aku letakkan disini ya..” Ucap gadis itu sembari meletakkan sebuah buku agenda kelas dimeja Guru Kang.

“Oh , iya. Terima kasih , Sungmin!” Ucap Guru Kang.

Kyuhyun terlihat berfikir ketika memandangi Sungmin.

‘TING!’

Tiba-tiba dikepalanya muncul sebuah ide bagus. “Grepp!!!” Ditangkapnya tubuh Sungmin dengan kedua tangannya.

“Kyaa!!!!” Seru Sungmin yang terkejut karena tiba-tiba Kyuhyun memegang kedua lengannya dengan kencang.

“Minnie , kau saja ya yang mengajariku belajar..” Ucap Kyuhyun lembut ditelinga Sungmin.

Sungmin melihat keatas, ke arah wajah Kyuhyun yang tubuhnya lebih tinggi beberapa sentimeter darinnya.

‘DEG! Kenapa memandangnya membuatku berdebar?!’ Tanya Sungmin dalam hati.

“K-ke-kenapa harus aku?!” Tanya Sungmin kemudian.

Kyuhyun memutar tubuh Sungmin , menatap kedalam matanya , dengan pandangan agak sayu dia mulai menggoda Sungmin. “Nilaimu kan paling bagus dikelas.” Ujarnya setengah mendesah.

‘Glek!’

Sungmin menelan ludahnya. Hatinya terus berdebar. “Ta-tapi ini kan tidak ada hubungannya denganku!!” Seru Sungmin kemudian.

“Tidak ada hubungan ya???” Desah Kyuhyun kecewa namun tidak sedikitpun merenggangkan pegangannya dilengan Sungmin. “Kalau begitu kita buat hubungan dulu gimana?!!” Tawar Kyuhyun .

“Hah?!” Sungmin mendadak heran dengan tingkah laku siswa terpopuler disekolahnya itu.

“Iya!” Sahut Kyuhyun. “Setelah itu kau mau mengajariku kan?!” Tanya Kyuhyun kali ini mencoba merayu Sungmin dengan eye’s smile nya yang mematikan untuk para penggemarnya.

‘Ukh! Kok jadi begini sih?!’ Seru Sungmin dalam hati. ‘Dia terus saja menggodaku!’

“Baiklah! Baiklah! Baiklah! Aku akan mengajarimu. Cepat lepaskan tanganmu itu!!!” Seru Sungmin kemudian dengan mata terpejam kesal dan kaki dihentak-hentakan kelantai.

‘Settt!!’

Kyuhyun melepaskan tubuh Sungmin. Sungmin langsung berbalik membelakangi tubuh Kyuhyun dan menutup mukanya yang sedang merah sekarang.

“Syukurlah!” Desah Kyuhyun. “Tadinya aku takut kau akan menolaknya..” Lanjut Kyuhyun lagi.

“Hm..”

Kyuhyun mulai berjalan , beranjak keluar dari ruang guru itu. Namun baru beberapa langkah , dia kembali berhenti , kemudian menghadap kebelakang, “Mulai besok tolong ajari aku ya..” ujar Kyuhyun dengan santai dan kemudian langsung berjalan lagi.

Setelah Kyuhyun pergi , Sungmin menjatuhkan dirinya sehingga menjadi seperti berlutut dilantai dengan kedua tangannya menyentuh lantai tersebut.

Itulah alasan Sungmin tidak mau dekat-dekat dan bergaul dengan Kyuhyun.

“Apa sih yang ada didalam pikirannya?” Desah Sungmin sembari menundukan kepala. “Dia itu makhluk apa?” Kali ini Sungmin mengangkat kepalanya dan melihat ke arah ambang pintu yang sudah tidak ada Kyuhyun lagi.

Sungmin mencoba bangkit. Lututnya sedikit gemetar. “Mu-mulai besok kami harus belajar bersama,lagi..” Keluh Sungmin sembari mencoba beranjak keluar dari ruangan guru itu juga.

“Apa yang harus aku lakukan?!!!!!!”

***

Dalam doa seperti apapun , selalu ada harapan untuk dikabulkan. Kecuali doanya Sungmin mungkin. Yang Maha Kuasa pasti mikir juga kalau mau mengabulkan doa yang aneh itu : minta supaya waktu berhenti berputar. Atau kalau tidak bisa , loncat satu hari saja deh. Toloooooong, Tuhan.

Karena tidak mungkin dikabulkan itulah maka hari yang tidak diiinginkan itu akhirnya datangnya juga. Mengajari Kyuhyun.

Sinar matahari bersinar terik masuk kecelah – celah kecil yang berada di atas jendela. Cahayanya memang tidak membuat panas ruangan tersebut , hanya sedikit lebih terang.

Seorang .. ah lebih tepatnya dua orang manusia kini tengah berada diruangan tersebut dijam pulang sekolah. Padahal biasanya ruangan tersebut kosong apabila jam pelajaran sudah berakhir.

“Brukk!!!”

Suara tumpukkan buku yang dijatuhkan diatas sebuah meja yang ada didepan Kyuhyun sedikit mengejutkannya.

“Plok! Plok!” Sungmin membersihkan kedua telapak tangannya. “Aku sudah menyiapkan materi-materi pelajaran yang cocok untuk Kyuhyun, dan materi-materi itu ada disemua buku-buku ini.” Ujar Sungmin angkuh.

“Kok banyak banget ??” Tanya Kyuhyun malas sembari menyenderkan badannya ke bahu kursi diperpustakaan tersebut.

“Asalkan semuanya kau pelajari , pasti kau akan mendapatkan nilai yang bagus.” Tegas Sungmin sembari menyilangkan tangan didadanya.

“Itulah rencanaku. Membuat Kyuhyun cepat-cepat mengerti dan menguasai pelajaran. Dengan begitu aku jadi bisa cepat-cepat terbebas darimu juga.” Seru Sungmin jujur.

Kyuhyun tertawa kecil mendengar ucapan Sungmin barusan.

“Lha? Kau malah tertawa? Memangnya ada yang aneh?” Tanya Sungmin dengan kening yang tiba-tiba keriting.

“Iya kau itu aneh.” Sahut Kyuhyun.

“Eh? Enak aja , kau itu yang aneh. Tiba-tiba tertawa sendiri.” Gerutu Sungmin.

“Bukan begitu. Maksudku Kau itu tidak membosankan ya?” Ucap Kyuhyun meralat perkataannya yang tadi. Membuat sebagian tulang pipi Sungmin bersemu merah. “Terima kasih untuk bahan-bahan ini.” Ucap Kyuhyun tulus.

‘DEG’

‘Untuk pertama kalinya aku mendengar ucapan seperti itu…’ batin Sungmin tiba-tiba bergejolak. ‘Mengapa rasanya senang sekali ya?’ lanjutnya lagi dalam hati.

“Hah?” Tiba-tiba Sungmin berseru kencang. Kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Tidak-tidak , aku tidak boleh terbawa suasana. Sungmin ! Tenangkan dirimu~’ Seru Sungmin masih dalam hatinya sendiri.

“Aku harus selalu waspada!!!” Seru Sungmin sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Apa?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin menggeleng , “Ehm , tidak ada apa-apa.” Sahutnya cepat.

“Tapi bahannya kebanyakan!” Ujar Kyuhyun mengeluh.

Sungmin membuang mukanya ke arah kanan , kemudian melipat tangan didadanya setelah membetulkan kacamatanya. “Kalau begitu aku tidak mau mengajarimu..” Ancam Sungmin.

“Siapa bilang aku tidak mau mempelajarinya..? GRAKK!!!” Seru Kyuhyun sembari bangun dari kursinya.

Kyuhyun memegang tangan Sungmin, “Tapi ada syaratnya..” Ucapnya pelan. Tangan kanan Kyuhyun menahan tubuhnya di atas meja, sementara yang kiri menggenggam tangan Sungmin yang leipat tadi.

“Kau harus membuatku lebih semangat dong..” Ucap Kyuhyun seraya terus mendekat ke arah tubuh Sungmin.

“Eh?” Sungmin terkejut dengan sikap Kyuhyun yang berubah agresif seperti ini pada dirinya.

“Grep!!”

Kyuhyun menarik karet jepang yang mengikat kunciran buntut kuda di rambut Sungmin. Dan sesaat kemudian langsung menarik kacamata yang melekat diatas hidung Sungmin. Sungmin diam membeku tak berkutik.

“Nah..” Desah Kyuhyun setelah melepas kacamata Sungmin. “Manis sekali!” Ucap Kyuhyun.

Setelah mengucapkan itu , tiba-tiba saja Kyuhyun kembali duduk dikursinya dan langsung mulai konsentrasi untuk serius mempelajari bahan-bahan dari Sungmin tadi.

“Eh? Sudah selesai?” Celetuk Sungmin tiba-tiba.

“Maksudmu? ” Tanya Kyuhyun sembari masih konsentrasi belajar.

“Ah , tidak ada kok.” Sahut Sungmin sembari menggelengkan kedua tangannya.

‘Memangnya apa yang kuharapkan sih?’ Ujar Sungmin dalam hati. ‘Saat bersama Kyuhyun , rasa Maluku membuat pikiranku jadi kacau. Gawat! Aku nggak boleh terbawa terus.!’ Ucapnya lagi masih dalam hati.

‘Jangan sampai aku dipermainkan!’

***

Tidak terasa sudah lebih dari 2 minggu Sungmin mengajari Kyuhyun untuk memperbaiki nilainya. Dia pun sedikit mulai terbiasa berada didekat Kyuhyun.

“Nah , Kyu, hari ini kita belajar matematika metode eliminasi ya?” Tanya Sungmin terdengar dengan nada menegaskan ketimbang nada bertanya.

“Cring!!” Sungmin membetulkan letak kacamatanya.

‘Set! Set! Set! Set!’

Kyuhyun beranjak bangun , mendekati Sungmin dan langsung melepaskan kunciran yang mengikat rambut Sungmin serta kacamata Sungmin. Lalu dimasukannya kacamata tersebut kedalam laci meja dibawahnya.

“Kyaaaa!! Apa yang kau lakukan???!!” Seru Sungmin.

Kyuhyun kembali duduk kebangkunya lagi. “Apa maksudmu? Kan sudah kubilang penampilanmu lebih bagus kalau seperti ini.” Ujarnya dengan nada seolah tidak terjadi apa-apa barusan.

“Iya sih, tapi…” Ujar Sungmin ragu.

Sebenarnya Sungmin juga mengiyakan apa yang Kyuhyun bilang mengenai penampilannya. Tapi Sungmin takut, dia takut kalau dia tidak menutup diri , dia akan …

“Hari ini aku tidak mau belajar!” Seru Kyuhyun sembari merebahkan tubuhnya kebelakang bangku. “Entah kenapa moodku tiba-tiba hilang, kalo moodku hilang aku tidak akan bisa berkonsentrasi.” Ujar Kyuhyun panjang lebar.

“Ehm , makan makanan manis bisa meningkatkan daya konsentrasi lho..” Ucap Sungmin kemudian.

“Kalau begitu , minta dong!! Dari tadi aku mencium bau yang sangat manis!!” Seru Kyuhyun.

“Eh? Tapi aku tidak punya makanan manis.” Sahut Sungmin.

“Minnie punya kok!” Seru Kyuhyun.

Kyuhyun beranjak berdiri lagi , kemudian mendekat ke arah Sungmin. Diangkatnya jari telunjuknya kemudian menunjuknya tepat dibibir Sungmin.

“Bibir?” Tanya Sungmin bingung.

“Minnie pakai lipstick rasa strawberry kan?” Tanya Kyuhyun dengan tangannya yang masih menempel dibibir Sungmin. Sungmin mengangguk.

“Kelihatannya enak nih..” Ucap Kyuhyun asal.

“Grak!!”

Kyuhyun menyingkirkan meja yang menghalangi tubuhnya dan Sungmin , diangkatnya dagu Sungmin dengan lembut.

‘Tuhkan!! Hanya dalam waktu sesaat hati dan pikiranku sudah kacau. Pandangan mataku.. akal sehatku …semuanya dia curi…’ Ujar Sungmin dalam hati tatkala wajah Kyuhyun semakin dekat dengan wajahnya , bahkan hembusan nafas Kyuhyun pun bisa dia rasakan diwajahnya.

Semakin dekat dan …

“Brukk!!!”

Pintu perpustakaan tiba-tiba saja terbuka. Seorang gadis ceria membukanya dengan keras. “Yuhuuuuu, bagaimana belajarmu , Kyu …” Pertanyaan gadis itu terputus tatkala dia melihat dua sejoli yang kegiatannya baru saja dia ganggu.

Gadis itu mendekat. Sungmin buru-buru mundur beberapa langkah.

“Lho ? Kalian sedang apa sih? Aku mengganggu ya?” Tanyanya pada Sungmin dan Kyuhyun.

“Hey!! Wookie!!! Kau pasti sengaja kan?!!” Seru Kyuhyun pada gadis yanag bernama Ryeowook tersebut.

“Yah tidak jadi deh..” Desah Sungmin kecewa

“Hah?!” Sungmin tersentak. ‘Apa ini? Barusan aku merasa kecewa?’

Sungmin sedikit menyingkirkan diri dari kedua orang itu.

“Kyuhyun pasti mau mempermainkan gadis itu ya?” Tanya Ryeowook.

Sungmin langsung menoleh sesaat setelah mendengar pekataan Ryeowook barusan.

“Aku tidak mempermainkannya kok!” Seru Kyuhyun.

“Bohong!!!” Sahut Ryeowook. “Padahal Kyuhyun kan sudah lolos PMDK di Universitas Seoul. Makanya saenim juga mengira Kyuhyun pura-pura tidak bisa

“Kau membohongiku, Kyu?” Tanya Sungmin membuat Kyuhyun dan Ryeowook menoleh ke arah Sungmin.

“Minnie…”

“Kau pura-pura tidak bisa belajar?” Desah Sungmin dengan nada bertanya penuh kekecewaan. “Jadi dari awal kau sudah merencanakannya , Kyu?” Seru Sungmin seraya menggenggam ujung roknya kuat-kuat.

‘Dia mempermainkan aku?’

‘Dia mencoba mendekatiku…’

‘Untuk bersenang-senang melihat reaksiku kan?’

Perlahan air mata menggenang dipelupuk Sungmin. Dia menggigit bibir bawahnya.

“Maaf.” Lirih Kyuhyun dengan keringat dingin mengalir dipeluhnya.

“Hah..” Sungmin tertawa kecil. Pernyataan maaf dari Kyuhyun justru membuatnya yakin bahwa Kyuhyun memang benar-benar berniat mempermainkannya. “Jadi begitu ya?” Pekik Sungmin

“Ukh…” Sungmin sedikit merintih ketika sadar bahwa gigitan dibibirnya menimbulkan rasa sakit. Sungmin berbalik dan menjauh dari Kyuhyun dan Ryeowook.

‘TAP!’

‘TAP!’

‘TAP!’

Sungmin langsung berlari kencang , rambutnya yang biasa terikat kini terbang terurai , bukan hanya rambutnya tapi juga butiran air matanya.

Ketika merasa sudah berada jauh dari KyuWook , Sungmin menghentikkan larinya , dan lebih memilih berjalan.

“Hiks… Malunya aku.. padahal aku menganggapnya serius , tapi ternyata semua hanya untuk mempermainkanku!!” Ujar Sungmin disela tangisannya.

“Aku baru sadar setelah dibohongi..” Lanjutnya lagi.

“Padahal…”

“Aku menyukaimu , Kyu…”

***

“Teng! Teng!”

Bel berbunyi dua kali. Menandakan bahwa Ujian pertama hari itu sudah selesai. Dan itu juga berarti…

“Kumpulkan dari belakang!!!” Seru Guru Kang menghentikan kegiatan murid-muridnya. “Letakan alat tulis kalian!!” Lanjut guru Kang lagi.

“Wah , Kyuhyun bisa nggak ya?” Tanya seorang murid yang bernama Donghae yang merupakan teman sebangkunya.

“Hem..” Sungmin tertawa sinis mendengar pertanyaan itu. “Dia pasti bisa!” Serunya pelan.

“Dengan ini aku sudah tidak ada hubungan dengannya lagi..” Lirih Sungmin sembari berjalan keluar kelasnya. Dia buru – buru berjalan ke arah kanan , jalan yang tidak pernah dia lewati biasanya. Pikirannya terus menerawang jauh, apa mungkin memang dia tetap tidak akan bisa mendapat akhir kisah yang bahagia? Entahlah.

“Sungmin!!” Seru seseorang dari arah belakang membuat Sungmin menghentikan langkahnya dan kemudian menoleh ke belakang.

Sungmin membalikan tubuhnya. “Saenim?”

“Lho kau tidak bersama Kyuhyun?” Tanya guru kang.

“Sepertinya dia sudah pulang , Saenim. Memangnya ada apa?” Tanya Sungmin.

Dengan terengah Guru Kang memegang kedua lututnya mencoba menstabilkan nafasnya.

“Ini gawat!!” Seru guru Kang kemudian. “Barusan bapak melihat lembar jawabannya…” Guru Kang menunjukan lembar jawaban Kyuhyun. Membuat mata Sungmin terbelalak dan kaget setengah mati.

“TAP!!”

“TAP!!”

“TAP!!”

Sungmin langsung berbalik arah dan berlari meninggalkan Guru Kang yang masih bingung dengan sikap Kyuhyun.

‘Kenapa?’

‘Kenapa dia berbuat seperti itu? Bukannya dia ingin mempermainkanku. Tapi kenapa..’

“Kyuhyun!!” Seru Sungmin ketika melihat punggung Kyuhyun yang berjalan mejauhinya.

Mendengar namanya dipanggil oleh suara yang tidak asing baginya. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan kemudian menolehkan kepalanya.

“Kyuhyun!!” Seru Sungmin sekali lagi dengan jarak yang hanya 3 langkah dari tempat berdiri Kyuhyun.

“Kenapa?” Tanya Sungmin. Perlahan bulir air mata menggenang di ujung sudut matanya.

Sungmin mengangkat kertas lembar ujian Kyuhyun yang kosong tanpa ada tulisan atau coretan sedikitpun. Kosong. Putih bersih.

“Kenapa kau melakukan ini semua?!!!” Tanya Sungmin.

Kyuhyun menatap ke arah kertas kosong itu datar.

“Tolong jangan mengerjai aku lagi, Kyu!!” Pekik Sungmin. “Tolong hentikan!! Aku jadi banyak berharap!!” lanjut Sungmin lagi.

Kyuhyun menatap gadis dihadapannya dengan lekat.

“Aku jadi banyak berharap!” Ulang Sungmin lagi.

“Benar! Aku jadi berharap mungkin aku bisa mengajarimu! Aku juga berharap kau senang bersamaku. Aku jadi berharap jangan-jangan kau..” Sungmin sedikit terisak. Kepalanya menunduk kebawah. “Jangan-jangan kau punya perasaan yang sama denganku. Aku jadi terlalu berharap…” Lirih Sungmin sembari menggigit bibir bawahnya.

Kyuhyun menatap Sungmin teduh.

“Karena itu …tolong hentikan …jangan membuatku berharap lebih dari ini…”

Kyuhyun langsung menarik Sungmin yang sedang menangis kedalam dekapannya. Dipeluknya Sungmin erat. Seperti akan ada yang mengambilnya apabila tidak dia peluk dengan erat.

Jujur saja Sungmin terkejut dengan perbuatan Kyuhyun barusan. Namun Sungmin tidak menolaknya, dia justru semakin mengeluarkan air matanya dalam dekapan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin dengan mata terpejam kemudian menarik wajah gadis itu agar lebih dekat dengan wajahnya.

Dikecupnya bibir Sungmin dengan lembut. Ditumpahkan seluruh perasaannya sebagai penjelasan atas segala yang terjadi kemarin sekaligus sebagai jawaban atas pernyataan Sungmin barusan. Kyuhyun terus menempelkan bibirnya dibibir Sungmin ,sembari memejamkan matanya dia mengelus sayang wajah Sungmin yang dia tangkupkan dengan kedua tangannya.

“Dari awal…” Ucap Kyuhun setelah melepaskan bibirnya. Namun tetap tangannya memegang wajah Sungmin. “Aku tidak berniat mempermainkanmu, Minnie..” Ujar Kyuhyun sembari menatap Sungmin. Dibalas dengan tatapan dalam dari Sungmin juga.

“Kyu…” Lirih Sungmin.

“Waktu itu aku minta maaf karena sudah pura-pura tidak bisa belajar… itu karena aku ingin bersama Minnie, meski harus berbohong sekali pun…” Ujar Kyuhyun lagi.

Sungmin memutar ingatannya , memang sebelum itu , selama ini dia dan dirinya tidak pernah mengobrol sedikitpun bahkan belajar bersama. Seperti pertama, bagi Sungmin , Kyuhyun terlalu sempurna dan popular. Dan itu membuat Sungmin takut akan perasaannya sendiri terhadap Kyuhyun. Kini mendengar pengakuan Kyuhyun barusan , entah mengapa perasaan yang selama ini mengganjal dihatinya seperti sudah terlepas dan terbuang, membuat sedikit lega.

Sungmin terus menatap Kyuhyun.

“Karena aku suka Minnie…” Ujar Kyuhyun melanjutkan perkataannya yang belum selesai tadi.

Sungmin meneteskan bulir air matanya.

“Tapi , aku sudah tidak perlu berpura-pura lagi… karena akhirnya kita bisa menjadi sepasang kekasih…” Ucap Kyuhyun sembari mendekap Sungmin kedalam pelukannya lagi.

Sungmin mengusap air matanya , kemudian melepaskan pelukan Kyuhyun , “Sejak kapan aku menjadi kekasihmu?” Tanya Sungmin mencoba menggoda Kyuhyun.

Kyuhyun mengerenyitkan dahinya , terlihat sedikit berfikir. Membut Sungmin sedikit terkikik kecil.

“Aku hanya bercanda , Kyu..” Ujar Sungmin kemudian membuat Kyuhyun tersenyum menarik nafas lega.

“Kau ini..” ucap Kyuhyun sembari mengelus puncak kepala Sungmin.

Sungmin mengangkat kepalanya. “Oh iya , tapi , apa sih yang kau suka dari aku, Kyu?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun sedikit berfikir , kemudian tersenyum lebar , “Enak untuk ditindas!” Seru Kyuhyun asal membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya imut.

“Hahahha…” Kyuhyun tertawa sembari memegang perutnya. “Aku juga hanya bercanda..” Ucap Kyuhyun sembari menarik Sungmin kedalam pelukannya lagi. Sungmin memukul dada Kyuhyun kecil. Namun sejurus kemudian mengelusnya.

Sungmin mengangkat kepalanya, “Kau ini suka sekali memelukku ya , Kyu?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. “Habis tubuhmu membuatku hangat..”

“Blushhhh~”

Seketika membuat wajah Sungmin bersemu merah.

‘Dasar Kyu ini!’ Desah Sungmin dalam hatinya sembari tetap menikmati pelukan dari Kyuhyun.

***

END

yang udah baca wajib comment ^^ baik saran maupun kritik. Tapi ingat aku ga terima flame atau bashingan. Yang ngebash ato ngeflame langsung aku block ^^
Oh iya yang udah Read and Comment jangan lupa like page All Super Junior Couple ya ^^
Gomawo …


FF KYUMIN / D’ Popular / Part 8 / Genderswitch

Title : D’Popular

Part : 8

Author : Winda Kurnia Prado

Cast : Lee SungMin as Minnie
Cho KyuHyun as Kyuhyun
Kim Kibum as Kibum
Kim HeeChul as Chulie Minnie friends
Tan HanGeng as Minnie oppa
Jungmo as Kyuhyun friends
Lee Donghae as Kyuhyun friends
Lee Hyukjae as Kyuhyun friends
Zhoumi as Minnie appa
Henry as Minnie eomma
Kim YoungWon as KyuHyun appa
Park JungSoo as KyuHyun eomma

Cameo : member Super Junior n Shinee

Genre : Romance

Gak suka? Jangan baca^^

happy reading^^

@rumah Minnie

Minnie melangkah kerumanya dengan senang, karena berhasil mengerjai Jungmo, salah satu namja yang sok berkuasa di Hanyang.
“loe kok baru pulang si?”selidik Hangeng.
“hehe, mau tahu aja loe”seru Minnie dan berjalan kearah kamarnya yang berada di lantai dua dan meninggalkan Hangeng diruang TV sendiri.
“aneh”cibir Hangeng melihat kelakuan Minnie yang tidak biasanya.
Tak lama setelah Minnie pulang Heechul datang.
“Heechul”panggil Hangeng yang melihat Heechul masuk rumahnya dan melangkah menuju tangga yang sudah pasti hendak pergi ke kamar Minnie.
“Han gege”seru Heechul kaget.
“wah kau sekarang sangat cantik ya”komentar Hangeng setelah melihat Heechul sekarang, maklum saja Hangeng sudah tidak pernah bertemu dengan Heechul semejak dia pergi ke China. Dulu Heechul masih polos tidak seperti sekarang cantik dan modis.
“xie xie”balas Heechul sambil tersenyum kecut.
“aku keatas dulu Han gege”pamit Heechul cepat.
“ne”
“Minnie”panggil Heechul saat ia berada di kamar Minnie.
“apa?”respon Minnie singkat dari dalam kamar mandinya.
“kenapa kau tidak bilang kalau ada Han gege”Tanya Heechul kesal.
“oh itu mian, aku hanya tidak ingin kau mengingat Han gege saja”jawab Minnie dan keluar dari kamar mandinya.
“kau sudah bertemu dengannya?”Tanya Minnie curiga.
“ne, dia menyebalkan Minnie”jawab Heechul dengan memasang wajah kesal.
“memangnya apa yang dilakukan Han gege?”Tanya Minnie bingung dan menghampiri Heechul yang saat ini sedang duduk di kasur King sizenya.
“dia bilang sekarang aku cantik”adu Heechul kepada Minnie.
“dasar playboy”cibir Minnie ikutan kesal.
“kenapa dia kemabali ke korea Minnie? Disaat aku sudah bisa melupakannya”Tanya Heechul sambil memasang wajah kesalnya.
“aku tidak mau jatuh cinta padanya lagi, menyakitkan”gumam Heechul.
“Minnie ayo kita jalan-jalan, aku sedang bad mood”cerocos Heechul terus tanpa membiarkan Minnie berbicara.
“nanti saja Chuli, aku sedang capek”tolak Minnie halus.
“capek kenapa?”Tanya Heechul.
“tadi aku habis berjalan 5 KM lebih”jawab Minnie malas.
“untuk apa kau jalan kaki, kau kan bisa memintaku menjemputmu”selidik Chulie.
“dan membuat penyamaranku terbongkar”tambah Minnie cepat.
“kau kan bisa naik bus, tak mungkin kan ada yang curiga jika kau naik bus”sela Heechul.
“aku curiga”seru Heechul tiba-tiba.
“hehe, aku habis mengerjai teman sekelasku yang cari gara-gara dengaku”ucap Minnie sambil tersenyum lebar.
“dasar”cibir Heechul yang sudah menduganya.
“memangnya kau tidak takut dimusuhi apa?”Tanya Heechul lagi yang heran dengan kelakuan Minnie akhir-akhir ini, karena hobby sekali mengerjai orang.
“hei, siapa yang berani dengan Tan Sungmin, huh?”Tanya Minnie balik dengan gaya sombongnya dan sambil menyeringai.
“ya! Mereka kan tidak tahu kalau kau ini Tan Sungmin anak pemilik sekolah, yang mereka tahu kau adalah yeoja miskin dan cupu”ledek Heechul.
“tetap saja mereka tidak akan berani denganku, aku kan sabuk hitam Taekwondo”balas Minnie tetap menyombongkan diri.
“iya deh, percaya”cibir Heechul.
“bagaimana jika ada yang menyelidikimu Minnie?”khawatir Heechul.
“itu dia yang aku khawatirkan, masalahnya di korea yang mempunyai marga Tan hanya keluargaku”desah Minnie lemas.
“yasudah kau mengaku saja”saran Heechul.
“dan kembali seperti di Dongguk?”tambah Minnie.
“mungkin kau memang sudah di takdirkan menjadi orang popular Minnie”ucap Heechul.
“kata-katamu membuatku kehilangan semangat Chulie”seru Minnie lemas. Membayangkan kehidupan yang membosankan seperti di Dongguk, sekolahnya dulu.
“sudah kau tenang saja Minnie, bagaimana kalau malam ini kita pergi ke club”usul Chulie.
“malas ah, untuk apa? Lebih enak jika tidur”tolak Minnie dan membaringkan tubuhnya yang memang terasa lelah di kasur.
“kita cuci mata Minnie”rayu Heechul.
“buat apa cuci mata jauh-jauh ke club segala”canda Minnie.
“Minnie”geram Heechul.
“hehe, bercanda”cengir Minnie.
“tidak lucu”ucap Heechul ngambek.
“yah dia ngambek, ok kita ke club”setuju Minnie akhirnya.
“nah gitu dong”seru Heechul senang.
“jam 8 jemput aku”perintah Heechul.
“mwo? Kau yang mengajakku tapi aku yang menjemputmu?”protes Minnie.
“dandan yang cantik Minnie”ucap Heechul dan pergi pulang kerumahnya.
“untuk kau sahabatku”gerutu Minnie kesal dengan tingkah Heechul yang seenaknya sendiri.

***

Sekarang Minnie sedang menunggu Heechul di dalam mobilnya, sudah 10 menit Heechul tapi yang ditunggu belum juga keluar.
“miss lelet”gumam Minnie marah.
TIN TIN
Minnie membunyikan kelakson mobilnya dengan tidak sabaran, ini sebabnya jika Minnie tidak pernah mau menjemput Heechul! Karena Heechul selalu ngaret. Setelah Minnie membunyikan kelaksonnya beberapa kali barulah Heechul keluar dari rumahnya dengan terpogoh-pogoh karena takut Minnie marah.
“kau ini tidak sabaran sekali”marah Heechul saat ia sudah duduk di dalam mobil Minnie.
“kau yang keterlaluan”balas Minnie sengit.
“hehe, kau tahukan Minnie jika-“
“yeoja harus selalu tampil cantik supaya tidak diremehkan”potong Minnie cepat.
“nah itu kau tahu”cengir Heechul.
Minnie menatap Heechul garang dan seketika membuat Heechul terdiam.
“kita akan ke club mana?”Tanya Minnie yang saat ini sedang menyetir.
“ke Henecia Club saja, aku dengar disana namjanya lebih berkualitas”jawab Heechul.
“terserah”

@Henecia Club

“waw sangat ramai”seru Heechul senang.
“ok juga nih tempat”komentar Minnie saat sudah berada di Henecia club.
Heechul langsung menarik Minnie menuju meja bar.
“orang baru?”Tanya seorang bartender yang dari name tag-nya bernama Junsu.
“ne”jawab Heechul.
“disni siapa namja yang peling keren dan popular?”Tanya Heechul langsung.
“emm, sebentar”ucap Junsu dan mencari-cari orang yang dimaksud.
“nah itu dia, yang sedang duduk di paling pojok”seru Junsu sambil menunjuka 2 namja yang sedang asik mengobrol.
“hah?”kaget Minnie dengan mata yang melotot.
“wae Minnie?”Tanya Heechul penasaran.
“mereka adalah teman sekelasku Chulie”bisik Minnie dengan raut wajah yang khawatir.
“pengunjung disini kebanyakan anak sekolah Hanyang”tambah sang bartender.
“kita pulang Chulie”seru Minnie cepat dan menarik tangan Heechul.
“anio, aku mau berkenalan dengan namja yang pakai baju hitam itu Minnie”tolak Heechul.
“andwae! Cari yang lain saja, masih banyak yang lebih dari dia”nasihat Minnie.
“aku mau dengannya Minnie, aku rasa aku bisa melupakan Han gege, ayolah Minnie, mereka tidak akan mengenalimu. Aku jamin”bujuk Heechul.
“tapi kalau sampai mereka mengenaliku kau yang harus tanggung jawab”
“ne, kau tenang saja”balas Heechul.
Minnie hanya menggerutu, selalu saja dia kalah jika sedang berhadapan atau berdebat dengan Heechul.

~sementara di tempat lain~

“kyu, ada yeoja cantik”seru Jungmo.
“dimana?”Tanya Kyuhyun penasaran saat mendengar ‘yeoja cantik’.
“arah jam 9”jawab Jungmo.
Kyuhyun pun menoleh kearah yang dimaksud Jungmo.
“boleh juga”komentar Kyuhyun saat dia sudah melihat orang yang dimaksud Jungmo.
“gue suka yang pake dress Pink”ujar Jungmo cepat, takut jika yang mereka suka sama.
“kalau gue yang pake dress hitam”seru Kyuhyun santai dan terus memperhatikan yeoja yang memakai dress hitam.
“gue yakin bisa dapetin dia”ucap Kyuhyun sombong.
“gimana kalau kita taruhan?”tantang Jungmo.
“taruhan lagi?”Tanya Kyuhyun memastikan.
“iya, santai aja Kyu, taruhan kali ini gampang kok. Siapa yang bisa ngajak yeoja incarannya terlebih dulu ke dance floor dia yang menang. Gimana gampang kan?”
“gampang si, tapi-“
“yang kalah harus ngerjain PR yang menang selama seminggu gimana?”ucap Jungmo yang tahu apa yang akan Kyuhyun ucapkan.
“ok! gue setuju”ucap Kyuhyun akhirnya.
“ayo kita kesana Kyu”ajak Jungmo.
Dengan senang hati Kyuhyun menerima ajakan Jungmo ”ok”
Kyuhyun dan Jungmo berjalan dengan perlahan tapi pasti menuju yaoja yang tadi mereka incar.
“hi”sapa Jungmo saat sudah berada di hadapan yeoja incarannya.
“hi”balas sang yeoja.
“Jungmo”ucap Jungmo memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya. Yeoja yang di incar Jungmo pun menjabat tanganya.
‘lembut’pikir Jungmo saat tanganya bersentuhan dengan yeoja incarannya itu.
“Heechul”seru yeoja incaran Jungmo, yang ternyata adalah Heechul.
‘keren n wangi’ucap Heechul dalam hati saat bersalaman dengan Jungmo.
“nama yang indah seperti orangnya”gombal Jungmo.
“rayuan murahan”cibir Minnie ketus dan menatap Jungmo tajam.
Jungmo yang melihat tatapan tidak suka dari Minnie langsung jadi kikuk sendiri.
‘kayak kenal tatapannya’ucap Jungmo dalam hati.
Heechul yang melihat perubahan di wajah Jungmo pun langsung menoleh kearah Minnie, dan benar saja dugaan Heechul. Minnie sedang menatap Jungmo dengan tajam. Langsung saja Heechul menyikut Minnie pelan.
“wae?”Tanya Minnie dan menoleh kearah Heechul dengan pandangan bingung.
“bersikaplah lebih baik Minnie”bisik Heechul. Minnie yang mendengarnya hanya mencibir.
“aku Kyuhyun”ucap Kyuhyun memperkenalkan dirinya sendiri.
“kaykanya gak ada yang Tanya deh”cibir Minnie dengan ketusnya.
Kyuhyun yang mendengar ucapan Minnie pun langsung terdiam.
‘cantik-cantik tapi kok judes banget’ucap Kyuhyun dalam hati.
Heechul langsung menatap Minnie dengan tajam, yang dibalas dengan senyum 5 jari oleh Minnie.
“Heechul, dan ini temanku Minnie”seru Heechul yang merasa tidak enak.
“kita turun yuk?”ajak Jungmo kepada Heechul.
“tentu”jawab Heechul dengan senang hati.
Lalu Jungmo dan Heechul pun melangkah menuju dance floor.
‘gue gak boleh kalah dari Jungmo’tekat Kyuhyun dalam hati.
“Minnie”panggil Kyuhyun.
“jika kau berniat mengajakku seperti yang di lakukan temanmu itu, urungkan saja niatmu itu karena aku tidak mau”ucap Minnie yang tahu maksud dari Kyuhyun.
‘kenapa gue sial banget si, ngincer yeoja yang judes banget. Kalah deh gue’runtuk Kyuhyun dalam hati.
“nasib gue jelek banget si”gumam Kyuhyun yang ditolak sebelum mengajak. Minnie mendengar Kyuhyun bergumam karena jarak mereka yang lumayan dekat.
‘rasain loe, dasar playboy’cibir Minnie dalam hati.
“junsu”panggil Kyuhyun.
“seperti biasa?”Tanya Junsu
“ne”balas Kyuhun.
Lalu Junsu memberikan Kyuhyun minuman yang biasa ia pesan, yaitu Margarita.
“kau ingin minum?”Tanya Kyuhyun berusaha beramah tamah dengan Minnie yang saat ini sedang duduk disampingnya dan sambil memperhatikan Jungmo dan Heechul yang sedang di dance floor.
“ne”jawab Minnie dengan pandangan yang masih focus kepada Jungmo dan Heechul.
“kau tenang saja, temanmu tidak akan di apa-apakan oleh temanku”ucap Kyuhyun berusaha membuat Minnie lebih tenang dan membuat Minnie berhenti memperhatikan Jungmo dan Heechul.
“kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu itu? Maaf saja aku bukan orang bodoh”seru Minnie ketus.
“terserahlah”balas Kyuhyun dengan nada yang putus asa.
“junsu, Orange Jus satu”ucap Kyuhyun.
“kalau itu buat gue, gue gak mau”ucap Minnie menolak.
“terus loe mau minum apa?”Tanya Kyuhyun bingung, karena hanya Orange Jus yang tidak mengandung alcohol.
“Tequila”jawab Minnie cepat.
“Mwo? Itu kan kadar alkoholnya cukup tinggi apa kau kuat?”Tanya Kyuhyun ragu.
“jika hanya untuk memesan Orange Jus buat apa gue datang ke club? Gue kan bisa memesannya di café, ckck”seru Minnie tetap ketus kepada Kyuhyun.
Mendengar ucapan Minnie membuat Kyuhyun semakin frustasi karena dia menyukai yeoja yang sangat ketus.
‘kayaknya gue sangat familiar dengan sikap yang kayak gini’ucap Kyuhyun dalam hati.
“jadi Orange Jus or Tequila?”Tanya Junsu memastikan.
“Tequila”jawab Minnie cepat.
“gue aja minum margarita dia malah minum Tequila”gumam Kyuhyun.
“woy”seru Eunhae mengagetkan Kyuhyun.
“haistt”dengus Kyuhyun kesal.
“bisa kan kalau gak ngagetin?”seru Kyuhyun kesal.
“loe kenapa si Kyu?”Tanya Donghae yang merasa Kyuhyun sedang kesal.
“gak kenapa-kenapa”jawab Kyuhyun bohong.
“gue ada kabar bagus Kyu”seru Eunhyuk cepat.
“apa?”Tanya Kyuhyun ketus.
“gue dapet ide buat ngerjain Sungmin”ucap Eunhyuk sambil menyeringai.
Minnie yang mendengar ucapan Eunhyuk pun langsung menajamkan pendengarannya.
“apa?”Tanya Kyuhun ragu, ia kurang yakin jika ide yang di keluarkan oleh Eunhyuk.
“*@^%(@$&)(@$^!~)#^%”bisik Eunhyuk kepada Kyuhyun.
‘sial, gue gak bisa denger lagi’ucap Minnie dalam hati.
“tumben ide loe bagus”ucap Kyuhyun dengan raut wajah yang berubah menjadi gembira.
Eunhyuk yang mendengar ucapan Kyuhyun hanya menatap Kyuhyun dengan death glarenya.
“hehe”cengir Kyuhyun.
“kapan kita akan ngejalanin rencananya nih?”Tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan supaya Eunhyuk tidak kesal lagi padanya.
“terserah”jawab Eunhyuk yang rupanya masih marah dengan Kyuhyun.
“gimana kalau besok aja Kyu”usul Donghae.
“ok”ucap Kyuhyun sepakat.
“hi cantik”goda Eunhyuk yang baru sadar akan kehadiran Minnie.
Minnie menoleh kearah Eunhyuk dan tersenyum manis, lebih tepatnya pura-pura tersenyum manis.
“sendirian aja nih?”Tanya Eunhyuk.
“gak kok”jawab Minnie sok manis.
“lalu kemana pasanganmu?”Tanya Eunhyuk bingung.
“kamu”jawab Minnie menggoda Eunhyuk.
Kyuhyun yang mendengarnya jadi kaget, bagaimana mungkin Minnie menolaknya dan memilih Eunhyuk?? Itu sangat sulit untuk di percaya.
“owww, kau sangat pandai merayu rupanya”puji Eunhyuk.
“biasa saja”balas Minnie dengan malu-malu, ingat acting!
“mau turun?”ajak Eunhyuk.
“gimana kalau minum dulu”tawar Minnie dan menyodorkan Tequilanya yang belum sempat ia minum.
“boleh”seru Eunhyuk dan langsung meminum minuman yang di berikan oleh Minnie dengan sekali teguk.
“ahh”
“oh ya, Eunhyuk”ucap Eunhyuk memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya. Eunhyuk menggelengkan kepalanya berkali-kali, dia sedikit mabuk akibat Tequila yang diberikan oleh Minnie.
“Minnie”ucap Minnie dan menyambut uluran tangan Minnie, tidak seperti dengan Kyuhyun tadi.
“nama yang indah seperti orangnya”gombal Eunhyuk.
“thank’s”ucap Minnie dan tersenyum manis.
Kyuhyun yang melihat itu, menatap Minnie dengan tatapan kesal, karena sikapnya yang sangat berbeda antara dengannya dan Eunhyuk.
“ayo kita turun”ajak Eunhyuk lagi sambil menggandeng tangan Minnie.
Minnie sempat kaget karena Eunhyuk sangat lancing memegang tangannya tanpa meminta ijin darinya, ingin sekali Minnie mematahkan tangan Eunhyuk yang kurang ajar ini. Tapi ia tahan, karena ia membutuhkan Eunhyuk saat ini.
Sementara Kyuhyun terus memperhatikan Minnie dan Eunhyuk yang sedang asik di dance floor.
“loe kenapa si Kyu?”Tanya Donghae yang melihat Kyuhyun menatap Eunhyuk dan Minnie yang sedang asik itu dengan tatapan kesal.
“haisstt”
“tadi, itu yeoja sikapnya ketus banget sama gue, eh sama Eunhyuk dia baik banget”marah Kyuhyun.
“haha, mungkin pamor loe kalah kali dari Eunhyuk kali Kyu”ledek Donghae.
“loe tuh sama aja kayak kembaran loe, ngeselin”cibir Kyuhyun dan meneguk Margarita pesananya.
“haha, santai aja Kyu, loe liat disini juga banyak yeoja cantik”hibur Donghae.
“tapi murahan”seru Kyuhyun ketus.
“haha, nikmatin aja lah”ucap Donghae dan berciuman dengan yeoja yang dari tadi bersama dengannya.
“ckck”

*****D’Popular*****


Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / Part 8

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / Part 8

Tittle : Nerd Girl
Part : 8 of ?
Cast : Super Junior couple
Author : LidyaNatalia
Genre : Romance, Friendship, Mystery
Length : Chaptered
Rate : Teen
Warning : Some typos, Bored story, Don’t Like Don’t Read!! Nerd Fiction by Nerd Writer -____-
A/N : Mian yah kalau nggak sesuai harapan *bow*

***
Ruangan masih terlihat sepi ketika semuanya sibuk pada diri sendiri.

Membuat sang pelaku secara diam-diam mengendap ke ruangan tersebut sembari membawa sebuah lap kecil. Dilihatnya kekanan dan kiri. Dan dia rasa cukup aman untuk menghapus bukti yang masih tertinggal.

Diambil cangkir bermotif warna hitam yang tadi digunakan Siwon untuk dilap.

“Apa kau berniat untuk menghapus bukti?” Seru seseorang dari balik tiang yang tak lain tak bukan adalah Kibum. “Orang yang mencoba membunuh Siwon dengan potassium sianida adalah anda bukan?” Lanjut Kibum tanpa menampakan wajahnya kepada sang pelaku.

“Soora Ahjumma!” Ucapnya kali ini sembari menampakan dirinya didepan sang pelaku.

“Hah?” Soora tertawa sinis. “Apa maksud dari kebodohan ini?” Tanya Soora sembari meletakkan kembali cangkir tersebut ke atas meja. “Memangnya aku punya motif apa untuk mencoba membunuh Siwon?”

“Ahjumma memang tidak mempunyai dendam terhadap Siwon. Tapi ibunya , yaitu Choi Ahjumma.”

Selesai Kibum menyebutkan itu , satu persatu orang-orang yang lain memasuki ruang tersebut, dimulai dari Ibu Siwon , Sungmin , dan Hyeorin. Sontak Soora melihat ke arah Ibu Siwon.

Kibum mulai berjalan mengambil majalah tadi diatas meja. “Soora Ahjuma , bukankah orang yang muncul dalam majalah ini bersama Choi Ahjumma adalah kekasih anda?” Tanya Kibum.

Kibum kembali meletakan majalah itu diatas meja tadi. “Soo Jong Ki. Ahjumma memiliki gelang keberuntungan yang sama dengan gelang keberuntungan yang dipakai oleh Soo Jong Ki didalam majalah ini.” Ujar Kibum.

“Hanya dengan itu , bagaimana bisa kau bilang kami punya hubungan ?” Tanya Soora.

Kibum berbalik ke arah kanan dan berjalan lurus kedepan. “Pada hiasan digelang , terdapat beberapa karakter ukiran alphabet. Pada Soo Jong Ki tertulis kata oso vole dan pada gelang anda tertulis kata oos copule. Secara anagram apabila diacak dan digabung pada keduanya akan tertulis love soo couple. Soo JongKi dan Soo Ra.” Kibum kembali berbalik menghadap yang lain.

Soora melihat kearah yang lain yang mulai menaruh curiga padanya.

“Awalnya Ahjumma memang berfikir untuk balas dendam pada Choi Ahjumma, orang yang telah membuat Soo JongKi , kekasih Ahjumma bunuh diri. Tapi Ahjumma mengurungkan niat itu , Ahjumma tidak jadi membunuh Choi Ahjumma, tetapi justru menempatkan stigma bahwa yang mencoba melakukan percobaan pembunuhan pada Siwon adalah Choi Ahjumma sendiri. Jadi Ahjumma mencoba untuk melakukan percobaan pembunuhan pada Siwon, dan kemudian melimpahkan kesalahan itu pada Choi Ahjumma.” Ujar Kibum panjang lebar.

“Hah? bagaimana mungkin ? Jadi kau mau bilang kalau aku yang memasuka potassium sianida tersebut kedalam cangkir teh milik tuan muda Siwon.?” Tanya Soora.

“Potassium sianida tidak dimasukan kedalam cangkir teh milik Siwon. Zat beracun itu telah diberikan disemua cangkir yang ada dilemari milik Choi Ahjussi.” Ujar Siwon sembari mengambil salah satu cangkir yang masih berada diatas meja tersebut. “Terlebih zat itu diberikan disepanjang bagian ini.” Ujar Kibum sembari menunjukan bagian sisi kanan dari cangkir yang dipegangnya. “Sehingga bagian kiri dari cangkir teh ini akan aman-aman saja. Mulut tidak akan menyentuhnya. Dengan cara itu , meskipun Choi Ahjumma meminum habis teh didalam cangkir milik Siwon sekalipun , Choi Ahjumma akan baik-baik saja.” Kibum kembali meletakan cangkir teh itu keatas meja.

“Anda biasanya pasti menggunakan tangan kanan untuk memegang sesuatu kan?” kata Kibum sembari mengangkat tangan kanannya. “Tapi tidak dengan Siwon , Siwon adalah satu-satunya diantara kita yang kidal. Bukankah Soora Ahjumma sudah mengetahui itu sejak lama?” Ujar Kibum.

Soora memandang Kibum jengah.

“Orang yang menukar tas dari nona Hyeorin dan Choi Ahjumma juga anda bukan?” Tanya Kibum. “Sehingga nona Hyeorin akan menemukan potassium yang sudah anda masukan kedalam tas Choi Ahjumma sebelumnya lalu melemparnya karena ternyata itu bukanlah tas miliknya.” Ucap Kibum.

Soora menghela nafas panjang sekali, “Huft! Padahal aku sudah sejauh ini.” Ucapnya kemudian.

“Ya , seperti yang kau katakan.” Ujar Soora lagi kemudian memandang ke arah Choi Ahjumma dengan tatapan tajam. “Wanita ini adalah penghasut JongKi yang mempermainkan mimpinya dan mengantarkannya kekematian.” Seru Soora dengan nada tinggi.

Ibu Siwon terlihat kaget dan tersentak ketika dibentak seperti itu.

“Dia begitu senang ketika menghubungi saya untuk mengatakan bahwa anda telah berjanji untuk mempromosikannya.” Terlihat raut wajah sedih Soora ketika mengingat kembali tentang kekasihnya. “Tapi..” Katanya sembari terus menatap tajam ke arah ibu Siwon. “Anda mengingkari janji itu. Kemudian membuang JongKi begitu saja seperti sampah dan debu using yang tak berguna.” Ujar Soora dengan penuh emosi.

“Itulah sebabnya… JongKi putus asa!!! Dan memilih kematian Dia tidak punya pilihan lain selain memilih itu!!” Seru Soora lagi membuat Ibu Siwon terlihat takut.

“Aku telah bersumpah akan membalas dendam!! Perempuan dursila ini harus mati!” Pekik Soora. “Namun anda malah tiba-tiba pingsan dan lupa ingatan! Ketika seorang telah lupa ingatan , akan percuma menyuruhnnya berusaha mengingat perbuatan jahat mereka sendiri..”ujar Soora dengan nada penuh amarah yang tertahan. Soora kembali memandang Ibu Siwon. “Nyonya tidak akan menderita karena dosa-dosa yang anda lakukan di waktu lampau pada JongKi.”

Ibu Siwon menundukan kepalanya dengan penuh rasa menyesal terlihat diraut wajahnya. Soora kembali membuang mukanya ke arah lain, menggenggam tangannya dengan kuat. Dia terisak lagi sembari memegang kepalanya.

“Ahjumma , aku rasa Ahjumma sudah mencapai dengan sempurna..” Ujar Kibum.

Soora menoleh ke arah Kibum.

“Tujuan Ahjumma adalah setidaknya Choi Ahjumma sadar akan kesalahan masa lalunya pada kekasih Ahjumma..” Kata Kibum sembari berjalan mendekat ke arah Soora dan Ibu Siwon.

Kibum memandang Ibu Siwon, “Choi Ahjumma , anda pura-pura lupa ingatan , bukan?” Tanya Kibum langsung membuat Ibu Siwon sontak memandang ke arah Kibum sedangkan Soora memandang Ibu Siwon dengan raut ekspressi terkejut juga.

Semua oranag yang berada disitu terkejut dengan pernyataan yang baru saja dikatakan Kibum , termasuk Hyeorin dan Sungmin.

“Ketika Anda memasuki ruangan yang sangat gelap gulita , anda tidak ragu-ragu menyalakan kontak lampunya.” Kibum mengambil nafas sejenak. “Jika anda benar mengalami amnesia , mengapa anda bisa tahu dimana letak stop kontak lampu ruangan tersebut.”

“Hah?” Ibu Siwon tersenyum setengah menghembuskan nafas. “Aku pikir kau tidak menyadarinya.” Ujarnya kemudian.

“Tapi kenapa Ahjumma berpura-pura lupa ingatan?” Tanya Kibum. Soora memandang Ibu Siwon tidak percaya.

“Ketika aku terbangun dan pergi keruangan ini. Aku mendengar kalian semua sedang membuat keributan atas ditemukannya sianida. Dan ada yang menduga bahwa akulah pelakunya.” Ujar Ibu Siwon. “Aku punya firasat bahwa seseorang berusaha menimpakan kesalahan kepadaku atas perbuatan yang tidak kulakukan sama sekali. Jadi aku pikir dengan berpura-pura lupa ingatan , aku dapat menemukan siapa pelaku sebenarnya.” Lanjut Ibu Siwon dengan tampang yang sungguh sangat mengesalkan dimata Soora dan Hyeorin.

Ibu Siwon mendorong bahu Kibum. Dan kemudian berjalan ke arah Jendela. Menatap ke arah luar lebih tepatnya. “Dan , Soora, aku rasa aku harus mengatakan alasan kenapa aku membatalkan janjiku pada So JongKi.” Ucap Ibu Siwon sembari membelakangi mereka semua.

Namun perlahan Ibu Siwon kembali menghadapkan tubuhnya pada mereka semua , tepatnya ke arah Soora , “Itu karena dia tidak berbakat menjadi seorang actor. Biasa saja. Tidak ada yang istimewa darinya. Kau mencoba membunuh anakku hanya untuk laki-laki seperti itu? Huh ! Dasar wanita bodoh!” Seru Ibu Siwon angkuh pada Soora.

“Namun , aku berterima kasih padamu. Aku berfikir memang mungkin sebaiknya Siwon meninggal agar aku tetap tidak diceraikan oleh Pria tua itu!” Lanjut Ibu Siwon lagi.

Sungmin menutup mulutnya tak percaya , meskipun dia tahu bahwa sebenarnya Siwon bukanlah anak kandung dari Ibu Siwon , tapi dia tetap tidak menduga kalau Ibu Siwon bisa sekejam itu. Orang-orang memang hanya tahu bahwa dia adalah Ibu kandung Siwon, Hyeorin sekalipun tidak , hanya Siwon dan keluarganya yang tahu bahwa dia adalah Ibu tiri dari Siwon yang tidak peduli pada Siwon dan rakus akan harta dan kekuasan. Oleh karena itu kenapa Ayah Siwon berniat menceraikannya.

“Terima kasih!” Seru Ibu Siwon lagi.

“Seharusnnya aku membunuhmu!!!” Seru Soora kesal. “Kau yang harus dibunuh!!” Lanjutnya lagi. Soora tertunduk lesu dalam isakan tangis penyesalannya.

Sementara Hyeorin memandang jengah ke arah Ibu Siwon. “Kau wanita rendahan.” Ujar Hyeorin.

“Aku juga berfikir begitu!” Timpal Sungmin.

“Hah?” Ibu Siwon beranjak duduk kesofa. “Aku tidak perduli!”

Semua kembali diam. Hanya tangisan Soora yang terdengar. Kibum memandang Soora lalu memandang ke arah Ibu Siwon, dengan raut wajah datar yang serius dilihatnya wanita itu. Sungguh tak dia duga , wanita yang dihadapannya ini wanita yang seperti itu.

***

“Huft..” Sungmin menghela nafas ketika melihat polisi membawa Soora. Dia menoleh ke arah Kibum yang ada disampingnya. “Kasihan ya Soora Ahjumma..” Desahnya kemudian.

Kibum memandang Sungmin juga, kemudian mengangkat bahu , “Meski begitu , tak ada keistimewaan buat menghapus kesalahannya!” Tegas Kibum sembari melipat tangan didadanya.

“Iya! Aku tahu. Tapi tetap saja kasihan.” Seru Sungmin. “Kecurigaan Siwon ternyata terjadi juga ya..” Desah Sungmin.

*Flashback*

“Aku mau minta tolong pada kalian.” Ucap Siwon.

“Tolong apa?” Tanya Sungmin.

“Ehm , aku sebenarnya sedikit menaruh curiga pada ummaku.”

“Umma?” Sungmin memandang Siwon heran. Kibum juga.

“Iya , seperti yang kalian lihat tadi , diluar adalah kekasih appaku. Sebenarnya wanita itu bukan siapa-siapa appaku , dia hanya wanita yang dibayar appa ku untuk berpura menggoda appaku..” Siwon menghela nafasnya panjang-panjang. “Appa berniat untuk menceraikan Umma..” Ujar Siwon.

Sungmin memandang Siwon dengan penuh rasa kasihan.

“Sebenarnya aku sudah melarang rencana appa itu , karena belakangan ini banyak kejadian yang menimpa appaku , kejadian-kejadian tak biasa yang membuatku mengkhawatirkan keselamatan appa. Oleh karena itu aku ingin minta tolong pada kalian , untuk melihat orang-orang yang berada disekitarku dan appa. Siapa tahu saja kecurigaanku akan kejadian-kejadian yang menimpa appa terjadi lagi hari ini. Terutama Ummaku.”

“Tapi kenapa kau mencurigai Umma kandungmu sendiri Siwon?” Tanya Sungmin heran.

“Dia bukan Umma kandungku , Min. Dia Umma tiriku. Entahlah aku merasa akhir-akhir ini sikap Umma berubah , terlebih appa sudah terang-terangan berselingkuh didepannya. Umma tidak mau dicerai oleh Appaku.. Dan appa juga tidak akan bisa menceraikan Umma kalau…”

“Kalau apa?” Tanya Sungmin.

“Kalau aku mati.”

“Hah?”

Sungmin dan Kibum terkejut bukan main dengan apa yang dijelaskan oleh Siwon barusan. Mati? Siwon? What the ?

*Flashback end*

Sungmin menghela nafas panjang lagi. “Mau kerumah sakit Bummie?” Tanya Sungmin.

“Bagaimana kalau setelah kau pindah sekolah?” Tanya Kibum.

“Heh!” Bola mata Sungmin berputar menunjukan ketidak sukaannya pada alihan topik yang dilakukan oleh Kibum.

Kibum menyunggingkan senyum kemenangannya.

***

Sungmin memutar bola matanya kembali , melihat seisi ruangan , bahkan tiap sudut pun tak luput dari pengamatannya. Semua bola mata kini tertuju padanya. Perlahan dia mencoba untuk menarik nafasnya panjang-panjang sebelum akhirnya membuka mulut untuk mengatakan.

“Namaku Ta- ehm Lee Sungmin. Kalian bisa panggil aku Sungmin.” Sungmin menoleh ke arah guru yang mendampinginya. “Aku harus duduk dimana saenim?” Tanyanya to the point.

Sang guru melihat ke sekeliling. Didapatnya satu tempat kosong dibangku nomor 3 dari depan barisan 2. “Disitu , kau duduk disana bersama..” Sejurus kemudian sang guru mengerutkan keningnya.

“Brukk!!”

Dari arah luar , tiba-tiba seseorang dengan ceroboh menubruk pintu. “Maaf saenim , aku terlambat. Hosh hosh..”

Sungmin , Sang guru , dan seisi kelas lainnya sontak melihit ke arah datangnya suaranya. Sungmin menyipitkan matanya melihat orang itu. ‘Sepertinya aku pernah bertemu dengannya.’ Ujarnya dalam hati.

“Kau ini selalu saja seperti itu!!” Dengus sang guru. “Kali ini apalagi alasanmu?”Tanya sang guru sejurus kemudian.

Orang tersebut kemudian menggaruk rambut bagian belakangnya sembari menyunggingkan sedikit senyum perasaan menyesalnya. “Tadi dijalan , aku bertemu dengan seseorang kemudian mengobrol sebentar dengannya , tapi karena keasyikan mengobrol tiba-tiba aku lupa kalau sudah hampir terlambat.” Katanya diakhiri dengan senyumnya yang masih sama.

“Yasudah cepat kau duduk ditempatmu. Karna hari ini ada rapat, kau selamat dari hukumanku!” Serunya. Setelah itu sang guru langsung menoleh ke arah Sungmin lagi. “Nah , Sungmin kau silahkan kau duduk disamping Cho Kyuhyun!!” Titahnya dengan tegas.

‘Ah ya! Aku baru ingat. Dia kan laki-laki yang memecahkan kasus Hyunmi bersama Kibum waktu itu!’ Seru Sungmin dalam hati.

“Ne , saenim.” Sahut Sungmin sembari memberikan sedikit anggukan sebagai tanda hormat dan langsung melangkah ke tempat duduknya.

“Baiklah. Seperti yang sudah dikatakan tadi. Hari ini akan ada rapat para guru sampai waktu istirahat. Oleh karena itu harap kalian jangan berbuat gaduh dan kerjakan tugas yang kuberikan tadi. Saat bel istirahat berbunyi tugas kalian harus sudah ada diatas mejaku. Atau nilai Kesenian kalian di buku rapor kosong.” Ujar Sang guru dengan jelas. “Dan kau Cho Kyuhyun”

“Ne saenim.” Sahut Kyuhyun yang baru saja akan mengeluarkan bukunya.

“Nanti kau kumpulkan tugas teman-temanmu dan kumpulkan dimejaku.” Titahnya pada Kyuhyun.

“Ne , saenim.”

“Bagus. Baiklah kalau begitu ingat kerjakan tugas kalian dan jangan berbuat gaduh!” Seru Sang guru sekali lagi sembari melangkah pergi keluar dari kelas yang lengang tersebut.

Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun yang tengah asyik menyiapkan alat tulisnya untuk menggambar sebuah sketsa dibuku gambarnya. ‘Apa dia tidak ingat aku?’ Tanya Sungmin dalam hati. ‘Padahal kan belum lama.’ Lanjutnya lagi masih dalam hatinya.

“Astaga!!” Seru Sungmin tiba-tiba sembari menepuk jidatnya. Membuat seisi kelas mendesis, “Sssttt!!!”

Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin. Dia baru sadar kalau ternyata bangku disampingnya sudah tidak kosong lagi. Pandangannya tertuju pada Sungmin. Dilihatnya Sungmin dari atas sampai bawah dengan pandangan bertanya dan menyelidik.

Sungmin kembali menoleh ke arah Kyuhyun secara tiba-tiba membuat Kyuhyun sedikit terkejut. “Ehm , apa kau membawa buku gambar satu lagi?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. Kemudian mengambil satu lagi buku gambar dari dalam tasnya dan diberikan kepada Sungmin.

Sungmin menerima buku gambar tersebut. “Aku pinjam dulu ya. Nanti akan aku kembalikan.” Ucap Sungmin.

Kyuhyun kembali mengangguk.

Sungmin mendesah kesal. ‘Kenapa dia pendiam sekali sih? Padahal waktu dibalai desa kemarin dia bawel seperti Kibum.’ Gerutu Sungmin dalam hati. Dilihatnya seisi kelas , semuanya sedang sibuk mengerjakan tugas dari Hwan Saenim tadi. ‘Bukan hanya dia , tapi teman-teman sekelasnya juga. Bisa mati bosan aku!’ Lanjutnya sembari menghembuskan desahan nafas berat.

‘Ini sih lebih parah dari yang kemarin.’ Desahnya lagi.

***

Bel sudah berdentang sebanyak tiga kali , itu tandanya waktu istirahat sudah tiba. Kini dimeja Kyuhyun sudah bertumpuk banyak buku gambar teman-teman sekelasnya. Setelah menumpuk bukunya diatas meja Kyuhyun kebanyakan dari mereka langsung pergi keluar kelas. Sepertinya tujuan mereka semua sama. Kantin.

Tinggalah kini kelas yang benar-benar lengang. Tinggal Kyuhyun yang masih merapikan buku-buku tersebut dan Sungmin yang duduk malas menyandarkan tubuhnya dibangku tempatnya. “Hey!” Seru Kyuhyun.

Sungmin mendongak ke atas. Tepatnya ke arah wajah Kyuhyun yang tengah berdiri memegang buku-buku temannya. “Mau ikut tidak? Sekalian berkeliling.” Tawar Kyuhyun.

Sejurus kemudian Sungmin mengangkat tubuhnya dan beranjak berdiri. Sungmin tersenyum, “Itu yang aku tunggu dari tadi!!” Serunya semangat. “Ayo!!” Katanya sembari mendahulukan langkahnya.

“Hey , kau tidak mau membantuku membawa buku-buku ini?!!” Seru Kyuhyun ketika Sungmin sampai di ambang pintu.

Sungmin berbalik , kemudian menuju mejanya lagi. Mengambil satu buku dari sekian buku-buku tugas tersebut dan kembali melenggangkan langkahnya duluan. “Ayo cepat!!”

Kyuhyun mengangkat alisnya. “Yee , cewek aneh!”

***

“Cepat katakan dimana benda itu?!!!” Sentak sebuah suara berat dengan nada bertanya yang sedikit mengancam.

Diruangan itu, satu orang tengah terjerembab jatuh, dengan darah terus keluar dari sudut bibirnya , sesekali darah tersebut tumpah ruah membasahi seluruh kemeja dan jas yang dikenakannya ketika tubuhnya terus dihujani pukulan keras. Dia menyandarkan tubuhnya kedinding. Kini dia tersudut.

Daun pintu yang berada beberapa meter dihadapannya dihalangi oleh pria – pria berbadan besar yang baru saja menghajarnya habis-habisan. Sementara satu orang lainnya tengah duduk dibangku yang harusnya merupakan tempatnya.

Dia menyeka darah disudut bibirnya, “Mau kau bunuh aku sekalipun, aku tidak akan pernah mengatakan dimana benda itu berada!” Sahutnya dengan lantang tanpa rasa takut sedikitpun.

“Brak!!!”

Orang yang mengajukan pertanyaan tadi menggebrak meja dengan geram, digenggamnya tangannya erat-erat. Kemudian beranjak bangun dari kursi yang tadi didudukinya. Menghampiri pria yang tersudut tadi. Diinjaknya dada pria tersebut dengan sepatunya , hingga membuat pria tersebut sedikit kesulitan bernafas.

“Jadi kau mau main-main denganku?!” Serunya sembari menekan injakannya.

Yang ditanya tidak menjawab , justru menyunggingkan senyum menantangnya.

“Sekali lagi kutanya, dimana benda itu ?!!!” Serunya kembali mengulangi pertanyaannya yang pertama tadi.

“Dan sekali lagi kujawab , Young Woon!! Meski kau bunuh aku sekali pun aku tidak akan pernah memberi tahumu!! ucap pria itu sekali lagi.

“Aissshhh!!!” Laki-laki bernama Young Woon itu menggeram kesal. “Habisi dia!!” Serunya pada kelima anak buahnya yang tadi menghajarnya setelah mengambil sebuah benda dari kantong jas pria tadi.

Young Woon atau yang lebih dikenal dengan nama Kangin menyunggingkan senyumnya ketika mendapati sesuatu dari benda yang baru saja diambilnya dari kantong jas pria tadi. “Kalau kau tidak mau mengatakannya , akan aku tanyai dia!” Ucapnya sembari menunjukan sebuah kontak bertuliskan ‘My Lovely Daughter’

“Bugh!! Bugh!! Bugh!! Bugh!! Bugh!!”

Terdengar suara pukulan yang terus dihujankan kepada pria tadi tanpa ampun, “Ja-jangan..” Rintihnya dengan suara tercekat ketika melihat Kangin mengatakan akan menanyai anak perempuannya.

“Ja-jangan….” ujar pria itu sekali lagi sebelum akhirnya kesadarannya benar-benar hilang.

***

TBC again ^^
Koment ya readers ^^
Aku suka koment yang panjang ^^! Bikin semangat nulis soalnya ~