Read it and Enjoy it ~

Archive for April, 2012

[Oneshoot ] HANCUL’s Fanfiction / La Vie En Rose / Genderswitch / Romance / Hurt

La Vie En Rose

Tittle : La Vie En Rose

Cast : Hanchul , and other cast

Genre : Genderswitch , Romance , Hurt

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :Hey Readers!! Long time no see you all 😀 Well , I come again after disappear while one week. And Then , this is my new fiction story about Hanchul ^^ If you dislike this Story , don’t read it , okay?

Disclaimer: This fict inspired by another story with same tittle but the story was totally different!

Let’s check it out the story…

***

Kelopak bunga mawar yang mekar…

Kuberikan padamu…

Dengan dua tangan penuh…

Berharap kau selamanya untukku…

 

Langit mendung kelabu disertai dengan siraman rintik air dari baliknya seakan menambah dalam lubang kesedihan seorang gadis manis yang tengah termenung dikursi panjang halte meratapi takdir yang menimpa dirinya hari ini. Entah kapan bus yang dia tunggu akan segera datang.

Dia baru saja pulang dari kerja paruh waktunya. Rasa lelah masih menyelimuti setiap inchi sendi tubuhnya. Tapi mengapa laki-laki itu seakan tidak mengerti? Dengan seenaknya memutuskan hubungan mereka saja , tepat sebelum dirinya pulang ditengah cuaca mendung seperti ini.

Padahal dulu laki-laki itu berjanji tidak akan meninggalkannya, akan selalu setia bersamanya. Dan masih banyak lagi kata-kata manis keluar dari bibirnya.
“Huh..” Dia segera beranjak dari duduknya. Memutuskan untuk berjalan kaki, karna bus yang dinantikannya tak kunjung datang.

“Padahal menurut ramalan waktu itu, aku akan berjodoh dengannya.” Ucapnya dengan penuh sesak tertahan didada.

Ya. Beberapa waktu lalu. Dia dan kekasih, oke , ralat , dia dan mantan kekasihnya pergi ke seorang peramal yang cukup terkenal disebuah festival kembang api dikotanya. Dan diramalan itu dia ditakdirkan bersama dengan pasangannya sampai akhir. But see now? Tidak lama setelah itu , mantan kekasihnya itu malah memutuskan hubungan mereka yang tidak bisa dibilang baru sebentar.

“Ramalannya sama sekali tidak tepat..” desahnya sekali lagi. Dengan langkah malas-malasan diiringi rintik hujan yang kian deras gadis itu terus melangkah pulang kerumahnya.

Dan ketika disadarinya saat itu bukan hanya sekedar gerimis lagi. Dia langsung bergegas lari, “Aku tidak boleh sakit!!!”

***

“Pagi , Heechul!!”

“Pagi..” Sahut Heechul dengan tidak bersemangat.

Ini sudah 12 jam semenjak Hangeng memutuskannya, tapi tetap saja dia tidak bisa melupakannya. Melupakan peristiwa sore itu. Melupakan alasan Hangeng memutuskan hubungan mereka.

“Aku menyukai gadis lain..”

 

‘Jadi , Hangeng menyukai gadis itu melebihi rasa sukanya terhadapku?’

“Huwaaaaa!!!” Heechul mengacak rambutnya frustasi. “Ini sudah berlalu Kim Heechul!! Lupakan Hangeng! Okay!!” Heechul berusaha menyemangati dirinya sendiri. Setelah itu langsung dipercepat langkahnya agar cepat sampai didepan kelasnya.

“Eh yang benar , Wookie? Heechul sudah putus?”

Heechul menghentikkan langkahnya tepat didepan pintu kelasnya ketika mendengar namanya disebut. Diurungkan niatnya untuk segera masuk kedalam kelas tadi.

“Jangan bilang dengan laki-laki yang satu tempat kerja denganmu dan Heechul itu ya, Wookie?”

Kali ini suara berbeda kembali bertanya pada Ryeowook.  Heechul berbalik dan menyandarkan tubuhnya dibalik dinding kelasnya tersebut. Jujur. Dia ingin tahu darimana Ryeowook dan teman-temannya yang lain bisa tahu kalau dirinya dan Hangeng baru saja putus. Padahal kejadiannya baru 12 jam yang lalu, dan yang tahu hanya mereka berdua, dirinya dan Hangeng saja.

“Eh , eh aku tidak tahu mereka sudah putus atau belum , Hyuk.. aku… ”

“Halah , sama saja , Wookie , laki-laki itu bilang suka padamu kan?” Timpal Eunhyuk lagi.

DEG!

DEG!

DEG!

‘Bi..bilang suka ?’

Heechul membuka matanya lebar. Merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Jadi wanita yang disukai Hangeng itu…..” Heechul tak melanjutkan kalimatnya.

Ryeowook menggigit bibir bawahnya. “I-iya sih.. tapi dia itu pacar temanku…” Ujar Ryeowook agak terbata.

“Eitss!! Ralat Wookie , bukan pacar temanmu , tapi mantan pacar temanmu…” Potong Henry yang juga berada disamping Eunhyuk.

“Lalu bagaimana reaksimu saat itu , Wookie? Apa kau menerimanya?” Tanya Sungmin juga.

“Aku rasa , waktu itu Hangeng juga kebingungan ketika menyatakan cintanya padaku… Aku jadi bingung harus bagaimana…. Aku rasa Hangeng masih menyukai Heechul..” Ujar Ryeowook kepada teman-temannya.

“Ah , dibandingkan Heechul , kau itu lebih baik , Wookie. Pantas saja Hangeng menyukaimu. Aku yakin Hangeng sudah tidak menyukai Heechul lagi. Hangeng pasti terpesona pada kebaikan hatimu, Wookie. Kau kan baik , kau juga tidak kalah cantik dengan Heechul. Benar kan teman-teman?” Eunhyuk meminta persetujuan pada 2 temannya yang lain.

“Yah kalau dibandingkan dengan Wookie sih , Heechul itu lebih pemaksa , cepat marah dan dingin. Tidak terlalu ramah. Sepertinya Hangeng menyadari itu. Makanya dia memutuskan Heechul.” Tambah Sungmin enteng. Tidak sadar kalau orang yang menjadi topik obrolan mereka sedang mengepalkan tangan dibalik dinding ruangan dimana mereka berada.

“Mungkin karena penampilan dari luarnya jadi banyak orang yang tertipu dengan Heechul. Selain selalu ingin dipuji dia juga terkadang berisik.” Ucap Henry kali ini.

“Wookie , kau juga tidak suka kan kalau disuruh-suruh oleh Heechul?” Tanya Eunhyuk pada Ryeowook yang hanya diam saja.

Ryeowook tertunduk, “Enggg , itu…” Wajah Ryeowook berubah cerah. “Meski agak keras kepala, Heechul itu baik kok , waktu SMP aku itu gemuk dan  pendiam. Saat itu cuma Heechul yang mau berteman denganku. Dan karena Heechul juga , sekarang aku jadi punya banyak teman…” Jelas Ryeowook.

“Ah , Wookie!! Kau itu terlalu baik…” Celetuk Sungmin.

“Kepribadianmu dan Heechul benar-benar bertolak belakang ya…” Ujar Henry menimpali.

“Ah , tidak. Aku berkata benar kok. Heechul itu baik…”

DEG!

‘Wookie…’

TAP!

TAP!

TAP!

“Eh suara siapa itu?” Tanya Eunhyuk.

“Entahlah, sepertinya dia berlari menjauh dari kelas kita…” Duga Sungmin.

Henry dan Ryeowook hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu.

‘A..aku kalah dari …. Wookie…’

***

Heechul mempercepat langkahnya ketempat tujuan. Berharap orang yang ingin ditemuinya benar-benar ada ditempat dan belum pergi kemana-mana. Dia memutuskan untuk membolos hari itu. Entah mengapa saat ini dia benar-benar ingin menemui sang mantan kekasih tersebut.

Heechul menghentikkan langkahnya didepan sebuah apartement yang sangat tidak asing baginya itu. Sedikit ragu berkecamuk dalam dirinya. Dia ingin segera masuk kedalamnya , seperti biasa. Tapi … kali ini statusnya sudah berbeda. Hangeng bukan lagi kekasihnya, dan dia tidak bisa seenaknya masuk kedalam apartement seperti dulu. Dia cukup tahu diri akan hal itu.

“Cklek!”

Pintu terbuka. Heechul menengadahkan kepalanya terkejut. “Han…” Seru Heechul ketika melihat sang penghuni apartement keluar dari dalamnya.

Heechul memegang ujung seragamnya, sangat terlihat kegugupan terpancar dari dirinya.

“Heenim? Kau tidak sekolah?” Tanya Hangeng sembari menuruni tangga kecil didepan apartementnya.

Heechul bertambah gugup  ketika Hangeng makin mendekat ke arahnya. Bibirnya bergetar.  “Han…” Lirihnya pelan.

“Ada apa , Heenim? Kau baik-baik saja kan?” Tanya Hangeng sedikit khawatir dan bingung dengan Heechul yang tidak bersikap seperti biasanya.

“Han , ternyata aku memang tidak bisa putus darimu. Aku masih sangat menyayangimu. Aku .. aku tidak bisa kalau kita putus apalagi setelah itu kau mau menjalin hubungan dengan Wookie kan?” Seru Heechul secara beruntun kemudian. Bulir air matanya keluar tatkala dia mengatakan itu semua.

“Aku janji akan memperbaiki sifat burukku. Aku … aku akan berusaha jadi yang lebih baik lagi. Tapi…” Heechul masih terus terisak. Sesekali diusapnya air mata yang dengan tidak tahu malunya terus keluar dari pelupuk indahnya.

Hangeng tersenyum kecil melihat Heechul, sejurus kemudian dipegangnya kedua bahu Heechul. “Heenim…” Panggil Hangeng pelan.

“Tapi … aku mohon kau jangan berpacaran dengan Wookie… aku mohon jangan putuskan aku…”

“Aku tidak berpacaran dengan Wookie…” Potong Hangeng cepat membuat Heechul sedikit terkejut dan terperangah.

“Aku ditolak sebelum bilang putus denganmu, Heenim..” Lanjut Hangeng dengan sedikit senyuman canggung seraya memegang rambut bagian belakangnya.

Heechul memandang Hangeng tak mengerti. ‘Wookie menolak Hangeng??’ Batin Heechul masih tak percaya.

“Ketika aku menyatakan cinta pada Wookie , dia menolakku dengan alasan kalau kau teman baiknya…” Ucap Hangeng sembari menyandarkan tubuhnya pada dinding pagar apartement kecilnya itu. “Sungguh , aku jadi merasa seperti laki-laki paling payah didunia…” Lanjut Hangeng lirih tanpa memandang Heechul.

Sementara Heechul tetap mendengarkan penjelasan Hangeng secara saksama , pikirannya melayang mengingat Ryeowook. ‘Kenapa?’ begitu pertanyaan berkelebat dibenaknya.

“Karena itu , aku merasa aku tidak bisa menjadi laki-laki yang baik untukmu Heenim , dan aku rasa aku memang tidak pantas untukmu..” Kali ini Hangeng kembali menoleh ke arah Heechul.

“Wookie itu sangat baik , Heenim , sangat jarang teman seperti dia. Kau harus jaga baik-baik sahabatmu itu..” Ucap Hangeng lagi seraya mengusap puncak kepala Heenim.

Heechul diam tanpa kata. Bibirnya seolah terkatup rapat tak terbuka. Sebaik itukah dirimu , Wookie? Kenapa kau masih memikirkanku? Bibirnya tertutup lidahnya diam , tapi tidak dengan hatinya. Hatinya terus berbicara memikirkan Ryeowook sahabatnya.

“Lain kali, kau harus menemukan laki-laki yang lebih baik ya Heenim , tidak seperti diriku yang plin-plan dan tidak punya pendirian ini. Bahkan kalau bisa carilah laki-laki yang sifatnya baik seperti Ryeowook..” Tambah Hangeng lagi.

Melihat Heechul yang terus diam , Hangeng jadi sedikit tambah merasa bersalah. “Apa boleh buat? Kau boleh membenciku kalau kau mau , Heenim. Meskipun…” Hangeng kembali menggaruk bagian belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu untuk yang kedua kalinya. “Aku tidak sanggup kalau kau mendiamiku… ehm kalau bisa ditempat kerja nanti kau jangan mengacuhkanku ya Heenim?” Tanya Hangeng sedikit memohon.

Heechul sedikit memaksakan senyum manisnya , diusapnya jejak air mata yang tadi keluar, “Aku … aku mana bisa membencimu , Han…” Sahut Heechul.

“Baguslah kalau begitu … aku berangkat kuliah dulu ya , Heenim. Sampai jumpa ditempat kerja nanti… ” Pamit Hangeng sembari kembali mengusap puncak kepala Heechul sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan gadis itu berdiri didepan apartementnya.

“Aku memang tak mungkin bisa membencimu , Han. Tapi soal Wookie…”

***

“Krieeett!!!”

“Heenim , kau datang terlambat?” Sebuah suara yang diketahui berasal dari seseorang bernama Ryeowook langsung menginterupsi ketika Heechul baru saja masuk ke kelasnya.

Ya Heechul memutuskan kembali kesekolahnya pada jam istirahat ini, dia ingin berbicara pada Ryeowook. Membicarakan hal yang mungkin memang seharusnya dia bicarakan sejak awal. Tanpa harus membuat Hangeng menjadi merasa bersalah seperti tadi , dulu.

“Wookie … aku ingin bicara padamu…” Ucap Heechul didepan teman-temannya yang lain.

“Bicara apa?” Tanya Ryeowook masih dengan senyumannya , namun sedikit bingung dengan sikap Heechul yang tidak seperti biasanya.

“Bisa kita bicara ditaman belakang?” Tanya Heechul seperti meminta persetujuan Ryeowook terlebih dahulu. “Sekarang..”

***

Angin berembus sepoy menggoyangkan dedaunan rapuh yang berada diatas pohon – pohon yang rindang. Tak ayal dedaunan tua itu jatuh berguguran karena terpaannya. Dibawahnya , Heechul berdiri , memandang kosong ke arah depan, membelakangi seseorang yang ingin diajak bicara olehnya tadi.

Hening. Sempat hening beberapa saat , tak ada yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu. Sampai akhirnya Heechul memutuskan membuka suaranya.

“Soal Hangeng , sebenarnya kau juga menyukainya kan , Wookie?” Tanya Heechul to the point tanpa berbalik menghadap Ryeowook.

“Ah , itu…” Entah mengapa lidah Ryeowook jadi terasa kelu untuk berbicara.

“Jangan sungkan. Aku dan Hangeng sudah putus , jadi kau boleh berpacaran dengannya..” Potong Heechul cepat sembari memejamkan matanya. Bagaimanapun ini demi kebahagian Hangeng dan Ryeowook , dua orang yang sangat dicintainya.

“Tentu saja!” Sahut Ryeowook cepat membuat Heechul sedikit terkejut , tercengang lebih tepatnya.

“Eh?” Heechul membalikan tubuhnya menghadap Ryeowook yang kini tengah menyeringai.

“Aku sudah menyukai Hangeng sejak lama…” Ryeowook sedikit memberi jeda pada perkataannya. “Dan mendengar kalian putus. Sungguh aku sangat senang. Sebentar lagi aku akan katakan pada Hangeng kalau aku menarik perkataanku karena ternyata aku menyadari bahwa aku menyukainya , setelah itu aku dan Hangeng akan menjadi sepasang kekasih… Tenang saja , kau masih bisa berteman dengan kami Heenim …” Ucap Ryeowook sedikit memberi penekanan pada kata Heenim.

“Wookie… kau?”

“Kenapa? Kesal karena telah kalah dariku?” Sahut Ryeowook sinis. Wajah lugu dan polos Ryeowook tadi sungguh tak terlihat lagi kini. “Pasti iya! Teman-teman sudah tahu kalau Hangeng memutuskanmu untukku..” Sambung Ryeowook lagi.

Heechul mengepalkan tangannya geram. Tidak mengerti kenapa Ryeowook jadi seperti ini.

“Selama ini kau memandang rendah diriku, bukan?” Tanya Ryeowook langsung. “Huh, kau bilang ‘boleh berpacaran dengan Hangeng’.. kau fikir siapa dirimu?” Tanya Ryeowook sembari menghela nafas.

Heechul menggelengkan kepalanya. “Tidak! Tidak seperti itu Wookie .. aku tidak pernah sekalipun memandang rendah padamu. Bukankah kita teman?” Seru Heechul pada Ryeowook.

“Teman?” Ryeowook mengulang ucapan Heechul dengan sinis. “Memangnya apa arti teman untukmu? Orang yang bisa kau suruh-suruh seenaknya? Atau orang yang bisa kau anggap rendah? Oh atau orang yang sama sekali tak berharga dimatamu? Itu yang namanya teman?” Tambah Ryeowook lagi pada Heechul.

Heechul menggigit bibir bawahnya. “Wookie … aku…”

“Asal kau tahu ya , Heechul. Aku membencimu dari dulu!!” Seru Ryeowook sebelum akhirnya pergi meninggalkan Heechul yang masih terpaku tak percaya dengan sikap Ryeowook barusan. Ini bukan Ryeowook yang dia kenal sejak dulu. Berbeda. Sama sekali berbeda.

“Tidak!! Tidak boleh begini…!!”

Heechul memutuskan berlari menyusul Ryeowook yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya ke kelas.

***

“Brakkk!!!”

Dengan kasar Heechul membuka paksa pintu ruang kelas. “Wookie!!” Seru Heechul kemudian. “Hh… Hh…Hh….” Terdengar deru nafas yang memburu darinya.

Semua mata sontak langsung mengalihkan pandangannya pada Heechul yang baru datang.

“Dasar orang jahat!” Cibir Eunhyuk kemudian.

“Tega-teganya kau berbuat seperti itu pada teman baikmu sendiri..” Tambah Sungmin.

“Padahal kan kau diputusin karena sifat jelekmu sendiri. Kenapa menyalahkan Wookie?” Kali ini si magnae Henry ikut-ikutan memberikan komentar.

Sedang Heechul hanya menatap bingung dan tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. Ryeowook menangis.

“Tidak , ini bukan salah Heechul. Wajar saja kalau Heechul marah padaku.” Sergah Ryeowook dengan deraian air mata keluar dari pelupuknya.

What? Marah? Bahkan tadi dia ingin merelakan Hangeng dengan Ryeowook. Kenapa jadi begini? Batin Heechul terus bergejolak membantah. Namun tak satupun kalimat itu keluar dari mulutnya.

“Memang hiks , memang aku yang salah , wajar saja kalau Heechul marah…” Ucap Ryeowook lagi.

“Sudah Wookie! Kau itu terlalu baik padanya..” Potong Sungmin.

“Iya , sudah jangan pedulikan dia lagi…” Tambah Eunhyuk.

Heechul mengepalkan tangannya keras. “Hey! Kalian! Ryeowook itu sedang ber-akting. Kalian sedang dibohongi olehnya…” Teriak Heechul kemudian karena tidak tahan dengan sikap pura-pura Ryeowook.

“Sudahlah , Heechul. Jangan berbicara yang tidak-tidak tentang Wookie…” Sela Henry memotong seruan Heechul.

‘DEG!’

‘Tidak ada yang percaya padaku…’ Batin Heechul.

Heechul menunduk pasrah. Dikepalkannya kedua tangannya. Sementara Eunhyuk , Sungmin dan Henry memandang sebal ke arah Heechul, Ryeowook menyeringai dalam diamnya yang tidak disadari oleh ketiga teman yang membelanya tadi.

“BRAKK!!”

Heechul langsung pergi meninggalkan kelas dengan membanting daun pintu kelasnya.

‘Benar!! Tidak ada yang percaya padaku. Aku saja sulit percaya!!’

***

Heechul melangkah gontai menuju tempat kerjanya. Ini memang bukan jamnya , tapi ini sudah jamnya Hangeng. Jam kerja mereka memang berbeda. dengan kekuatan yang masih tersisa dia buka pintu yang sudah terpampang tulisan Open didepannya.

“Ting!”

Bel penanda tamu masuk berdentang. Sang Manager tempat mereka bekerja sedikit bingung dengan kehadiran Heechul yang masih terlalu awal disana. “Heechul jam kerjamu kan masih 3 jam lagi…?” Tanya Sang Manager yang diiyakan oleh Heechul dengan anggukan kepalanya.

“Iya , aku tahu , tapi apakah aku boleh berbicara sebentar dengan Hangeng, Pak? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya sebentar..” Ucap Heechul meminta ijin sang Manager.

“Yasudah kau langsung ke pantry saja , biar nanti aku panggilkan Hangeng untuk menemui disana…” Sahut Sang Manager.

“Baik , Pak. Terima kasih sebelumnya..”

Heechul langsung beranjak menuju pantry, ruangan yang berada disamping dapur.

“Aku dan Hangeng telah dibohongi oleh Wookie… aku harus segera memberi tahu , Hangeng.” Tekad Heechul kuat.

***

Heechul terus mengayunkan kakinya diatas kursi tinggi yang tengah dia duduki sekarang. Diambilnya sebuah gunting yang berada diatas meja diruang pantry tersebut untuk menggunting-gunting kertas kecil yang berada didekatnya. Hanya sekedar untuk membuang rasa bosannya menunggu kedatangan Hangeng.

“Hangeng pasti percaya padaku..” Seru Heechul yakin.

“Percaya apa?!” Tanya Sebuah suara tiba-tiba.

“Ah , Han…” Heechul meletakan kertas yang sudah tak berbentuk lagi itu ke meja.

“Kau baik-baik saja, Heenim?” Tanya Hangeng ketika mendapati wajah pucat Heechul.

“Maafkan aku , Han. Padahal kita sudah putus. Tapi aku terus mengganggumu..” Sesal Heechul.

“Tidak apa , bukankah kita teman? Jangan merasa sungkan padaku, Heenim-ah..” Ucap Hangeng sembari mengusap puncak kepala Heechul.

“Terima kasih , Han.”

“Ngomong-ngomong , apa yang kau ingin bicarakan , Heenim?” Tanya Hangeng to the point.

“Ini soal Wookie…” Ucap Heechul sedikit tertunduk.

“Wookie? Ada apa dengannya? Tadi kayaknya dia baik-baik aja…”  Timpal Hangeng.

Heechul langsung mengangkat kepalanya terkejut. “Tadi?” Tanyanya dengan tangan terkepal memegang gunting yang tadi dia gunakan.

“Iya , tadi Wookie menghubungiku… tadi Wookie bilang kau sedikit aneh , Heenim-ah.” Jawab Hangeng. “Wah , ternyata kalian benar-benar sangat perhatian ya , saling mengkhawatirkan satu sama lain.. Aku jadi iri denganmu , Heenim. Biar bagaimanapun kau harus menjaga Wookie , Heenim. Teman seperti Wookie sangat sulit untuk ditemui.. ” Tambah Hangeng sembari menyunggingkan senyum manisnya.

‘DEG!’

Sejurus kemudian Heechul langsung mengeluarkan air matanya. Tanpa bisa ditahan , air mata terus saja keluar dari pelupuknya.

“Seperti biasa kalian berteman baik ya…”

“SRETT!!!”

“JLEB!!”

***

Kelopak bunga mawar yang mekar…

Kuberikan padamu…

Dengan dua tangan penuh…

Berharap kau selamanya untukku…

Lihat?

Aku sudah mewujudkan ramalan dari peramal itu..

Membuatmu hanya untukku ,

Selamanya berada disisiku..

 

Kini tidak akan ada lagi yang mengusik kita..

Menganggu berniat merusaknya..

Tak kan ada lagi..

Karena cinta kita telah abadi…

 

“Wookie!!! Lihat!!” Seru Eunhyuk ketika melihat Ryeowook muncul dari kelasnya sembari memberikan sebuah surat kabar.

“Ada apa , Hyukkie?” Tanya Ryeowook bingung melihat wajah pucat Eunhyuk dan teman-temannya yang lain.

“Baca ini!!”

“SEORANG GADIS REMAJA DIDUGA BUNUH DIRI SETELAH MEMBUNUH PACARNYA DENGAN SEBUAH GUNTING KECIL!!”

***

END

Hyaaaa *lap keringet* gimana-gimana fanfictnya? Komen ya ^^

Yang minta password wajib KOMEN!!

Jangan bilang nggak bisa komen ya , gampang kok cara koment di wordpress. Ini stepnya :
1.Isi nama kalian dikolom nama pengguna atau nickname.
2. terus masukan alamat email kalian dikolom Email , bisa email facebook , email twitter ataupun email lainnya.
3.Kemudian tulis komentar kalian.
4.Setelah selesai , pilih Post Comment.

Mudah kan ? Ayo readers budayakan read and review ya ^^

Ghamsa ~

NO BASHING!!

Advertisements

Protected: Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Romance / Friendship / Nerd Girl / Part 13

This content is password protected. To view it please enter your password below:


The Anchovy HyukJae

Hey
The Anchovy Boy!!!
I still remember first time I see you..
I hung up my laptop , thats night..
Something happened for the first time..
Deep inside…
It was a rush … what a rush…
That’s time I believe that..
That day is first time I feel fall in love with you..

 

(more…)