Read it and Enjoy it ~

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Fantasy / Romance / Friendship / IKIMONOGAKARI / Part 5

Tittle : IKIMONOGAKARI

Part : 5 of ?

Cast : Lee Sungmin , Cho Kyuhyun , and other cast

Author : Dimas GK

Editor : LidyaNatalia

Genre : Fantasy, Fighting, Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rate : Teen

Warning : Don’t Like Don’t Read!

Summary : If  you die I’ll never forgive you…

Lidya’s note : Okay , guys , this isn’t my Fiction , this is my friends fiction. Ehm , well , aku cuma mau saranin , baca pelan-pelan fiction ini , jangan terburu-buru , karena perlu pemahaman tinggi buat mengerti isi ceritanya #pengalaman ~

So , yang udah baca jangan lupa tinggalkan jejak ya~

Let’s check this out …

==IKIMONOGAKARI_Chapter5==

Der Junge, der alles wissern möchte

Der Junge, der nichts weiβ

Wenn du groβ bist , verstehts du sagte die Mutter

Der Junge, der alles sofort wissen möchte

*Flashback*

“Heyy!! Itu anak mu?” Tanya Mrs. Janet dengan antusias terbukti dengan matanya yang berbinar tatkala menatap kedua anak kecil didepannya.

“Iya mereka berdua anakku…” Jawab seorang perempuan berambut putih panjang. Dia menunjuk dua bocah kecil yang berdiri di belakangnya sambil menarik baju ibu nya dengan mata bulat penuh polos memandang takut ke arah orang yang bagi mereka sangat asing dihadapan mereka.

“Kembar ya? Kok rambut mereka berbeda?” Mrs. Janet kembali bertanya seraya meletakkan tangannya di ujung dagunya dan sesekali mengusapnya tanpa arti.

“Iya..  anak perempuanku yang pirang ini lebih mirip dengan ayahnya.. haha… “ Tawa kecil dari sang ibu membuat kedua anaknya melihat wajah ibu mereka.

“Oh ya, apa melahirkan itu menyakitkan??” Bisik Mrs. Janet pelan dengan raut wajah takut-takut namun penuh rasa penasaran.

“Hmph.. kau akan mengetahuinya nanti..” Perempuan itu tersenyum lebar. “Nah kau belum tahu namanya kan? Kenalkan, yang pirang berambut dan panjang ini bernama Sungmin. Ayo ulurkan tangan mu sayang…. ” Ucapnya kepada sang buah hati dengan memberikan sedikit dorongan pada tubuh mungil buah hatinya tersebut dengan lembut.

Bocah kecil itu menurut dan mengulurkan tangannya yang manis kepada Mrs. Janet.

“Kalau yang ini namanya Heechul. Dia sedikit pendiam…” Heechul berjalan pelan dan menghampiri Mrs. Janet dan ia mengulurkan tangannya.

“……”

Anak itu tak berbicara apa-apa. Dia hanya menatap mata Mrs. Janet lurus tanpa pandangan takut-takut seperti saudari kembarnya.

Mrs. Janet sedikit menarik sudut bibirnya mencoba untuk tersenyum ramah , walau agak sedikit kikuk dengan tatapan Heechul barusan. “Kenalkan namaku Mrs. Janet…heehee..” Mrs. Janet tersenyum dengan polosnya. Bocah itu menjadi malu dan kembali ke belakang ibunya.

“5 tahun lagi mereka akan masuk E.L.F jadi mohon bantuannya ya…” Perempuan itu kembali tersenyum sembari membungkuk dalam pada Mrs. Janet.

“Aku akan berusaha sebaik mungkin!!” Mrs. Janet berkata sambil mengepalkan tangannya penuh semangat percaya diri yang menggebu.

Perempuan tersebut tersenyum penuh arti. “Aku mengandalkanmu.. Mrs. Janet Tu Odeschwanck.”

*flashback end*

==IKINOMOGAKARI==

Setelah menerima Senjata dari Mrs. Adelia, Kibum pergi ke atap sekolah. Ia bermaksud menenangkan diri disitu. Ia berjalan meyusuri anak tangga yang panjang dengn sedikit berlari. Sesampaiya disana Kibum membuka pintu dan melihat pemandangan atap sekolah dengan lantai marmer dan pagar besi yang menghalanginya.

Setelah mendapatkan tempat yang tepat , ia merebahkan tubuhnya di lantai dan melihat ke langit. Kibum tidur telentang berbantalkan tangannya di atap sekolah  yang luas. Ia memandang langit biru dengan awan yang berarak dan angin yang berhembus sepoi-sepoi.

“Hoahhmmm….” Kibum menguapkan mulutnya lebar kala tubuh dan pikirnya terkena terpaan angin yang berhembus pelan yang seakan menggodanya untuk memejamkan mata.

“Sudah 5 tahun aku berteman dengan Sungmin. Sepertinya aku masih mengingat waktu pertama kita bertemu… ”

*flashback*

_Kibum’s POV_

-5 tahun lalu…

Aku hidup di keluarga keturunan bangsawan. Orangtuaku sangatlah kaya raya, mainan apapun akan dibelikan oleh mereka. Rumahku pun ada di jalanan tersendiri dengan taman dan kolam renang pribadi. Kedua orangtuaku sangat sibuk mengurus masalah bisnis Logistik antar kota. Tetapi walaupun begitu, mereka masih sempat untuk bermain dan menyempatkan waktu  bersamaku. Di mata orang keluarga kami begitu sempurna tanpa adanya kekurangan.

Pada Suatu hari mereka pergi mengantarkan bahan –bahan Logistik ke daratan Glasis, Perbatasan antara Kota Lacrimost dan Daratan merah Kematian yang menjadi medan perang. Aku ditinggal sendiri bersama Butler dan maid ku.

“Bummie, Jagalah rumah ini. Aku dan ibumu akan pergi mengantarkan Logistik untuk saudara kita.” Ucap Ayah dengan lembut sambil mengusap kepalaku. Waktu itu masih memegang boneka beruang Wawa ku.

“Betul Bummie… kau jangan nakal nanti dirumah ya.  Ayah dan ibumu akan kembali beberapa bulan lagi.” Tambah Ibuku ketika itu.

Ibu mencium pipiku dan mereka berdua pergi memakai kereta kanavan. Mereka tersenyum ke arahku dan melambaikan tangan mereka. Kereta itu berjalan dengan kencang dan menghilang di jalan ke luar Lacrimost. Tiba- tiba Aku  merasakan firasat buruk yang akan menimpa mereka.

Kehidupan ku kembali biasa. Walaupun tak ada rrangtuaku aku bisa bermain dengan Butlerku. Keseharianku diisi oleh kesenangan dan kebahagiaan tanpa kesepian yang berlanjut.

Tetapi tanpa disadari olehku yang masih kecil, tragedi demi tragedi datang. Yang pertama terjadi  pada hari ke-355, 5 tahun lalu. Ada seorang teman ayahku yang membawa kabar berita tentang tewasnya orangtuaku. Mereka terbunuh oleh seorang bocah perempuan seumuranku. Ia membantai seluruh pasukan dan komandan disana sendirian. Sang teman ayahku berkata sambil mengambil nafas dan terengah-engah.

Kontan aku tak percaya dan tertawa di waktu itu. Tapi teman Ayahku menjelaskan ini bukan Kebohongan, ia bersumpah melihat mayat kedua orangtuaku dikremasikan disana.

“Ini Bohong!! Bohong!! Mereka berjanji kepadaku akan pulang mereka Bohong!!” Racauku tak jelas.

Hey! Saat itu aku masih terlalu kecil untuk menerima kabar buruk seperti itu, bukan? Bahkan mungkin, kalau saat itu aku sudah berumur seperti sekarang, aku yakin aku juga masih akan tetap terkejut dengan kabar buruk yang tiba-tiba itu.

“BRAKKK!!”

Kubanting pintunya seakan-akan aku meluapkan amarahku. Airmataku mengalir dadaku sesak. Mukaku memerah, perasaan ku tercampur antara amarah dan kesedihan.

Hati polos kecil ku terus bertanya-tanya. Mengapa ini semua terjadi ? Dan siapa anak kecil itu?

Esoknya, aku datang bersama butlerku ke makam orangtuaku. Aku menaruh bunga kamboja dan lilia putih kesukaan ibuku, di depan makam mereka. Aku seperti tak punya semangat dan tujuan hidupku lagi.hari ini hujan begitu deras seperti langit ikut menangis kehadapanku.

Aku benci hidup ini.

Aku tak suka .

Mereka Bohong kepadaku.

Aku lari dari rumah berlari tanpa arah yang jelas. Berlari dan terus berlari. Kulihat sebuah jembatan terlintas di dalam benakku untuk bersembunyi di bawah jembatan. Sesampainya disitu aku duduk termenung dan  Menatap air yang mengalir dengan derasnya. Aku iri dengan air yang mengalir. Aku ingin hidup seperti air, tak perlu merasa kehilangan. Kusentuh air itu dengan jari jemari ku.

“Byuuurr!!”

Tetapi sepertinya kekuatan arus air itu membuat ku kewalahan dan aku pun terbawa arus itu. Ini gawat!! Aku tak bisa berenang!! Seseorang tolong aku!!

“To.. tol pfha tol bbblrllplp….Tolong!!”

Nafasku sesak aku tak bisa mempertahankan kesadaranku. Dalam hati aku berpikir kalau aku mati aku akan menyusul mereka. Betul juga lebih baik aku mati saja..

Kulihat bayangan sesorang berambut panjang menarikku ke atas permukaan air.

“Kau pegang erat tanganku!! Jangan lepaskan!” Seru seorang perempuan kecil sambil membawa aku yang kesadarannya samar-samar ke ujung sungai yang deras.

“Hyaaaa…” Aku berhasil terangkat. perempuan kecil itu mengambil nafas karena kecapekan.

“Haah.. haah.. Kau!! Apa-apaan sih main di tempat seperti ini! Jangan permainkan nyawamu!!!” perempuan itu membentak dengan keras.

“Kau jangan ikut campur!!” Aku membalas bentak kepada perempuan itu.

“PLAAKK!!!”

Sebuah tamparan mendarat di pipiku.

“Kau pikir kalau kau mati akan menyelesaikan masalah?”  Bentaknya lagi kepadaku. Ia benar-benar errrr…. kelihatan marah.

“Memangnya tahu apa kau tentang masalahku?! Hah?” Aku sedikit merasa emosi.

“Aku memang tak tahu masalah mu! Tapi… apa dengan begini kau akan puas? Bagaimana orangtuamu? mereka akan sedih ketika kau meninggalkan mereka. Kalau misalnya kau tak memikirkan mereka mati saja sana!”  Seru perempuan itu dengan satu tarikan nafas tanpa jeda sedikitpun.

Aku terdiam. Tak bicara apa-apa..

“Huh!! Bahkan untuk bilang terimakasih saja tidak!” Lanjut si perempuan itu.

“Mmaaf .. aku aku..  huaaaaa !!!”Aku menangis meluapkan kesedihanku yang kupendam.

“Hhhh… ya sudahlah.. sepertinya aku yang salah.  Maaf ya? ” Perempuan itu mengulurkan tangannya yang mengarah kepadaku. “Oh,ya namamu  siapa?” Lanjutnya.

“Namaku Kibum, Kim Kibum ..” Jelasku sambil terisak.

“Kalau aku Lee Sungmin salam kenal ya …”

_End of Kibum’s POV_

*flashback end*

Kibum terkekeh karena ingatan pertemuannnya dengan Sungmin. Tapi ingatan itu terhenyak karena sesuatu ledakan besar membuat badai debu sekilas

“Segel #3 Tridenta!!”

“BLARRRR!!!!”

“!!!”

Kibum berlari ke arah sumber suara disana ternyata di gedung sebelah terdapat Gogon Hitam yang besar dan 1 orang memakai kacamata memegang buku.

Di lubang itu terlihat Sungmin yang kaget dan Kyuhyun yang terjatuh. Secara intuisi Kibum berkata, “Dia mengincar Sungmin!!!”

==IKINOMOGAKARI==

-Lorong kelas-

Mrs. Janet berlari mencari asal ledakan tadi. Dia berlari ke kelas –kelas.

“Apa disini ada Lee Sungmin??” Tanya Mrs. Janet dengan nafas terengah-engah.

“ Tidak, tak ada!” Jawab sang guru yang sedang mengajar.

“Maaf!!” Mrs. Janet kembali berlari ke koridor koridor. Dan kejadian seperti tadi terus berulang hingga beberapa kali.

“Kelas menembak? Bukan! Kelas memasak? Bukan! Pasti ada di kelas meramu milik Aria!!”

Mrs. Janet kembali berlari ke arah Kelas Ms. Aria yang ada di gedung sebelah sambil membawa Naginata dan Pedang Aeon di belakangnya. Ia berlari sekuat tenaga untuk sampai tepat pada waktunya.

Sementara itu…

“Adududuh!!” Kyuhyun jatuh terduduk karena efek ledakan. Ia melihat seseorang seumurannya memakai kacamata dan membawa buku diatas Kepala Gogon yang dijulurkan seperti jembatan.

“Hmph… sepertinya dia bukan .. ”Gumam Hangeng sendirian.

“Apa kau sudah menemukannya? Jangan membuatku menunggu Hangeng!” Seseorang keluar dari singgasana Gogon itu.

“Kyuhyun? Kau tak apa-apa?” Sungmin menolong Kyuhyun yang terjatuh dan membantunya berdiri.

“Sepertinya dia…” Tunjuk Hangeng ke Sungmin, ia memberitahukan Heechul kepada orang yang dicarinya selama ini.

Sungmin dan Kyuhyun kontan menoleh tatkala mendengar Hangeng berseru lantang.

“Kau …” Kata- kata Sungmin terputus tatkala dia melihat ke arah orang yang menyebutkan namanya dengan lantang tersebut.

DEG!

DEG!

DEG!

Jantung Sungmin berdetak lebih cepat . De Javu itu kembali lagi.

Sungmin tiba- tiba ada di ruangan yang gelap.

Ruangan itu berwarna abu-abu dengan diterangi cahaya bulan seorang anak perempuan kecil berambut putih dengan noda darah di pipinya. Mayat yang bertumpuk diantara mereka. Mereka berdua terdiam. Tetapi perempuan kecil itu membuka mulutnya.

 

“Mengapa? mengapa kau membunuh mereka?”

 

Keadaan menjadi hening… Keringat jatuh dari pelipis Sungmin. Pada saat yang bersamaan darah juga jatuh dari pipi anak itu.

 

“Jika kau membunuh mereka aku akan membunuhmu…” Sahutnya dengan tatapan tajam menusuk ke arah Sungmin.

 

“!!!” Sungmin sedikit tersentak dengan apa yang dikatakan oleh perempuan kecil itu.

“Sungmin Jangan bengong!!” Kyuhyun membangunkan Sungmin dari de javu yang terlintas di pikirannya.

“ Sudah lama ya, Lee Sungmin… “ ucap Heechul dengan nada tajam penuh sirat kebencian.

“Keluarlah… Medo No Shirayuki!!!” Heechul mengambil pedang dari dimensi lain yang mengeluarkan aura hitam dan gelap.

“LEE SUNGMIN!! “ Teriak seseorang yang berada di depan pintu kelas.

“Bunuh!” Heechul langsung berlari dengan mengacungkan pedang ke arah Sungmin.

Sungmin menoleh kearah pintu kelas terlihat Mrs. Janet yang memasang kuda-kuda dan mengambil pedangnya.  Disaat yang bersamaan Heechul makin dekat dan….

Tiba-tiba

“Segel # 98 Mist!!!”

“WUUSH!!!”

Sebuah kabut yang pekat dan putih menghalangi pandangan Heechul. Kontan ia terhenti seketika. Ternyata segel itu diucapkan oleh Aria Links

“Hmm..” Heechul memejamkam matanya dan mengandalkan instingnya.

==IKINOMOGAKARI==

-Di luar Kelas-

“Terima kasih atas pertolonganmu Aria!” Mrs. Janet , Kyuhyun dan Sungmin tiba-tiba ada di depan kelas.

“Tak usah berterima kasih padaku.. cepat kalian pergi dari sini!!” Titah Aria dengan cepat.

“Baik, ayo kalian berdua!! Murid yang lain akan diurus oleh Aria Ayo cepat !” Ajak Mrs. Janet ke Kyuhyun dan Sungmin

“ Ne !”  Kyuhyun mengikuti perkataan Mrs. Mrs. Janet  sementara Sungmin mengangguk.

==IKINOMOGAKARI==

“Segel  #02 Dandelion!!!”

“Huh, ternyata kabut ini memang dipasang Kekkai Mistis. Hangeng!!” Heechul mulai kesal karena kabut yang terus menghalangi pandangannya.

“Baik!! Segel #21 De-select!”  Hangeng langsung mengerti apa yang diperintahkan Heechul.

Kabut itu berangsur angsur menghilang tapi, ada sesuatu yang besar di depan mereka berdua.

“Ternyata dia Aria Links Komandan si ‘Wizard of Tree’.” Hangeng berkata dengan penuh waspada, begitu juga Heechul.

Terlihat bunga Dandelion raksasa yang ditunggangi oleh Aria Links.

“Ayo Danddelion Sayang ku, hanguskan para penyelundup ini..”  Sambil mengusap kepala bunga itu.

“BRUSHHHH!!!”

Semburan api membakar Gogon perang itu. Tentu saja Gogon itu jatuh ke bawah dan hancur.

Hangeng dan Heechul Menghindar dari Semburan api itu.

“Segel #8 Ice Snow Cannon!!” Hangeng membalas dengan meriam bola Salju yang berada di depan mereka. “ Tembak!!  Hangeng memerintah cannon itu untuk menembak.

“DUARR! !”

“Percuma .. Dandelion tak akan mati karena serangan lemah seperti itu .. ” Aria Links terseyum licik.

Heechul berlari ke arah pintu, tetapi di halangi oleh Dandelion Aria Links

“Tembakk!! ”

Bola meriam menghancurkan akar bunga yang menghalangi Heechul, Heechul langsung kembali berlari mengejar mereka.

“Hmmm.. walaupun kau menghancurkan akar bungaku, ini akan berubah kembali ke keadaan semula. Satu lari yang satu tetap bertahan ..  kau akan melawanku?  Ini akan menjadi pertarungan yang cepat.” Ucap Aria dengan senyum sinis.

“Ya aku jamin itu…” Hangeng menjawab perkataan Aria dengan tersenyum penuh misteri.

==IKINOMOGAKARI==

“DRAPP!!”

“DRAP!!”

“DRAPP!!!”

Sungmin, Mrs. Janet dan Kyuhyun berlari menyusuri sekolah. Mereka menuju pintu Gerbang Sekolah yang ada di depan Sekolah.

Tanpa disadari Kyuhyun, Mrs. Janet dan Mrs. Adelia yang tiba-tiba saja sudah bergabung bersama mereka, Sungmin masih kalut dan gelisah dengan hal tadi.

“ Nona Adel, bisa kau beritahu aku siapa yang berniat membunuhku tadi?” Sungmin bertanya sambil terus berlari.

“ …… nanti kau akan kuberitahu masalah ini.” Sahut Mrs. Adelia pada akhirnya.

***

“PERINGATAN Siaga 1 sudah mencapai sekolah kita!! Para murid diharapkan keluar dari gedung sekolah dan pergi ke pos Pengamanan yang ada di gerbang.. !! Kuulangi ini hal darurat tolong jangan tergesa-gesa ketika keluar dari pintu Sekolah!!”

“Adelia …“ Mrs. Janet bergumam di dalam pikirannya.

“Disitu!”Mrs. Janet menunjuk di ruangan nya. Ruangan itu tepat untuk bersembunyi.

“Brakkk!!!”

Mereka bertiga masuk dan mengunci pintu ruangan Mrs. Janet. Kyuhyun dan Sungmin mengambil nafas, sementara Mrs. Janet mengambil barang bawaannya.

“Sungmin, Kyuhyun ini senjata kalian. Pergunakanlah sebaik-baiknya. Walaupun disini kalian belum mempelajari Segel., aku tahu kalian akan bisa di kemudian hari.” Titah Mrs. Janet pada Kyuhyun dan Sungmin.

“Tapi, Mrs. Janet…” Kyuhyun memotong pembicaraan.

“Tidak ada tapi-tapian. Ini keadaan yang paling genting. Kau adalah laki-laki yang ditakdirkan untuk melindungi Sungmin. Jadi kutitipkan Sungmin kepadamu… ” Jelas Mrs. Janet

Sungmin terdiam.. tiba-tiba ia mulai berbicara.

“Sebenarnya siapa dia Mrs. Janet? Tiba-tiba datang dan ingin membunuhku…” Sungmin berbicara dengan penuh rasa penasaran di dalam hatinya.

“Aku mengerti keadaanmu yang ingatannya dihapus oleh para petinggi, tapi mau tidak mau . kau harus menerima kenyataan ini..” Mrs. Janet berkata dengan mimic wajah yang serius.

“Maksudmu?” Sungmin makin bingung.

“Dia adalah kakak kandung kembarmu.. yang bernama Heechul Minamoto”

“A.. pa ?” Sungmin sangat terkejut dengan perkataan Mrs. Janet yang  Terlalu mencengangkan.

“Aku akan menceritakan lebih lanjut bagaimana dia ingin membunuhmu. Tapi, melihat keadaan seperti ini aku akan menahan dia dalam sekejap. Kalian harus lari ketika kesempatan itu terbuka…”

“Aku tidak akan lari!” Sungmin sedikit berteriak pada Mrs. Janet.

“Jangan membangkang apa perkataanku! Kau ini hanya seseorang yang akan tewas jika melawannya! ingat kau masih belum mempelajari apapun tentang hal–hal pertarungan!!” Mrs. Janet membalas bentakan Sungmin.

“Mrs. Janet benar Sungmin, kita harus lari dari sini. Kita serahkan semuanya ke Mrs. Janet..” Kyuhyun mengenggam tangan Sungmin untuk membujuk Sungmin.

“Cih!!” Sungmin sedikit mendengus. “Baiklah!” Namun pada akhirnya Sungmin menuruti perkataan Mrs. Janet, mereka bertiga berbisik untuk rencana yang nanti akan dilakukan di depan Heechul.

“Kalian mengerti?” Tanya Mrs. Janet.

Sungmin dan Kyuhyun menganggukkan kepala mereka , tanda mereka mengerti rencana Dari Mrs. Janet

“Setelah ini kalian cepat Ccari Kibum-sshi dan pergi dari sini, aku mendapat firasat buruk tentangnya.”

“Ne!!” Sahut mereka berdua.

==IKINOMOGAKARI==

-Tangga Sekolah-

“Sial!! Kenapa bisa jadi begini?” Kibum mendengus kesal sambil terus menuruni anak tangga.

“DRAPP!!”

“DRAP!!”

“DRAPP!!!”

“Tadi tiba- tiba kulihat sebuah kabut putih menyeruak keluar, mereka pasti lari kabur dari entah siapa itu. ” Duga Kibum dalam hatinya.

“Tapi… sebelum aku kesana aku harus menyiapkan dulu peluruku…” Lanjut Kibum lagi.

Kibum mengambil empat selongsong peluru dan masing-masing memasukkannya ke dalam pistol kembar. Lalu masih sambil berlari ia menyarungkannya ke belakang jas sekolahnya..

Ia berlari menuju kelas nona Aria  tapi… sesampainya disana…

Sesosok Bunga Dandelion dengan indahnya berada di dalam Kristal es raksasa, di dalamnya terdapat seorang wanita. Yang sadisnya terbelah menjadi dua secara horizontal dengan darah yang melayang-layang yang tak dipungkiri menjadi es juga

!!!”

“Apa ini…”

Suasana kelas juga berubah menjadi hamparan salju dengan es yang tergantung di atasnya..

Di depan kristal es itu hanya ada tumpukan salju, Gogon yang tadi menghilang dan murid-murid yang lain menjadi patung es yang bermacam-macam.

==IKINOMOGAKARI==

“Kalian bersembunyilah disana!!” Perintah Mrs. Janet kepada Sungmin dan Kyuhyun.

Dalam hati Mrs. Janet. Ia merasa tak karuan dan  bingung dari  penyerangan tadi.

“Sial!!! Kenapa harus sekarang…”

==IKINOMOGAKARI==

“KRIIIIIINGGGG!!!!”

“KRIIIINNNGGGG !!!!!!!”

Terdengar suara bel yang memekakkan telinga. Bel itu menunjukkan bahwa keadaan perang siaga 1 di Lacrimost. Walaupun sang penyerang Lacrimost hanya berada di E.L.F School. Para pasukan bantuan menuju E.L.F untuk mengevakuasi, semua pasukan dikerahkan menju E.L.F School.  Di langit, Gogon berterbangan. Pasukan berkuda mulai mendobrak masuk E.L.F

Heechul berlari di tengah koridor sekolah. dengan tenang, ia mencari ke seluruh kelas dan ruangan yang ada di tempat itu tapi tiba-tiba….

“BRAKKK!!!!”

Sebuah pintu kelas ambruk dan keluar lah para murid yang panik dan berlari menyelamatkan diri mereka.  Derap langkah kaki mereka yang karuan telah membuat Heechul berhenti sejenak dari lari nya dan mulai waspada.

“Kyaaaa!!! Lariiii!!” Teriak salah satu siswi.

“Cepat lari semua!!” Sahut salah seorang siswa .

Mereka berlari kearah Heechul, “Ternyata hanya sampah….” Heechul mengambil pedangnya

“CRASSHHHH!!!!~ ”

Dari luar jendela sekolah E.L.F terlihat dipenuhi darah, didalamnya Heechul kembali menyarangkan pedangnya ke sarungnya.

Ia kembali berlari tiba –tiba ada pesan telepati dari Hangeng

“Nona Heechul, yang kau cari ada di ruang ke 3 di bangunan ke 2 sekolah.” Begitulah isi pesan dari telepati Hangeng. Heechul menaikan sudut bibirnya dingin. Terkesan tampak tersenyum jika dilihat dari jarak jauh, namun siapa sangka kalau itu merupakan seringaian tajam penuh kebencian.

“Mengerti.” Sahut Heechul singkat sembari pergi menuju tempat yang diinstruksikan oleh Hangeng.

==IKINOMOGAKARI==

Sementara itu Hangeng pergi keatap Sekolah dan membuka bukunya.

“Synchronizing…” Buku itu memunculkan peta seluruh sekolah dengan efek teknologi canggih yang dimiliki Hangeng.

“ Searching…”

“Nona Heechul, mereka ada tepat di depan ruangan yang kau tuju…” Terlihat gambar Heechul di layar kecil buku Hangeng yang bergerak kearah lurus.

“Ya.. ” Heechul mempercepat langkahnya dan bersiap mengambil pedang yang disarungkannya tadi.

Ruangan itu berpintu megah dengan plat emas di samping pintunya  yang menunjukkan itu adalah ruang guru. Ruang guru tersebut berada di akhir lorong sekolah.

“Kyaaaa!!!!” Segerombolan siswa terdengar oleh Heechul dari arah bawah tangga. Derap kaki mereka kembali membuat Heechul menoleh dan kembali berhenti.

“Cih!!!” Decak Heechul kesal.

“Gwaaaaa!!!”

Kembali terdengar teriakan yang menuju Heechul. Mereka semua dengan anehnya berlari menuju Heechul tanpa melihat ke depan. Heechul mengeluarkan pedangnya, dan kembali menebas siswa –siswa itu.

“Apakah ini hanya perasaanku saja? Ini seperti diulang–ulang…” Gumam Heechul

Dia kembali melanjutkan larinya.

“DRAPP!!”

“DRAP!!”

“DRAPP!!!”

Heechul sampai di depan pintu megah itu, perasaannya tiba-tiba tertekan oleh sesuatu. Ketika ia memegang kenop pintu itu dan memutarnya ….

“Apa?”

==IKINOMOGAKARI==

Pikiran Mrs. Janet masih berkecamuk, tiba-tiba ia mengingat dan memutar balik ‘kenangannya ‘ bersama Heechul.

*flashback*

-10 tahun lalu setelah tragedi hari ke-360 bulan ke-12 –

_Mrs. Janet‘s POV_

Hari itu bersalju deras sekali, aku pulang dari misi selama 1 minggu di Dead alley dan aku sedang menuju rumahku di Lacrimost Barat. Ditengah perjalanan aku melihat sesorang bocah kecil di atas jembatan. Dia menutupi sebagian tubuhnya dengan sehelai kain lusuh oklat yang usang.

Aku mendekatinya.

“Heyy!!  Kau tidak apa-apa?”  Aku mengusap rambutnya dan menarik kain yang menutupi tubuhnya.

Dia tetap tak bergeming. Rambut putih pendek kubelai pelan. Sepertinya aku mengenal anak ini, tapi dimana ya? Iya! Dia anak sulung dari keluarga Lee.

“Dimana ibumu?” Tanyaku dengan pelan.

“Mereka semua…” Dia mulai menjawab dengan air mata yang mulai menetes.

“Hitam, hitam…. HITAM!!! HITAM!!! KYAAAAAAA!!!!!” Dia berteriak sekencang kencangnya  menundukkan kepalanya dan memegangnya dengan kencang sambil menggeleng-geleng.

“Hey!! Tenang lah!!” Aku berusaha menenangkannya.

“PERGI!!” Dia mengambil pisau kecil dari belakangnya .

Aku berusaha mendekati dan mengambil pisaunya.  Dan berhasil tapi ia mendorongku.

“KUBILANG PERGI!!!”

Aku memeluknya dan membelai rambutnya , ia menangis sekuat-kuatnya

“Tenanglah, aku akan membawa mu kerumahku ya?”

Dia tak menjawab dan mulai tenang.

Satu yang kupikirkan ada apa ini?

Sesampainya di rumahku, ia tertidur di tempat tidurku, kulihat badannya penuh luka yang menghitam dan masih mengeluarkan auranya. Aku mencoba mengobatinya tapi, tanganku malah terkelupas kulitnya dan berdarah. Sepertinya luka ini akan kuteliti di sekolah besok.

-Keesokan harinya…-

Aku berjalan menuju ke ruanganku. Sesampainya disana semua guru memasang muka tegang. Suasana di tempat itu begitu sunyi.

“Kau datang, Mrs. Janet..”  Mrs. Adelia menyambutku dengan ekspresi biasa.

Kami semua mengelilingi Mrs. Adelia yang menjabat kepala sekolah waktu itu.

“Apa kau melihat anak ini?” Mrs. Adelia menyodorkan foto 2 orang bocah kecil yang sangat aku tahu. Heechul dan Sungmin.

“ memang ada apa dengannya ? “ jawabku penasaran

“Kau tak tahu ya? Insiden ini memakan seluruh warga Lacrimost pusat…”  Aria mulai berbicara.

“Benar, awalnya insiden ini berasal dari rumah keluarga Lee ada sebuah cahaya aneh yang mengelilinginya, sekarang , para Penyelidik sedang menuju kesana..” Jelas Aria.

“Insiden apa?”

“Kamipun tak tahu Mrs. Janet, seketika itu juga waktu seakan-akan berhenti.” Mrs. Adelia menjawab sambil menghela nafas.

“Lalu apa hubungannya dengan kedua anak ini?” Tanyaku masih penasaran.

“Kami akan meminta keterangan… kepada mereka…”

“Baiklah terserah kalian saja…” Aku keluar menuju pintu dan kembali ke ruanganku.

Setelah itu, Heechul dimintai keterangan oleh para interrogator penyelidikan, aku menemaninya di ruangan itu, anehnya Heechul tak berkata apa-apa. Ia malah menatap sang interogator itu dengan tatapan benci. Ber menit-menit bahkan berjam-jam Heechul tak angkat bicara. Ia masih tetap diam. Diam membisu.

Aku melihatnya tatapan nya begitu kosong tanpa harapan.

“Ctrek!!”

Pintu ruangan tiu terbuka Mrs. Adelia datang dan memberikan secarik kertas padaku.

“Sudah malam, lebih baik dia pulang, dia tak akan dimintai keterangan. Atasan memberitahu dia hanyalah bocah kecil yang tak berdaya. Jadi mereka memutuskan untuk menjadikannya saksi utama yang dilindungi” Jelas Mrs. Adelia.

“Mulai hari ini dia adalah murid E.L.F maka dari itu kau ditugaskan bertanggung jawab menjaganya…”

==IKIMONOGAKARI_Chapter5==

_To Be Continued_

Advertisements

11 responses

  1. Pingback: [NEWS NASIONAL] Meteor Bone, Fenomena Astronomi Dunia 2009 « ARIFIN CELLULARgroup®

  2. Pingback: [NEWS SAINS & TEKNOLOGI] CEO Perusahaan Ini Ikut Main Film Iron Man 2 Usia 12 menjual software game antariksa, umur 41 tahun membuat pesawat antariksa. « ARIFIN CELLULARgroup®

  3. wwaaahh….
    Serem bgt dh mainnya bunuh2an..
    berdarah2 pula.jdi merinding nih bacanya!
    knapa heechul mau bunuh sungmin?
    apa masalah mereka?penuh dgn misteri..
    oiya yg awal itu bahasa apaan?hurufny ada yg gk dikenal.
    lanjuuuttt

    9 June 2012 at 8:43 PM

  4. Pingback: Masalah Pada Wifi Connection « Cinta Indonesia

  5. Kyumin Aegya

    mainnya perang”an gini ya.. bukannya heechul sama sungmin kembaran?? tapi knapa heechul mau ngebunuh sungmin?? cpet dilanjut deh author-ssi..

    2 July 2012 at 9:55 PM

  6. audynaalsya

    Wiiih! Tambah keren!! Gak sabar baca lanjutannya jadinya, haha 😀

    okeee! Lanjut chingu!

    8 July 2012 at 7:56 PM

  7. Iin artie

    Gyaaa,,, sbenernya ada apa??
    Knp heechul jdi gtu??
    Cpet lanjut chingu udah pnasaran stngah hdup

    8 October 2012 at 8:57 PM

  8. hye ri :)

    *tahan napas*
    menegangkan
    author di suruh cepetan ya #plak
    kkk
    admin bilangin author nya ‘semangat lanjutin n slesein ni ff’
    fighting both of you

    13 February 2013 at 12:24 AM

  9. widi

    Jd tryt hechul m ming saudra kmbr gtu. Trs yg yg ngbantai smw jgn2 hechul lg. Ini bnr2 menegangkan

    26 February 2013 at 8:54 PM

  10. Putri407

    0k,semakin penasaran :-/

    21 September 2013 at 1:39 PM

  11. kyumi wijayanti

    wah ceritanya makin menegangkan.
    ternyata hechull kembarannya sungmin? tidak dapat di percaya, yang satu baik yang satu lagi jahat..

    author minta pw yang diprotec dong.
    twitter:@kyumi90
    facebook:maemy wijayanti

    9 April 2014 at 3:54 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s