Read it and Enjoy it ~

[Oneshoot ] KYUMIN’s Fanfiction / Still / Genderswitch / Romance / Faithful’s Sequel

 

Tittle : Still

Cast : Kyumin

Genre : Genderswitch , Angst , Hurt

Rate: Teen

Length : Oneshoot [ Faithful’s sequel]

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :Hey Readers!! Long time no see you all 😀 Well , I come again after disappear while one week. And Then , this is my new fiction story about Kyumin ^^ If you dislike this Story , don’t read it , okay? Still remember with Faithful ? No ? Oh dear , well if U forget Faithful , you can reread that fiction on my note ^^ 😀

Disclaimer: KyuMin belong to God and KyuMin shipper and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/

 

Let’s check it out the story…

 

***

 

 

“Sungmin bangun…” seru sebuah suara seraya mencoba membangunkan Sungmin.

 

“Sungmin bangun..hey bangun Min..” mencoba sekali lagi.

 

“Hosh! Hosh!” Sontak Sungmin terbangun. Peluh keringatnya membanjiri daerah sekitar wajahnya.  Dilihat sekelilingnya. Tabung , putih, ranjang dan ..

 

Kyuhyun!

 

Sungmin langsung memandang sosok Kyuhyun yang terbaring lemah dihadapannya, “Huft.” terdengar desahan nafas dari mulut Sungmin.

 

“Kau kenapa Min?” Tanya seseorang yang diketahui bernama Dasom tersebut.

 

Sungmin melihat ke arah Dasom dengan wajah tampak kelelahan.

 

“Kau mimpi buruk?” Tanya Dasom sekali lagi.

 

Sungmin mengangguk seraya menggenggam tangan Kyuhyun yang sedang terbaring lemah,  erat.

 

“Kau sudah terlalu lelah, Min. Lebih baik kau pulang saja. Biar Kyuhyun , aku dan para perawat yang menjaganya.” Saran Dasom.

 

“Tidak, Dasom-ah. Aku ingin menjaga Kyuhyun disini. Aku ingin menunggunya sampai dia siuman. Kau tidak perlu repot-repot.” Tolak Sungmin halus.

 

“Tapi kau sudah menjaganya 2 hari ini Minnie, bahkan kau belum tidur kan?”

 

“Tapi bukankah barusan aku tidur Dasom?” Tanya Sungmin.

 

“Itu bukan tidur , tapi tertidur , bahkan kau tadi sepertinya mimpi buruk. Iya kan?” Seru Dasom lagi.

 

Sungmin diam , kemudian mengangguk, “Tapi aku ingin ketika dia siuman aku ada disampingnya Dasom-ah. Aku mohon biarkan aku menjaga Kyuhyun.” Mohon Sungmin

 

“Baiklah Minnie , aku juga tidak bisa memaksamu , bagaimanapun juga , Kyuhyun adalah suamimu dan kau bertanggung jawab untuk menjaganya. Walau begitu, tetap jaga kesehatanmu Minnie, ingat kalau kau juga sakit, siapa nanti yang akan menjaga Kyuhyun? Arra?”

 

“Ne, arraseo , Dasom. Gomawoyo.” Seru Sungmin sembari memeluk pinggang Dasom yang kini tengah berdiri disisinya , sementara dia duduk disisi Kyuhyun.

 

“Ne, cheonmaneyo Minnie.” Balas Dasom seraya membalas pelukan Sungmin. “Oh, iya aku kembali keruanganku dulu ya Minnie, kalau ada apa-apa kau tinggal panggil aku saja. Okay?”

 

“Ne, Dasom.”

 

Dasom pun akhirnya meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun yang tengah terbaring diruangan itu berdua saja.

 

Seperti yang dikatakan Dasom , memang sudah dua hari ini Kyuhyun masih juga belum sadar semenjak peristiwa pemukulan yang terjadi padanya tempo hari. Dan Sungmin yang merasa bersalah atas peristiwa tersebut dengan setia menunggui suaminya dirumah sakit.

 

Sungmin memandang tubuh Kyuhyun yang tengah terbaring tersebut, seraya terus menggenggam tangan Kyuhyun , berharap Kyuhyun akan segera bangun dari tidurnya.

 

“Untung tadi hanya mimpi,.” desisnya seraya mengambil sepotong handuk kecil yang kemudian dia basahi untuk mengelap wajah Kyuhyun.

 

“Kyu, kau harus segera siuman. Bukankah kau ingin jalan-jalan denganku?” Tanpa terasa bulir-bulir air mata Sungmin kembali menggenangi mata indahnya.

 

Sungmin sedikit mengangkat tubuhnya ketika mengelapi wajah Kyuhyun di sisi lawannya. “Bangun pangeranku..!”

 

“Pluk!”

 

Setetes air mata Sungmin jatuh tepat mengenai wajah Kyuhyun.

 

Sungmin kembali pada posisinya semula dan kini berganti merapikan rambut Kyuhyun. “Kau sangat tampan , Kyu. Sungguh aku tidak bohong. Ayo cepat bangun dan segera kita jalan-jalan, Kyu..”

 

Kesedihan Sungmin yang sedari tadi ditahannya ketika ada Dasom kini sudah tidak bisa terbendung lagi, dia menenggelamkan wajahnya disisi kiri ranjang Kyuhyun, bahunya bergetar ketika mengucapkan kalimat terakhir tadi.

 

“Kalau bukan karnaku , kau pasti tidak akan terluka, Kyu. Seharusnya biarkan saja preman-preman itu memukulku..” Seru Sungmin dalam posisi yang sama.

 

“Kalau saja aku tidak mengajakmu keluar kota, kalau saja aku tidak terlambat mengajakmu jalan-jalan…” lanjutnya lagi.

 

Semua kalimat yang berawal “Kalau saja” terus keluar dari bibir Sungmin. Meski itu bukan kesalahannya, Sungmin tetap merasa kalau kejadian tersebut terjadi juga atas kebodohannya. Terjadi atas keegoisannya yang lebih mementingkan pekerjaan daripada Kyuhyun suaminya sendiri.

 

Dan kini setumpuk rasa bersalah terus membebani perasaannya.

 

“Miniming..”

 

Sungmin terdiam. Sebegitu rindunnya kah dia dengan Kyuhyunnya , sampai-sampai dia mengigau mendengar panggilan kesayangan Kyuhyun untuk dirinya tersebut?

 

“Miniming..”

 

Sekali lagi Sungmin mendengar suara itu lagi. Perlahan Sungmin mengangkat wajahnya dengan mata sayu penuh dengan bekas tangisan dan air mata.

 

Betapa terkejutnya Sungmin dengan apa yang didapatinya setelah mengangkat wajahnya. “Kyuhyun!!” Serunya kemudian langsung kembali menangis.

 

“Miniming kita ada dimana?” Tanya Kyuhyun lirih sembari mencoba melihat kearah kanan dan kirinya.

 

Sungmin mengelus lengan Kyuhyun sayang, “Kita ada dirumah sakit , Kyu.” Jawab Sungmin.

 

“Aku kenapa Miniming , kenapa kita bisa ada disini?” Tanya Kyuhyun lagi sembari memegangi kepalanya yang mungkin terasa sakit.

 

“Kyuhyun sakit, makanya dirawat disini..” Jawab Sungmin  lagi dengan jujur.

 

“Oh gitu , iya sih kepalaku juga barusan seedikit sakit. Hem , Miniming kenapa menangis?” Seru suara tersebut yang ternyata memang benar berasal dari suara Kyuhyun, orang yang diharapkan untuk bangun oleh Sungmin sejak 2 hari yang lalu.

 

Kyuhyun mencoba untuk bangun , namun dicegah oleh Sungmin, “Jangan bangun dulu ya Kyu, kau istirahat saja dulu, tubuhmu masih lemah,” Ujarnya sambil terisak kecil.

 

“Tapi Miniming kenapa menangis?” Tanya Kyuhyun kemudian.

 

“Tidak apa-apa. Tadi mataku hanya kelilipan saja, Kyu.” Ucap Sungmin berbohong.

 

Kyuhyun memandang ke arah mata Sungmin kemudian mengelap air mata yang membasahai wajah Sungmin dengan kedua tangannya. “Miniming  jangan sedih , aku..aku jadi ikut sedih.” Ucap Kyuhyun tulus dalam posisi masih terbaring.

 

Sungmin sontak langsung buru-buru membersihkan bekas tangisannya. “Lihat, Kyu. Minnie cuma kelilipan doang kok, bukan sedih. Justru Minnie senang karena Kyuhyun udah mau bangun. Oh iya sebentar ya Kyu..”

 

Sungmin memencet beberapa nomor dihandphonenya , dan kemudian menghubungi seseorang.

 

“Dasom ah..”

 

“…”

 

“Kyu , sudah bangun.”

 

“…”

 

“Ne..”

 

‘Flip!’

 

“Miniming menelfon siapa?” Tanya Kyuhyun.

 

“Dokter Dasom , Kyu.” jawab Sungmin. “Kyu kau haus tidak?”

 

“Iya, Miniming aku haus, aku mau minum.”

 

Sungmin pun kemudian langsung mengambilkan air putih dimeja disisi ranjang Kyuhyun, kemudian membantu Kyuhyun untuk meminumnya dengan cara mengangkat wajah Kyuhyun.

 

“Pelan-pelan, Kyu..”

 

“Cklek!” Pintu terbuka

 

Terlihat Dasom yang berpakain serba putih masuk kedalam ruangan tersebut.

 

“Dasom..” Seru Sungmin setelah selesai memberi minum Kyuhyun.

 

Sungmin pun dan segera menyingkir , membiarkan Dasom untuk memeriksa keadaan Kyuhyun. Setelah itu, Dasom pun mengajak Sungmin untuk keluar dari ruangan tersebut guna membicarakan  keadaan Kyuhyun sekarang.

 

“Bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang Som-ah?”

 

“Ajaib Minnie..!!” Seru Dasom tak percaya.

 

“Ajaib? Maksudmu?” Tanya Sungmin masih bingung dengan jawaban yang diberikan Dasom atas pertanyaan sebelumnya.

 

“Iya, keadaan Kyuhyun memang masih belum stabil, tapi ketika aku memeriksa kondisinya, tidak ada luka dalam yang berarti yang memperparah keadaan syarafnya. Padahal sebelumnya dia sampai koma selama 2 hari.” Jelas Dasom.

 

“Begitukah Dasom? Kau yakin Kyuhyun tidak apa-apa?” Tanya Sungmin masih kurang percaya.

 

“Iya Minnie, mana mungkin aku berbohong dalam keadaan seperti ini. Lagipula bukankah kemarin aku sudah bilang, kalau Kyuhyun bisa cepat sadarkan diri dalam waktu kurang dari 48jam , dia sudah bisa melewati masa kritisnya.”

 

Sungmin sedikit mengembangkan senyumannya, “Syukurlah Dasom,” Katanya sembari melirik kearah kamar Kyuhyun.

 

“Kau bisa mengajaknya ngobrol untuk sedikit merileksasikan syarafnya kalau kau mau, Minnie.” Tambah Dasom.

 

Sungmin masih sedikit melamun sambil tersenyum.

 

“Hei Minnie!!” Tegur Dasom.

 

“Ya!?” sahut Sungmin reflex.

 

“Yasudah hanya itu yang mau aku sampaikan padamu. Kalau ada apa-apa kau bisa memanggil aku ataupun suster.” Dasom menepuk bahu Sungmin. “Aku keruanganku dulu ya Minnie.” pamit Dasom kemudian meninggalkan Sungmin.

 

Setelah Dasom melangkah keruangannya, Sungmin kembali masuk kedalam ruangan Kyuhyun. Kyuhyun sekarang tengah duduk sembari memain-mainkan selang infuse yang ada dipergelangan tangannya.

 

“Miniming!!” Seru Kyuhyun ketika melihat Sungmin kembali masuk.

 

Sungmin hanya tersenyum membalas panggilan Kyuhyun sembari menghampiri Kyuhyun dan kemudian mengelus sayang rambut Kyuhyun, “Apa yang kau rasakan sekarang Kyuhyun?”

 

“Aku rasakan? Uhm, apa yah?” Kyuhyun terlihat berfikir sembari melihat ke langit-langit ruangan berukuran VIP tersebut. “Oh iya, aku merasa bosan Miniming,” Serunya sembari memajukan bibirnya.

 

“Bosan?” Tanya Sungmin seraya duduk disamping kasur yang ditiduri Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengangguk. “Iya bosan. Jalan-jalan yuk, Miniming.” Ajak Kyuhyun.

 

“Besok saja bagaimana? Ini sudah malam Kyu, lagipula kau kan baru saja siuman. Tubuhmu pasti masih sangat rentan dengan udara malam.” Tolak Sungmin sembari memberi pengertian pada Kyuhyun.

 

“Yah , Miniming, aku kan bosan , lagipula tubuhku tidak apa-apa kok, tidak sakit, lihat nih..” Kyuhyun mencoba memukul dadanya sendiri layaknya orang utan. “Tidak sakit kok Miniming, ayolah.” Rajuk Kyuhyun, kali ini sambil menarik-narik ujung sweater yang dikenakan oleh Sungmin.

 

“Uhm,” Sungmin terlihat bingung mempertimbangkan keinginan Kyuhyun. “Tapi nanti kalau ketahuan susternya bagaimana Kyu, nanti kita berdua dimarahi loh.” Sungmin mencoba meyakinkan Kyuhyun.

 

“Ya jangan sampe ketahuan Miniming. Yah kita jalan-jalan sekarang yah Miniming, ayolah.”

 

“Yasudah, kita jalan-jalan , tapi hanya ditaman rumah sakit saja yah, besok pagi baru kita jalan-jalan ke tempat yang jauh. Bagaimana?” Tawar Sungmin.

 

“Taman rumah sakit? Hem, yasudahlah.” Lirih Kyuhyun kecewa.

 

“Hey..” Sungmin menangkap wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. “Besok kita jalan-jalan ketempat yang jauh kok. Tapi malam  ini kita ke taman rumah sakit saja. Pemandangannya juga tak kalah indah kok Kyu, malam ini sangat cerah, bintangnya jadi terlihat jelas.” Jelasnya pada Kyuhyun.

 

Wajah Kyuhyun berubah sumringah khas watados.  “Yasudah ayo kita segera keluar..” Seru Kyuhyun sembari turun dari ranjangnya.

 

“Tunggu dulu Kyu, kau harus pake baju yang lebih hangat.” Seru Sungmin.

 

“Ya sudah cepat pakaikan Miniming.”

 

“Masalahnya aku tidak membawa jaketmu , bagaimana dong?”

 

“Yah.” Kyuhyun kembali terduduk diranjangnya.

 

Dia tahu kalau Minimingnya tidak akan mungkin mau membawanya pergi keluar ditengah malam seperti ini tanpa mengenakan jaket, terlebih ketika sedang sakit seperti ini. Dalam keadaan sehat saja tidak diijinkan apalagi sakit.

 

Sungmin terlihat berfikir, dilihatnya wajah Kyuhyun yang kecewa, dia mau mengajak Kyuhyun keluar dari ruangannya , tapi tidak dengan tanpa baju hangat. Dilihatnya sendiri dirinya. Dan kemudian menyunggingkan sebuah senyuman.

 

“Kyu ayo berdiri, pake sweaterku saja.” Sungmin segera melepas sweaternya dan memakaikannya pada Kyuhyun.

 

“Miniming nggak pake jaket?” Tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggekeng, “Aku kan tidak sakit, jadi kau saja yang memakainya.” Sahut Sungmin sembari mengacingkan kancing-kancing di sweaternya yang kini tengah dipakai Kyuhyun.

 

“Ayo.” Tarik Sungmin hati-hati setelah selesai.

 

Dibukanya pintu ruangan VIP bernomor 15 itu pelan-pelan. Ini sudah tengah malam, suara sepelan apapun pasti akan menimbulkan kebisingan.

 

Setelah berhasil keluar dari ruangan tersebut dan menutup kembali pintunya , KyuMin pun berjalan dengan sedikit berjinjit layaknya maling.

 

“Miniming.” Seru Kyuhyun pelan.

 

“Sssstt!! Jangan berisik Kyu, nanti kita ketahuan suster. Sudah kau diam saja.” Sahut Sungmin sembari terus menyusuri koridor lantai 1 dengan Kyuhyun dia tuntun dibelakangnya.

 

Dan Kyuhyun pun hanya menuruti perkataan Sungmin.

 

***

 

Sesampainya KyuMin ditaman rumah sakit. Kyuhun langsung merentangkan tangannya.

 

Dari belakang Sungmin tersenyum melihat tingkah konyol suaminya.

 

Kyuhyun menoleh kebelakang, “Miniming ayo kita jalan-jalan.” Ajak Kyuhyun.

 

Sungmin pun menghampiri Kyuhyun dan melingkarkan tangannya pada lengan Kyuhyun.

 

“Kau yakin mau mengelilingi taman rumah sakit ini, Kyu?” Tanya Sungmin sebelum mereka memulai jalan-jalan malam mereka.

 

“Iya, Miniming. Oh iya Miniming apa nggak kedinginan?” Tanya Kyuhyun.

 

Kalau bisa jujur. Sungmin ingin mengatakan pada Kyuhyun kalau dia sangat kedinginan malam itu. Sungmin tidak tahan dingin. Bahkan dalam keadaan hawa panas pun dia selalu menggunakan kaus lengan panjang. Hanya saja kebetulan hari ini dia hanya menggunakan kaus lengan pendek berwarna hijau toska dengan Sweater abu-abunya. Namun sweater itu kini telah dia pakaikan ke tubuh Kyuhyun.

 

“Sedikit sih Kyu , makanya biarkan aku menggandengmu seperti ini yah?” Tanya Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum , “Baiklah Miniming, Miniming boleh ngegandeng tangan aku kok.”

 

Mereka pun akhirnya mulai berjalan-jalan mengelilingi taman sekitar rumah sakit tersebut. Kyuhyun yang tak betah diam pun terus saja mengoceh sepanjang perjalanan. Dan Sungmin yang sebenarnya merasa sangat kelelahan hanya terus mendengarkan Kyuhyun sembari kepalanya dia sandarkan kelengan Kyuhyun.

 

Bagaimanapun. Sungmin hanyalah seorang istri tegar yang kesetiannya tak perlu diragukan yang sangat merindukan kehangatan dari suaminya. Dia ingin bermanja-manja pada suaminya. Toh, tidak ada salahnya kan? Namun walau begitu keadaan yang tidak sama lagi seperti dulu, memaksanya menggandakan perannya dirumah. Sebagai istri sekaligus sebagai pelindung dan penjaga dari suaminya yang tengah tidak sehat tersebut.

 

***

 

Pagi yang cerah seperti menyambut dan turut bersuka atas keadaan Kyuhyun yang semakin membaik. Kini diruangannya Kyuhyun tengah asyik menyantap sarapannya yang  disuapi oleh Sungmin.

 

“Lebih enak masakanmu , Miniming.” Ujar Kyuhyun setelah menyantap suapan terakhir dari Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum sembari membersihkan mulut Kyuhyun bekas makan bubur tanpa rasa tersebut. “Nanti kalau kau sudah sembuh benar , akan aku masakan makanan kesukaanmu , Kyu.” Ucap Sungmin.

 

“Jeongmal? Kalau begitu aku akan cepat sembuh ah.”  Seru Kyuhyun dengan penuh semangat.

 

Sungmin ikut tersenyum tulus. Baginya tak ada yang lebih membahagiakan dari ini, melihat Kyuhyun bisa bersemangat lagi. Tidak terbaring lemah seperti kemarin.

 

Sungmin terus memandang wajah Kyuhyun yang sepertinya sudah sangat ingin segera sembuh dan keluar dari rumah sakit. Sungmin sama kali tidak mempunyai firasat buruk apapun mengenai apa yang akan terjadi hari ini, hanya saja dia merasa kenapa rasanya matanya ingin sekali menangis. Padahal selama Kyuhyun koma , dia selalu menangis setiap saat.

 

Sampai pada akhirnya…

 

“Brukk!!!”

 

Sungmin dan Kyuhyun sedikit tersentak kaget mendengar suara pintu yang dibuka dengan paksa tersebut.

 

“Um..umma?” Ucap Sungmin sedikit terkejut.

 

“Sungmin ayo pulang bersama kami!!” Seru ayah Sungmin sembari memandang rendah ke arah Kyuhyun. “Kau sudah terlalu lama menderita bersamanya!” Lanjut ayah Sungmin seraya menghampiri Sungmin yang menjatuhkan mangkuk bubur Kyuhyun.

 

Sejurus , Sungmin memundurkan tubuhnya kebelakang, seolah-olah ingin melindungi Kyuhyun dari tatapan sadis ayahnya.

 

Sungmin menggeleng cepat , “Tidak , aku tidak akan pulang bersama kalian, aku ingin disini bersama suamiku.. ” Ucap Sungmin seraya memeluk Kyuhyun erat.

 

Kyuhyun yang sedikit bingung dengan keadaan itu berbisik ditelinga Sungmin , “Miniming mereka siapa? Apa mereka jahat?” Tanya Kyuhyun takut-takut.

 

Sungmin menempelkan kepalanya pada kepala Kyuhyun. “Mereka orangtuaku , Kyu. Tenang yeobo , aku tidak akan membiarkan mereka membawaku pergi tanpamu.. ” ucapnya penuh kelembutan.

 

“Kau ini keras kepala sekali!! Sekali lagi aku perintahkan kau untuk pulang bersama kami!” tegas ayah Sungmin dengan volume suara yang lebih kencang dari sebelumnya. “Kalian!! Bawa Sungmin!!!” Titah ayah Sungmin kepada 2 pengawal keluarga Lee yang bertubuh besar dan kekar , serta berpakaian hitam.

 

Kontan , tanpa menunggu lama , kedua pengawal itu langsung mencengkeram kedua lengan Sungmin. Mencoba membawanya dari situ meski mendapat perlawanan kecil dari empunya tubuh.

 

“Chagi, umma mohon kau menuruti permintaan appamu kali ini saja… ” lirih Ibu Sungmin yang sebenarnya tak tega melihat Sungmin yang dicengkram seperti itu. Dan juga karena melihat keadaan Kyuhyun dan Sungmin yang juga sangat mencintai Kyuhyun

 

“Tidak umma!! Umma aku mohon jangan pisahkan aku dengan Kyuhyun , bukankah aku sudah menuruti permintaan kalian , untuk tidak meminta apapun dari kalian untuk kelangsungan hidupku? Aku bahkan tidak menolak ketika Appa mencoret namaku dari daftar waris keluarga Lee , tapi kenapa Umma dan Appa masih mau mencoba memisahkanku? Aku bahkan sudah tinggal ditempat yang jauh , agar Appa tidak melihat Kyuhyun yang menurut Appa sangat menjijikan ini. Aku telah menuruti permintaan kalian….hiks ” Sungmin terus berteriak seraya air mata terus mengalir dari kedua pelupuk matanya. Dia menggerakkan kedua lengannya yang dicengkram ke segala arah , mencoba melepaskan diri dari jerat 2 tangan kekar pengawal ayahnya tersebut.

 

Kyuhyun yang tidak mengerti apa-apa , jadi terlihat sedih tatkala dia melihat Minimingnya mengeluarkan air mata yang begitu banyak menurutnya.

 

“Hey! Kalian jangan sakiti Miniming!!” Seru Kyuhyun kepada kedua orang berpakaian serba hitam tersebut seraya mencoba membantu Sungmin melepaskan diri. Namun naas bukannya membebaskan Sungmin, justru dia malah terjerembab jatuh akibat dorongan kecil dari salah satu pengawal tersebut.

 

“Kyuhyun….” Seru Sungmin dengan isak kecil melihat suaminya diperlakukan seperti itu.

 

Namun seperti tidak mau menyerah Kyuhyun kembali bangkit dan kini menghampiri Ayah Sungmin , “Ahjussi , tolong suruh mereka berhenti menyakiti Miniming..” Pinta Kyuhyun sembari menarik ujung baju dari lengan ayah Sungmin.

 

“Ahhhh!! Menyingkir kau dariku!!” Sentak ayah Sungmin seraya menampik tangan Kyuhyun , dan itu berhasil membuat Kyuhyun kembali jatuh , kali ini dia terjatuh duduk dengan kepala membentur sisi ranjangnya.

 

“Kalian cepat bawa Sungmin ke mobil…” ujar ayah Sungmin sembari pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih belum beranjak dari jatuhnya tadi. Kyuhyun terus memegangi kepala bagian belakangnya.

 

“Mi-miniming… ”

 

“Brukkk!!!”

 

***

 

Sungmin memandang ke arah jendela. Disentuhnya kaca jendela yang dingin karena terkena serbuan air hujan dari semalam. Dengan lirih disebutnya nama Kyuhyun berulang-ulang , sesekali dia ukir nama Kyuhyun di kaca jendela yang basah tersebut.

 

Sesekali juga tangannya bergetar. Wajar saja. Sungmin belum makan dari kemarin. Dia terus mengunci diri dikamarnya yang sudah lama dia tinggali ini.

 

“Tok! Tok! Tok! ”

 

“Chagi , buka pintunya sayang , kau harus makan. Dari kemarin perutmu mulai diisi apapun bukan?” Dari luar terdengar suara Ibu Sungmin yang terus berusaha membujuk putri tunggalnya untuk makan.

 

“Makan..?” lirih Sungmin pelan. Sungmin langsung bergegas beranjak mengambil handphone dimeja riasnya. Ditekannya dengan cepat nomor yang dia tuju.

 

“Sungmin , kau sedang apa didalam? Tolong bukakan pintunya chagi , kau harus makan… ” Ibu Sungmin masih terus berusaha

 

“Yoboseyo Dasom-ah….”

 

“….”

 

“Aku hanya ingin memastikan , apa Kyuhyun sudah makan? Bagaimana keadaannya hari ini?” Tanya Sungmin dengan agak panik.

 

“…”

 

“Oh begitu , kalau bisa taburi sedikit garam dibuburnya ya Sommie, Kyuhyun tidak suka makanan yang tawar. Mungkin saja dengan begitu dia mau makan.”

 

“…”

 

“Ne , gomawo yo Sommie , tolong katakan padanya aku selalu menyayanginya…”

 

“…”

 

“Ne , sekali aku katakan terima kasih karena kau sudah mau aku repotkan ”

 

“….”

 

“Klik!”

 

“Minnie , kau sedang apa nak? Ayo cepat keluar , kita makan bersama , Umma sudah masakan makanan kesukaanmu , chagi..” Suara Ibu Sungmin kembali terdengar tatkala Sungmin masih tidak juga menyahuti panggilannya untuk makan bersama.

 

Sungmin memandang malas ke arah pintu. Sama sekali tidak ada niat dalam dirinya untuk menyahut ataupun membuka daun pintu tersebut. Dengan langkah yang agak gontai dia langkahkan kakinya menuju ranjang miliknya. Setelah itu Sungmin langsung menghempaskan handphonenya ke ranjang miliknya. Perlahan tubuhnya beringsur jatuh ke lantai. Disandarkannya punggungnya di sisi ranjang.

 

“Kyu~”

 

***

 

Kyuhyun memandang lurus kedepan dengan lesu. Pandangannya sedari tadi hanya terpusat pada satu titik. Pintu. Pintu yang sudah sejak kemarin dia tunggu untuk terbuka dengan dibaliknya seseorang yang dia rindukan. Ya. Kyuhyun memang merindukan Sungmin. Wanita yang selama ini selalu berada disisinya. Rasa rindu merasuk kedalam relung perasaannya. Rasa yang tidak disadari ataupun dimengerti oleh seorang Cho Kyuhyun dalam keadaannya seperti sekarang ini.

 

“Cklek!!”

 

“Min…” Suara Kyuhyun yang reflek keluar saat melihat pintu terbuka tercekat ketika melihat orang dibalik pintu yang masuk tersebut bukanlah Sungmin.“Ni… hhssshh… ” Kyuhyun mendesah lirih. Rasa kecewa sedikit menghampirinya seketika.

 

“Annyeong Kyu!!” Seru seorang dokter muda cantik berambut pendek hitam tersebut ketika memunculkan kepalanya pada Kyuhyun.“Lho? Kenapa ekspresi wajahmu? Kok tertekuk seperti itu?” Tanyanya ketika melihat Kyuhyun tidak bersemangat.

 

 

“Kenapa dokter?” Tanya Kyuhyun seraya mengerucutkan ujung bibirnya.

 

“Hah?” Dasom yang tak mengerti dengan pertanyaan Kyuhyun barusan sembari melangkah masuk dan menghampiri Kyuhyun. “Maksudnya Kyu?” Tanya Dasom lagi.

 

“Iya! Kenapa dokter yang masuk? Kenapa bukan Miniming? Dimana Miniming sih dokter? Kata dokter setelah aku menghabiskan makananku, Miniming akan datang!!” Sahut Kyuhyun dengan nada agak tinggi.

 

Dasom menggaruk kepala bagian belakangnya. Bingung mau menjawab apa. Dia lemparkan sedikit senyum untuk Kyuhyun. “Ehm, Miniming bilang dia akan sedikit terlambat datang, Kyu…” Ucap Dasom bohong pada Kyuhyun seraya mencondongkan tubuhnya ke arah Kyuhyun.

 

Kyuhyun membuang muka kesamping seraya melipat kedua tangan didadanya. “Mana mungkin begitu? Miniming itu tidak pernah terlambat.” Ucap Kyuhyun.

 

Dasom memutar bola matanya, sedikit berfikir keras untuk mencari cara supaya Kyuhyun tidak teringat Sungmin untuk sementara waktu.

 

“Aha!!” Seru Dasom sambil menjentikkan jarinya membuat Kyuhyun terkejut dan mengalihkan pandangannya ke Dasom.

 

“Ada apa dokter?” Tanya Kyuhyun bingung.

 

Dasom tersenyum pada Kyuhyun. “Kau mau jalan-jalan keluar tidak? Kalau seharian disini kan bosan juga, Kyu..” Ucap Dasom mencoba menawarkan.

 

Kyuhyun menggeleng cepat. “Tidak mau!” Sahutnya singkat. “Aku mau menunggu Miniming disini!” Tambahnya lagi.

 

Dasom mendesah kecewa, namun akalnya tidak berhenti hanya disitu saja. “Kita bisa menunggu , Miniming diluar kan Kyu?” Ucap Dasom sekali lagi, berharap kali ini Kyuhyun mau menerima tawarannya.

 

“Dokter ini bagaimana sih. Nanti kalau Miniming datang kesini dan tidak menemukanku , bagaimana?” Tanya Kyuhyun lagi.

 

Dasom mendesah kecewa untuk yang kedua kalinya seraya menundukan kepalanya. Susah sekali membujuknya. Batin Dasom merutuki.

 

“Tapi kalau dokter memaksa, yasudah , aku mau deh jalan-jalan keluar…” Lanjut Kyuhyun tiba-tiba membuat Dasom terkejut. Kyuhyun langsung turun dari ranjangnya. “Ayo dokter! Jangan diam saja! Tadi kau yang mengajakku , kenapa sekarang malah diam saja?!” Rajuk Kyuhyun mendapati Dasom masih diam.

 

“Iya! Iya! Ayo!”

 

****

 

“Tolong beri jalan!!” Seru seorang petugas rumah sakit yang tengah mendorong ranjang berisi seorang paruh baya yang tengah tak sadarkan diri ketika melewati koridor rumah sakit tersebut.

 

Selain petugas berseragam serba putih itu , ada pula sepasang wanita dan laki-laki paruh baya yang juga mengiri ranjang tersebut. Sang wanita menangis tersedu dengan sang laki-laki yang terus memeluk erat mencoba menenangkannya.

 

“Tenang yeobo , Sungmin pasti akan baik-baik saja..” Ucap sang laki-laki mencoba memberi sedikit penghiburan serta keyakinan pada wanita yang merupakan istri dan juga ibu dari seorang yang tengah terbaring lemah tak sadarkan diri di ranjang tersebut.

 

Sementara ranjang tersebut terus didorong dikoridor rumah bernuansa serba putih tersebut, terdapat sepasang mata yang terkejut melihat seseorang yang tergeletak diatas ranjang tersebut. Sesekali dia mengerjapkan matanya untuk memastikan benar atau tidaknya apa yang dia lihat dihadapannya.

 

“Kyu? Kenapa berhenti?” Tanya Dasom yang sedikit bingung dengan Kyuhyun yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan seperti itu.

 

“Greppp!!!”

 

Kyuhyun langsung menggenggam lengan Dasom kuat, “Dokter!!” Serunya. “Itu Miniming!! Itu Miniming!! Diranjang itu Miniming!!” Lanjut Kyuhyun dengan penuh semangat karena melihat Minimingnya lagi setelah beberapa hari.

 

Dasom sedikit meringis ketika Kyuhyun terus menggenggam lengannya dengan kuat. Terlebih Kyuhyun terus saja melompat-lompat karena terlalu senang. “Mana Kyu?” Tanya Dasom memastikan.

 

“Itu!!” Sahutnya sembari menunjuk ke arah ranjang putih yang memang diatasnya terdapat Sungmin.

 

Dasom melihat ke arah yang ditunjuk Kyuhyun, dan sedikit terkejut ketika mendapati Sungmin, sahabatnya tak sadarkan diri berbaring di atas ranjang tersebut. Ada apa dengan Sungmin?

 

“Dokter aku ingin melihat Miniming!!” Seru Kyuhyun lagi sembari menarik tangan Dasom untuk segera menyusul Sungmin, namun Dasom dengan sekuat tenaga mencoba menahan kekuatan dari suami sahabatnya ini.

 

Kyuhyun mengerinyitkan keningnya. “Kenapa? Dokter tidak mau melihat Miniming?” Tuduh Kyuhyun langsung.

 

Dasom menggeleng kuat. “Bukan begitu Kyu!! Coba kau lihat dibelakang Miniming ada siapa… ” Kyuhyun kontan langsung melihat orang-orang yang berada dibelakang ranjang Sungmin yang semakin menjauh dari hadapannya.

 

Kyuhyun menundukan kepalanya serta melonggarkan pegangannya dilengan Dasom. Ayah Sungmin. Dia sedikit trauma dan takut dengan ayah Sungmin semenjak peristiwa beberapa hari yang lalu. Dia yang memaksa Sungmin meninggalkan dirinya, dan dia juga yang menghempaskan tubuhnya ketika mencoba memohon untuk jangan menyakiti Minimingnya.

 

“Aku mau bertemu dengan Miniming, dokter….” Lirih Kyuhyun dengan suara hampir tak terdengar.

 

Dasom mengusap bahu Kyuhyun mencoba menyalurkan kekuatannya. “Kita pasti akan bertemu dengan Miniming secepatnya, tapi bukan sekarang…”

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap Dasom dalam. “Benarkah?” Terlihat genangan air mata dikedua manik mata Kyuhyun.

 

Dasom mengusap kedua pipi tirus Kyuhyun, “Tentu saja…”

 

****

 

Sinar mentari yang memaksa menyeruak masuk melalui celah-celah kecil ataupun mencoba memaksa menembus kaca-kaca tebal, tak sedikitpun kehangatannya memberi efek hangat pula pada seseorang yang kini tengah duduk sembari menekuk lututnya.

 

Ingin dia keluar dari ruangan tersebut, namun itu tidak mungkin karena ruangan tersebut telah terkunci dari luar. Sungguh sakit hatinya menerima perlakuan seperti itu dari ayahnya sendiri. Yang demi memisahkan dirinya dengan suaminya, dia sampai mengunci pintu ruang VVIP tersebut.

 

Sunyi. Sesekali terdengar suara serangga-serangga kecil dari arah luar jendela. Namun itu sama sekali tidak memberinya penghiburan.

 

“Cklek!!”

 

“Sungmin…”

 

Sebuah suara pelan sukses membuatnya mengangkat kepalanya yang dia tundukkan. Matanya mengerjap tak percaya ketika dilihatnya sahabatnya Dasom sedang mengendap masuk dengan seseorang dibelakangnya.

 

Dan seseorang itu….

 

“Kyuhyun?” Lirihnya tak percaya.

 

“BLAM!”

 

Pintu langsung tertutup ketika mereka berdua telah masuk.

 

“Ssstt!!! Kyu jangan berisik!” Titah Dasom ketika Kyuhyun menutup pintu dengan terlalu bersemangat. “Minnie!!!” Dasom berseru ceria dan langsung menghambur untuk memeluk tubuh Sungmin.

 

“Katanya jangan berisik. Dokter sendiri kenapa berteriak seperti itu?” Sahut Kyuhyun sembari menyusul Dasom.

 

Dasom tak memperdulikan celotehan Kyuhyun. Melihat itu Kyuhyun sedikit sebal. Ditariknya lengan Dasom yang memeluk tubuh Sungmin. “Dokter!! Lepaskan!! Miniming hanya milikku…”  Serunya dengan lantang.

 

“Kau ini Kyu. Mengalah sebentar saja tidak mau…” Ucap Dasom yang pada akhirnya melepas pelukannya.

 

Sungmin sedikit tersenyum melihat tingkah Dasom dan Kyuhyun yang sudah semakin akrab.

 

Kyuhyun mendorong tubuh Dasom dan langsung mengambil alih tempat disisi ranjang Sungmin. Diperhatikannya raut wajah Sungmin hingga kepalanya miring-miring. Dipegangnya bibir Sungmin kemudian. “Miniming, kenapa ini berwarna putih? Biasanya berwarna merah muda?” Tanyanya dengan tampang bak seorang anak kecil berumur 2 tahun.

 

Dasom menggeleng. Sementara Sungmin tersenyum mendengar pertanyaan lucu yang keluar dari mulut suaminya itu.

 

“Dan juga sangat kering, tidak lembab seperti biasa…” Lanjut Kyuhyun dengan tatapan intens pada Sungmin.

 

Dasom yang melihat atmosfir kemesraan Kyumin langsung berinisiatif untuk keluar. Dan sebelum benar-benar keluar dia tersenyum pada Sungmin, “Nikmatilah waktu kalian, aku akan berjaga-jaga…” Lanjutnya seraya kemudian menutup pintu dengan pelan.

 

Sungmin yang tadi melihat Dasom kini beralih melihat tingkah suami yang berada dihadapannya ini.

 

“Miniming kenapa tidak menjawab? Aku kan sedang bertanya…” Protes Kyuhyun mendapati Sungmin yang juga tidak menjawab pertanyaannya.

 

Sungmin tersenyum dan langsung menghambur memeluk tubuh ringkih Kyuhyun. “Aku rindu padamu, Kyu…” Seru Sungmin ditengah dekapannya.

 

Kyuhyun membalas ikut memeluk Sungmin. “Aku juga rindu pada Miniming…” Ucapnya ceria. Namun Kyuhyun sedikit terkejut ketika merasakan basah disekitar bahunya. Dilepaskan pelukan Sungmin dari tubuhnya.

 

Terlihat sisa-sisa air mata masih menggenang dimata dan terlihat bekas lintasannya dipipi Sungmin. Kyuhyun menatapnya agak cemas. “Miniming kenapa nangis? Apa aku berbuat nakal?” Tanya Kyuhyun polos.

 

Dulu Sungmin pernah mengatakan padanya kalau dia akan menangis apabila Kyuhyun berbuat nakal ditempat terapinya. Dan melihat Sungmin menangis lagi, entah mengapa membuat Kyuhyun merasa dia telah berbuat nakal.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya, “Tidak, Kyu. Kau tidak nakal. Aku hanya sangat merindukanmu…” Kata Sungmin sembari memeluk Kyuhyun lagi. “Ijinkan aku memelukmu lebih lama lagi ya Kyu…” Lanjut Sungmin lagi.

 

Dan Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

 

****

 

“Miniming kapan kita akan kembali kerumah?” Tanya Kyuhyun ketika Sungmin akan menyuapkan sesendok bubur terakhir untuk makan siang mereka berdua.

 

Sungmin tersenyum kecil. “Uhm, secepatnya, Kyu..” Jawab Sungmin tegas walau agak ragu kapan bisa mewujudkannya.

 

“Nyamm…” Terdengar Kyuhyun menikmati suapan terakhir dari Sungmin.

 

Sungmin meletakkan mangkuk bubur yang kosong tersebut diatas meja nakas yang terletak disamping ranjang miliknya. Diambilnya segelas air putih kemudian. “Minum dulu, Kyu..” Ujar Sungmin sembari meminumkan segelas air putih tersebut pada Kyuhyun dengan hati-hati. Dan setelah itu baru dia meminum air yant tersisa digelas itu. Dan meletakkan kembali ketempatnya.

 

Kyuhyun tersenyum ke arah Sungmin. “Hoamsss….”

 

“Kau mengantuk, Kyu?” Tanya Sungmin sembari mengusap puncak kepala suaminya dengan penuh rasa sayang.

 

Kyuhyun mengangguk seraya mengucek matanya yang berair tiba-tiba.

 

Sungmin sedikit menggeser tubuhnya. Dan langsung menarik tubuh Kyuhyun yang duduk diranjangnya untuk berbaring. “Tidurlah kalau kau mengantuk..” Ucap Sungmin kemudian.

 

Kyuhyun hanya menurut dan langsung berbaring. Dan kemudian menggenggam lengan tangan Sungmin. “Miniming jangan pergi lagi ya….” Pintanya sebelum memejamkan mata.

 

Sungmin ikut merebahkan tubuhnya disamping Kyuhyun dan membalikkan tubuh Kyuhyun agar menghadap muka dengannya. “Tidurlah, aku akan menemanimu..” Lanjutnya sembari terus mengusap surai kecoklatan Kyuhyun dengan tangan satunya yang bebas.

 

***

 

Suasana tenang yang sedikit serius melingkupi sebuah ruangan dokter yang tidak terlalu besar. Didalamnya terdapat sepasang suami istri yang tengah menunggu hasil laporan dari pemeriksaan keadaan putri mereka yang tengah terbaring disalah satu kamar di rumah sakit tersebut. Sementara sang dokter tengah memilah satu dokumen dari sekian yang terdapat dimeja disudut ruangannya.

 

Sang dokter membetulkan letak kacamatanya ketika sudah mendapatkan sebuah dokumen dengan tertanda nama Lee Sungmin disampulnya.

 

“Ekhm..” Sang dokter sedikit berdeham sebelum membuka suaranya. Dibukanya dokumen tersebut perlahan.

 

“Bagaimana keadaan anak kami , dok?” Tanya Sang wanita. Sangat terlihat raut wajah khawatir menyelimutinya, membuat sang suami menggenggam erat tangan istrinya untuk menguatkannya.

 

“Tenang saja, anak kalian tidak apa-apa. Hanya saja maagnya yang kronis kembali kambuh disertai dengan tekanan psikis membuat keadaannya lebih buruk. Untuk pemulihan keadaan lambungnya, kami sudah memberikan penanganan yang cepat , namun itu semua tidak menjamin proses penyembuhan Sungmin-sshi dengan cepat apabila keadaan emosi dan perasaannya masih seperti sebelumnya.” Ujar sang dokter menjelaskan.

 

“Tertekan? Tapi apa yang membuatnya tertekan dok?” Tanya sang suami mendengar penjelasan dokter tadi.

 

“Untuk pastinya saya yakin pihak keluarga yang lebih mengetahui. Namun untuk memastikan kalian bisa mencoba membawa Sungmin ke psikiater agar pikiran dan perasaannya bisa lebih tenang. Bagaimanapun juga kondisi emosional menjadi salah satu faktor penentu penyembuhan juga.” Tambah sang dokter lagi.

 

Kedua suami istri tersebut saling memandang. Seperti bimbang dan ragu dengan saran dokter yang menangani anaknya ini. Namun sejurus kemudian mereka kembali memandang sang dokter.

 

“Baiklah, dokter. Terima kasih atas sarannya.”  Ucap sang suami sebelum pada akhirnya mereka berdua meninggalkan ruangan tersebut.

 

Beberapa saat keadaan hening menyelimuti keduanya yang tengah melangkah menuju ruangan anak mereka. Sama sekali tak ada yang membuka suara. Hingga pada akhirnya sang istri , Nyonya Lee menghentikan langkahnya dan mencoba menyuarakan pendapatnya.

 

“Yeobo, menurutku sebaiknya kita biarkan saja Sungmin dengan Kyuhyun. Aku tidak mau anakku tersiksa seperti kemarin karena terpisah dari suaminya.” Ucapnya seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang rapuh.

 

Tuan Lee mendekap sang istri mencoba menenangkannya. Meskipun keras, dia bukan pribadi yang suka melihat apabila orang-orang yang sangat dicintainya terluka.

 

Perbuatannya memisahkan Sungmin dengan Kyuhyun bukan tanpa alasan, dia hanya tak ingin putri tunggalnya terbebani dan tidak bahagia karena hidup dan tinggal dengan Kyuhyun. Bagaimanapun juga dia adalah seorang ayah yang sangat menyayangi putri kecilnya yang sangat dia manjakan.

 

“Aku tidak ingin melihat Sungmin kita menjadi seperti tadi, yeobo.” Lanjut Nyonya Lee dengan terisak didalam dekapan sang suami. Membuat Tuan Lee terus mengusap punggung sang istri lebih intens.

 

“Tenang , chagi. Untuk hal itu lebih baik kita pikirkan nanti, sekarang lebih baik kita melihat keadaan Sungmin.” Ucap Tuan Lee sembari melepas dekapannya dan menuntun sang istri untuk melanjutkan langkah mereka.

 

Dengan tubuh dipapah oleh sang suami, Nyonya Lee terus melangkahkan kaki menuju ruangan putri kesayangannya.

 

Sesampainya didepan sebuah pintu bertuliskan “VVIP 1315” Tuan Lee merogoh saku celana sisi kirinya. Mengambil sesuatu yaitu berupa sebuah kunci dengan label 1315, yang tak lain tak bukan adalah kunci ruang tersebut.

 

Diambilnya dan dimasukannya kedalam lubang kunci.

 

“Cklek!!”

 

“Su-sungmin??”

 

Betapa terkejutnya kedua orangtua Sungmin tatkala melihat anaknya tak lagi terbaring diatas ranjangnya seorang diri, melainkan ditemani oleh seorang pria yang sangat tak asing bagi mereka, Kyuhyun.

 

Tuan Lee mengepalkan tangannya. Geliginya bergemeletuk melihat pemandangan dihadapannya. Secara tak sadar, Tuan Lee mencoba melangkah menghampiri mereka berdua, namun langkahnya tertahan oleh sebuah rangkulan tangan dilengannya yang tak lain adalah tangan sang istri, Nyonya Lee.

 

Tuan Lee memandang tajam ke arah sang istri, sementara Nyonya Lee memberikan isyarat dengan sebuah gelengan kepala pelan dan sejurus kemudian menarik lengan suaminya untuk keluar dari ruangan tersebut membiarkan Kyuhyun dan Sungmin tetap tertidur nyaman diatas ranjangnya.

 

Dan pintu yang tertutup pelan pun menandai kepergian mereka dari ruangan itu.

 

“Ng~ Miniming, sepertinya tadi aku dengar suara pintu.” Ucap Kyuhyun setelah sedikit melenguh karena tidurnya terganggu.

 

Sungmin membuka matanya dan perlahan mengusap pipi Kyuhyun lembut. “Mungkin kau hanya sedikit mengigau, Kyu. Tidak ada suara apa-apa sejak tadi. Sudah tidur lagi saja..” Ucap Sungmin mencoba membawa Kyuhyun kembali ke alam tidurnya.

 

“Ne Miniming.. Hoamsss….” Ucap Kyuhyun yang diakhiri dengan pejaman matanya kembali.

 

Sungmin tersenyum sembari terus mengusap pipi Kyuhyun.

 

‘Terima kasih Appa…’ Ucap Sungmin dalam hati sembari menyusul Kyuhyun ke alam mimpi.

 

***

 

Sungmin terduduk tegang di atas ranjang sembari terus menundukkan wajahnya. Dihadapannya sang ayah tengah berdiri memandangnya dengan tatapan tajam dengan kedua tangan terlipat didadanya. Sementara sang ibu tengah berdiri disamping suaminya dalam diam.

 

“Sungmin.” Panggil sang Ayah dengan nada cukup tegas. Membuat Sungmin terkejut dan langsung mengangkat kepalanya.

 

“Ne, appa..”

 

“Kau tahu apa yang akan Appa katakan padamu?” Tanya sang Ayah sekali lagi.

 

Sungmin mencoba membuka mulutnya dengan takut, dia sangat-sangat tahu apa yang akan ayahnya katakan pada dirinya.

 

“Ne , appa..”

 

“Huh..” Ayah Sungmin menghela nafas dalam.

 

“Appa sudah memutuskan, lebih baik kau…”

 

***

 

Mata melilhat…

Otak memikirkan…

Hati merasakan..

 

Sungmin memandang lurus pemandangan yang ada didepannya dengan tatapan kosong. Ingatannya tentang Kyuhyun dan dirinya berkelebat seperti roll film yang diputar secara berlanjut. Sesekali dia tertawa kecil dan bisa tiba-tiba menangis kecil. Terlalu banyak hal yang sudah dilaluinya beberapa waktu ini.

 

Meski sudah tidak seperti saat kali pertama dia mengenal Kyuhyun, rasa sayangnya terhadap laki-laki itu sama sekali tidak pernah luntur ataupun berkurang. Tanpa sadar tangannya tergenggam keras ketika mengingat kembali peristiwa pemukulan Kyuhyun beberapa waktu lalu.

 

Sungguh, kalau saja Sungmin mempunyai kekuatan lebih, dia pasti akan membalaskan pukulan itu kepada mereka untuk Kyuhyun, sayang sekali Sungmin tak lebih dari seorang wanita yang kekuatannya tak seberapa untuk dibandingkan dengan pria-pria berbadan kekar waktu itu.

 

Namun ekspresi wajahnya kembali sendu ketika mengingat peristiwa di rumah sakit ketika ayahnya yang tiba-tiba meminta berbicara padanya ketika dia berada dirumah sakit karena sempat pingsan dirumahnya.

 

“Miniming!!” Seru Kyuhyun sembari menepuk kaca mobil tempat Sungmin melamun.

 

Sungmin sedikit tersentak ketika mendengar suara Kyuhyun memanggilnya. Sejurus kemudian dia tersenyum pada Kyuhyun dan segera membukakan pintu mobilnya dari dalam.

 

“Miniming sudah lama menungguku?” Tanya Kyuhyun sembari masuk kedalam mobil dan duduk disamping Sungmin.

 

Sungmin membantu Kyuhyun melepaskan tas punggunggnya dan merapikan surai rambut Kyuhyun yang menutupi poninya dan kemudian menyeka peluhnya. “Sedikit..” Sahut Sungmin singkat.

 

Kyuhyun sedikit menundukan kepalanya, “Maaf ya Miniming , dokter Dasom tadi menahanku terlalu lama.. huh!” Gerutu Kyuhyun sembari melipat kedua tangannya didada, terlihat lucu dimata Sungmin.

 

Sungmin mengacak surai kecoklatan Kyuhyun lagi sambil tertawa kecil, “Kau ini, Kyu… Hem jadi kau mau pulang untuk istirahat atau mau jalan-jalan?” Tanya Sungmin sembari menutup pintu mobil dan mulai menyalakan mesin mobil.

 

“Tentu saja jalan-jalan! Miniming kan sudah janji.” Sahut Kyuhyun antusias.

 

Sungmin kembali tersenyum tulus. “Kalau begitu… ” Sungmin memiringkan pipinya mendekat ke arah Kyuhyun.

 

Kyuhyun malah mengerucutkan bibirnya. “Ayo jalan Miniming!!”

 

Sungmin menarik tubuhnya. “Tidak kalau Kyu tidak mencium Minnie…” Ancam Sungmin membuat Kyuhyun sedikit frustasi.

 

Dan sepertinya kali ini ancaman Sungmin berhasil mengelabui Kyuhyun, dengan segera Kyuhyun langsung menarik wajah Sungmin hingga berhadapan dengannya dan sekilas mencium bibir Sungmin. Padahal kan Sungmin hanya meminta dicium dipipi. Ck!Kyuhyun.

 

Sungmin sedikit terkejut dengan tindakan tiba-tiba Kyuhyun. Dasar Kyuhyun, dalam keadaan seperti ini masih saja bisa membuat jantung Sungmin berdegup dengan cepat dan kencang. Tak berubah. Seru Sungmin dalam hati bersungut ria namun menikmati.

 

Sungmin tersenyum dan ganti mencium Kyuhyun dikening, hidung dan terakhir dibibir Kyuhyun. “Aku mencintaimu, Kyu…”

 

“Aku juga mencintai Miniming..”

 

 

***

 

END

 

Huft… Fiuh….~

Finally , berhasil juga nyelesain sekuelnya, well , meski ga terlalu bagus fanfictnya. Mohon komentarnya ya ^^ Maaf kalau terlalu panjang *bow*

 

Indonesia, 120527 06:05 PM

Advertisements

12 responses

  1. eskamagnae

    hwaaaaaaaa ~~ >.<
    akhirnya , setuju juga ortu nya ming !! hohoho

    suka bnget sama cerita nyaaaaa ~~
    manis manis manis 🙂

    buat sekuel nya lagi doooonkk !!
    sampe kyu nya sembuh gitu .. hehehe

    27 May 2012 at 8:46 PM

  2. gyaaaah~~ nangis chingu…*readers cengeng*
    bagus chingu meski agak gantung ceritanya…so fine

    ditunggu selanjutanya chingu!!
    hwaiting!!

    27 May 2012 at 8:50 PM

  3. Bagus ko eonn^^ Rada nusuk kehati………(?) wkwk~
    Nggak kebayang kalo Kyu punya sifat childish gitu:’) KYUMIIIIN~>//< kkk~

    29 May 2012 at 6:19 PM

  4. Lie kaneshiro

    finally mereka direstui juga… senangnya…

    9 June 2012 at 8:33 PM

  5. Mita Kyurae Kusumarani

    Aaaaaaah!! Aku nangis kejer di ff faithful, pas baca ini eh si ming cuma mimpi (˘̩̩̩^˘̩̩̩) Syukurlah! Feelnya dapet banget nih eonn hehehe. Ehm btw eonn, nanggung nih u,u bikin sekuelnya lagi boleh? 😛

    25 June 2012 at 3:01 PM

  6. Acca

    Daebak!! Cerita ff ini beda dari yg lain. Sambil ngebayangin Kyu kayak gitu tambah dapet feelnya deh. Bikin sekuel flashbacknya knp Kyu bisa kayak gitu, chingu. Ditunggu 🙂

    29 June 2012 at 10:13 PM

  7. catharine mitchelly

    keren ceritanya eon,
    seru banget
    tp koq kyuhyun blm sembuh? kasian aq ma miniming T.T

    15 July 2012 at 6:58 PM

  8. mala_kim

    Huwahhhhhhhhhhhh
    Suka bngt deh sama ffnya kerennnnnnn bgt
    Akhrnya mereka d’restuin jg sama ortu minie
    Sedih ya ceritanya smpe brlinang air mata nih bacanya T_T

    D’tnggu sequel2 selanjutnya 😀

    7 September 2012 at 5:07 PM

  9. vessalius-san

    sequel again, pweasee~~

    pengen deh lihat kyu udah kembali normal 🙂
    waktu baca ficnya aku senyum-senyum sendiri. lucu ngebayangin tingkah kyuhyun XDD

    sekian komen gaje dariku

    vessalius-san a.k.a sungmin’s concubine

    1 October 2012 at 9:27 PM

  10. Aaaah akhirnya ayahnya ming biarin ming sama kyuhyun 🙂
    Untunglah ming cuma mimpi…
    Happy endd!! 😀
    Kereen ff nya 😉

    8 October 2013 at 7:32 AM

  11. Kyaaaa!!!!
    Ada sedihnya , ada degdegannya , ada senangnya . Ddaebak eon^^
    Tapi kegantung–

    11 January 2014 at 1:15 PM

  12. kyumi wijayanti

    so sweet banget ceritanya c. perjuangan cinta kyumin yang tidak direstui keluarga lee. mengharukan…

    12 April 2014 at 10:30 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s