Read it and Enjoy it ~

Sungmin’s Fanfiction / Meet / Genderswitch / Romance / Oneshoot

Meet

Tittle : Meet

Cast : Lee Sungmin and other cast.

Genre : Genderswitch , Romance , Friendship

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos and maybe you’ll feel bored when read this story because the cast! So?!! I WARN all of you to do not read this fanfiction if you didn’t like the cast or didn’t like me :p

A/N : Ide ceritanya emang biasa dan mungkin sudah ada beberapa fanfiction yang bercerita tentang teman chatting tapi ini murni karyaku lho… so jangan diplagiat yah ^^~

Summary : Sungmin sudah lama chatting dengan teman dunia mayanya. Dan kali ini dia ingin melakukan kopi darat dengan temannya itu. Kira-kira bagaimana teman chatting Sungmin tersebut??

Let’s check it out the story…

***

KillerSmile : Uhm , sudah lama kita chatting dan aku merasa sepertinya akan sangat menyenangkan apabila bertemu denganmu yang memiliki banyak kesamaan denganku. Bagaimana? Kau mau kan kalau kita bertemu?!

 

ChocoMing : Baiklah. Aku pakai sweater berwarna pink vintage ya.

 

Sungmin menutup laptop berwarna hijau toscanya. Dia akan segera bertemu dengan orang yang sudah seminggu ini chatting intens dengannya setiap malam sebelum tidur.

“Huh…” Dihelanya nafas pendek sebelum pada akhirnya dia merenggangkan tangan-tangannya yang cukup kelelahan karena terus saja chatting sejak 2jam yang lalu.

“Jadi besok setelah sepulang sekolah ya….”

***

Ting! Ting! Ting! Ting!

Suara bel sebanyak empat kali tersebut menandakan berakhirnya waktu pelajaran untuk hari ini. Ditandai dengan Lim seongsaenim yang langsung keluar dari ruang kelas tersebut.

Sungmin langsung bergegas membereskan alat-alat tulisnya diatas meja dan langsung memasukannya kedalam tas. Dan tak lupa dikeluarkannya sweater berwarna pink dari dalam tasnya untuk dikenakannya menemui teman chattingnya tersebut.

“Kau benar-benar jadi menemui teman chattingmu itu, Min?” Tanya Henry yang duduk didepannya berbalik.

Sungmin mengancingkan satu persatu kancing dari sweaternya tersebut. “Iya.. Janjiannya jam 3. Didepan KonaBeans.” Jawab Sungmin singkat.

“Bukankah katamu dia itu mencurigakan, Min? Katamu dia tidak mau mengirimkan fotonya padamu? Kenapa kau masih mau bertemu dengannya?” Tanya Henry lagi. Terlihat gurat khawatir diwajah chubbynya itu.

“Kau ini… apa itu tidak terlalu bahaya?” Tambah Eunhyuk yang berada disamping Henry.

Sungmin menunjukan sedikit senyum manisnya kepada kedua temannya tersebut seraya beranjak berdiri. “Tenang saja. Aku juga tidak memberikan fotoku padanya, lagipula dia juga tidak tahu nama asliku dan alamatku… Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkanku…” Jelas Sungmin yang kemudian hendak keluar dari bangkunya dan juga ingin melangkah keluar kelas.

“Tapi….”

“Aku duluan ya!” Seru Sungmin sembari meninggalkan kedua temannya.

“Dasar Sungmin! Padahal kita memperingatkannya karena mencemaskannya…” Gerutu Eunhyuk sebal sembari memperhatikan Sungmin yang makin menjauh darinya dan Henry.

“Dia benar-benar keras kepala.. Susah sekali untuk mendengar masukan dari orang lain..” Lirih Henry pelan.

Eunhyuk menaikkan bahunya ke atas. “Entahlah..” Sahutnya singkat.

“Eh? Kyu kau belum pulang?” Tanya Henry yang baru menyadari bahwa ternyata masih ada orang lain selain mereka yang duduk dibangku didekat jendela disebelah meja Sungmin.

Kyuhyun tersenyum ke arah Henry dan Eunhyuk.

“Ini baru mau pulang… aku duluan..” Pamit Kyuhyun sembari mendahului langkah Eunhyuk dan Henry.

***

Sudah seminggu belakangan ini Sungmin melakukan chatting dengan orang bernick name KillerSmile. Sifat dan kepribadiannya yang sedikit berbeda dari orang lain sungguh menarik perhatiannya. Hampir banyak kesamaan antara dirinya dan teman chattingnya tersebut.

Dan hal itulah yang membuatnya kini berada didepan sebuah pusat pertokoan kota, tepatnya didepan sebuah kafe yang bernama Kona Beans , Sungmin merasa tertarik untuk bertemu dengannya oleh karena itu dia mempertimbangkan ajakan sang teman chattingnya untuk melakukan kopi darat.

Sungmin kembali melirik jam tangan mungil yang berada di pergelangan tangan kirinya. “Kurang dari 10 menit lagi..” Ucapnya kemudian.

Dari balik sebuah tiang listrik yang berdiri kokoh, Sungmin mencoba memandang lurus ke arah Kona Beans yang ada didepannya, untung memastikan apakah KillerSmile, teman chattingnya tersebut sudah datang atau belum.

“Sepertinya dia belum datang…” Desah Sungmin sambil tetap mencoba melihat lebih lekat lagi kedalam Kona Beans.

“ChocoMing?”

Sungmin berbalik tatkala nickname chattingnya tersebut diserukan dari arah belakang. ‘Namja ini mengapa seperti orang baik-baik?’ Gumam Sungmin dalam hati sembari memperhatikan sosoknya dari atas ke bawah. Dia mengenakkan sebuah topi berwarna coklat tua diatas kepalanya. “Ah.. salam kenal…” Ucap Sungmin mencoba basa-basi. “Kau…”

“GREPP!!”

“Kajja!!” Belum sempat Sungmin melanjutkan perkataannya laki-laki tersebut langsung memegang pergelangan tangan Sungmin dan sedetik kemudian mengajaknya berlari dari tempat itu.

“Tunggu dulu KillerSmile!!” Seru Sungmin ketika laki-laki yang diyakini teman chattingnya, terus saja mengajaknya berlari tanpa arah. “Kita mau pergi kemana?” Tanyanya kemudian.

Setelah dirasanya cukup jauh berlari akhirnya laki-laki tersebut menghentikan langkahnya,“Mianhe… hosh!! hosh!! hosh!!” Ucapnya sembari melepaskan tangan Sungmin dengan nafas masih terengah.

“Lho? K-kau kenapa?” Tanya Sungmin ketika melihat namja tersebut terus terengah tanpa henti.

“Hosh…hosh… aku sudah sering seperti ini… tapi tidak apa-apa istirahat sebentar juga bisa stabil lagi… hosh..hosh…” Jelasnya lagi masih dengan nafas yang terus terengah disertai dengan peluh yang menetes dari pelipisnya.

“Apa kau sudah mencoba memeriksakan kerumah sakit?” Tanya Sungmin lagi.

Laki-laki tersebut menggeleng, “Aku tidak tahan dengan bau rumah sakit ataupun segala macam yang berhubungan dengan obat-obatan…” Jelasnya lagi kemudian.

“Lho? Bukannya kau seorang mahasiswa kedokteran yang sedang magang?” Tanya Sungmin heran.

ChocoMing : Ngomong-ngomong apa pekerjaanmu?

KillerSmile : Pekerjaan? Ah.. aku belum bekerja, aku masih mahasiswa tapi aku sedang melakukan magang disebuah rumah sakit pusat. Meski aku masih magang, aku disana bekerja sebagai asisten dokter bedah ^^

“Anu… aku…” Laki-laki tersebut sedikit gugup ketika Sungmin menyadari kesalahannya dalam berbicara barusan.

‘Jadi dia berbohong tentang pekerjaannya…’  Gumam Sungmin dalam hati sembari memandangi laki-laki dihadapannya.

“Tidak apa-apa…” Ucap Sungmin kemudian.“Memang kita tidak boleh percaya begitu saja kan dengan semua yang ditulis ketika chatting, kan?” Sungmin menyingkap rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya ketika angin berhembus agak kencang.

“Lagipula aku juga tidak berniat untuk mengetahui yang sebenarnya dan aku juga tidak menceritakan apapun tentang diriku kan padamu…” Lanjut Sungmin membuat laki-laki tersebut menatapnya dengan pandangan sendu.

“Seperti apa dan bagaimanapun keadaan dan orangnya lebih baik kita nikmati saja apa adanya dan biarkan saja mengalir seperti aliran air yang pasti.” Akhir Sungmin sembari balik menatap laki-laki tersebut.

Kontan, laki-laki tersebut langsung membungkukan badannya 90 derajat sebagai perwujudan permintaan maaf.

Sungmin menghela nafasnya pendek dan langsung mengangguk sebagai jawaban untuk bungkukan laki-laki itu.

“Kalau begitu… ayo kita ke Lotte World… kita naik roller coaster…” Ajaknya pada Sungmin sembari tersenyum maut.

“Hah? Bodoh!!” Pekik Sungmin. “Bukannya kau mudah sesak napas, bagaimana kalau nanti kebiasanmu itu kambuh lagi ketika kita menaikinya!” Seru Sungmin lagi.

“Gwaenchana…! Bukannya kau suka naik roller coaster?” Ucapnya pada Sungmin.

ChocoMing: Aku paling benci kalau harus berkorban demi orang lain.

 

KillerSmile : Aku juga! Aku malah paling benci kalau harus bersikap munafik dan terlihat seperti menjilat orang lain.

Sungmin memandang lekat kearah teman chattingnya tersebut. ‘Kenapa sikapnya sungguh berbeda dengan apa yang dikatakannya waktu chatting?’ Tanya Sungmin dalam hatinya.

“Darimana kau tahu?”Tanya Sungmin langsung. Namun teman chattingnya tersebut hanya diam tak menjawab.

“Huft…” Sungmin membuang nafasnya berat. “Begini ya! Kau tidak perlu berkorban ataupun bersikap toleransi padaku kalau itu tidak membuatmu nyaman! Toh aku dan dirimu tidak mempunyai hubungan apa-apa…” Ucap Sungmin kemudian. “Bicaralah terus terang! Kalau memang tidak merasa nyaman lebih baik kita pulang saja!” Tambahnya lagi.

Laki-laki tersebut tersenyum hangat, “Baiklah, kalau begitu kita batalkan saja pergi ke Lotte Worldnya?”

Sungmin mengangguk sembari tersenyum kecil.

***

Setelah batal untuk pergi ke Lotte World mereka memutuskan hanya berjalan berkeliling sekitar taman kota. Meski baru pertama kali mengenalnya lelaki itu entah mengapa Sungmin merasa lelaki itu terlalu banyak bicara dan tidak terlihat canggung dengannya sama sekali.

Apa setiap laki-laki seperti itu? Entahlah?! Sungmin hanya mampu berpraduga tanpa menanyakan kebenarannya, toh dia melakukan pertemuan ini hanya untuk sekedar mengusir kebosanan semata.

Lagipula dia cukup terhibur dengan adanya lelaki tersebut disampingnya. Karena sejenak Sungmin jadi melupakan semua masalahnya, semua hal yang memang tidak ingin dialaminya.

Tertawa lepas , berteriak , berlari , tidak pernah hal tersebut dilakukannya secara senang hati dan puas. Biasanya , sehari – hari disekolah hanya dia habiskan dengan membaca buku yang dibelinya ataupun melamun sendu tenggelam dalam pemikirannya. Sungmin bukan orang yang mudah berbasa-basi dengan temannya , meski mereka adalah perempuan.

Bagaimanapun lelaki disampingnya kini sedikit memberikan kecerian untuknya walau Sungmin merasa ada sesuatu yang disembunyikan dari dirinya. Terlalu banyak hal berbeda dari dirinya yang Sungmin tahu dari chatting dan dari kenyataannya.

“ChocoMing!!! Ayo kesana!! Kita lihat merpati itu!! Mereka memakan semua biji-bijian yang dilempar oleh pengunjung lain…!!” Serunya memanggil Sungmin dengan raut wajah senang  sembari menunjuk ke arah sekumpulan burung merpati yang tengah asyik makan.

ChocoMing : Aku tidak begitu suka dengan binatang. Bagiku mereka itu merepotkan. Sangat berisik dan menganggu

 

KillerSmile : Aku juga. Bahkan kalau aku melihat binatang apapun dari kejauhan. Aku lebih memilih menghindarinya. Wah kita sama lagi ya!

 

“Ah..iya..” Sahut Sungmin sembari menghampiri lelaki itu ke arah sekumpulan merpati tersebut.

“Kau tidak merasa terganggu dengan mereka?” Tanya Sungmin ketika telah berdiri disamping lelaki teman chattingnya itu.

Lelaki itu menggeleng. “Tidak! Justru sebaliknya kehadiran mereka memberikan kesan kehangatan…” Ujarnya berfilosofi. Sungmin sedikit terdiam memandang merpati – merpati tersebut lurus. “Hey ChocoMing!! Kau melamun?” Tanyanya pada Sungmin.

Sungmin langsung tersadar dari lamunannya. “Ah aniya..” Sahut Sungmin kemudian.

“Hey apa kau lapar? Bagaimana kalau kita makan dulu di café Sapphire Blue?” Ajak sang KillerSmile pada Sungmin.

Sungmin hanya mengangguk sebagai jawabannya.

***

ChocoMing : Aku bukan orang yang mudah bergaul dengan sebayaku. Aku bukanlah orang yang mudah berbohong. Hal apapun pasti dengan jujur aku katakan pada orang disekitarku tentang diri mereka sendiri. Dan itu bisa menimbulkan masalah yang pasti sangat merepotkan. Makanya aku lebih memilih berteman dengan melakukan chatting lewat internet.

 

KillerSmile : Aku mengerti. Aku juga sama sepertimu. Aku bukanlah tipe orang yang mau pusing-pusing memikirkan masalah orang lain.

 

ChocoMing : Aku juga.

“Kau bilang kau bukan orang yang mau pusing-pusing memikirkan masalah orang lain, tapi kenapa tadi kau membantu orang yang terlibat dalam adu mulut itu?” Tanya Sungmin sembari menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.

Lelaki itu menggaruk surai belakangnya yang sama sekali tidak gatal. “Ah itu.. eh karena … aku.. aku .. hanya tidak ingin ada keributan saja. Lagipula selain berisik karena salah seorang dari mereka selalu berteriak, itu juga sangat tidak etis. Terlebih bagi kita yang hanya melihat tapi tidak mencoba meluruskan kesalahpahaman mereka. ” Ujarnya dengan sedikit tergagap sembari menyedot orange juice yang tadi dipesannya.

“Lagipula itu hal biasa yang aku lakukan ketika teman atau orang disekitarku terlibat percekcokan. Hal tersebut bisa menjaga hubungan dengan mereka. Kau sendiri apa tidak seperti itu pada temanmu…” Tanya laki-laki tersebut pada Sungmin.

Sungmin menghela nafas panjang dan memandang lurus KillerSmile. “Aku tidak terlalu dekat dengan teman-temanku. Aku berusaha menjaga jarak dari mereka. Aku tidak ingin sampai terjerumus kedalam masalah mereka.” Ucap Sungmin kemudian. “Lagipula aku juga tidak terlalu mengingat satu persatu wajah dari teman-temanku.” Tambah Sungmin.

“Tidak ingat satu persatu wajah temanmu?” Tanya laki-laki dihadapannya tak percaya. “Dengan teman yang duduk disebelahmu juga tidak ingat wajahnya?” Tanyanya lagi.

Sungmin mengambil lemonade dan langsung menyedotnya cepat. “Kalau tidak salah sih laki-laki, tapi aku tidak ingat wajah dan namanya.” Jawab Sungmin singkat.

Lelaki tersebut mendesah pelan. “Oh begitu…” Sahutnya juga dengan singkat.

“Lagipula setelah kenaikan kelas juga aku sudah tidak mempunyai urusan lagi dengan mereka semua. Kelas akan berganti begitu juga dengan teman sekelasnya. Dalam hal ini mempunyai urusan dengan teman-teman seperti itu justru akan merepotkan diri sendiri, terlebih kalau terlibat cekcok atau ketika kita tidak menyukai salah satu dari mereka…” Ujar Sungmin dengan raut wajah malasnya sembaru memutar-mutar ujung sedotan digelasnya.

“Tidak seperti teman chatting…” Lanjut Sungmin lagi. “Apabila kita sudah bosan atau tidak menyukainya lagi kita bisa memutus koneksi chatting kita, sedangkan dengan teman-teman sekelas seperti mereka? Tidak semudah itu , harus menunggu sampai kenaikan kelas.. huh…” Ujar Sungmin sembari menghela napas diujung kalimatnya.

“Jadi karena bisa memutus koneksi obrolan dengan teman chattingnya setiap saat kau merasa lebih tenang mengungkapkan isi hatimu yang sebenarnya ya? Begitu ChocoMing?” Sahut laki-laki tersebut mencoba menebak.

ChocoMing : Aku lebih bisa berbicara dengan teman dari dunia maya ketimbang didunia nyata sehari-hariku.

Sungmin menyangga dagunya dengan tangan kanannya sembari menghela napas panjang. “Begitulah…”Desah Sungmin. “Coba saja kalau jalinan pertemanan itu bisa diputuskan semudah menekan tombol Exit di komputer. Mungkin hidup akan menjadi lebih mudah dan tak susah.” Tambah Sungmin lagi.

KillerSmile tersenyum. “Kau ini…. orang yang peka ya…” Ucapnya sembari tersenyum dan mengangkat wajahnya menatap Sungmin. “Kau tidak mau membuat temanmu susah. Sampai-sampai kau menghindari mereka. Kau sampai mau repot – repot bertindak sejauh itu…” Tambahnya lagi.

ChocoMing : Aku bukan orang munafik yang bisa memasang topeng manisku didepan kebanyakan orang lain. Aku lebih suka menampilkan wajahku meski kenyataannya wajah asliku sangat tidak enak dilihat oleh orang lain.

 

KillerSmile : Aku juga sama. Ternyata pemikiranmu sama ya dengan pemikiranku.

“Meski begitu kau harus mencoba bergaul dengan mereka. Tak ada salahnya kan kalau mencoba? Siapa tahu kau akan lebih menyukainnya. Menyukai bergaul dengan teman-teman disekitarmu ketimbang dengan teman chattingmu…” Tambah lelaki itu dengan senyum ramahnya yang tak hilang dari wajahnya ke Sungmin.

ChocoMing : Aku juga bukan orang yang suka ikut campur dan mencoba hal-hal baru yang tak penting.

KillerSmile : Begitu juga denganku. Urusanku lebih penting untuk diurusi ketimbang ikut campur kedalam urusan orang lain.

Sungmin menatap lelaki dihadapannya dengan tatapan bingung dan tak percaya namun datar, ‘Ke-kenapa dia berbeda sekali?’

“Ting!”

“Ting!”

“Ting!”

“Ting!”

“Ting!”

Sungmin langsung mengambil handphonenya ketika suara dentingan pemberitahuan berbunyi. Dibukanya aplikasi chatting yang memang sengaja dia bunyikan ketika ada chat masuk ke akunnya.

Dan matanya terbelalak lebar ketika membaca sebuah pesan yang masuk dari handphonenya tersebut.

KillerSmile : ChocoMing?!!

KillerSmile : Kau dimana?

KillerSmile : Aku sudah sejak tadi menunggumu!

KillerSmile : Apa kau tak jadi datang?

KillerSmile : Kenapa tidak jadi datang?

Sejurus kemudian Sungmin mengangkat wajahnya dan memandang lelaki dihadapannya dengan tajam.

“Siapa….” Lirih Sungmin pelan.

Lelaki tersebut mengerinyitkan keningnya  mendengar pertanyaan Sungmin yang sangat terdengar pelan.

“Siapa kau sebenarnya?” Seru Sungmin sembari menggebrak meja dengan kencang.

Lelaki tersebut mengangkat ujung bibirnya kecil. “Pesan dari teman chattingmu kah?”  Tanyanya dengan pandangan wajah menunduk ke arah bawah.

“Siapa kau sebenarnya? Kau bukan KillerSmile kan? Siapa dirimu sebenarnya?!!”  Tanya Sungmin sekali lagi dengan seruan suara yang cukup tinggi.

“Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau dengan siapapun teman chattingmu tak masalah?”  Tanya Lelaki tersebut sembari tersenyum kecil.

“Seperti apa dan bagaimanapun keadaan dan orangnya lebih baik kita nikmati saja apa adanya dan biarkan saja mengalir seperti aliran air yang pasti.”

 

“BRAKK!!”

Sungmin mendorong bangku yang didudukinya hingga terjatuh dan langsung berlari keluar membuat laki-laki tersebut terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba meninggalkannya sendiri.

Sungmin terus berlari keluar tak tentu arah dan ketika dia rasa jarak yang cukup jauh sudah ditempuhnya dia memutuskan berjalan menyusuri sisi pedestrian dengan pandangan lurus kedepan dengan raut wajah masih terkejut.

“Jadi dia telah benar-benar membohongiku?!!” Seru Sungmin dengan nada tak percaya.

Sudah hampir seharian dia menghabiskan waktu. Dan itu dengan orang yang…. membohonginya?

Gosh! Rutuk Sungmin dalam hatinya.

Sungmin mendengus kesal sembari menepuk keningnya kecil. “Oh iya , bukannya dia tidak pernah mengakui dirinya sebagai KillerSmile? Bukankah dari tadi hanya aku yang terus menyebut dan memanggilnya KillerSmile? Tapi kenapa dia…” Sungmin menggigit bibir bagian bawahnya. “..tau tentang ChocoMing?”

“Kau ChocoMing?”

Sungmin menghentikkan langkahnya ketika mendengar suara dari kejauhan menyebutkan tentang nama akun chattingnya tersebut.

“Bb-bubukan… lepaskan! Aku bukan ChocoMing!!”

“Humm , bukan ya? Tapi kau mau kan menemani kami?! Ayolah wanita manis…”

Bulir keringat langsung mengalir dari pelipis Sungmin yang tertutup surai poninya. Terkejut lagi. Dan ini untuk yang kedua kalinya. Rasa penasaran yang lebih besar dari rasa takut Sungmin membuatnya melangkahkan kaki menuju sumber suara yang terdengar tadi.

Dari balik sebuah tembok Sungmin dapat melihat sekelompok anak muda tengah menjerat seorang wanita yang mengenakan sweater pink seperti dirinya.

“Shireo!! Lepaskan aku!!” Seru sang wanita sembari meronta mencoba melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh mereka.

“Aduh kenapa kau galak sekali sih wanita manis…” Sahut salah satu dari mereka sembari mencolek ujung dagu wanita tersebut.

“Lepaskan!!” Seru sang wanita sekali lagi.

“Sudah berhenti! Lepaskan saja dia!” Ucap salah satu dari mereka yang lain , yang sepertinya merupakan pimpinan dari mereka.

“Hah!! Kenapa malah dilepaskan?” Protes temannya.

“Lagi-lagi kau membuang kesempatan!” Tambah yang lainnya.

“Sudah diam saja kalian!” Serunya lagi.

Dari kejauhan balik tembok Sungmin membelalakan matanya tak percaya sembari meremas ujung sweater pink yang dikenakannya. “Jadi itu KillerSmile yang sebenarnya?” Lirih Sungmin dalam hati sembari melepaskan sweater yang dikenakannya dan sejurus kemudian dimasukkannya kedalam tas ketika dia melihat segerombolan anak muda tadi berjalan menuju ke arahnya.

Sungmin langsung berbalik dan bersikap seolah dia baru saja lewat dijalan itu.

“Mana yang katanya teman chattingmu itu? Kau bilang dia akan datang!”

“Yah mau bagaimana lagi, aku kira wanita itu pasti datang. Karena sepertinya dia terkesan gampangan dan mudah dibohongi.” Ucap laki-laki tersebut sembari menyesap putung rokok ditangannya.

“Kau bodoh sih chatting-chattingan segala. Jadi buang-buang waktu!” Timpal salah satu dari temannya.

“Padahal aku sudah memakai nama KillerSmile untuk menarik perhatiannya. Sudah mengikuti alur obrolan dengan topik bodoh seperti yang dia mau. Bilang bahwa aku seorang dokter lah, ini lah itu lah.. Huh!!” Serunya sembari kembali menyesap putung rokoknya dan setelah itu dihembuskannya asapnya ke udara.

“Dasar kampungan kau! Dizaman seperti ini masih suka melakukan hal-hal bodoh dan kampungan seperti chatting tadi. Seperti orang culun saja kau!!” Ejek temannya sembari terus berjalan melewati Sungmin tanpa menyadari kehadiran Sungmin yang terus berbalik membelakangi mereka.

Sebenarnya Sungmin ingin langsung berlari namun hal itu tentu bisa membuat mereka semua curiga terhadapnya. Oleh karena itu Sungmin putuskan untuk mencoba bersikap biasa.

“Enak saja kau mengataiku Culun dan Kampungan!!” Serunya sembari menjitak temannya yang baru saja mengejeknya. “Memangnya aku seperti laki-laki culun yang kita tabrak tadi?!!” Lanjutnya lagi.

“Laki-laki culun? Yang pakai topi coklat tadi sore itu?”

“Iya siapa lagi!”

“Sudahlah lebih baik kita pergi minum dan lupakan hal tentang ChocoMing- ChocoMing mu itu..” Ucap salah satu temannya yang menggunakan jaket levis sembari terus melangkah jauh.

Sungmin memutuskan berbelok dan langsung berlari ketika jarak antara dirinya dan gerombolan anak muda itu sudah jauh darinya. Dibenaknya kini hanyalah kembali ke café Sapphire Blue dan menemui laki-laki yang sudah bersamanya beberapa jam ini.

Bagaimanapun Sungmin merasa harus segera berterimakasih kepadanya karena sudah menyelamatkan Sungmin dari laki-laki nakal yang menggunakan akun KillerSmile untuk menipunya.

Entah mengapa memorinya bersama laki-laki tersebut terus berkelebat didalam kepalanya. Pantas saja dia sangat berbeda. Bukan hanya berbeda tapi memang dia bukan KillerSmile itu. Dia lebih baik seribu kali lipat dari KillerSmile. Mengingat hal itu membuat bulir air mata Sungmin perlahan keluar dari pelupuk matanya.

Air matanya terus berterbangan terbawa kangen karena Sungmin terus saja berlari.

Dan sesampainya disana. Sungmin tak mendapati laki-laki yang bersamanya tadi. Makin menjadilah air mata Sungmin keluar dari pelupuknya.

Namun Sungmin tak hanya berdiam diri melainkan langsung berbalik dan kembali berlari keluar dari café tersebut untuk mencari laki-laki tadi. Diingatnya lagi tempat yang mungkin saja didatangi laki-laki itu didekat sini yang baru saja mereka datangi sore tadi.

Dan langkah kakinya membawanya menuju sebuah taman dimana dia dan dirinya melihat kumpulan burung merpati tadi.

“Hosh!! Hosh!! Hosh!!” Sungmin menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang yang tengah dicarinya berada didepannya. Nafasnya masih terengah untuk membalas senyuman hangat yang dilemparkan lelaki itu padanya.

Terlihat lelaki itu terus memegangi dadanya dengan tetap tersenyum ke arah Sungmin.

Sontak Sungmin langsung berlari dan memeluk lelaki itu. “Aku tidak bermaksud untuk membohongimu… ketika aku dengar obrolan segerombolan orang tadi. Aku langsung berinisiatif untuk mencarimu… maafkan aku soal tadi..aku tidak tega memberitahumu bagaimana KillerSmile asli itu…”

“Ssstt..!” Sungmin melepaskan pelukannya dan  langsung menempelkan telunjuknya diatas bibir lelaki itu.

Sungmin memandangi waut wajah lelaki itu dengan dalam. “Justru aku yang sangat berterima kasih padamu. Kalau bukan karenamu… ”

“… aku pasti sudah habis dikerjai mereka…” tambah Sungmin dengan wajah tertunduk.

“Tidak perlu sungkan!” Sahutnya ramah.

Sungmin mengangkat kepalanya dan memandang lelaki itu dengan pandangan bertanya. “Siapa dirimu sebenarnya? Namamu siapa?”

Lelaki itu berjalan beberapa langkah dan membelakangi Sungmin. “Kau masih tidak ingat juga, Sungmin?”

Sungmin berjalan mendekatinya, “Maksudmu? Darimana kau tahu namaku?” Tanya Sungmin bingung.

Lelaki tersebut kembali melangkah meninggalkan Sungmin yang tengah bingung.

“Kau akan temukan jawabannya besok!”

“Hah? Besok pagi?”

***

Sungmin melangkah menuju ruang kelasnya dengan raut wajah yang berbeda pagi ini. Raut wajahnya lebih berseri ketimbang hari-hari sebelumnya. Apa karena lelaki kemarin? Entahlah!

Yah mungkin memang benar karena lelaki tersebut.

Sampai sekarang dia masih bingung dengan sekelebat pertanyaan berputar dikepalanya. Lelaki itu tahu nama asli Sungmin , selain itu dia juga bilang Sungmin akan tahu namanya pagi ini. Apa maksudnya itu. Sungmin sudah memutar otaknya dari semalam untuk menemukan jawabannya namun hasilnya tetap saja nihil.

“Hey Sungmin!!” Seru sebuah suara dari arah depan pintu ruang kelasnya.

Sungmin tersenyum dan langsung berlari menghampirinya. “Hyukkie…!! Henry!! Selamat pagi!!” Sapa Sungmin ketika berada didekatnya.

“Pagi juga Sungmin!! Sepertinya kau sangat senang pagi ini…” Ucap Eunhyuk mencoba menebak.

“Iya betul!” Timpal Henry. “Oh iya bagaimana dengan pertemuanmu dengan teman chattingmu kemarin? Sukses?” Tanya Ryeowook.

Sungmin hanya tersenyum menanggapinya, “Begitulah…”

“Ting! Ting! Ting! Ting!”

“Sudah bel tuh! Ayo masuk!” Ajak Eunhyuk pada Sungmin dan Henry.

Mereka pun langsung masuk kekelas dan duduk ditempat duduk masing-masing. Kelas langsung terasa bising dan sesak bagi Sungmin. Entah mengapa dia baru menyadari itu semua. Bahwa dirinya tidak hanya sendiri, dan dunianya tidak hanya lagi ada dirinya seorang, melainkan seluruh teman kelasnya.

Henry yang duduk didepan Sungmin langsung berbalik ke arah Sungmin, “Kau sudah mengerjakan peer?” Tanya Henry kemudian.

Sungmin mengangguk sembari tersenyum, “Sudah..”

Henry ikut tersenyum “Aku juga sudah… uhm ngomong-ngomong kok Kyuhyun belum datang?” Tanya Henry sembari melihat ke arah samping dibangku Sungmin.

Sungmin ikut menoleh kesamping , “Kyuhyun? Siapa dia? Teman sekelas kita?” Tanya Sungmin pada Henry.

“Lho? Kau bertanya apa sih Sungmin. Dia kan duduk disampingmu…” Sahut Henry sembari kembali menunjuk ke arah samping didekat jendela dengan ujung dagunya.

“Ah benarkah? Hhe…” Sungmin tersenyum kecut merutuki ketidakpekaannya. Langsung saja dia menunduk kebawah , berpura-pura tengah menyiapkan buku. Sedikit rasa malu sedang dirasanya kini. ‘Apa segitu cueknya aku?’ Rutuk Sungmin dalam hati.

“Tidak biasanya dia telat…” Ucap Henry pada Sungmin yang masih fokus pada buku-bukunya.

“Brakk!!”

Terdengar pintu kelas yang terbuka beberapa saat kemudian. Dari baliknya muncul seorang anak laki-laki yang tengah terengah. Sepertinya habis berlari. Semuanya langsung menoleh ke arah pintu, kecuali Sungmin.

“Huft!” Desahnya lega ketika dia mendapati guru mata pelajaran pertama hari ini belum memasuki kelasnya. Dia langsung berjalan menuju tempatnya yang bertempat didekat jendela.

“Selamat pagi Kyu!!” Seru Henry ketika Kyuhyun menempati bangkunya.

“Pagi Henry!!” Sapa Kyuhyun balik.

“Pagi anak-anak!!” Seru seorang guru yang baru saja memasuki ruang kelas tersebut membuat Henry langsung membalikkan badannya dan menghadap kedepan.

“Pagi Saenim!!” Sahut anak-anak sekelas termasuk Sungmin yang langsung mengangkat kepalanya melihat kedepan.

“Pagi juga ChocoMing!!” Sapanya lagi membuat Sungmin terbelalak dan terpaku diam. Sesaat kemudian Sungmin langsung menoleh kesamping, dilihatnya wajah Kyuhyun yang ternyata tak asing baginya tengah memandang ke arahnya dengan seringai kecilnya. Wajah yang sudah menghabiskan waktu sore bersamanya kemarin dilihatnya pagi ini. Dan dia…

Teman sekelasnya sendiri.

Yang duduk disampingnya.

Dan Sungmin baru menyadarinya hari ini , detik ini juga!

“Buka buku paket halaman 86 , kerjakan latihannya dan langsung kumpulkan bersama pekerjaan rumah kalian dua hari yang lalu!” Titah sang guru kepada semua muridnya.

Kyuhyun tersenyum manis ke arah Sungmin yang terus memandanginya dengan raut wajah terkejut. “Buka halaman 86 , ChocoMing!” Ucapnya sekali lagi.

Sungmin langsung tersadar dari keterkejutannya.

“Kau?!!”

***

END

Satu lagi oneshoot dariku ^^~

Sebenarnya udah lama pengen bikin cerita tentang chatting yang terus kopi darat-an kaya gini , tapi nggak pernah kesampaian karena bingung mikirin endingnya harus kaya gimana -,-”

Jadi deh ini dokumen cerita menjamur di laptop sampe hampir 1 tahun. -,-”

Pas ngeliat MV Shady Girl , langsung sempet kepikiran buat ending yang kaya gitu… malah Tadinya juga pengen dibikin kaya cerita di MV Shady Girl-nya SISTAR. Tapi aku yakin itu bakalan panjang ceritanya. Untuk satu orang aja udah 20 page word apalagi 4 orang??

Bingung lagi deh…

Tapi…

Untung aja ada temen aku yang ngasih sedikit ide untuk bagian ending..

Well , for my bestie thanks for your end’s idea , and for Readerss yang udah baca… jangan lupa komen yah :^^~

Aku tidak mengharapkan apapun kok dari kalian, selain komentar ^^~

 

Advertisements

10 responses

  1. like like like
    Untung si kyuhyun udah ngajak sungmin pergi,coba kalo enggak?Gimana jadinya nanti==”
    Owh..ternyata sungmin cepet lupa wajah dan nama orang toh.Kasian kyuhyun hahaha..

    23 June 2012 at 5:14 PM

  2. sumpah ffnya bagus banget ka..
    pemilihan katanya sempurna banget, sumpah nda minder kalau baca ff kakak yang ini terus dibandingiin sama ff nda u,u
    sungminnya parah nih, masa temen sekelas terlebih lagi temen sebangku gak kenal sih -;-‘
    pokoknya keren deh,,
    2 jempol dah 😀

    28 June 2012 at 2:40 PM

  3. Widiantina

    Crtny so sweet. .
    awl ny sdkt mnyblkn krn kyu ny gx blang bkn killersmile tp akhrny so sweet. . 😛

    14 July 2012 at 11:38 AM

  4. omuna ming… makax perhariin sekitar donk

    16 August 2012 at 3:28 PM

  5. Yah ko end ?
    Lanjuuut !

    15 September 2012 at 9:56 PM

  6. Eh kok ada copy-an(?)nya thor?

    Tapi ceritanya seru, bkin nebak2 sndiri 😀

    1 November 2012 at 12:36 PM

  7. hye ri :)

    komen cukup kan author ssi
    ah iya, ffnya ke double
    jd.a harus menyebrangi sungai u/ komen kkkk
    fighting author ssi

    8 December 2012 at 8:24 AM

  8. wahh killersmile yaa,, td yg ad dpikiran aku killersmile dsni itu adlh kibum,, trnyata hax org iseng yang mw jahilin ming..

    omunaa.. ming ming tmen sbangku kok gak kenal sihh cuek bner dah..

    18 April 2013 at 11:01 PM

  9. kyuchikii

    huaaa unn kyu nya keren bgt disini >< tp utk ukuran manusia ming agak kerlaluan juga sampe gak kenal teman sebangkunya sendiri wkwk

    19 June 2013 at 12:09 AM

  10. temen sebangku gak kenal
    terlalu ming *geleng2 kepala

    5 August 2013 at 3:08 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s