Read it and Enjoy it ~

KYUMIN’s Fanfiction / My All Is In You / Genderswitch / Romance / Hurt / Part 2

my all is in you2

Tittle : My All Is In You

Cast : Kyumin , Super Juniors member , Kris EXO , Tao EXO , other cast.

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance, Hurt , Family , Friendship

Rate: Teen

Length : Chapter

Part  : 2 of ?

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked. GirlMing! GirlHyuk!

A/N : Hem , gara gara kata “paruh baya” jadi banyak yang nanyain umurnya Ming ya? hehehe , sebenarnya paruh baya disini aku artikan sebagai kata dewasa , bukan orang berumur yang udah lewat dari 40 tahunan. Tapi pikiran kalian jadi lain ya? Hehe , maaf ya readers , dan makasih buat koreksinya. Oleh karna itu buat nggak menimbulkan salah paham lagi aku nggak akan pake kata “paruh baya” lagi , hehe ^^ Sekali lagi makasih buat reviewnya kemarin. Oh iya seperti biasa , mungkin ini bakal jadi mini series , tapi bisa juga panjang kaya Minnie ataupun Nerd Girl ^^ buat yang masih nungguin Nerd Girl. Sabar sedikit ya.

Disclaimer: KyuMin belong to God and KyuMin shipper and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/

Summary : I think will be more surprise if I didn’t give any summary xD kkkeke &(^_^)& so Read it and Enjoy it .. ~

Let’s check it out the story…

***

Lembayung senja menampakkan diri yang terlihat bak lukisan abstrak menghias langit sore yang beranjak makin gelap. Dibawah kolong langit tersebut , terdapat 2 sosok manusia yang memutuskan untuk berjalan kaki menuju kediamannya. Mereka adalah Kyuhyun dan Donghae. Dua sekawan yang kebetulan bekerja ditempat yang sama dan mempunyai arah tujuan yang yang sama.

“Apa kau sedang ada masalah dengan Sungmin , Kyu?” Tanya Donghae membuka suara sembari membetulkan letak tas punggung hitamnya.

Kyuhyun menolehkan pandangannya kesamping menghadap Donghae sesaat dan langsung menghembuskan kebahagiannya pendek sebelum menjawab pertanyaan Donghae. “Seperti yang kau rasa.” Jawab Kyuhyun singkat.

Hubungan Sungmin dan Kyuhyun memang tertutup dan tersembunyi dari banyak orang , namun juga terbuka untuk beberapa diantaranya. Dan Donghae salah satunya. Dia adalah salah satu saksi hidup perjalanan hubungan KyuMin sedari awal sampai saat sekarang ini yang sudah berjalan hampir 4 tahun lamanya.

“Aku sudah mengira sejak awal bahwa semuanya akan berjalan sulit. Tapi kenapa dia masih mau mempertahankan hubungan ini?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. Karena dengan Donghae pun dia tidak menatap wajahnya.

“Bukankah itu berarti dia benar-benar menyayangimu?” Tanya Donghae menanggapi. “Apa kau tidak menyayanginya juga?” Lanjut Donghae lagi.

“Bukan! Bukan begitu hyung!” Kilah Kyuhyun cepat. “Justru..” Seperti tercekat Kyuhyun merasa tenggorokannya susah untuk mengeluarkan suara. “Aku terlalu menyayanginya , aku terlalu takut menjadi beban untuknya. Kau tentu dapat melihat kan perubahan yang terjadi pada dirinya?” Tanya Kyuhyun pada Donghae di akhir kalimatnya.

Donghae diam tak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Memang benar apa yang Kyuhyun tanyakan barusan. Sungmin yang dulu selalu ceria dan penuh semangat kini selalu terlihat tertekan dan jarang tersenyum. Tapi itu bukan karena Kyuhyun bukan? Dia yakin perubahan Sungmin dikarenakan tuntutan yang ditimpakkan kepadanya. Bukan karena terbebani menjalani hubungan dengan Kyuhyun.

“Tapi itu bukan karenamu , Kyu.” Sahut Donghae pada akhirnya. “Aku rasa sebaliknya.” Lanjut Donghae ambigu. “Kau mengurangi bebannya , kau membuat senyumnya yang bersembunyi kembali keluar. Setahun terakhir ini bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali dia tersenyum.” Ujar Donghae kemudian.

“Semoga saja begitu , Hyung.” Ujar Kyuhyun sedikit berharap.“Oh iya Hyung. Kau dapat salam.” Ucap Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Salam? Dari siapa?” Tanya Donghae penasaran.

“Kibum Hyung. Salah satu pegawai HRD dikantor. Kau tahu kan?” Jawab Kyuhyun memberitahu.

“Kibum?” Ucap Donghae sembari terlihat mengingat-ingat. “Ah iya aku ingat!” Seru Donghae kemudian.

“Kau ada hubungan apa dengannya Hyung?” Selidik Kyuhyun.

“Hubungan? YAA!! Apa maksudmu Kyu?” Seru Donghae tidak senang dengan pertanyaan Kyuhyun.

“Kyuhyun hyung!!”

Donghae , serta Kyuhyun langsung menoleh ke sumber suara ketika mendengar namanya dipanggil oleh seseorang yang kemudian berjalan mendekat menghampirinya dan Donghae.

“Kau baru pulang , Hyung?” Tanya orang tersebut sembari mengapit manja lengan Kyuhyun.

“Iya. Kenapa kau bisa ada diluar rumah? Kau habis darimana?” Tanya Kyuhyun balik pada orang tersebut.

“Tidak kemana-mana. Hanya berjalan-jalan disekitar sini saja.” Jawabnya singkat.

“Kau harus lebih berhati-hati , Tao-ah. Daerah disekitar sini masih sangat asing bagimu. Bagaimana kalau ada orang yang berbuat tidak baik padamu..” Celoteh Kyuhyun sembari memegang pundak Tao.

“Maaf Ge ehm Hyung. Aku hanya sedikit merasa bosan kalau hanya berdiam diri saja dirumah.” Ujar Tao dengan nada menyesal.

Kyuhyun mengusap puncak kepala Tao memaklumi penjelasan sang adik. “Ah iya. Donghae hyung perkenalkan ini Tao , adikku yang pernah aku ceritakan padamu dulu. Dan Tao , perkenalkan ini Donghae Hyung.” Kata Kyuhyun kemudian mengalihkan topik pembicaraan.

“Annyeong Hyung!!” Seru Tao ramah pada Donghae dan ditanggapi sunggingan senyuman yang tak kalah ramah juga oleh Donghae.

“Annyeong Tao..” Sahut Donghae kemudian.

“Sini Ge ehm Hyung aku bawakan tasmu.” Ucap Tao pada Kyuhyun sembari mengambil tas punggung Kyuhyun dan kemudian berjalan mendahului Kyuhyun dan Donghae. “Hae Hyung aku duluan ya!” Serunya sembari langsung berlari cepat.

“Hae Hyung? Ckck..” Decak Kyuhyun diselingi sedikit tawa.

“Seperti dirimu dulu ya Kyu.”

“Ha?”

***

“Sudah siap!” Seru Kyuhyun sembari meletakkan sepiring nasi goreng kemeja makan.

Tao yang sedari tadi sudah memegang sendok dan garpu tersenyum senang. “Boleh aku makan sekarang , Hyung?” Tanya Tao sembari mengangkat tinggi-tinggi garpu dan sendoknya.

Kyuhyun mengusap puncak kepala Tao penuh rasa gemas dan sayang. “Tentu saja. Kau kira untuk siapa nasi goreng ini?” Tanya Kyuhyun retoris.

Sedetik kemudian , Tao langsung menarik sepiring nasi goreng tersebut untuk lebih mendekat kearahnya. Lidahnya sedikit berdecak disuapan pertamanya “Ge – ehm Hyung tidak makan?” Tanya Tao melihat Kyuhyun hanya diam memandanginya yang sedang makan malam tersebut.

Kyuhyun menggeleng. “Belum lapar.” Jawab Kyuhyun singkat. “Kau tidak perlu memaksakan memanggil Hyung kalau memang lidahmu tidak nyaman. Kau bisa memanggilku Gege.”

“Tapi Hyung ini kan di Seoul.” Sahut Tao.

“Tak apa. Sudah teruskan dulu makanmu , baru berbicara lagi nanti.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Tidak. Tidak. Aku akan tetap berusaha membiasakan lidahku untuk memanggil Hyung..” Putus Tao diiringi senyuman lebar diwajahnya.

***

Sungmin diam termangu menatap kedepan. Suasana sepi nan lengang sangat mendukung kegiatannya saat ini. Tadi setelah sempat kambuh , keadaan ayahnya sudah mulai membaik dan kini tengah berbaring tenang dikamarnya. Tidak dia sangka kalau Kris bisa sampai senekat itu membangkang kepada ayahnya. Dia anak yang sangat manis ketika kali pertama Sungmin bertemu dengannya.

“Huh…” Sungmin menyandarkan bahunya disofa ruang tamunya setelah menghela nafas panjang.

Belum juga selesai masalahnnya dengan Kyuhyun. Kini sudah ditambah dengan masalah Kris dan Ayahnya.

“Oh Tuhaaan…” Sungmin menunduk menggenggam kedua sisi rambutnya dan menariknya kencang. Berharap semua yang tengah dialaminya kini hanyalah bunga tidur penghias istirahatnya. Namun ketika dirasakannya kulit kepalanya yang tertarik sakit , semua harapannya menguap bersama helaan nafas yang terus terurai merenggut satu persatu kebahagiaan dalam kehidupannya.

“Cklek!”

Sungmin mengangkat kepalanya ketika mendengar suara kenop pintu yang terbuka serta decitannya yang terdengar jelas.

“Kris?” Terka Sungmin. “Apa itu kau?” Tanyanya kemudian.

Tanpa terdengar sahutan , Sungmin mendengar langkah yang mendekat dan mendapati memang sosok Kris yang baru saja masuk. Sungmin langsung beranjak bangun menghampiri Kris.

“Dari mana saja kau?” Tanya Sungmin dengan nada sedikit kesal.

“Noona tak perlu tahu!” Sahut Kris sinis sembari terus berjalan melewati Sungmin.

“Kris! Berhenti bersikap tidak sopan terhadap orang yang lebih tua darimu!” Seru Sungmin mencoba menasehati Kris yang mulai menaiki anak tangga satu persatu.

Sungmin berjalan kearah ujung anak tangga untuk menghampiri Kris lagi. “Kalau memang kau tidak mau bersikap sopan padaku , setidaknya kau menghargai Appa…” Ucap Sungmin lagi membuat Kris menghentikkan langkahnya di anak tangga ke lima.

“Daripada kau menyarankan aku untuk menghargai Appa. Lebih baik kalau kau belajar menghargai dirimu sendiri , Noona..” Sahut Kris pelan namun tajam sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dilantai 2.

Sungmin terdiam , hatinya seperti tertohok akan kata – kata tajam yang baru dilontarkan Kris barusan. Seperti tamparan untuknya yang terlalu naif. Bukan dia tidak tahu maksud dibalik perkataan Kris barusan. Hanya saja , keberaniannya untuk menentang dan berontak tidak sebesar rasa peduli dan rasa berhutang balas budi pada Appanya tersebut.

Tanpa sadar air mata Sungmin terurai dari sudut matanya dengan mulut tetap terkatup tanpa suara. Dia butuh Kyuhyun sekarang.

***

Malam terbenam , mentari bersinar. Di pagi yang cukup cerah untuk keluarga kecil yang tinggal ditempat yang kecil pula. Seorang anak laki-laki bernama Tao , tengah bersiap untuk segera berangkat ke tempat barunya menuntut ilmu. Setelah merasa yakin penampilannya cukup rapi , kini dia beralih meja nakas yang berada disudut ruangan kecil tersebut. Diambilnya tas punggung yang sudah dia siapkan dari semalam. Lalu segera pergi keluar untuk menghampiri kakak laki-lakinya yang dia yakini sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.

“Pagi , Hyung!” Seru Tao sembari memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Pagi Tao!” Balas Kyuhyun sembari mencubit ujung hidung Tao dan kemudian mengusap puncak kepalanya. “Bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Kyuhyun.

Tao melepaskan pelukannya dan beralih menuju salah satu kursi meja makan sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun , “Nyenyak , hyung. Bahkan sampai tidak bermimpi sama sekali.” Sahut Tao memberitahu.

Kyuhyun ikut duduk dihadapan Tao sembari memberikan sepiring nasi goreng kepada Tao. “Apa kau begitu lelah? Memangnya kemarin kau pergi kemana saja.?” Tanya Kyuhyun.

“Aku hanya pergi beberapa blok dari sini. Sempat lupa arah jalan pulang tapi….” Tao jadi teringat mengenai peristiwa yang menimpanya kemarin. Tidak mungkin dia memberitahukan Kyuhyun bahwa dia sempat bertemu dengan preman-preman yang hendak mengerjainya dan meminta uang darinya. Dia tidak ingin Kyuhyun khawatir.

“Tapi?” Ulang Kyuhyun sembari menghentikkan suapannya kedalam mulutnya.

“Ehm .. tapi untungnya ada orang baik yang menolongku hyung…” Jawab Tao sedikit berbohong. Ini adalah kebohongan pertamanya pada Kyuhyun. Sebenarnya dia merasa kalau dirinya tak sepenuhnya berbohong , karena kemarin memang ada orang yang menolongnya , meski bukan menolong memberitahukan arah. Karena setelah orang tersebut menolongnya dari preman-preman tersebut , ingatan Tao mengenai arah jalan pulang langsung kembali.

“Oh , syukurlah. Lain kali kau harus benar-benar menghapal jalan untuk pulang.” Ujar Kyuhyun menasehati.

“Nde hyung!”

“Yasudah kau habiskan sarapanmu. Setelah itu hyung akan mengantarkanmu kesekolah barumu.” Titah Kyuhyun lagi.

“Siap boss!!” Sahut Tao sembari berlagak hormat didepan Kyuhyun , membuat Kyuhyun sedikit terhibur dengan tingkah polos adik semata wayangnya.

***

Berbeda 180 derajat , keadaan tegang dan mencekam justru dialami oleh keluarga Sungmin. Sarapan kali ini seperti biasa hanya dirinya dan Appanya saja. Kris biasanya memang masih berada dikamarnya saat ini , namun kalaupun dia turun , dia tidak akan mau bergabung untuk sarapan bersama ayahnya  dan memilih untuk langsung pergi ke sekolahnya.

“Minnie…” Panggil ayah Sungmin ditengah – tengah acara sarapan hening mereka.

“Ne appa?” Sahut Sungmin sembari menghentikkan sementara kegiatan makannya.

“Berapa usiamu sekarang?” Tanya ayah Sungmin lagi.

“Tahun ini 27 tahun. Memangnya kenapa , Appa?” Tanya Sungmin balik. Sedikit merasa bingung dengan pertanyaan ayahnya barusan.

Ayah Sungmin mengangguk-anggukan kepalanya , terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. “Appa tidak pernah lihat kau membawa teman laki-lakimu. Apa kau belum memiliki kekasih?” Tanya Ayah Sungmin membuat tenggorokan Sungmin tercekat untuk mengeluarkan suara.

“Eng..”

“Jadi kau sudah memiliki kekasih?” Tanyanya lagi , karena melihat reaksi Sungmin yang berubah menjadi gugup.

“Ngg.. itu…”

“Jangan bilang kau masih berhubungan dengan bocah miskin itu?” Tanya ayah Sungmin dengan nada curiga.

“Appa!” Seru Sungmin tak sadar yang kemudian langsung menutup mulutnya.

“Jadi benar kau masih berhubungan dengan laki-laki itu , Hah?!” Seru Ayah Sungmin emosi. “Bukankah aku telah menyuruhmu memutuskan hubungan kalian?” Lanjutnya masih dengan emosi , hingga urat urat dipermukaan kulitnya terlihat jelas.

“Bu..bukan begitu , Appa. Aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya. Dan … aku tidak ingin Appa menyinggung dia lagi didepanku…” Jelas Sungmin bohong.

Kontan , ayah Sungmin langsung mengendurkan uratnya dan menyunggingkan senyum yang tidak terlalu lebar. “Baguslah kalau begitu. Aku kira kau masih berhubungan dengan bocah tengik itu…”

“Tidak , Appa…” Sahut Sungmin getir sembari mengepalkan tangan dibawah meja makan. Sungguh demi apapun , hal yang baru saja dikatakannya adalah bohong belaka. Mana mungkin dia sanggup untuk jauh dari Kyuhyun apalagi sampai memutuskan jalinan kasih mereka. Membayangkannya saja tidak pernah terpikirkan.

“Jadi , saat ini kau sendiri atau sudah memiliki kekasih baru?” Tanya Ayah Sungmin lagi.

“Ng .. aku … aku masih betah sendiri , Appa…” Jawab Sungmin sembari menundukan kepalanya. Ini adalah kebohongan keduanya dihari ini.

“Ah begitu…” Sahut Ayah Sungmin sedikit membuat Sungmin agak bingung. Ada apa dibalik pertanyaan ayahnya kali ini? Atau ayahnya berfikir untuk…

“TUK!”

“TUK!”

“TUK!”

Sungmin menolehkan kepalanya ke arah tangga ketika mendengar suara langkah kaki menyusuri anak tangga tersebut.

“Kris , kau tidak mau sarapan dulu?” Tanya Sungmin ketika melihat Kris masih bersikap tidak peduli kepada Ayahnya dan dirinya. Sebenarnya dia tahu jawaban apa yang akan dilontarkan Sungmin , tetapi mencoba tidak ada salahnya bukan?

“Tidak perlu. Aku sudah terlambat.” Sahut Kris dengan intonasi cukup tegas. “Aku pergi dulu , Noona.” Pamit Kris pada Sungmin tanpa mengingat keberadaan ayah mereka disana.

“Dasar anak kurang ajar! Apa dia tidak melihatku?! Tak tahu diuntung! Hanya menyusahkan saja bisanya!” Seru Ayah Sungmin beruntun dengan wajah geram.

Sungmin menggigit bibir bagian bawahnya , berharap kalimat – kalimat umpatan yang keluar dari bibir ayahnya hanya sampai disitu saja.

Setidaknya untuk pagi ini.

***

Tao berjalan menyusuri koridor sekolah barunya dengan agak gugup. Ini kali pertama baginya bersekolah dinegara lain selain ditanah kelahirannya. Setelah kepergian Kyuhyun 10 menit yang lalu entah mengapa perasaan tidak yakin tiba-tiba menghampirinya. Dia takut tidak bisa beradaptasi dengan baik. Tidak ada orang yang dikenalnya satupun kecuali kepala sekolah Park yang kini tengah mengiringinya menuju kelas barunya.

Setelah melewati beberapa kelas , mereka menghentikkan langkahnya tepat didepan pintu ruang kelas 3-5. Kepala sekolah Park menitahkan Tao untuk masuk mengikutinya. Dengan langkah terseret agak dipaksakan Tao pun mau tak mau mengikutinya. Didalam ruang kelas tersebut terlihat seorang guru perempuan berumur sekitar 30an tengah berdiri ditengah-tengahnya.

Tao mengepalkan erat tangannya yang berada disamping tubuhnya. Sungguh kini perasaan gugup yang tadi dia rasakan berkali-kali lipat meningkat dari sebelumnya. Diedarkan pandangannya keseluruh penjuru kelas yang baru dimasukinya tersebut. Aura menyelidik begitu kentara dirasakan olehnya. Hampir semuanya saling berbisik-bisik dan Tao yakin mereka membicarakan dirinya. Beberapa memang bertindak acuh tak perduli sembari melakukan hal lain. Tapi itu lebih buruk dibanding membicarakannya , begitu menurut Tao.

Setelah Kepala Sekolah Park membisikkan sesuatu kepada guru perempuan tersebut , beliau pergi meninggalkan ruang kelas tersebut. Dan kini benar-benar tidak ada yang dikenalnya sama sekali.

“Anak-anak! Bisa tenang sebentar?!” Seru guru perempuan tersebut membuat Tao menolehkan kepala kearahnya. Sedikit rasa iba terlintas melihat perawakan guru tersebut. Dia pasti kesusahan mengendalikan kelas ini , begitu pikir Tao.

“Kelas kita kedatangan murid baru pindahan dari Beijing.” Sebelumnya suasana kelas masih gaduh sampai guru perempuan tersebut mengucapkan kata Beijing dan mendadak menjadi hening.

“Nah. Sekarang biarkan Tao memperkenalkan dirinnya. Ayo Tao perkenalkan dirimu pada teman-teman barumu.”

Tao menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai berbicara. Tidak boleh begini dia harus menjadi dirinya sendiri seperti biasa. Dia tidak boleh terbawa suasana tegang yang dihadirkan kelas ini. Pikir Tao lagi.

“Perkenalkan namaku Hu ehm Cho Zi Tao. Salam kenal.” Ucap Tao pada akhirnya dengan intonasi nada yang cukup percaya diri namun tidak terlihat congkak.

“Nah. Ada yang kalian ingin tanyakan pada Tao sebelum kita melanjutkan pelajaran kita lagi?” Tanya Guru perempuan tersebut kepada murid-muridnya.

“Katanya kau berasal dari Beijing , kenapa margamu Cho? Itu terdengar seperti marga orang korea.” Seru seorang siswi berambut hitam panjanh dengan kulit putih bersih seperti susu. Tao terlihat sedikit kikuk mendengar pertanyaan barusan. Kenapa hal yang ditakutkannya langsung terjadi diawal sekolahnya ditempat baru ini?

“YA!! Baekhyun!! pertanyaan macam apa itu?!” Seru sang guru sembari bertolak pinggang.

“Ya aku kan hanya bertanya. Kwon seongsaenim tidak perlu protes seperti itu..” Cibir Baekhyun sembari mengerucutkan bibirnya.

“Protes? Siapa yang protes? Aish Jinjja!! Kau ingat salah satu tokoh difilm Harry Potter yang bernama Cho Chang?” Tanya Guru perempuan tersebut yang diketahui Tao sekarang bermarga Kwon.

“Harry Potter yang keberapa seongsaenim? Harry Potter itu ada 7 seri.” Tanya Baekhyun.

“Aishhh…” Guru Kwon mengerutkan keningnya terlihat berfikir setelah sebelumnya mencibir. “Kelima. Dia muncul difilm kelima” Kata Guru Kwon sembari mengangkat kelima jari tangan kanannya.

Baekhyun mengganggukkan kepalanya mengerti. “Ah , aku kira tokoh yang seongsaenim bicarakan itu yang mempunyai kekasih bernama Cedric Diggory yang tewas oleh mantra Voldermot difilm keempatnya.” Desah Baekhyun.

Guru Kwon menarik kedua sisi rambutnya gemas akan Baekhyun.

‘Ah pantas saja dia terlihat sedikit berantakkan..’ Ujar Tao dalam hatinya.

“Ya , memang dia Baekhyun-ah!!” Seru Guru Kwon dengan gemas.

“Aigo , Kwon seongsaenim tidak konsisten. Katanya tadi dia muncul difilm kelima-_-” Ujar Baekhyun sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Diikuti dengan teman-temannya yang sedari tadi secara seksama mendengarkan perdebatan antara Baekhyun dan wali kelas mereka.

“Ya maksudku dia baru banyak memainkan scene itu difilm kelimanyaaaaa!!!” Seru Guru Kwon lagi.

Baekhyun kembali mengangguk-anggukkan kepalanya. “Iya! Iya! Terserah Seongsaenim sajalah. Lalu apa hubungannya dia dengan murid baru ini , Seongsaenim?” Tanya Baekhyun kemudian.

Guru Kwon menarik nafasnya dan bertindak kembali lebih berwibawa sebagai walikelas lagi. “Bukankah disitu dia berperan sebagai seorang penyihir yang berasal dari China ? Dan marganya Cho , bukan?” Tanya Guru Kwon kepada Baekhyun lagi.

Baekhyun kembali mengangguk. Kali ini anggukan mengerti.

“Jadi kau masih meragukan kalau Tao ini berbohong?” Tanya Guru Kwon lagi.

Baekhyun mengangkat tangannya dan buru-buru menggerakannya kekanan dan kekiri. “Aku tidak bilang dia berbohong , Seongsaenim. Aku hanya bertanya tentang marganya saja. Hanya itu.” Sahut Baekhyun.

Tao menggaruk rambut bagian kepala belakangnya , tepatnya didekat leher. Sedikit bingung memang tentang perdebatan tersebut. Hanya saja dia merasa , suasana sudah cukup mencair sekarang.

“Aissh. Terserahlah. Kalau kalian ada pertanyaan lagi mengenai Tao lebih baik kalian tanyakan pada jam istirahat nanti. Nah Tao , kau boleh duduk dibangku yang kosong disana.” Tunjuk Guru Kwon ke tempat paling belakang dikelas ini. Tao mengedarkan matanya mengikuti arah telunjut Guru Kwon.

“Ehm , disamping Kris..” Lanjutnya memperjelas. Namun tiba-tiba dia kembali terlonjak ketika menyadari sesuatu. “YAA!! KRISS!!! JANGAN TIDUR DIKELASKU!!!”

***

TBC

Kesannya bagian Taoris banyak gak readers?

Kalaupun kalian pikir banyak , bilang yah , biar aku kurangin.

Dan untuk Kyumin, maaf kalau masalahnya datar-datar aja. Aku akan usaha buat memperbagus dipart selanjutnya.

Dan buat yang udah baca , jangan lupa kasih semangat ke aku dengan komentarnya ya ^^

Advertisements

15 responses

  1. Akhr.a ada lanjtan.a juga, dikira gak ada. . . kasian ming hrus bbohong.

    6 March 2013 at 11:35 AM

  2. dheelfanjani295

    Yaa krain dsni tao djadiin yeoja,, bngung sbnrnya tao itu saudra kndung kyu atw bkan sih kok dy dri beijng, atw jgn2 kyu itu anak org kaya tp dy ke korea bwat mndiri gitu kali y.. Dtnggu chap slnjtnya eon

    6 March 2013 at 1:30 PM

  3. Ea eon gx ngasih tau dah update nich ff aku marah nich kekekeke brcnda eonnieku. . .
    tp knpa tao’y cwo’y apa mrka bkal pcran ea, aku bingung critain ko tao bza jdi adik’y kyu amd tadi dia nybutin hu. . .
    sbnrnya dia adik kandung kyuppa bkan, . .
    ea eon di tnggu konflik yg cetar membahayakan. . .

    6 March 2013 at 6:48 PM

  4. Pingback: Apakah Benar NASA Pertama Kali Mendarat di Bulan? | SC-Neo's Web

  5. kyumin moment nya donk . . .
    dikit amaaattt thor. . .

    jangan disiksa lama-lama ya uminnya

    14 March 2013 at 10:20 AM

  6. Pingback: Kalau Sebuah Benda Luar Angkasa Jatuh, Jadi Milik Siapa Ya..doc | SC-Neo's Web

  7. Pingback: Saranghae Oppa [Part 2] | Lost Fanfiction

  8. Pingback: Rambutku Mahkotaku | SC-Neo's Web

  9. Pingback: Di Manakah Bahtera Nuh Terkubur? | SC-Neo's Web

  10. Pingback: Aan Kecil “Metamorfosis” | my imagine

  11. ga ko thor ini udh bgus ffnya
    oiyh itu si umin nd kris anak angkat kah?? apa gmn?

    hihi ksian ming mslahnya berat bgt

    23 April 2013 at 1:21 AM

  12. Gaby Fortuna

    Duhh,knapa appa ming gk biarin KyuMin pacaran sh 😦 Ksian th ming,smpe hrs bohong sgala kann… 😦
    Oya eon,bgian TaoRisnya mnurut ku trlalu byk ._. KyuMinnya malah yg sdikit ._.
    Hehehhh
    Kutunggu chpter slanjutnya ne ^^

    20 June 2013 at 11:30 AM

  13. fishyelf

    kok taorisnya yaoi yaaaa? aku kira kyumin n taoris genderswitch dua2nya.. tpi tetep suka kok. lanjut ya author :* :*

    4 August 2013 at 11:47 PM

  14. kyumi wijayanti

    kekayaan tidak menjamin suatu kebahagian dalam keluarga..

    bener2 kasian sungmin, dia emang kaya karta tapi dia miskin kasih sayang keluarga. berbanding terbalik dengan kyuhyun..
    mudah-mudah appanya sungmin merestui mereka.

    14 April 2014 at 9:00 PM

  15. smilebunny

    Jgn2 ming mau dijodohin…
    kyumin
    Likee

    19 July 2014 at 9:51 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s