Read it and Enjoy it ~

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Fantasy / Romance / Friendship / IKIMONOGAKARI / Part 6

solar-eclipse

 

Kyumin’s Fanfiction / Genderswitch / Fantasy / Romance / Friendship / IKIMONOGAKARI / Part 6

 

Tittle : IKIMONOGAKARI

Subtittle : Elder’s Border Life and Death

Part : 6 of ?

Cast : Lee Sungmin , Cho Kyuhyun , and other cast

Author : Dimas GK

Editor : LidyaNatalia

Genre : Fantasy, Fighting, Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rate : Teen

Warning : Don’t Like Don’t Read!

Summary : If  you die I’ll never forgive you…

 

Lidya’s note : Okay , guys , this isn’t my Fiction , this is my friends fiction. Ehm , well , aku cuma mau saranin , baca pelan-pelan fiction ini , jangan terburu-buru , karena perlu pemahaman tinggi buat mengerti isi ceritanya #pengalaman ~

So , yang udah baca jangan lupa tinggalkan jejak ya~

 

Let’s check this out …

==IKIMONOGAKARI_Chapter6==

When someone remembers all their memories.

That is their border life and death

 

* Janet’s Flashback*

 

Hari demi hari kulewati bersama Shizumi di apartemen kecil ku.

Anehnya walaupun berbagai kesenangan telah kulewati bersamanya, ia tetap tak ber emosi. Beberapa hal lucu kuketahui ketika bersamanya, seperti saat ketika mati lampu di apartemenku , dia menangis dan memelukku dengan erat atau ketika kuberi susu coklat panas , ia tak akan meminumnya sampai minuman itu dingin , dan hal yang paling kuingat ketika melewati sebuah merchant -toko- makanan di dekat apartemenku, pertama kali ia berbicara kepadaku.

 

Di jalan ketika aku mengantarnya pulang dari sekolah E.L.F sudah hampir sebulan ia tinggal di apartemenku. Dia masih pendiam sejak aku bertemu dengannya.

 

“Haaahhh…” Janet menghela nafas panjang , ia berjalan sedikit lunglai setelah melihat isi dompetnya yang hanya bersisa beberapa uang receh. sedangkan Heechul berjalan dengan tenangnya di samping Janet.

 

“Oh , ya bagaimana sekolahmu baik?” Ku paksakan memasang senyum –untuk sedikit menghibur diri- dan menoleh ke Heechul.

 

Dia hanya mengangguk pelan, dan menatapku. Begitulah selama sebulan aku berkomunikasi dengannya , ia hanya membalas dengan anggukan ataupun gelengan kepalanya saja.

 

Terkadang aku berpikir, apa anak ini bisu ? Bingungnya , walaupun anak ini bisu tetapi di E.L.F ia adalah sang jenius dalam segala hal baik dalam bidang atletis maupun akademik. Tentu saja sekolah di E.L.F adalah hal yang mudah baginya.

 

Kami berjalan menyusuri jalan besar di kota Lacrimost. Musim itu adalah musim salju, kota dibalut dengan warna putih yang indah, cahaya temaram lampu lampu jalan menemaniku yang berjalan bersampingan dengan Heechul , tapi hawa dingin membuat aku sedikit mempercepat jalanku.

 

Ketika aku melakukan itu , aku menyadari bahwa Heechul tidak berada di sampingku, ia terhenti memandangi kaca jendela besar merchant –toko-  makanan.

 

Matanya seakan akan tertarik pada sesuatu , membuat aku penasaran padanya. Sampai sampai ia terpaku dan bergeming serius.

 

Ketika aku menyamakan pandanganku kepadanya , yang kuketahui adalah ia memandang sekotak coklat putih dengan berbagai macam bentuk binatang yang dipajang dengan cantiknya untuk menarik pelanggan di merchant –toko- makanan itu.

 

“Kau mau itu?” Tanyaku sambil menunjuk kearah coklat putih itu.

 

Dia hanya mengangguk pelan seperti biasa, tetapi pandangannya bergeming tak berpindah sedikitpun bahkan kurasa dia tak mengedip sedikitpun , dia memandang lurus tetap kearah makanan manis itu.

 

Dalam hati ku berpikir, ‘Mungkin ia sangat menginginkan coklat itu.. nah, coba  kulihat harganya mungkin uang receh di dompetku sanggup membeli coklat putih itu.

 

Aku mencari keseluruh display toko itu dan…

 

“Apa???  5999 cegel?” Pekikku membuat Heechul sontak menoleh tajam ke arahku. Mungkin dia sedikit terkejut dengan Teriakanku barusan.

( Cegel adalah mata uang disini, untuk tidak menimbulkan kebingungan dalam hal lisensi mata uang Negara Indonesia , lol )

 

Aku berteriak dalam hati , harga itu adalah harga gajiku sebulan.!!

“S-sepertinya lebih baik kita beli yang lain saja Chullie-ah… “ Ajak ku kepada Heechul. Sungguh aku tak berdusta kalau saat ini aku benar-benar tidak memegang uang sebanyak itu.

 

Heechul kembali memalingkan wajahnya ke arah coklat tersebut , “Aku mau itu!” Ucapnya tegas. Tak disangka aku pun terkaget kaget, Ini pertama kalinya Heechul berbicara padaku , maksudku ini pertama kalinya dia berbicara padaku dengan mengeluarkan suaranya.

 

Aku menghembuskan nafasku sebelum membuka suara lagi, “Baiklah, minggu depan adalah hari gajianku. Kita akan membeli ini. Bagaimana?” Aku mengalah kepadanya, aku mencoba menenangkan bocah kecil itu.

 

“Ne..” Sahutnya membuatku merasa lega. Dia sepertinya mengerti keadaanku. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju apartemenku.

 

 

==oo==1 minggu setelahnya, hari ke 45 pada bulan ke dua.==oo==

( Author Note : waktu di cerita ini berbeda dengan tanggalan biasa, tepatnya jika disamakan dengan kalender masehi,  kejadian ini berlangsung pada tanggal 14 bulan kedua. )

 

Hari ini aku senang sekali, gajiku akhirnya dijadikan dua kali lipat dari gajiku yang biasa.Dan sepertinya aku bisa menepati janji kepada Heechul untuk membeli coklat putih itu tanpa harus mengorbankan sebulan kebutuhanku.

 

Setelah aku membeli coklat, aku berlari kecil diatas hamparan salju di jalan menuju rumahku , saking semangatnya terkadang aku menubruk sedikit orang yang berlawanan arah denganku. Dan mereka pun sampai mendengus kesal melihatnya.

 

Sesampainya di apartemenku, kubuka pintunya sedikit perlahan. Agar tidak membangunkan Heechul yang biasa tidur di sofa menungguku.

 

Tapi ketika aku masuk ke dalam ruang tamu, aku tak mendapat perempuan berambut Silver itu. Aku mencari dia ke kamarku, kamar mandi, tetap tak kutemukan.

 

Dan keanehan berakhir ketika di ruang makan , aku menemukan secarik kertas yang aneh.

 

Disitu tertulis…

 

Jangan mencariku…

Aku baik-baik saja.

 

Tertanda Shizumi

 

Tentu saja aku kaget bukan kepalang melihat tulisan shizumi yang memakai darah di atas kertas putih yang kontras dengan warna merah.

 

Aku tentu saja berpikir, ia dalam bahaya dan aku tak boleh ikut campur. Dia benar benar menekan makna tak boleh ikut campur dengan darahnya,

 

Tapi…

 

Ia muridku! Aku yang menjaga dan selalu bersamanya –walau baru sebentar. Aku harus mencarinya dan melindunginya! Sebagai guru yang bertanggung jawab aku tak boleh membiarkan ia sendiri menghadapi masalah.

 

Segera aku mengeluarkan segel “Segel #50 Tracked !!”

 

*End of Janet’s Flashback*

 

 

 

 

 

=oo= Ruangan kosong tempat Sungmin, Kyuhyun dan Janet bersembunyi=oo=

Janet  tetap berjaga melindung kedua muridnya , ia mengeluarkan pedang berwarna merah membara dari sarungnya. Di saat yang bersamaan Kyuhyun dan Sungmin duduk di belakang lemari yang tak terpakai di gudang itu.

 

Sakura membuka mulutnya dan berbicara “Kenapa?” Tanya Sungmin ambigu.

 

Kyuhyun yang sedari tadi ikut mengamati Janet di depan pintu menoleh kearah Sungmin. Sedikit bingung dengan maksud pertanyaan Sungmin yang –sudah pasti ditujukan padanya.

 

“Kenapa?” Ulang Sungmin lagi sembari menatap Kyuhyun intens. “Kenapa kau mau menolongku sampai seperti ini?” Lanjut Sungmin dengan suara pelan. “Aku bukan siapa-siapa bagimu… ”. “Tidak!” Sungmin menggeleng saat meralat perkataannya , “Bahkan aku baru bertemu denganmu tadi pagi..” Kali ini Sungmin mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun menunjukkan rasa penasaran yang amat sangat kepada Kyuhyun.

 

Kyuhyun tak menjawab , dia terus memandangi raut wajah penasaran Sungmin intens.

 

“Mengapa kau sampai rela melindungiku?” Lanjut Sungmin lagi sembari menatap dalam Kyuhyun.

 

Kyuhyun kembali terdiam tak menjawab pertanyaan Sungmin , dia kembali memandang Janet yang masih ada di depan pintu. “Aku tak butuh alasan untuk melindungi seseorang yang kusayangi kan ?” Ucap Kyuhyun menjawab tanpa menoleh kearah Sungmin.

Sungmin mengatupkan mulutnya sedikit terkejut dengan jawaban Kyuhyun , “A-apa maksudmu… mengatakan seperti itu?” wajah Sungmin merah merona mendengar perkataan itu.

 

“Alasannya?” Tanya Kyuhyun sembari kembali menoleh ke arah Sungmin. Sungmin mengangguk cepat sebagai jawaban. Sangat terlihat jelas dimata Kyuhyun bahwa gadis dihadapannya ini sedang gugup karena perkataannya. “Rahasia ~ “ Kyuhyun lagi-lagi kembali menoleh kearah Janet setelah memasang wajah senyum licik pada Sungmin karena melihat Sungmin yang malu akan perkataannya.

 

Kyuhyun kembali meningkatkan kewaspadaannya ke arah Janet.

 

Kau tak boleh tahu, Sungmin. Bukan sekarang waktunya kau mengetahui segala hal. Kau telah melindungiku berkali-kali. Itu saja cukup bagiku.” Gumam Kyuhyun dalam hatinya tanpa dapat terdengar oleh Sungmin yang tengah mengerucutkan bibirnya karena kesal.

 

Sementara itu, Janet dan Adelia saling bertelepati.

 

“Janet , ‘bekas’ muridmu  sudah ada di depan pintu itu, apa yang kau rencanakan ??! Adelia berkata dengan nada tinggi sangat khawatir dengan tindakan Janet yang sudah terlalu jauh.

 

“Adelia, ada yang ingin kuminta darimu…” Janet membalasnya dengan suara pelan.

 

“Bisakah kau teleportasi anak-anak ini ke tempat temannya?”  Lanjut Janet.

 

“Lalu,, bagaimana denganmu?  apa kau mau menahan dia?” Tanya Adelia dengan penuh kecemasan.

 

“Tentu saja, sudah lama aku tak bertemu dengannya..”  

Adelia terdiam dan terhenti sejenak.

 

“Baiklah, tapi kau harus janji kepadaku.. kau akan kembali…!” Suara Adelia yang kecil dan pelan. Berkata seperti tercampur dengan suara isak tangisnya.

 

Mendengar jawaban yang ingin didengarnya dari Adelia Janet memutuskan untuk menutup telepatinya..

 

Adelia yang sepertinya sudah mengerti, mengeluarkan pedang yang sudah ia siapkan untuk Kyuhyun, dan membaca segel. Seketika pedang itu menghilang.

 

 

 

=oo= Lokasi Hangeng , atap Sekolah=oo=

 

Hangeng  masih memperhatikan Heechul dari kejauhan dengan menggunakan Buku segelnya. “Hmm.. Nona sepertinya ada dalam keadaan Ilusi tanpa batas.”

 

Dia mengetahui Heechul terperangkap dalam mantra segel ilusi dari badan Heechul yang tak berpindah sama sekali dari posisi awal ia berdiri di lorong kelas dan menjawab pesan Hangeng yang  terakhir itu.

 

Pemuda berambut hitam nan legam itu memikirkan cara untuk mengeluarkan tuannya dari perangkap musuh tersebut. Tapi… konsentrasinya terhenyak dan dengan serta merta ia mengangkat kepalanya.

 

“Aku tahu kau disana, keluarlah.” Seru Hangeng entah pada siapa tanpa memalingkan wajahnya, menyambut kedatangan tamu tak diundang.

 

“Bagaimana kau bisa tahu aku disini?” Ternyata itu Kibum. Kibum keluar dari tempat persembunyiannya.

 

“Hanya anak-anak yang bermain petak umpet di belakang pintu itu. Lagipula, sekarang aku tak punya waktu bermain–main denganmu..” Hangeng berkata dengan dinginnya sambil membetulkan letak kacamatanya.

 

“Begitu juga denganku..”  Kibum mengambil dua pistol Lebah birunya.

 

Dor!! Dor!! Dor!! Dor !!!

 

Pelurunya hampir semuanya tidak kena ke arah Hangeng , tetapi salah satunya mengenai pelipis Hangeng dan menyebabkan darah segar keluar dari luka gesekan peluru berkaliber 15 mm itu.

 

“Fuuuhh… Heechul-ssh akan marah kepadaku kalau aku minta dibuatkan kacamata lagi.” Ucap Hangeng enteng sembari menyeka darah yang mengalir. “Darah ini akan mengotori bajuku..” Pemuda itu berbalik dan membuka buku yang lainnya.

 

“Cih, ternyata tembakanku meleset. Tapi untuk selanjutnya kurasa tidak..” Ucap Kibum sembari mengeluarkan selongsong pelurunya dan mengisi pistolnya dengan peluru.

 

“Kau mau menantangku?” Tanya Hangeng dengan nada meremehkan. “Bocah yang sombong.. seseorang dengan kemampuan rendah sepertimu, hanya akan mendatangi dunia lain di surga sana..” Hangeng berbicara dengan pandangan yang picik saat melihat Kibum.

 

“Jika belum dicoba, belum tahu kan?” Kibum mulai mengacungkan pistolnya, dan ingin menarik pelatuk untuk memuntahkan isi peluru itu.

 

“Aku akan menunjukkanmu segel sihir yang sudah kupelajari lebih lama dari umur hidupmu..” Hangeng menyambanginya dengan serius.

 

Aura dingin menyelimuti Hangeng , lingkaran sihir muncul dibawah kaki jenjang pemuda itu. Tangannya terlentang seperti mengangkat sesuatu dari bawah dimensi lain lingkaran sihir tersebut.

 

“Segel terlarang, Book of Frozen Rose, Lissandra!”

 

Setelah mengucapkan itu , keluarlah buku aneh berhiaskan es di ujung ujung buku tersebut, kertasnya yang terbuat dari kertas yang tak biasa. Di tengah buku itu berlambang Mawar putih salju.

 

( Lissandra adalah nama asli Snow Queen dari cerita Hans Andersen, Snow queen disebut juga Ratu salju, penyihir Es legendaris dari masa ke masa. Kekuatannya yang sangat terkenal membuat Inspirasi Author untuk Hangeng yang berkekuatan Es )

 

“Buku yang menyegel hati Sang Ratu Salju, dari tanah Permafrost dan taman Spitsbergen, kau akan kuturunkan.. Segel terlarang :  Water Sign!! Princess Undine!!”

 

Cahaya terang benderang terpancar dari buku Es itu, Kibum yang memasang kuda-kuda bergumam “Gawat… ini terlalu indah..” Sejenak matanya seakan akan terpaku oleh keindahan cahaya yang dikeluarkan buku itu namun pikirannya berusaha sekeras mungkin agar tidak terbuai oleh fatamorgana yang ada dihadapannya.

 

Dalam sekelibatan cahayanya , ternyata ada tombak Es yang mengarah ke kepala Kibum dan….

 

 

=oo= Di dalam pembatas, ruangan rahasia gedung sekolah lama =oo=

 

Di ruangan aneh nan gelap itu Adelia sedang  berkosentrasi merapal mantra segel.

 

Diatas lambang lambang sihir yang ia gambar memenuhi lantai ruangan itu Adelia sedang menahan segel ilusi untuk mengekang Heechul dan Hangeng. Konsentrasinya sedang penuh saat itu, aura tenaga yang ia keluarkan tak main-main. Dia berhasil membuat satu lingkungan sekolah menjadi medan ilusi mata yang berhasil menangkap para ‘penyusup’ yang datang.

 

“Sudah kuduga yang menyerang adalah gadis itu adalah saudaranya, tapi untuk persiapan penyerangan Lime terlalu cepat, tak kusangka jadi begini.” Ucap Adelia pelan. “Setidaknya tipuan mataku berhasil menyelamatkan kedua anak itu.” Lanjut Adelia sembari menghela nafas.

 

“Hm…Hm.. ternyata sang pengendali ada disini yaa~”

 

Sebuah suara tiba-tiba menyeruak tertangkap pendengaran Adelia , suara pemuda aneh yang memasuki ruangan itu tanpa aba-aba, memecah konsentrasi Adelia.

 

Ia memakai jubah hitam dan tudungnya menutupi hampir seluruh wajahnya. Seakan-akan pemuda itu tak ingin dikenali dengan tujuan untuk menutupi identitasnya.

 

“Terima kasih atas kerja kerasmu.. tapi sekarang kau sudah tak dibutuhkan lagi.” Tangannya melambai pada Adelia dengan santainya.

 

“K… kau!!!” Belum sempat Adelia menyelesaikan kata-katanya tangan pemuda itu sudah menusuk jantungnya sampai tembus ke belakang baju besinya.

 

Darah muncrat dari lubang di dadanya dan menetes keluar seraya tangan pemuda itu melepas serangannya ke jantung Adelia. Tubuh Adelia menggelepar bagaikan ikan yang baru keluar dari daratan dan jatuh terjerembab di depan pemuda itu. Nyawa Adelia menghilang ditangannya.

 

Tangan pemuda yang penuh darah sepertinya tak membuat pemuda itu puas.

 

Slrrupp..

 

Dia menjilat tangannya dengan halus. Seperti ia menikmati pembunuhan yang ia lakukan.

 

“Mungkin kau bertanya-tanya di alam sana mengapa aku bisa masuk pembatas ilusi tebal yang kau pasang disini.” Ucapnya pada Adelia yang sedang sekarat.

 

“Mudah saja!! Salah satu teman kami adalah orang yang ahli dalam hal bermain dengan ruang dan waktu..” Lanjutnya lagi sembari tersenyum mengejek ke arah Adelia yang terus memegangi dadanya.

 

“Memang, aku kesal juga dan ini membuatku bosan. Tapi perintah Kai tak bisa diganggu gugat….” , “…dan untungnya, aku datang kesini dengan cepat ~ ♪ jadi setidaknya aku menikmati pesta~”

 

“Makasih ,ya ~ Untung kau lemah. ini berlangsung cepat.” Ucap pemuda tersebut diiringi dengan sebuah nyawa yang terenggut dengan sebuah jasad yang sudah berhenti menggelepar menunjukkan tanda-tanda kematiannya.

 

Pemuda tersebut berjalan ke sebuah bingkai jendela , “Tapi hemm.. aneh, ya..  no #2 kenapa ke sekolah bobrok ini?  Padahal kan langsung diberikan perintah oleh Kai untuk menghancurkan Lime..” Desisnya lagi.

 

Aura Adelia lama lama memudar dan menipis lalu menghilang bagaikan ditelan bumi. Sama seperti tubuh cantiknya yang tertidur dengan lubang di dadanya yang memudar juga nyawa kehidupan wanita itu .

Sementara itu, Janet..

 

“Baiklah anak-anak itu sudah diteleportasi Adelia ke tempat Kibum… Sekarang tinggal ini masalahnya,” Janet membuka ancang ancang pedangnya yang digenggam teracung kearah pintu, dia bersiap mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga.

 

“Hyaaaaa !!!!”

 

BRAKKKK !!!

 

Pintu itu langsung didobrak dan hancur seketika berkeping-keping tetapi bukan oleh Janet, tetapi oleh Heechul yang berhasil masuk menerobos dan mendaratkan pedangnya kearah dada Janet dengan serta merta tanpa Janet bisa mengelak atau menghindarinya terlebih dahulu.

 

Janet terdorong ke tembok oleh Heechul yang masih menusukkan pedangnya lebih dalam, pedangnya tembus sampai ke punggung Janet, darah mengalir dari pedangnya yang hitam yang sudah merusak organ vital wanita itu.

 

Even in their border life and death, the Elder still choose Alive..

 

==IKIMONOGAKARI_Chapter6==

_To Be Continued_

 

Ada yang masih inget sama Fiction ini? Its been long time but … well , here they are the 6th chapters.

Well , please comment after you read it^^ Bisa komen langsung di kolom komentar , bisa juga lewat :

twitter : @dimazzdim / @lidya_Natalia

 

 

 

 

Advertisements

4 responses

  1. Putri407

    Ok,ini ff nya dahsyat banget ! bikin aku penasaran akut :-/
    kapan akan lanjutnya ?

    21 September 2013 at 1:51 PM

  2. kyumi wijayanti

    cie..cie.. kyuhyun so sweet banget. melindungi orang yang disayangi koh.. kyuhyun menyayangi sungmin donx..

    hechul jahat amat, sungmin kan sodaranya. kenapa malah dijahati.

    16 April 2014 at 8:33 PM

  3. Keren ff nya, apa akhirnya sungmin mati.???
    Atw heechul yg mati.???

    Lanjut deh…
    Q tunggu ff lanjutan e…

    9 December 2014 at 11:31 AM

  4. ayu vitamin

    sepertinya puncak permasalahan akan ada ketika heechul dan sungmin bertemu? Mampukah kyuhyun dan sungmin saling melindungi?
    @im_IAL

    11 January 2015 at 9:18 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s