Read it and Enjoy it ~

KYUMIN’s Fanfiction / Genderswitch / Hurt/Comfort / Romance / Why Are You Being Like This? (Goodbye My Love) / Oneshoot

why are you being like this 22

Tittle : Why Are You Being Like This? (Goodbye My Love)

Pair : KyuMin

Cast : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin

Support Cast : Kim Heechul , Kim Kibum , Lee Donghae , Oh Sehoon

Length : Oneshoot (?) Maybe

Author : LidyaNatalia

Rate : T for Teen

Genre : Romance , Hurt/Comfort

Warning : Fict ini menceritakkan tentang KyuMin couple , jadi yang nggak suka sama KyuMin couple harap menjauh dari fiction ini. Theres some typos (maybe) , common story ~

A/N : Oh iya biar lebih dapet feelnya , putar lagu Goodbye My Love nya SJM yaaa , karena sedikit banyak aku pakai lirik yang ada dilagu itu –meski nggak semuanya.

Summary : Kyuhyun berubah. Apa yang harus Sungmin lakukan? Haruskah Sungmin menjauh dan pergi dari Kyuhyun?

 

Let’s Check this out ~

 

***

 

Seorang wanita berusia sekitar seperempat abad tersenyum menutup buku tahunan sekolah menengahnya. Disaat senggang seperti ini mengingat kembali masa-masa sekolah dahulu memanglah hal yang paling menenangkan dan dapat membuat senyum tulus terkembang. Mulai dari mengingat masa-masa cinta monyetnya yang ternyata menjadi cinta sungguhannya kini , bersenang dengan teman-teman wanitanya , bahkan sampai kenangan ketika dihukum oleh para guru yang sangat ditakutinya dahulu.

 

Bukan tanpa alasan dia melakukan pekerjaan santai seperti itu , diwaktu yang selalu hampir dia miliki setiap saat dia bisa melakukan apa saja dan pergi kemana saja , asal bukan pergi bekerja seperti wanita karir sebayanya.

 

Ya , benar kalau ditebak dia sudah menikah. Pada awalnya memang dia merasa senang karena suaminya benar-benar menjaganya hingga dia tidak diijinkan untuk bekerja , namun disaat-saat seperti ini , dikala rumah tangganya mengalami kerenggangan , dia bingung apa yang harus dia lakukan ditengah waktunya menunggu kedatangan suami yang entah kapan pulangnya.

 

Wanita itu bernama Lee Sungmin yang marganya telah diganti hingga namanya menjadi Cho Sungmin. Sudah 6 bulan terakhir ini dia menyadari perubahan yang terjadi pada suaminya , Cho Kyuhyun. Laki-laki yang tidak pernah pulang telat itu akhir – akhir ini sudah sangat sering tidak pulang untuk waktu lebih dari 2 hari. Laki-laki yang tidak pernah mengeluh akan masakan yang dibuatnya bahkan minggu kemarin membentaknya hanya karena tidak sengaja memasukan bawang daun dipiring makanannya.

 

Sungmin , bukan wanita berhati beku yang tidak terluka karena perubahan sikap Kyuhyun. Dia sudah sering menangis dikegelapan malam , ketika disadarinya Kyuhyun tidak akan pulang malam itu. Dia sudah sering berpura-pura tidak terjadi apa-apa setelah Kyuhyun memperlakukannya dengan tidak baik dan langsung mengembangkan senyumnya yang termanis untuk Kyuhyun.

 

Mengingat itu semua membuat air mata yang selalu saja tersimpan dalam dipelupuknya langsung mencair mengalir dipipinya yang kini menjadi tirus. Dia sungguh tak mengerti apa yang membuatnya Kyuhyunnya berubah. Dipeluknya buku tahunan yang berada ditangannya dengan erat. Dipejamkannya kedua mata sendunya sembari menarik oksigen dari luar dalam-dalam hingga…

 

“TOK! TOK! TOK!”

 

Sungmin langsung beranjak menuju ambang pintu ketika mendengar seseorang mengetuknya dari luar. Dengan terburu-buru Sungmin langsung lari , dia harus cepat membuka pintu kalau tidak ingin ada pertengkaran baru hari ini.

 

“Brukk!!”

 

“Aww…” Sungmin sedikit meringis ketika merasakan sakit disekitar sikunya karena terbentur lantai ketika terjatuh tadi.

 

“TOK! TOK! TOK! ”

 

“Iya sebentar…” Sahut Sungmin sembari mencoba bangkit dan langsung segera menuju ambang pintu.

 

“Cklek!”

 

“Kenapa lama sekali?!” Ucap seorang laki-laki yang ternyata bernama Kyuhyun tersebut ketika pintu terbuka.

 

“Maaf , tadi aku…”

 

“Sudah minggir sana!”

 

“Brukk!!”

 

Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin hingga membentur tembok setelah memotong penjelasan yang akan diberikan Sungmin dan langsung melenggang masuk tanpa memperdulikan akibat dari perbuatannya barusan.

 

Hangatnya cinta kita dulu..

Kini hanya dinginnya yang tersisa…

 

***

 

Sungmin menyendokkan sedikit kuah dari masakannya yang hampir matang , ditiupnya beberapa kali hingga hawa panas pada kuah tersebut sedikit berkurang. Dan diseruputnya kuah tersebut kedalam mulutnya.

 

“Rasanya sudah pas!” Gumam Sungmin sembari mengecap-ecap rasa yang masih tertinggal dilidahnya.

 

“Kyuhyun pasti suka! Ini kan makanan kesukaannya..” Ucap Sungmin gembira sembari mematikan kompor gas yang berada didepannya.

 

Diambilnya mangkok besar yang kemudian Sungmin gunakan untuk menyajikkan makanan yang baru saja selesai dimasaknya untuk makan malam.

 

“Sekarang tinggal memanggil Kyuhyun…” Seru Sungmin lagi sembari melepaskan apronnya dan meletakkan masakkan yang terakhir dimasaknya di atas meja makan.

 

Sungmin melihat ke arah pintu kamar mereka yang terus ditutup oleh Kyuhyun semenjak Kyuhyun pulang sore tadi. Hatinya menjadi agak waswas ketika harus mengetuk pintu itu dan harus memanggil Kyuhyun keluar.

 

Sungmin berdiri tepat didepan pintu kamarnya , tangan kanannya mengepal dan hendak mengetuk pintu tersebut.

 

“Cklek…”

 

Sialnya daun pintu langsung terbuka ketika Sungmin hendak mengetuknya.

 

“K..kyu… makanan sudah siap…” Ucap Sungmin canggung sembari menundukkan wajahnya.

 

“Aku ada janji makan malam dengan klien… kau makan saja sendiri!” Ucap Kyuhyun yang kemudian berlalu meninggalkan Sungmin yang masih terpaku ditempat.

 

Sungmin langsung berjalan ke arah meja makan yang diatasnya sudah tersedia berbagai macam  makanan kesukaan Kyuhyun , dan duduk disalah satu kursi tempat biasa Kyuhyun duduk untuk makan malam.

 

Yang disesali Sungmin bukan Kyuhyun yang tidak bisa makan malam bersamanya , tapi kecanggungan yang terjadi dikeduanya , mungkin lebih tepatnya kecanggungan yang terjadi pada diri Sungmin karena dia perhatikkan Kyuhyun tidak canggung sama sekali , hanya bertindak dingin dan seolah tidak perduli.

 

Seringkali canggung menyapa…

Layaknya orang asing…

 

Sungmin menarik nafasnya dalam-dalam dan kemudian menghembuskannya cepat.

 

 Meski begitu aku cukup bahagia

Dengan melihatmu masih tersenyum

Meski bukan untukku

 

“Tapi…”

 

“Sudah lama kau tak tersenyum…”

 

***

 

“Sungmin!!”

 

“Ne?”

 

“Tutup matamu!”

 

“Mwo? Untuk apa?”

 

“Sudah tutup saja!”

 

“Baiklah… Baiklah…”

 

“Nah! Sekarang buka matamu!”

 

“Wah! Apa ini Kyu?”

 

“Hadiah ulang tahun pernikahan kita yang pertama! Bagaimana? Kau menyukainya?”

 

“Sangat…! Aku sangat menyukainya…Gomawo…”

 

Sungmin menggenggam kuat benda yang masih melingkar dengan indah dilehernya. Hari ini adalah hari dimana usia pernikahan mereka tepat menginjak tahun ke 2. Tidak seperti tahun lalu , dimana Kyuhyun dengan mesranya memberikan kejutan padanya. Hari ini justru Kyuhyun pulang sangat telat dari waktunya.

 

Ini sudah lewat tengah malam. Dan Kyuhyun masih belum menunjukkan tanda-tanda kepulangannya.

 

Sungmin menghembuskan nafasnya dengan pelan. Berbagai macam prasangka terlintas di benaknya. Dan kebanyakan dari prasangka tersebut adalah prasangka buruk. Mulai dari Kyuhyun yang tak akan pulang hari ini , sampai dugaan Kyuhyun bermain api dibelakangnya.

 

“Berfikirlah positif Sungmin!!” Seru Sungmin pada dirinya sendiri sembari menggenggam erat kalung dan menggigit bibir bagian bawahnya dengan kuat untuk mencegah air mata yang ditahannya sedari tadi. Namun percuma , air mata Sungmin tidak dapat dibendung lagi. Perlahan mutiara mata indah Sungmin tersebut mengalir tanpa suara isakan sedikitpun. Yang justru terlihat sangat perih bagi siapapun yang melihatnya.

 

Sungmin mengerutkan keningnya sembari memejamkan matanya. “Mungkin Kyuhyun ada meeting dengan kliennya…” Ucap Sungmin pada dirinya sendiri. Berusaha menghilangkan segala prasangka buruk sebelumnya.

 

“Atau mungkin dia sedang menyiapkan sesuatu seperti tahun lalu…” Ucap Sungmin lagi. “Ya benar… pasti itu. Sekarang aku hanya perlu menunggunya beberapa waktu lagi..” Lanjut Sungmin sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.

 

Perlahan Sungmin bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sisi jendela untuk melihat keluar. Siapa tahu , akan terlihat tanda-tanda kepulangan Kyuhyun dari balik bingkai jendela tersebut.

 

Sungmin menyunggingkan senyumnya ketika melihat mobil Kyuhyun datang. Dengan cepat ia hapus air matanya dan langsung beranjak keluar untuk menghampiri Kyuhyun.

 

“Cklek!”

 

Kyuhyun baru saja ingin  mengetuk pintu ketika Sungmin membukakkan daun pintu tersebut. “Kau sudah pulang , Kyu…” Sambut Sungmin dengan raut wajah tersenyum penuh.

 

“Hm..” Dan Kyuhyun hanya menyahuti sambutan Sungmin dengan dingin sembari menyerahkan tasnya pada Sungmin.

 

“Apa kau lapar? Aku masak banyak hari ini. Dan…”

 

“Tidak perlu! Aku tidak lapar!” Potong Kyuhyun sembari berjalan meninggalkan Sungmin menuju kamarnya.

 

“Tapi hari ini aku memasakkan semua makanan kesukaanmu , Kyu. Apa kau mau mencicipinya sedikit?” Tanya Sungmin lagi sambil berusaha mensejajarkan posisinya dengan Kyuhyun yang saat ini tengah berjalan menuju kamar mereka.

 

“APA KAU TULI?!!” Bentak Kyuhyun kemudian tepat didepan wajah Sungmin , karena kesal Sungmin terus saja berbicara ketika dirinya baru pulang seperti ini.

 

Sungmin mendekatkan hidungnya ke arah Kyuhyun , “Kau mabuk , Kyu?” Tanya Sungmin kemudian.

 

“KALAU IYA MEMANG KENAPA? KAU MAU MELARANGKU?!” Bentak Kyuhyun lagi pada Sungmin sembari menjatuhkan tubuhnya ke arah ranjang.

 

Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. “Ani… Hanya saja bukankah kau sudah berjanji tidak akan minum sampai mabuk lagi?” Tanya Sungmin sembari duduk disisi ranjang mereka.

 

“HEH!! KAU ITU BUKAN IBUKU! KAU TIDAK BERHAK MELARANGKU!” Seru Kyuhyun lagi sembari memejamkan matanya. Dia memang benar-benar mabuk sekarang.

 

“Iya , aku tahu. Aku memang bukan ibumu…” Ucap Sungmin pelan sembari melepaskan sepatu dan jas yang melekat ditubuh Kyuhyun dan kemudian membenarkan posisi tidur suaminya tersebut.

 

Waktu seperti berlalu dengan cepat ..

Membawa semua yang ada…

Tanpa menyisakan kebahagian…

Dia meninggalkan kesedihan..

 

“…tapi aku istrimu…”

 

***

 

“Apa mungkin Kyuhyun selingkuh?” Tanya Heechul. Teman lama Sungmin yang kini sudah menjadi dokter tersebut kini tengah mendengarkan secara seksama cerita Sungmin mengenai Kyuhyun , temannya juga.

 

Mereka bertiga memang dulu berasal dari Senior High School yang sama.

 

Saat ini Sungmin tengah berada diruangan Heechul. Sembari memeriksakan keadaannya , dia mencuri waktu untuk menceritakan keluh kesahnya. Heechul adalah seorang pendengar yang baik , makanya Sungmin senang membagi kesedihannya pada temannya itu.

 

Sungmin menggeleng. “Sepertinya bukan karena itu.” Sangkal Sungmin. “Kyuhyun bukan tipe laki-laki yang suka berkhianat.” Lanjut Sungmin lagi.

 

Heechul melipat bibirnya sembari menganggukan kepalanya. Heechul masih sangat ingat masa-masa SMA nya dulu , terlebih ketika dimana Kyuhyun lebih memilih dihukum daripada memberitahukan siapa saja teman bolosnya ketika dia tertangkap basah ingin kabur dari sekolah.

 

Heechul menggenggam tangan Sungmin , mencoba menyalurkan kekuatannya pada Sungmin agar dapat lebih bersabar dan tahan akan sikap Kyuhyun tersebut. “Kau pasti bisa melewati ini semua , Min…” Ucap Heechul mencoba menyemangati Sungmin.

 

Sungmin tersenyum simpul mendengar perkataan Heechul yang memberikan rasa percaya diri pada kesabarannya. “Oh iya.. Jadi bagaimana hasilnya?” Tanya Sungmin kemudian. “Apa aku sudah bisa…”

 

Heechul menggelengkan kepalanya sebelum Sungmin sempat menyelesaikan perkataannya. “Rahimmu lemah , Min. Kau tidak mungkin mengandung dalam keadaan seperti ini. Itu akan membahayakan nyawamu…” Ucap Heechul memberitahu.

 

Sungmin menarik tangannya dari genggaman tangan Heechul dan beralih meletakkan tangan kanannya diatas perutnya. Ditariknya sudut bibirnya sesaat.

 

“Kau tahu , Chullie , sejak kapan sikap Kyuhyun berubah?” Tanya Sungmin kemudian sembari mengangkat kepalanya keatas , mencegah air matanya turun sekarang.

 

Heechul menghembuskan nafas beratnya sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya.

 

“Sejak aku katakkan hasil pemeriksaanku padanya 6 bulan lalu…” Ucap Sungmin. Kali ini air matanya tetap mengalir dipipinya meski dia sudah berusaha mencegahnya untuk keluar.

 

Kau mulai lelah…

Kebahagianmu bukan padaku lagi..

 

Heechul langsung keluar dari mejanya dan memeluk Sungmin yang tengah berusaha memperlihatkan ketegarannya , mencoba untuk mengurangi beban berat seorang Lee Sungmin. Ini bukan Sungmin yang dulu dikenalnya , ini bukan Sungmin yang selalu tertawa meski masalah selalu menghampirinya dulu. Tapi ini memang Sungmin , Sungmin yang mungkin sudah melewati batas kekuatannya untuk menahan kesedihannya.

 

Meskipun kau tidak pernah mengatakannya..

Aku tahu kau mengharapkan kebahagian yang lain…

 

***

 

Sungmin mengusap lembut seprai putih yang membalut ranjangnya. Sudah seminggu ini Kyuhyun tidak pulang kerumah , kali ini alasannya memang jelas karena menjalani tugas dinas luar kota untuk 2 minggu. Dan ini sudah seminggu.

 

“Kau hanya pergi selama seminggu kan? Baru juga sampai masa sudah ingin pulang?”

 

“Aku merindukanmu , Min. Tapi tenang saja aku akan kembali dalam waktu 2 hari!”

 

“Kenapa begitu? Apa kau tidak akan bermasalah dengan pekerjaanmu?”

 

“Tidak! Aku akan menyelesaikan pekerjaan seminggu itu dalam waktu 2 hari. Aku mana mungkin tahan berpisah darimu selama itu , Min.”

 

“Aisssh , Jinjja. Jangan menggodaku , Kyu!”

 

“Aku tidak menggodamu baby Min. Lihat saja nanti. Nah sampai ketemu 2 hari mendatang. Love you!”

 

“Love you too , Kyu!”

 

Sungmin tertawa miris. Sudah banyak yang berubah dalam usia 2 tahun pernikahannya. Kyuhyun yang dulu tidak pernah jauh darinya lebih dari 2 sampai 3 hari kini bahkan sudah seminggu lebih tidak berada disisinya.

 

Sungmin membaringkan tubuhnya diatas kasur berseprai putih tersebut. Tubuhnya meringkuk dalam kesunyian. Hatinya sudah lama menggigil akibat dinginnya sikap yang Kyuhyun lakukan padanya.

 

“Natal nanti kau mau liburan kemana , Min?”

 

“Kemana saja asal bersamamu aku mau , Kyu!”

 

“Yasudah kalau begitu kita disini saja.”

 

“Eh?”

 

“Iya kita liburan diatas ranjang ini saja , Min! Kau mau kan?”

 

“Aishh , Kyu… geli….jangan menggodaku…ahhh , Kyuhyun….”

 

Sungmin kembali mengusap-usap tempat yang biasanya ditempati Kyuhyun tersebut. Akhir-akhir ini kebahagian seperti menjauh darinya. Hanya dengan mengingat kenangan-kenangan bahagianya yang lalu-lalu lah yang mampu membuatnya tetap bertahan ditengah kerapuhan hati dan jiwanya.

 

Kenangan yang kau tinggalkan

Takkan pernah ku lupakan..

 

***

 

Sungmin menatap sebuah frame besar yang berisi foto pernikahannya dengan Kyuhyun –yang tergantung dengan megah di dinding kamarnya tersebut. Dia ingin meyakinkan hatinya untuk terakhir kali bahwa keputusan yang dia ambil sudah tepat.

 

Ini demi kebahagian dirinya dan Kyuhyun. Semuanya harus bahagia. Tak boleh ada yang merasa tersiksa ataupun terpaksa.

 

“Cklek!”

 

Sungmin menolehkan pandangannya ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Kyuhyun keluar dari dalamnya dengan mengenakan kaos putih polos dan celana pendek selutut sembari tengah mengeringkan rambutnya.

 

Sungmin berinisiatif menghampiri Kyuhyun. “Mau aku bantu keringkan , Kyu?” Tanya Sungmin mencoba menawarkan. Sungmin sudah mengangkat tangannya berancang-ancang untuk mengambil alih handuk yang dipegang oleh Kyuhyun.

 

“Tidak perlu!” Ucap Kyuhyun sembari menepis tangan Sungmin. “Mana pakaianku?” Tanya Kyuhyun.

 

Sungmin langsung mengambil setelan jas dan celana bahan hitam yang sudah dia siapkan sebelumnya untuk Kyuhyun kenakan ke kantornya hari ini. “Ini , Kyu…”

 

Kyuhyun langsung mengambil setelan tersebut dengan cara merebutnya dari Sungmin.

 

“Aku hari ini akan pulang malam. Kau tidak perlu menungguku!” Ucap Kyuhyun sembari mengenakan pakaiannya.

 

Sungmin hanya mengangguk sebagai respon. Biasanya dia akan langsung menanyakan apa yang harus dikerjakan Kyuhyun sampai-sampai dia harus pulang larut , namun kali ini Sungmin lebih memilih diam. Membuat Kyuhyun agak heran namun bersyukur karena tidak harus membentak Sungmin di pagi hari seperti ini hanya untuk membuat Sungmin diam dan berhenti bertanya.

 

Kyuhyun mengeratkan dasi yang melekat dilehernya. “Ada kemungkinan aku juga tidak akan pulang!” Lanjut Kyuhyun lagi. Kali ini jujur saja dia ingin memancing Sungmin untuk memprotesnya. Namun lagi-lagi Sungmin hanya merespon perkataan Kyuhyun dengan sebuah dehaman dan anggukan.

 

“Oh iya , Kyu!” Panggil Sungmin ketika Kyuhyun hendak membuka pintu kamar.

 

“Apa boleh aku pergi da….”

 

“Pergi saja!” Potong Kyuhyun cepat sembari langsung pergi meninggalkan Sungmin.

 

Sungmin mengelus dadanya , dia kembali menatap frame foto pernikahan mereka. Dia memejamkan matanya sejenak , lalu dia buka kembali setelah menghembuskan nafas beratnya. Kali ini dia yakin dengan keputusannya , karena bahkan Kyuhyun sudah memberikan ijin untuknya.

 

“…rimu…” Lanjut Sungmin mencoba menyelesaikan pertanyaan yang belum sempat terselesaikan ketika dia menanyakannya pada Kyuhyun.

 

Dengan berjalannya waktu

Belajarlah lupakan aku

Dan tetaplah bahagia

 

***

 

Sungmin menggenggam erat kedua tangannya yang bertautan. Getaran ditubuhnya sangat kentara menunjukkan isak tangis yang dicoba ditahannya.

 

Kini dia tengah berada di klinik Heechul. Dia berniat untuk pamit sebelum pergi. Heechul sebenarnya ingin sekali menahan niatan sahabat terdekatnya tersebut. Namun niat itu diurungkannya mengingat segala kepedihan yang telah dialami Sungmin.

 

Meski tidak mengalaminya , Heechul paham benar akan perasaan seorang wanita yang diacuhkan oleh kekasihnya.

 

“Aku memang tidak akan menahanmu…tapi aku hanya ingin memastikan..” Heechul memberikan jeda pada perkataannya sembari menggenggam tangan Sungmin yang saling bertaut. “…apa kau yakin dengan keputusanmu ini?” Tanya Heechul kemudian.

 

Aku merasa baik

Asal kau bahagia

 

Sungmin mengangkat wajahnya , menatap sendu ke arah Heechul , “Kau tahu , Chul.. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku memutuskan untuk pergi darinya… dan…” Sungmin menyeka air matanya yang tiba-tiba jatuh ke pipinya. Mulutnya bergetar ketika hendak melanjutkan perkataannya membuat Heechul makin mengeratkan genggamannya pada tangan Sungmin yang satunya. “Aku tidak pernah merasa seyakin ini dalam hidupku…” Lanjut Sungmin diakhiri isak tangis yang terdengar memilukan.

 

Heechul menarik Sungmin kedalam dekapannya.

 

“Kuatkan hatimu , Min…” Ucap Heechul mencoba menenangkan Sungmin sembari menepuk-nepuk pundak sahabatnya.

 

Selamat tinggal …

Jika ini bisa menghapus kemarahanmu…

 

***

 

Kyuhyun menatap lurus ke arah seorang anak laki-laki berusia –sekitar satu tahun, yang tengah terlelap digendongan seorang laki-laki yang seusia dengannya.

 

Sudah lama dia ingin seperti laki-laki dihadapannya ini , namun sepertinya hal itu sungguh mustahil mengingat keadaannya yang tidak memungkinkan.

 

“Kau tidak ingin pulang?” Tanya laki-laki dihadapannya kini.

 

Kyuhyun tersentak dari lamunannya , dia tersenyum singkat ke arah sang penanya. “Ini baru jam 8 , Kibum-ah!” Sahut Kyuhyun pada laki-laki yang dia panggil Kibum barusan.

 

“Apa kau masih bersikap dingin padanya?” Tanya Kibum lagi.

 

Kyuhyun diam. Suaranya seperti hilang diujung lidah ketika ingin menjawab pertanyaan Kibum barusan.

 

“Tadaaa!! 2 Coffe Latte panas datang!” Seru sebuah suara menginterupsi obrolan Kibum dan Kyuhyun.

 

“Hae-ah , pelankan sedikit suaramu. Sehun sudah tidur!” Desis Kibum ke arah Donghae yang kini tengah meletakkan 2 cangkir minuman ke atas meja transparan tersebut.

 

Donghae –istri Kibum, menyunggingkan senyumnya. “Maaf!” Sahutnya singkat.

 

Kyuhyun sedikit tertawa melihat adegan ini. Meski sudah biasa melihatnya , dia masih terus bertanya-tanya. Sebenarnya siapa ibu dan ayah Sehun sebenarnya. Donghae yang harusnya bersikap lebih keibuan justru seringkali membangunkan anaknya yang tidur atau bahkan sering menganggunya ketika Sehun tengah bermain. Dan Kibum malah seringkali yang menidurkan atau menenangkan Sehun , ketika bayi tersebut tengah menangis. Ckck.

 

“Biar aku bawa kedalam..” Sahut Donghae sembari mengambil alih Sehun. Kibum memberikan Sehun dengan hati-hati , takut kalau pergerakan kecil dapat membuat anak pertamanya itu bangun.

 

Selepas kepergian istrinya , Kibum kembali menatap Kyuhyun. Raut wajah dan sorotan tajam matanya menuntut jawaban Kyuhyun atas pertanyaan tadi –sebelum Donghae datang.

 

Kyuhyun menundukkan kepalanya, kemudian mengambil cangkir yang berisi minuman hangat tersebut , diseruputnya lamat-lamat agar lidahnya tidak terbakar.

 

“Aku tidak menyangka kalau Sungmin akan sekuat ini.” Sahut Kibum membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Kibum yang pandangannya kini tengah beralih ke arah lain. “Kalau itu Donghae , mungkin dia sudah akan menceraikanku dari awal aku bersikap dingin padanya.” Lanjut Kibum lagi.

 

Kyuhyun tersentak , namun langsung diaturnya nafasnya yang memburu tanpa terdengar oleh Kibum. Kyuhyun menunjukkan gelagat gelisahnya meskipun kecil. Membuat Kibum mengangkat ujung bibirnya ketika melihat hal itu.

 

Kyuhyun beranjak dari duduknya , “Sepertinya ini sudah malam. Kau dan keluargamu pasti butuh istirahatkan? Aku pulang dulu , Kibum-ah. Sampaikan salamku pada Donghae dan Sehun.” Ucap Kyuhyun yang diikuti oleh Kibum yang turut berdiri.

 

“Kau akan langsung pulang ke rumah?” Tanya Kibum.

 

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya. “Entahlah,” Jawabnya sebelum pada akhirnya dia benar-benar pergi dari kediaman keluarga kecil Kim.

 

Kibum menghembuskan nafasnya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat kelakuan Kyuhyun barusan. Memori akan masa-masa sekolahnya tiba-tiba berkelebat mampir ke pikirannya.

 

Pendapatnya mengenai Sungmin yang ternyata mampu bertahan sampai sekarang ini benar-benar membuat Kibum kagum. Karena bukan sehari dua hari Kibum mengenal Sungmin.

 

“Bummie!!! Sehun bangun!!”

 

***

 

Kyuhyun berjalan agak gontai. Perkataan Kibum terus terngiang dikepalanya. Terlebih dengan kata CERAI yang dia katakan tadi.

 

Jujur saja. Kyuhyun tak pernah berfikiran sampai sejauh itu. Dia yakin Sungmin mengerti akan sikapnya. Karena memang Sungmin yang paling mengerti dirinya selama ini. Toh , Kyuhyun juga tidak berbuat macam-macam –berselingkuh misal.

 

Dia hanya mengurangi kadar kemanisannya berbicara pada Sungmin. Dan sedikit mengurangi kadar kelembutannya dalam memperlakukkan Sungmin. Namun sama sekali dia tidak pernah mengurangi rasa sayangnya. Hanya kadar kekesalan yang tengah memimpin hati dan pikirannya lebih unggul saat ini.

 

 

Kyuhyun mengambil kunci cadangan yang berada didompetnya.

 

Sudah berkali-kali dia mengetuk pintu namun Sungmin tak kunjung datang membukanya , seperti biasa.

 

Matanya tidak dapat menangkap cahaya sedikit pun ketika memasuki rumahnya.

 

Gelap.

 

Kenapa Sungmin tidak menyalakan lampu? Batin Kyuhyun sembari menyalakan beberapa lampu di setiap ruang yang dilewati.

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya ketika sama sekali tidak ada tanda-tanda kehadiran Sungmin ataupun orang lain sekarang.

 

Kyuhyun pergi ke beberapa ruangan lainnya untuk mengecek keberadaan Sungmin. Takut-takut kalau ternyata Sungmin jatuh dan pingsan hingga tak sadarkan diri untuk waktu yang lama. Namun dia masih tidak juga menemukan Sungmin.

 

Kyuhyun beralih ke kamarnya. Dia kembali menyalakan lampu ruangan tersebut. Dan hasilnya sama seperti ketika diruangan lain. Kosong. Nihil. Tak berpenghuni.

 

Kyuhyun melihat pintu kamar mandi kamarnya. Dan kurang dari satu menit , hal yang sama juga dia dapati diruangan kecil tersebut.

 

Kyuhyun merasakan gusar berlebih dalam hatinya. Jantungnya berdegup berkali-kali lipat dari biasanya. Kemana Sungminnya pergi?

 

Kyuhyun mendudukkan pantatnya di atas ranjang berseprai abu-abu. Sungmin sudah menggantinya ternyata. Karena terakhir kali dia lihat seprai tersebut masih berwarna putih.

 

Kyuhyun memijat kedua sisi pelipisnya. Kakinya terus menerus terhentak tanpa henti. Dimana Sungmin? Kemana dia?

 

Namun gerakan itu terhenti saat dia mengingat obrolannya dengan Sungmin pagi ini.

 

“Apa boleh aku pergi da….”

 

Kyuhyun memiringkan matanya. “Da… da apa maksud Sungmin?” Gumam Kyuhyun sembari mencoba memikirkan sebuah kata yang berawalan dengan da.

 

“Harusnya aku biarkan dia menyelesaikan perkataannya!” Seru Kyuhyun frustasi ketika tidak dapat menemukan kata yang cocok.

 

Kyuhyun melirik pergelangan tangan kirinya. “Ini sudah terlalu malam untuknya…” Desis Kyuhyun ketika melihat jarum jam menunjukkan waktu pukul 21:30.

 

Kyuhyun berjalan ke arah bingkai jendela. Dia menyingkapkan gorden yang menghalangi pandangannya keluar. Tanpa disengaja , saat ini dia melakukan hal yang biasanya Sungmin lakukan ketika tengah menantinya pulang.

 

Berkali-kali dia hembuskan nafasnya dengan berat. Dia tidak melihat tanda-tanda kepulangan Sungmin dari sana.

 

Kyuhyun berbalik. Dia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sudah sangat lengket. Namun perhatiannya tersita oleh sebuah kertas kecil yang ditempel didekat lemari bajunya. Disampulnya tertulis.

 

Dear Kyuhyun

 

Dengan ragu Kyuhyun mengambil kertas yang terlipat menjadi 2 bagian tersebut. Tangannya sedikit gemetar ketika hendak membukanya. Segala kemungkinan bisa terjadi ketika dia membuka kertas itu. Bisa saja baik dan bisa saja sebaliknya. Dan sayangnya firasat Kyuhyun lebih memihak pada kemungkinan terburuk.

 

Saat esok tiba…

Aku menerka-nerka.. dimanakah kau berada?

Aku harus membayangkan bagaimana rupamu terakhir kali aku melihatnya..

 

Aku harus bahagia untuk kehilanganmu…

Aku harus mengingat semua kebahagianmu..

Aku harus mengingat semua tentangmu..

Namun ada satu hal yang tidak ingin aku ingat meski selalu teringat…

 

Tanpa disadari mutiara mata Kyuhyun lolos dari sumbernya. Mengalir cepat tanpa Kyuhyun bisa rasa dan pedulikan. Tangannya semakin bergetar. Memang baru tangannya. Bukan rahasia lagi kalau Sungmin adalah yang terhebat dikelasnya ketika sedang menguraikan sebuah syair ataupun kata-kata indah lainnya.

 

Namun kali ini Kyuhyun merasa muak dan enggan untuk melihat tulisan tangan khas Sungmin tersebut.

 

Saat-saat dimana kau menguraikan air matamu..

Saat-saat dimana kau menguraikan air mata itu dengan raut wajah yang bahkan bisa membuatku terbunuh karena merasa iba

Aku tidak ingin mengingat itu

Aku seperti ingin merobeknya daripada membiarkannya ada namun tak berguna..

Sungguh..

Aku tidak ingin mengingat itu meski hal itu selalu teringat dibenakku..

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Dia ingat kapan hal itu terjadi. Sekitar 6 bulan lalu. Saat Heechul memberitahu bahwa tak mungkin untuk Sungmin mengandung karena rahimnya yang lemah bisa membahayakan jiwanya. Sungmin sudah memberitahunya lebih dahulu. Namun dia memilih untuk mengkonfimasinya langsung pada Heechul.

 

Pada saat itu aku bahkan mengerti makna dibalik kata kau tidak membutuhkanku..

 

My Love My Dear My Kyuhyun

 

Tulisan itu bergetar. Kyuhyun yakin Sungmin pasti menangis ketika menulisnya.

 

Selamat tinggal jika ini yang bisa menghilangkan kesedihanmu

Senyumku merelakkanmu..

Pergi dari duniaku yang tak berujung karenamu..

 

Kyuhyun meremas kertas yang berada didalam genggamannya tersebut. Air mata yang tadi hanya mengalir sekali dua kali kini terus mengalir deras tanpa bisa dibendungnya. Apa yang baru saja ditakutkannya langsung terjadi

 

My Love My Dear My Kyuhyun

Mengucapkan selamat tinggal padamu bagaikan membakar hatiku

Aku tak pernah merasakan kesakitan sedalam ini

Namun ..

Aku juga tak pernah merasa seyakin ini sebelumnya

 

So Long… Goodbye…

Lanjutkanlah kisahmu..

Dan jangan pernah bersedih lagi karena akar kesedihanmu akan kubawa pergi..

Menjauh dari dunia dan sisimu..

 

Goodbye My Love

 

 

Lee Sungmin

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya ke atas setelah tubuh terperosok kebawah. Seluruh tubuhnya kini bergetar , isaknya keluar tanpa suara. Hal itu membuat kesedihannya terlihat lebih menyakitkan.

 

“Sungmiiiiiiiiiiiiiiiinnn!!!!”

 

***

 

END

Heii Joyerss…!!

Just my new onsehoot. Is it Gantung? #aiiih

Well , kalau kalian merasa ini gantung dan pengen sekuel kalian bisa komentar dikolom komentar. Kalau yang minta sekuel lebih dari 20an , yaaa aku bakal buatin sekuelnya –meski menurutku ini harusnya nggak ada sekuel xD.

 

Tapi kalau yang minta kurang dari 20 orang, berarti emang oneshootnya cuma sampai disini aja tanpa sekuel xD  Well , aku kan hanya mengikuti permintaan kalian jugaa hahaha…

 

Tapi aku nggak janji akankah sekuelnya happy ending or sad ending. Yah sesuai kelayakan aja , harusnya happy or sad. Karena kalau harusnya sad ending tapi maksain happy ending jatuhnya nggak bagus , begitu juga sebaliknya.

 

Well –again, I need your comments for my oxygen to continue this one.

 

Oh iya kemarin juga ada yang tanya lewat sms , bisa gak dia titip ff Kyumin diblog aku. Nah… sekalian menjawab pertanyaannya aku mau kasih tahu , kalau ada diantara kalian yang mau titip ffnya disini boleh kok –asal asli dan bukan plagiat karya orang lain.  Buat yang mau info lebih lanjut sms/mention aku aja dan kontaknya bisa kalian lihat di page How To Get Password.

 

Last but not Least…

Review Juseyo…

Advertisements

42 responses

  1. sekuel sekuel ..
    gantung bgt ni
    happy end tor ..

    22 August 2013 at 8:49 PM

  2. Sunghyun LoveKyumin

    Sequel…
    Ga rela ming pergi
    #plak

    23 August 2013 at 5:30 AM

  3. heldajungsoo

    Gue minta sequel.a, kyu kenapa penyesalan slalu dibelakang.

    23 August 2013 at 6:46 AM

  4. hye ri :)

    oh my ming T.T
    kamu kuat banget yah
    tapi emng harusnya gitu
    kalau di tinggal malag org itu akan sadat betapa penting’a kamu
    makasih lid ff’a 😀
    dan tolong sequel’a, sungmin udah married sama yg lain, kkkkkk *siksaKyu

    24 August 2013 at 8:40 AM

  5. vessalius-san

    jika author bilang gak perlu ada sequel? maka aku akan mengatakan sequel sangat perlu di sini xD

    mau nangis waktu baca ini os. terpaksa ditahan karena ada adikku di samping u.u

    gatau mau bilang apa lagi. keep writing aja.deh ;))

    1 September 2013 at 11:20 AM

  6. anjiŕrrrrrrr angstnya ngena tjoy…
    sequel plis

    4 September 2013 at 3:07 PM

  7. Nadra kyumin

    Huhuhuu…
    Nangis aq baca nya, hik hik:'(

    Plis chingu, buat sequel nya yach?! Hppy ending aja yach?
    Ga mau liat kyumin berduka kyak gtu
    Huaaaaa:'(

    Readerdeul, jgn lp coment ya?! Biar d lnjutin nich ma author.. Hehe

    11 September 2013 at 1:13 AM

  8. Harus ada sequelnya!! XDD
    Sad banget!!Sungmin begitu-begitu tegar loh kyu,tapi kenapa cuman masalah sebegitu kamu acuhin dinginin sungmin segitunya??
    gimana kalo gak ketemu sama sungmin??
    Pokoknya harus ada sequelnyaaa XDDD.TITIKKK!kkkk~

    21 September 2013 at 11:31 PM

  9. so lieching

    This story is very sad. Bikin org terharu. Kenapa kyu kok dingin ke min gara2 masalah itu. Kasihan sungmin.

    1 October 2013 at 9:20 PM

  10. Priska Lee

    Nyesekkk banggett… Ini udh ada sequelnya belom?
    Masa iya Kyumin terpisah….

    16 October 2013 at 12:36 PM

  11. mega_cho

    SEQUEL SEQUEL..

    20 October 2013 at 3:28 PM

  12. afifahsalsabilla137

    Squel dong eon:”” ff nya enak aku dpt feelnya bgt:”)) dilanjut ya eon^^ gomawo

    28 October 2013 at 6:07 PM

  13. sparkling bunny

    so hurt… keren

    29 October 2013 at 5:03 AM

  14. uri retno

    sequel donk thor,,,,,,
    ya ampun ming ksian bgt kmu……
    sequelx yg happy end ya…..

    12 November 2013 at 6:31 AM

  15. mala

    lanjut lanjut

    27 December 2013 at 11:23 PM

  16. ini sedihh ….mengharukan klo aq hd sungmin aq g peduli betul sma kyuppa…

    bkin sequel chngu…ini wajib…msti…& harus SEQUELL…

    29 December 2013 at 3:58 PM

  17. Cho Purple

    Ya ampuuun, malang bgt nasib ming 😥
    Kyu tega bgt memperlakukan ming sprti itu.., katanya sayang.. Tp knpa kyu kek gitu 😦
    Ming nya pergi baru dech kyu ngerasain kehilangan bgt 😦

    ini harus ada sekuelnya authroshii.., soalnya msih ngegantung bgt.. Tp pengen nya sich yg happy ending.. 🙂

    31 December 2013 at 1:32 PM

  18. Keren banget ffnya!!!
    Kyu sih! Jahat minnie kan jdi pergi T.T

    Sekuelnya eonnie~~~ jangan lama” :3 ditunggu

    11 January 2014 at 12:20 AM

  19. Couple nya Eunhyuk._.

    Gua nangis baca ini :”
    Kereeen

    11 January 2014 at 8:55 AM

  20. liontin137

    SEQUEL !!!!

    26 January 2014 at 8:00 PM

  21. Please….
    Sequelll
    Sequelll
    Sequelll
    Sequelll…
    PleasEeeeee bngeeeeeEETtttt……….
    Jebal chingu,,blas sms aq dan simpan..
    085375705***
    Jka ada nmor awlnya gtu,,,,itu aq chingu..
    Gomawo..

    27 January 2014 at 5:07 PM

  22. chan_chan

    sequel eonnie please….

    13 February 2014 at 4:58 PM

  23. nana

    Thorr skuel nya dongg seru banget. Asli ini seru, netes lho baca nyaa. Semangadd thor. Happy ending yak thor.

    19 February 2014 at 9:34 AM

  24. eonni …,
    bikinin sequel’ny donk ..,
    jebal eonn …, T_T

    23 February 2014 at 3:09 PM

  25. Fjr97

    Iseng ubek-ubek gugel, malah nemu ff ini 😀 Authoooooor~ aku orang ke20 yg ripiu lho 😀 mau nagih janjimu yg bilang klo ada 20 ripiu/lebih mau bikin sequel 😀 plis bikin sequelnya Thor, ini gantung banget endingnya ‘-‘ lagi seru bacanya, eh tiba-tiba ada kata “END” itu rasanya kayak pengen nelen psp-___- ditunggu sequelnya ya Thor! 😀 ohya, izin menjelajah di blogmu ya 😀

    26 February 2014 at 8:09 PM

  26. sekuel sekuel. .
    Gantung. .
    Saya penasaran . .

    Lanjut.

    @Kyura0205

    1 March 2014 at 9:04 PM

  27. Rara E.L.F

    aku mohon banget author-sii sequel please.
    Aku suka cara menulis mu. Feel nya berasa bnget. Please.. Sequel nya ya. Soalnya ini tanggung . Pdhal aku bru nemu ni fict, tp aku lgsung jtuh cinta dgn tulisan mu. Klimat ceritany nusuk bnget. Ya autho-sii
    jebalyo T_T

    6 April 2014 at 11:02 PM

  28. kyumi wijayanti

    TT_TT. sedih banget c ceritanya.. sampei pngen nangis gitu.
    kyuhyun jahat banget c ma sungmin, sekarang rasakan sungmin udah pergi… nyesel..nyesel dech.

    17 April 2014 at 6:31 PM

  29. sequel donk Author~ssi
    gue pngen si kyuhyun minta maaf secara langsung ke ming. Aiih ming don`t say good bye to kyuhyun. gue g rela klo mreka cerai.
    Author~ssi hwaiting ^_^

    7 May 2014 at 3:24 PM

  30. Princess

    Huuuaaa.. Asli sedih banget thor. Bikin aku nangis tauu. 😥
    Pleasee bikin sekuel nya thor !! Aku penasaran banget.

    12 May 2014 at 11:03 AM

  31. kyukyu

    Anyeong^^
    Kenapa end-nya gtu chingu 😦
    gk enk bngt end-nya
    bikin sekuelnya yah, biar gk penasaran -_-

    8 July 2014 at 8:17 PM

  32. huweeee nyesek banget >< SQUEL!!!!!!! penasarannnnn

    21 July 2014 at 11:41 AM

  33. camomile137

    SEQUEL!!!!!!!!!!!!

    30 August 2014 at 5:12 PM

  34. JijiDonghae

    Sequel.kkkkk
    seingatku aku pernah jadi reader kamu.juga sering ditag ff kamu difb dulu..tapi aku udah ketinggalan jauh bgt..ff kamu keren…tapi sedikit masukan alur ceritanya agak kecepetan.maaf hanya masukan jika merasa mengganggu abaikan saja 😉

    7 October 2014 at 8:36 PM

  35. Ini ada sequelnya kah? Sedih yah.. Padahal Kyu ga harus gitu kalau dia syang sungmin 😥

    26 October 2014 at 10:20 PM

  36. Sheril Tobing

    Gantung!!!! Adain Sekuel nya dong~!!!!

    1 November 2014 at 2:32 PM

  37. trimesymawardini

    annyeong haseyo 😀 aku readers baru disini :3 huwee~ nyesek banget deh,,jdi ming pergi gtu ja? apa gk ada sequelnya thor? cz gantung bngett ..kan kasian ming..huwee~ mnta sequel ?? jebal ne ??? #PasangPuppyEyes .. figthing! 😉

    1 November 2014 at 9:11 PM

  38. heol daebbak chingu…, kasih sequel donk chingu biar lebih greget

    2 November 2014 at 5:55 PM

  39. Teuk_Q

    Thooor….. Kyumin harus bersatu……..!!! ya kan…

    13 November 2014 at 1:15 AM

  40. cecu valia cacing

    ming pergi kemana??

    25 November 2014 at 9:33 PM

  41. ming010186

    Huaaaa……lee sungmin…..jgn pergi donk…
    Buatin sekuelnya donk author.
    Penasaran ama keadaan ming.
    Gomawo

    8 February 2015 at 4:56 PM

  42. VinChan23

    nanggung bangeett 😦

    9 May 2015 at 5:55 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s