Read it and Enjoy it ~

Yaoi

KYUMIN’s Fanfiction / My All Is In You / Genderswitch / Romance / Hurt / Part 2

my all is in you2

Tittle : My All Is In You

Cast : Kyumin , Super Juniors member , Kris EXO , Tao EXO , other cast.

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance, Hurt , Family , Friendship

Rate: Teen

Length : Chapter

Part  : 2 of ?

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked. GirlMing! GirlHyuk!

A/N : Hem , gara gara kata “paruh baya” jadi banyak yang nanyain umurnya Ming ya? hehehe , sebenarnya paruh baya disini aku artikan sebagai kata dewasa , bukan orang berumur yang udah lewat dari 40 tahunan. Tapi pikiran kalian jadi lain ya? Hehe , maaf ya readers , dan makasih buat koreksinya. Oleh karna itu buat nggak menimbulkan salah paham lagi aku nggak akan pake kata “paruh baya” lagi , hehe ^^ Sekali lagi makasih buat reviewnya kemarin. Oh iya seperti biasa , mungkin ini bakal jadi mini series , tapi bisa juga panjang kaya Minnie ataupun Nerd Girl ^^ buat yang masih nungguin Nerd Girl. Sabar sedikit ya.

Disclaimer: KyuMin belong to God and KyuMin shipper and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/

Summary : I think will be more surprise if I didn’t give any summary xD kkkeke &(^_^)& so Read it and Enjoy it .. ~

Let’s check it out the story…

***

(more…)

Advertisements

KYUMIN’s Fanfiction / My All Is In You / Genderswitch / Romance / Hurt / Part 1

Image

Tittle : My All Is In You

Cast : Kyumin , Super Juniors member , Kris EXO , Tao EXO , other cast.

Genre : Genderswitch , Alternatif Romance, Hurt , Family , Friendship

Rate: Teen

Length : Chapter

Part : 1 of ?

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked. GirlMing! GirlHyuk!

A/N :

Disclaimer: KyuMin belong to God and KyuMin shipper and ELF, but Donghae belong to me ^^ *gyagya* \(^_^)/

Summary : I think will be more surprise if I didn’t give any summary xD kkkeke &(^_^)& so Read it and Enjoy it .. ~

Let’s check it out the story…

(more…)


HaeHyuk’s Fanfiction //Unbreakable// YAOI // ANGST // Oneshoot // Special Donghae’s Birthday

HaeHyuk’s Fanfiction //Unbreakable// YAOI // ANGST // Oneshoot // Special Donghae’s Birthday

Tittle : Unbreakable
Cast : HaeHyuk , HaeMin , KyuMin ,
Length : Oneshoot
Genre : Yaoi Angst
Rate : Teen
Warning : Angst , alur maksa, Typo(s)
A/N : Inspired by Unbreakable’s song by Westlife ^^ My special present for my Fishy ^^
Summary :
This love is unbreakable
It’s unmistakable

Each time I look in your eyes
I know why
This love is untouchable
A feeling my heart just can’t deny
Each time you whisper my name, oh baby
I know why

This love is unbreakable
Through fire and flame
When all this is over
Our love still remains

—-^Unbreakable^—

Hari ini , hari yang sangat dinanti oleh Donghae, laki-laki berumur 17 tahun, bermata teduh, berambut agak coklat. Hari pertama memasuki sekolah barunya. Dia ingin memulai sesuatu yang baru yang bisa menghapus kenangan buruk yang paling tak ingin diingatnya. Kehilangan kekasih yang sangat dicinta, perkara itu sangat tak mudah untuk dilupakan. Terlebih sang kekasih bukan hanya pergi untuk sementara, tapi selamanya. Dan itu semua terjadi karena cinta tak biasa mereka yang terlarang.

—-^0^0^—

*Donghae POV*

Aku menginjakkan langkah pertamaku disekolah SMA Haengbok, jujur aku agak geli mendengar nama dari SMA ini. Haengbok? Kekanakan. Pertama kali tiba aku langsung menuju ke ruang guru. Ditengah perjalanan ke ruang guru aku melihat seseorang yang tengah meliukan tubuhnya dengan lincah dari balik jendela. Dance! Aku tersenyum kecut saat itu juga. Takkan pernah ku dekati lagi itu.

*Donghae’s POV end*

—^0^0^—

*Author’s POV*

“Hey! Hyuk!” seru seseorang dari balik pintu ruang dance membuat seorang siswa bernama Lee Hyuk Jae atau yang akrab dipanggil Eunhyuk menghentikkan gerakannya.

“Ada apa?” Sahutnya sembari menyeka keringat dipelipisnya.

“Sudah bel, cepat kekelas. Akan ada anak baru hari ini!” Seru seseorang yang diketahui bernama Kyuhyun

“Aishhh,, perusak suasana, baiklah aku akan segera menyusul. Kau duluan saja, Kyu!” Seru Eunhyuk

“Oke!” Sahut Kyuhyun yang kemudian pergi.

Setelah beberapa menit berganti pakaian, Eunhyuk segera bergegas kembali ke kelasnya.

“Huh!” Desahnya pelan sembari menghembuskan nafas. Dia paling malas kalau ada yang namanya anak baru. Pasti guru jadi lebih cepat masuk kekelas dari biasanya. Dan benar saja, ketika sampai dikelasnya , dia mendapati sang wali kelas sedang berdiri bersama seorang anak laki-laki yang agak asing baginya.

Oh mungkin itu anak barunya. Pikir Eunhyuk.

“Permisi!” seru Eunhyuk kemudian masuk kekelasnya dan duduk dibangkunya, dipojok belakang sebelah kanan.

Dan ketika dia baru duduk ditempatnya, sang wali kelas mempersilahkan sang anak baru untuk duduk disamping Eunhyuk, karena memang hanya tinggal kursi itu yang tidak berpenghuni.

“Lee Donghae.” Seru sang anak baru sembari mengulurkan tangan pada Eunhyuk.

Eunhyuk menoleh sekilas. Dan kemudian menghadap lurus ke depan. Mengacuhkan Donghae!

Dan Donghae pun hanya tersenyum kecil melihatnya.

—^0^0^0^—

It’s Love is Unbreakable..
Each time I look in your eyes, I Know why..

Donghae kembali meREPLAY beberapa kali lagu Unbreakable dari Westlife. Entah kenapa saat ini lagu itu sangat tepat menggambarkan perasaannya sekarang ini. Perasaan rindu yang teramat hebat melandanya kini.

Tapi dia tidak bisa mengingkari bahwa hatinya kini tengah bergejolak. Antara percaya dan tidak percaya, dia terjebak dalam permainan Tuhan yang kembali menggunakan perasaannya sebagai objek. Dia kembali jatuh dalam sebuah lubang perasaan yang niatnya hendak dia tutup rapat-rapat lubang itu. Dia memang sedang merindu , tapi bukan hanya kepada seseorang , tapi dua orang.

Lukanya masih begitu baru untuk dibuat perih lagi. Tapi wajah itu, gaya itu, begitu sukar untuk dilupakan. Terlebih wajah dan gayanya itu mempunyai kemiripan dengan sang masa lalu. Yang kini sudah tenang berada di Surga, yang dia percaya sedang menanti untuk kedatangannya.

Dia tak ingin peristiwa kelam itu kembali terulang, bagaimanapun dia harus mengubur perasaannya dalam-dalam. Dia ingin pergi dengan tenang tanpa harus meninggalkan sebuah kenangan.

Dia percaya bahwa perasaan untuk sang Kekasih is Unbreakable.

—-^0^0^0^—

“Donghae!”” Seru seseorang sembari menepuk pundak lelaki yang diketahui bernama Donghae

Donghae sedikit tersentak dan salah tingkah. “Aisssh, jangan buat aku kaget seperti itu!” Serunya tegas.

“Hahaha , jangan serius begitu lah. Hayo sedang apa kau disini? Ini sudah yang ketiga kalinya aku memergokimu sedang mengintip Eunhyuk latihan dance lho!”

“Aku – aku – aku hanya…” Entah karena apa suara ditenggorokannya seperti macet tak ingin keluar.

“Aku apa? Kau ingin dance juga?”

“Ah iya aku ingin ikut!” Ucap Donghae buru-buru.

“Yasudah , daftar saja ke Eunhyuk, dia ketuanya lho. Lagipula sebentar lagi kan ada kompetensi dance. Kau bisa ikut tuh!”

“Tidak! Aku tidak mau ikut, Kyu!” Sergah Donghae cepat.

“Lho kenapa? Katanya tadi ingin ikut, tapi kenapa sekarang tidak?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Kyu, aku kekelas dulu ya!” Ucap Donghae buru-buru , menghindari pertanyaan Kyuhyun sembari melangkah pergi dari ruang eskul Dance.

“Aisshh, aneh!” Desis Kyuhyun bingung pada anak baru dikelasnya tersebut.

“Kyu, liat apa?” Tanya seseorang tiba-tiba dari arah belakang Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh. “Eh, Sungmin hyung!” Serunya sembari tersenyum. “Tidak liat apa-apa? Oh iya udah selesai latihannya? Kekelas yuk!” Sambung Kyuhyun sembari meraih pinggang Sungmin.

“Aisshh, Kyu. Ini disekolah.” Seru Sungmin cepat-cepat melepaskan tangan Kyuhyun dari pinggangnya.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun mulai sebal.

“Nanti ada yang lihat gimana?”

“Biarkan saja. Semuanya juga sudah pada tahu kok!”

—-^0^0^0^—-

“Jangan dekati aku!”

“Mwo?”

“Aku bilang jangan dekati aku. Aku sudah tahu semuanya!”

“Maksudmu?”

“Aku tahu kau selalu memperhatikanku.” Ucap Eunhyuk terdengar tegas. “Dan, aku juga tahu masa lalumu disekolah lamamu itu.” sambungnya.

‘Glekk’ Donghae sedikit tercekat.

“Kkkau tau darimana?” tanya Donghae

“Taemin itu sepupuku, bodoh!” Pekiknya kali ini agak kasar.

Mendengar itu Donghae makin tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Karena kau, dia melepaskan impiannya menjadi dancer. Karena kau dia rela diusir dari rumahnya. Dan karena kau juga sakitnya bertambah parah.”

Donghae diam. Dia tak berani mencela sedikitpun omongan Eunhyuk.

“Dan jangan kau harap. Aku mau menjadi korbanmu selanjutnya!” Serunya bernada final.

“Korban apa maksudmu?” Donghae agak sedikit bingung dengan pernyataan Eunhyuk barusan.

“Jangan pura-pura bodoh. Aku tahu maksudmu masuk kesekolah ini.”

“Memangnya apa maksudku? Apa kau berfikir aku akan menyakiti orang-orang terdekat Taemin? Kau salah besar! Aku sama sekali tidak ada niat seperti itu. Aku hanya …”

“Hanya apa? Hanya ingin lari dari masa lalumu dan menguburnya dalam-dalam, dan kemudian berulah lagi?” Tanya Eunhyuk

Donghae terdiam. Perkataan Eunhyuk tentang ‘mengubur masa lalu’ seratus persen tepat. Namun begitu dia sama sekali tidak mengerti akan maksud perkataan Eunhyuk mengenai ‘berulah lagi’. Dan lagipula dia kesini. Hanya ingin menjauh dari orang-orang yang sangat dia sayangi. Dia hanya ingin ketika dia pergi, Takkan ada yang menangisinya seperti dia menangisi kekasihnya yang sudah terlebih dahulu pergi.

“Kau terlalu naïf! Huh!” Eunhyuk beranjak dari duduknya. “Minggir!” Serunya pada Donghae

Donghae segera berdiri dan memberikan jalan untuk Eunhyuk keluar dari bangkunya.

“Buggghhh!!!” Tanpa diduga-duga Eunhyuk melayangkan tinju nya tepat ke ulu hati Donghae yang tak sempat menghindar.

Donghae tersungkur. “Aww!!” Rintih Donghae memegangi perutnnya yang terkena pukulan tangan Eunhyuk tersebut.

“Itu buat Taemin!” Seru Eunhyuk dan kemudian pergi.

Sepeninggalan Eunhyuk, Donghae masih belum beranjak dari lantai. Dia sedikit tertunduk. “Taeminnie, maafkan aku, aku tak bisa memegang janjiku.” Lirihnya pelan.

—-^0^0^0^—

“Hyuk, kau sudah dengar belum?” tanya Sungmin pada Eunhyuk yang tengah asyik berlatih dance diruang eskul dance.

“Dengar apa?” Tanyanya balik tanpa menghentikan latihannya.

“Donghae! Si anak baru itu, baru dua bulan masuk, eh udah nggak masuk sampe 10 hari.” Ucap Sungmin.

“Oh, itu. Lalu apa hubungannya denganku?”

“Eh? Tidak ada sih. Aku kan hanya bertanya. Ehm , tapi Hyuk , kudengar dari Kyuhyun katanya donghae sakit, tapi teman-temanmu bingung bagaimana menjenguknya,” Sambung Sungmin yang sekarang mulai mencoba menggerakkan badannya juga.

“Bingung kenapa?”Eunhyuk tak bisa menahan rasa ingin tahunya tentang laki-laki yang terakhir kali masuk sekolah itu dia pukuli. Dia sempat berfikir, sebegitu lemahnya kah pecundang itu sampai baru dipukul sekali saja sudah tumbang?”

“Ya pada bingung, karena ternyata alamat rumah yang diberikan Donghae itu tidak valid. Dan juga tak ada informasi mengenai rumah sakit tempat dia dirawat.” Jelas Sungmin

“Memangnya dia dirawat dirumah sakit?” Tanya Eunhyuk.

“Wah, wah , kau kenapa Hyukkie , tumben sekali kau ingin tahu masalah temanmu.” Gurau Sungmin.

“Ehm , aku , ah sudah lupakan. Tak perlu kau jawab.” Seru Eunhyuk salah tingkah. “Aku sudah selesai. Aku duluan ya Min.” Ucap Eunhyuk sembari membereskan barang-barangnya.

“Aisssh, dasar Eunhyuk , baru begitu saja kau sudah salah tingkah.”

“Siapa juga yang salah tingkah?” Elak Eunhyuk.

“Ya ya ya. Terserahlah. Ngomong-ngomong apa kau tak ingin tahu bagaimana keadaan dan tempat dia dirawat?” Tanya Sungmin menawari.

Eunhyuk tak menjawab.

“Yakin kau tak mau tahu?”

“Aku duluan ya Min.” Seru Eunhyuk cepat sembari menuju pintu keluar ruang eskul.

“Dia ada di Rumah Sakit Seoul!!” Teriak Sungmin dari jauh ketika dirasa Eunhyuk sudah hampir keluar dari pintu.

Namun Eunhyuk tak memberikan respond an tetap melangkah keluar.

“Tadi Eunhyuk denger apa enggak ya?”

—-^0^0^0^—

Eunhyuk menjadi tak tenang saat ini. Dia bingung melukiskan perasaannya. Dia kini sudah bertemu dengan orang yang sebenarnya sudah dia tunggu sejak lama. Orang yang telah dititipkan oleh sepupunya kepadanya.

Ya. Benar. Itu adalah Lee Donghae.

Taemin menitipkan Donghae pada Eunhyuk sehari sebelum dia pergi tenang. Tanpa diketahui Donghae, Eunhyuk adalah satu-satunya keluarga Taemin yang sebenarnya menerima hubungan cinta terlarang antara Donghae dan Taemin yang masih terus mengunjungi Taemin, bahkan di detik-detik sebelum kepergiaannya.

Bimbang. Inilah yang dirasa Eunhyuk saat ini. Taemin menitipkan Donghae padanya. Dengan kata lain Taemin ingin Eunhyuk menggantikan posisinya disisi Donghae.

Awalnya Eunhyuk memang sama sekali tidak ada niat untuk melaksanakan amanat terakhir dari mendiang sepupunya tersebut. Namun tak bisa dipungkiri. Pukulannya pada Donghae pada waktu itu sebenarnya adalah ungkapan kebenciannya yang ternyata mulai memberikan perasaannya pada Lee Donghae.

Ungkapan sangkalan dari perasaannya saat itu. Tidak mungkin dia sama seperti Taemin. Ya , mereka memang sama dalam hal menyukai, dan ahli dance. Tapi apakah mungkin, dalam hal percintaan pun mereka memiliki kesamaan? Sama-sama namja yang mencintai namja.

Hah. Sungguh tidak mungkin. Begitu pikir Eunhyuk.

Begitu naifnya dia, hingga tak sadar bahwa sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan Donghae, yang sudah beberapa hari ini tidak masuk.

Dan setelah beberapa kali bertengkar dengan perasaannya sendiri. Akhirnya dia memutuskan bahwa esok dia akan mencoba mendatangi Rumah Sakit Seoul yang menurut informasi dari Sungmin adalah tempat dimana Donghae berada sekarang.

—-^0^0^0^—-

Disebuah Rumah Sakit , tepatnya diruangan VIP bernomor 1315 , terdapat seseorang yang tengah melamun memandang ke arah luar jendela. Sesekali dia bergumam sendiri.

“Hah, tahun ini pertama kalinya dalam hidupku merayakan ulang tahun seorang diri.” Sesalnya penuh kesedihan.

Namja yang diketahui bernama Donghae tersebut menghela nafas panjang. “Tidak ada kue tart, tidak ada lilin yang harus ditiup. Aigoh Lee Donghae , apa yang kau pikirkan? mengapa kau begitu manja?” Ujar Donghae merutuki dirinya sendiri.

“Aku harus mulai terbiasa sendiri saat ini. Masa begini saja sudah mengeluh. Hah, tapi, coba saja kalau disini ada Eunhyuk! Ups!” Donghae menutup mulutnya tiba-tiba dan memukulnya.

“Aku keceplosan lagi menyebut namanya. Huft. Untung saja dia tidak ada disini. Haisssh , mengapa aku malah mengingatnya sih? Taemin maafkan aku , aku tak berniat sedikitpun mengkhianatimu.” Desahnya lagi penuh luka.

“Tapi memang kalau dia ada disini, setidaknya hari ini saja. Aku pasti tidak akan merasa sesakit dan sesepi ini dalam menjalami Kemoterapi.” Sambungnya kali ini disertai tundukkan kepala yang begitu dalam.

Dan entah dia sadar atau tidak, diambang pintu ruangan kamarnya tersebut, sedari tadi tengah berdiri seorang namja paruh baya, yang berdiri dengan lutut yang sedikit menjadi lemas karena mendengar penuturan Donghae tadi.

Sebenarnya apa penyakit yang diderita Donghae saat ini. Mengapa harus diKemo? Yang Eunhyuk ketahui , penyakit-penyakit yang harus menjalani Kemoterapi hanya….

Tidak! Eunhyuk menutup mulutnya dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ruang dokter.

Sesampainya disana, tambah terkejutlah Eunhyuk mendengar penjelasan dari Dokter yang menangani Donghae. Donghae , dia..

—-^0^0^0^—-

“Krietttt!!!!”

Donghae sontak menoleh.

“E-eunhyuk?” Serunya tergagap.

Eunhyuk memaksakan senyum, “Bagaimana kabarmu?” Sambungnya

“Aku? Baik-baik saja. Kau sendiri?”

“Bodoh!!”

“Eh?”

“Sudah seperti ini kau bilang baik-baik saja?” Eunhyuk melihat tepat ke arah perban yang melingkari kepala Donghae.

Kontan, Donghae memegang kepalanya.“Ah ini? Ini tidak apa-apa kok.” ucapnya sembari tersenyum

“Aku bukan orang bodoh Lee Donghae!” Seru Eunhyuk tegas yang masih berada diambang pintu.

“Iya , aku tahu.” Ujar Donghae , kali ini tidak senyum. Wajahnya menampakkan raut wajah yang agak serius. “Kau memang tidak bodoh. Kau pintar malah. Tapi aku memang tidak apa-apa.” Sambungnya.

“Heh!” Eunhyuk mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia muak dengan namja dihadapannya kini. Selalu berusaha tegar didepannya. Dia pikir Eunhyuk suka apa dengan sikapnya tersebut.

Eunhyuk mengambil napas panjang-panjang, kemudian menghampiri ranjang Donghae, dan duduk disampingnya. “Kau mau ikut?” Tawarnya.

“Kemana?” tanya Donghae.

“Merayakan ulang tahunmu!” Seru Eunhyuk.

Donghae tersenyum senang. “Aku mau tapi..”

“Tenang saja , aku sudah meminta ijin pada dokter dan perawat penjaga. Hanya sebentar lagipula tidak jauh kok, hanya ditaman rumah sakit ini saja. Kau jangan berharap aku mengajakmu ke Lotte World ya.”

Donghae terkikik kecil, “Siapa juga yang ingin diajak ke LotteWorld, taman saja sudah cukup. Lagipula aku tak punya banyak waktu.” Sahut Donghae melemah.

“Sudah jangan banyak bicara! Ayo!” Eunhyuk mengalihkan pembicaraan dan mencoba membimbing Donghae untuk duduk di kursi roda yang memang telah disediakan oleh pihak rumah sakit dan berada di sudut ruangan dekat jendela.

@taman

“Huh, segarnya udara luar!” Seru Donghae ketika sampai ditaman rumah sakit.

Tanpa sadar Eunhyuk tersenyum. “Kekanakan!” Serunya dalam hati. Tapi justru hal seperti itulah yang membuat Donghae terlihat lebih tulus dan jujur.

“Oh iya Hyuk katanya mau merayakan ulang tahunku? Kok tidak ada apa-apa?” Tanya Donghae polos.

“Oh iya , aku hampir lupa, Eunhyuk membuka sebuah kotak kecil dari kantong kresek yang dia bawa. Kemudian dia buka kotak tersebut. nampaklah sebuah tar coklat dengan sebuah lilin diatasnya tertancap indah.

Donghae tersenyum melihatnya. Eunhyuk kemudian menyalakan lilin tersebut. “Sebelum , tiup lilin , ayo kita nyanyikan lagu selamat ulang tahun terlebih dahulu.” Seru Donghae tak sabar.

“Iya,iya!” Desis Eunhyuk.

“Han Dul Set ~” Donghae memberikan aba-aba.

“Saengil Chukka hamnida !! Saengil Chukkae hamnida! Saengil chukka hamnida! Saranghae Uri Donghae!” Seru Eunhyuk *dengan nada lagu Nona Manis siapa yang punya*

“Eh?” Donghae menghentikkan nyanyian Eunhyuk

“Kenapa?”

“Kok nadanya aneh?”

“Aiisshh , sudah bagus aku nyanyikan. Sudah jangan protes. Lebih baik sekarang kau tiup lilinnya. Han dul set ! Tiup! Tapi make a wish dulu.”

Donghae memejamkan matanya sejenak dan.

“Fiuhhh~~~~” Donghae meniup lilinnya semangat.

“Prok! Prok! Prok!” Terdengar suara tepukan tangan dari keduannya.

“Bagaimana?” Tanya Eunhyuk

“Masih merasa sendiri lagi?”

Donghae tersenyum, kemudian menggeleng.

“Baguslah,” Tanpa sadar Eunhyuk mengelus puncak kepala Donghae. Donghae tersentak, diam menikmati sentuhan itu. Sama.

Eunhyuk mengambil tempat disamping Donghae kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Donghae. Donghae agak terkejut namun berusaha untuk tetap tenang agar tak mengganggu kenyamanan Eunhyuk.

“Hae!” panggil Eunhyuk membuka suara.

“Ne,” Sahut Donghae singkat.

“Aku, aku mau minta maaf.”

“Untuk?”

“Pukulanku waktu itu,”

“Aku sudah melupakannya Hyuk.” Jawab Donghae agak parau. Kali ini suaranya agak melemah.

“Ada satu lagi,” Seru Eunhyuk.

“Apa?” Sahut Donghae

“Boleh aku tahu apa permintaanmu tadi?” Suara Eunhyuk kini terdengar agak bergetar.

Donghae tersenyum, “Aku hanya ingin diberi kesempatan untuk hidup lebih lama dari waktuku untuk kunikmati bersamamu, walaupun itu hanya sedetik.” ucapnya parau

“Stopp!!” Eunhyuk mengangkat kepalanya dari bahu Donghae. “Mengapa kau beritahu aku? Bukankah permintaan tidak akan terkabul kalau kau membocorkannya kepada orang lain?” Sambung Eunhyuk.

Donghae tersenyum lagi, “Tidak apa Hyuk, sepertinya aku memang terlalu serakah. Jadi wajar saja kalau nanti Tuhan tak mau mengabulkannya,”

Butiran bening dari pelupuk mata sayu Eunhyuk perlahan keluar dari sumbernya, jatuh satu persatu tak tertahan.

“Jangan menangis!” Ucap Donghae sembari menghapus jejak bulir air mata diwajah Eunhyuk tersebut. “Aku yakin kau sudah tahu semuanya dari Dokter Kim.”

Eunhyuk memegang tangan Donghae yang tengah menyeka air matanya.

“Jadi jangan iringi kepergianku dengan tangisan, tolong berikan senyumanmu yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Jadikanlah ini ulang tahun terakhir yang paling indah.” Pinta Donghae

Eunhyuk membenamkan wajahnya pada Donghae, terisak tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, terasa sesak didadanya kini. Oksigen secara tidak teratur masuk kedalam paru-parunya memenuhi ruang udara yang penuh.

Perlahan tangan Donghae memeluk tubuh Eunhyuk.

“Hyuk!” Panggil Donghae.

“Ne,” Sahut Eunhyuk lirih.

“Kaumau tahu satu permintaanku satu lagi?” Tawar Donghae

Eunhyuk mengangguk,

“Aku meminta agar dalam kepergiannku nanti, tidak ada yang bersedih, dan aku minta kau …” suara Donghae kini terdengar semakin melemah.

Eunhyuk mengangkat kepalanya, “Aku apa?” Tanya Eunhyuk.

“Kau untuk..” Suara Donghae kini malah tidak terdengar sama sekali , hingga Eunhyuk harus memperhatikan gerak bibir dari mulur Donghae.

“Untuk apa?” Eunhyuk kembali bertanya.

Donghae tidak menjawab dan malah menundukan kepalanya. Kentara sekali kesan lelah dan kesakitan yang telah lama dia derita selama ini.

Eunhyuk yang sedikit mengerti dengan perasaan Donghae , mengangkat sedikit lebih tinggi wajahnya, kemudian dengan kedua tangannya dia tangkupkan wajah Donghae untuk mendekat, dan mencium bibirnya lembut.

Lembut. Kini tersampaikanlah segala perasaan Eunhyuk yang sulit untuk dia ungkapkan pada Donghae, ini kesempatan terakhirnya, dia tak ingin membuang kesempatan itu. Dengan penuh perasaan kasih dan sayang dia mencium Donghae sedikit lama disertai dengan linangan air mata. Berharap dengan ciuman yang dia berikan Donghae bisa mendapat keajaiban sembuh dari penderitaannya.

Awalnya Donghae sedikit membalas. Namun tiba-tiba Eunhyuk dikejutkan dengan rangkulan tangan Donghae yang terlepas dari tubuhnya, serta lepasnya tautan bibir Donghae yang tadi membalas ciumannya. Hal itu membuat deraian air mata Eunhyuk semakin deras keluar. Harapannya lepas. Sudah pergi di ujung kelu.

Dia menahan tubuh Donghae yang hampir terjatuh. Seakan tak mau membiarkan pergi. Eunhyuk terus menempelkan bibirnya pada bibir Donghae yang sudah berbeda. Ini baru pertama kalinya dia jatuh cinta dan ini pertama kalinya pula dia kehilangan cintanya tepat dihari ketika sang cinta merayakan ulang tahunnya. Terisak dalam tangisan. Tenggelam dalam kepedihan.

This love is unbreakable
Through fire and flame
When all this is over
Our love still remains

*This Love is Unbreakable*

—^0^0^0^—

END

Fanfict ini terinsipirasi dari lagu Unbreakable, jalan cerita aku modifikasi berdasarkan lagu dan MVnya , agak sedikit berbeda memang , tapi inti dari ceritanya tetap sesuai dengan judul lagu yang aku pilih.

Aku pilih lagu Unbreakble sebagai judul dan theme dari Ceritaku karena lagu beserta MV nya mempunyai makna mendalam akan suatu hubungan yang tak mudah pecah meskipun seseorang tersebut telah pergi.Tak selamanya sesuatu itu berakhir dengan kebahagian, bahkan pada saat momen peringatan hari kelahiran sedikitpun.

Sekali lagi aku mau ucapin Happy Birthday for Uri Fishy ^^ Wish You All The Best , chagiya~~