Read it and Enjoy it ~

Fantasy Fanfiction / Notavel / Friendship / Part2

 

 

Tittle                :  Notavel

Cast                 :

Eleve :

  • Jeremy Kimme Feehily : Kim Jong Woon
  • Joshua  Tan Edward : Tan Hangeng
  • Nathaniel Egan Coward : Kim Ryeowook
  • Aiden Bernard Coward : Lee Donghae
  • Vincentryas  Fluxion : Lee Sungmin
  • Marcus Jacob Fyrewolt : Cho Kyuhyun
  • Henryada Laurensia Belleguard : Henry Lau
  • Dennis Byrne Parker : Park Jung Soo
  • etc.

 

Bubble Elf :

  • Crystal  Vonda Luxembright
  • Crusher  Mighty  Schweiszt
  •  Luna Tinker Ginkerzt
  • Viska Brown Marianna

 

Bukcer :

  • Lexus
  • etc.

 

Other Cast :

  • Allan Grant : Dennisa’s friend

 

Genre                   :  Fantasy , Friendship , Genderswitch, Romance *sometimes*

Rate                       :  Teen

Length                 :  Chaptered

Part                        :  2 of ?

Warning               :  Hard Understanding , If all of you don’t like this fict , better for you to move on ^^ All cast belong to God , but Lee donghae belong with me ^^ Cast’s names at this fiction has changed with their west name with other created and name’s modify ^^

 

 

==Notavel==

Ditempat yang berbeda , lima orang remaja paruh baya berusia sekitar 15 tahun berdiri didepan pintu hunian tempat mereka. Hari ini awal sejarah baru akan terlahir , terukir terhitung sejak mereka memantapkan hati untuk bisa mendapatkan gengsi kelas atas ataupun menorehkan prestasi tidak biasa di Notavel. Sekolah , yang mereka yakini bukan hanya mereka yang ingin menuntut ilmu disana , tapi juga seluruh remaja sebaya mereka yang berada diatas tanah Oryfame.

 

Dan hari ini merupakan awal penentuan apakah mereka memang akan bisa ikut menorehkan nama disejarah baru Notavel atau tidak. Hari tes masuk Notavel , yang bagi beberapa orang remaja sangat sulit untuk dihadapi namun sangat mudah pula bagi beberapa diantaranya.

 

at Varklass

Seorang vampyras mungil menatap Oddanya yang tengah berbicara dengan Ranna dan Dadda dari teman sebayanya, Marcus. Dengan tangan terus meremas ujung jubah yang dikenakannya dan keringat dingin terus mengalir dari pelipisnya, ia bergeming mendengarkan percakapan yang sama sekali tidak dapat didengarnya karena otaknya yang sudah dipenuhi rasa khawatir akan hasil dari tes yang bahkan belum dijalaninya.

 

Sementara itu sang teman sebaya , dengan jengah menatap teman sebaya wanitanya itu. Menyesali kepolosan yang masih saja begitu kentara dipenglihatannya. Dengan cepat ditariknya tangan mungil yang bergetar itu dari jubahnya.

 

“Ma-marcus?” Lirihnya sembari menatap sang teman dengan tatapan sayu.

 

“Vincent! Berhentilah bersikap konyol seperti itu. Sudah kukatakan bukan , kau dan aku pasti akan bisa masuk kelas Exuarto dengan mudah, jadi kau tidak perlu cemas seperti itu. Sampai bergetar seperti ini tanganmu..” Seru Marcus dengan tegas namun pelan ditelinga Vincent.

 

Vincent menunduk. Ingin dia mempunyai pikiran seperti Marcus , tapi apa daya , dia tidak sepercaya diri Marcus , teman sebayanya yang memang diwarisi otak pintar dari keluarganya. Tidak seperti dirinya yang hanya memiliki kemampuan otak yang terbatas.

 

“Vincent!” Seru Marcus melihat Vincent yang malah menunduk. Bukan itu tanggapan yang dia harapkan dari Vincent. Marcus kembali menggenggam tangan Vincent, kali ini lebih erat. “Kau percaya padaku kan?” Tanya Marcus sembari mengangkat ujung dagu Vincent , yang kemudian menatapnya tajam kedalam dua manik mata Vincent.

 

Dengan pandangan sayu yang masih tersirat rasa tak percaya diri, Vincent menganggukan kepalanya lemah. “Iya , aku percaya padamu… tapi..” Omongan Vincent terhenti karena dia tidak yakin dengan tanggapan Marcus apabila mendengarnya.

 

“Tapi apa?” Tanya Marcus.

 

“Kalau aku tidak masuk kelas Exuarto , bagaimana?” Tanya Vincent lagi.

 

Marcus menghela nafas pendek. Ditariknya kedua tangan yang memegang ujung dagu Vincent dan  menggenggam erat tangan gadis vampyras tersebut. Sejurus kemudian diletakkannya dengan angkuh kedua tangannya dipinggang. “Aku akan pindah kekelas tempatmu berada. Bagaimana?” Ucap Marcus membuat raut wajah Vincent sumringah.

 

“Benarkah?” Tanya Vincent dengan mata berbinar. Sebenarnya yang dia takuti adalah bukan kelas yang akan ditempatinya nanti. Tapi yang ditakutinya adalah berpisah dengan Marcus , sahabatnya dari kecil.

 

“Apa aku mengatakan tadi kurang jelas?” Tanya Marcus dengan raut wajah angkuh nan cueknya.

 

Vincent jadi salah tingkah. “Tidak! Bukan begitu , maksudku bagaimana kalau aku masuk kelas Louwzad? Apakah kau tetap mau pindah kelas bersamaku, Marcus?” Tanya Vincent agak khawatir dengan jawaban yang diterimanya nanti dari Marcus.

 

Marcus memutar bola matanya jengah. Sedetik kemudian diletakannya kedua tangannya dibahu Vincentryas. “Ya , aku akan tetap pindah , meskipun harus ke Louwzad.” Ucapnya yakin membuat Vincent menganga tak percaya.  Ditariknya tubuhnya menjauh dari Vincent. “Mana mungkin aku membiarkanmu sendiri.” Ucapnya pelan tanpa bisa terdengar oleh Vincent yang masih ditempat bergeming kaku.

 

==Notavel==

at Pavilliun Diadem, Pulau Gorgossium

 

Kerlap-kerlip kecil bermunculan mengitari sesuatu yang sangat menarik bagi mereka. Itu adalah Bubble ELF yang tengah mengitari kepala Yesung yang tengah memangku wajahnya dengan ujung telapak tangan yang terkepal dan duduk disebuah batang kayu Clump yang sudah tua, tengah menunggu kedatangan Joshua , orang yang menyuruhnya bersiap pagi ini dan katanya akan mengantarkan dia ke suatu tempat yang menurut Bubble Elf sangat menarik.

 

“Bisakah kalian berhenti berputar-putar di atas kepalaku?” Tanyanya dengan nada ketus sebal.

 

Bukannya takut , para Bubble ELF tersebut justru terkikik mendengar nada keluhan yang bagi mereka sangat lucu itu. Membuat sesekali sepasang sayap indah mereka bergetar karenanya.

 

“Kau menunggu Joshua ya Lesung?” Tanya Viska dengan tampang merasa tak berdosa menyebut Lesung pada Yesung sembari terus memilin ujung rambutnya yang dikuncir kuda.

 

Yesung tambah memajukan bibirnya dengan lucu , “Namaku Yesung bukan Lesung!” Ralatnya cepat dan lagi-lagi membuat ketiga Bubble ELF tersebut kecuali , Crusher, terkikik. Sama sekali tidak menunjukan raut wajah takut karena bentakan Yesung tadi. “Iya aku menunggu orang itu , apa dia selalu terlambat seperti ini?” Tanya Yesung kesal pada keempat bubble ELF itu.

 

Keempat? Ya Keempat , karena meski Crusher tidak bersikap ramah padanya , tapi Crusher tetap ikut menemani Yesung , bersama ketiga teman Bubble ELFnya tersebut. Oleh karena itu, Yesung masih menganggapnya.

 

“Bukan selalu , tapi hanya padamu!” Seru Crusher ketus. Akibat dari perkataannya dia mendapat deathglare imut dari ketiga teman perinya itu.

 

Yesung mencibir sebal ke arah Crusher , dari awal kedatangannya Bubble ELF itu sama sekali tidak bisa bersikap ramah terhadapnya , berbeda dengan tiga temannya yang lain.

 

“Sudah , Jeremy jangan kau dengarkan Crusher , dia sebenarnya baik kok..” Ujar Crystal mencoba memberi pengertian pada Yesung. Yesung memutar bola matanya. Well , meski baru sehari dia disana. kehangatan mereka semua bisa membuat Yesung cepat akrab dan bisa menunjukkan rasa hatinya tanpa menutupi apa-apa.

 

“Hey!! Itu , Joshua!!!!” Seru Luna tiba-tiba ketika melihat kedatangan sosok yang tidak asing bagi mereka.

 

Kontan , semua Bubble ELF tersebut langsung mengelilingi Joshua dengan gemerlap kilau terpancar dari setiap kepakan sayap mungil mereka , termasuk Crusher.

 

“Lihat si Crusher itu!! Bahkan padaku saja tersenyum pun tidak, kenapa ekspresi wajahnya bisa semanis itu pada Joshua Joshua itu..?” Rutuk Yesung pelan ketika melihat pemandangan itu untuk kali pertama.

 

“Hey Jeremy , apa kau sudah siap?!” Tanya Joshua sembari menepuk pundak Yesung tiba-tiba , membuat tubuh Yesung yang lengah sedikit langsung limbung dan jatuh terperosok ke tanah berumput tersebut.

 

“Ups!” Seru Viska sembari menutup mulutnya dengan tangan mungilnya.

 

“Apa aku terlalu keras menyentakmu?” Tanya Joshua sembari mengulurkan tangan membantu Yesung untuk bangkit. Yesung meraih tangan Joshua dan langsung menepuk-nepuk bagian belakang celana yang dia rasa cukup kotor akibat tersungkur ketanah tadi.

 

Yesung mengerucutkan bibirnya, “Tidak , aku saja yang lengah..” Jawab Yesung mencoba tetap bersikap sopan pada Joshua yang notabene dia rasa lebih tua dan lebih besar ukuran tubuhnya darinya.

 

Crusher mencibir, “Bukan lengah tapi memang tak bertenaga… ” Serunya cepat.

 

Joshua mengangkat ujung bibirnya sedikit. Menganggap lucu cibiran dari Crusher untuk Yesung tadi.

 

Yesung melotot pada Crusher, dan sejurus kemudian langsung melompat-lompat , mencoba menggapai dan menangkap Crusher yang terus melayang-layang di udara. Sepertinya kali ini dia sudah mulai hilang kesabaran pada Crusher.

 

Kontan , Crusher langsung terbang lebih tinggi dan bersembunyi dibelakang tubuh Joshua. Membuat Joshua , Crystal , Luna dan Viska tertawa karena gerakan tiba-tiba dua makhluk yang tengah bertengkar itu.

 

“Sini , kau Bubble ELF jelek!!” Seru Yesung sembari terus mencoba menangkap Crusher dengan terus melompat-lompat diatas tanah lembab Pulau Gorgossium itu.

 

“Awas, Crusher!! Nanti kau tertangkap!!” Seru Viska kesenangan dengan adegan didepannya. Sesekali dia bertepuk tangan, karena takut temannya tertangkap oleh Yesung. Sementara Joshua dan Crystal hanya tertawa melihat itu.

 

“Sebelah sini, Jeremy!! Crusher ada disini!!” Dan Luna lebih memilih membantu Yesung , agar kedudukan berimbang. Hal itu membuat Crusher merengut karena tidak dapat pembelaan dari temannya sendiri, dengan pandangan tajam menusuk Crusher melotot pada Luna. Kontan Luna langsung bersembunyi dibalik tubuh temannya yang tak berukuran jauh dengannya, Crystal.

 

Dan mungkin saja hal itu tidak akan berhenti kalau Joshua tidak menginterupsi Yesung untuk bersiap berangkat menuju sebuah tempat seharusnya dia berada.

 

“Sudah! Sudah! Crusher, Jeremy!” Sela Joshua. “Berhenti. Aku harus segera membawa Jeremy ke Notavel.” Lanjut Joshua membuat Yesung dan Crusher berhenti berputar.

 

“Hosh! Hosh!” Yesung memegangi dadanya yang terengah kelelahan. “Lain kali aku pasti akan menangkapmu, Crusher!” Seru Yesung ke arah Crusher. Sementara Crusher hanya menjulurkan lidahnya , tanda tidak takut pada Yesung.

 

“Lain kali?? Dalam mimpimu , J!” Sahut Crusher lagi.

 

Luna langsung terbang ke arah Joshua , ketika Joshua dan Yesung sudah bersiap pergi. “Joshua!! Jeremy akan kembali lagi kemari kan?” Tanya Luna dengan raut wajah dibuat sedih yang sepertinya tidak rela berpisah dengan Jeremy.

 

“Tenang saja , Luna. Jeremy akan sesekali berkunjung kemari. Akan kupastikan itu. Mengerti ?” Jelas Joshua dengan senyum indahnya mencoba memberi pengertian pada Bubble ELF yang memang mudah berubah-ubah perasaan dan suasana hatinya. Dan itu perasaan mereka sangat berpengaruh pada keadaan alam di Notavel.

 

Luna mengangguk mendapatkan jawaban Joshua yang cukup memuaskan dirinya. Dan langsung menjauh dari Joshua dan Yesung , mendekat kepada teman-temannya.

 

Dan dengan cepat didepan keempat Bubble ELF itu, Joshua membentangkan jubah merah maroonnya menutupi tubuh Yesung dan langsung menghilang dalam sekejap mata saat itu juga.

 

==Notavel==

 

at Miinahaltland

Sebuah gubuk berdinding kayu clump tua didaerah pinggiran pusat kota Miinahaltland terlihat tidak berpenghuni. Dengan pintu terbuka secara asal dan daun pintu yang hampir terpisah dari engselnya itu sungguh menambah kuat akan kekosongan didalamnya.

 

Kini didepan gubuk reot tersebut berdiri beberapa orang yang berkelompok menjadi satu. Memandangi gubuk yang hampir rubuh tersebut dengan tatapan heran dan kesal.

 

“Kau yakin dia tinggal disini?” Tanya seorang yang bertubuh paling besar diantara mereka dengan mencondongkan leher kepada seorang valky kecil yang tengah terjerat lingkar leher bajunya sendiri karena ditarik paksa oleh orang-orang yang lebih besar dan berkuasa daripadanya.

 

“Ii.-iya , aku tidak mungkin berani berdusta padamu. Dia tinggal digubuk tua ini. Bahkan kemarin aku baru saja berkunjung kemari. Sungguh. Aku tidak bohong…” Jawab Valky itu dengan susah payah.

 

“Dasar bedebah kecil!! Tampang seperti itu mau masuk Notavel?!” Sungutnya kesal.

 

Dia menarik kembali lehernya dan menatap lekat pada gubuk tua dihadapannya.

 

“Sulit dipercaya!” Serunya sembari membanting keras ranting kecil ditangannya. “Aku bahkan tidak tahu , kalau di balik semak-semak ini ada gubuk.” Lanjutnya sembari mendekati gubuk tua itu.

 

Memang. Gubuk tua itu benar-benar tersembunyi. Tersembunyi dibalik semak dan rumput-rumput liar yang dengan angkuhnya terus tumbuh hingga melampaui tinggi pohon Ek disekitarnya. Sulur-sulur daun pohon Ek tua yang terjatuh pun seperti memberi kesan menutupi keberadaannya.

 

Perlahan didekatinya daun pintu yang seolah mengundangnya untuk masuk kedalam.

 

“Kretek!”

 

“Kalian diam disitu!” Titahnya ketika mendengar langkah lain yang terdengar seperti mau mendekat , menyusulnya.

 

Suasana sunyi dan hawa lembab yang sangat mencolok sedikit mengganggu indera penciumannya. Padahal dia baru sampai depan pintu. Belum mendorong daun pintu itu lebih lebar. Masih belum. Dengan terpaksa diarahkannya tangan kanan ke arah hidung untuk menutupi udara busuk yang masuk kedalam lubang hidungnya.

 

“Tempat apa ini?!!” Umpatnya kesal.

 

Sungguh kalau bukan karena perintah dari atasannya , takkan mau dia bersusah payah seperti ini mencari valky kecil yang sangat lemah dan tak berguna itu baginya.

 

“Brakkk!!!”

 

Akhirnya dengan tidak penuh perasaan , didorongnya daun pintu rapuh itu dengan tendangan kakinya. Dan itu membuatnya sukses terlepas dari engselnya hanya dalam sekali tendangan.

 

Dengan cepat dia kibaskan debu-debu yang sempat menempel dibajunya akibat tendangan tadi. Aneh. Hawanya lembab , tapi… kenapa berdebu? Pikirnya dalam hati. Terbesit sedikit keraguan dalam hatinya untuk masuk kedalam gubuk tua itu. Namun bayangan Sang Valky besar yang akan membunuhnya apabila dia tidak membawa objeknya membuat keraguan dalam dirinya hilang seketika. Dia masih belum mau mati cepat. Bahkan dia baru saja naik pangkat menjadi RoValk II. Dia masih belum mau namanya terukir dengan cepat ditaman pemakaman RoValk. Masih bagus kalau nyawanya disemayamkan disana , kalau diberikan untuk makan Booster? Sungguh demi Gruwolvas yang mengawasinya dari atas sana , dia tidak mau tubuhnya sia-sia dimakan oleh Booster buas itu.

 

“Huh.. ” Dihelanya nafas pendek pelan. Bagaimanapun dia tidak ingin terdengar seperti pengecut didepan para anak buahnya.

 

Diayunkannya kaki kanan sebagai langkah pertama dan ketika kaki tersebut menapak didalam gubuk tua itu…
“AAAAA!!!!!”

 

Kontan , seluruh anak buah dari RoValk II tersebut langsung berlari menyusul atasannya itu. Sampai-sampai mereka melepaskan tahanan mereka.

 

Tanpa mereka sadari, dibalik kecemasan yang mereka hadapi terdapat seorang valky yang mereka cari-cari tengah menyeringai senang dibalik pohon Ek besar.

 

Sementara tahanan kecil tadi langsung melihat keberbagai arah seperti mencari sesuatu. Dan ketika matanya menangkap bayangan suatu objek. Hatinya terasa perih. Dengan lirih dia benamkan tangannya memegang dada kirinya.

 

“Dennis….”

 

==Notavel==

 

at QuittenWonder

 

“Siap , Nathly?” Tanya Aiden dengan semangat kepada sang adik sembari mengusap puncak kepalanya.

 

“Selalu, Aiden!” Sahutnya semangat.

 

“Apa kau gugup ?” Tanyanya lagi.

 

“Tidak pernah segugup ini sebelumnya..” Jawab Nathly lagi sembari memainkan kedua ujung jari telunjuknya, meski jawabannya terdengar lesu , raut cerianya sama sekali tak pudar.

 

“Jangan terlalu gugup! Kau pasti bisa!” Sahut Aiden menyemangati.

 

“Tentu saja!! Bukan hanya pasti bisa, tapi aku memang harus bisa!!” Kali ini nada dan raut wajahnya sejalan.

 

“Nah, tidak ada yang tertinggal kan? Kau sudah siapkan semuanya? Plaque mu ada tidak?” Tanya Aiden lebih cerewet. Mengingat adiknya ini termasuk orang yang ceroboh dan pelupa dalam hal menyimpan barang-barang miliknya sendiri.

 

“Hahaha…” Nathaniel sedikit tertawa melihat kecemasan dari Oddanya sendiri akan dirinya membuat Aiden memandang bingung ke arahnya. “Tenang saja , Anna sudah memastikan semuanya lengkap tadi. Jadi pasti tidak akan ada yang tertinggal..” Ucap Nathaniel percaya diri.

 

“Siapa bilang?” Sela Aiden.

 

“Ha?”

 

“Kau masih melupakan satu hal..”

 

“Apa itu?” Tanya Nathaniel bingung. Keningnya mengerut sementara bibirnya mengerucut lucu. Seingatnya dia tidak melupakan apapun untuk tesnya hari ini.

 

“Chup~”

 

“Kau melupakan ciuman keberuntungan dariku , kali ini. Untung saja aku ingat!” Desah Aiden setelah mencium kilat kening adiknya.

 

Nathaniel tersenyum manis melengkungkan bibirnya , sementara matanya membentuk sebuah garis lengkung yang berlawanan arah dengan bibirnya. “Terima kasih, Aiden!” Serunya ceria.

 

 

 

==Notavel==

at Elfame

 

Seorang neraida kecil termangu menatap kedepan dengan pandangan kosong. Sebentar lagi penentuan masa depannya akan segera dihadapi.  Memang Annanya sama sekali tidak menuntutnya harus masuk kekelas Exuarto atau tidak. Sang Anna justru membebaskan minatnya sendiri untuk masuk kelas mana yang dia inginkan dan juga yang dia mampu, tentu. Tapi lagi-lagi bayangan akan Silsilah garis keturunan keluarganya sebelum dirinya kembali membuat kepalanya lagi-lagi pusing dengan perasaan sedikit tertekan. Bagaimanapun dia tidak ingin dicap sebagai generasi perusak garis keturunan.

 

Minimal dia bisa masuk  Avegga dan syukur-syukur dia bisa masuk Exuarto , meski rasanya begitu sulit.

 

“Huh…” Dia kembali menghembuskan nafas pendeknya. Ini sudah yang kelima kali hari ini. Kali ini posisinya sedikit berubah, dihampirinya sebuah kursi yang terbuat dari kayu pohon Clump , dipangkunya dagunya yang bagai lebah bergantung tersebut dengan kepalan tangan kanannya.

 

“Belle…” Sebuah suara yang tiba-tiba sedikit membuat lamunan bayangan beban yang terlintas dipikirannya buyar.

 

Neraida kecil tersebut menoleh kesumber suara. “Anna…” Lirihnya saat tahu kalau yang memanggilnya barusan adalah sang Anna.

 

Anna dari neraida kecil itu segera menghampiri anaknya tatkala dia mendapatkan raut wajah muram milik anak perempuan satu-satunya itu. “Ada apa, Belle? Kenapa wajahmu muram seperti ini? Sebentar lagi kita kan akan ke Notavel…” Tanya sang Anna beruntun. Setau dirinya, anaknya itu sudah sangat tidak sabar untuk segera ke Notavel, tapi mendapati raut wajah muram anaknya sebelum mereka berangkat ke Notavel sedikit membuatnya bingung.

 

“Tidak apa , Anna. Aku hanya sedih saja membayangkan aku akan berpisah denganmu dalam waktu yang sangat lama. Aku takut akan merindukanmu nanti.” Sahutnya sedikit beralasan. Dia memang tidak bohong, Belle memang belum pernah tinggal jauh dari keluarganya. Yah , walaupun alasan utama kemuramannya tersebut bukan karena hal itu. Tetap saja itu juga berpengaruh.

 

Sang Anna tersenyum lembut sembari mengusap puncak kepala Henryada Belleguard dengan penuh kasih sayang. “Tenang saja, ketika kau belajar disana. Kau akan begitu menikmatinya sampai-sampai tidak terasa waktu berlalu begitu cepat dan tiba-tiba saja kau bisa bertemu lagi dengan Anna dan Dadda..” Ucap Sang Anna mencoba menghibur putri kecilnya.

 

Belle menatap sang Anna dengan mata mengungkapkan rasa tak percaya, “Benarkah?” Tanyanya kemudian dengan raut wajah sangat polos dan menggemaskan.

 

“Ya, apa Anna pernah berbohong padamu, Belle?”

Belle menggeleng. “Tidak, Anna..”  Sahutnya kemudian.

 

“Nah, kau percaya pada Anna, kan? Sudah sekarang kau jangan memasang wajah muram lagi ya.. Keberuntungan akan menjauh kalau kau memasang wajah jelek seperti tadi.. Mengerti?” Kali ini sang Anna mencubit gemas kedua pipi chubby putri kecilnya.

 

Belle tersenyum melihat tingkah sang Anna,

 

“Iya , Anna. Aku mengerti…”

==Notavel==

TBC

Advertisements

One response

  1. saengggie im here 🙂

    maaf bru koment part 1.y gak di koment gpp yahh ?? /kdipkedip

    jujur setelah baca 2 part aku masi bingung siapa pairing utamanya.y ??
    vincent ama marcus kah ??
    jeremy kah ??
    dennis kah ??
    atau semua ??

    bingungg TT

    trus menurut eon saeng musti ngasi info yg lbih bnyak soalnya namanamanya makin banyak trus makin susah jugaa TT
    hehhehe

    tapi beneran eon penasaran bget sama ff mu yg ini meski harus bersusah susah mencerna isi ceritanya /telmi/
    tapi beneran standing applause buat mu /prokprokprok/

    SEMANGAT BUAT LANJUTIN FF ini !!
    GANBATTE

    27 February 2013 at 3:34 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s