Read it and Enjoy it ~

Archive for September, 2011

Would You Be My Friend

Tittle : Would You Be My Friend

Cast :

Lee Sung Min as Minnie

Cho Kyuhyun as KyuHyun

Kim Heechul as Chullie

Lee Donghae as Hae

KangTeuk as Minnie’s parents

Yunjae as Kyuhyun’s parents

Hankyung as Chullie’s father

Author : Me ^^

Genre: Friendship | Romance

Rate: T (Teen)

Part : Prolog

Warning: Gaje ,, Gag ada Hanchul dan Eunhae couple disini ,, mian *deep bow*

===

#Author’s POV#

*10 years ago*

“Chullie , janji ya , kalau kau akan mengirimi aku e-mail setiap hari,” Pinta sang anak laki-laki kepada seorang anak perempuan dihadapannya.

“Tidak bisa ,” Sahut anak yang bernama Chullie singkat dengan cuek

“Lho ?? Kenapa ?” Tanya sang anak laki-laki tersebut kaget

“Kau lupa ? Aku kan tidak punya computer, Kyu.” Tambahnya lagi

Anak laki-laki yang diketahui bernama Kyu itu berfikir sejenak untuk mencari  jalan keluar.

“Pakai komputerku saja,” Usul anak perempuan lain yang dari tadi tidak dianggap kehadirannya.

“Ah , iya , benar ,, pakai computer Minnie saja , Chullie !”

“Huh!!” Chullie menghela nafas pendek

“Gomawoyo Minnie ,, kau memang teman yang baik,” Seru Kyu sambil memegang pundak Minnie. “Dan Chullie , tenang saja , sesampainya aku di London , aku akan langsung mengirimimu e-mail,” Lanjutnya sembari mengecup pipi Chullie pelan dan langsung kabur menghampiri  kedua orang tuanya.

“Wah Chullie ,,” Seru Minnie terkejut sembari mengatupkan kedua telapak tangannya di pipinya yang chubbie tersebut.

“Dasar ,,!” Gerutu Chullie yang langsung pergi menuju mobil

Sedangkan Minnie masih menatap kepergian Kyu dari awal tempatnya berdiri.

“Chagiya , ayo pulang !” Seru Umma Teuki membuyarkan lamunan Minnie tentang sahabatnya tersebut.

“Ne , Umma”

===

*At Minnie’s Home*

“Chullie lihat ada e-mail dari Kyuhyun untukmu,” Seru Minne

“Oh ,” Sahutnya singkat

“Hey , kau tidak mau melihatnya Chullie ?” Tanya Minnie

“Tidak , aku tidak suka membaca hal tidak penting seperti itu.” Sahut Chullie sekali lagi sembari terus berguling-guling di springbed Kingsize Minnie.

“Bukannya kau sudah berjanji pada Kyuhyun , kalo janji itu harus ditepati , kalo kyuhyun sedih gimana ? kan kasihan chullie lagipula ..”

“Iya iya baiklah , kau ini bawel sekali Minnie ,,” Sahut Chullie menghampiri meja computer Minnie , kemudian mengacak rambut Minnie lembut.

“Kau kan sudah berjanji kepadanya , kasihan dia , Chullie ,,” Jawab Minnie

“Hi , Chullie apa kabar ? Aku sudah tiba di London , wah ternyata London sangat indah , banyak gedung – gedung tua yang sangat bernilai artistic , oh iya bagaimana kabarmu ? …” Chullie membacakan isi dari E-mail yang diberikan Kyuhyun. “Hah , sudahlah , aku bosan Minnie ,, aku main dulu ya !” Lanjut Chullie sembari beranjak pergi dari kamar Minnie.

“Lalu , ini bagaimana , Chullie ?” Tanya Minnie

“Sudah , kau saja yang membalasnya. Bye Minnie!”

“Aku yang membalas ??” Tanya Minnie pada diri sendiri dengan perasaan senang, “Baiklah..”

Dengan senang hati Minnie membalas e-mail dari sahabatnya itu ,

Oh ya kyu ? Sepertinya London itu sangat indah ya ? Aku jadi ingin kesana , kabarku baik-baik saja , ehm bagaimana dengan kabarmu disana ? Sebaik aku juga kah ??

 

Minnie

Minnie memandangi isi pesannya tersebut ,, kemudian menggeleng ..

Oh ya kyu ? Sepertinya London itu sangat indah ya ? Aku jadi ingin kesana , kabarku baik-baik saja , ehm bagaimana dengan kabarmu disana ? Sebaik aku juga kah ??

Chullie

 

|Send|

===

*Now / 10 years later*

Hari berganti hari ,, bulan berganti bulan , dan tahun pun telah berganti tahun. Tak terasa sudah sepuluh tahun sejak kepergian Kyuhyun ke London , Kyuhyun masih terus mengirimi Chullie e-mail dan Minnie pun masih terus saja membalasi e-mail Kyuhyun tersebut atas nama Chullie. Hingga pada suatu hari Minnie menerima e-mail dari Kyuhyun yang berisi ,,,

Hey ! Chullie kau tahu aku akan kembali ke Korea! Dan kita akan segera bertemu kembali. Aku sudah tidak sabar jadinya bertemu denganmu ,  kau selalu mengirimkan fotomu berdua dengan Minnie sih ? Aku jadi sedikit bingung mana kau mana Minnie ,, (-,-)”

Minnie terdiam melihat balasan e-mail dari Kyuhyun tersebut , “Kyuhyun akan kembali ke Korea” gumamnya , dia senang dengan rencana Kyuhyun tersebut tapi dia juga bingung , karena selama ini dia yang selalu membalas e-mail dari Kyuhyun dan bukannya Chullie , sedangkan Kyuhyun sendiri berfikir itu adalah Chullie.

Kau akan kembali ke Korea ? Wah !! Aku juga sudah tidak sabar melihatmu ^^ Hem , ya Minnie kan sahabat kita juga ,, Apakah kau tidak bisa mengenaliku , Kyu ? :’<

 

Chullie

 

|Send|

Minnie merebahkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki ,, Ada sedikit rasa khawatir didalam benaknya ,, ditengah lamunan nya tersebut , nada e-mail masuk berbunyi ,,, “Ting!!”

Ani ,, bukan begitu Chullie ,, aku kan juga ingin kau mengirimi aku fotomu sendiri ^^ Tenang saja Chullie ,, aku pasti bisa mengenali orang yang selama ini berbalasan e-mail denganku ,, hanya dengan memejamkan mata dan aku akan mengenalimu ^^Fotomu sudah tersimpan dihatiku ^^

 

Minnie tersenyum dengan balasan e-mail yang diterimanya dari Kyuhyun , “Sedang online dia rupanya” seru Minnie ,, Perasaan khawatir yang tadi sempat melandanya mendadak hilang setelah dia membaca balasan e-mail dari Kyuhyun tersebut, semburat merah menghiasi wajahnya kini. Dengan perasaan senang Minnie kembali mengetik balasan untuk e-mail Kyuhyun barusan.

Haissshh Kyu , apakah begini cara pria London menggoda wanita ???

Baiklah akan kupegang kata-katamu nanti . ^^

 

Chullie

|Send|

Jujur saja Minnie agak tegang mengingat Kyuhyun akan datang. “Aku harus menemui Chullie sekarang,” seru Minnie sembari menutup PC nya dan beranjak pergi dari kamarnya.

===

*Minnie’s POV*

“Chullie , ayolah !!” Mohonku sekali lagi pada Chullie

“Haisshhh ,, Minnie aku kan sudah bilang tidak mau , lagipula itu salahmu sendiri , siapa suruh membalas e-mail orang menggunakan namaku,” Tegas Chullie , sepertinya aku harus memakai cara lain untuk merayunya.

Aku menghentikan langkahku ditengah jembatan taman yang tengah aku dan Chullie sebrangi bersama.

“Tega sekali kau Chullie ,,” Isakku berpura-pura sembari menundukan kepala, “Padahal selama ini aku selalu membantumu mengerjakan peer semasa sekolah dulu ,, aku yang membelamu ketika kau dimarahi oleh Han Ahjussi , masa hanya menolongku begini saja kau tidak mau,,” Lanjutku panjang lebar , mudah-mudahan kali ini berhasil.

Chullie menghentikan langkahnya , “Haissshhh!! Baiklah , baiklah , sudah jangan mengungkit kebaikanmu padaku lagi , kau menang , aku akan membantumu ,, Puas tidak ??” Sahut Chullie

‘Yess!!’ sorakku dalam hati ‘Berhasil’ lanjutku ,,

“Hey , kenapa malah diam? Ayo jalan lagi!” Seru Chullie sembari menarik tanganku

“Gomawo , Chullie-ah !!” Seruku sembari memeluk tubuh Chullie yang lebih tinggi dariku.

“Ne , ne , sudah jangan berlebihan seperti itu ,” ujar Chullie

*Minnie’s POV end*

===

*Kyuhyun’s POV*

Kututup layar Laptop Apple ku , aku tersenyum melihat balasan dari Chullie ,, dan kemudian melihat fotonya bersama Minnie yang dia berikan padaku .

“Haissshhh ,, aku sungguh sudah tidak sabar menunggu besok ,, aku akan kembali keKorea ,, Chullie I’m coming , !!” Ujarku dengan volume agak kencang

“Kyu , kau baik-baik saja ?” Tanya Umma dari dapur

Rupanya teriakanku terdengar sampai dapur, jadi malu sendiri aku . “Ne , Umma , gwaenchanayo!”

*Kyuhyun’s POV end*

===

*Chullie’s POV*

‘Kyuhyun ??’ seruku sembari menghela nafas.

*Chullie’s POV end*

—^0^—-

*Minnie’s POV*

Hyaa ,, hari ini sungguh hari yang mendebarkan bagiku , Kyuhyun akan datang dari London ,, aigoh~ apa dia akan mengenaliku ya , memang sih dia bilang hanya dengan memejamkan matanya maka ia akan mengenaliku , tapi mengapa aku jadi tegang begini ya ,, ya ampun … >,<’

“Minnie ………” Teriak Umma teuki dari luar kamar

“Ne , Umma ,, tunggu sebentar lagi ….” Jawabku

“Palli , chagiya , kita harus menjemput Kyuhyun dibandara ….” Teriak Umma lagi

“Ne , Umma ,, aku turun sekarang ..”

Setelah dirasa cukup rapi ,, aku menghela nafas panjang. “Semoga dia mengenaliku,” harapku cemas.

‘Aigoh kenapa aku jadi begini sih ? Apa aku …….. Ani , ani ,, ! Itu tidak boleh , Kyu hanya menyukai Chullie’ Gerutuku sembari menuruni tangga rumah ,

‘Tapi kan Chullie tidak menyukai Kyuhyun ,’ Secercah harap timbul dalam hatiku

“Hey , Minnie sedang apa kau disitu, ayo cepat !” ajak Appaku

“Ne , appa!”

*At Bandara*

“Hey , Minnie seperti apa rupa Kyuhyun sekarang ?” Tanya Chullie

“Rupanya ? Hem , dia tampan , tinggi , gayanya juga keren ^^” Jawabku semangat

“Wah ? Benarkah seperti itu ? Aku jadi penasaran ,,” Sahut Chullie sembari mengusap dagunya ala Detektif

‘DEG !!’ langkahku terhenti .

“Penasaran ??”

“Hey , Minnie !! Sini sepertinya itu Kyuhyun !” Seru Chullie

“Ah iya ,, !”

Aku dan Chullie pun menghampiri  Orangtuaku dan Han Ahjussi yang tengah menyambut Kyuhyun dan orangtua nya ,,

“Hey , Kyu kau sudah besar ya ?” Sapa Appaku padanya

“Tentu saja ahjussi , masa aku kecil terus ,, hhe”  Jawabnya

Kyuhyun kemudian menoleh ke arah kami , dan berjalan ke arah kami ,,,

“Hey , Miinah !! Kau pasti Chullie …!”

Tidak , bukan berjalan ke arah kami , lebih tepatnya berjalan ke arah Chullie ,

“Tahu darimana kau , kalau aku Chullie ??” Tanya Chullie menanggapi Kyuhyun dengan sedikit senyuman tersungging dibibirnya

“Tentu saja aku tahu , mana mungkin aku tidak mengenali orang yang selama ini berbalasan e-mail denganku ??” Sahut Kyuhyun

‘Kau salah Kyu , Kau tidak mengenalinya’ sahutku dalam hati

“Begitukan Tuan America ??” Tanya Chullie

“Ya tentu saja , dan hey ! Aku ini dari London Yeoppo Yeoja , bukan dari America ..” Koreksi Kyuhyun

“London atau America sama saja bagiku , Tuan America xP” Sahut Chullie

“Ternyata kau lebih ceria dari yang kubayangkan ,,” Seru Kyuhyun  sembari  tersenyum senang

Jangankan mengenaliku , mengajak bicara pun kau tidak Kyu. Aku hanya bisa tersenyum miris melihat keakraban mereka , ‘Hey , sudah Minnie, ingat dia itu kan menyukai Chullie ,, jadi sudah pasti dia mengenali yeoja yang disukainya’ Batinku menyemangati perasaanku sendiri

“Memangnya bagaimana aku dalam bayanganmu Tuan America ??” Tanya Chullie jahil sembari memeletkan lidahnya kemudian pergi dari hadapan Kyu dan langsung menghampiri Han Ahjussi yang tengah mengobrol dengan Orang tua kyu ,,

Kyuhyun masih tersenyum melihat Chullie dari belakang , dan kemudian menoleh ,, “Hey , Kau Minnie kan ??” Tanyanya

Aku hanya mengangguk sembari tersenyum …

“Kau sudah tumbuh menjadi gadis yang manis , Minnie !” Katanya sembari mengusap puncak kepalaku

“Tentu saja !” Sahutku cepat

Tiba-tiba Kyuhyun menarik pundakku , “Kau tahu , temanmu itu sangat unik ! Dan itu semakin membuatku menyukainya,” Ujarnya tanpa melepaskan pandangan dari Chullie.

“Tentu saja , Chullie memang begitu ^^”

“Minnie !!”

“Ne?”

“Bantu aku mendapatkannya ya ?”

“Ah , Ne ,,”

“Gomawo , kau memang sahabat yang baik,,”

‘Iya , aku memang sahabat yang baik Kyu’ sahutku dalam hati

*Minnie’s POV end*

===

TBC

Hwaaa !!! Gaje ya ?? mian ,, mian ,, mian (_,_) *bow*

Oh iya gimana ceritanya?? Adakah yang teringat akan sesuatu ?? hhehe ,,

Fanfiction ini terinspirasi dari film “Would You Be My Friend” ,, sebagian besar cerita emang ngambil dari film itu ,, tapi banyak yang aku ubah untuk penyesuain tempat dan chara kok.

Okay , gag usah banyak omong ,, please Comment nya ya readers^^ gomawo ~

SeeYa ^^

 

Advertisements

Fanfict KyuMin Oneshoot : My Love Minnie Noona

My Love Minnie Noona

Cast                       : KyuMin

Genre                   : Romance Alternatif , Genderswitch ,

Rate                       : Teen

Length                  : OneShoot

Warning               : Sama nggak jelasnya kaya fanfict-fanfictku yang lain 😀 , alur maksa ^^, Typo(s) , OC,

Summary             : Yang harus dipanggil kakak itu yang lebih tua atau yang lebih tinggi !? *AuthorBingung*

Created by Me & Inspired by All my Friends

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

“Cho Kyuhyunnnnn!!!!” teriak salah seorang yeoja dengan kencangnya sembari menghentikkan langkahnya dengan mendadak dan membuat orang yang terus mengikutinya dari tadi menubruk badannya.

“Aaww,,” Seru Namja tersebut agak kaget.

Yeoja itu kemudian berbalik badan.

Dan orang yang diteriaki namanya hanya tersenyum lebar sampai mata sipitnya terlihat seperti bentuk garis melengkung.

“Berhenti mengikutiku atau…”

“Atau apa Minnie?” tanya Kyuhyun polos merasa tak berdosa menyebut nama sungmin begitu saja.

“Hey , aku ini sunbaenim mu , tau!” Kata Sungmin sembari mengerucutkan bibirnya.

“Kau yakin ? Kalau begitu kenapa aku lebih tinggi?” Tanya Kyuhyun enteng

“Lebih tua siapa?”

“Tinggian siapa?”

“Ihhh tuaan siapa?”

“Tinggian aku pokoknya, Minnie!” tegas Kyuhyun

Sungmin makin merengut dibuatnya, “Haaaahhh!!!! Terserah kau saja , yang penting kau berhenti mengikutiku!!” Titah Sungmin sekali lagi dengan tambahan hentakan kaki pada kata terakhir yang tentu saja membuat Kyuhyun makin senang menggoda sunbaenimnya ini.

“Ohh~ tidak bisa …, mian Minnie kalau itu aku tidak bisa ^^ kau kan tahu aku suka padamu,” Seru Kyuhyun dengan jelas

“Kau juga tahu , bukan , kalau aku tidak suka padamu? Jadi berhenti mengikutiku!” Ucap Sungmin tegas sembari berbalik dan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Kyuhyun dibelakang.

Melihat Sungmin yang berjalan lagi , Kyuhyun langsung menyusul mensejajarkan posisinya dengan Sungmin, “Memang kenapa kau tidak suka aku sih , Minnie?” tanya Kyuhyun dengan raut wajah serius menghadap ke Sungmin dan kedua tangan memegang tangan tasnya.

“Aku tidak akan berbicara padamu lagi kalau kau tetap memanggilku seperti itu!” Ancam Sungmin serius.

“Haissshhh, kekanakan sekali!” gerutu Kyuhyun dalam hati, “Iya , iya minnie nuna , kenapa kau tidak menyukaiku? Ayo sekarang jawab pertanyaanku!” Kata Kyuhyun akhirnya mengalah.

“Karena kau adik kelasku! Jadi malu lah aku!” Ucap Sungmin singkat.

“Hah?” Kyuhyun menganga tak percaya sembari mendadak berhenti. Setelah tersadar Sungmin sudah agak jauh berjalan , dia langsung mengejar Sungmin lagi. “Jadi cuma karena itu?” tanyanya tak percaya, “Hei, Minnie , ehm maksudku nuna , aku ini lebih tinggi dari mu , nuna , jadi kalau kau kencan denganku tidak akan ketahuan kalo aku ini adik kelasmu kok ,” Seru Kyuhyun mencoba meyakinkan Sungmin.

“Tetap saja kau ini masih SMP dan aku sudah SMA , jadi tetap saja tidak wajar, nanti aku dikira pedhopil lagi, lagipula juga aku tidak berniat sedikitpun untuk kencan denganmu anak kecil :p” Sahut Sungmin

“==’ jangan berlebihan nuna , umurmu dan umurku hanya beda 2 tahun,”

Sungmin menghentikkan langkahnya, “Memangnya umurmu berapa? 16 tahun? ckck , umur 16 masih kelas 3 SMP,” kata Sungmin menggelengkan kepalanya kemudian kembali berjalan lagi.

“Aku masih 15 nuna , memangnya aku tidak tahu apa umurmu itu kan masih 17 tahun , kau itu kan masuk sekolah lebih dini satu tahun ,”

“Hey , kau tahu darimana?”

“Aku kan menyukaimu nuna , ya sudah pastilah aku tahu semuanya tentang dirimu, gimana sih nuna ??? Huh !! , waktu SMP nyogok ya nun ?” Ledek Kyuhyun

Alhasil Kyuhyun mendapat jitakkan gratis dari Sungmin , “Enak saja kau bilang aku nyogok , meski tidak terlalu pintar , aku ini jujur tahu >,

“Ya , aku kan cuma nanya nun, kali aja nuna waktu TK Drop Out , terus SMP nyogok ,” melihat ekspresi kesal  Sungmin Kyuhyun kemudian membuat lambing huruf V dengan kedua jarinya, “ hehehehe , peace nun ^v , ehm , jadi nuna mau kan jadi pacarku?”

“Heh? Pengen banget-banget ya????” Kini gantian Sungmin yang meledek Kyuhyun dengan tampang yang sangat mengesalkan.

“Iya , nun ^^” Ujar Kyuhyun semangat

“Idih ! Hem , gimana ya? Mungkin kalau kau satu kelas denganku , aku bisa mempertimbangkannya, :P,, arra??” Skak Sungmin yang membuat Kyuhyun menelan ludahnya dalam.

“Satu kelas? gimana bisa nuna??? Aku harus lompat 3 kelas dong??” Pekik Kyuhyun frustasi.

“Ya itu sih kalau kau mau!” Ujar Sungmin enteng kemudian pergi , kali ini benar-benar pergi dan Kyuhyun tidak mengejarnya lagi.

Melainkan hanya terpaku sembari berfikir keras , bagaimana caranya dia bisa lompat 3 kelas dan bisa sekelas dengan Sungmin , sang wanita pujaan. “Lompat kelas?” Ujarnya bingung

“Aha!!!!” Serunya sambil menjentikkan jarinya , “Kau akan menyesal berkata seperti itu Minnie !!” Ucap Kyuhyun menyeringai.

—^0^0^—

Sudah seminggu ini Kyuhyun tidak lagi mengganggu Sungmin dan muncul dihadapan Sungmin. Jujur saja Sungmin sangat senang, dia pasti sudah menyerah, begitu batin Sungmin, melihat keadaan yang sudah kembali tenang.

Hari ini, menurut informasi yang diberikan oleh Eunhyuk tadi malam ditelpon, kelas mereka akan kedatangan anak baru, namja pula. Menurut penggambaran yang diceritakan Eunhyuk semalam sih , sepertinya pria itu sebelas duabelas sama Lee MinHo. Maka dari itu sepanjang perjalanan ini , Sungmin terus tersenyum sendiri membayangkan bagaimana anak baru itu nanti. Karena kemungkinan besar, anak baru itu akan duduk satu meja dengan Sungmin , mengingat dikelas, Sungmin hanya duduk sendiri.

Mau tahu kenapa Eunhyuk bisa tahu? Itu karena , appa Eunhyuk adalah kepala sekolah dari sekolah mereka. Oleh karena itu apapun informasi mengenai sekolah yang berasal dari Eunhyuk biasanya bisa dijamin ke-akuratannya 100%. Biasanya!

“Hyukkie , mana anak baru itu? belum datang?” Tanya Sungmin penasaran begitu sampai diruang kelas 3A dan duduk ditempat duduknya yang berada dibarisan dekat tembok pintu, tepatnya di depan tempat duduk Eunhyuk. Tepat setelah bel berbunyi.

“Belum datang , mungkin datangnya nanti bersama Kang seonsaengnim,” Ujar Eunhyuk

“Oh gitu,” Sungmin ber-OH ria , itu memang benar , karena kan emang biasanya begitu , lagipula Kang seonsaengnim kan memang nanti mengajar pelajaran dijam pertama. Jadi pasti murid baru itu akan datang bersama Kang seonsaengnim.

“Wae, Minnie? Kau suka ya?” Tanya Eunhyuk curiga.

“Hey , walaupun sepertinya anak baru itu tampan, aku kan belum melihatnya Hyukkie, bagaimana mungkin aku bisa langsung suka!” Elak Sungmin

“Iya juga tidak apa-apa , Minnie, hehhhehehe..”

“Aahhh , Hyuk , berhenti menggodaku,”

“Hahahha ,wajahmu memerah , Minnie , eh itu Kang seonsaengnim , cepat berbalik!”

Sungmin membenarkan posisi duduknya dan menghadap kedepan. Setelah melihat Kang Seonsaengnim yang hanya masuk seorang diri, Sungmin kembali memundurkan tubuhnnya tanpa merubah hadap.

“Hyukkie , mana anak barunya?”

“Hey, sabar sedikit Minnie , sepertinya dia ada diluar sana,” Ucap Eunhyuk sembari melihat kearah luar jendela.

Reflek Sungmin ikut melihat ke arah luar, namun yang terlihat hanya rambutnya saja.

“Sepertinya memang tinggi , Hyuk,”

“Benar kan apa kataku ^^” Ujar Eunhyuk bangga

“Selamat pagi, anak-anak! Hari ini kita kedatangan murid baru…”

Belum sempat Kang seongsaenim menyelesaikan pemberitahuannya, suasana kelas sudah agak riuh, terlebih dengan suara wanita-wanita yang sudah melihat rupa dari murid baru tersebut.

Hal itu membuat Sungmin menjadi semakin penasaran seperti apa rupa wajahnya.

“Tenang, anak-anak. Murid baru kali ini agak berbeda, dia adalah salah satu murid yang mengikuti program akselerasi atau lompat kelas. Cho-ssi sini masuk.”

Ketika murid baru itu mulai memasuki kelas, betapa terkejutnya Sungmin ketika melihat wajah murid baru yang sudah dinantinya dari semalam itu.

“C-Cho Kyuhyun??” Seru Sungmin tak percaya.

Kyuhyun tepat berdiri disebelah Kang Seonsaengnim sekarang , dan kemudian tersenyum manis pada Sungmin. Dan hal itu membuat seisi kelas, terutama para yeoja , kontan menoleh ke Sungmin.

“Kyuhyun, perkenalkan dirimu!” Pinta Kang Seonsaengnim

“Ne. Naneun Cho Kyuhyun Imnida,” Ucap Kyuhyun sembari membungkukkan badan.

“Wah , nama yang bagus!” Seru salah satu yeoja

Mendengar itu , kontan alis Sungmin bertautan, ‘Bagus apanya?!’ batin Sungmin yang kini mengalihkan padangannya ke arah lain.

“Oh, iya sebelum ini kau bersekolah dimana Kyuhyun-ssi?”

“Di Chungnam Junior high School, seongsaenim,” Jawab Kyuhyun sopan.

Kontan Kang seongsaenim dan seisi kelas, kecuali Sungmin, terkejut mendengarnya.

“Jadi harusnya kau masih SMP?” Tanya seorang namja tiba-tiba.

“Ne,” Jawab Kyuhyun.

“SMP setinggi ini? Umurnya berapa ?” terdengar bisik-bisik seisi kelas setelah mengetahui seharusnya Kyuhyun masih SMP

“Baiklah , perkenalannya dilanjutkan nanti saja, sekarang kau boleh duduk di….sana….samping Lee Sungmin!”

“Mwo???” Sungmin kontan menoleh mendengar namanya disebut. “Tidak bisa seongsaenim, ditempat lain saja,” Tolak Sungmin.

“Hey , jangan macam-macam sungmin-ssi , bangku yang kosong itu hanya bangku disebelahmu, sudah cepat , Kyuhyun duduk disana!”

“Ne , seongsaenim,” Ujar Kyuhyun senang kemudian langsung duduk di dekat tembok, “Annyeong, Minnie!!!” Seru Kyuhyun setelah duduk

Sungmin hanya mengerucutkan bibirnya tidak menjawab,

“Sekarang kita sekelas!” Seru Kyuhyun sambil menunjukkan senyum evilnya yang hampir mirip dengan seringaian.

—^0^0^—

Sudah hampir sebulan Kyuhyun dan Sungmin sekelas , tapi Sungmin masih saja bersikap acuh , cuek dan jutek terhadap Kyuhyun.

Padahal sudah tidak bisa dihitung jari Kyuhyun mencoba mendekati Sungmin , tak jarang walaupun ketika pelajaran sedang berlangsung. Tapi Sungmin masih tetap tidak perduli.

Pernah Kyuhyun mendekati Sungmin dengan cara membelikkan makanan ketika waktu istirahat , tapi rekasi Sungmin ternyata tidak seperti yang dibayangkan Kyuhyun.

“Memangnya aku tidak punya uang apa ? sampai harus dibelikkan segala?” Tanya Sungmin ketus ketika Kyuhyun memberikan Yoghurt strawberry dikelas beberapa waktu lalu.

“Bukan begitu , nuna, aku kan hanya berniat baik saja,”

“Tapi aku tidak butuh niat baikmu! Dan lagi sekarang kita sudah satu kelas , jadi tidak usah panggi aku nuna,” Seru Sungmin.

“Tapi kan kau lebih tua dariku, nuna,” Ujar Kyuhyun

“Sudah tidak usah beralasan , bukannya waktu itu juga kau memanggil aku dengan Minnie saja, itu kan yang kau suka?” Seru Sungmin menekankan kata Minnie pada kalimatnya sembari keluar dari kelas dan meninggalkan Kyuhyun dengan Yoghurt strawberrynya.

“Huftz,” Kyuhyun menghela nafasnya, “Padahal sudah sekelas , tapi tetap saja susah didekati,” Keluhnya.

Pernah juga Sungmin malah memarahi Kyuhyun , ketika Kyuhyun mencoba membantunya menyelesaikan soal fisika , kira-kira seminggu yang lalu.

“Kau salah , nuna . Bukan begitu ,” Ujar Kyuhyun mengoreksi.

Sungmin menoleh ke Kyuhyun dan melotot,

“Maksud aku , Minnie ,”

Sungmin langsung mengalihkan padangannya ke buku latihannya lagi. Sedang Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Dasar aneh , dulu minta dipanggil Nuna sekarang malah gamau dipanggil nuna, gerutu Kyuhyun dalam hati.

“Bukan begitu caranya , kau salah , harusnya kau memakai persamaan Gelombang Stasioner Terikat , bukan yang bebas, kan sudah ada keterangannya kalau yang bernilai cosines itu frekuensi anulernya , bukan bilangan gelombangnya,” Ujar Kyuhyun sembari mencoba menarik buku latihan Sungmin dan menghapus jawaban dari Sungmin tadi.

Namun Sungmin menepis tangan Kyuhyun kasar, “Sok tahu sekali kau , hey , kau aku ini sudah 2 tahun di SMA , jadi tidak mungkin aku salah , dan kau itu tidak tahu apa-apa , baru juga sebulan jadi siswa SMA , tapi sudah sok tau begitu,” Seru Sungmin sebal

“Ya udah kalo tidak percaya , jangan salahkan aku kalau nilaimu merah,”

“Heh? Memangnya kau siapa berani mengancamku seperti itu,”

Dan setelah mereka mengumpulkan tugas fisika mereka, terbuktilah bahwa koreksi Kyuhyun waktu itu ternyata benar , dan akibat sikap keras kepalanya sendiri , Sungmin hanya mendapat nilai merah.

Namun , meski begitu , Sungmin masih saja terus bersikap jutek dan tidak mudah percaya pada Kyuhyun , dan itu membuat Kyuhyun semakin gencar mendekati Sungmin.

Dan kali ini tidak peduli Sungmin menolak, setiap pagi ia meletakkan sebuah note berisi puisi-puisi (yang menurut Kyuhyun)  indah beserta sebuah  burung origami dengan kertas warna. Sudah 4 hari ini dia melakukan hal itu , meskipun dia tidak tahu apakah Sungmin menyempatkan untuk membacanya atau tidak , tetap saja dia tidak mau berhenti melakukan itu.

—^0^0^—

Mudah panik,seperti suara guntur menggelegar ketika berbicara. Cerewet seperti burung beo yang perhatian. Jutek seperti air yang menolak keberadaan minyak, manis dan menggemaskan seperti bayi yang sedang bertingkah. Itulah dirimu. Begitulah adamu.  Tetaplah bersikap seperti itu karena aku akan tetap menyukai semua kejujuran sikap yang selalu kau berikan padaku

“Huh!” Keluh Sungmin sesaat setelah membaca sebuah note kecil dan mendapati satu burung origami lagi , dia tahu siapa pengirimnya dan sudah berulang kali memperingatkan orang itu untuk tidak mengiriminya lagi , namun karena Kyuhyun sepertinya sudah tidak perduli lagi , Sungmin juga jadi lelah tiap hari memarahi namja yang lebih muda dua tahun darinya itu.

Sungmin melihat teman sebangkunya itu sedang menyandar pada sisi tembok semari mendengarkan music dari ipod-nya sembari memejamkan matanya.

“Sok keren!” Desis Sungmin

Hari ini sedikit berbeda dari biasanya, karena Kyuhyun terlihat agak sedikit pendiam dari biasanya, dia tidak lagi bersikap sok tahu mengoreksi  jawaban-jawaban soal latihan Sungmin lagi, malahan Kyuhyun sama sekali tidak mengerjakkan soal latihan yang diberikkan seongsaenimnya tersebut.

Sungmin merasa sedikit ada keanehan pada Kyuhyun. Bukan mendadak dia menjadi agak memperhatikkan Kyuhyun, bagaimana dia tidak jadi memperhatikan Kyuhyun , kalo setiap hari Sungmin duduk disebelahnya dan setiap hari pula namja itu selalu berusaha mendekatinya.

Dan kini sudah jam istirahat pun, Kyuhyun masih tetap tidak beranjak dari tempatnya, dan malah terus bersandar pada tembok.

Sungmin tidak langsung buru-buru kekantin seperti biasanya , setelah bel istirahat berbunyi , melainkan malah tetap duduk dibangkunya. Sampai dikelas hanya tertinggal dirinya dan Kyuhyun.

“Kyu, kau tidak istirahat?” Tanya Sungmin pada akhirnya.

Dan Kyuhyun hanya memberikan gelengan kepala sebagai jawabannya tanpa menoleh ke Sungmin sedikitpun.

“Ehm , kau kenapa ? sakit kah? Mukamu pucat, Kyu.” Tanya Sungmin yang kini menghadapkan tubuhnya ke kanan , menghadap Kyuhyun

“Molla , badannku hanya terasa tidak enak saja,” Ujarnya sangat pelan

Reflek, Sungmin meletakkan punggung telapak tangannya ke kening Kyuhyun, “Omo~ Suhu badanmu tinggi, Kyu! Kau sakit! Aduh bagaimana ini?” tanya Sungmin yang panik sendiri.

Kyuhyun sedikit tersenyum melihat keluarnya sifat asli Sungmin, gampang panik!

“Aku tidak a-apa – apa, Minnie,” Ucap Kyuhyun masih terdengar lemah.

“Ssst ,,” Sungmin menempelkan jarinya dibibirnya sendiri, “Sudah diam , ehm lebih baik kau pulang saja, tunggu disini sebentar ya! Aku ijinkan ke guru piket dulu , supaya kau bisa diantar pulang,” Ujar Sungmin yang kemudian langsung pergi keluar kelas , meninggalkan Kyuhyun sendiri.

—^0^0^—

Karena sudah dua hari Kyuhyun tidak masuk sekolah , akhirnya Sungmin memutuskan untuk pergi menjenguk Kyuhyun hari ini , berbekal alamat yang dia dapat dari bagian administrasi sekolah dengan susah payah. Dia beralasan ada tugas kelompok, sehingga dengan mudahnya petugas administrasi sekolah itu memberikan alamat Kyuhyun.

Kini  Sungmin tengah berdiri didepan sebuah rumah yang lumayan besar , berpagar coklat kayu tinggi. Sungmin kembali melihat kertas yang dia pegang ditangannya, “Benar ini alamatnya,” setelah berkata seperti  itu dia mencoba mendekati bel , dan kemudian memencetnya. Tak berapa lama keluar seorang ahjumma paruh baya yang sepertinya merupakan pekerja rumah tangga keluarga Kyuhyun.

“Permisi, apa benar ini rumah Cho Kyuhyun?” Tanya Sungmin sopan

“Ne , benar , aggashi temannya Tuan Muda? Mari silahkan masuk,” Ujarnya ramah sembari membukakan pintu gerbang coklat kayu tersebut,

Setelah sampai didalam rumah, Sungmin melihat seorang pekerja rumah tangga lagi yang turun dari tangga dan membawa makanan utuh dinampannya.

“Bagaimana?” Tanya Ahjumma yang tadi mempersilahkan Sungmin masuk kepada temannya itu. Dan teman sesama pekerja rumah tangga itu pun hanya menggeleng,

Omo ~ ada berapa pekerja sih dirumah ini , tadi Sungmin lihat ada 2 tukang kebun , ketika melewati halaman depannya dan kini dihadapannya ada 2 pekerja rumah tangga lainnya.

Sungmin yang sedikit keheranan dengan percakapan kedua pekerja rumah tangga itu memberanikan diri untuk mencoba bertanya, “Ada apa Ahjumma?”

“Ah , itu aggashi , tuan muda cho , kalau sedang sakit seperti ini memang susah makan , bagaimana mau sembuh coba , kalau makan saja susah,” Ujarnya tanpa sadar sudah mengarah kepada curhat. “Oh iya mari aggashi , saya antar ke kamar tuan muda,” ajaknya sopan

“Sebentar , ahjumma , boleh aku membawakan makanan yang tadi untuk Kyuhyun?” tawar Sungmin

“Ah , sangat boleh , aggashi , sebentar saya ambilkan dulu,” Ahjumma tersebut pun beranjak kedapur dan tidak berapa lama membawakan nampan makanan tadi. “Ini aggashi, mian kalau merepotkan,”

“Ani , tidak merepotkan kok Ahjumma, ayo Ahjumma antarkan aku kekamar Kyuhyun,”

Setelah sampai didepan pintu kamar Kyuhyun , pekerja tadi meninggalkan Sungmin, Sungmin pun mulai mengetuk pintu kamar Kyuhyun , “Tok! Tok! Tok!”

Tidak ada sahutan dari dalam kamar.

“Tok! Tok! Tok!” Sungmin mencoba mengetuk pintu kamar Kyuhyun sekali lagi, dan kali ini ada respom dari sang penghuni dalam kamar.

“Masuk!” Titah sebuah suara

Dengan hati-hati Sungmin mencoba membuka pintu dengan tangan kanannya. “Cklek!”

Setelah masuk kedalam kamar Kyuhyun, Sungmin mencoba melihat keadaan kamar Kyuhyun yang luas dan sangat rapi , dengan cat tembok berwarna abu-abu dan nuansa benda langit menghiasi dilangit-langit kamar. Kyuhyun masih belum menyadari kedatangan Sungmin dengan tetap melihat kearah luar jendela,

“Kyuhyun!” Panggil Sungmin pelan setelah meletakkan nampan makanannya di sisi kanan tempat tidur Kyuhyun

Kyuhyun menoleh, “Minnie??” Seru Kyuhyun tak percaya mendapati  orang yang baru saja masuk kedalam kamarnya adalah Sungmin.

“Iya , ini aku!” Jawab Sungmin dengan nada dibuat ketus.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Kyuhyun sembari menghampiri Sungmin, dan berdiri dihadapannya.

“Ya, menjengukmulah,” Serunya dan kemudian langsung duduk disisi kanan tempat tidur Kyuhyun

Kyuhyun mengikuti Sungmin duduk disisi kanan tempat tidurnya dengan posisi menghadap Sungmin. “Oh , kau tidak sekolah?”

“Orang tuamu pergi kemana Kyu , dari tadi aku tidak melihatnya,”

Kyuhyun reflex memegang kedua pipi Sungmin, “Jangan mengalihkan pembicaraan Minni e , kau tidak sekolah?”

“Aku ijin pulang tadi, bagaimana keadaanmu?” Tanya Sungmin sembari melepaskan kedua tangan Kyuhyun dan gantian memegang kening Kyuhyun. “Oh ya , kenapa kau tidak mau makan? Bagaimana mau cepat sembuh kalau makan saja susah?” Seru Sungmin

“Aku hanya sakit biasa , Minnie , kecapean.” Ucap Kyuhyun sembari memegang tangan Sungmin yang memegang keningnya sambil tersenyum.

“Kecapean apanya? Masa sampai 2 hari tidak masuk? Sudah kau makan dulu saja ya, biar aku suapi!” Tawar Sungmin

“Tidak perlu Minnie, aku tidak lapar,”

“Sudah jangan banyak alasan! Kau harus banyak makan , biar bisa cepat sembuh , sekolah lagi dan bisa menggodaku lagi , upsss!!” Seru Sungmin yang kontan langsung menutup mulutnya.

“Haaaaa,,, kau kangen padaku ya?” goda Kyuhyun tersenyum evil

“Apa ? tidak ! Percaya diri sekali kau!” Seru Sungmin sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain

Kyuhyun mengusap puncak kepala Sungmin lembut sembari tersenyum, “Sudah mengaku saja!” seru Kyuhyun menggoda Sungmin , “Hayo mengaku Minnie,” kali ini Kyuhyun mencolek dagu Sungmin

“Aissshhhh,” Sungmin kontan menghentakkan kakinya ke lantai , “Iya aku kangen padamu ,, puas! Aku merasa sepi saat dikelas tidak ada yang mengirimiku note kecil dengan burung origaminya , tidak ada yang bawel mengoreksi setiap pekerjaan soal latihanku, tidak ada yang bermuka tembok ketika aku marahi, Puas kau?” seru Sungmin

Kyuhyun tersenyum , kemudian mencubit hidung mungil Sungmin , “Sudah kubilang kan suatu saat kau akan menjadi pacarku Lee Sungmin..” Sahut Kyuhyun sembari memegang kedua tangan Sungmin dengan lembut

Sungmin melepaskan pelukannya tiba-tiba, “Eh? Aku kangen padamu , bukan berarti aku mau menjadi pacarmu ya!” Ancam Sungmin

“Maksudmu?” Tanya Kyuhyun bingung

“Sudah jangan banyak bertanya, makan saja dulu,” Ujar Sungmin tersenyum licik sembari langsung menyuapkan satu sendok penuh makanan kedalam mulut Kyuhyun

“HHhi—nniee..” Seru Kyuhyun susah payah dengan mulut penuh makanan.

“Cepatlah sembuh dan dekati aku lagi , arra?”

Dengan ekspresi senang Kyuhyun langsung menganggukkan kepalanya semangat, “Ya sudah kalau begitu cepat suapi aku lagi , Minnie!” pinta Kyuhyun setelah menelan suapan pertama tadi.

“Nuna!” Seru Sungmin tegas sembari menyuapkan makanan kedalam mulut Kyuhyun, “Panggil aku Nuna saja!”

Kyuhyun memiringkan kepalanya heran.

“Lebih tua siapa?” Tanya Sungmin

“Lebih tinggi siapa?” Balas Kyuhyun

“Iih , tuaan siapa?” Sahut Sungmin ngotot

“Tinggian siapa ayo?” Seru Kyuhyun lagi. Dan dibalas pelototan oleh Sungmin. Kyuhyun pun mengalah dan hanya menggelengkan kepalanya , tak percaya dengan sikap labil pujaannya. Daripada Sungmin menarik ucapannya tadi Kyuhyun lebih memilih tersenyum. Dan kemudian menjawab.

“Ne, My love Minnie Nuna^^”

—^0^0^—

END


Notavel #Part1

Tittle                :  Notavel

Cast                 :

Eleve :

  • Jeremy Kimme Feehily : Kim Jong Woon
  • Joshua  Tan Edward : Tan Hangeng
  • Nathaniel Egan Coward : Kim Ryeowook
  • Aiden Bernard Coward : Lee Donghae
  • Vincentryas  Fluxion : Lee Sungmin
  • Marcus Jacob Fyrewolt : Cho Kyuhyun
  • Henryada Laurensia Belleguard : Henry Lau
  • Dennisa Byrne Parker : Park Jung Soo
  • etc.

 

Bubble Elf :

  • Crystal  Vonda Luxembright
  • Crusher  Mighty  Schweiszt
  •  Luna Tinker Ginkerzt
  • Viska Brown Marianna

 

Bukcer :

  • Lexus
  • etc.

 

Other Cast :

  • Allan Grant : Dennisa’s friend

 

Genre                   :  Fantasy , Friendship , Genderswitch, Romance *sometimes*

Rate                       :  Teen

Length                 :  Chaptered

Part                        :  1 of ?

Warning               :  Hard Understanding , If all of you don’t like this fict , better for you to move on ^^ All cast belong to God , but Lee donghae belong with me ^^ Cast’s names at this fiction has changed with their west name with other created and name’s modify ^^

 

 

==Notavel==

 

Lolongan serigala dari atas bukit dan purnama yang bersinar di titik penuh, membuat malam ini benar-benar terasa menegangkan.

 

Terlebih setelah peristiwa yang baru beberapa saat lalu dia alami, penculikkan secara sengaja oleh makhluk asing yang bisa mengeluarkan ‘sesuatu’ dari balik jubah merah maroonnya yang bisa membuat mereka terbang tadi.

 

Kini, dia berada didepan sebuah pavilliun kecil beratapkan kumpulan jerami berwarna tan gelap dengan bentuk setengah lingkaran tidak merata pada bagian depannya. Dengan dinding tembok terbuat dari bebatuan yang dipadukan menjadi senada dengan suasana sekitar luar pavilliun yang juga tak kalah terlihat tenang dan sepi, dengan hanya beberapa tulip lavender merayap panjang disekeliling dinding pavilliun.

 

Asing. Kesan pertama yang dia dapat setelah sampai ditempat ini. Sebelumnya dia tidak pernah melihat tempat seperti ini, apakah ini masih di Korea? Tapi. Dia berfikir sejenak dan kemudian berputar,  melihat sekelilingnya, banyak pepohonan tinggi menjulang ditutupi dedaunan lebat ditiap puncaknya, dan hanya ada satu rumah yang tegak berdiri disana. Hanya pavilliun kecil yang dilihatnya tadi.

 

“Hey , jangan hanya diam disana, cepat masuk!” perintah sebuah suara yang keluar dari mulut seseorang yang telah melakukan ‘penculikkan kecil’ tadi, didepan pintu pavilliun kecil itu.

 

Sang anak laki-laki tersebut kemudian menghampiri pria tadi dan berdiri disebelahnya. “Tidak bisa dibuka oleh sembarang orang,” begitu lanjutnya dengan suara penuh dengan ketenangan namun tegas.

 

Sang anak laki-laki melihat ke arah pintu. Pantas! Tidak ada kenop pintu disitu. Apa dengan ditendang bisa membuatnya terbuka? Begitu batinya dalam hati.

 

“Tidak juga dengan ditendang,” serunya seakan bisa membaca pikiran sang anak laki-laki tersebut. “Pintu paviliun ini terbuat dari kayu pohon miraculous, itu hanya sekedar informasi kecil untukmu, bocah.” setelah berkata seperti itu dia kemudian menempelkan telapak tangannya  sembari mengucap sesuatu yang tak terdengar jelas oleh anak laki-laki tersebut yang terkesan seperti mantra.

 

Dan entah dia menggunakan teknologi apa , pintu tersebut terbuka dengan sendirinya. Apa ada mesin yang menjalankannya?

 

—-^0^0^—-

 

“Jadi dia masih hidup?” sesosok pria tinggi bertubuh kekar dan berambut panjang tak terurus dengan pakaian agak compang camping yang berdiri dibalik Rodello bertanya pada sang Bucker setianya.

 

“Ya , menurut berita yang kudapat dari daemon seperti itu, Theonasan.” Jawab sang Bucker tegas namun penuh kesopanan sembari menundukkan kepalanya.

 

Kalau sedang berbicara dengan salah satu Theos, memang harus menundukkan kepala. Terlebih pada sang Theonasan satu ini. Bila tidak seperti itu, dijamin kepalamu hilang karena dianggap tidak hormat padanya.

 

“Jadi begitu,” Ujarnya sembari mengeluarkan seringaian liciknya. “Dadda berniat membawanya ke Notavel?” lanjutnya tajam, “Harusnya kubunuh saja dia waktu itu. Lexus!” Serunya memanggil sang Bucker

 

“Hamba, Theonasan!”

 

“Dimana tempatnya saat ini?”

 

“Menurut daemon sebelah utara , di Pulau Gorgossium terdapat sedikit tanda kedatangan, karena Pavilliun Diadem tiba-tiba terlihat bersinar dari atas langit.”

 

“Ouh , pasti Joshua yang membawanya kesana! Hanya dia yang bisa masuk ke Pavilliun Diadem tersebut,” Ujarnya diiringi seringain licik. “Sudah , kau boleh pergi , kalau ada kabar terbaru lagi mengenai éxypnos satu itu , beritahu aku lagi!” Titahnya sebelum Lexus pergi dari tempat tak bersinar tersebut.

“Baik , Theosan!” setelah menjawab perintah dari sang Theos , Lexus, sang Bucker setia pun pergi dari tempat itu , dan bersiap menuju tempat lainnya lagi untuk mendapatkan berita-berita baru bagi Tuannya tersebut.

 

—-^0^0^0—-

 

Sinar sang Mentari pagi menerobos masuk ke dalam jendela sisi kanan diiringi dengan suara kicauan para bubble elf yang dengan usilnya menganggu istirahat bocah laki-laki tersebut dari tidurnya yang baru dinikmati beberapa jam saja.

 

“Ngg,,” Lenguhan terdengar dari mulut kecilnya saat kebisingan para bubble neraida sudah semakin menjadi. “Aisshhhhh,,,” karena sudah tidak tahan lagi , akhirnya dia bangun dan serta merta melihat ke arah luar jendela , yang entah oleh siapa , ternyata telah dibuka.

 

Dan betapa terkejutnya dia ketika mendapati , segerombolan bubble elf yang sangat asing di tempat tinggalnya dulu. Seketika tubuhnya terjerembab jatuh kedalam abaratnya yang masih berantakan tersebut.

 

“Hihihihihihhihihi…” begitulah respon para bubble elf , ketika melihat bocah laki-laki tersebut jatuh kedalam abaratnya.

 

Dia mengelus buttnya pelan , walaupun tidak sampai jatuh kelantai , tetap saja itu terasa cukup sakit. Dan dengan sedikit usaha yang cukup mudah dia memposisikan dirinya berlutut diatas abaratnya menghadap ke luar jendela melihat para bubble elf tersebut seperti semula tadi.

 

“Hi , Jeremy!!” Seru salah satu bubble elf bernama Luna dengan sayap berwarna soft hijau toska pada Yesung.

 

“Jeremy??” Tanyanya heran, “Siapa yang kalian maksud Jeremy? K-kalian bisa bicara?” Lanjutnya kemudian.

 

“Tentu saja bisa , Jeremy kan kau sendiri!” Sahut bubble elf bernama Crystal dengan sayap berwarna mariposa lainnya.

 

“Aku?” Tunjuk bocah laki-laki tersebut pada dirinya sendiri, “Namaku bukan Jeremy tapi Yesung,” Sahut Yesung memberi tahu.

 

“Hah? Lesung? Nama yang aneh,” Ujar Viska, salah satu bubble elf lainnya.

 

“Yesung bukan Lesung!” Tegas Yesung sekali lagi, tidak terima namanya diubah seenaknya orang para makhluk yang sangat asing baginya ini.

 

“Tapi, Joshua bilang namamu Jeremy,” Seru Luna lagi

 

“Joshua?” Ulang Yesung. Jadi nama orang yang membawanya semalam itu Joshua. “Kalau boleh aku tahu. Kalian itu makhluk apa? Dan ini dimana? Apakah ini daerah Mokpo atau pantai Incheon, semalam yang aku lihat pertama kali ketika sampai disini adalah laut.”

 

“He , kalau bertanya itu pelan-pelan! Kami adalah elf jenis bubble yang diutus oleh Joshua untuk menemanimu selama berada ditempat ini. Memang Joshua tidak memberitahumu sebelumnya?” Ujar Luna kemudian bertanya.

 

“Tidak.” Yesung menggelengkan kepalanya. “Lalu apakah ini daerah Mokpo atau Incheon?” Yesung kembali mengulang pertanyaannya yang tadi dia ajukan pada keempat bubble elf tersebut.

 

“Mokpo? Incheon? Apa itu?” Tanya ketiga bubble elf itu berbarengan.

 

“Iya. Mokpo dan Incheon. Memang kita bukan ditempat itu?” Tanya Yesung yang sepertinya mulai akrab dengan ketiga elf tersebut.

 

“Ternyata benar kata Joshua semalam, kau benar-benar tidak tahu apa-apa!” Celetuk seorang bubble elf bernama Crusher yang dari tadi belum mengeluarkan suaranya, dengan tampang jutek.

 

“Hey, diamlah Crusher , jangan cari masalah dengan titipan Joshua kali ini, kau mau dihukum lagi? Ayo minta maaf pada Jeremy.” Ujar Crystal mengingatkan

 

“Iya, maaf Jeremy!” seru Crusher ketus. “Kau ini sekarang berada di Pavilliun Diadem, ditengah hutan Crucialoxus, dipulau Gorgossium di….”

 

Ucapan Crusher yang tanpa jeda terpotong karena sentakkan tiba-tiba dari Yesung, “Stop!!!” Potong Yesung. “Kalau bicara pelan-pelan. Ayo lanjutkan lagi penjelasannmu tapi pelan-pelan.” Pinta Yesung.

 

“Huh, kau pikir kau anak Theos, bisa memerintahku seenaknya!” Seru Crusher.

 

“Crusher!!” Seru Luna, Crystal dan Viska berbarengan.

 

Crusher memutar bola matanya, mengalihkan pandangannya ke arah lain tak memperdulikkan gertakkan dari tiga kawannya tersebut.

 

“Sudah-sudah. Jangan ribut. Bisa kalian jelaskan padaku mengapa aku ditempatkan di Pavilliun Diadem ini?” Tanya Yesung mulai serius bertanya, kali ini dia benar-benar ingin tahu mengapa Joshua, orang yang membawanya semalam membawanya kesini, apa tujuannya. Dan mengapa harus dia.

 

“Jadi kau tidak tahu jati dirimu sendiri, Lesung?” Tanya Viska dengan polosnya

 

“Namaku Yesung bukan Lesung!” Sahut Yesung mengkoreksi ucapan Viska, sang bubble elf , bersayap light lavender tersebut.

 

“Hah , sulit sekali menyebutkan namamu. Sudahlah , kami panggil kau Jeremy saja, lebih mudah!” Tegas Viska seenaknya memutuskan tanpa meminta persetujuan dari Yesung, sang empunya nama.

 

Dan Yesung hanya menunjukan raut wajah tidak suka yang terlihat lucu dimata para bubble elf mungil tersebut. “Terserah kalian , sekarang ceritakan saja kenapa aku bisa ditempatkan disini?” Pinta yesung sekali lagi.

 

“Huh,” Crystal mengambil nafas dan mulai bercerita, “Kau ini…”

 

—–^0^0^—-

 

at QuittenWonder

 

Seorang gadis mungil, dari kaum maggisa, mungil berkulit putih susu dengan tulang pipi terangkat dihiasi dengan pipi tirusnya yang merona merah , tengah bersiap menyiapkan segala perlengkapannya yang dia perlukkan untuk upacara masuk Notavel nanti.

 

“Anna…” Teriaknya memanggil sang Anna dari dalam biliknya dengan suara tinggi.

 

“Ada apa Nathly? Kenapa berteriak seperti itu?” Tanya sang Anna ketika sudah sampai dibilik sang Ranna , “Kau tahu kan , anna sedang menyiapkan makan siang kita?” Lanjut sang Anna yang sudah bersusah payah naik dari dapur dilantai bawah menuju lantai atas , tempat bilik sang Ranna kedua.

 

“Maaf, Anna.” ujar Nathaniel sembari menunjukan cengiran tak berdosanya.

 

“Ada apa Nathly? Kenapa kau memanggil Anna kemari?” Tanya Anna Nathaniel.

 

“Ehm , ini , Anna , Plaque milikku tidak ada. Padahal kemarin aku masih sangat ingat kalau aku meletakkannya diatas mejaku ini,” Keluh Nathaniel sembari mencoba mencari-cari Plaquenya dikolong abaratnya.

 

“Aduh, bagaimana mungkin bisa hilang, kita baru saja membelinya kemarin di Horizondrift , Nathly.” Ujar sang Anna. “Coba kau cari lagi lebih teliti.”

 

“Sudah, Anna, tapi tetap tidak ketemu,” keluh Nathaniel.

 

“Coba tanyakan pada Aiden, mungkin saja Odda mu itu melihatnya.”  usul sang Anna.

 

“Odda ada dimana anna?” tanya Nathaniel kemudian.

 

“Terakhir kali anna liat , odda mu itu ada di pekarangan depan dengan Dadda mu. Pergilah. Coba tanyakan padanya.”

 

“Baik , anna.” Sahut Natahniel , kemudian langsung turun kebawah melalui tangga kayu pohon Clump rumahnya dengan berlari.

 

“Hey, pelan-pelan, Nathly nanti kau jatuh.” Teriak sang Anna dari balik bilik kamar sang Ranna, melihat Nathaniel berlari tergesa seperti itu.

 

“Iya. Anna!!!”

—-^0^0^—-

 

at Varklass

 

Ditengah Linkzart Park , terdapat dua orang anak vampyras yang tengah duduk diatas rumput hijau , membicarakan mengenai akan bagaimana hari pertama mereka di Notavel nanti.

 

“Hey , Marcus Fyrewolt! perlengkapanmu sudah lengkap semua?” Tanyanya setengah teriak ditelinga Marcus yang sedang membaca buku ‘Vlad Dracul’s Gate’ sembari bersandar dibawah pohon Foliagerclark.

 

“Bisa kau pelankan suaramu sedikit nona Vincentryas Fluxion, kau tahu suaramu itu bisa membangkitkan Vlad Dracul dari tidurnya tahu,” Seru Marcus menegur Vincent.

 

“Huh,” Vincent mendengus kesal, “Berlebihan!” lanjutnya sembari bangkit dan berjalan ke arah pinggir taman tersebut mencoba memetik buah Clark.

 

Marcus yang sedang sibuk membaca , mengalihkan sedikit pandangannya ke Vincent. Dan dia mendapati Vincent sedang memetik buah Clark sembari mengerucutkan bibir pulm merah muda cerahnya lucu. Dan tanpa sadar dia tersenyum kecil , melihat tingkah temannya tersebut.

 

“Marcus!” Seru Vincent sekali lagi sambil tetap mengambil buah Clark itu satu persatu. Sesekali dia berjinjit untuk menggapai buah Clark yang terletak agak tinggi. “Kira-kira nanti aku masuk Klasse apa? Menurutmu , aku akan masuk Exuarto, Quatixe, Avegga atau Goeota, Marcus ?” Tanya Vincent, kali ini dia sudah mendapatkan buah Clark ke tiganya.

 

“Louwzad!” Celetuk Marcus

 

Vincent menghentikkan kegiatannya mengambil buah Clark dan seketika menoleh ke Marcus, “Louwzad?” Serunya tak percaya. “Seburuk itukah aku?” Tanyanya tak percaya dengan perkiraan temannya itu. Kali ini raut wajah Vincent terlihat mendung, bukan dibuat-buat tapi memang sebelumnya dia juga berfikir akan masuk ke kelas Louwzad , tapi itu hanya perkiraannya, mendengar perkiraan itu juga datang dari temannya juga, makin pesimislah Vincent untuk bisa masuk kelas Exuarto, kelas idamannya.

 

Menyadari perubahan wajah Vincent , Marcus buru-buru meralat ucapannya, “Hey, Vincentryas Fluxion! Apa kau menganggapnya serius?” Pertanyaan marcus ditanggapi dengan anggukan pelan dari Vincent. “Aku hanya bergurau tadi, jangan dimasukkan kehati!” Ralat Marcus sembari menutup bukunya dan beralih memperhatikan Vincent.

 

“Tidak, Marcus. Kau benar. Mungkin saja aku memang akan masuk Louwzad,” Ucap Vincent pesimis. “Huh,” Vincent menarik napas panjang.

 

“Hey nona Fluxion , aku yakin kau akan masuk Exuarto bersamaku. Louwzad itu tempatnya para éxypnos.” tegas Marcus.

 

“Hah? Exuarto? Kalau kau memang pasti bisa masuk klasse itu, Masuk klasse Goeota saja sudah cukup bagus untukku , apalagi klasse Exuarto. Aku butuh keajaiban dari Vlad Nikktvas untuk itu.” Desis Vincent makin pesimis. Setelah berbicara seperti itu , tiba-tiba saja satu buah Clark jatuh tepat diatas kepalanya , seakan merutukki sikap pesimis Vincent tersebut.

 

“Lihat! Clark saja tidak menyukai kau berbicara seperti itu, sudah jangan dipikirkan, Exuarto atau Louwzad sama saja, tidak ada perbedaan diantara keduanya,” Seru Marcus enteng membuat Vincent sedikit jengah.

 

“Sama apanya? Itu berbeda Marcus, Tingkatanmu akan lebih diperhitungkan kalau kau berada di Exuarto, sedangkan di Louwzad , kau hanya akan menjadi vampyrass yang dipandang sebelah mata.” Ujar Vincent sembari menggigit satu buah Clark merah segar ditangannya

 

Marcus beranjak dari duduknya dan menghampiri Vincent , teman sebayanya tersebut. “Tidak ada sejarahnya kelompok Vampyras masuk kelas Louwzad , Vincent,” Ucap Marcus mencoba meyakinkan Vincent , sembari mengusap puncak kepala Vayyra mungil tersebut, dan kemudian mengambil satu buah Clark dari tangan Vincent , dan menghabiskan setengah dari buah Clark itu dalam sekali gigitan.

 

“Justru karena itu , Marcus. Karena belum pernah ada Vampyras yang masuk Louwzad, aku takut, akulah yang menjadi vampyras yang pertama yang masuk ke Louwzad itu. Aku takut akan memalukkan kaum Vampyrass , Marcus. Terutama keluargaku.” Seru Vincent yang kemudian menjatuhkan sisa buah Clark lainnya , yang kemudian jauh menggelinding masuk kedalam salah satu parit di Linkzart Park tersebut, sambil menarik-narik ujung pakaian yang dikenakkannya.

 

“Sudahlah, Vincent. Kalau kau terus berbicara seperti itu, Vlad Dracul akan marah.” Ujar Marcus yang mulai kesal dengan sikap pesimis dari temannya ini sembari memutar bola matanya.

 

Kontan , Vincent mendongakkan kepalanya keatas. “Bisa tidak kau tidak membawa – bawa nama itu?” Protes Vincent ikut sebal , karena sedari tadi Marcus terus saja mengucapkan nama yang paling ditakuti oleh Vincent tersebut.

 

“Asal kau berjanji tidak akan pesimis seperti tadi lagi , aku pun akan berusaha untuk tidak mengucapkan nama itu lagi didepanmu. Bagaimana?” Marcus mencoba memberikan penawaran pada Vincent , seiring dengan ucapannya itu dia kembali membuka buku ‘Vlad Dracul’s Gate’ yang tadi sempat tertunda karena Vincent dan kembali duduk dibawah pohon Foliagerclark.

 

“Baiklah. Aku berjanji.” Ucap Vincent kemudian.

 

Dan Marcus hanya memberikan sunggingan senyum atas ucapan Vincent barusan, tanpa mengeluarkan suara atau menoleh sedikitpun pada Vincent.

 

Dan Vincent yang merasa di acuhkan menghampiri Marcus kemudian mengambil buku yang sedang dibaca Marcus tersebut dari atas, lalu menampakkan wajah innocentnya dihadapan Marcus. “Perhatikan aku kalau sedang berbicara , Marcus!” Serunya. “Lagipula apa bagusnya buku tebal seperti ini? Benar-benar tidak menarik,” Lanjut Vincent meremehkan sembari membolak-balikkan halaman buku tersebut.

 

“Vincentryas Fluxion! kembalikkan bukuku.” Seru Marcus cepat.

 

“Kalau aku tidak mau , bagaimana Marcus Fyrewolt?” Ucap Vincent menantang Marcus.

 

“Kembalikkan bukuku cepat atau…” Marcus mencoba meraih bukunya yang kini berada ditangan Vincent.

 

“Atau apa?” Vincent memeletkan lidahnya dan serta merta berlari dari tempat dimana Marcus duduk tadi.

 

“Vincentryas Fluxion!!!!!”

 

—-^0^0^—

at Elfame

 

“Henryada Belleguard…” Seorang wanita dengan pakaian kebesarannya menyebut sebuah nama seorang neraida berusia sekitar 5 massa yang berada dihadapannya.

 

Sang empunya nama pun hanya mengangguk tanda mengiyakan, sudah kesekian kalinya dia berlatih seleksi masuk Notavel dengan Anna nya.

 

Mereka berdua kini berada diruangan kecil berukuran 2 x 3 meter, cukup sempit memang. Oleh karena itu disana hanya ada sebuah meja tua dan dua kursi yang terbuat dari kayu Clump , serta dua buah lentera yang mengeluarkan cahaya light yellow blur , menerangi sang penghuni tempat tersebut.

 

“Iya , anna , uh , maksudku Tarra,” Jawab Henry gugup

 

“Tuh kan . kau salah lagi. Ayo ulangi.” Pinta wanita itu yang merupakan Anna dari Henryada Belleguard sendiri.

 

“Maaf, Anna.” Sesal Henry. “Baiklah kali ini aku pasti tidak akan salah sebut lagi.” Janji Henry sambil menguap untuk yang kesekian kalinya hari ini.

 

“Sudah, kita hentikkan saja latihan hari ini , Belle , kau sudah lelah. Besok masih bisa kita lanjutkan.” Ucap Anna Henry melihat raut wajah Ranna nya yang juga sudah sedikit terlihat sayu.

 

“Tidak, Anna. Sekarang saja. Aku belum mengantuk, lihat saja mataku,” Ucapnya sembari menunjukkan kedua bola mata kecilnya pada sang Anna. “Masih segar bukan?”

 

Anna Henry hanya tersenyum kecil melihat tingkah rannanya tersebut. “Sudahlah, Belle.” Ujar Anna Henry sembari mengusap pipi kiri Rannanya dengan telapak tangan kirinya. “Pipimu saja sudah terlihat kendur, kita lanjutkan saja besok, masih ada beberapa hari lagi untuk latihan, Belle.”

 

“Tapi Anna ,,” sela Henry masih mencoba membantah perintah sang Anna

 

“Tidak ada tapi-tapian. Berhenti sekarang atau besok Anna tidak mau lagi mengajarimu?” Ancam Anna Henry telak.

 

“Iya Anna , kenapa mengancamku seperti itu? Baiklah, baiklah kita berhenti sekarang.” Sesal henry sembari bangkit dari duduknya dan keluar ruangan tersebut dengan langkah gontai diiringi dengan sesekali menguap.

 

“Sudah seperti itu masih bilang masih belum mengantuk?” Seru Anna Henry sembari tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.

 

—-^0^0^—-

 

at Miinahaltland

 

Seorang anak kecil laki-laki paruh baya berusia sekitar 5 massa , tengah fokkus memandangi sebuah brosur kulit kayu pohon Mezmer disana tertulis bahwa seleksi masuk Notavel akan diadakan sekitar beberapa hari lagi.

 

“Kau lihat apa Dennis?” Tanya seorang Valky yang sepertinya sebaya dengannya.

 

Orang yang disebut bernama Dennis tersebut menoleh ke arah kiri, “Ini!” Tunjukknya tepat pada kata Notavel.

 

“Kau berniat mengikuti seleksi masuk sekolah itu?” tanya valky itu lagi dengan nada sedikit meremehkan.

 

Dennis hanya diam , tidak menjawab ya ataupun tidak , dan tidak pula menggelengkan kepala ataupun menganggukkan kepala. Dan hanya kembali fokus pada kalimat persyaratan berikutnya, dengan menundukkan sedikit badannya.

 

“Hey , Dennis , kau tidak benar-benar serius kan?” Serunya lagi sembari menepuk pundak Dennis. “Apa kau mampu , seleksi masuk kesana kudengar sangat berat, lagipula biaya yang dikeluarkan untuk membeli perlengkapan sekolahnya tidak sedikit , apa kau yakin mampu?” Lanjutnya.

 

Dennis mengangkat kedua bahunya, “Entahlah, aku hanya sekedar ingin mencobanya, lagipula…,” ucapnya sembari menegakkan tubuhnya, “Kalau aku berhasil masuk Notavel, kehidupanku akan berubah, aku tidak akan lagi dipandang sebelah mata oleh para bangsawan vilkolakis yang sombong itu.”

 

“Huh,” Sang valky , teman dari Dennis Parker mengambil nafas panjang. “Aku akan berdoa pada Gruwolvas, agar kau bisa masuk ke Notavel , dan melakukan apa yang kau mau terhadap bangsawan sombong itu,”

 

“Terima kasih Allan , kau memang teman yang baik.”

 

Allan hanya membalas ucapan Dennis dengan tersenyum , “Uh , iya , aku bekerja dulu ya, jangan terlalu lama kau disini , cepatlah menyusulku atau kau akan kena cambuk lagi,” Ujar Allan mengingatkan.

 

“Baik, Allan, kau tenang saja ,” Sahut Dennis.

 

Dennisa parker, lebih suka dipanggil Dennis , seorang valky yatim piatu yang sedari kecil sudah hidup sendiri , tidak bergantung pada keluarganya , karena memang Anna dan Dadda nya sudah tidak ada disebabkan perburuan bulan purnama ketika dia berusia 1 massa, dan juga karena tidak ada sanak saudara yang Dennis kenal lagi.

 

Jadilah dia bertahan hidup dengan menjadi salah satu pekerja di Ramzehyp. Dan saat ini dia memang sungguh tertarik untuk mengikuti seleksi masuk ke Notavel , salah satu sekolah terpandang tidak hanya se Miinahatland tapi juga se- Oryfame.

 

Tekad dia sudah bulat , targetnya bukan hanya masuk Notavel , melainkan masuk ke kelas Exuarto. Kelas yang sulit untuk dimasukki oleh para penduduk Miinahatland , bahkan oleh kaum Theos sekalipun.

 

—-^0^0^—-

 

ToBeCon ..

 

Sebelum ditanya aku mau ngasih tahu nih , hehehe ^^

* Bucker : pengawal atau bahkan bisa diebut sebagai pelayan.

*Theos : Keturunan Dewa

*Abarat : Tempat tidur

 

 

nah segitu aja dulu , yang lain menyusul , Oh iya , kalo ada istilah-istilah atau  kata-kata yang pengen kalian tanyakan , tinggal tulis aja di Comment ^^

Gomawo ^^

 


Notavel #FantasyFiction

Tittle : Notavel

Cast : Masih dirahasiakan :p

Author : LidyaNatalia

Genre : Fantasy , Friendship , Mystery

Rate : Teen

Length : Chaptered

Warning : Typo(s) , hard understanding :p , OOC

Part : Prolog

Summary : The cast were belong to God but the story is belong to me!

—^0^—

at Notavel

“Cepat temukan anak itu sebelum bulan purnama pertama Notavel dimulai!” Titah sebuah suara dengan pelan namun tegas.

“Anda yakin?” Sela salah seorang yang berada disana bersama dengan seseorang yang baru sja menitahkan sesuatu.

Mereka berada disebuah ruangan yang hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang berkepentingan dan dikehendaki oleh Petinggi Theos tersebut. Di ruangan berukuran 5 x 5 meter tersebut , kini, sang petinggi tengah memerintahkan tugas yang merupakan amanah dari seseorang dulu.

Dan sungguh sebenarnya dia tidak suka setiap titahnya disela seperti tadi, ingin rasanya dia melemparkan orang tersebut dengan benda yang dipegang disisi tangan kanannya sekarang. Namun niat itu dia urungkan , mengingat dia sedang memberikan tugas pada orang kepercayaannya ini.

“Temukan dan bawa saja dia kesini sebelum bulan purnama pertama notavel , ah tidak , jangan bawa kesini, lebih baik tempatkan dia di pavilliun Diadem sampai bulan purnama pertama notavel mulai. Ingat jangan terlambat.” Lanjutnya sekali lagi.

Raut wajah sang kepercayaan semakin bingung dan tak mengerti dengan tugas yang diberikan padanya kini, namun dia tidak berani bertanya lagi, mengingat nada bicara sang petinggi sudah terdengar sangat tegas dan berbeda.

Melihat kebingungan diwajah orang kepercayaannya, petinggi notavel tersebut akhirnya berjalan menghampirinya.

“Temukan saja dulu, dan kau akan tahu alasannya nanti. Dan ingat jangan beri tahu siapa-siapa tentang tugas ini.” Serunya sambil menepuk bahu orang tersebut. “Sekarang kau boleh keluar.”

“Baik Theosan!” Sahut orang tersebut sembari menghentakkan kepalanya untuk menunduk kemudian berjalan mundur menuju pintu keluar.

Setelah orang kepercayaannya tersebut hilang dibalik pintu. Sang petinggi kembali ke singgasana kebesarannya. Dia melihat keluar jendela. Menatap bulan pernama terakhir di notavel tahun ini sembari tersenyum penuh arti.

—^0^—

at Seoul

Semua orang kini tengah  terlelap dalam buaian mimpi ketika malam semakin larut menampakan kegelapannya.

Hampir semua orang, karena kini diujung gang buntu bangunan – bangunan menjulang tinggi kota Seoul, sesosok anak laki-laki remaja paruh baya tengah bersembunyi dibalik kardus disisi sebelah kiri yang merupakan jalan buntu.

Dengan perasaan penuh ketakutan dia mencoba mengatur deru nafas yang tersengal sehabis lari dari kejaran para pria bersosok kekar berjumlah tiga orang dengan penuh hiasan tubuh disepanjang lengan kanan dan kirinya.

Dia meringkukkan badannya dengan kedua telapal tangan memegang kedua lututnya sembari menenggelamkan wajah penuh kecemasan tersebut. Dia terus berdoa pada Tuhan yang diyakini , adalah satu-satunya hal yang dia miliki untuk berkeluh kesah serta memohon perlindungan, terlebih seperti saat ini.

Terus memohon dalam hati tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, bibirnya terkatup kaku dan sesekali bergetar sambil menggigit bagian bawahnya , menampakan raut kecemasan yang teramat sangat.

“Huh! Kemana anak itu!?” seru sebuah suara yang sangat dia kenali.

“Entahlah, cepat sekali larinya! Awas saja kalau sampai tertangkap nanti. Akan kuberi pelajaran anak itu, berani-beraninya kabur !!” Dengus seseorang lagi. Kali ini suaranya sangat terdengar mengancam ditelinga anak itu.

“Hey , kenapa kau diam saja?” sahut suara pertama bertanya pada orang ketiga yang sedari tadi tidak membuka suaranya.

“Sssttt..” desisnya sembari menempelkan telunjuknya tepat dibibir. “Lihat, itu seperti ada bayangan orang,” Serunya sembari mencoba berjalan ke arah tempat yang dimaksud.

Merasa sedikit ceroboh, sang anak laki-laki tadi mencoba merapatkan tubuhnya pada tembok berwarna using kehitaman tersebut, yang tanpa dia sadari pergerakannya tersebut justru menimbulkan suara yang walaupun hanya terdengar pelan tapi jelas disaat sepi seperti itu.

Anak itu mengawasi bayangan sosok para pria yang mengejarnya, dekat dan semakin dekat, sampai pada akhirnya..

“meonggg..” seekor kucing melompat dari sebuah kardus dekat sisi kiri tembok bangunan tersebut dan langsung pergi meninggalkan mereka melompati tembok tinggi.

“Hah, ternyata hanya kucing!” Dengan serta merta orang ketiga tadi menghentikkan langkahnya dan berbalik pada kedua temannya.

“Huft!” dengan suara yang teramat pelan sang anak laki-laki tadin menghela nafas , mengekspresikkan kelegaannya , karena masih bisa terselamatkan oleh kucing berbulu pirang tersebut. “Aku hutang nyawa padamu, kucing!” ucapnya lega dalam hati.

“Bagaimana?”

“Ternyata hanya kucing saja, sudah ayo kita cari lagi kesebelah sana,” Tunjukknya ke arah sebrang jalanan bangunan gedung yang berada disamping mereka sekarang, “Sepertinya dia tidak jauh dari sini,”

Derap langkah menjauh pun terdengar , suaranya makin lama makin terdengar pelan , hal itu menandakan bahwa orang-orang tersebut telah jauh dari tempat dimana dia berada sekarang.

Dengan hati-hati dia mencoba beranjak dari tempat persembunyian yang sungguh sangat sempit dan kumuh tersebut. Namun baru setengah jalan ia meneggakkan badannya, seseorang dari belakang menyekap mulutnya dengan kuat.

“Diam , dan ikuti saja perintahku!”

Anak laki-laki tersebut menganggukan wajahnya tanda patuh.

“Bagus, kau tenang saja, aku tidak akan menyakitimu,” Lalu dia membuka kan sekapannya pada anak laki-laki tersebut.

Setelah berbicara seperti itu , tiba-tiba ,“Whoossss…,” dia mengeluarkan sesuatu dari jubahnya yang saat itu juga dapat membuat mereka terbang di udara…

“Kkkau mau membawaku kemana? Mau kau apakan aku?” Tanya sang anak penuh ketakutan.

“Tenang saja , aku akan membawamu ke Notavel!”

—^0^0^0^0^0^0^0^0^—

END of prolog


Super Junior’s Fanfiction :: Serial GenkGong #Cause We Are GenkGong

Tittle : Serial GenkGong #Cause We Are GenkGong (PART A)

Cast :

GenkGong

All Student of XII A2

SooMan

Author : Me ^^

Genre : Gaje , Genderswitch , Humor gagal

Rate: T (Teen) + PG 15

Long : Oneshoot

Inspired by All My friends of grade XII. A2 *Love u all*

Warning: DON’T LIKE DON’T READ ^^ Oh iya beda sama sebelumnya , aku lagi pengen bikin ketegangan sedikit disini , gajelas sih , tapi yesungdahlah ~~~

###HaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyukHaeHyuk###

Hari ini seperti biasa , kelas XII IPA 2 selalu riuh apabila guru belum datang. Sebenarnya bukan hanya kelas IPA 2 saja , tapi disetiap kelas juga pasti begitu, hanya saja karena pentolan(?) sekolah terdapat di IPA 2 semua , jadilah kelas ini yang paling riuh.

Donghae dan Yesung masih terus saja mengolok Zhoumi dan Henry yang kemarin mereka pergoki sedang pedekate.

“Ehem ,” Donghae membuka suara cukup keras didepan kelas untuk mengalihkan perhatian teman-teman sekelasnya ke arahnya.

Sontak kelas langsung sepi dan menengokan kepalanya kedepan.

“kenapa hae?” Tanya Teuki

“Kemarin ada yang abis jadian , Umma” Jawab Donghae. Leeteuk memang dipanggil Umma oleh anak-anak sekelas

“Jeongmal ? Nugu ?” Tanya Teuki

Bukannya menjawab Donghae malah mengampiri meja Zhoumi , “Brak!!! Hey , boy PEJEnya lah ,,” Sindir Donghae

“Peje apa ?” Tanya Zhoumi cuek

“Ya peje , pajak jadian loe sama ,,, itu tuh ,,,,,” Tunjuk Donghae ke arah Henry dengan mulutnya

“Ehm , e , a” Zhoumi agak gelagapan diledek seperti ,,

“Hahaha , muka loe merah , Mi ,,wkwkwk ,” Donghae tertawa terbahak-bahak , tanpa sadar dari tadi badannya terus bergerak mundur kebelakang sampai akhirnya menyenggol sesuatu yang sepertinya tumpah ,

“Blukkk” Cat air yang digunakan oleh Eunhyuk tumpah menodai (?) gambar yang sedang digambar Eunhyuk

“Upss,,” Desis Donghae

“o’ow ,,” Sahut KangIn

“Bakal heboh tuh,” Bisik Kibum ke Siwon

“sstttt…” Desis Siwon

“Brakkk!!!” Eunhyuk menggebrak meja sembari bangun dari duduknya , tatapan matanya lurus menatap Donghae.

Sementara Donghae seedikit merasa bersalah, “Sorry!” serunya pelan sambil mencoba membersihkan tumpahan cat tersebut dari gambar eunhyuk

“Plakkk!!!!” Eunhyuk menampar Donghae, hingga wajah donghae otomatis menoleh ke arah kanan

Hening sekelas…

“Awww,,” Desis KangIn sembari memegang pipinya

“Apaan sih kamu , diem ga!” Titah Teuki

“iya , iya ,,” Sahut Kangin sambil memonyongkan bibirnya

“Gak pake nampar bisa ga ?” Tanya Donghae emosi, “Gue kan udah minta maaf !!” Lanjutnya lagi

“Loe pikir dengan minta maaf loe bisa ngembaliin gambar gue seperti semula , Hah ???!!!” Sahut Eunhyuk meninggikan suaranya

“aissshhh ,,loe tuh ya ,,!!” Donghae emosi hendak membalas perbuatan Eunhyuk

“Untung loe cewe ! Kalo ga …..”

“Kalo ga apa ? Loe mau mukul gue ?” Sahut Eunhyuk sembari memberikan wajahnya

Donghae mengangkat tangannya , hendak membalas perbuatan Eunhyuk

“Hae!” Seru Heechul

Donghae tidak menoleh , “Brakkk!!!” Donghae malah menggebrak meja , dan langsung pergi keluar kelas

Yesung mengejar Donghae ,

Dan setelah Yesung , Heechul menyusul ,, sebelum keluar pintu , dia berhenti di hadapan Eunhyuk.

“Lain kali jangan tampar dia,” Ujar Heechul dingin kemudian langsung pergi keluar pintu

Eunhyuk hanya menyunggingkan senyum sinis

Setelah Heechul kini gantian Kyuhyun yang hendak keluar , namun berhenti dihadapan Eunhyuk terlebih dulu . Menatap Eunhyuk , dan kemudian menggelengkan kepalanya sambil melipat kedua tangannya didada. Lalu beranjak pergi.

Ketika Kyuhyun sampai diambang pintu , SooMan Seongsaenim baru hendak masuk kekelas XII IPA 2

“Lho ? Kyuhyun-ssi mau kemana kamu?” Tanya SooMan Seongsaenim

“Kami ijin dulu , Pak!” Sahut Kyuhyun

“Oh , yasudah tapi jangan lama-lama,” Ujar SooMan seongsaenim pengertian ,

“Iya , Pak!” Sahut Kyuhyun sembari berlalu , biarpun termasuk anak bandel , Kyuhyun ,dkk masih sangat beradab menghormati guru.

“Wait!” Seru SooMan seongsaenim di depan kelas , ketika Kyuhyun sudah pergi agak jauh, “Kami?” Lanjutnya , “Memang selain Kyuhyun siapa lagi yang keluar anak-anak?” Tanya SooMan seongsaenim pada murid-muridnya.

“Biasa , Pak!” Sahut KangIn

“Kau tahu KangIn mereka mau kemana?” Tanya SooMan seongsaenim

“Paling Ca…”

“Menenangkan diri Pak!” Seru Teuki cepat memotong omongan KangIn

“Menenangkan diri ? Memangnya ada masalah apa?” Tanya SooMan seongsaenim sembari menuju Singgahsananya (?)

Semua diam , tak ada yang berani menyahut lagi.

SooMan seongsaenim yang mengerti pun tidak bertanya lagi , “Yasudah kalau begitu mari kita  mulai pelajaran hari ini,”

*The Other Place*

Donghae sekarang tengah duduk dibangku pinggir lapangan basket sekolah dibawah pohon Cemara tua. Dia memandang lurus kedepan dengan tatapan kesal dan penuh amarah. Karena tidak dikeluarkan , sekarang amarahnya memuncak diubun-ubun kepalanya. Tangannya mengepal kuat siap memukul yeoja yang menamparnya tadi, untung saja dia masih tahu diri dengan menahan emosinya tersebut , tetapi beginilah jadinya , amarah tertahan .

“Hosh , Hosh , Hosh ,” Yesung tepat berhenti dihadapan Donghae

“Hae?” Tanya Yesung khawatir

Setelah Yesung , sekarang giliran Heechul yang berhenti dari kejarannya dan kemudian duduk disamping Donghae dan memegang pundak Donghae

“Hae,, Loe gak apa-apa kan?” Tanya Heechul Khawatir

Yesung yang berdiri kemudian berjongkok dihadapan temannya tersebut. Dia mengerti kenapa raut wajah Donghae seperti ini , dari dulu Donghae memang tidak suka ditampar , dia mempunyai trauma mendalam akan tamparan, dan teman-temannya tahu itu.

Dulu ketika donghae masih kecil ayahnya menikah lagi dan Donghae mempunya ibu tiri , Donghae sering kali mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinnya ,bahkan sampai meninggalkan banyak bekas luka , dan penyiksaan yang sering ia dapatkan dari ibu tirinya ketika ayahnya pergi bekerja adalah tamparan. Dan tamparan itu bukan hanya dilakukan ketika mereka hanya berdua saja , tetapi juga didepan teman-teman Donghae dari kecil , yaitu Heechul ,  Kyuhyun dan Yesung.

Untungnya , ibu tirinya itu sudah diceraikan oleh ayahnya Donghae begitu teman-temannya cerita pada ayahnya bahwa Donghae masuk rumah sakit dikarenakan penyiksaan yang dilakukan oleh Ibu tirinya tersebut.

“Loe juga yang salah Hae , udah tau itu cewe kaya piranha , masih bisa-bisanya loe deket-deket dia..” Canda Yesung mencoba sedikit menghibur

“Ya , gue kan gag sengaja Sung , mana gue tahu kejadiannya bakal kaya gini,!” Ujar Donghae membela diri

“Tapi loe emang salah hae !” Seru Kyuhyun tiba-tiba yang baru datang terakhir dan langsung duduk disisi kanan donghae

“Terus aja nyalahin gue ! Loe pada temen gue apa temen dia sih ?” Tanya Donghae kesal

”Ya temen loe lah , ogah gue temenan sama cwe aneh itu, hidih ngebayanginnya aja ogah ,,” Ujar Yesung

“Eh , Sung dia juga ogah kali temenan sama loe,” Seru Heechul

“Hahaha , biarin aja , yang penting kalian mau temenan sama gue,” Cengir Yesung

“Siapa bilang Sung?” Tanya Donghae yang sepertinya sudah mulai melupakan kekesalannya

“Kita terpaksa kali Sung,, wwkwk” Tambah kyuhyun

“Oh gitu ? Gue pergi nih,” Ancam Yesung sembari beranjak berdiri

“Pergi , pergi aja ,,” Ejek Heechul

“Lha ? Kok gitu ? Eh tahan gue dong,” Protes Yesung yang sepertinya diabaikan

Donghae tertawa kecil , “Kkke~”

“Loe juga hae malah ketawa, Huh!” Seru Yesung sembari menghentakan kedua kakinya ditanah

“Heyo! Anak kecil banget loe sung!” Pekik Kyuhyun

“Bodo! Weq!” Ujarnya pada Kyuhyun sembari memeletkan lidah

“Heh , katanya mau pergi ?”Tanya Heechul

“Gag jadi akh~ , gue mau pergi kemana? Kekelas ? Sendiri ? Ogah !” Seru Yesung panjang

“Yey , nhe anak , nanya sendiri jawab sendiri!!” Sungut Kyuhyun

Donghae dan Heechul malah tertawa

“Hae , kekelas yuk!” Ajak Heechul tiba-tiba

Donghae menoleh , “Mwo ? Shireo !!!” Sahut Donghae mantap

“Lho ? emang kenapa ?” Tanya Heechul lembut

Donghae memalingkan wajahnya dan memandang lurus kedepan tanpa menjawab pertanyaan Heechul.

Heechul meraih wajah Donghae dengan kedua tangannya , membuat Donghae menghadap padanya, Heechul tersenyum padanya , “Masih sakit? Mana coba lihat ?” Tanya Heechul sembari memeriksa pipi donghae sebelah kiri , “Wah , masih merah ya?” Ujarnya

Dongahe mengangguk

“Wah , tenaga tuh cewek gede banget , yee,” Celetuk Yesung

“Bawel luh , Sung!” Seru Kyuhyun

“Aiishhh , biar aja gue ini yang bawel ,” Gerutu Yesung kesal karena dari tadi dimarahi terus, “Ehm , kalo cabut aja mau gag ?” Usul Yesung , “Gue juga males belajar hari ini,” Lanjutnya

“Yee , elo mah mana pernah belajar , sung!” Sahut Kyuhyun sekali lagi

“Pletakkk!!!” Yesung menjitak Kyuhyun, “Nyautin mulu nih anak , gimana Hae , Chul , mau ga?” Tawar Yesung

Heechul memandang Donghae , “Gimana hae?” Tanyanya meminta pendapat Donghae

“Ehm , bolehlah,” Jawab Donghae sambil memegang tangan Heechul diwajahnya, “Sakit Chul jangan dipegang mulu,” Ujarnya polos

“Oh iya , sorry, Yauda , mending kita ijin dulu sama SooMan seongsaenim , hari ini jam pertama jadwal dia,” Ujar Heechul memberi usul

“Ijinin gue juga ya , gue males kedalem ,” Ujar Donghae

“Iye boss besar,” Ejek Yesung

“Eitssss , engga !!!” Seru Heechul , “Loe harus ikut ijin kedalem , Hae , ayo buruan !” Lanjut Heechul sembari menarik tangan Donghae

“Apaan sih , Chul , Gag , gue gag mau !” Tegas Donghae

“Yaudah kalo gitu loe sendirian aja disini !”

“Aishhh , rese loe chul,” Sahut Donghae sembari menghentakan kakinya dan langsung berjalan mendahului ketiga temannya.

*At Classs*

“Tok , tok , tok !!”

“Masuk!”

“Permisi , pak !” Seru Heechul yang pertama masuk diiringi Donghae , Yesung dan terakhir Kyuhyun , menghampiri Sooman seongsaenim

“darimana saja kalian?”

“Anu , Pak , tadi kami dari ,, e-anu ..” Jawab Yesung gugup

“Pak , kami mau minta ijin pulang!” Potong Heechul

“Hah? O.o ??”

“Iya, neneknya donghae sakit pak , tadi orang dirumah donghae menelpon dan katanya donghae harus segera pulang,,” Ujar Heechul berbohong

“Hwatsss??” Seru Yesung pelan

SooMan -nim menoleh pada Yesung ,

“Tak!!”

“Awww,,,” Jerit Yesung

“Ada apa yesung-ssi?”

“Ani , pak , gag ada apa :D”

“Jadi kita boleh ijin kan pak ?” Tanya Heechul lagi

“Lha ? Dongahe yang harus pulang , kenapa kalian ikut ijin semua ?” Tanya SooMan seongsaenim

“Aduh , Pak !!” Keluh Yesung , “Kita kan besssprenddd! Neneknya donghae bakal sembuh kalo kita semua yang jagain beliau pak!” Lanjut Yesung yang sepertinya sudah mulai mengerti alur kebohongan Heechul.

“Masa ???” Seru SooMan-nim *ala Anak GaulGila* tak percaya , “Tar Boong lagi ,”

“Lha ? Bapak gaul ?”

“Tak!!”

“Aisshhh , chullie lama-lama kaki gue cantengan loe injekin mulu ,” Keluh Yesung

“Udah diem aja ,! Iya Pak , masa anak-anak baik se-innocent kami boong sih ??” Ujar Heechul sambil mengeluarkan jurus puppy eyesnya

“Hoeeeksssss!!!!” Seru anak-anak sekelas

Sontak , empat sekawan itu menoleh ,dan menatap Deathglare pada semua nya

Heechull : Rencana-gue-gagal-!-Loe-semua-end-!

Kyuhyun : Pulang-lewat-mana-loe-pada-?

Donghae : Diem-atau-gak-selamat-?

Yesung : gue-bikin-loe-semua-piket-tiap-hari-tau-rasa-loe-!-Gue-ketua-kelas-nih-!

All : *To yesung* Uda-tahu-kalee-!-!

Yesung : oh *manggut-manggut*

KyuHaeChul : *deathglare to yesung* Diem-ato-?

Yesung : *senyum manis menggoda iman sampai mata tertutup* gue -uda-diem-boss

“Hey!!!” Seru Sooman-nim mengacaukan kontak pikiran mereka

“Jadi gimana , Pak ?” Tanya Kyuhyun

“Yaudah , kalian boleh ijin , hanya kali ini saja ,,”

“Yess!!!” Sahut mereka kompak

“Tapi,,”

“Yaelah ada tapinya ,” Seru GenkGong dalem hati

“Kalian haruas mengerjakan soal matematika buku paket hal 20 sampai 56 , 200 soal , besok dikumpulkan,,” Tegas SooMan -nim

“Hwatssss!!! Gak salah tuh , Pak ??”Tanya Yesung

“Biasa aja kali sung , yaudah pak , gampang , besok pasti kami kumpulin,” Sahut Kyuhyun

“Oh iya gue lupa ada loe Kyu ,,”

“Yaudah , jadi ijin gak? Cepet beresin barang-barang kalian sebelum jiwa malaikat saya hilang,” Ancam SooMan-nim

“Iya , iya , Pak !!” Seru mereka terburu

Setelah mengambil tas masing-masing , mereka pun akhirnya bergegas untuk keluar kelas.

“Lee Donghae!!”

“Iya , Pak !” Sahut Donghae langsung berhenti dan menghadap SooMan-nim

“Pipi kamu kenapa merah ?”

“Oh ? Ini , Pak ? Dielus Setan Merah Pak !”

“Mwo ?? Setan Merah ? Ada-ada aja kau ini , yasudah , cepat pulang dan obati , saya dengar kulit kamu sensitif , jangan sampai masuk rumah sakit lagi ,” Nasihat SooMan -nim

“Nde , Pak !”

*At Out Classs*

“Jadi Kita mau kemana nih ?” Tanya Yesung

“Gimana kalo main game ?” Tanya Kyuhyun

“Bosen!” Jawab Donghae dan Yesung kompak

“Belanja aja yuk !!!” Ajak Heechul

“Gak!!!” Jawab KyuHaeSung kompak

“Ikh ~ emang kenapa sih , pokoknya sebagai tanda terima kasih atas keberhasilan ide gue tadi , kita harus belanja ,” Ujar Heechul sembari menarik tangan ketiga temannya tersebut ,”Gak ada tapi-tapian,”

“Oh My , Lepas Kandang Monyet masuk Kandang Kadal ini mah namanya ,” Ujar Yesung

Kyuhyun dan Donghae hanya mengangguk setuju , sementara Heechul tersenyum evil penuh bahagia ,,,

End


Pacarku , KyuMin Shipper !

Tittle :  Pacarku , KyuMin Shipper !

Cast :     Cho Kyuhyun as Himself

SparKyu as Choi Yang Mi

Other Cast

Author : LidyaElfish

Genre : Romance , Straight

Rate : Teen

Length : OneShoot

A/N : Fanfict ini Khusus gue persembahin buat Dhiya dan Icha aka istri-istrinya Kyuhyun yang akur adem ayem , hahahha , moga suka ya ^^

Let’s check it out ~

-^-^-^-

Hari ini memang bukan hari Minggu atau bukan hari libur bagi para pekerja , tapi lain halnnya dengan Kyuhyun, profesinya beda dengan para pekerja umumnya. Dia adalah seorang member dari grup idola yang sekarang tengah naik daun , Super Junior. Jadi liburnya tidak tentu , dan kebetulan hari ini dia mendapat jatah libur dari agensinya.

Kesempatan itu tentu saja tidak disia-siakannya untuk menemui yeojachingunya , ya , Kyuhyun memang telah memiliki yeojachingu. Dan tidak ada yang tahu.

Dan sekarang dia sudah berada di apartement milik yeojachingunya tersebut , tepatnya di ruang TV.

“Kuyu,,” Seru Choi Yang Mi memanggil Kyuhyun sembari memainkan laptop apple dihadapannya. Yang Mi memang memanggil Kyuhyun dengan Kuyu karena menurutnya menyebut Kyu itu terkesan sangat kaku. Jadilah dia memanggil Kyuhyun dengan sebutan Kuyu.

“Hmm,,” Sahut Kyuhyun sembari tetap terus menonton acara di televisi saat ini.

“Aku , mau bertanya sesuatu,” Lanjut Yang Mi lagi.

“Apa?” Kali ini Kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada gadis dihadapannya.

“Kyumin itu real kan?” Tanya Yang Mi polos.

“Ha?” Dahi Kyuhyun berkerut.

“Iya , Kyuhyun ❤ Sungmin ^^” seru Yang Mi semangat dengan mata berbinar-binar.

“Pletakk!!!!” Jitakan kecil mendarat mulus dikepala Yang Mi.

Yang Mi cemberut membentuk sebuah pout lucu dengan bibir mengerucut.

“Memangnya kau tidak cemburu kalau aku bersama Sungmin hyung?” Tanya Kyuhyun judes

“Kalo sama Ming oppa sih engga, lagian Ming oppa itu lucu , imut lagi.” Lagi-lagi kedua bola mata Yang Mi berbinar-binar ketika membicarakan tentang KyuMin couple.

“Hey, Yang Mi!!”

“Ya?”

“Kau pikir aku ini apa?”

“Manusia ^^”

“Haish , bukan itu ! Aku ini siapa?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Cho Kyuhyun !!”

“Omona ~ Kau minta aku cium ya?” Seru Kyuhyun gemas. “Maksudku , aku ini siapamu?” Jelas Kyuhyun lagi.

“Ouh , tentu saja kau itu Namjachinguku.” Sahut Yang Mi yang sama sekali tidak namjachingu dihadapannya sedang gregetan kali ini.

“Lalu , biasmu di Super Junior siapa?” Kyuhyun kembali bertanya.

“Choi Siwon ^^”

“Ha? Kenapa bisa? Apa bagusnya Siwon hyung dari aku?” Kyuhyun kali ini tidak terima.

“Ehm , ya bisa saja , marga kami kan sama-sama Choi ^^,”

“Jadi kau menyukai Siwon hyung karena marganya sama denganmu?” Kyuhyun sama sekali tidak habis pikir dengan yeojachingu nya yang entah mengapa polosnya itu keterlaluan. “Tapi aku kan namjachingumu, kau tidak menyukaiku?” Lanjut Kyuhyun yang kali ini agak pervert.

YangMi yang mulai menyadari kalau Kyuhyun sedang cemburu, kemudian mencari sedikit alasan untuk menyanggah pertanyaan Kyuhyun barusan.

“Ani. Aku menyukaimu kok , kuyu. Makanya aku jadi Kyumin shipper ^^” Jawabnya yang sama sekali salah.

“Kyumin shipper ???”

Yang Mi mengangguk sembari tersenyum , berfikir bahwa kali ini jawaban darinya bisa melegakan namjachingunya tersebut.

“==!” *ekspresi Kyuhyun*

“Kuyu,” Yang Mi membuka suara lagi , kali ini sambil bergelayut manja dilengan Kyuhyun.

“Hm,,” Dan Kyuhyun menyahutinya dengan malas-malasan.

“Banyakin KyuMin moment donk yah ^^” Pinta Yang Mi sembari mengeluarkan jurus puppy eyes nya yang sangat tidak tepat.

“Mwo??”

-^-^-^-

Malam ini , tak seperti biasanya , para member dapat berkumpul bersama didepan ruang tv dorm. Biasanya karena kesibukan jadwal yang sangat padat , beberapa dari mereka baru bisa pulang sangat larut sekali. Tapi tidak halnya dengan hari ini.

Sepuluh pasang , ah tidak , lebih tepatnya Sembilan pasang mata kini tengah duduk nyaman didepan televisi , dan sedang berkonsentrasi menonton satu acara reality show yang mereka bintangi. Kenapa hanya Sembilan pasang mata? Ya , karena ada sepasang mata yang memang dari luar terkesan sedang menonton televisi dengan konsentrasi , padahal tatapannya itu kosong menerawang jauh, memikirkan permintaan Yeojachingunya beberapa hari yang lalu.

‘Banyakin KyuMin moment ya kuyu!’

Kata-kata itu terus saja terngiang dibenaknya.

“Kyu!!!” Tiba-tiba sebuah suara membuyarkan sedikit lamunannya. “Kau kenapa? Sakit?” Tanya orang yang tak lain adalah Lee Sungmin, pasangan couplenya di Super Junior , sambil menempelkan punggung tangannya ke kening Kyuhyun.

“Ani, hyung. Aku cuma lelah saja.” Elak Kyuhyun. “Hyungdeul, aku kekamar duluan yah!” pamit Kyuhyun kepada semua member.

Sungmin yang merasakan ada keanehan pada dongsaengnya tersebut langsung berinisiatif untuk mengikuti Kyuhyun kekamar.

Sesampainya dikamar Kyuhyun tidak langsung merebahkan tubuhnya dikasur ataupun mengambil PSP nya seperti biasa , melainkan ia terduduk dibawah.

“Kyu , ada apa?” Tanya Sungmin khawatir

“Tidak ada apa-apa , hyung!” Jawab Kyuhyun singkat

“Jangan bohong. Kau tahu , kau paling tidak bisa berbohong padaku. Ayo cepat katakan apa hal yang sedang mengganggu pikiranmu itu?” Ujar Sungmin mutlak.

“Yang Mi , hyung!” Desah Kyuhyun.

“Ada apa dengan Yang Mi ? Kalian bertengkar?”

“Ani. Bukan itu.”

“Lalu?”

“Beberapa hari yang lalu aku ke apartementnya.,,” Kyuhyun mulai bercerita.

Sungmin mencoba mendengarkan cerita dongsaengnya dengan seksama tanpa memotongnya sedikitpun.

“Hem , jadi begitu,” Sungmin manggut-manggut.

“Ne , hyung.” Ujar Kyuhyun

“Yasudah , kita turuti saja apa mau Yang Mi .” Seru Sungmin tiba-tiba.

“Ha? Hyung michi ?” Teriak Kyuhyun kaget.

“Hey, bukankah kau mau dia cemburu?”

“Ne. Tapi apa dia akan cemburu , hyung?” Tanya Kyuhyun pesimis, “Aku tidak yakin.” Lanjutnya lagi.

“Hyaa , lihat saja nanti , besok kau ajak saja dia ke KBS.” titah Sungmin

“Mwo? Untuk apa?”

“Pletakkk!!!” Sungmin menjitak Kyuhyun, “Katanya IQ mu tinggi , Haissshhh , ya untukl membuatnya cemburu lah , kita lakukan itu disana saja , agar dia bisa melihatnya, karena tidak mungkin kan kita suruh Yang Mi datang ke dorm , itu dilarang!” Jelas Sungmin.

“Hem , baiklah ! Gomawoyo , Hyung , kau mau membantuku,” Kata Kyuhyun sembari tersenyum tulus.

“Ne, cheonmaneyo , Kyu.” Seru Sungmin sembari mengusap sayang puncak kepala Kyuhyun, “Lagian yeojachingumu aneh sekali , Kyu , hahaha” Sungmin tertawa lebar.

“Ne hyung , dia memang aneh !” Tambah Kyuhyun menyetujui.

* Yang Mi : *HUAAAAATCCHHIIIMMMMM!!!~*

-^-^-^

Hari yang ditunggu telah tiba , hari ini adalah hari Jumat, dan itu tandanya Super Junior harus tampil di KBS Music Bank untuk mempromosikan single album terbaru mereka.

Sesuai dengan rencana Kyumin , Yang Mi hari ini sengaja datang ke KBS, tadinya dia tidak mau ketika Kyuhyun memintanya namun saat Kyuhyun bilang kalau ini permintaan Sungmin , entah kenapa Yang Mi langsung menyetujui begitu saja. Dan itu benar-benar membuat Kyuhyun sangat gemas.

“Annyeong Yang Mi-sshi..” Sapa Sungmin pertama kali dibackstage ketika bertemu Yang Mi yang sedang bersama Kyuhyun.

“Annyeong oppa,” Yang Mi membalas sapaan Sungmin dengan membungkukan sedikit badan.

“Aku kira kau tidak akan datang Yang Mi-sshi,”

“Ah , tentu saja aku akan datang oppa ^^,” Seru Yang Mi

“Baguslah kalau begitu,” Sahut Sungmin sembari mengusap puncak kepala Yang Mi. “Ehm , Kyu , kenapa rambutmu berantakan ? Sebentar lagi kan giliran kita tampil ,” Seru Sungmin yang langsung berpaling ke Kyuhyun sembari mencoba merapikan tatanan rambut Kyuhyun.

“Ah , mungkin tadi hair stylistnya terlalu buru-buru , hyung,” Sahut Kyuhyun sembari tersipu malu.

‘Hyaaaaa , KyuMin moment’ jerit Yang Mi dalam hati

“Yang Mi,,”

“Ne, Kuyu?”

“Aku dan Sungmin hyung kesana dulu ya?” Pamit Kyuhyun

“Ne , kuyu ^^” Sahut Yang Mi yang ceria melihat Moment Kyumin yang baru terjadi dihadapannya tersebut.

“Permisi , Yang Mi-sshi,” Ujar Sungmin sopan.

“Ne, oppa.” Yang Mi mengangguk.

Kemudian Kyumin langsung pergi meninggalkan Yang Min dibackstage, ada yang sedikit membuat Yang Mi senang ketika melihat namjachingunya dan Sungmin melangkah pergi , yaitu , Kyuhyun merangkul pundak Sungmin dan mereka terus tertawa senang.

“Hyaaa , harusnya aku potret tadi , huft, saking terlenanya sama moment mereka aku jadi lupa deh 😥 , Ya sudahlah , kyumin moment pasti akan ada lagi nanti , dan aku harus siap camdig saat itu juga. Ne , Yang Mi , hwaiting!” Seru Yang Mi menyemangati diri sendiri.

-^-^-^-

Sepanjang Super Junior tampil tadi , tidak sedikit Kyumin moment yang berhasil diabadikan oleh Yang Mi dengan camera digital birunya tersebut. Kali ini Kyuhyun dan Sungmin terlihat sangat terang-terangan dalam menampilkan Kyumin moment mereka.

Dan hal itu sama sekali tidak dicurigai Yang Mi, dia justru sangat senang , karena saking banyaknya Kyumin moment tersebut dihadapannya.

Setelah selesai perform , Kyumin kembali menghampiri Yang Mi dibackstage. Dan didapati Yang Mi sedang senyum-senyum sendiri melihat hasil jepretan dari cameranya tersebut.

“Yang Mi!” Seru Kyuhyun tanpa memberi salam sedikitpun.

Yang Mi tersentak kaget hingga menjatuhkan kameranya, “Aissshhh , apa-apaan sih , bikin kaget saja!” Sentak Yang Mi sembari mengambil dan kemudian memeriksa camdig birunnya yang jatuh.

“Sedang apa sih?” Tanya Kyuhyun.

“Ah , tidak sedang apa-apa. Eh gimana tadi penampilan kalian?” Tanya Yang Mi mengalihkan pembicaraan.

“Hey , harusnya kami yang bertanya seperti itu ==’,” Seru Kyuhyun.

Sungmin terkikik.

“Oh , iya ya? hehe, menurutku penampilan kalian bagus sekali , terlebih banyak…” Yang Mi menutup mulutnya.

“Banyak apa?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Ah , tidak ada.”

“Hey , banyak apa , ayo katakan!”

“Itu , ehm , banyak tepuk tangan penontonnya , iya banyak itu maksudnya,”

“Oh , begitu..”

“Kyu ,,”

“Ne , hyung ,” Kyuhyun mendekat pada Sungmin. Dan Sungmin kemudian membisiki Kyuhyun. Dan tiba-tiba Kyuhyun terkikik kecil. Dan balas membisiki Kyuhyun, dan setelah itu Sungmin memukul pelan dada Kyuhyun.

“Eh?” Yang Mi sempat terheran dengan apa yang dilakukan Kyumin dihadapannya.

Kyumin benar-benar asyik sama dunianya sendiri , sampai-sampai tidak memperdulikan Yang Mi. Jujur saja Yang Mi sedikit kesal waktu itu, dia yang awalnya senang melihat Kyumin moment hari ini, jadi merasa overdosis Kyumin moment. Ah , mungkin bisa dikatakan kalau Yang Mi sedikit cemburu.

Setelah beberapa menit akhirnya Kyumin menghentikan kegiatan berduanya tersebut , dan Sungmin langsung ijin pada Kyuhyun dan Yang Mi untuk menyusul member Super Junior yang ada ditempat lain.

Yang Mi cemberut.

Kyuhyun yang menyadari perubahan sikap Yang Mi jadi senyum-senyum sendiri.

Yess! Berhasil ! Serunya dalam hati.

“Yang Mi,”

“…”

“Hey , kau kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Kenapa tiba-tiba cemberut seperti itu?” Kyuhyun terus menggoda Yang Mi.

“Siapa yang cemberut?” Yang Mi masih terus berusaha mengelak.

“Tentu saja kau! Jangan bilang kalau kau cemburu melihat kedekatanku dengan Sungmin hyung ?? Bukankah kau yang meminta kyumin moment?” Tanya Kyuhyun.

“Isshhh , siapa juga yang cemburu. Apa aku bilang cemburu ? Hah?”

“Kau memang tidak bilang , tapi wajahmu menunjukkan kalo kau sedang cemburu,”

“Tidak!” Yang Mi memalingkan wajahnya.

“Iya,”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Tidak!”

“Iya! Eh ?” Yang Mi menoleh pada Kyuhyun.

“Tuh kan benar,!” Goda Kyuhyun

“Aaahh , Kuyu , berhenti menggodaku!” Rajuk Yang Mi sembari memukul pelan dada Kyuhyun

“Sudah! Sudah!” Kyuhyun mencoba menghentikan pukulan Yang Mi dan setelah itu memeluknya. “Makanya jangan pernah minta yang macam-macam,” Lanjut Kyuhyun

“Aku kan hanya minta Kyumin moment, bukan kemesraan seperti tadi >,<”

“Iya , iya , arraseo, eh kalau kau cemburu berarti kau menyukaiku dong?” Tanya Kyuhyun babo sembari melepaskan pelukannya.

“Aiisssh , tentu saja aku menyukaimu , kau kan namjachinguku~”

“Hehehe , jadi…?”

“Jadi apa?”

“Mulai sekarang kau tidak akan menjadi Kyumin shipper lagi kan?”

“Mwo??? Ani , Aku akan tetap menjadi Kyumin shipper ^^, tapi aku tidak akan mau lagi kalau diajak seperti ini oleh kalian, lebih baik liat lewat foto daripada lihat langsung” Seru Yang Mi panjang.

“Aishhhh, percuma saja usahaku,” Desis Kyuhyun kesal.

-^-^-^

END


Super Junior’s Fanfiction :: Serial GenkGong #Pedekate

Super Junior’s Fanfiction :: Serial GenkGong #Pedekate

Tittle : Serial GenkGong #Pedekate

Cast :

Donghae and Yesung aka member of GG

Zhoumi

Henry

Author : Me ^^

Genre : Humor gagal #plakkk , Gaje , Genderswitch

Rate: T (Teen)

Long : Oneshoot

Inspired by All My friends of grade XII. A2 *Love u all*

Warning: DON’T LIKE DON’T READ ^^

###############################Pedekate###########################

Ditengah teriknya matahari yang sedang bersinar tatkala waktu istirahat tiba , tersebutlah 2 orang dengan status masih memperebutkan gelar member paling ganteng di Genknya , Donghae dan Yesung.

Setelah memberi makan cacing-cacing diperutnya , mereka berjalan menuju kelas , namun perjalanan mereka terhenti tatkala mereka melihat 2 orang yang sangat mereka kenal sedang duduk dibawah pohon Rindang ditaman sekolah , Senyum licik pun terkembang disudut bibir mereka . Dengan sedikit menundukan tubuhnya , mereka mengintip orang yang tak lain tak bukan adalah Zhoumi dan Henry , teman sekelas mereka.

“Sung , pemikiran loe sama kaya gue ga ?” Tanya Donghae dengan nada licik

“Menurut gue sih sama hae,” Ujar Yesung yakin tanpa melepaskan pandangannya dari Zhoumi dan Henry

Jujur saja donghae agak enggak yakin , mengingat sering kali pemikiran dia (re: Yesung) itu kemungkinan sama dengan teman-temannya hanya 0,01% ,

Donghae kemudian berdiri tegak dan menghadap ke Yesung , “Emang apaan coba?” Tanya Donghae meremehkan.

Yesung menoleh pada Donghae , “Itu kan !” Tunjuknya pada Zhoury couple

“Tumben pikiran kita satu jurusan , Sung !” Ujar Donghae senang sembari menepuk pundak temannya tersebut

“Ya iyalah , gue gitu , Yesung Ketua Murid kelas 3 IPA 2,!!” Sahut Yesung membanggakan diri , “Jadi , kapan kita mau ambil es ditangan si Henry itu hae ?” Lanjutnya

“Pletakkk!!!!” Sebuah jitakan dengan sukses mendarat dikepala Yesung

“Aww,,!” Seru Yesung sembari mengusap kepalanya, “Napa sih loe hae jitak-jitak gue segala , gini – gini gue KM nih !”

“Mau loe KM kek , Ketua Osis kek , ato Presiden sekalian , gag ngaruh buat gue ,” Seru Donghae, “Gue kira udah connect gataunya masih Dis , huh!” Tambah Donghae kesal

“Jadi , kita bukan mau ngambil esnya Henry?” Tanya Yesung polos

“Bukanlah , Babo !! Sini gue bisikin ……….” Ujar Donghae sembari menarik daun telinga Yesung untuk didekatkan kepada mulutnya

“Pssstttt ,, psssttt , pssssstttt”

“Oh gitu !!” Seru Yesung yang kini mengerti

“Ho’oh !!” Sahut Donghae gondok

“Yaudah , ayo buruan kita gangguin mereka , tar keburu bel masuk ,” Ajak Donghae

“Oke , oke !!”

Dengan jalan mengendap-endap mereka berdua berjalan menuju taman tersebut , dan setelah perjuangan yang sangat berat dan memakan waktu yang sangat sangat tidak sebentar berpeluh debu dan ….. #plakkkk!!!! Abaikan author gila ini ,, mereka pun sampai dibalik pohon tempat dimana Zhoumi dan Henry sedang ….

“PEDEKATE”

Yapp , Zhoumi dan Henry memang sedang pedekate , dan duo upin ipin #plakkkk *digetok upin ipin lovers xD* berniat mengganggu jalannya pedekate tersebut.

“Henli-ah ,,” panggil Zhoumi

“Ne , gege ,,” Sahut Henry lembut

“Baba kamu penyelam ya ?” Tanya Zhoumi

“Ah ? Bukan ge , emang kenapa ge ?” Tanya Henry polos

“Soalnya nama kamu udah menyelam didasar hatiku ,,” Jawab Zhoumi

(Donghae + Yesung + Author = “Hoekssss!!!” =,=’)

“Ah , gege bisa aja ,” Sahut Henry malu-malu

Sementara Zhoury sedang berpedekate ria (?) Donghae dan Yesung sweatdropp mendengar orang yang termasuk siswa pintar dikelasnya merayu Henry , sang murid baru pindahan dari China , dengan kata-kata ala Kang Su Le yang ‘Gak Banget’ bagi mereka.

“Sumpah , sung , masih mendingan kata-kata loe waktu mau ngerayu ddangkkoma buat keluar dari cangkangnya deh,” Ujar Donghae pelan

“Iya , Hae , masih mendingan kata-kata Heechul (juga) buat ngerayu Heebum supaya mau ikutan meni pedi disalon bareng dia,” Sahut Yesung dengan volume pelan (juga)

“Jadi , kapan kita mulai gangguin merekanya Sung ?” Tanya Donghae

“Ya , sekarang ,” Jawab Yesung , “Sini ,” Yesung menarik tangan Donghae untuk sedikit menjauh dari pohon tersebut.

Setelah sudah berjarak kira-kira 2m dari pohon , Yesung berdehem , “Ehem , ehem,!!” Yesung memberi pemanasan pada pita suaranya, “Hae bokap loe penjaga villa di Puncak(?) ya ??” Tanya Yesung , kali ini dengan volume yang ditinggikan agar Zhoury mendengar.

Berhasil. Zhoury yang sedang pedekate pun menoleh ke arah sumber suara yang sangat mengganggu kegiatan mereka ,

“Hwatssss???” Jawab Donghae shock

“Eh , dodol , bilang aja ‘iya’ trus ‘emang kenapa?’ gitu” Titah Yesung pelan pada Donghae , agar Zhoury tidak mendengar.

“Ogah , orang bapak gue direktur , enak aja dibilang penjaga villa ,” Sahut Donghae acuh

“Aisshhh , dasar ikan ! Katanya mau ganggu si Tiang listrik! Gimana sih loe,?” Yesung menghela nafas dan mendengus kesal

Donghae menepuk jidatnya , “Oh iya , gue lupa , Mangap sung,” Seru Donghae , “Iya , emang kenapa sung?” Jawab Donghae centil

“Soalnya , loe udah menyejukan hati gue hae  :’)” Jawab yesung

“o.O ?? Mwo ?? Kaga nyambung banget loe Sung !” Sahut Donghae

“Pletakkkk!!!” kali ini Yesung yang menjitak Donghae, “Dodol !!” Serunya

“Jadi , baba kamu penjaga villa hae ??” Tanya Henry (polos) tiba-tiba

Donghae menoleh , “Hwatsss ??? Enak aja ,, bapak gue direktur tau !” Seru Donghae

“Trus kenapa tadi bilang iya ?” Tanya Henry lagi

“Ya , suka – suka gue dong , gue mau bilang bapak gue anggota girlband 2ne1 juga ga masalah !” Tegas Donghae

“Yang bener lho , Hae ? Sejak kapan ? Kok bisa ?” Tanya Yesung takjub

“o.O ??” Donghae melongo lagi melihat ke-lemotan temannya yang kini menjadi KM dikelasnya tersebut.

Henry dan Zhoumi terkekeh pelan , “Udah kita pergi aja yuk , Henli !” Ajak Zhoumi

“Ne , ge !” Sahut Henry meng-iya-kan

Karena sibuk berargument sendiri , Donghae dan Yesung tidak menyadari kalau Zhoury couple itu telah pergi meninggal , #plakkkkk!!! , RALAT , telah pergi meninggalkan mereka berdua ditempat itu.

“Hae , mau dong gue gabung di grup bokap loe !” Rayu Yesung

“Mwo ??? Buat apaan ?” Tanya Donghae

“Ya , buat jadi artis lah , gimana sih loe , pake nanya lagi =,=’!” Sahut Yesung

“Eh , babo , tadi itu permisalan , eh malah dianggep serius lagi , ckckck” Donghae mengeleng-gelengkan kepalanya menatap ke-polos-an temannya yang udah kelewat batas tersebut.

“Jadi , yang tadi boongan ??” Tanya Yesung tak percaya

“Bukan boongan , tapi permisalan !!” Tegas Donghae

“Yah , gue kira beneran ,”

“Kebangetan sih loe sung , heran gue sama loe ,, ah udah ayo kita gangguin mereka lagi ,”

Donghae dan Yesung pun menoleh ke arah tempat dimana Zhoury tadi duduk , dan mereka terkejut , ketika tidak menemukan siapapun di tempat itu ,

“Lho , mereka kemana Hae ?” Tanya Yesung bingung

“Ya , mana gue tahu , loe sih pake ngebahas bokap gue yang gabung di 2ne1 segala , pergi kan mereka jadinya , Huh !” Ujar Donghae kesal

“Ya , mangap hae ,,” Sesal Yesung

“Ttttettttt!!! Tttteettttt!!!” Bel tanda waktu istirahat telah habis pun berbunyi ,

“Yah , udah bel kan ! Yauda kkaja kekelas , Sung,” Ajak Donghae sembari berjalan mendahului Yesung

“Ne , hae !” Sahut Yesung mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Donghae

“Lain kali , kita harus lebih professional gangguin merekanya , Sung!” Ujar Donghae menasehati Yesung sambil berjalan menuju kelas.

“Siap boss !!!” Sahut Yesung bergaya hormat ala tentara

END

Nah edisi pedekate kali ini selesai sudah ,,

Mian yah Elfdeul kalo disini HaeSung (Hae!Seme) #plakkk!!! Dibikin jadi anak anak bandel , sebenarnya mereka gag bandel kok , ^^ , Cuma usil aja , hehehe …

sekali lagi mian yah *deep bow* ,, buat yang uda baca titanggalkan jejak kalian yah.

SeeYa ^^